Berita Terkini

Undang-undang Baru Perancis Ancaman Bagi Muslim Lokal

PARIS (Jurnalislam.com) – Majelis parlemen Prancis pada hari Selasa (3/10/2017) menyetujui draf pertama sebuah undang-undang anti-teror dan keamanan baru yang kontroversial, sebuah rencana yang dikecam oleh beberapa kelompok hak asasi manusia sebagai ancaman terhadap kebebasan sipil.

RUU tersebut, yang disetujui oleh pemungutan suara 415-127, dengan 19 abstain, masih tunduk pada amandemen namun diperkirakan akan disetujui pada pertengahan Oktober untuk menggantikan keadaan darurat yang direncanakan akan berakhir pada 1 November, Anadolu Agency melaporkan.

Namun, kelompok hak asasi lokal dan internasional, termasuk Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (High Commissioner for Human Rights-OHCHR), khawatir bahwa undang-undang baru, yang memberi wewenang luar biasa kepada polisi tersebut, akan menciptakan keadaan darurat yang permanen di negara ini.

Pakar PBB Peringatkan Perancis atas Undang Undang Anti Teror bagi Kaum Muslim

Berdasarkan undang-undang yang baru, polisi dapat melakukan penggerebekan rumah dan pencarian tanpa surat perintah atau pengawasan yudisial, termasuk di malam hari.

Undang-undang ini juga memberi pejabat kekuatan ekstra untuk tidak menjalani proses peradilan yang biasa dan menempatkan orang-orang di bawah tahanan rumah. RUU tersebut juga memungkinkan pembatasan (pelarangan) pertemuan dan penutupan tempat ibadah.

Analis dari Komisaris Tinggi PBB memperingatkan bulan lalu bahwa populasi Muslim Prancis dapat didiskriminasi dan ditargetkan secara tidak proporsional oleh kekuatan hukum baru tersebut.

Pakar PBB mengatakan bahwa langkah-langkah keamanan yang diusulkan akan “mengubah beberapa pembatasan kebebasan sipil yang saat ini berada di bawah keadaan darurat negara Prancis menjadi beberapa undang-undang biasa.”

“Kami masih dalam keadaan perang,” Menteri Dalam Negeri Gerard Collomb mengatakan kepada radio France Inter pada hari Selasa sebelum pemungutan suara. “Kami telah menggagalkan banyak serangan sejak awal tahun yang dapat menyebabkan banyak kematian.”

Bulan lalu, Collomb mengumumkan bahwa 12 rencana serangan telah digagalkan sejak awal tahun.

Meskipun keadaan darurat berulang kali terus diperpanjang sejak serangan November 2015, Prancis telah menjadi target beberapa serangan mematikan selama dua tahun terakhir.

Pihak Berwenang Las Vegas: Penembak Memiliki Gudang Senjata di Kamar Hotel dan Rumahnya

LAS VEGAS (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang mengatakan Stephen Paddock melepaskan tembakan dari kamar hotelnya di lantai 32 Hotel Mandalay Bay ke arah korbannya yang berjarak 1.200 kaki (365 meter) pada acara konser musik, Anadolu Agency melaporkan, Selasa (3/10/2017).

Dia memiliki gudang senjata militer di kamar hotelnya dan di rumahnya di dekat Mesquite.

Paddock dilaporkan bunuh diri saat polisi masuk ke kamar hotelnya.

Ujug-ujug IS Mengklaim Bertanggung Jawab atas Serangan di Las Vegas

Stephen Paddock
Stephen Paddock

Seorang juru bicara Gedung Putih pada hari Senin mendesak tidak sabar untuk mengizinkan pihak berwenang sepenuhnya menyelidiki penembakan tersebut sebelum menarik kesimpulan.

Ketika percakapan perlahan berubah menjadi debat mengenai kontrol kepemilikan senjata setelah penembakan massal kembali terjadi di AS, presiden, yang merupakan advokat kuat atas hak kepemilikan senjata berusaha untuk menunda diskusi tersebut. “Kita akan berbicara tentang undang-undang senjata seiring berjalannya waktu,” katanya.

Saham perusahaan senjata melonjak menyusul penembakan tersebut, yang menurut analis disebabkan oleh kepercayaan investor bahwa pembuat undang-undang akan berusaha menekan undang-undang pengendalian senjata dan kekhawatiran baru tersebut dapat menyebabkan lonjakan untuk senjata di pasar.

Kisah Haru Tri Palupi, Istri dari Dai yang Meninggal Usai Berdakwah

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Dai atau Ustaz asal Karanganyar, Jawatengah, Ahmadi (47 tahun) meninggal seusai mengisi pengajian di daerah Polokarto. Alumni pondok pesantren Al Mukim, Ngruki itu meninggal disebabkan kecelakaan tertimpa pohon didepan SPBU Jaten, Karanganyar, Senin (2/10/2017).

Istri Ahmadi, Tri Palupi terlihat tegar menanggapi kematian suaminya tersebut. Ia mengatakan, tanda-tanda Ahmadi akan bertemu sang pencipta sudah terlihat.

“Ia terus setiap hari jam 3 pagi tilawah (mengaji -red) sampai subuh. Saya tidak merasa bahwa itu tanda, memang beliau 5 hari bisa khatam sekali jadi sebulan 6 kali,” ungkap Tri kepada jurniscom di rumahnya di Mranggen, Polokarto, Karanganyar, seusai prosesi pemakaman, Selasa (3/10/2017) mengenang.

Pertanda ‘pulangnya’ Ahmadi dengan cara yang baik memuncak. Ia menuturkan, sebelum berangkat untuk melakukan aktifitas dakwah, Ahmadi sempat mengatakan sesuatu yang tidak ia pahami waktu itu.

“Dia ngomong sama saya, Mi, bisa jadi saya nanti nggak pulang, ternyata kalimat itu terakhir bagi saya,” katanya sambil meneteskan air mata.

“Saya masih nggak mudeng (paham -red), firasat itu. Saya tidak menyangka karena pamitnya juga baik-baik, cium tangan dan wajahnya senyum,” tambahnya penuh haru.

Karena Pelakunya Bukan Muslim, Trump dan Gedung Putih Tolak Sebut Teroris Domestik

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Tiga puluh enam jam setelah penembakan terburuk dalam sejarah Amerika Serikat modern, Presiden Donald Trump pada hari Selasa (3/10/2017) menolak untuk menyebutnya pembantaian terorisme domestik.

“Dia orang sakit, orang gila, banyak masalah, saya kira. Kami menganggapnya sangat, sangat serius,” kata Trump kepada wartawan, lansir Anadolu Agency.

Sebagai kandidat dan sekarang sebagai presiden, Trump seringkali secara cepat menanggapi bahkan sebelum fakta terungkap setelah terjadi penembakan massal di dalam dan luar negeri. Dia dengan licik menuntut larangan Muslim masuk AS setelah pembantaian di California pada tahun 2015.

58 Rakyatnya Tewas dalam Serangan di Konser Musik, Trump: Itu Kejahatan Murni Saja

Namun beberapa jam setelah serangan tersebut pada hari Ahad Gedung Putih menghindar memberi label serangan itu sebagai terorisme domestik padahal telah menewaskan sedikitnya 59 korban dan melukai hampir 530 lainnya di sebuah konser musik country.

Seorang juru bicara Gedung Putih pada hari Senin mendesak tidak sabar untuk mengizinkan pihak berwenang sepenuhnya menyelidiki penembakan tersebut sebelum menarik kesimpulan.

Trump melontarkan pujian yang tinggi untuk petugas penegak hukum di Nevada yang cepat tanggap dalam menyelamatkan nyawa. “Apa yang terjadi di Las Vegas dalam banyak hal adalah sebuah keajaiban. Kepolisian telah melakukan pekerjaan yang luar biasa,” katanya, miskipun jumlah korban tewas dan terluka cukup besar.

Mesir Hancurkan Rudal Anti Tank Korea Utara

MESIR (Jurnalislam.com) – Kementerian luar negeri Mesir mengatakan pada hari Senin (2/10/2017) bahwa pihak berwenang telah menghancurkan pengiriman rudal anti-tank dari Korea Utara.

Dalam sebuah pernyataan, kiriman tersebut tidak dimaksudkan untuk dikirim ke Mesir, dengan mengingkari sebuah laporan dari surat kabar AS, Washington Post, yang menggambarkan “sebuah kapal misterius berlayar ke Terusan Suez.”

Rudal Nuklir Korea Utara Mampu Jangkau Los Angeles, Ini Tanggapan AS

“Dewan Keamanan PBB memuji kerja sama Mesir dalam pelaksanaan keputusan mengenai Korea Utara,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ahmed Abu Zeid, lansir World Bulletin, Selasa (3/10/2017).

Abu Zeid menambahkan bahwa laporan tersebut “mencoba untuk menciptakan kesan salah bahwa Mesir tidak berkomitmen terhadap pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan mengenai Korea Utara.”

“Pihak berwenang Mesir telah menyita dan menghancurkan pengiriman tersebut di hadapan panel ahli dari Komite 1718 tentang sanksi Korut di Dewan Keamanan,” katanya.

Sebagai jawaban atas klaim laporan tersebut yang menyatakan bahwa Mesir adalah tujuan akhir pengiriman itu, Abu Zeid mengatakan bahwa laporan komite sanksi tersebut tidak menyebutkan “dari dekat atau jauh” bahwa pengiriman tersebut sedang dalam perjalanan ke Mesir.

Pesawat Pembom AS Mulai Dekati Korea Utara, Menlu Korut: Kami Hancurkan Tanpa Ampun

Korea Utara menghadapi sanksi keras dari AS dan juga kecaman keras dari masyarakat internasional setelah peluncuran rudal berulang dan uji coba nuklir.

Uji coba nuklir keenam Pyongyang pada 3 September menyebabkan diberlakukannya resolusi Dewan Keamanan PBB yang kesembilan sejak 2006, yang selanjutnya memperketat sanksi internasional terhadap negara tersebut.

Inggris Cabut Penghargaan ‘The Freedom of Oxford’ pada Aung San Suu Kyi

LONDON (Jurnalislam.com) – Sebuah penghargaan dari Inggris yang diberikan kepada pemimpin Myanmar kini telah ditarik di tengah kekejaman yang menargetkan minoritas kaum Muslim di negaranya, menyebabkan lebih dari setengah juta Rohingya berlindung di negara tetangga Bangladesh.

Pemimpin Dewan Kota Oxford Bob Price mendukung mosi untuk mencabut penghargaan untuk Aung San Suu Kyi tersebut, lansir Anadolu Agency Selasa (3/10/2017).

Orang-orang “sangat terkejut” dengan situasi di Myanmar, kata Price.

Dia menyebutnya “luar biasa” bahwa Suu Kyi tidak berbicara tentang kekejaman militernya di Myanmar.

Aung San Suu Kyi Pidato pada Dunia, Muslim Rohingya: Suu Kyi Pengkhianat!

Penghargaan The Freedom of Oxford adalah gelar yang diberikan kepada orang-orang yang berbeda dan mereka yang memiliki penghargaan tersebut menurut pendapat dewan dianggap memberikan pelayanan terbaik bagi kota.

St Hugh’s College di Oxford memindahkan potret Suu Kyi dari layar pekan lalu.

Sejak 25 Agustus, sekitar 501.000 orang Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine ke Bangladesh, kata PBB pada 28 September.

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi yang kejam di mana pasukan militer Budha Myanmar dan gerombolan Buddha membunuh pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah, dan membakar desa Rohingya. Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Temuan Advokasi Rohingya: PBB di Myanmar Memiliki Peran dalam Pembersihan Etnis

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis Muslim Rohingya yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas pembantaian tersebut sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – penyiksaan, mutilasi, pemukulan brutal, dan penghilangan yang dilakukan oleh petugas keamanan. Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Las Vegas: Pembantaian Yang Tak Terjawab Mulai dari Serangan Psikopat Hingga Teroris

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Masih banyak pertanyaan yang tak terjawab setelah pejabat mengatakan pada hari Senin (2/10/2017) bahwa seorang pria bersenjata membunuh sedikitnya 59 orang di sebuah konser di Las Vegas.

Stephen Paddock, 64, dicurigai meluncurkan serangan di area luar di seberang hotel Mandalay Bay sekitar pukul 10.08 waktu setempat hari Ahad (0508GMT Senin), Clark County Sheriff Joseph Lombardo mengatakan kepada wartawan, lansir Anadolu Agency.

Pensiunan yang berubah menjadi penyerang tersebut adalah penduduk Mesquite, Nevada, dan tidak memiliki hubungan yang jelas dengan terorisme, menurut Lombardo yang menyebut penembakan tersebut sebagai serangan “serigala tunggal” dan bahwa Paddock adalah seorang “psikopat”.

Saudara laki-laki Paddock berusaha memahami penembakan tersebut saat berbicara dengan wartawan di Orlando, Florida. “Kami masih benar-benar bingung, kami terkesiap,” Eric Paddock berkata tentang reaksi keluarganya terhadap berita tersebut.

Dia mengatakan bahwa saudaranya adalah seorang akuntan dan investor real estat multi-jutawan yang “tidak ada hubungannya dengan organisasi politik, organisasi keagamaan, tidak ada supremasi kulit putih – tidak ada, sejauh yang saya tahu.”

Tapi keluarga Paddock tidak asing dengan kejahatan. Ayah mereka pernah masuk dalam daftar yang Paling Dicari FBI setelah lolos dari penjara saat menjalani hukuman atas perampokan bank.

Ngeri, Bunuh 58 Orang dalam 4 Menit di Acara Konser, Sheriff Las Vegas: Itu Bukan Serangan Teroris

Pihak berwenang mengatakan mereka menemukan banyak senjata di kamar hotel Paddock dan terdapat gudang senjata terpisah di rumahnya sekitar 80 mil (130 kilometer) jauhnya.

Dia menembakkan 600 putaran dalam enam atau tujuh semburan dengan senjata otomatis selama lebih dari empat menit, kata polisi, menurut laporan media.

Video penembakan itu menunjukkan ribuan penonton konser melarikan diri dari tempat tersebut, menyebabkan banyak yang terinjak saat mereka berlari untuk berlindung.

Penembak tersebut dilaporkan ditemukan tewas di kamarnya di lantai 32 kamar hotelnya dimana dia meluncurkan serangan tersebut, kata sheriff.

Presiden Donald Trump menyebut serangan itu “tindakan kejahatan murni” dalam pidato di televisi nasional pada hari Senin.

Trump yang biasanya bombastis hanya melontarkan nada yang jauh lebih lembut dalam pidato pertamanya setelah tragedi semacam itu.

“Pada saat seperti ini saya tahu kita mencari beberapa jenis makna dalam kekacauan, semacam cahaya dalam kegelapan. Jawabannya tidak mudah, tapi kita bisa bersenang-senang mengetahui bahwa bahkan ruang yang paling gelap pun bisa dicerahkan oleh sebuah cahaya tunggal, dan bahkan keputusasaan yang paling mengerikan pun bisa diterangi oleh secercah harapan,” katanya.

Namun Gedung Putih menolak menganggap bahwa itu adalah serangan terorisme dalam negeri, sehingga mendesak diungkapnya fakta-fakta penembakan.

Bendera di seluruh AS diturunkan menjadi setengah tiang sebagai tanda berkabung dan Trump akan mengunjungi Las Vegas pada hari Rabu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memimpin pernyataan para pejabat Turki di Twitter untuk mengecam serangan terror tersebut dan menawarkan solidaritas dengan AS.

“Saya mengutuk dalam hal yang paling kuat terhadap serangan teroris di Las Vegas, NV,” tulis Erdogan. “Saya sangat berharap bahwa serangan semacam itu tidak akan terjadi di masa depan. Atas nama warga Turki, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang tercinta dari para korban dan semua rakyat Amerika.”

Bintang pop Amerika Ariana Grande, yang konsernya di Inggris juga diserang dalam aksi terorisme yang menewaskan sedikitnya 22 orang pada bulan Mei, meminta kontrol senjata setelah penembakan di Las Vegas.

“Hatiku hancur karena Las Vegas,” tulisnya di Twitter. “Kami membutuhkan cinta, persatuan, perdamaian, kontrol senjata & agar orang-orang melihat ini dan memahami apa itu terorisme.”

58 Orang Tewas dan 500 Terluka di Las Vegas, Erdogan: Itu Serangan Teroris

Sementara itu, Paus Fransiskus mengungkapkan “kedekatan spiritualnya” dengan para korban, sambil menyebut serangan tersebut sebagai “tragedi yang tidak masuk akal.”

Kelompok IS (Islamic State) tiba-tiba mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui Kantor Berita Amaq, dan mengatakan Paddock adalah seseorang yang baru masuk Islam.

Namun FBI menolak klaim tersebut dan mengatakan tidak ada bukti yang mendukungnya.

FBI menggali sejarah mantan akuntan berusia 64 tahun yang melakukan penembakan massal terburuk dalam sejarah Amerika modern.

Detektif mencoba untuk mencari tahu, mengapa Stephen Paddock melepaskan tembakan dari kamar hotel yang menghadap sebuah konser di Las Vegas dan menewaskan sedikitnya 59 orang tewas dan melukai 500 lainnya?

 

Me-Dan Forum Distributes the Sixth Wave Assistance for Rohingya Refugees in Sittwe

JAKARTA (Jurnalislam.com) – The concern of the Indonesian peopl for their Rohingya Muslim brothers continues to flow. As of September 21 to 30, 2017, 6 waves of aid have been channeled through the Me-DAN Forum Indonesia team for Rohingya Muslims in Myanmar Sittwe.

Funds collected from donations of Indonesian Muslims are distributed in the form of food for 250 families. Help was distributed on Saturday (30/9/2017).In this the distribution of the sixth wave, Secretary General Forum Me-DAN, Sunaryo admitted experiencing obstacles such as weather and security factors.

“For the channeling this time took a little longer than usual, due to security conditions and weather that does not allow for the distribution of aid,” said Sunaryo to Journalistlam.com, Monday (02/09/2017).

Sunaryo calls on the entire Humanitarian Institute to continue to distribute assistance to Rohingya refugees residing in an isolated, non-regenerated refugee camp.

“We invite all NGOs and Humanitarian agencies from anywhere to also try to penetrate the boundaries of isolation and non-register camps because the humanitarian conditions are very alarming experienced by ethnic Rohingya there,” he concluded.

Translator: Taznim

Danrem NTB: Komunis di Indonesia Itu Ada!

MATARAM (Jurnalislam.com) – Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Kolonel Inf Farid Makruf menegaskan, pergerakan komunis di Indonesia, khususnya di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) itu ada dan nyata.

“Jadi, kalau berdasarkan data intelijen kami mengatakan gerakan itu ada,” kata Kolonel Inf Farid Makruf di Mataram, Senin (2/10/2017) dilansir gelora.co.

Untuk wilayah NTB, lanjutnya, keberadaan pergerakan yang berlambang palu arit itu sudah masuk catatan pihak TNI. Bahkan, kata dia dalam dua tahun terakhir, tercatat ada belasan kasus yang menandakan keberadaannya.

Baca juga: Tokoh Surakarta : Hanya Pro Komunis yang Takut Diputarnya Film G30 S PKI

“Untuk tahun 2016, ada sebelas kasus yang muncul, begitu masuk tahun 2017 hingga September, kami temukan ada delapan kasus,” ujarnya.

Namun, Farid dalam wilayah NTB masih berbentuk aplikasi berupa selebaran, stiker, bendera, atau pun menggunakan sarana baju kaos yang bergambar palu arit.

“Artinya apa, gerakan itu ada. Tapi mereka sampai sekarang tidak ada yang berani terang-terangan,” tegasnya.

Meski kondisi di daerah demikian, ucap Farid, namun secara nasional pergerakannya sudah bisa dikatakan nyata.

“Ada seminar, ada buku yang ditulis oleh seseorang, ada ‘talk show’ yang dengan bangganya mengatakan saya ini anaknya PKI,” papar Farid.

Baca juga: Perppu Menyasar Ormas Islam, DSKS : Harusnya Komunis dan Separatis

Oleh sebab itu, untuk menangkalnya, TNI memperkuat benteng keamanan negara, salah satunya dengan memutar film pengkhianatan G30S/PKI di tengah masyarakat, sejalan dengan perintah Panglima TNI, Jenderal Gatot.

“Inilah salah satu bentuk kewaspadaan kami agar komunis gaya baru yang sekarang mulai hadir di tengah-tengah kita, yang tujuannya untuk menggantikan Pancasila sebagai ideologi negara, tidak semakin berkembang,” pungkasnya.

Sumber: Gelora.co

Galang Dana, Masjid Mujahidin Surabaya Hadirkan Relawan Kemanusiaan untuk Rohingya

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Masjid Muhahidin Perak Surabaya bekerjasama Insan Al Furqan dan Forum Me-Dan menggelar Tabligh Akbar Peduli menghadirkan Ustaz Utsman bin Sef dan Ustaz Sunaryo (Relawan dari Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan – Forum Me-Dan) pada hari Ahad (1/1/2017).

Acara ini dihadiri ratusan jamaah. Setelah mendengar viedeo dan cerita dari relawan Forum Me-Dan yang langsung ke Myanmar, jamaah bergegas mengumpulkan dana kemanusiaan untuk Rohingya hingga terkumpul berupa 6 cincin emas dan uang tunai Rp 23.920.000.

“Dari ibu-ibu banyak yang menangis” Kata Diah salah satu peserta Tabligh Akbar. Salah satu penyelenggara, Ketua Insan Al Furqan ustaz Abdul Aziz turut menyampaikan pesan kepada umat Islam khususnya di Indonesia, bahwa sebuah kewajiban kepedulian umat Islam Indonesia untuk membantu saudara muslim Rohingya dengan segala daya dan upaya sesuai kapasitas masing-masing.

“Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan lembaga sosial maupun kemanusiaan supaya bersatu padu untuk menyelesaikan urusan saudara kita Rohingya. Bahkan bila perlu mendukung lembaga yang sudah berhasil menembus ke lokasi, sehingga tepat sasaran. Bukan hanya di perbatasan. Karena yang masih banyak yang belum tersentuh oleh bantuan,” pungkasnya.