Langsung ke konten

Jurnal Islam

Senin, 23 Rabi'ul Akhir 1448 / 05 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Temuan Advokasi Rohingya: PBB di Myanmar Memiliki Peran dalam Pembersihan Etnis

Temuan Advokasi Rohingya: PBB di Myanmar Memiliki Peran dalam Pembersihan Etnis
Arie Ristyan
3 Oktober 2017, 08:35

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok advokasi Rohingya mendesak penyelidikan independen atas tuduhan bahwa koordinator residen PBB di Myanmar memiliki peran dalam “pembersihan etnis” yang dilakukan terhadap komunitas Muslim Rohingya.

“PBB harus menyelidiki insiden tersebut secara independen,” ketua Dewan Rohingya Eropa, Hla Kyaw mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin (2/10/2017).

Kantor berita utama Inggris BBC menerbitkan sebuah berita Kamis lalu yang berjudul “Muslim Rohingya takut PBB mengecewakan mereka” yang merinci tuduhan terhadap pejabat Kanada, Renata Lok-Dessallien.

BBC mengutip “sumber-sumber di dalam PBB dan komunitas bantuan baik di Myanmar maupun di luar” yang mengatakan bahwa Lok-Dessallien mencoba untuk menghentikan aktivis hak asasi manusia yang bepergian ke daerah Rohingya, berusaha untuk menghentikan advokasi publik mengenai masalah ini, dan mengisolasi staf yang mencoba untuk memperingatkan bahwa pembersihan etnis mungkin sedang dalam terjadi.

Pembersihan Muslim Rohingya Terus Berlanjut (Info Grafik)

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan terbuka mengenai situasi Rohingya pada hari yang sama, yang merupakan pertemuan pertama dalam delapan tahun terakhir. Dalam pertemuan tersebut, utusan AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan bahwa kekerasan terhadap warga Rohingya tampaknya merupakan pembersihan etnis.

“Kami tidak boleh takut untuk menyebut tindakan pihak berwenang Birma seperti apa adanya: operasi yang brutal dan berkelanjutan untuk membersihkan negara dari minoritas etnis,” kata Haley kepada Dewan Keamanan.

Kyaw mengatakan Dewan Rohingya Eropa “sepenuhnya setuju dengan apa yang muncul di media tentang kegagalan PBB untuk menghentikan genosida Rohingya di Myanmar.”

“PBB turut terlibat atau secara sadar mengabaikan kejahatan Myanmar terhadap kemanusiaan atau pembantaian pelan-pelan terhadap Rohingya,” di negara bagian Rakhine bagian barat, katanya.

Kyaw mengklaim bahwa “PBB tidak melakukan sesuatu yang efektif untuk menghentikan kematian bahkan satu nyawa warga Rohingya pun,” karena penghancuran Rohingya yang hampir 40 tahun di Myanmar terjadi di bawah pengawasan PBB.”

PBB hanya melakukan satu hal; “mendokumentasikan tentang genosida secara sistematis, dan mendesak serta mengutuk genosida Rohingya oleh Myanmar,” menurut Kyaw.

Dia mengatakan bahwa insiden di Myanmar “bisa jadi untuk mengejar kepentingan pribadi [dari perwakilan PBB] atau kepentingan kekuatan besar lainnya dengan mengorbankan lebih dari satu juta nyawa Rohingya.”

“Ini bukan tentang takut pada pejabat Myanmar, tapi mereka tidak ingin mengecewakan pejabat Myanmar dengan bersikap vokal menentang kekerasan Myanmar terhadap Rohingya, saya berasumsi.”

Kyaw menambahkan pasukan keamanan Myanmar “terus membakar rumah dan menciptakan kebohongan.”

“Mereka menarik komunitas Hindu melawan Rohingya dengan menggali kuburan massal Hindu, kemungkinan dibunuh oleh militer Myanmar untuk melempar kesalahan pada pejuang Muslim Rohingya.

India Hadang Pengungsi Muslim Myanmar dengan Kekuatan Militer

PBB seperti biasanya sibuk mengeluarkan pernyataan dan mengecam Myanmar, tidak melakukan hal yang efektif untuk menghentikan Myanmar melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida terhadap Rohingya.”

Unit penelitian pengungsi yang berbasis di Bangladesh juga mengecam insiden tersebut, menyebutnya sebagai tindakan keterlibatan yang terang-terangan terhadap otoritas Burma.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa seharusnya menjadi agen netral,” kata Chowdhury Rafiqul Abrar, koordinator Unit Penelitian Gerakan Pengungsi dan Migrasi (the Refugee and Migrating Movements Research Unit-RMMRU) dari Universitas Dhaka.

“Isu yang dilaporkan bahwa Lok-Dessallien tidak mengizinkan rekan-rekannya untuk menyoroti masalah ini atau melaporkan masalah yang terjadi di wilayah Rakhine adalah pelanggaran tugas yang seharusnya mereka lakukan,” katanya kepada Anadolu Agency.

Antara Erdogan, Muslim Rohingya, dan Diplomasi Jihad Abu Bakar Ba’asyir

RMMRU “sangat mengutuk” tindakan ini, katanya, menambahkan “kegiatan ini, dalam beberapa cara, mempersiapkan dasar bagi tentara Burma untuk melakukan apa yang mereka lakukan sekarang.”

Jika PBB telah “menyoroti” masalah ini pada saat itu, masyarakat internasional akan “lebih waspada” terhadap masalah ini, menurut Abrar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa membantah tuduhan tersebut dan menyatakan “kepercayaan penuh” pada koordinator penduduk dan stafnya.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa sangat tidak setuju dengan tuduhan terhadap Koordinator Residen PBB di Myanmar, Renata Lok-Dessallien.

Sekretaris Jenderal memiliki kepercayaan penuh pada Koordinator Residen dan Timnya,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat oleh Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal Antonio Guterres.

13 Organisasi Advokasi Internasional Desak PBB Usut Kejahatan Kemanusian Pemerintah Myanmar

Lok-Dessallien adalah “advokat hak asasi manusia, pencegahan konflik, dan bantuan kemanusiaan dan pembangunan yang tak kenal lelah” di Negara Bagian Rakhine tempat warga Rohingya tinggal, menurut pernyataan tersebut.

Lebih dari 500.000 warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus, menurut PBB.

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi baru di mana pasukan militer Budha Myanmar dan gerombolan Buddha membantai pria, wanita dan anak-anak, menyiksa, memperkosa, menjarah rumah dan membakar desa Muslim Rohingya.

Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan sadis tersebut.

Tags Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Berita Terkait

Kanada Nyatakan Akan Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB September 2025
Berita

Kanada Nyatakan Akan Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB September 2025

31 Juli 2025
Kanada Kirim Bantuan Udara ke Gaza, Tuding Israel Langgar Hukum Internasional
Berita

Kanada Kirim Bantuan Udara ke Gaza, Tuding Israel Langgar Hukum Internasional

5 Agustus 2025
Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump
Berita

Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump

4 Oktober 2026
Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja
Artikel

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

29 September 2026
Bantuan Senjata Jalan Terus, Tentara Israel Dapat Pelatihan di Inggris
Berita

Bantuan Senjata Jalan Terus, Tentara Israel Dapat Pelatihan di Inggris

14 Juni 2025
Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri
Artikel

Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri

22 September 2026

Terpopuler

Berita

  1. Serangan Israel Hantam Apartemen di Gaza, Lima Warga Palestina Gugur
  2. Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump
  3. Kisah Maysa dan Mary, Ibu-Anak Kristen yang Gugur dalam Serangan Gaza
  4. Komisi HAM AS Patahkan Dalih Trump: Anti-Zionisme Bukan Otomatis Antisemitisme

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  2. Sidang Korupsi Haji, Ke Mana US$1 Juta Uang Lobi Pansus Haji? Gus Alex Yakin Sampai ke Nusron Wahid
  3. Keluarga Minta Densus 88 Jelaskan Perkara YD yang Ditangkap di Mojosongo Solo
  4. AS-China Bentuk Dialog Super Intelligence Usai Pertemuan Trump-Xi

Artikel

  1. Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja
  2. Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

Berita

  1. Menembus Jarak, MeDAN dan Aliansi Muslim Bali Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
  2. FORSITAMA Cemani Gelar Pelatihan Digital Marketing, Bekali 138 Remaja Masjid Hadapi Era Digital
  3. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  4. Perkuat Sinergi Pendidikan dan Dakwah, Al Mukmin Ngruki Silaturahmi ke PP Muhammadiyah

Artikel

  1. Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri
  2. Ketika Anak Bertemu Dunia yang Tidak Selalu Aman
  3. Ditjen Pesantren Sudah Berdiri, Kini Ummat Menunggu Buktinya

Opini

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

29 Sep 2026 18:18:15
Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

29 Sep 2026 05:00:51
Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

28 Sep 2026 18:37:20
Jaminan Kesehatan Tanpa Pungutan Biaya, Potret Negara Sebagai Pelayan Rakyat

Jaminan Kesehatan Tanpa Pungutan Biaya, Potret Negara Sebagai Pelayan Rakyat

28 Sep 2026 13:23:19

Internasional

Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di Riyadh, Saudi Sebut Pernyataan Menyesatkan

Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di Riyadh, Saudi Sebut Pernyataan Menyesatkan

4 Okt 2026 19:23:46
Israel Bombardir Apartemen di Gaza, Ibu dan Anak Perempuan Kristen Tewas

Israel Bombardir Apartemen di Gaza, Ibu dan Anak Perempuan Kristen Tewas

4 Okt 2026 16:48:23
Komisi HAM AS Patahkan Dalih Trump: Anti-Zionisme Bukan Otomatis Antisemitisme

Komisi HAM AS Patahkan Dalih Trump: Anti-Zionisme Bukan Otomatis Antisemitisme

4 Okt 2026 16:47:08
Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump

Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump

4 Okt 2026 16:45:35

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP
[INFOGRAFIS] CIRI-CIRI WANITA SHALIHAH
[INFOGRAFIS] Satu Tahun Terakhir, Teroris OPM Semakin Sadis

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED