Langsung ke konten

Jurnal Islam

Rabu, 17 Jumadal Ula 1448 / 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Temuan Advokasi Rohingya: PBB di Myanmar Memiliki Peran dalam Pembersihan Etnis

Temuan Advokasi Rohingya: PBB di Myanmar Memiliki Peran dalam Pembersihan Etnis
Arie Ristyan
3 Oktober 2017, 08:35

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok advokasi Rohingya mendesak penyelidikan independen atas tuduhan bahwa koordinator residen PBB di Myanmar memiliki peran dalam “pembersihan etnis” yang dilakukan terhadap komunitas Muslim Rohingya.

“PBB harus menyelidiki insiden tersebut secara independen,” ketua Dewan Rohingya Eropa, Hla Kyaw mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin (2/10/2017).

Kantor berita utama Inggris BBC menerbitkan sebuah berita Kamis lalu yang berjudul “Muslim Rohingya takut PBB mengecewakan mereka” yang merinci tuduhan terhadap pejabat Kanada, Renata Lok-Dessallien.

BBC mengutip “sumber-sumber di dalam PBB dan komunitas bantuan baik di Myanmar maupun di luar” yang mengatakan bahwa Lok-Dessallien mencoba untuk menghentikan aktivis hak asasi manusia yang bepergian ke daerah Rohingya, berusaha untuk menghentikan advokasi publik mengenai masalah ini, dan mengisolasi staf yang mencoba untuk memperingatkan bahwa pembersihan etnis mungkin sedang dalam terjadi.

Pembersihan Muslim Rohingya Terus Berlanjut (Info Grafik)

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan terbuka mengenai situasi Rohingya pada hari yang sama, yang merupakan pertemuan pertama dalam delapan tahun terakhir. Dalam pertemuan tersebut, utusan AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan bahwa kekerasan terhadap warga Rohingya tampaknya merupakan pembersihan etnis.

“Kami tidak boleh takut untuk menyebut tindakan pihak berwenang Birma seperti apa adanya: operasi yang brutal dan berkelanjutan untuk membersihkan negara dari minoritas etnis,” kata Haley kepada Dewan Keamanan.

Kyaw mengatakan Dewan Rohingya Eropa “sepenuhnya setuju dengan apa yang muncul di media tentang kegagalan PBB untuk menghentikan genosida Rohingya di Myanmar.”

“PBB turut terlibat atau secara sadar mengabaikan kejahatan Myanmar terhadap kemanusiaan atau pembantaian pelan-pelan terhadap Rohingya,” di negara bagian Rakhine bagian barat, katanya.

Kyaw mengklaim bahwa “PBB tidak melakukan sesuatu yang efektif untuk menghentikan kematian bahkan satu nyawa warga Rohingya pun,” karena penghancuran Rohingya yang hampir 40 tahun di Myanmar terjadi di bawah pengawasan PBB.”

PBB hanya melakukan satu hal; “mendokumentasikan tentang genosida secara sistematis, dan mendesak serta mengutuk genosida Rohingya oleh Myanmar,” menurut Kyaw.

Dia mengatakan bahwa insiden di Myanmar “bisa jadi untuk mengejar kepentingan pribadi [dari perwakilan PBB] atau kepentingan kekuatan besar lainnya dengan mengorbankan lebih dari satu juta nyawa Rohingya.”

“Ini bukan tentang takut pada pejabat Myanmar, tapi mereka tidak ingin mengecewakan pejabat Myanmar dengan bersikap vokal menentang kekerasan Myanmar terhadap Rohingya, saya berasumsi.”

Kyaw menambahkan pasukan keamanan Myanmar “terus membakar rumah dan menciptakan kebohongan.”

“Mereka menarik komunitas Hindu melawan Rohingya dengan menggali kuburan massal Hindu, kemungkinan dibunuh oleh militer Myanmar untuk melempar kesalahan pada pejuang Muslim Rohingya.

India Hadang Pengungsi Muslim Myanmar dengan Kekuatan Militer

PBB seperti biasanya sibuk mengeluarkan pernyataan dan mengecam Myanmar, tidak melakukan hal yang efektif untuk menghentikan Myanmar melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida terhadap Rohingya.”

Unit penelitian pengungsi yang berbasis di Bangladesh juga mengecam insiden tersebut, menyebutnya sebagai tindakan keterlibatan yang terang-terangan terhadap otoritas Burma.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa seharusnya menjadi agen netral,” kata Chowdhury Rafiqul Abrar, koordinator Unit Penelitian Gerakan Pengungsi dan Migrasi (the Refugee and Migrating Movements Research Unit-RMMRU) dari Universitas Dhaka.

“Isu yang dilaporkan bahwa Lok-Dessallien tidak mengizinkan rekan-rekannya untuk menyoroti masalah ini atau melaporkan masalah yang terjadi di wilayah Rakhine adalah pelanggaran tugas yang seharusnya mereka lakukan,” katanya kepada Anadolu Agency.

Antara Erdogan, Muslim Rohingya, dan Diplomasi Jihad Abu Bakar Ba’asyir

RMMRU “sangat mengutuk” tindakan ini, katanya, menambahkan “kegiatan ini, dalam beberapa cara, mempersiapkan dasar bagi tentara Burma untuk melakukan apa yang mereka lakukan sekarang.”

Jika PBB telah “menyoroti” masalah ini pada saat itu, masyarakat internasional akan “lebih waspada” terhadap masalah ini, menurut Abrar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa membantah tuduhan tersebut dan menyatakan “kepercayaan penuh” pada koordinator penduduk dan stafnya.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa sangat tidak setuju dengan tuduhan terhadap Koordinator Residen PBB di Myanmar, Renata Lok-Dessallien.

Sekretaris Jenderal memiliki kepercayaan penuh pada Koordinator Residen dan Timnya,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat oleh Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal Antonio Guterres.

13 Organisasi Advokasi Internasional Desak PBB Usut Kejahatan Kemanusian Pemerintah Myanmar

Lok-Dessallien adalah “advokat hak asasi manusia, pencegahan konflik, dan bantuan kemanusiaan dan pembangunan yang tak kenal lelah” di Negara Bagian Rakhine tempat warga Rohingya tinggal, menurut pernyataan tersebut.

Lebih dari 500.000 warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus, menurut PBB.

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi baru di mana pasukan militer Budha Myanmar dan gerombolan Buddha membantai pria, wanita dan anak-anak, menyiksa, memperkosa, menjarah rumah dan membakar desa Muslim Rohingya.

Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan sadis tersebut.

Tags Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Berita Terkait

Kanada Nyatakan Akan Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB September 2025
Berita

Kanada Nyatakan Akan Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB September 2025

31 Juli 2025
Kanada Kirim Bantuan Udara ke Gaza, Tuding Israel Langgar Hukum Internasional
Berita

Kanada Kirim Bantuan Udara ke Gaza, Tuding Israel Langgar Hukum Internasional

5 Agustus 2025
Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump
Berita

Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump

4 Oktober 2026
Bantuan Senjata Jalan Terus, Tentara Israel Dapat Pelatihan di Inggris
Berita

Bantuan Senjata Jalan Terus, Tentara Israel Dapat Pelatihan di Inggris

14 Juni 2025
Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja
Artikel

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

29 September 2026
Komisi HAM AS Patahkan Dalih Trump: Anti-Zionisme Bukan Otomatis Antisemitisme
Berita

Komisi HAM AS Patahkan Dalih Trump: Anti-Zionisme Bukan Otomatis Antisemitisme

4 Oktober 2026

Terpopuler

Berita

  1. Garis Polisi Masih Terpasang, Santriwati Pesantren HQ Berharap Bisa Kembali Belajar
  2. Pemuda Muhammadiyah DIY Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Desak Transparansi
  3. Refleksi Sumpah Pemuda, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Tegar dan Istiqamah
  4. Kemenag Paparkan Tiga Langkah Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Pesantren

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. Aliansi Ulama Jatim Desak Pemakzulan Gibran, Minta DPR RI Tindak Lanjuti Putusan MK
  2. Puluhan Kiai Sepuh Berkumpul di Lirboyo, Sebut Gus Yaqut Terzalimi dan Ingatkan KPK
  3. Muhammadiyah dan MUI Soroti Konser Andrea Bocelli, Singgung Solidaritas untuk Palestina
  4. Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

Artikel

  1. Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme
  2. Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

Berita

  1. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  2. DSKS Sampaikan Penolakan Konser Andrea Bocelli di Borobudur ke Polda Jateng
  3. Keluarga Minta Densus 88 Jelaskan Perkara YD yang Ditangkap di Mojosongo Solo
  4. Audiensi ke DPRD Surakarta, DSKS Desak Konser Andrea Bocelli Dibatalkan

Artikel

  1. Mengapa Negara Mayoritas Muslim Seperti Azerbaijan Membatasi Hijab?
  2. Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa
  3. Hari Santri 2026: Setelah Santri Menulis kepada Presiden

Opini

Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

25 Okt 2026 18:45:30
Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme

Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme

25 Okt 2026 18:43:18
Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam

Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam

21 Okt 2026 22:29:28
Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

19 Okt 2026 08:30:25

Internasional

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi

27 Okt 2026 05:32:21
Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

27 Okt 2026 05:29:02
Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

27 Okt 2026 05:26:52
Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

25 Okt 2026 17:46:43

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[ INFOGRAFIK ] Azerbaijan, Muslim dan Hijab
[ INFOGRAFIK ] Setahun Gencatan Senjata Gaza dalam Lima Angka
[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED