Kisah Haru Tri Palupi, Istri dari Dai yang Meninggal Usai Berdakwah

4 Oktober 2017
Kisah Haru Tri Palupi, Istri dari Dai yang Meninggal Usai Berdakwah
Prosesi pemakaman Ustaz Ahmadi. Foto: Arie/Jurnis

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Dai atau Ustaz asal Karanganyar, Jawatengah, Ahmadi (47 tahun) meninggal seusai mengisi pengajian di daerah Polokarto. Alumni pondok pesantren Al Mukim, Ngruki itu meninggal disebabkan kecelakaan tertimpa pohon didepan SPBU Jaten, Karanganyar, Senin (2/10/2017).

Istri Ahmadi, Tri Palupi terlihat tegar menanggapi kematian suaminya tersebut. Ia mengatakan, tanda-tanda Ahmadi akan bertemu sang pencipta sudah terlihat.

“Ia terus setiap hari jam 3 pagi tilawah (mengaji -red) sampai subuh. Saya tidak merasa bahwa itu tanda, memang beliau 5 hari bisa khatam sekali jadi sebulan 6 kali,” ungkap Tri kepada jurniscom di rumahnya di Mranggen, Polokarto, Karanganyar, seusai prosesi pemakaman, Selasa (3/10/2017) mengenang.

Pertanda ‘pulangnya’ Ahmadi dengan cara yang baik memuncak. Ia menuturkan, sebelum berangkat untuk melakukan aktifitas dakwah, Ahmadi sempat mengatakan sesuatu yang tidak ia pahami waktu itu.

“Dia ngomong sama saya, Mi, bisa jadi saya nanti nggak pulang, ternyata kalimat itu terakhir bagi saya,” katanya sambil meneteskan air mata.

“Saya masih nggak mudeng (paham -red), firasat itu. Saya tidak menyangka karena pamitnya juga baik-baik, cium tangan dan wajahnya senyum,” tambahnya penuh haru.