Berita Terkini

Menhub Prihatin atas Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pesawat Lion Air JT610 yang jatuh pada Senin (29/10) terindikasi tidak bisa melanjutkan penerbangan.

“Dari pengamatan yang ada, memang ada indikasi bahwa pesawat tidak bisa lanjut terbang, tapi kami masih klarifikasi dan tetap berharap kemungkinan terbaik,” kata Budi, di Jakarta lansir Republika.co.id.

Menhub menyampaikan keprihatinan terhadap jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Karawang tersebut. Dia menugaskan pihak terkait untuk melakukan pengamatan lebih jauh.

“Saya tentu prihatin, dan menugaskan beberapa pihak stakeholder dalam menangani itu, yaitu Dirjen Perhubungan Udara, KNKT, dan Basarnas untuk melakukan suatu pengamatan lebih jauh,” ujarnya.

Menhub mengatakan, ia mendengar kabar bahwa pesawat jenis Boeing 737 tersebut kehilangan kontak sejak pukul 06.00 WIB.

Untuk itu, Menhub menyampaikan, pihak Kemenhub membuat pusat informasi di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

“Oleh karena itu, kami membuat crisis center di Terminal 1 Soekarno-Hatta, saya akan ke sana sekarang,” pungkasnya.

Awasi Mahasiswa, Menristekdikti Terbitkan Aturan Pembinaan Ideologi di Kampus

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meluncurkan Peraturan Menristekdikti (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.

Peluncuran Permenristekdikti tersebut diklaim sebagai upaya pemerintah menekan paham-paham intoleran dan radikalisme di kampus. Menristekdikti Mohammad Nasir menyitir survei Alvara Research Center dengan responden 1.800 mahasiswa di 25 Perguruan Tinggi .

Diindikasikan ada sebanyak 19,6 persen mendukung peraturan daerah (Perda) Syari’ah. Lalu 25,3 persen diantaranya setuju dibentuknya negara Islam, 16,9 persen mendukung ideologi Islam, 29,5 persen tidak mendukung pemimpin Islam dan sekitar 2,5 persen berpotensi radikal.

Untuk itu, Permenristekdikti ini diklaim Menristekdikti sebagai langkah tepat untuk mengawal ideologi bangsa yang mengacu pada empat pilar kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Dalam rangka pembinaan ideologi bangsa ini saya keluarkan permenristekdikti 55 tahun 2018. Dalam permen tersebut perguruan tinggi wajib memberikan pembinaan kebangsaan bagi semua mahasiswa,” kata Nasir usai Peluncuran Permenristekdikti No. 55 Tahun 2018 di Gedung Kemenristekdikti, Senin (29/10) lansir Republika.co.id.

Menurut Nasir, dalam Permenristekdikti tersebut juga mengatur agar semua kampus wajib membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKMPIB). UKMPIB berada di pengawasan rektor dan mahasiswa organisasi ekstra boleh bergabung dan menjadi salah satu pengawal ideologi dalam UKMPIB.

Dengan adanya Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018, Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 26/DIKTI/KEP/2002 Tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus atau Partai Politik dalam Kehidupan Kampus tidak berlaku lagi.

Meski begitu, lanjut Nasir, simbol-simbol organisasi ekstra seperti bendera dan lainnya tetap dilarang beredar di dalam kampus.

“Nah kami mewadahi mahasiswa organisasi ektra ini diwadah UKMPIB dan nanti yang tanggung jawab rektor. Politik praktis tetap dilarang, karena ada satu kejadian di dalam kampus hanya dimonopoli oleh sekelompok orang, tidak boleh lagi begitu. semua pihak harus dilibatkan,” jelas Nasir.

Dia menyatakan, dalam waktu dekat Kemenristekdikti juga bakal mengumpulkan para rektor atau wakil rektor bidang kemahasiswaan bersama seluruh ketua umum organisasi ektra.

Dengan harapan, pihak rektorat dan organisasi ektra bisa sejalan dan sepaham dalam mengawal ideologi bangsa.

sumber: republika

Elemen Komunitas Hijrah Malang Gelar Tabligh Akbar ‘Aku Saudaramu’

MALANG (Jurnalislam.com) – Dua puluh limat komunitas pemuda hijrah se-Malang raya, dibawah Hijrah United menggelar Tabligh Akbar dengan tema “Aku Saudaramu” di Masjid Ramadhan, Perum Griyasanta Jl. Soekarno Hatta Malang, Ahad (28/10/2018).

Acara tersebut dimulai dengan sholat Ashar berjama’ah di masjid, dilanjutkan tausiah dari Ustadz Rifqi Jafar bin Thalib dan Habib Muhammad bin Anies Syahab, sesi tanya jawab, kemudian diakhiri dengan sholat Maghrib berjama’ah.

Digelarnya Tabligh Akbar bertujuan menjadi langkah awal para pemuda untuk ikut andil dalam mempererat ukhuwah diantara kaum muslimin.

“Sudah saatnya pemuda harus ikut andil dalam pergerakan ummat untuk mempererat ukhwah islamiah”, Ujar ketua pelaksana Tabligh Akbar, Bayu

Dengan adanya acara ini, diharapkan tidak ada lagi perpecahan , tidak ada lagi provokasi antara sesama kaum muslimin.

Kontributor : Hilal

Jaksa Agung Arab Tiba di Istanbul akan Bertemu Jaksa Penuntut Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Jaksa Agung Arab Saudi telah tiba di Istanbul, Ahad (28/10/2018)  untuk mengadakan pembicaraan dengan para penyelidik yang menyelidiki pembunuhan Khashoggi.

Turki mengatakan jaksa utama Arab Saudi, Saud al-Mojeb, diperkirakan akan membahas temuan terbaru dari penyelidikan tersebut dengan para penyelidik Turki.

Kunjungan itu dilakukan hanya beberapa hari setelah direktur CIA Gina Haspel berada di Turki untuk meninjau bukti sebelum memberi pengarahan kepada presiden AS.

Turki menginginkan ekstradisi 18 tersangka Saudi yang ditahan di kerajaan sehubungan dengan pembunuhan 2 Oktober.

Menteri luar negeri Arab Saudi tampaknya menolak gagasan itu dalam pernyataan pada hari Sabtu, mengatakan kerajaan akan mengadili para pelaku dan membawa mereka ke persidangan setelah penyelidikan selesai.

Para penyelidik Turki yang menyelidiki pembunuhan Khashoggi menghadirkan jaksa penuntut utama Arab Saudi dengan 150 halaman dokumen dan meminta pencarian bersama di kediaman konsul jenderal kerajaan di Istanbul, menurut sumber Turki.

Penuntut Saudi Saud al-Mojeb pada hari Senin (29/10/2018) akan bertemu Irfan Fidan, jaksa penuntut umum Istanbul, untuk membahas temuan terbaru dalam kasus ini.

Menurut sumber di kantor kejaksaan Istanbul, yang berbicara kepada Al Jazeera dengan syarat anonimitas, Fidan akan meminta al-Mojeb untuk melakukan pencarian bersama di kediaman konsul jenderal.

Sementara itu, berkas yang akan disajikan kepada al-Mojeb dalam pertemuan Senin akan mencakup wawancara dengan 45 karyawan konsulat.

Menurut sumber itu, file tersebut juga mengidentifikasi empat orang sebagai tersangka utama pembunuhan Khashoggi tetapi hanya tiga nama, yaitu Konsul Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi, ahli forensik Saleh al-Tubaiqi dan Maher Abdulaziz Mutreb, yang diidentifikasi sebagai bagian dari tim beranggotakan 15 orang yang dicurigai sebagai agen Saudi yang terbang masuk dan keluar dari Istanbul pada 2 Oktober, hari hilangnya Khashoggi setelah memasuki konsulat untuk mendapatkan dokumen yang diperlukan untuk pernikahannya yang akan datang.

Orang keempat yang akan disajikan sebagai tersangka utama adalah “kolaborator lokal” yang tidak disebutkan namanya yang, menurut Riyadh, diberikan tubuh Khashoggi untuk kemudian membuangnya.

Sumber-sumber polisi mengatakan kepada media Turki bahwa kepala kantor konsulat Saudi di Istanbul pergi ke hutan di utara kota, sehari sebelum pembunuhan Khashoggi.

Baca juga:

Gambar CCTV, diperoleh oleh jaringan televisi negara TRT dan media lainnya, menunjukkan sebuah mobil hitam dengan pelat diplomatik di pintu masuk ke Belgrad Forest pada 1 Oktober.

Charles Stratford dari Al Jazeera, melaporkan dari Istanbul, mengatakan pria yang terlibat adalah Ahmad Abdullah al-Muzaini, salah satu kepala kantor konsulat sejak 2015.

“Dalam pekan terakhir ini, juga telah dilaporkan bahwa al-Muzaini meninggalkan Istanbul menuju Riyadh pada 29 September dan kembali pada 1 Oktober, dan itulah hari dimana dia terlihat di sekitar hutan itu, menurut beberapa laporan.”

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan awal pekan ini bahwa pejabat konsulat melakukan “pengintaian” perjalanan ke hutan serta kota Yalova sehari sebelum Khashoggi terbunuh.

Menteri pertahanan AS, Jim Mattis, mengatakan bahwa ia telah bertemu menteri luar negeri Arab Saudi dan menyerukan penyelidikan transparan atas pembunuhan Khashoggi.

Mattis mengatakan ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir selama konferensi di Bahrain pada hari Sabtu dan membahas pembunuhan itu.

“Kami membahasnya. Anda tahu hal apa yang kami bicarakan, kebutuhan untuk transparansi, penyelidikan penuh dan lengkap,” Mattis mengatakan kepada sekelompok kecil wartawan yang bepergian ke Praha bersamanya.

Menhan AS Desak Menlu Arab Klarifikasi Pembunuhan Khashoggi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan AS Jim Mattis pada hari Ahad (28/10/2018) meminta Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir untuk mengklarifikasi pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Dalam sebuah pertemuan dengan menteri luar negeri Saudi menyusul Dialog Manama di Bahrain, Mattis mendesak penyelidikan yang lebih rinci.

“Kami perlu tahu apa yang terjadi”, katanya.

“Kami membahasnya. Anda tahu hal yang kami bicarakan, perlunya transparansi, penyelidikan penuh dan lengkap,” katanya kepada wartawan, lansir Anadolu Agency.

Selama pidato di acara tersebut, Mattis menggarisbawahi bahwa pembunuhan wartawan itu menjadi ancaman bagi stabilitas regional, menambahkan bahwa Departemen Luar Negeri dapat mengambil langkah-langkah tambahan.

Baca juga:

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, telah hilang sejak memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah beberapa pekan menyangkal mengetahui keberadaannya, para pejabat Saudi pekan lalu akhirnya mengakui bahwa Khashoggi telah meninggal di dalam gedung konsulat.

Polisi Turki telah menyelidiki kasus tersebut, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan 18 orang yang ditangkap di Arab Saudi atas pembunuhan itu harus dikirim ke Turki untuk diadili.

Jet Tempur Israel Targetkan Anak-anak Palestina di Gaza, 3 Syahid

ANKARA (Jurnalislam.com) – Tiga anak Palestina menjadi martir pada hari Ahad (28/10/2018) oleh serangan udara penjajah Israel di dekat perbatasan timur Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan.

“Para awak ambulans mengangkut tubuh tiga anak berusia antara 12 dan 14 tahun dari lokasi serangan udara Israel di wilayah timur Gaza selatan,” kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qidra dalam sebuah pernyataan.

Anak-anak tersebut dipindahkan ke Al-Aqsa Martyrs Hospital di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, Al-Qidra menambahkan.

Tentara zionis mengklaim bahwa “anak-anak itu berusaha merusak pagar keamanan dan tampaknya menanam alat peledak”.

Baca juga:

Selama tujuh bulan terakhir, rakyat  Palestina di Gaza telah melakukan unjuk rasa rutin di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel guna menuntut hak untuk kembali ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah sejak mereka diusir pada tahun 1948.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi kantong pesisir dan merampas banyak komoditas pokok bagi dua juta penduduknya.

Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 200 warga Palestina telah terbunuh – dan ribuan lainnya terluka – oleh pasukan zionis Yahudi yang ditempatkan di sepanjang sisi lain dari zona penyangga.

Intelijen Inggris Tahu Kenapa Khashoggi Dibunuh

LONDON (Jurnalislam.com) – Jurnalis yang terbunuh, Jamal Khashoggi, hendak mengungkapkan beberapa informasi mendetail tentang penggunaan senjata kimia Arab Saudi di Yaman dan Inggris sadar akan plot rencana terhadapnya beberapa pekan sebelum dia dibunuh di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, tabloid Inggris mengklaim pada hari Ahad (28/10/2018).

The Sunday Express juga mengatakan dalam laporannya berdasarkan sumber dari pihak keamanan yang tidak disebutkan namanya bahwa “seorang anggota lingkaran kerajaan” memerintahkan penculikan Khashoggi, lansir Anadolu Agency.

Mengklaim bahwa sumber intelijen Inggris berbicara kepada mereka selama akhir pekan, tabloid yang ditulis oleh editor diplomatik Marco Giannangeli, mengatakan dinas intelijen Inggris “awalnya dibuat sadar bahwa ada sesuatu yang terjadi pada pekan pertama September, sekitar tiga pekan sebelumnya. Mr Khashoggi masuk ke konsulat pada 2 Oktober, meskipun butuh lebih banyak waktu untuk munculnya rincian lain”.

“Rincian ini termasuk perintah utama untuk menangkap Khashoggi dan membawanya kembali ke Arab Saudi untuk ditanyai. Namun, pintu tampaknya dibiarkan terbuka untuk penanganan alternatif bagi apa yang dilihat sebagai masalah besar,” kata sumber itu kepada tabloid berdasarkan informasi dari Kantor Pusat Komunikasi Pemerintah Inggris (the British Government Communications Headquarters-GCHQ).

“Kami tahu perintah itu datang dari seorang anggota lingkaran kerajaan tetapi tidak memiliki informasi langsung untuk menghubungkan mereka dengan Putra Mahkota Mohammad bin Salman,” kata artikel itu mengutip sumber tersebut.

“Bisa saja ini berarti dia bukan penerbit asli yang tidak bisa kami katakan,” tambahnya.

Artikel itu juga mengklaim bahwa sumber yang tidak disebutkan namanya itu menegaskan bahwa MI6 – Dinas Intelijen Rahasia Inggris – telah memperingatkan mitra Arab Saudi untuk membatalkan misi tetapi permintaan ini diabaikan.

“Pada tanggal 1 Oktober kami sadar akan gerakan kelompok, yang termasuk anggota Ri’asat Al-Istikhbarat Al-Amah (GID) ke Istanbul, dan cukup jelas apa tujuan mereka,” sumber intelijen tersebut mengatakan kepada tabloid tersebut. .

“Melalui saluran kami memperingatkan bahwa ini bukan ide yang bagus. Peristiwa selanjutnya menunjukkan bahwa peringatan kami diabaikan. ”

Ketika ditanya mengapa MI6 tidak memperingatkan mitranya, yaitu intelijen AS, sumber itu mengatakan “keputusan diambil bahwa kami telah melakukan apa yang kami bisa”.

Setelah beberapa pekan menyangkal mengetahui keberadaannya, para pejabat Saudi pekan lalu akhirnya mengakui bahwa wartawan itu telah tewas di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.

Baca juga:

Artikel oleh The Sunday Express juga mengklaim bahwa Khashoggi akan memperoleh “bukti dokumenter” yang membuktikan bahwa Arab Saudi telah menggunakan senjata kimia dalam perang proksi di Yaman, mengutip seorang teman Khashoggi yang tidak disebutkan namanya.

“Saya bertemu dengannya sepekan sebelum kematiannya,” kata teman Khashoggi, yang dikatakan oleh surat kabar itu adalah seorang akademisi Timur Tengah yang ingin tetap anonim, dikutip untuk mengatakan.

“Dia tidak bahagia dan dia khawatir,” katanya.

Dia berkata: “Ketika saya bertanya kepadanya mengapa dia khawatir, dia tidak benar-benar ingin menjawab, tetapi akhirnya dia memberi tahu saya bahwa dia mendapatkan bukti bahwa Arab Saudi telah menggunakan senjata kimia.

“Dia [Khashoggi] mengatakan dia berharap akan mendapatkan bukti dokumenter.

“Yang bisa saya katakan adalah bahwa hal berikutnya yang saya dengar, dia hilang.”

“Bulan lalu diklaim bahwa Arab Saudi telah menggunakan munisi fosfor putih yang disediakan AS terhadap pasukan dan bahkan warga sipil di Yaman,” kata artikel itu.

“Meskipun peraturan menyatakan bahwa bahan kimia tersebut dapat digunakan untuk menyediakan smokescreens, jika digunakan secara ilegal, ia dapat membakar hingga ke tulang,” katanya.

The Sunday Express juga mengutip seorang ahli perang kimia, Kolonel Hamish de Bretton-Gordon, yang mengatakan bahwa “tidak ada yang seefektif senjata kimia dalam membersihkan pasukan dan warga sipil di daerah perkotaan – Assad telah menggunakan fosfor untuk alasan ini.”

“Jika Khashoggi memang, pada kenyataannya, memiliki bukti bahwa Arab Saudi sengaja menyalahgunakan fosfor untuk tujuan ini, itu akan sangat memalukan bagi rezim dan memberikan motif atas kemungkinan tindakan Riyadh terhadap dirinya,” katanya.

Serangan Udara Koalisi Arab Hantam Pasukan Syiah Yaman, 40 Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sumber militer Yaman mengkonfirmasi pada hari Ahad (28/10/2018) bahwa 40 anggota pasukan Syiah Houthi tewas dan puluhan lainnya terluka setelah serangan udara oleh koalisi Arab yang mendukung tentara sah Yaman.

Sumber itu mengatakan serangan udara ditujukan pada bala bantuan Houthis yang sedang dalam perjalanan ke kota pelabuhan Hodeidah.

Pertempuran juga meletus antara tentara sah Yaman dan milisi Houthi yang didukung Iran dekat jalan raya Kilo 16 yang menghubungkan ibu kota Sanaa dengan Hodeidah, menambah korban di kalangan Houthis.

Baca juga:

Seorang sumber militer senior Yaman mengatakan bahwa milisi berusaha membawa bala bantuan militer mereka ke pusat kota pelabuhan, menambahkan bahwa jet tempur koalisi Arab menghancurkan sejumlah kendaraan militer dan peralatan bala bantuan yang sedang dalam perjalanan ke pasukan pemberontak Houthi.

Dalam perkembangan lain, ketegangan dan konfrontasi bersenjata melebar antara milisi Abdul Malik al-Houthi dan pamannya, Abdul Azim al-Houthi, seorang ulama Syiah Zaidi di beberapa daerah di gubernuran Saada, Hajjah, Amran dan Sanaa dengan keduanya mengerahkan pangkalan mereka di banyak wilayah Saada.

Gelar Aksi Bela Tauhid, Umat Islam Magelang Desak Kepolisian Bersikap Adil

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam dari Forum Umat Islam Magelang Raya (FUIMARA) mengikuti Aksi Bela Tauhid di alun-alun Kota Magelang, Ahad (28/10/2018). Massa menuntut kepolisian bertindak adil dan menghukum para pelaku pembakaran bendera tauhid di Garut pada Senin (22/10/2018) lalu.

“Karena dirasa polisi tidak adil, maka kami menuntut agar polisi melaksanakan tugas secara profesional, hukum sesuai undang-undang yang ada,” jelas ketua FUIMARA Hendrarto kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Sementara itu sekretaris GNPF-ulama Magelang, Gus Lutfi mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar di Jakarta jika pelaku tidak dihukum.

“Jika pelaku pembakaran bendera tauhid tidak dijatuhi hukuman maka kita akan adakan aksi yang lebih besar bersama umat islam Indonesia di Jakarta, demi tegaknya kalimat Tauhid dan jalannya hukum di negara ini,” tegasnya.

Baca juga :

Aksi yang berlangsung tertib itu diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap Tokoh bersama Umat Islam Magelang Raya. Berikut selengkapnya,

1. Kami FUIMARA bersama elemen masyarakat se-Magelang raya mengutuk keras atas tindakan pembakaran bendera bertuliskan lafadz La ilaha illa Allah oleh oknum Banser tersebut.

2. Kami FUIMARA bersama elemen masyarakat se-Magelang raya menuntut pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menindak tegas kejadian tersebut dan tidak diskriminatif sesuai perundang-undangan yang berlaku.

3. Kami FUIMARA bersama elemen masyarakat se-Magelang raya menghimbau kepada umat Islam se-Magelang raya untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi demi terciptanya kenyamanan dan keamanan di wilayah Magelang raya.

4. Kami FUIMARA bersama elemen masyarakat se-Magelang raya siap bekerja sama dengan aparat pemerintah untuk menjaga terciptanya situasi yang kondusif, aman, tentram, dan damai demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Reporter: Hasan Shoghir

Komunitas Panahan Cilegon Gelar Laga Amal untuk Sulteng

CILEGON (Jurnalislam.com) – Aksi kepedulian untuk korban bencana alam di Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Panahan Cilegon (KOMPAC) yang menggelar event nasional Pertandingan Persaudaraan Gala Amal di Lapangan Bonakarta Cilegon hari ini, Ahad (28/10/2018).

“Event ini event kemanusiaan, sebagai bentuk peduli kami kepada saudara-saudara di Palu, Donggala, Sigi, dan Mamuju yang terkena musibah gempa tsunami,” kata Ketua Pelaksana, Fajar kepada Jurnalislam.com

Meski dengan persiapan singkat, lomba amal ini diikuti oleh 60 peserta laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai daerah seperti Bogor, Tangerang, Serang dan Cilegon.

“Persiapannya cukup singkat, kami pengurus hanya sekali tatap muka untuk persiapan event ini dan semua pembiayaan acara murni dari uang kas kami, peserta tidak kami pungut biaya,” ujar Fajar.

Peserta Pertandingan Persaudaraan Gala Amal di Lapangan Bonakarta Cilegon. Foto: Jumi/Jurniscom

Penggalangan dana dilakukan dengan cara menyimpan kota-kotak amal di beberapa titik area lomba untuk diisi oleh peserta maupun penonton.

“Tujuan kami mengadakan pertandingan persaudaraan ini selain untuk membantu korban gempa palu, juga untuk silaturahim para archer dari berbagai komunitas dan membumikan olahraga panahan di kota Cilegon yang merupakan misi KOMPAC itu sendiri,” paparnya.

“Alhamdulillah masyarakat sekitar lapangan Bonakarta antusias menonton acara ini,” sambung Fajar.

Fajar berharap semoga donasi yang dikumpulkan dapat bermanfaat bagi korban bencana alam di Sulteng. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga sosial RelaBaik.

“Harapan kami kepada saudara-saudara kami di Palu agar tabah, jangan berlarut dalam kesedihan dan semoga cepat kembali pulih pada aktifitas sebelumnya,” pungkasnya.

Reporter: Jumi