Berita Terkini

Konspirasi Politik Di Balik Pembakaran Bendera Tauhid

Oleh: AB LATIF (Direktur Indopolitik Watch)

Sudah hampir sepekan lebih kasus pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh Banser di Garut, Jawa Barat, menuai aksi protes dari berbagai elemen masyarakat. Aksi itu pun kian hari semakin membesar, bahkan tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara pun melakukan aksi yang sama. Di tengah gelombang aksi yang luar biasa itu terbesit pikiran dimanakah para teroris yang dulu sempat booming? Apakah mereka tidak bergerak hatinya saat panji Rasulnya dibakar, inti ajarannya dihina dan dilecehkan? Jika mereka tidak tergerak hatinya, lalu sebenarnya teroris itu siapa?

Aneh bin ajaib memang, teroris dulu yang katanya ingin menegakkan syariat Islam, khilafah, dan berbendera tauhid, serta identik dengan Islam, tapi ternyata lenyap saat agamanya dilecehkan dan dinistakan. Jangankan aksi, kecaman pun tak terdengar di telinga dan bahkan keberadaannya pun tidak diketahui dimana. Hampir hilang sudah dan tak berbekas ketika propaganda teroris sudah tidak laku lagi. Dari sinilah dapat dipahami bahwa sebenarnya teroris adalah sebuah framing politik yang diciptakan untuk menfitnah Islam dan umatnya, lebih-lebih orang-orang yang berjuang untuk tegaknya Syariah dan khilafah. Karena jika benar teroris itu ada tentu akan marah besar ketika panjinya dibakar, agamanya dihina, dan dilecehkan.

Ketika sampai hari ini pun teroris itu tidak muncul, berarti dapat dipastikan bahwa “teroris” adalah sebuah konspirasi politik untuk menghadang kebangkitan Islam, menjauhkan umat dari Islam, dan membuat umat takut membela Islam. Begitu juga dalam kasus pembakaran bendera tauhid ini, bau konspirasi itu sangat menyengat. Ada upaya framing untuk mengkriminalkan bendera tauhid dan para pembawanya lebih-lebih HTI. Padahal apa yang mereka sampaikan dan tuduhkan sudah diklarifikasi oleh MUI dan juga Jubir HTI. Bahwah HTI tidak memiliki bendera sebagaimana dituduhkan. Hal ini bisa dibuktikan atau dilihat pada arsip AD/ART HTI yang ditujukan ke Kemenkuham saat perijinan. Begitu juga keputusan MUI yang menyatakan bahwa bendera yang dibakar adalah murni bendera tauhid.

Berdasarkan pengakuan pelaku pembakaran bendera ini, bahwa apa yang mereka lakukan adalah berdasarkan perintah dari struktur. Dan jika ditelusuri, memang perintah itu nyata adanya dan massif serta sama untuk seluruh cabang di negeri ini. Hal inipun diperkuat oleh pernyataan Menko Polhukam yang sangat tendensius bahkan seolah menjadi juru bicara dari ormas ini. Bahkan Menko Polhukam pun mengancam siapa saja yang mencintai bendera tauhid agar keluar dari Indonesia.

Dari beberapa peristiwa penistaan agama yang terjadi, selalu pelakunya dari orang-orang yang sama. Dari golongan yang sama, kelompok yang sama, dan itu-itu saja orangnya. Lihatlah bagaimana kasus Al-Maidah 51, orangnya siapa, partai apa, siapa pembela di belakangnya. Bagaimana kasus konde nusantara, siapa pelakunya, partai apa dibelakangnya, siapa pembelanya. Bagaimana larangan adzan dengan pengeras suara, siapa orangnya, partai apa, serta siapa pembelanya. Bagaimana pembelaan terhadap LGBT, siapa dibelakangnya, dari partai apa dan banyak kasus yang berkaitan dengan Islam, sudah dapat dipastikan orangnya itu-itu saja. Begitu juga dengan pelaku pembakaran bendera ini, tentu kita tahu dari kelompok mana, dan siapa yang ada dibelakangnya.

Dalam kasus ini, memang benar aparat kepolisian sudah menetapkan pelaku sebagi tersangka. Tapi itu bukan karena aksi membakar benderanya, justru yang dijatuhkan karena membuat kegaduhan nasional. Artinya jika pelaku tidak dijadikan atau ditetapkan sebagi tersangka, maka akan timbul gejolak masyarakat. Maka dari itu untuk meredam gejolak adalah dengan menetapkan sebagai tersangka.

Dengan penetapan tersangka yang menggunakan pasal 174 KUHP ini tentang membuat kegaduhan berarti mereka menganggap bahwa aksi pembakaran bendera tauhid bukanlah sebuah kesalahan. Yang membuat kesalahannya adalah telah membuat kegaduhan dalam skala nasional. Seakan ada pembenaran secara hukum perilaku pembakaran ini dan yang mereka salahkan adalah pembawa bendera. Dan inilah sebenarnya konspirasi mereka terhadap umat Islam.

Target politik dari dari konspirasi ini adalah : pertama, mempidanakan pembawa bendera. Tujuannya adalah agar tidak ada lagi orang yang membawa bendera tauhid. Artinya menciptakan phobi terhadap umat Islam untuk membawa bendera tauhid. Karena membawa bendera tauhid bisa anggap kriminal dan dapat dipidanakan. Dengan demikian maka akan mudah menjadikan HTI sebagai musuh Bersama negara karena yang sering membawa bendera ini adalah HTI. Ada keinginan kuat dari jajaran Menkopolhukam dan rezim untuk membubarkan dan mengkriminalkan HTI beserta simbul-simbulnya sejak kekalahan Ahok di pilkada Jakarta.

Target kedua adalah akan membuat takut siapa saja yang membawa bendera islam atau panji Rosulullah saw. Karena jika upaya mereka berhasil mengkriminalisasikan bendera ini, maka siapa pun yang membawanya akan dikenakan delik hukum dan dapat dipidanakan.

Target yang ketiga adalah akan menjerat pidana setiap aktifis yang berani membawa bendera Islam ini ketika sendirian atau dalam aksi. Mereka menggunakan cara mempersiapkan kader suatu ormas untuk mempersekusinya. Dari sini jelaslah apa yang menjadi target mereka dalam konspirasi ini. Maka dari itu umat harus bergerak untuk menghadang dan membongkar konspirasi jahat mereka terhadap islam. Jika rezim ini terus berkuasa, maka keadaan ini akan lebih berbahaya. Maka Haram bagi umat islam untuk memilih pemimpin yang anti Islam.

Haedar Nashir : Semangat NU dan Muhammadiyah Adalah Maju Bersama

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, Muhammadiyah berkomitmen ingin membangun kerjasama yang lebih aktif lagi dengan berbagai komponen bangsa, termasuk Nahdlatul Ulama (NU).

“Karena ini adalah organisasi Islam yang tua dan ikut mendirikan bangsa, kami ingin hadir sebagai ummatan wasathan, umat tengahan yang tetap berkemajuan membangun keadaban. Semangat kita adalah maju bersama dan berbagi,” ujar Haedar dalam konferensi pers bersama PBNU di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Menteng Jakarta Pusat pada Rabu (31/10/2018).

Membalas kunjungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 24 Maret 2018 lalu, rombongan PBNU dipimpin oleh Ketua Umum Said Aqil Siradj mengunjungi PP Muhammadiyah.

“Ini semua tentang persaudaraan, kekeluargaan dan keakraban. Bahkan tadi kami menghadirkan dua hidangan Nasi Liwet Solo yang berkemajuan dan Nasi Kebuli Arab yang dinusantarakan,” celetuk Haedar Nashir disambut tawa oleh Ketua PBNU Said Aqil Siradj.

Di tengah suasana tahun politik yang tidak ideal, Haedar menyatakan pentingnya mengutamakan kebersamaan.

“Apalagi untuk ta’awun, Muhammadiyah dan NU memiliki usaha spesifik. NU punya pesantren, Muhammadiyah punya pendidikan umum. Sekarang sudah sama-sama bergerak. Muhammadiyah punya pesantren dan NU punya pendidikan umum, NU dan Muhammadiyah adalah organisasi besar yang segala gerak-geriknya akan menjadi rujukan. Kami percaya semua organisasi di Indonesia punya perhatian untuk membangun negara yang damai, kendati bukan berarti tanpa masalah,” tegas Haedar.

Menanggapi Haedar, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menekankan pentingnya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama menjaga kepribadian umat Islam Indonesia yang dikenal ramah, pemaaf, toleran, terbiasa dengan perbedaan dan menjaga persaudaraan.

“Dari dulu NU dan Muhammadiyah menjaga karakter ini. NU dan Muhammadiyah berkewajiban mengawal ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah meski tidak ada yang meminta,” ujar Said Aqil.

KNKT : Kotak Hitam Kedua Masih Terus Dicari

LAUT JAWA (Jurnalislam.com) – Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Bambang Irawan mengatakan, kotak hitam yang ditemukan kemungkinan besar merupakan flight data recorder (FDR).

Kotak hitam lainnya, yang berisi cockpit voice recorder (CVR), akan terus dicari dan dievakuasi.

“Kemungkinan besar ini adalah FDR, sedangkan CVR itu yang masih kami cari yang berisi percakapan terakhir antara pilot dan kopilot,” ujar Bambang di Kapal Baruna Jaya I yang ada di atas perairan Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018) lansir Republika.co.id.

Kotak hitam berisi FDR tersebut ditemukan oleh prajurit Batalion Intai Amfibi (Taifib) Marinir TNI Angkatan Laut (AL) Sertu Hendra sekitar pukul 10.15 WIB. Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi, tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian dan evakuasi kotak hitam lainnya, yang berisi CVR.

Area pencarian kotak hitam kedua tersebut ditandai dengan empat jangkar yang diturunkan dari kapal milik Pertamina, kapal yang bisa berdiam di atas air. Proses pencarian dilakukan dengan penurunan remotely operated vehicles (ROV) terlebih dahulu dan melakukan penandaan di lokasi yang diduga terdapat kotak hitam tersebut.

“Penyelam bisa diarahkan ke tempat tersebut karena sampai sekarang pun itu arus cukup deras di bawah. Penyelam kita agak kesulitan. Mudah-mudahan ini semakin terang dan mempercepat proses sehingga menjadikan keluarga dan kita semua bisa diketahui penyebabnya,” kata Syaugi.

Di samping itu, lanjut dia, tim SAR gabungan juga menemukan bagian pesawat yang lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya ditemukan. Ia memprediksi bagian tersebut merupakan bagian kulit badan pesawat dengan panjang sekitar 1,5 meter dan lebar 0,5 meter.

“Sebetulnya ada barang yang lebih besar lagi, cuma kami belum bisa angkat karena cukup berat,” tuturnya.

Sumber: Republika

 

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Siapkan Sistem E-Learning

SOLO (Jurnalislam.com)- Bertempat di Aula Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta adakan In House Training (IHT) dalam rangka Peningkatan TIK guru kelas 1-3 sebanyak 16 guru.

“Sebagai Sekolah Rujukan pada tahun 2018, Kami selalu bergerak selangkah lebih maju dalam hal pelayanan dan inovasi dalam proses kegiatan belajar dan mengajar,” kata , Wakil Kepala Bidang Humas, Jatmiko beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan bahwa mereka menggunakan 2 narasumber yaitu, Jaka Prasetya, dan Lilik Haryono, untuk mengeksplorasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi di lapangan yang berkaitan dengan peningkatan efektifitas proses pembelajaran, sehingga dapat diformulasikan solusi pemecahannya secara bersama-sama.

Jaka Prasetya, S.Si, Menyampaikan IHT Tahap 1 di pelajari tentang pembuatan bahan ajar berbasis WEB yaitu Executable HTML dan pembuatan bahan ajar dengan video scribe (sparkol).

Juga dibahas pembuatan soal berbasis web, dan menyiapkan program 2 lainnya yang akan mendukung pendidikan di abad 21 ini, harapannya pembelajaran akan lebih menyenangkan dan interaktif,” Katanya.

Respon Pembakaran Bendera, Pemuda Fosikom Buat Grafiti Tauhid

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Ada beragam cara umat Islam dalam mengekspresikan kekecewaannya atas pembakaraan bendera tauhid. Dari mulai aksi pawai dengan bendera tauhid, memasang baliho kalimat tauhid, hingga melukis grafiti kalimat tauhid seperti yang dilakukan beberapa pemuda dari Forum Silaturahmi dan Komunikasi Antar Masjid (Fosikom) Cemani, Sukoharko, Jawa Tengah.

Mereka membuat grafiti lafaz tauhid berukuran 3×2 meter di samping tembok Masjid Mutaqin Cemani pada Selasa (30/10/2018).

“Karena reaksi kita dari kasus kejadian bendera tauhid yang dibakar oleh banser, awalnya kita memang suka gambar dan banyak juga pesanan dari TK, sekolah ataupun rumah makan, tapi untuk kaligrafi baru kali ini,” kata Erdin Widi penggagas munculnya grafiti tauhid tersebut kepada Jurnalislam.com, Rabu (1/11/2018).

Proses pembuatan grafiti tauhid. Foto: Arie/Jurnis

Erdin mengaku tidak menemui kesulitan yang berarti dalam mengerjakan grafity tauhid tersebut. Hanya menghabiskan waktu 3 jam, grafiti kalimat tauhid dengan warna latar hitam itu selesai dikerjakan.

“Kalo catnya cepat kering paling bada isak dikerjakan sekitar jam 10 malam sudah selesai,” ungkapnya.

Baca juga :

Ia berharap, apa yang dilakukannya tersebut dsapat membuat masyarakat paham bahwa bendera tauhid adalah panji Rasululloh yang menjadi kebanggaan seluruh kaum muslimin dan tidak diidentikan dengan ormas atau golongan tertentu.

“Semoga ini bisa mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa ini adalah kalimat tauhid adalah kalimat kebanggaan umat islam dan milik umat Islam dan bukan milik organisasi tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengaku siap dan gratis apabila ada yang ingin mengunakan jasanya untuk membuat grafiti tauhid seperti apa yang dikerjakaan di masjid mutaqin tersebut.

“Mungkin bisa, Bantu untuk beli bahan saja, karena mungkin ini termasuk cara kami untuk syi’ar,” tandasnya.

Taliban Kirim 5 Mantan Tahanan Guantanamo ke Perundingan Damai di Qatar

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah menunjuk lima mantan komandan yang menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai tahanan di Teluk Guantanamo sebagai anggota kantor politiknya di Qatar, di mana pembicaraan tentatif untuk mengakhiri konflik Afghanistan sedang berlangsung.

Lima komandan tersebut, Mohammad Fazl, Mohammed Nabi, Khairullah Khairkhwa, Abdul Haq Wasiq dan Noorullah Noori, ditahan selama 12 tahun di pusat penahanan AS sebelum dibebaskan pada tahun 2012 sebagai bagian dari pertukaran tahanan sebagai imbalan bagi tentara AS Berg Bergdahl.

Mereka menetap di Qatar setelah pembebasan mereka tetapi sampai sekarang belum terlibat langsung dalam kegiatan politik, juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan pada hari Rabu (31/10/2018), lansir Aljazeera.

Pengumuman itu muncul di tengah-tengah kegiatan diplomatik yang dipimpin AS untuk meyakinkan kelompok bersenjata terbesar Afghanistan tersebut guna mengakhiri perang selama 17 tahun.

Kantor Taliban dibuka di Doha, ibukota Qatar, pada tahun 2013 atas permintaan AS untuk memfasilitasi pembicaraan.

Awal bulan ini, para pejabat Taliban bertemu dengan utusan khusus AS yang baru-baru ini ditunjuk, Zalmay Khalilzad di Doha, setelah bertemu Alice Wells, wakil sekretaris asisten utama untuk Asia Selatan dan Tengah, di sana awal tahun ini.

Seorang pejabat Taliban di Qatar mengatakan bahwa walaupun para mantan komandan, yang dekat dengan almarhum Mullah Mohammad Omar pendiri gerakan Taliban, belum terhubung dengan kantor politik sebelumnya, kantor sebelumnya selalu meminta pendapat dan saran mereka.

Penunjukan itu dilakukan pada waktu yang “sangat sensitif” dan akan membantu memperkuat tim politik Taliban, kata pejabat kelompok itu kepada AFP.

Baca juga: 

Beberapa pengamat melihat langkah itu sebagai pertanda baik bagi upaya baru untuk membawa perdamaian di Afghanistan, yang telah dilanda perang sejak 2001.

“Taliban menunjukkan beberapa gerakan positif terhadap pembicaraan damai,” kata analis politik Atta Noori.

“Tim lama selalu gagal menyampaikan karena mereka tidak diberi otoritas yang cukup.”

Namun seorang diplomat Barat di Kabul tidak terlalu menyatakan optimisme. “Sepertinya mereka sedang mempersiapkan sesuatu, yang tidak saya ketahui,” katanya.

Penunjukan itu menyusul pembebasan tokoh senior Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, oleh Pakistan pekan lalu.

Kantor Taliban ditutup tak lama setelah dibuka pada 2013 ketika ditekan perihal bendera yang berkibar di luar kantor – bendera sama yang dikibarkan selama Taliban memerintah di Afghanistan.

Presiden Afganistan pada saat itu, Hamid Karzai, kemudian menghentikan upaya perdamaian, mengatakan kantor itu menampilkan diri sebagai kedutaan tidak resmi untuk pemerintah di pengasingan.

Bendera diturunkan dan kantor telah kosong tanpa pengumuman resmi tentang kemungkinan pembukaan kembali.

Pembicaraan dengan Taliban terjadi di tempat lain di Doha.

Serangan Udara Koalisi Arab Hantam Kamp Pelatihan Syiah Houthi, 150 Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 150 pemberontak Syiah Houthi tewas dan ratusan lainnya terluka oleh serangan udara yang diluncurkan oleh koalisi Arab di kamp pelatihan milisi di distrik Marawha di Hodeidah.

Giant Brigades, pusat media militer Yaman mengutip sumber lapangan yang mengatakan bahwa pesawat koalisi meluncurkan beberapa serangan udara berat di kamp pelatihan milisi Houthi, dan bahwa militan Syiah yang didukung Iran tersebut memberlakukan penjagaan ketat di sekitar kamp dan mencegah kelompok manapun mendekat, lansir Al Arabiya, Rabu (31/10/2018).

Kendaraan Houthi terlihat mengangkut orang-orang  yang tewas dan terluka di luar kota setelah serangan.

Baca juga:

Rumah sakit di Hodeidah dipenuhi dengan mayat ratusan orang-orang bersenjata Houthi yang tewas dan terluka, dan pengawas keamanan Houthi diarahkan untuk berhenti menerima pasien lain, dan rumah sakit ditugaskan untuk menerima mayat milisi mereka yang tewas dan terluka akibat serangan.

Turki Turunkan Jumlah Pelanggaran Gencatan Senjata di Idlib 4 Kali Lipat

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia pada hari Rabu (31/10/2018) memuji upaya Turki untuk pelaksanaan perjanjian atas Idlib Suriah, dengan melihat penurunan dalam pelanggaran gencatan senjata.

“Kami melihat hasil dari upaya yang dilakukan oleh Turki untuk menerapkan perjanjian pada Idlib. Jumlah pelanggaran gencatan senjata menurun hampir 4 kali, dari 773 pada September menjadi 197 pada Oktober,” kata Igor Konashenkov, jurubicara Kementerian Pertahanan Rusia, pada suatu briefing, lansir Anadolu Agency.

Baca juga: 

Upaya ini penting untuk normalisasi lebih lanjut di negara itu, kata Konashenkov.

Dia mencatat penarikan pejuang oposisi dan persenjataan berat di wilayah itu terus berlanjut.

Kunjungi PP Muhammadiyah, Rombongan PBNU Disambut “Nasi Arab”

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Rabu (31/10/2018) mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya No. 62, Jakpus.

Dalam rombongan yang lebih dari sepuluh orang pengurus PBNU, juga nampak Ketua Banser Yaqut Cholil Qoumas, dan Sekjend PBNU Helmi Faisal.

Dalam kunjungannya, Said Agil Siradj bersama sepuluh orang pengurus PBNU disambut oleh Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan beberapa Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, Anwar Abbas, Syafiq Mughni, Yunahar Ilyas, Agus Taufiqurrahman, Agung Danarto, Sekretaris Umum Abdul Mu’ti, Bendahara Umum Suyatno dan Komandan KOKAM Masyhuri.

Pertemuan silaturahmi PBNU ke Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah ini merupakan kelanjutan dari kunjungan PP Muhammadiyah ke Gedung PBNU, Jum’at (24/3).

Sebagai tuan rumah yang baik, PP Muhammadiyah menyambut ‘saudara tua’ dengan istimewa. Delegasi PBNU disuguhkan hidangan nasi kebuli dan liwet.

“Nasi Arab,” gurau Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

“Nasi Arab yang dinusantarakan,” jawab Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi Ketua Umum PBNU Sa’id Aqil Siradj.

Tubuh Khashoggi Dibuang Setelah Dipotong-potong di Gedung Konsulat Arab

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Tubuh wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, dibuang setelah dipotong-potong, kata Kepala Kantor Kejaksaan Umum Istanbul, Rabu (31/10/2018).

“Dengan cara direncanakan korban Jamal Khashoggi dicekik sampai mati saat ia memasuki gedung Konsulat Kerajaan Turki-Saudi pada 2 Oktober 2018 guna mengurus prosedur untuk pernikahannya. Ia tewas, setelah dipotong-potong tubuhnya lalu dibuang – sekali lagi ini – sejalan dengan rencana,” kata kantor kejaksaan dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menegaslan bahwa pemerintah Turki dan Saudi telah mencapai kesepakatan bersama untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, mengungkapkan semua rincian dan membawa para pelaku dan komplotan ke pengadilan.

Sebagai bagian dari perjanjian, Jaksa Agung Saudi Saud al-Mujeb bersama dengan delegasi datang ke Turki pada 28 Oktober 2018 dan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kepala Penuntut Umum Istanbul pada 29 Oktober.

Selama pertemuan, jaksa Turki menyampaikan kepada pejabat Saudi yang berkunjung bahwa Khashoggi tewas di Turki dan pengadilan negara memiliki hak untuk menempatkan tersangka diadili sesuai dengan peraturan hukum Turki dan prinsip umum hukum universal, kata pernyataan itu.

Para jaksa juga mengulangi ekstradisi para tersangka yang dilaporkan telah ditangkap di Arab Saudi, tambahnya.

Dalam pertemuan yang sama, jaksa Turki juga bertanya secara tertulis tentang keberadaan Khashoggi dan “kolaborator lokal” dalam pembunuhan itu, serta “apakah mereka memiliki temuan dalam konteks penyelidikan mereka hingga tahap perencanaan pembunuhan”, kata pernyataan itu.

Pernyataan itu mencatat bahwa delegasi Saudi kembali mengunjungi Kantor Penuntut Istanbul pada 30 Oktober 2018, dan pertanyaan yang sama diajukan.

“Jaksa Saudi mengatakan, ‘Jawaban akan diberikan pada hari yang sama [30 Oktober]’,” kata kantor kejaksaan.

Namun dalam menanggapi pertanyaan tersebut Kantor Kejaksaan Saudi mengirim jawaban tertulis ke Kantor Kejaksaan Istanbul pada 31 Oktober, tanpa memberikan informasi tentang “kolaborator lokal” dalam pembunuhan Khashoggi, kata pernyataan itu.

Baca juga:

Awal bulan ini, kantor berita pers mengutip seorang pejabat Saudi yang mengatakan bahwa mayat Khashoggi telah diberikan kepada “kolaborator lokal” untuk diurus, tetapi tidak ada pejabat Saudi yang memberitahukan keberadaan mayat itu dalam catatan.

Dalam surat itu, jaksa penuntut umum Istanbul dan delegasi Turki juga diundang ke Arab Saudi, bersama dengan bukti yang mereka peroleh, sebagai bagian dari penyelidikan, tambahnya.

Menurut kantor kejaksaan Turki, surat Saudi mengatakan bahwa badan Khasoggi dapat ditemukan setelah tim investigasi gabungan bekerja di Arab Saudi dan juga dapat dipastikan jika pembunuhan itu direncanakan.

Kantor kejaksaan Turki mengatakan bahwa mereka tidak dapat mencapai hasil nyata dari pembicaraan ini meskipun ada niat baik dari kantor untuk mengungkap kebenaran di balik pembunuhan itu.

Kantor Penuntut Umum Istanbul berbagi informasi berikut:

1- Korban Jamal Khashoggi dicekik sampai mati – dengan cara yang direncanakan – segera setelah ia memasuki gedung Konsulat Saudi pada 2 Oktober 2018 untuk prosedur pernikahan.

2 – Tubuh Khashoggi dibuang setelah dipotong-potong dengan cara terencana.

Penyelidikan berlanjut setelah seorang kerabat Khashoggi memanggil pihak berwenang yang kompeten karena dia tidak meninggalkan konsulat untuk waktu yang cukup lama, tambah pernyataan itu.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah awalnya Arab Saudi mengatakan dia meninggalkan konsulat dalam keadaan masih hidup, namun beberapa pekan kemudian akhirnya mengakui dia telah dibunuh di sana.

Komunitas internasional menolak untuk menerima klaim Saudi bahwa insiden itu bukan pembunuhan terencana.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan bahwa semua rincian kasus harus diungkapkan, termasuk yang memberikan instruksi untuk “pembunuhan terencana tersebut.”