Berita Terkini

Bernilai Triliunan, ‘Emas Hijau’ Indonesia Bisa Jadi Komoditi Bisnis Umat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Berdikari dalam ekonomi, sehingga izzah umat Islam pun terpatri. Setidaknya gagasan tersebut menjadi salah satu poin penting pada acara Dialog Forum Ekonomi Dakwah (D’FED) yang digelar pada Rabu (7/11/2018) malam, di Ar-Rahmah Quran Learning (AQL) Islamic Center, Tebet, Jakata Selatan.

Membangun kemandirian ekonomi, terlebih jika memiliki atribusi ‘Islam’ di dalamnya tentu bukan pekerjaan semalaman. Dibutuhkan orang-orang yang tidak hanya memiliki semangat, namun juga profesional dalam bidangnya.

Pada acara malam itu, D’FED menghadirkan Profesor Wisnu Gardjito, seorang akademisi sekaligus praktisi yang sangat mengetahui selak-beluk bisnis kelapa.

Dia menyebut kelapa sebagai “emas hijau” Indonesia. Jika betul-betul dimaksimalkan, masyarakat Indonesia semestinya tidak lagi perlu bergantung dengan produk-produk yang bertengger di supermarket.

“Kelapa ini banyak orang tahu tapi tidak mau tahu, termasuk Muslim. Dianggapnya paling jadi santen, minyak goreng, kelapa muda. Mereka tidak sadar kelapa itu kalau diproses turunannya bisa (jadi) 1.600 produk. Bisa lebih,” ujar Prof Gardjito, melansir INA News Agency.

Dengan potensi besar yang dimiliki komoditi tersebut, Prof Gardjito mengaku heran. Menurutnya, luas perkebunan kelapa di Indonesia yang mencapai 3,8 juta hektar seharusnya sudah mampu memacu denyut ekonomi masyarakat.

Setidaknya cukup untuk membangun industri kecil rumahan seperti produksi kecap, minyak VCO, sabun, sirup, bumbu rendang dan banyak lagi.

“Di Indonesia kok masih banyak orang miskin. Padahal (lahan) kelapa 3,8 juta hektar. (Jika digarap) jadi 4 ribu triliun,” ucap lulusan IPB tersebut.

Prof Gardjito tak takut berkompetisi secara sehat dengan produk-produk besar yang menjadikan kelapa sebagai bahan bakunya. Hanya saja, dibutuhkan resources lebih memadai dari yang dia miliki saat ini untuk membesarkan bisnis yang menurutnya mesti digarap secara berjamaah.

Dalam forum itu, inisiator D’FED sekaligus pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengajak para peserta untuk saling kolaborasi dalam proyek tersebut. Beruntung, sebagian besar peserta adalah pengusaha Muslim yang sangat mendukung gagasan Prof Gardjito.

“Inilah yang sedang kami gagas. Duduk bersama orang-orang yang concern dengan ekonomi, tetapi pada akhirnya untuk dakwah,” jelas UBN menerangkan visi ekonominya.

Menurut UBN, Prof Gardjito menjalankan dakwah dengan apa yang dia kuasai. Cita-cita profesor lulusan universitas di Jepang dan Amerika Serikat itu salah satunya adalah mengangkat derajat umat Islam melalui ekonomi.

“Karena tujuan (bisnisnya) bukanlanh kekuasaan dan kekayaan, tapi mengajak manusia kepada Allah, maka pada akhirnya juga harus dakwah,” pungkas UBN.

Reporter: Syahrain | INA

Operasi Intelijen Usik HRS, Pengamat : Kalau Bisa ‘Di-Munir-kan’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, menilai, kejadian yang menimpa Habib Rizieq di Arab Saudi baru-baru ini adalah operasi intelijen.

“Dari evident (indikasi-indikasi) yang ada, apa yang menimpa HRS adalah operasi intelijen,” katanya kepada Jurnalislam.com melalui pesan singkat, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, ada upaya menjatuhkan HRS dalam kubangan masalah untuk mematikan langkah HRS selama di saudi. “Bahkan kalau bisa ya ‘di-Munir-kan’,” tambahnya.

Haris menjelaskan, HRS pernah disandungkan kasus imigrasi, namun gagal. Kasus terbaru yang mengaitkan HRS dengan kelompok teror adalah upaya lain untuk terus mengusik HRS di Saudi.

“Cara murahan seperti yang terjadi; ditembok rumah kediaman HRS di pasang bendera Tauhid, didokumentasikan lanjut dilaporkan kemudian diasosiasikan dengan kelompok ISIS, HT dan sebagainya dimana Saudi sangat alergi bahkan keras bersikap terhadap kelompok-kelompok tersebut,” paparnya.

“Dengan begitu HRS mudah dijadikan target oleh aparat keamanan Saudi. Dengan resiko penjara sampai hukuman mati,” sambung Harits.

Baca juga : 

Selain itu, Harist melihat, kasus ini dimanfaatkan oleh rezim untuk membangun imej positif seolah rezim peduli dengan HRS.

“Narasi yang dibangun atas kasus ini adalah rezim ingin meraup citra positif sembari cuci tangan seolah-olah tidak terlibat atau tidak tahu menahu dgn peristiwa yang menimpa HRS,” kata Harist.

Harits menambahkan, jika FPI dapat memulangkan HRS ke Indonesia itu adalah upaya yang positif untuk meredam situasi saat ini. Sebab, kehadiran HRS sangat dinantikan umat Islam.

“Dari sisi kepentingan umat yang lebih luas tentu hadirnya HRS di Indonesia akan jauh lebih besar maslahatnya, jutaan Umat Islam siap disisi HRS.” ucapnya.

Media ramai memberitakan penangkapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab oleh kepolisian Saudi. Penangkapan itu atas dugaan pengibaran bendera ISIS di kediamannya di Saudi.

Menurut Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, berita penangkapan tersebut mulanya diketahui Dubes RI untuk Arab Saudi saat tengah malam pada Senin (5/11/2018). Pemeriksaan pada Rizieq dilakukan kepolisian Arab Saudi selama lebih dari 24 jam.

Atas pemberitaan itu, HRS pun menyampaikan klarifikasi melalui akun twitternya. HRS menduga, kasus itu adalah jebakan dan intimidasi untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang.

MUI Imbau Para Dai Berinovasi dalam Era Dakwah Milenial

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, meminta para ulama dan dai untuk membuat inovasi dakwah guna merangkul generasi milenial. Ia memaparkan data Nielsen Company yang menyebutkan bahwa pengguna smartphone di Indonesia mencapai 78 persen, sedangkan pengguna internet mencapai 47 persen.

“Jadi saat ini para dai harus kreatif dalam menciptakan inovasi dakwah melalui media sosial dengan video ceramah berdurasi pendek. Karena sasaran dakwahnya saat ini generasi milenial yang serba instan,” katanya dalam Halaqah Nasional ‘Tantangan dan Peluang Dakwah Dalam Era Milenial’ di Hotel Acacia, Kramat Raya, Jakpus, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: 

Nafis menambahkan, dalam menghadapi dakwah era medsos para dai nantinya akan kita dibekali pelatihan seperti public speaking, teknik aplikasi video editing dan kemampuan menarasikan gagasan dalam bentuk tulisan.

Menurutnya, saat ini pola mengaji sudah berubah. Dulu seseorang bisa menunggu ustaz untuk menimba ilmu, sekarang generasi milenial merupakan tipe yang tidak mau membuang banyak waktu dan bebas mendapatkan ilmu di mana saja.

“Mereka rata-rata jarang datang ke tempat majelis ilmu, tidak banyak menonton televisi, tapi lebih banyak menghabiskan di medsos,” pungkasnya.

IRC: Kematian Khashoggi Bisa Memicu Perdamaian di Yaman

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pembunuhan Jamal Khashoggi kemungkinan bisa memicu gencatan senjata di Yaman, dan memungkinan perdamaian di negara yang dilanda perang itu, menurut presiden Komite Penyelamatan Internasional (the International Rescue Committee-IRC).

David Miliband, mantan menteri luar negeri Inggris yang merupakan anggota parlemen, mengatakan bahwa kematian wartawan itu tragis, dan fokus internasional pada pembunuhan Khashoggi harus dialihkan ke tindakan Arab Saudi di Yaman, di mana jutaan nyawa terpengaruh.

“Mungkin pembunuhan Jamal Khashoggi oleh preman Saudi telah menciptakan mantra baru: satu kematian bisa menjadi percikan yang menghantui penderitaan jutaan orang,” kata Miliband dalam sebuah opini di CNN.

Dan dengan ini muncul hikmah saat Sekretaris Negara Mike Pompeo meminta gencatan senjata di Yaman menandakan potensi perdamaian di negara yang disebut “bencana kemanusiaan terburuk” oleh PBB.

Baca juga:

“Penderitaan kemanusiaan itu bukanlah tragedi alami, tetapi bencana buatan manusia,” kata Miliband.

“Rencana perang Saudi saat ini membuat segalanya lebih buruk. Serangan pemboman dari udara menyebabkan pembantaian, tetapi tidak dapat menggeser pemberontak Houthi yang membaur di antara penduduk setempat,” tambahnya.

Keputusan oleh Pompeo perlu didukung dengan langkah-langkah lain, termasuk resolusi PBB. AS dan Inggris juga perlu menghentikan dukungan untuk operasi yang dipimpin Saudi di Yaman, menurut presiden IRC.

AS telah memulai proses dengan Senat mengirim permintaan kepada pemerintahan Donald Trump untuk meninjau apakah sanksi harus diberikan kepada mereka yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

“Penderitaan di Yaman telah lama tidak diakui – hingga membesarkan hati mereka yang bersedia bertindak bebas,” kata Miliband. “Warisan Jamal Khashoggi harus berupa pertanggungjawaban bukan hanya untuk penderitaan satu orang, tapi jutaan.”

Jaksa Agung Trump Mengundurkan Diri atas Desakan Presiden

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Jaksa Agung Jeff Sessions mengumumkan pada hari Rabu (7/11/2018) bahwa ia mengundurkan diri dari jabatannya atas permintaan Presiden AS Donald Trump.

Pengumuman ini menyusul kritikan di depan publik yang sering kali dilakukan oleh Trump terhadap pejabat penegak hukum terkemuka di negara itu atas penyelidikan pengacara khusus mengenai campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 dan kemungkinan kolusi kampanye Trump dengan upaya itu.

Trump menyalahkan Penasehat Khusus Robert Mueller yang menunjuk Sessions untuk berlepas diri dari hal-hal yang berkaitan dengan penyelidikan Rusia, yang telah meracuni hubungan antara Trump dan salah satu pendukungnya yang paling awal dan paling bersemangat.

Sessions mengatakan dalam sebuah surat kepada Trump bahwa dia merasa “terhormat untuk bertugas sebagai Jaksa Agung dan telah berupaya melaksanakan agenda penegakan hukum berdasarkan aturan hukum yang membentuk bagian sentral dari kampanye Anda untuk Kepresidenan.”

“Sejak hari saya merasa terhormat untuk disumpah sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat, saya datang untuk bekerja di Departemen Kehakiman setiap hari bertekad untuk melakukan tugas saya dan melayani negara saya,” katanya. “Saya telah melakukan yang terbaik dari kemampuan saya, bekerja untuk mendukung proses hukum fundamental yang merupakan fondasi keadilan.”

Trump secara luas diperkirakan akan memecat Sessions setelah pemilihan tengah semester di hari Selasa, dan pengunduran diri Sessions secara paksa akan mengakhiri hubungan beracun antara keduanya yang telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Baca juga:

Trump mengucapkan terima kasih kepada Sessions untuk layanannya dan mendoakannya dengan baik di sebuah posting Twitter, mengatakan Kepala Staf Sessions, Matthew Whitaker, akan bertindak sebagai penjabat jaksa sampai penggantian permanen dikonfirmasi oleh Senat.

Tidak segera jelas bagaimana pengunduran diri Sessions akan mempengaruhi penyelidikan, yang menurut Trump dan ajudan terdekatnya adalah “perburuan penyihir”.

Tapi ketika menjabat sebagai komentator CNN sebelum mengambil jabatannya di Departemen Kehakiman, Whitaker menulis sebuah artikel opini pada Agustus 2017 di mana ia mengklaim Mueller  “telah mendekati garis merah dalam penyelidikan ikut campurnya Rusia dalam pemilu 2016 dimana ia sangat dekat dengan posisi menyeberang (membelot).”

Dia mengacu pada laporan bahwa tim Mueller, pada saat itu, memperluas ruang lingkup pekerjaannya untuk memasukkan kemungkinan kejahatan keuangan yang mungkin dilakukan oleh organisasi Trump, dengan hanya beberapa yang dia katakan “tidak berhubungan dengan pemilu 2016.”

Pemimpin NATO Perbarui Penawaran Pembicaraan Damai dengan Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin NATO, Jens Stoltenberg, pada hari Selasa (6/11/2018) mengunjungi ibukota Afghanistan, Kabul, di tengah desakan baru bagi penyelesaian damai atas konflik di negara itu.

Sekjen NATO didampingi oleh Ketua Komite Militer Marsekal Udara Sir Stuart Peach, dan Panglima Tertinggi Sekutu Eropa Jenderal Curtis Scaparrotti.

Berbicara dalam jumpa pers bersama dengan Presiden Ashraf Ghani, Stoltenberg menjanjikan dukungan NATO untuk negara yang dilanda perang itu.

“NATO bertekad untuk melihat Afghanistan berhasil. Itu sebabnya sekitar 16.000 pasukan dari 39 negara berbeda bertugas di misi kami Resolute Support Mission. Bersama-sama, kami melatih, memberi saran, dan membantu pasukan Afghanistan untuk membuat negara ini lebih aman dan lebih nyaman,” katanya.

Stoltenberg mengakui situasi di Afghanistan setelah 17 tahun perang masih tetap sama.

“Tentara dan polisi Afghanistan berada di garis depan konflik ini. Banyak yang terbunuh atau terluka setiap pekannya. Dan saya menghargai keberanian dan kesetiaan mereka. Para pejuang juga menewaskan banyak warga sipil Afghanistan,” klaim kepala NATO.

Baca juga: 

Stoltenberg meminta Taliban untuk “duduk di meja negosiasi,” seraya berkata bahwa pertempuran itu “tidak berguna dan kontraproduktif.”

Sementara itu, presiden Afghanistan memuji dan mendukung upaya AS untuk solusi damai terhadap konflik.

“Tadi malam, saya mengarahkan semua gubernur untuk membentuk dewan perdamaian dari semua segmen masyarakat untuk pembicaraan yang sebenarnya, dan hari ketika kita akan memulai [perdamaian] ini tidaklah jauh,” kata Ghani.

Dia juga menyoroti keberanian dan komitmen pasukan Afghanistan dalam memenuhi tanggung jawab keamanan negara itu sejak berakhirnya misi tempur pimpinan NATO dan keluarnya lebih dari 100.000 pasukan asing pada tahun 2014.

Pemerintah Afghanistan telah mengumumkan untuk membentuk dewan konsultatif nasional untuk mempercepat upaya perdamaian.

Shah Hussain Murtazavi, juru bicara presiden, mengatakan kepada radio setempat, Azadi, bahwa perwakilan masyarakat sipil dan pemimpin agama dari 34 provinsi telah diundang agar datang dan bertemu dengan tim teknis untuk pembicaraan damai di Kabul.

Hal ini sejalan dengan Perwakilan AS untuk Duta Besar Rekonsiliasi Afganistan, Zalmay Khalilzad yang menyerukan kepada pemerintah Afghanistan dan Taliban agar datang dengan tim perunding resmi untuk pembicaraan damai.

Sekjen NATO juga bertemu dengan Komandan Resolute Support Mission Jenderal Austin Scott Miller, Perwakilan Senior Sipil NATO di Afghanistan, Duta Besar Cornelius Zimmermann dan dengan pasukan yang berkontribusi pada Resolute Support Mission yang dipimpin NATO.

Sebelum Reformasi, Yusril Sudah Mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Oleh: Ali Hasibuan Pengurus Pusat KAMMI

Ketika melihat teman-teman yang ‘ngamuk’ atas masuknya Yusril Ihza Mahendra (YIM) sebagai pengacaranya paslon Jokowi-Ma’ruf jiwa saya terpanggil. Saya terpanggil untuk menjelaskan ke mereka bahwa politik saat ini ya sesuatu yang eehhmm dan santai saja. Tidak ada yang begitu hitam pekat ataupun putih suci, semua ada negosiasinya.

Saya heran kenapa mereka begitu ‘ngamuknya’ dengan YIM. Seolah mereka sendirilah yang sedang ditunjuk menjadi pengacaranya Jokowi-Ma’ruf Amin. Saya melihat seharusnya mereka tak sebegitunya, toh memang beberapakali kejadian seperti ini pernah terjadi, bahkan sering.

Ketika pilpres Tahun 2014, saat Jokowi masih heran kenapa negara Indonesia yang menurutnya kaya raya ini melakukan impor di mana-mana, partai Golkar dan PPP memutuskan untuk mengusung Prabowo-Hatta Rajasa. Tetapi ketika Pilpres 2019 yang akan datang, ketika Prabowo mengatakan tidak akan pernah impor kecuali kudanya, Golkar dan PPP berkoalisi mendukung Jokowi-Ma’ruf untuk mengalahkan Prabowo-Sandi. Jadi begitu mudahnya, sikap dan pilihat politik itu berubah, tergantung arah angin.

Bukan seorang politisi namanya jika tidak bisa membaca arah angin dan berubah dengan cepat, bahasa kerennya fleksibel kira-kira. Seperti Kapitra Ampera misalnya. Sebagai seorang kuasa Hukumnya Habib Rizieq Shihab yang dipaksa berkasus oleh tangan-tangan tidak terlihat, memutuskan berubah sikap yang diawali dengan mencalegkan diri melalui partai pemerintah, PDIP. Langsung saja, pandangan-pandangannya langsung berubah beberapa ratus derajat yang membela pemrintah Jokowi. Dan ini sah saja, wong memang dapurnya di sana.

Jadi, sudah beberapa kali dan sering sebenarnya kita diperlihatkan hal-hal yang lentur seperti ini, cuman kadang kita saja yang sering kelupaan. Menganggap yang hitam akan hitam selamanya dan yang putih pun begitu demikian. YIM pun demikian. Walaupun saat ini, konon katanya PBB masih netral tidak mendukung Prabowo ataupun Jokowi, kita ya tidak bodoh-bodoh amatlah. Orang yang tidak pernah mengunyah buku pun sudah bakal tau kemana arah dari semua ini.

“Saya jadi pengacara Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai pribadi profesional dan tidak berkaitan dengan dukung-mendukung” (YIM)

Hanya orang kelewat dungulah yang percaya hal semacam ini. Pekerjaan sebagai seorang pengacara yang bukanlah perkara gampang dan tentunya njelimet. Tidak mungkin seorang YIM tidak akan mencampuri ataupun setidaknya mengetahui sikap dan kebijakan politik pasangan Jokowi-Ma’ruf. Jika suatu saat misalnya pasangan Jokowi-Ma’ruf terkena kasus, sudah tentu YIM akan menjadi garda terdepan pembelanya. Lalu bagaimana cara dia membelanya? ya dengan berkas pembelaan. Berkas pembelaan didapat darimana? Ya dari tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Apa mungkin timnya Jokowi-Ma’ruf sebodoh itu menyerahkan berkas-berkas rahasia kepada orang yang tidak berniat mendukung dan bahkan berpotensi menyerangnya suatu saat nanti. Saya kira, Jokowi-Ma’ruf dikelilingi orang-orang pintar. Pasalnya karena pemerintahan Jokowi mampu bertahan selama empat tahun.

Pernyataan YIM dan PBB yang mendukung Jokowi-Ma’ruf hanya menunggu hitungan makan dan buang air saja, tak akan lama lagi. Pun ketika kita membaca gaya-gaya politiknya YIM sejak era sebelum reformasi. Tidak ada riwayat YIM yang menunjukkan ia sebagai seorang politisi -juga aktivis Islam- melakukan oposisi terhadap peemerintah secara konsisten. Kerapkali YIM justru mengambil jalan damai dengan pemerintah, tanpa terkecuali saat rezim orba yang membutuhkan YIM sebagai salah satu penulis naskah pidato Soeharto. Walaupun dalam sebuah wawancara dengan media online YIM mengatakan bahwa dirinya masih tetap bisa mengkritik Soeharto meski jadi penulis naskah pidato Soeharto. Wagu bukan? Enggak sih biasa saja, karena politik adalah sesuatu yang hehe dan biasa saja.

Difitnah Lagi, Begini Klarifikasi Habib Rizieq

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali mendapat fitnah. Ia dituding memasang bendera tauhid di kediamannya di Arab Saudi. Sejumlah media online kemudian memberitakan bahwa HRS juga ditangkap oleh kepolisian Saudi dengan tuduhan rumahnya menjadi ‘sarang ISIS’.

Juru Bicara FPI, Munarman, angkat bicara. Munarman menegaskan, HRS sedang difitnah. Ia menyebut ada operasi ‘false flag’ atau bendera palsu dalam kasus tersebut.

Dalam akun twitternya, HRS pun merilis klarifikasi atas fitnah tersebut. Berikut selengkapnya :

‏بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ”

‎‏السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎‏Twit Klarifikasi:

‎‏Operasi Intelijen Keji: Habib Rizieq Difitnah Sebagai Sarang ISIS di Makkah.

Setelah suksesnya Aksi Bela Tauhid 211 hari Jumat (02/11/2018) lalu, kemudian Deklarasi Koppasandi pada hari Ahad (04/11/2018), serta pekan-pekan terakhir menjelang Reuni Akbar 212 (2/12/2018), intensitas gangguan dan intimidasi kepada HRS kembali meningkat.

Pada hari Selasa (06/11/18), operasi intelijen licik telah dilakukan, menjebak HRS di kediamannya di Makkah, pada waktu subuh, ada orang yang mendatangi kediaman HRS untuk memasang Bendera Tauhid secara diam-diam di tembok luar belakang rumah, lalu saat matahari terbit pelaku memfotonya.

Kemudian setelah memfoto, mereka membuat laporan ke Polisi Patroli bahwa rumah Habib Rizieq diduga sebagai “SARANG ISIS” dengan menunjukkan foto yang mereka buat.

HRS mengunggah dua foto bendera tauhid yang disebut-sebut ditempel di dinding rumah Habib Rizieq di Arab Saudi. Tapi keasliannya masih dipertanyakan.

Dalam waktu singkat pihak keamanan Saudi dari berbagai kesatuan sebanyak 4 jeep dan sebuah sedan, sekitar jam 8 pagi, sudah mengepung kediaman HRS dan mencabut Bendera yang ditempel dengan double stip di dinding, kemudian melipatnya dengan rapih diamankan dalam mobil patroli.

Mereka lalu memanggil warga Saudi pemilik rumah dan meminta untuk mengontak HRS agar keluar dari rumah. HRS saat itu sudah 2 hari terkena flu berat dan demam tinggi usai Sholat Shubuh dan sarapan pagi bersama keluarga, lalu meminum obat dan tidur kembali karena kondisinya.

Namun tak lama beristirahat beliau dibangunkan putri dan istrinya yg terkejut meihat dari jendela lantai atas rumah melihat ke luar rumah sudah banyak aparat keamanan Saudi. Habib Rizieq segera bangun dalam kondisi masih demam dan langsung turun menemui mereka.

Beliau pesankan kepada keluarga untuk kunci pintu rumah dengan rapat dan jangan ada yang keluar rumah apapun alasannya.

Saat terjadi perbincangan antara HRS dgn Polisi, saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah HRS ada orang yg membidik dgn camera super canggih dari jarak sekitar 40~50m. Ini diiketahui dari sudut pengambilan foto berdasarkan informasi dari penjaga rumah HRS selama ini.

Anehnya, belum ada 1 jam HRS dibawa oleh kepolisan Saudi, salah seorang asisten pribadi HRS di Mekkah mendapat kontak dari salah seorang pegawai KBRI Riyadh menanyakan tentang kondisi HRS. Dan dijawab oleh asisten HRS bahwa beliau baik tanpa menceritakan apa yang sedang terjadi.

Saat itu berita kejadian tersebut belum ada yang mengekspose sama sekali, tapi sudah ada kontak dari KBRI di Riyadh. Apa itu sebuah kebetulan?

Baru beberapa jam kemudian foto di viralkan oleh pelaku di group-group WA dengan disertai narasi bahwa “Habib Rizieq memasang Bendera ISIS” dan berbagai informasi menyesatkan lainnya.

Sebetulnya Kamera CCTV ada dan telah dipasang di kediaman Habib Rizieq untuk mengawasi keadaan di sekitar rumah beliau, tetapi Kamera CCTV tersebut telah di curi orang beberapa saat sebelum kejadian.

Dan hari ini akhirnya terjawab tujuan pencurian kamera CCTV tersebut, yaitu supaya tidak diketahui siapa orang-orang yang menyatroni rumah Habib Rizieq secara diam-diam lalu melakukan penjebakan.

Apalagi ada informasi yg masuk ke HRS bahwa pihak Intelijen (BIN) telah menyewa rumah di sekitar kediaman Habib Rizieq untuk memantau aktivitas beliau selama 1×24 jam, dan telah lama diketahui HRS.

Akibat fitnah dan penjebakan licik inilah maka pihak Intelijen Saudi mendatangi kediaman Habib Rizieq dan menjemput HRS untuk dimintai keterangan. Dan Alhamdullilah saat ini HRS sudah dibebaskan dan kembali ke Rumah.

Kuat dugaan penjebakan dan intimidasi ini bertujuan untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang.

Inshaa Allah dalam waktu dekat Habib Rizieq akan membuat press release langsung dari kediamannya. Sebarkan informasi ini dan mohon doakan semoga Allah SWT selalu melindungi HRS dari fitnah dan kejahatan musuh-musuhnya.  وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

FPI : Ada Operasi “False Flag” Terhadap HRS di Mekkah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara (Jubir) Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menyampaikan penjelasan soal pemberitaan yang beredar yang menyebut-nyebut Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) ditangkap atau diperiksa lalu dibebaskan terkait bendera tauhid.

Munarman mengungkapkan bahwa HRS yang tengah berada di Makkah, Arab Saudi, saat ini sedang mendapat fitnah lewat “Operasi Bendera Palsu (False Flag)”.

“Bendera dipasang oleh tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap HRS di Makkah saat ini,” ujarnya, Rabu (7/11/2018) dilansir hidayatullah.com

Munarman mengatakan, “Mereka berharap dengan adanya peristiwa tersebut HRS mendapatkan kesulitan dari pihak keamanan Saudi. Jadi memang sungguh jahat para tukang fitnah tersebut.”

Ia mengatakan, para pemfitnah tak cukup dengan memfitnah HRS di Indonesia, namun mereka terus melakukan fitnah hingga HRS berada di Saudi.

“Tujuannya hanya satu, yaitu HRS mendapatkan kesulitan dan mereka para tukang fitnah berharap celaka ke HRS,” imbuhnya.

“Mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan terhadap HRS. Mereka menyukai dan senang apabila HRS ditimpa kesulitan dan kesusahan,” tambahnya.

“Namun, Allah adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong bagi HRS,” lanjutnya.

Menurut Munarman, HRS saat ini sudah kembali ke kediamannya di Makkah. “Alhamdulillah beliau sudah berada di rumah,” ungkapnya.

Sebelumnya, diberitakan media online bahwa HRS dikabarkan ditangkap aparat kepolisian Kerajaan Arab Saudi.

Kapitra Ampera yang masih mengklaim sebagai kuasa hukum HRS kemudian mengatakan bahwa HRS bukan ditangkap, melainkan diperiksa polisi. Menurut Kapitra, pemeriksaan itu diduga terkait dengan bendera berkalimat tauhid yang diduga dipasang di tembok oleh orang tak dikenal di rumah yang ditempati HRS.

Kapitra juga mengirim kepada media foto yang menunjukkan bendera berkalimat tauhid di dinding tempat tinggal HRS. Dia juga mengirim foto saat HRS bersama beberapa polisi Saudi.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan pihaknya tengah mengecek kabar pemeriksaan HRS. Sebab, dia belum menerima adanya nota dari Kemenlu Arab Saudi terkait pemeriksaan tersebut.

“Kita sedang lakukan pengecekan kabar tersebut. Karena biasanya kalau ada WNI yang terkena kasus hukum, maka pihak Arab Saudi akan memberi tahu lewat nota Kemenlu. Jadi kalau ukuran diplomatik biasanya harus pakai nota,” kata Agus, Selasa (6/11/2018) kutip Detik.com

Salah seorang Kuasa Hukum HRS, Damai Hari Lubis, menegaskan kepada hidayatullah.com bahwa Kapitra sudah bukan kuasa hukum HRS lagi.

Sumber : Hidayatullah.com

Wanita Kristen Pakistan Penista Nabi Diterbangkan dari Penjara

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Wanita Kristen Pakistan, Aasia Bibi, yang menghabiskan delapan tahun hukuman mati karena penistaan agama, telah diterbangkan dari penjara, kata pengacaranya.

“Dia telah dibebaskan. Saya telah diberitahu bahwa dia ada di pesawat tetapi tidak ada yang tahu di mana dia akan mendarat,” kata pengacaranya Saif-ul-Malook dalam sebuah pesan kepada kantor berita AFP, Rabu (7/11/2018).

Bibi, 53 tahun, diterbangkan pada Rabu malam ke sebuah fasilitas di ibukota, Islamabad, dari sebuah lokasi yang dirahasiakan karena alasan keamanan, dua pejabat senior pemerintah mengatakan kepada Associated Press.

Pekan lalu, Mahkamah Agung Pakistan membatalkan hukuman Bibi dan memerintahkan pembebasannya, tetapi dia tetap dipenjara karena pemerintah setuju untuk mengizinkan peninjauan setelah protes dari kelompok sayap kanan atas kasus penistaan Nabi Saw.

Sebuah perintah pembebasan tiba hari Rabu di penjara di pusat kota Multan, tempat Bibi ditahan, kata seorang pejabat penjara kepada AFP.

Baca juga: 

Suaminya, Ashiq Masih, telah meminta Inggris atau Amerika Serikat untuk memberikan suaka keluarga, sementara Malook melarikan diri ke Belanda.

Pembebasan Bibi memicu protes besar-besaran oleh partai-partai sayap kanan, terutama Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), di negara mayoritas Muslim.

Ribuan orang memenuhi jalan setelah pengadilan membatalkan hukuman Bibi pekan lalu, yang menyebabkan pemerintah Perdana Menteri Imran Khan menandatangani kesepakatan kontroversial dengan TLP.

Penghujatan adalah tuduhan keras di Pakistan yang mayoritas Muslim, di mana bahkan tuduhan yang tidak berdasar atas penghinaan terhadap Islam dapat mengakibatkan kematian di tangan massa setempat.

Sedikitnya 74 orang telah tewas ditangan massa dalam kekerasan tersebut sejak 1990, menurut laporan Al Jazeera.