Berita Terkini

Erdogan Sampaikan Belasungkawa kepada Rakyat Indonesia

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Ahad (23/12/2018) menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas tsunami mematikan yang melanda Indonesia pada Sabtu malam.

“Atas nama rakyat Turki saya dengan ini menyatakan belasungkawa kami kepada semua rakyat Indonesia,” kata Erdogan saat pertemuan Majelis Umum Keuangan 2018 Dewan Hubungan Ekonomi Asing (DEIK) di Istanbul.

Sedikitnya 222 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka ketika tsunami – yang kemungkinan dipicu oleh letusan gunung berapi – melanda Selat Sunda di Indonesia pada Sabtu malam, menurut badan bencana nasional negara itu.

Korban tewas mungkin masih meningkat karena tidak semua daerah yang terkena dampak telah diperiksa, Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, mengatakan dalam sebuah tweet.

Baca juga:

Indonesia terletak di dalam “Cincin Api” Samudra Pasifik di mana lempeng tektonik bertabrakan sehingga sering menyebabkan aktivitas seismik dan vulkanik.

September lalu, gempa berkekuatan 7,4 melanda Pulau Sulawesi, yang memicu tsunami di kota-kota Donggala dan Palu yang menjulang setinggi 10 kaki (3 meter), menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi berkekuatan 9,1 melanda pantai timur Sumatra, memicu tsunami yang menewaskan sekitar 230.000 orang saat merobek pantai Sri Lanka, India, Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

Mardani Ali Bicara DPT dan Pendiskreditan Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam) – Rumah Madani Indonesia menggelar diskusi publik dengan tema “Peran KPU dalam menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di kawasan Jakarta Timur, Ahad (23/12/2018).

Hadir dalam acara mantan komisioner KPU, Chusnul Mariyah, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, dan beberapa narasumber lainnya.

Mardani Ali mengatakan, saat ini masih banyak terjadi potensi kecurangan dalam DPT. Dan ia menilai, pada saat ini pemerintah cendrung tidak memihak umat Islam.

Sementara itu, ia juga mengomentari beberapa kasus yang saat ini menerpa umat Islam. “Seperti peraturan menteri dalam negeri yang mengatur jilbab, dan lain-lain,” katanya disela-sela acara.

Lebih dari itu, ia mengimbau kepada umat Islam untuk tetap kritis menghadapi isu yang “dipertontonkan” pemerintah saat ini.

Reporter: Firdaus

Hingga 16:00, Korban Tsunami Banten Capai 222 Orang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, korban meninggal dunia akibat tsunami di Banten bertambah menjadi 222 orang.

“Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12/2018) pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang,” kata Sutopo dalam keterangan persnya, Minggu sore dilansir Kompas.

Ia menjelaskan, kerusakan material meliputi 556 unit rumah, 9 unit hotel, 60 warung kuliner, dan 350 kapal dan perahu rusak. Sutopo memastikan tidak ada korban warga negara asing.

“Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus,” kata dia.

Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi. Selain itu pendataan juga masih terus dilakukan.

Adapun rinciannya di Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang.

Kerusakan fisik meliputi 446 rumah, 9 hotel, 60 warung, 350 unit kapal dan perahu, dan 73 kendaraan rusak. Daerah yang terdampak di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

“Banyak korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami,” kata dia.

Korban di Kabupaten Serang tercatat 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. Di Kabupaten Tanggamus terdapat 1 orang meninggal dunia.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang yang menerjang sejumlah wilayah di kawasan sekitar Selat Sunda itu merupakan tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memaparkan ada dua kemungkinan pemicu gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda.

Kedua peristiwa itu adalah, aktivitas erupsi anak gunung Krakatau dan gelombang tinggi akibat faktor cuaca di perairan Selat Sunda.

Rahmat memaparkan, jika dipicu erupsi anak Gunung Krakatau, gelombang tsunami sekitar 90 sentimeter. Namun, dengan adanya gelombang tinggi akibat faktor cuaca, arus gelombang tsunami bisa bertambah lebih dari dua meter.

“Karena digabung, menimbulkan tinggi tsunami yang signifikan dan menimbulkan korban dan kerusakan yang luar biasa,” kata Rahmat dalam konferensi pers di gedung BMKG, Jakarta, Minggu.

“Kalau hanya tsunami saja hanya 90 sentimeter hampir dipastikan tidak masuk ke daratan. Tapi karena juga sebelumnya BMKG telah mengeluarkan warning gelombang tinggi, menambah tinggi tsunami,” lanjut Rahmat.

Family Gathering PLN di Tanjung Lesung Banten Berakhir Duka

SERANG (Jurnalislam.com) – Family Gathering atau acara kumpul keluarga karyawa  PT PLN di Tanjung Lesung, Bantrn, Sabtu (22/12/18) memakan korban, akibat musibah tsunami dari fenomena pasangnya air laut.

Data yang diperoleh hingga hari ini Ahad pukul 11.00 WIB, 14 karyawan PLN tewas, sementara korban selamat 157 orang dan 89 lainnya belum diketahui.

PLN mengirimkan 36 ambulans ke lokasi bencana, dan terus melakukan upaya evakuasi, pendataan serta pencarian korban tsunami di Tanjung Lesung Banten.

“Kami terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban, kami mohon doanya agar seluruh korban bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat” ungkap I Made Suprateka Kepala Satuan Komunikasi. Corporate PT PLN (Persero) dalam keterangan resminya, Ahad (23/12/18).

Diketahui, Family Gathering dihadiri oleh 260 karyawan PT PLN dari Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat. Selain itu, salah satu grup band nasional Seventeen yang meramaikan acara family gathering PLN pun menjadi korban, posisi panggung konser mereka yang membelakangi laut membuat membuat mereka sulit untuk menyelamatkan diri saat tsunami terjadi. Akhirnya grup band ini pun harus kehilangan pemain bass M Awal Purbani dan Road Manager Oki Wijaya yang tewas akibat terjangan tsunami. Pun, Aa Jimmy artis lawak yang kerap tampil menyerupai Aa Gym yang hadir di acara family gathering ini tewas terseret tsunami.

Sumber: Tribunnews, CNBC Indonesia, Detik

Isi Liburan dengan Karantina Hafalan Qur’an untuk Buah Hati

BREBES (Jurnalislam.com) – Mengisi liburan sekolah, biasanya digunakan oleh para pelajar untuk bertamasya. Bahkan, tidak sedikit pelajar yang menyia-nyiakan waktu dengan bermain gadget atau bermalas-malasan.

Itulah yang melatar belakangi Fajri Muslim (27), seorang ustaz di Brebes untuk menggelar program liburan sekolah dengan menghafal Alquran.

Fajri membuka Karantina Tahfidz Liburan Sekolah (KTLS) selama 5 hari, sejak 18 hingga 22 Desember 2018 di Asrama Rumah Qur’an Wanita Islam di Jalan Prof. M. Yamin RT. 01, RW 14, Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes.

Selama lima hari itu, sedikitnya 34 santriwati yang merupakan pelajar usia 9 hingga 16 tahun ini ‘mondok’ dan tidak boleh pulang. Mereka diajari metode MASTER (Membaca Alquran Semudah Tersenyum). Untuk musim liburan kali ini, dalam program ini siswa diajarkan menghafal surat Ar-Rahman.

“Menghafal surat Ar-Rahman yang berjumlah 78 ayat beserta arti terjemahan dan nomer ayatnya,” tutur Ustadz Fajri.

Menurut Pria kelahiran Negla, Losari ini, dipilihnya surat Ar-Rahman agar siswa lebih bisa bersyukur atas nikmat Allah SWT. “Dari Surat Ar-Rahman kita banyak belajar tentang hakikat Bersyukur dan mengingat betapa banyak nikmat Allah yang sering kita lupakan,” bebernya.

Tak hanya itu, setelah mereka siswa diwisuda pada 22 Desember 2018, ustadz yang mengantongi sertifikat berbagai metode menghafal Alquran ini membentuk sebuah group alumni KTLS.

“Kelanjutan dari karantina, yaitu para siswa dan siswi dimasukan grup WA alumni. Ini sebagai media pembimbing agar tetap mencintai Alquran dan diarahkan untuk mengikuti pendidikan Alquran. Seperti masuk Rumah Qur’an atau Bimbel Qur’an yg diadakan oleh penyelenggara karantina,” papar Fajri.

Dalam kegiatan itu, peserta yang semuanya pelajar perempuan itu membayar biaya karantina sebanyak Rp 250.000. Termasuk makan, tidur dan segala fasilitas hingga akhirnya keluar karantina bisa hafal dan tahu artinya.

Salah satu peserta KTLS, Aldilla Syifa Nur Islami (11) warga Kelurahan Pasarbatang yang duduk di bangku kelas 6 SD mengaku senang bisa mengikuti masa karantina. “Senang bisa ketemu teman baru, menghafal surat Ar-Rahman, dan tahu makna dan arti dari surat itu,” jelasnya.

Aldilla yang mengikuti karantina atas kemauan sendiri itu mengaku, waktu lima hari dirasakan kurang. “Kurang, karena saya belum menghafal surat Al-Wakiah,” tuturnya.

Sementara itu, orang tua Aldilla, Joelita Pramudyanti merasa bangga dan terharu anaknya bisa menghafal dan memperdalam Alquran. Dia mengaku dapat informasi adanya KTLS dari Rumah Qur’an tempat anaknya mengaji.

Joelita juga tak membebani anaknya untuk turut serta kegiatan itu. “Saya tidak memaksa, saya juga ikhlas melepas anak saya dikarantina untuk memperdalam bacaan Alquran agar lebih tahu arti dan maknanya,” jelasnya.

Kebanggan terhadap anak bertambah, karena buah hatinya itu mendapat sebuah predikat. “Alhamdulillah, anak saya dapat prestasi santri paling bersemangat. Saya ucapkan terima kasih pada ustadzah dan ustad yang sudah memberi ilmu yang bermanfaat untuk anak saya,” tandasnya.

Sumber : kumparan.com

Forum Me-DAN Ajak Masyarakat Terlibat Bantu Muslim Uighur

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Solidaritas dan kepedulian atas dugaan diskriminasi terhadap Muslim Uighur di Xinjiang Cina, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Forum Me-DAN) Indonesia serukan dukungan moril dan dana untuk

Sekjen Forum Me-DAN  Sunaryo, SE, SKep, MPd menegaskan bahwa tindakan diskriminatif pemerintah RRC dengan menyiksa dan memenjarakan Muslim Uighur ke camp konsentrasi adalah bentuk perampasan kemerdekaan dan penjajahan yang harus dihapuskan.

“Sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia, kita harus peduli dan Negara harus punya peran aktif dalam mewujudkan perdamaian dan penegakan HAM kepada Muslim Uighur” paparnya.

Bahkan, lanjut Sunaryo, Seluruh umat Islam dan ormas-ormas Islam  harus memberikan dukungan moril dan penggalangan dana untuk membantu Muslim Uighur.

“Forum MeDan menentang kezaliman dan tindakan yang bertentangan dengan kemanusiaan dalam bentuk apapun,” tegas Sunaryo.

“Kami mendesak agar pemerintah RRC segera menghentikan kejahatan kemanusiaan ini. Dan, pemerintah RI dan negara-negara Muslim mengambil kebijakan diplomatik guna mewujudkan perdamaian bagi saudara kita etnis Muslim Uighur” pungkasnya.

Contributor : Jaki

BPJH Jamin Sertifikasi Halal Tak Beratkan UMKM

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) masih dalam proses penyelesaian Peraturan Pemerintah (PP) Tentang Undang-undang Jaminan Produk Halal.

Kepala BPJPH Sukoso mengatakan dalam PP tersebut nantinya dipastikan biaya sertifikasi halal tidak akan memberatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meski belum bisa menyebutkan berapa tarif sertifikasi halal untuk perusahaan besar atau UMKM, Sukoso menegaskan usulan yang sudah dimasukkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak besar. “Usulan kita ke Kemenkeu jauh lebih murah dibandingkan Malaysia,” kata Sukoso di Plaza Timor, Jakarta, Jumat (21/12).

Dia menjelaskan, untuk UMKM nantinya harga sertifikasi halal menjadi 10 persen dari biaya normal perusahaan besar. Dengan begitu, biaya sertifikasi halal untuk UMKM tidak terlalu besar.

Kepala Pusat registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Siti Aminah menambahkan persentase tersebut juga akan berbeda untuk masing-masing golongan barang. “Ada produk yang berisiko tinggi dan yang rendah, tentu kita terapkan berbeda,” ujar Aminah.

Hanya saja, subsidi untuk biaya sertifikasi halal tidak mungkin dilakukan dengan subsidi pemerintah. Namun, kata Aminah, subsidi silang masih bisa dilakukan dari biaya sertifkasi perusahaan besar.

Sumber : republika.co.id

 

Kadin Dorong Ekspor Produk Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Komite Tetap Timur Tengah (KT3) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendorong untuk terjadinya kepemilikan ekspor halal.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kepahaman antara Kadin KT3 dan OKI dengan Badan penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) hari ini (21/12).

“Kita ini memang sudah harus meningkatkan kepemilikan ekspor halal, terutama ke timur tengah,” kata Ketua Kadin KT3-OKI Fachry Thaib di Plaza Timor, Jakarta, Jumat (21/12).

Dia menjelaskan keharusan Indonesia harus memiliki sertifikat halal tidak bisa dianggap remeh, terutama produk ekspor ke negara timur tengah dan OKI. Fachry menegaskan negara OKI akan menetapkan barang impor yang memiliki sertifikasi halal.

Fachry menganggap hal tersebut saat ini belum diperhatikan oleh pemerintah sehingga sertifikasi halal perlu dilakukan. “Tapi apakah pemerintah peduli atau nggak, itu belum tentu,” ujar Fachry.

Untuk itu, dia memastikan Kadin KT3-OKI mendukung BPJPH dalam merngimplementasikan Undang-undang Jaminan Produk Halal Nomor 33 Tahun 2014. Dukungan tersebut, kata Fachry, baik secara domestik ataupun kepentingan ekspor produk halal

Dia menilai paling tidak jika saat ini Indonesia sudah memperhatikan sertifikasi halal, paling tidak bisa untuk menghadapi jika nantinya seluruh negara timur tengah sudah menerapkan aturan tersebut. “Sertifikat halal itu juga di industrinya. bukan hanya produknya. Misalnya, saya punya produk permen, masa harus pergi minta sertifikasi halal ke Malaysia biar bisa ekspor,” jelas Fachry.

Sumber: republika.co.id

 

Setelah Keluar dari Suriah, AS juga akan Tarik 7.000 Pasukannya dari Afghanistan

 

KABUL (Jurnalislam.com) – Para pejabat Afghanistan pada hari Jumat (21/12/2018) mengecilkan konsekuensi  buruk melalui pendapatnya atas penarikan sekitar 7.000 tentara Amerika dari negara itu.

Pendapat ini muncul setelah Wall Street Journal mengatakan dalam sebuah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana menarik pasukan Amerika dari Afghanistan.

Jurnal melaporkan bahwa lebih dari 7.000 pasukan Amerika akan ditarik dari Afghanistan, yaitu sekitar setengah jumlah pasukan AS yang hadir di negara itu.

Chakhansuri mengatakan sebagian besar pasukan AS – yang kemungkinan akan ditarik dari Afghanistan – terlibat dalam misi pelatihan dan memberi saran/masukan bagi pasukan Afghanistan.

Baca juga: 

Selain itu, Fazel Fazly, penasihat utama untuk presiden Afghanistan, mengatakan pertempuran di garis depan dan keamanan seluruh bangsa telah dilakukan oleh pasukan Afghanistan selama empat tahun terakhir.

Dia mengatakan bahwa meskipun perang yang hebat berkobar di negara itu, angkatan bersenjata dan udara Afghanistan semakin menguat dari hari ke hari, meski kenyatannya banyak wilayah yang dikuasai oleh pihak Taliban.

Meski Tidak Setujui Semua, Begini Kompromi Rusia dan Turki Mengenai Konflik Suriah

MOSKOW  (Jurnalislam.com) – Moskow dan Ankara telah mampu mencapai kompromi untuk menyelesaikan krisis Suriah meskipun ada beberapa masalah, kata presiden Rusia pada hari Kamis (20/12/2018).

Berbicara selama konferensi pers akhir tahun rutin, yang mengumpulkan lebih dari 2.000 wartawan di aula kongres Pusat Perdagangan Internasional Moskow, Vladimir Putin mengatakan: “Meskipun kami tidak menyetujui semua hal, kami dapat berkompromi [mengenai krisis Suriah].

“Kami melihat bahwa mitra Turki kami mencapai kompromi dengan kami untuk kebaikan situasi di Suriah, untuk kebaikan melawan terorisme dan untuk kepentingan memperkuat hubungan kami.”

Iran, Rusia, dan Turki pada hari Selasa menyerahkan daftar calon anggota komite untuk merevisi konstitusi Suriah kepada PBB.

Baca juga: 

Komite tersebut akan dibentuk pada akhir 2018 atau awal 2019 dan akan memberikan dorongan baru bagi proses perdamaian, katanya.

Namun, Putin mengecam Utusan PBB Staffan de Mistura yang bersikap “tunggu-dan-lihat” dalam membentuk komite konstitusi, dan mengatakannya, “sulit dimengerti.”

Suriah telah dikunci dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menindak aksi unjuk rasa  dengan keganasan militer yang tak terduga.

Para pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang tewas dalam konflik itu, namun para pejabat rezim Suriah mengatakan jumlah korban jiwa mendekati 10.000.