Ustadz Bachtiar Nasir : JITU Adalah Organisasi Jurnalis Muslim yang Punya Kode Etik

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir meminta Jurnalis Islam Bersatu (JITU) untuk terus mengembangkan diri menjadi organisasi jurnalis Muslim profesional ketimbang sibuk merespons fitnah.

“JITU ini diuji oleh Allah karena Allah melihat JITU sudah siap naik tahapan. Ini tanda-tanda JITU ingin dibesarkan Allah,” ungkap da’i yang akrab disapa UBN ini di Gedung AQL, Jakarta, Senin (5/3/2018) malam.

UBN mengutip Firman Allah dalam surat Al- Ankabut ayat dua yang berbunyi: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”

“Apakah JITU mengaku beriman sedang ia tidak diuji lagi?” ungkap UBN.

UBN mengatakan bahwa mungkin saja personal JITU secara pribadi sudah banyak mendapat ujian. Namun JITU secara organisasi baru kini diuji Allah sebagai suatu kesatuan.

“Dalam menghadapi ini, JITU harus menyadari ini takdir Allah. Jangan sibuk ke lain hal, tapi fokus lakukan hal-hal yang bermanfaat ke depannya,” pintanya.

Menurut UBN, JITU adalah organisasi jurnalis Muslim yang memiliki kode etik. Karena itu, JITU harus terus mensosialisasikan Kode Etik organisasi Jurnalis Muslim yang didirikan sejak tahun 2012 itu.

“JITU punya kode etik untuk menghindari pemberitaan hoax dan tidak boleh menerima amplop dari narasumber, ini saya kira harus digaungkan lagi dan bahkan harus jadi panduan jurnalis Muslim lainnya, bukan hanya di JITU,” harapnya.

Kode etik ini, sebut UBN, juga bisa diberitahukan kepada Ulama atau tokoh sehingga mengedukasi masyarakat dalam bersosial media.

Kode Etik JITU sendiri sudah melalui proses konsultasi dan masukan oleh pakar fiqh Dr. Zein An-najah yang meraih gelar doktor dari Universitas Al-Azhar, Mesir.

“JITU juga bisa menjadi komando untuk berperang melawan hoax tanpa mengenyampingkan sikap kritis,” tukasnya.

Sebelumnya, Website resmi JITU dibajak oleh pihak tak bertanggungjawab dengan mengganti tampilan situs dengan wajah seorang tokoh politik.

Dari situ, sebuah akun twitter lalu me-screenshoot tampilan bajakan tersebut untuk memfitnah JITU dibiayai tokoh tertentu. Hal ini lalu disebarluaskan oleh akun-akun yang tidak bertanggungjawab lainnya.

Sebelum kejadian, akun Facebook Ketua Umum JITU Periode 2015-2018 Agus Abdullah juga dibajak untuk mengambil sejumlah dokumen, termasuk KTP.

Tanpa sepengetahuan sang pemilik, akun tersebut melakukan percakapan dengan orang-orang yang tidak dikenal, termasuk lawan jenis.

Bahkan akun WhatsApp yang bersangkutan diganti dengan sebuah nomor dari luar negeri.

Reporter : Kayyis | Islamic News Agency

Siap Hadapi Rusia dan Rezim, Pejuang Suriah Tolak untuk Pergi dari Ghouta Timur

GHOUTA (Jurnalislam.com) – Pejuang Suriah di Ghouta Timur “menolak untuk tinggalkan Ghouta” dan telah menegaskan kembali bahwa mereka akan mempertahankan wilayah tersebut, dengan mengatakan bahwa penarikan mundur yang diusulkan oleh Rusia bukanlah suatu tawaran serius, seorang juru bicara salah satu kelompok oposisi bersenjata di wilayah tersebut mengatakan kepada Al Jazeera.

Wael Olwan, dari Failaq al-Rahman (Legiun Rahman), sebuah kelompok bersenjata utama yang terkait dengan the Free Syrian Army di Ghouta Timur, mengatakan pada hari Rabu (07/03/2018) bahwa Moskow berkeras menggunakan eskalasi militer sebagai sarana untuk menyebabkan “perpindahan (pengungsian) massal.”

“Kebrutalan Rusia menyebabkan perpindahan (pengungsian) massal adalah kejahatan perang yang tidak bisa diabaikan,” katanya.

Rezim Assad Tidak Mampu Rebut Sejengkal Tanah Pun dari Faksi Jihad Ghouta Timur

Sebelumnya pada hari Rabu, Reuters News Agency melaporkan bahwa seorang juru bicara militer untuk sebuah kelompok oposisi yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima negosiasi yang diajukan oleh Rusia.

“Tidak ada negosiasi mengenai masalah ini,” Hamza Birqdar mengatakan kepada Reuters dalam sebuah pesan teks, mengacu pada tawaran Rusia untuk membiarkan oposisi dan keluarga mereka keluar dengan selamat dari Ghouta Timur yang dikepung.

“Fraksi jihad Ghouta dan pejuang mereka dan rakyatnya menguasai tanah mereka dan akan mempertahankannya,” Birqdar menambahkan.

Korban Tewas di Ghouta Akibat Serangan Brutal Rezim Assad dan Rusia Capai 800 Orang

Sementara itu, rezim Syiah Assad mengatakan akan mengirim bala bantuan, termasuk 700 milisi, untuk bergabung dalam pertempuran melawan kelompok oposisi demi mengalahkan mereka di kubu besar terakhir mereka, kata the Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) pada hari Rabu.

Daerah pinggiran Damaskus telah berada di bawah kontrol Oposisi sejak pertengahan 2013. Tak lama kemudian, Presiden rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad memberlakukan pengepungan dan blockade di wilayah tersebut, yang menampung sekitar 400.000 orang.

Selama bertahun-tahun, dan setelah beberapa operasi pengeboman yang dipimpin rezim untuk mengusir kelompok oposisi bersenjata, penduduk daerah kantong tersebut menderita krisis kemanusiaan yang sekarang semakin memburuk.

Sejak 18 Februari, pesawat tempur rezim assad yang didukung agresor Rusia mengintensifkan pemboman mereka terhadap pemukiman Ghouta Timur, menewaskan sedikitnya 770 warga sipil sampai saat ini, menurut SOHR.

SOHR baru-baru ini menjuluki serangan tersebut sebagai “serangan paling berdarah” yang belum pernah dialami negara tersebut dalam enam tahun konfliknya. Pejabat kesehatan di daerah yang dikepung mengatakan pasukan rezim Syiah Suriah menggunakan gas klorin dalam operasi pengeboman udara terakhir mereka.

Hingga Kemarin Rezim Syiah Assad Tetap Bantai Warga Sipil Ghouta, 38 Tewas

Sebuah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyerukan gencatan senjata 30 hari serta gencatan senjata yang disponsori Rusia gagal mengevakuasi penduduk yang terjebak juga gagal mendistribusikan arus bantuan kemanusian yang sangat dibutuhkan termasuk makanan dan obat-obatan karena serangan rezim Assad.

Serangan darat yang diluncurkan oleh pasukan rezim Assad untuk menembus ke daerah kantong terbukti tidak berhasil sejauh ini, walaupun tentara Suriah terus memerangi pejuang Ghouta dari berbagai sisi.

Klaim bahwa pasukan rezim Suriah dan sekutu pro-pemerintah telah menguasai lebih dari sepertiga wilayah kantong tersebut digambarkan sebagai “tidak akurat” oleh para aktivis di lapangan.

Konfrontasi yang sedang berlangsung telah menyebabkan banyak orang yang tinggal di pinggiran untuk pindah ke Douma, salah satu kota terbesar di Ghouta Timur, yang berada di tengah daerah kantong.

Di antara kota-kota kecil di pinggiran daerah kantong adalah Misraba dan Al-Shifoniyah – yang ditargetkan terutama karena dekatan dengan pertempuran.

WHO: Konvoi Bantuan Obat-obatan dan Peralatan Medis ke Ghouta Disita Rezim Assad

Ali Al Khouli, seorang jurnalis independen yang berbasis di Misraba, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sedikitnya 1.000 keluarga telah pergi ke Douma sejak hari Selasa.

“Sekitar 5.000 orang telah pergi kemarin, dan hari ini,” katanya pada hari Rabu pagi dari kota yang menampung sekitar 7.000 keluarga.

Menurut Khouli, dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 keluarga mengungsi karena mereka datang untuk mencari perlindungan di Misraba dari desa-desa terdekat lainnya di daerah kantong tersebut.

Operasi pemboman rezim Nushairiyah Suriah “tanpa henti” di Ghouta Timur dan di Misraba khususnya, telah “sepenuhnya” merusak sebagian besar bangunan dan infrastruktur kota tersebut, kata Khouli.

“Penduduk takut,” katanya, “Mereka tidak ingin tentara rezim mencapai rumah mereka dan membunuh mereka serta keluarga mereka,” kata Khouli.

“Begitu banyak yang memutuskan untuk pergi, terutama mereka yang tinggal di lahan pertanian yang relatif terbuka, tidak hanya ke Douma tapi ke kota-kota pusat lainnya seperti Harasta,” jelasnya,

“Setiap jam, sedikitnya lima serangan udara akan menggempur daerah itu.”

Pembukaan kembali operasi udara pada hari Selasa terjadi tak lama setelah sebuah konvoi bantuan tidak dapat menurunkan persediaan kepada penduduk yang terjebak di dalam kantong tersebut, setelah berhasil melewati sebuah pos pemeriksaan yang dikendalikan rezim untuk pertama kalinya dalam waktu hampir sebulan.

Para pekerja bantuan mengatakan bahwa tentara rezim Syiah Suriah menyita banyak pasokan di truk, memblokir pengiriman sekitar 70 persen pasokan medis.

Serang Pengungsi dengan Bom, Pengadilan Jerman Jebloskan 8 Anggota Anti Islam ke Penjara

JERMAN (Jurnalislam.com) – Pengadilan Jerman menjatuhkan hukuman 4 hingga 10 tahun di penjara terhadap tujuh pria dan satu wanita pada hari Rabu (7/3/2018) karena mendirikan kelompok “teroris” far-right yang bertanggung jawab atas percobaan pembunuhan dan serangan bom ke tempat penampungan pengungsi dan politisi, lansir Anadolu Agency.

Jaksa menuduh kelompok tersebut digerakkan oleh pandangan xenophobia, pandangan sayap kanan dan ideologi Nazi dan ingin menciptakan iklim ketakutan yang akan mengusir orang asing.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, sedikitnya 33 Muslim terluka dalam serangan tersebut, termasuk serangan terhadap wanita Muslim yang mengenakan jilbab.

950 Serangan Terhadap Kaum Muslim dan Masjid, Begini Islamophobia di Jerman dan Spanyol

Mereka yang dihukum tersebut adalah anggota Kelompok Freital, yang diberi nama sama dengan basis mereka di negara bagian Sachsen (Saxony), sebuah benteng pendukung sayap kanan untuk the Alternative for Germany (AfD), yang memenangkan suara terbanyak di sana dalam pemilihan federal bulan September.

Setelah menjalani persidangan selama satu tahun, pengadilan tinggi Dresden menjatuhkan hukuman antara 5 hingga 10 tahun di balik jeruji besi bagi tujuh anggota kelompok tersebut. Seorang anggota lainnya mendapat hukuman singkat yaitu empat tahun, kata seorang jurubicara.

Beberapa terdakwa muncul di pengadilan menutupi wajah mereka dengan hoodies selama persidangan.

Dakwaan terhadap mereka termasuk menjadi anggota organisasi “teroris”, percobaan pembunuhan, menyiapkan bahan peledak, menyakiti fisik orang lain, usaha menyakiti fisik orang lain, dan merusak properti.

Intelijen Jerman Peringatkan Ancaman Teror Bagi Warga Turki di Negerinya

Dalam salah satu serangan yang dikutip oleh jaksa, tersangka meledakkan bahan peledak di sebelah jendela di tempat penampungan pengungsi, padahal mengetahui ada orang di dalamnya. Seorang warga menderita luka tapi jaksa berpendapat bahwa beruntung tidak ada yang terluka parah atau bahkan terbunuh.

Para tersangka juga memicu peledak pada sebuah mobil milik politisi lokal dari Partai Kiri.

Jaksa mengatakan kelompok tersebut menargetkan para pengungsi, pekerja bantuan, dan politisi sayap kiri dan memperoleh sejumlah besar bahan peledak dari Republik Ceko yang dianggap ilegal di Jerman.

Sekitar satu juta pengungsi tiba di Jerman pada tahun 2015 saja, banyak dari mereka melarikan diri dari perang di Suriah.

Ada 950 serangan yang dilaporkan terjadi terhadap Muslim dan masjid di negara tersebut pada 2017, menurut data pemerintah baru.

Kunjungan Pangeran Saudi Didemo Warga London

LONDON (Jurnalislam.com) – Protes meletus di London, saat Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman memulai kunjungannya ke Inggris bertemu dengan Theresa May, perdana menteri Inggris, lansir Aljazeera Rabu (7/3/2018).

Ratusan demonstran berdiri di Downing Street, memegangi spanduk bertuliskan “Hands off Yemen” dan “No more profits from bin Salman’s wars” di luar kantor PM Inggris.

Koalisi Arab: Syiah Houthi Targetkan Arab Saudi dengan 95 Rudal Balistik

Menurut Downing Street, pertemuan antara Mohammad bin Salman, berusia 32 tahun, yang lebih dikenal dengan MBS, dan May akan membahas tantangan internasional, seperti terorisme, ekstremisme, konflik dan krisis kemanusiaan di Yaman dan isu-isu regional lainnya seperti Irak. dan Suriah.

Arab Saudi saat ini memimpin sebuah koalisi militer didukung AS yang memerangi pemberontak Syiah Houthi di Yaman.

UEA Bentuk Pasukan Kesukuan untuk Perangi Pemerintah Yaman

Arab Saudi dan UEA telah mempertahankan blokade makanan dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan di daerah yang dikuasai pemberontak Syiah Houthi di Yaman, mengakibatkan wabah kolera dan kelaparan semakin melebar.

Qatar Tandatangani Kesepakatan Militer dengan NATO

ANKARA (Jurnalislam.com) – NATO dan Qatar pada hari Rabu (7/3/2018) menandatangani sebuah perjanjian militer yang akan memungkinkan pasukan dan personil NATO untuk masuk dan transit di negara tersebut dan menggunakan pangkalan udara di sana, menurut sebuah pernyataan tertulis dari NATO, lansir Anadolu Agency.

Berharap Krisis Qatar dapat Diselesaikan, Dewan Kerjasama Negara Teluk Libatkan Trump

Kesepakatan tersebut terjadi saat Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menerima Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di markas besar NATO di Brussels dan kedua pemimpin tersebut membahas situasi keamanan di kawasan Teluk dan kemitraan antara NATO dan Qatar, kata pernyataan tersebut.

Pernyataan itu mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan memungkinkan pasukan NATO dan personil untuk menggunakan Pangkalan Udara Al-Udeid Qatar.

Begini Kata Sekjen NATO atas Operasi Militer Turki di Suriah

“Ini akan memfasilitasi misi dan operasi NATO di wilayah tersebut, termasuk the Resolute Support Mission di Afghanistan,” kata pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa pasukan NATO dan Qatar telah beroperasi secara berdampingan di Libya dan bersama-sama mengatasi tantangan pembajakan di lepas pantai Somalia.

Situasi Kemanusian Semakin Mengerikan di Ghouta, White Helmets Minta Bantuan PBB

ANKARA (Jurnalislam.com) – Badan pertahanan sipil The White Helmets telah meminta PBB mengambil “langkah-langkah yang diperlukan” untuk meredakan situasi kemanusiaan yang mengerikan di distrik Ghouta Timur yang dikepung rezim Suriah.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (7/3/2018), agensi tersebut mengatakan bahwa serangan oleh rezim Assad masih berlangsung meski baru-baru ini mengadopsi Resolusi 2401 Dewan Keamanan PBB, yang menyerukan gencatan senjata 30 hari.

White Helmets: 200 Lebih Warga Sipil Ghouta Timur Dibantai Rezim Assad

The White Helmets melanjutkan dengan mengatakan bahwa 30 warga sipil telah terluka dalam serangan gas klorin pada hari Selasa, yang dilaporkan terjadi sesaat setelah konvoi bantuan PBB memasuki daerah tersebut.

Konvoi tersebut tidak dapat mendistribusikan pasokan medis yang menyelamatkan nyawa akibat serangan tersebut, kata agensi tersebut, menambahkan bahwa 42 warga sipil telah tewas pada hari yang sama dalam serangan terpisah oleh rezim Syiah Nushairiyah.

Hancurkan Masjid, Klinik, Pasar dan Sekolah, Pasukan Dukungan AS Lakukan Pelanggaran HAM

“Sejak 19 Februari, lebih dari 661 warga sipil terbunuh – dan 2.373 lainnya terluka – di Ghouta Timur,” baca pernyataan tersebut.

PBB pada hari Selasa mengumumkan bahwa pihaknya tidak dapat menurunkan muatan 14 dari 46 truk yang mengangkut bantuan ke Ghouta Timur karena meningkatnya kekerasan.

Penduduk Ghouta Timur “telah bertahan berbulan-bulan tanpa akses ke bantuan kemanusiaan,” Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Pasokan kakanan sangat kurang atau harganya mahal. Tingkat malnutrisi akut meningkat,” tambah Laerke.

Sevagai rumah bagi sekitar 400.000 orang, Ghouta Timur, pinggiran kota Damaskus, tetap berada di bawah pengepungan rezim Syiah Assad yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Dalam delapan bulan terakhir, pasukan rezim telah meningkatkan pengepungan, sehingga hampir tidak mungkin makanan atau obat masuk ke distrik tersebut.

Hancurkan Masjid, Klinik, Pasar dan Sekolah, Pasukan Dukungan AS Lakukan Pelanggaran HAM

SURIAH (Jurnalislam.com) – Penyelidik PBB melaporkan the Syrian Democratic Force (SDF), bersama dengan pihak-pihak yang bertikai lainnya, melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan serangan terhadap warga sipil di Suriah sebagai kejahatan perang.

Laporan tersebut, yang dikeluarkan pada hari Selasa (6/3/2018) oleh Komisi Penyelidik PBB mengenai Suriah (the UN Commission of Inquiry on Syria) mencatat pelanggaran yang terjadi antara Juli 2017 dan Januari 2018, didasarkan pada lebih dari 500 wawancara.

“Di Suriah, Masjid, pusat pertahanan sipil, rumah, fasilitas medis, pasar, toko roti dan sekolah terus diserang secara reguler oleh pihak-pihak yang bertikai dengan bebas tanpa mendapat sanksi hukuman,” laporan tersebut menambahkan.

Turki Ancam Rezim Assad jika Bantu Milisi Dukungan AS di Afrin

Dalam laporan 37 halaman yang dikeluarkan oleh Komisi Penyelidik PBB di Suriah, SDF dituduh melakukan wajib militer anak-anak, termasuk anak perempuan dan anak-anak berusia 13 tahun, bertentangan dengan kehendak mereka. Laporan tersebut berbunyi:

“Sebagai bagian dari kampanye wajib militer di wilayah-wilayah yang berada di bawah kendalinya, SDF terus mewajibkan pria dan anak-anak untuk melakukan layanan wajib militer selama periode pelaporan.

Para pelaku wajib militer, termasuk anak-anak berusia di bawah 13 tahun, menerima pelatihan dasar sebelum dikirim ke lini depan yang aktif.

Pada bulan Juli 2017, dua anak laki-laki, berusia 15 dan 16, terdaftar di SDF di Tabaqah (Raqqah). Yang termuda kemudian mengalami cedera lengan dalam pertempuran.

924 Target Militer Teror Dukungan AS Dihancurkan Turki

Dalam kasus lain, seorang warga Raqqah bersama keluarganya yang melarikan diri dari kota tersebut pada pertengahan Juli 2017 dihentikan pada saat tiba di wilayah yang dikuasai oleh SDF dan diinterogasi oleh seorang anak laki-laki Kurdi yang berseragam.

Meski tidak banyak, anak perempuan juga direkrut; seorang gadis remaja direkrut oleh Pasukan SDF di Raqqah pada bulan Oktober 2017.

Protokol Opsional untuk Konvensi Hak-hak Anak (The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child) tentang keterlibatan anak-anak dalam konflik bersenjata, yang diadopsi oleh Republik Arab Suriah pada tahun 2003, tanpa syarat – menetapkan 18 tahun sebagai usia minimum untuk berpartisipasi langsung dalam pertempuran, perekrutan menjadi anggota kelompok bersenjata dan rekrutmen wajib ke angkatan bersenjata oleh pemerintah.”

SDF adalah aliansi pasukan Kurdi dan Arab yang didukung AS yang didominasi oleh kelompok bersenjata Kurdi Suriah YPG.

Pada bulan Januari, Kantor Urusan Publik untuk koalisi pimpinan AS di Suriah, mengatakan kepada Al Jazeera: “Apa yang dapat kami katakan kepada Anda adalah bahwa koalisi internasional diputuskan untuk melatih, membekali dan mendukung mitra SDF (Pasukan Demokratik Suriah) kami untuk mengalahkan IS selamanya.”

AS Bentuk 30.000 Pasukan Teror di Suriah, Erdogan: Tenggelamkan!

Juga pada bulan Januari, koalisi pimpinan AS telah mengumumkan bahwa mereka melatih sekitar 15.000 pasukan SDF untuk menjadi bagian dari kekuatan perbatasan 30.000 pasukan di utara negara tersebut.

YPG dianggap oleh Turki sebagai “kelompok teroris” yang memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK).

Tahun Politik dan Kepemimpinan Islam 2019

Oleh: Indra Martian P

(Direktur Masyarakat Islam Indonesia, Dosen STAI PTDII, Mahasiswa Program Doktoral Pemikiran Islam dan Ideologi Kontemporer Unisza Malaysia)

Tahun 2018 dimulainya tahun politik di Indonesia sedikitnya pada tahun ini 171 pemilihan kepala daerah akan menghiasai dinamika politik di Indonesia. Lima partai berbasis Islam (PKB, PKS, PPP, PAN, dan PBB) akan bersaing dengan 10 partai nasionalis. Persaingan merebut kepemimpinan daerah menjadi menarik karena tidak terjadinya koalisis partai Islam secara utuh maupun partai nasionalis secara utuh.

PPP dan PKB memilih bergabung dengan koalisis partai penguasa PDI-P, sedangkan Partai Gerinda lebih nyaman bersama koalisi partai Islam, PKS dan PAN.

Pemilihan kepala daerah menjadi penting untuk mengukur kekuatan pada pemilihan presiden tahun 2019 nanti. Sehingga memenangkan Pilkada terutama di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi focus utama partai-partai sekarang sebelum mereka kemudian berani mencalonkan presiden versi mereka. Namun wacana presiden Indonesia tahun 2019 sudah mulai bermunculan meskipun pemilihan pilkada belum di mulai.

Kepemimpinan dalam Islam

Kepemimpinan dalam Islam adalah sesuatu yang penting dan strategis sehingga harus diwujudkan dalam politik Islam. Dr.Mu’inudinillah Basri, Lc MA menjelaskan, mengangkat pemimpin muslim untuk menjalankan syari’at Islam hukumnya wajib, [1]berdasarkan Sabda Nabi :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا خَرَجَ ثَلَاثَةٌ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ»

Dari Abi Sa’id Al Khudri ra sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : jika tiga orang keluar safar maka hendaklah mengangkat Amir seorang dari mereka. HR Abu Dawud no : 2610

Allah swt menjadikan satu dari tujuan diturunkan Nabi Adam kedunia menjadi khalifah di bumi, sebagaimana Allah berfirman : “ dan ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat : sesungguhnya Aku menjadikan di bumi seorang khalifah” Al Imam Qurthubi menegaskan bahwa ayat ini sebagai landasan utama mengangkat seorang khalifah.

Pemimpin harus ada karena masyarakat tidak akan teratur hidupnya kecuali dengan pemimpin.

لَا يَصْلُحُ النَّاسُ فَوْضَى لَا سَرَاةَ لَهُمْ … وَلَا سَرَاةٌ إذَا جُهَّالُهُمْ سَادُوا

Manusia tidak baik hidup kacau tidak ada bagi mereka pemimpin. Dan tidaklah dikatakan pemimpin jika orang orang bodoh mereka yang memimpin.

Kepemimpinan dalam siyasah syar’iyah wajib, karena imam sebagaimana dikatakan imam Mawardi :

الْإِمَامَةُ مَوْضُوعَةٌ لِخِلَافَةِ النُّبُوَّةِ فِي حِرَاسَةِ الدِّينِ وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا، وَعَقْدُهَا لِمَنْ يَقُومُ بِهَا فِي الْأُمَّةِ وَاجِبٌ بِالْإِجْمَاعِ

Al imamah digariskan untuk mewakili kenabian dalam menjaga addin dan mengatur dunia, dan mengangkatnya bagi siapa yang menegakkannya di umat Islam wajib dengan ijma’ ulama.

Kriteria Kepemimpinan dalam Islam

Kepemimpinan Islam sendiri harus mampu memenuhi beberapa syarat, diantaranya seperti yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah : Kejujuran atau dapat dipercaya (amanah) kekuatan atau kecakapan (quwwah), berpengetahuan luas, bersikap adil dan saleh, dan mampu menjalin kerjasama[2].

Selain itu, Dr. Mu’inudinillah Basri, Lc MA menambahkan bahwa syarat seorang peimpin dan kepemimpinan Islam yang harusdi pilih :

  • Kafaah keilmuan dan professionalitas dalam kepemimpinan, tergambar dalam rahasia dipilihnya Thalut oleh Allah dalam firmannya :

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ

Sesungguhnya Allah telah memilihnya buat kalian dan telah memberikan dia kelebihan dalam ilmu dan fisik.QS l Baqarah ayat : 247

  • Keahlian, amanah, kuat, sangat menjaga tugasnya dengan baik, yaitu hifdzuddin dan siyasatun dunya biddin.( menjaga addin dan mengatur dunia dengan addin), hal itu diungkapkan dalam perkataan Yusuf as,

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ (55)

Dia Yusuf berkata : jadikanlah aku penjaga hasil bumi, sesungguhnya aku sangat menjaga sangat mengetahui. QS Yusuf Ayat : 55

Dan perkataan Putri Nabi Syu’aib ketika mengusulkan kepada orang tuanya agar Nabi Musa dipekerjakan karena beliau sangat kuat dan sangat terpercaya.

  • Sangat peduli terhadap ummat, peduli dengan nasib ummat, lemah lembut dengan ketegasan dalam hukum, dan sangat kuat memegang prinsip. Allah berfirman dalam sifat sifat mendasar Rasulullah dalam kepemipinan :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (128)

Telah datang kepada kalian seorang Rasul dari diri kalian, sangat berat atas beliau apa yang menyusahkan kalian, sangat perhatian atas kebaikan kalian, dan dengan kalian sangat lembut dan sayang. QS AT-Taubah 128.

  • Demokratis (bukan demokrasi) akomodatif.

Inilah kepemimpinan Rasul sangat terbuka terhadap masukan, kritikan, banyak melakukan syura, suka mendengarkan nasehat, tidak congkak, dan sombong. Inilah kepemimpinan para Khulafa’ Rasyidin, seperti Umar bin Khthab RA yang mengakui kesalahannya, dengan mengatakan, benarlah wanita dan Umar salah.

Rasulullah SAW mau memberi upeti kepada sebagian kelompok orang kafir yang terlibat peperangan ahzab, agar memecah kekuatan lawan, tetapi tidak mau memutuskan kecuali meminta pendapat para sahabat ansor, dan ketika mereka menolak Rasullah tidak melaksanakan idenya.

Rasulullah SAW ketika menempatkan pasukan di suatu tempat di Badar, satu sahabat bertanya, apakah itu wahyu atau ide dan perang itu strategi, Rasulullah mengatakan itu ide, maka sahabat mengusulkan agar Rasulullah memilih tempat yang lebih strategis, dan beliau menerima usulan itu.

  • Tidak ambisi atas kekuasaan, khasyyatullah, keteladanan yang tinggi, tawadhu’. Tergambar hal tersebut dalam pribadi pribadi Khulafa’ Rasyidin. Dalam pidato Abu Bakar RA, diantaranya : Wahai Manusia, akau dijadikan amanah memimpin kalian dan aku bukan orang yang terbaik diantara kalian, kalau saya taat kepada Allah taatilah aku dan kalau saya salah luruskan aku, dan kalau aku maksiat sungguh tidak ada ketaatan kalian untukku”

Kepemimpinan Islam dalam Tahun Politik 2019

Tahun politik 2018 akan menjadi irisan untuk pemilihan presiden Indonesia tahun 2019. Perjalanan panjang presiden Indonesia sejak tahun kemerdekaan 1945 melahirkan presiden yang belum berpihak kepada Islam dan Syariat Islam. Bahkan cenderung menjadi kutub yang berbeda dengan perjuangan Islam.

Kegagalan partai politik adalah melahirkan sosok presiden dari tokoh Islam yang bukan saja menjadi figure yang mampu memperjuangkan dan menjalankan syariat, namun juga mampu menyatukan seluruh elemen bangsa dan mampu melahirkan konsep pembangunan yang berkeadilan. Kegagalan partai juga lebih disebabkan politik transaksional yang dapat dilihat jelas oleh warga negara sehingga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap partai dan parlemen.

Di tahun 2018 ini sebagian besarl embaga survey masih menempatkan Jokowi dan Prabowo sebagai calon presiden terkuat, namun keberadaan keduanya stagnan bahkan cenderung mengalami penurunan. Jokowi sebagai Presiden terpilih 2014 bahkan memilih berbagai kebijakan yang tidak pro rakyat bahkan merugikan. Kebijakan impor beras, mencabut subsidi rumah tangga, dan menambahh utang negara merupakan kebijakan yang bertentangan dengan janji kampanyeyya. Bahkan Fadli Zon politisi Partai Gerindra mengatakan, ”Jokowi itu mukanya kerakyatan namun isinya liberal kapitalistik (ILC, Jokowi Semakin Kuat? Tanggal 27 Februari 2018).

Track record Jokowi sebagai pemimpin yang tidak amanah, tidak menepati janjinya menjadi senjata yang membunuh dirinya di Pilpres mendatang. Ditambah kebijakan menangkap para ulama, bahkan berdiam diri terhadap penyerangan ulama menjadi nilai minus berikutnya dimata umat Islam. Sehingga pemimpin seperti ini jelas tidak masuk kriteria yang direkomendasikan.

Adapun Prabowo belum terlihat secara maksimal secara konsep dan kinerja karena memang belum mendapatkan kesempatan memimpin.

 

Tiga Gubernur Calon Pemimpin Indonesia

Memimpin bangsa Indonesia bukan hanya menyelesaikan konsep keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, mampu memimpin di tengah komunitas masyarakat Indonesia heterogen dan multicultural dengan tidak mengabaikan umat Islam sebagai warga dengan aset terbesar namun juga pemimpin harus mampu dan berani berhadapan dengan pemodal-pemodal besar yang berusaha mengobrak-abrik kedaulatan bangsa.

Ahmad Heryawan, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, dan Anies Baswedan setidaknya bisa menjadi opsi untuk memimpin Indonesia kedepan. Popularitas ketiganya hari ini semakin menguat. Ketiganya memiliki kemampun dan kecakapan memimpin dan juga dalam ilmu pengetahuan yang hamper sama. Dalam hal pendidikan Ahmad Heryawan mendapatkan gelar doctor honoris causa dari Youngsan University Korea Selatan dalam bidang bisnis administrasi pada tahun 2011 dan dari UIN Bandung dalam bidang ketatanegaraan Islam (siyasah syar’iyyah) pada tahun 2014. Tuan Guru Bajang mendapatkan gelar doctor dari Universitas Al Azhar Mesir dalam bidang tafsir Al-Qur’an dan beliau seorang hafidz Qur’an. Sedangkan Anis Baswedan mendapatkan gelar doctor dari Nothern Illinois University Amerika dalam bidang Ilmu Politik.

Dalam ilmu tata kelola pemerintahan, keberhasilan Ahmad Heryawan dan TGB Muhamad Zainul Majdi memimpin daerahnya selama dua periode menjadi gambaran kinerja keduanya yang berhasil. Konsep pariwisata syariah di NTB dan menyusul di Jawa Barat (Pembicaraan Majelis Tarjih Muhammadiyah Wilayah Jawa Barat yang dihadiri oleh Gubernur Ahmad Heryawan tahun2017 silam) sedangkan Anis Baswedan hari ini berusaha keras memenuhi janji-janji politik ketika kampanye pemilu. Kebijakan yang berusaha menghentikan kebijakan reklamasi, penutupan hotel dan tempat pelacuran Alexis, DP rumah 0%, penataan pasar Tanahabang, dan menata tukang becak merupakan kebijakan gubernur Anis di Jakarta. Kebijakan-kebijakan dari ketiga gubernur yang pro rakyat dan berusaha menanamkan nilai keislaman dalam pengelolaan pemerintahan di daerahnya.

Dalam politik Indonesia dengan system demokrasi dimana kekuatan masa dan pendukung menjadi hal yang menentukan, ketiga gubernur ini punya modal yang sangat besar. Ahmad Heryawan setidaknya didukung oleh masyarakat Jawa Barat yang dulu memenangkannya. Kekuatan PKS sebagai pengusung dirinya menjadi salah satu calon presiden dari PKS yang mempunyai kader masa yang solid. TGB Muhammad Zainul Majdi dicintai oleh masyarakat NTB, didukung oleh alumni Universitas Al-Azhar Mesir yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan mendapatkan juru bicara secara tidak langsung dari Ustadz Abdul Somad, Lc MA yang secara terang-terangan mencalonkan beliau jadi presiden. Sedangkan Anies Baswedan mempunyai massa 212 yang pada pilkada DKI kemaren memenangkannya.

Yang menjadi pembeda nanti kedepan dan menjadi tantangan adalah bagaimana ketiga Gubernur ini mampu mengambil sikap yang tegas terhadap para pemodal besar yang berusaha merusak tatanan kehidupan bernegara yang berusaha mengatur dan menggerakkan kebijakan-kebijakan negara ini berdasarkan kemauan mereka. Anies Baswedan berani face to face dengan pemerintahan pusat dalam masalah reklamasi, berani menutup tempat pelacuran Alexis. Setidaknya ini menjadi modal bagus buat Anis.

TGB Muhammad Zainul Majdi berani menyentil dan mengkritik presiden Jokowi dan media Pers pada peringatan Hari Pers Nasional pada tanggal 9 Februari 2016 silam di NTB. Ahmad Heryawan punya kesempatan untuk berhadapan dengan para pemodal tersebut pada pembangunan proyek perumahan Meikarta di Cikarang Bekasi yang belum keluar surat ijin pembangunannya namun sudah dibangun perumahannya. Namun kesempatan ini tidak diambil oleh Ahmad Heryawan.

Figure ketiga gubernur ini memiliki modal untuk dikemas untuk menjadi pemimpin Indonesia kedepan dengan tidak mengecilkan nama-nama lain seperti Jendral Gatot Nurmantyo yang awalnya sempet mencuri hati umat Islam namun belakangan justru tenggalam, Anis Matta, Yusril Ihza Mahendra mau pun tokoh lainnya yang memang masuk radar calon presiden.

Tinggal waktu yang menentukan apakah ketiga gubernur Islam terbaik hari ini yang merupakan refleksi dari kepemimpinan Islam saat ini akan benar menjadi Presiden Indonesia di tahun 2019 ataukah kembali kepemimpinan Islam akan diamputasi oleh kepentingan dan intrik politik kotor yang berusaha menenggelamkan Islam sehingga Indonesia dipimpin kembali oleh presiden yang tidak pro Islam.

Wallahua’lam

[1]Makalah Kepemimpinan dalam Perspektif Islam , Dr. Mu’inudinillah Basri, Lc MA yang dipresentasikan dalam Seminar Kepemimpinan Islam yang diadakan oleh Jamaah Ansharusy Syariah pada 6 Februari 2018 di Hotel Sofyan Betawi, Cikini Jakarta

[2]Makalah Dr. Anton MinardiberjudulDinamikaKepemimpinan Islam di Indonesia, Hotel SofyanBetawi, Cikini Jakarta

 

Dua Hari Terendam Banjir, Warga Dompu Mulai Bersihkan Rumah

DOMPU (Jurnalislam.com) – Warga korban banjir bandang Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat pada Senin (5/3/2018) mulai membersihkan tempat tinggalnya. Banjir tersebut merendam ribuan rumah di kecamatan Dompu dan Woja.

“Alhamdulillah sekarang banjirnya sudah mulai surut, dan kami sudah bisa mulai membersihkan rumah-rumah kami dari lumpur dan kotoran yang dibawa oleh banjir,” kata Makruf, warga Kelurahan Potu kepada tim Jurnalislam.com, Rabu (7/3/2018).

Selama dua hari, rumah Makruf tergenang. Tak sedikit pula perabotan rumahnya yang hanyut terbawa banjir. Dengan dibantu relawan, Makruf dan warga lainnya membersihkan lumpur dan material banjir yang memenuhi rumah mereka.

Banjir Besar Melanda Dompu, Forum Me-DAN Turun Lakukan Survey Bantuan Kemanusiaan

Berdasarkan data dari Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN), banjir di Kecamatan Dompu merendam sejumlah keluarahan diantaranya, Dusun Kareke, Desa Karake, Kelurahan Potu, Kelurahan Karijawa. Sementara itu di Kecamatan Woja banjir merendam Kelurahan Simpasai, Kelurahan Kandai Dua, dan sebagian Desa Wawonduru.

Sedikitnya 1.000 rumah tergenang air berlumpur dan material banjir lainnya, diantaranya 50 rumah di Desa Kareke, 500 rumah di Kelurahan Potu, 20 rumah di Kelurahan Karijawa, 150 rumah di Kelurahan Simpasai, 300 rumah di Kelurahan Kandai, dan 100 rumah di Desa Wawonduru.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun Hingga hari ini aktivitas di daerah terdampak banjir masih lumpuh.

Prof Miftah Faridl Ajak Masyarakat Ikut Gerakan Wakaf Dana Abadi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua MUI Bandung yang juga Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation, Prof. Dr. KH Miftah Faridl mengimbau masyarakat untuk turut dalam Gerakan Wakaf Dana Abadi. Ini disampaikan dalam Launching Kuttab Al Fatih Sinergi Foundation di Masjid Ansharullah, Jl. Cibiru Beet, Rt 003 Rw 015, Desa Cileunyi Wetan Kec Cileunyi, Bandung, Sabtu (3/2/2018).

“Gerakan wakaf ini bisa dilakukan secara berjamaah dengan mengumpulkan dana sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan bersama,” katanya.

Tak harus nominal besar, papar Ustaz Miftah, bisa dengan mengumpulkan uang sebesar Rp10 ribu per bulan. “Nantinya setelah terkumpul, bisa untuk membeli lahan atas nama wakaf kemudian diproduktifkan, yang hasilnya bisa digunakan untuk kemaslahatan masyarakat.” terangnya.

Ia menilai gerakan ini amat mungkin digalakkan di masyarakat. Ini bisa diaplikasikan, kata Ustaz Miftah, jika masyarakat saling bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Karenanya tidak boleh sendiri-sendiri. Ini seperti yang dinyatakan Allah, inna allaaha yuhibbu alladziina yuqaatiluuna fii sabiilihi shaffan ka-annahum bunyaanun marshuushun, Allah itu mencintai orang-orang yang berjuang itu dengan organisasi yang rapi, tidak sendiri-sendiri,” ia mengutip surah As Shaf ayat 4.

Gerakan ini, menurutnya, bisa bersinergi dengan pemerintah. Jika minimalnya 30 juta masyarakat Indonesia berwakaf Rp10 ribu perorang, maka sudah terhimpun sebesar Rp300 miliar, dan bisa disalurkan untuk banyak maslahat. Sebab itu, dalam hal ini, ia memandang perlunya seluruh umat bersatu menggerakkan wakaf.

Ustadz Miftah memaparkan, bersinergi dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kesatuan umat Islam, meningkatkan kualitas pendidikan, bahkan dalam konteks wakaf ini bisa menaikkan ekonomi umat.

Ia pun menegaskan pentingnya wakaf. Ustadz Miftah menuturkan, ketika meninggal nanti, wakaf adalah investasi. “Di alam kubur, shalat tidak bisa, dzikir tidak bisa, dakwah tidak bisa, tapi masih ada wakaf sebagai investasi abadi yang mengalirkan pahala meski kita telah tiada di dunia. Maka itu, wakaf harus menjadi program hidup kita,” tandasnya.

Dalam helatan Launching Kuttab Al Fatih Sinergi Foundation, Prof KH Miftah Faridl sendiri turut menandatangani MoU antara Sinergi Foundation dan yayasan Al Fatih Pilar Peradaban. Kuttab Al Fatih Sinergi Foundation adalah lembaga pendidikan gratis pertama untuk semua kalangan yang berbasis wakaf.

Siaran Pers