Intelijen Jerman Peringatkan Ancaman Teror Bagi Warga Turki di Negerinya

13 Februari 2018
Intelijen Jerman Peringatkan Ancaman Teror Bagi Warga Turki di Negerinya

BERLIN (Jurnalislam.com) – Badan intelijen dalam negeri Jerman telah memperingatkan tentang meningkatnya aktivitas PKK dan kekerasan di negara tersebut, dan menggambarkan PYD – cabang Suriah kelompok teror tersebut – sebagai “sister organization” dari PKK.

“Selama serangan militer terhadap posisi YPG di Suriah terus berlanjut, kemungkinan akan terjadi kenaikan tajam dalam demonstrasi dan tindakan PKK di Jerman,” Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi, atau BfV, mengatakan dalam sebuah analisis baru-baru ini yang diposting di situsnya, lansir Anadolu Agency Senin (12/2/2018).

Para pendukung PKK telah menggunakan kekerasan di seluruh Jerman dalam beberapa pekan terakhir, menyerang asosiasi dan Masjid Turki di tengah operasi militer Turki melawan target teroris PYD/PKK/YPG di Suriah barat laut dan wilayah Afrin.

Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

Analisis intelijen Jerman mengatakan bahwa tujuan kelompok teror PKK adalah untuk menciptakan daerah otonom di utara Suriah, bekerjasama erat dengan PYD dan sayap militernya YPG.

Analisis BfV mengatakan bahwa Afrin adalah satu dari tiga wilayah di Suriah utara, yang didominasi oleh “organisasi saudara PKK PYD dan milisi mereka YPG”.

PKK telah dilarang di Jerman sejak 1993, namun masih aktif di seluruh negeri, dengan hampir 14.000 pengikut, menurut BfV.

Sementara badan intelijen domestik Jerman menggambarkan PYD dan YPG sebagai “sister organization” dari PKK, pemerintah Jerman belum melakukan tindakan hukum untuk melarang kedua kelompok di negara ini.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk mencegah “koridor teror” terbentuk di sepanjang perbatasannya.

Afrin – sebuah wilayah yang berbatasan dengan provinsi selatan Hatay dan Kilis di Turki – telah dikuasai oleh kelompok teroris PYD/PKK sejak tahun 2012, ketika pasukan rezim Syiah Suriah Assad mengundurkan diri dari daerah tersebut.

PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, dan Internasional, melakukan serangan  teror melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, menewaskan hampir 40.000 orang.