Serang Pengungsi dengan Bom, Pengadilan Jerman Jebloskan 8 Anggota Anti Islam ke Penjara

JERMAN (Jurnalislam.com) – Pengadilan Jerman menjatuhkan hukuman 4 hingga 10 tahun di penjara terhadap tujuh pria dan satu wanita pada hari Rabu (7/3/2018) karena mendirikan kelompok “teroris” far-right yang bertanggung jawab atas percobaan pembunuhan dan serangan bom ke tempat penampungan pengungsi dan politisi, lansir Anadolu Agency.

Jaksa menuduh kelompok tersebut digerakkan oleh pandangan xenophobia, pandangan sayap kanan dan ideologi Nazi dan ingin menciptakan iklim ketakutan yang akan mengusir orang asing.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, sedikitnya 33 Muslim terluka dalam serangan tersebut, termasuk serangan terhadap wanita Muslim yang mengenakan jilbab.

950 Serangan Terhadap Kaum Muslim dan Masjid, Begini Islamophobia di Jerman dan Spanyol

Mereka yang dihukum tersebut adalah anggota Kelompok Freital, yang diberi nama sama dengan basis mereka di negara bagian Sachsen (Saxony), sebuah benteng pendukung sayap kanan untuk the Alternative for Germany (AfD), yang memenangkan suara terbanyak di sana dalam pemilihan federal bulan September.

Setelah menjalani persidangan selama satu tahun, pengadilan tinggi Dresden menjatuhkan hukuman antara 5 hingga 10 tahun di balik jeruji besi bagi tujuh anggota kelompok tersebut. Seorang anggota lainnya mendapat hukuman singkat yaitu empat tahun, kata seorang jurubicara.

Beberapa terdakwa muncul di pengadilan menutupi wajah mereka dengan hoodies selama persidangan.

Dakwaan terhadap mereka termasuk menjadi anggota organisasi “teroris”, percobaan pembunuhan, menyiapkan bahan peledak, menyakiti fisik orang lain, usaha menyakiti fisik orang lain, dan merusak properti.

Intelijen Jerman Peringatkan Ancaman Teror Bagi Warga Turki di Negerinya

Dalam salah satu serangan yang dikutip oleh jaksa, tersangka meledakkan bahan peledak di sebelah jendela di tempat penampungan pengungsi, padahal mengetahui ada orang di dalamnya. Seorang warga menderita luka tapi jaksa berpendapat bahwa beruntung tidak ada yang terluka parah atau bahkan terbunuh.

Para tersangka juga memicu peledak pada sebuah mobil milik politisi lokal dari Partai Kiri.

Jaksa mengatakan kelompok tersebut menargetkan para pengungsi, pekerja bantuan, dan politisi sayap kiri dan memperoleh sejumlah besar bahan peledak dari Republik Ceko yang dianggap ilegal di Jerman.

Sekitar satu juta pengungsi tiba di Jerman pada tahun 2015 saja, banyak dari mereka melarikan diri dari perang di Suriah.

Ada 950 serangan yang dilaporkan terjadi terhadap Muslim dan masjid di negara tersebut pada 2017, menurut data pemerintah baru.

Bagikan