Korban Persekusi Cadar Diimbau Melapor ke Komnas HAM

SOLO (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Jamaah Ansharusy Syariah Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir meminta para korban persekusi cadar khususnya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jangan hanya diam saja.

Ia mengimbau, agar mereka angkat suara dan melapor ke otoritas HAM seperti Komnas HAM hingga pengadilan HAM, karena persekusi cadar dinilainya sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Saya kira umat Islam dan kaum muslimat yang haknya lagi dilanggar dalam hal ini tidak boleh diam, harus berjuang menuntut mereka yang mau melarang hak mereka, supaya mereka diadili,” kata Abdul Rochim kepada Jurnalislam.com, Rabu (7/3/2018).

Kalau perlu, kata pria yang karib disapa Iim ini, orang-orang yang melanggar HAM dengan melarang cadar ini dituntut oleh pengadilan HAM.

“karena seharusnya mereka para pengutus itu perlu dituntut oleh pengadilan HAM,” tambahnya. Iim pun mengimbau kepada setiap lembaga agar tidak melukan pelanggaran HAM, apalagi dalam hal peribadatan .

“Seperti orang-orang yang ingin menggunakan hijabnya, cadar, dengan tujuan untuk menutup auratnya agar tidak terjadi fitnah, sumber untuk diganggu untuk laki-laki, suapaya wanita itu lebih terhormat dan terjaga. Dan ini berarti ini adalah tujuan yang positif, maka seharunya pada perbuatan -perbuatan seperti ini diberikan hak secara bebas,” pungkasnya.

SMP Muhammadiyah Kottabarat Surakarta Edutrip ke Singapura

SOLO (Jurnalislam.com) – Sebanyak 59 siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan edutrip ke Singapura pada Selasa (27/2/2018) hingga Jumat (2/3/2018). Edutrip dilakukan di Singapura karena negara tersebut termasuk salah satu negara maju di kawasan Asia Tenggara.

Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Aryanto menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman internasional dan edukasi terhadap nilai-nilai kemajuan serta kearifan budaya global kepada para siswa. Maka dari itu kami memilih Singapura karena negara tersebut maju dalam bidang industri, jasa, dan perdagangan yang ditopang dengan sumber daya manusia yang unggul.

“Edutrip kali ini khusus di Singapura karena kita bisa mempelajari banyak kemajuan-kemajuan, inovasi, kreativitas, kedisiplinan, kebersihan, dan ketertiban di negara tersebut. Di sana para siswa mengunjungi industri pengolahan air yakni Industri New Water, Merlion Park, Garden By The Bay, River Safari, Night Safari, Universal Studio, dan Wings of Time” ungkap Aryanto kepada media Sabtu (3/3/2018).

Para siswa memulai perjalanan pada pukul 02.00 WIB dari sekolah kemudian mereka akan terbang melalui Bandara Adi Sujtipto Yogyakarta pukul 07.25 WIB dan tiba di Bandara Changi Singapura pukul 10.35 am. Hari pertama, para siswa melakukankunjungan di Industri New Water. Di sana mereka mempelajari bagaimana kreativitas dan inovasi pemerintahan Singapura dalam hal air. Para siswa belajar proses pengolahan air bekas pemakaian hingga menjadi air bersih yang siap minum dengan teknologi membran canggih dan ultraviolet. Air yang dihasilkan pun kembali murni dan siap diminum. Kemudian, para siswa singgah di Merlion Park, ikon Singapura. Mereka juga mempelajari bahwa Merlion Park merupakan simbol sejarah berdirinya Singapura.

Pada hari kedua, para siswa berkunjung ke Garden By The Bay. Di sana mereka belajar tentang sebuah taman yang dibangun dalam kawasan reklamasi dengan desain yang artistik dan eksotis.Taman yang luasnya kurang lebih 100 hektar tersebut ditumbuhi berbagai ragam jenis tanaman dan bunga warna-warni yang menyejukkan. Kemudian para siswa menuju kawasan Bugis Street Shopping untuk berbelanja. Namun, sebelumnya mereka naik MRT dari Stasiun Promenade menuju stasiun Braz Basa. Mereka membeli tiket seharga 1,50 dollar di mesin tiket. Setelah dapat tiket, mereka pun masuk ke kereta. Perjalanan pun nyaman dan cepat.

Perjalanan kunjungan berikutnya adalah belajar tentang keragaman kehidupan binatang di River Safari dan Night Safari. Mereka belajar tentang ragam suaka margasatwa. Terdapat panda raksasa, Kai Kaidan JiaJia di Giant Panda. Ada pula panda merah yang menggemaskan dengan bulu berwana coklat kemerahan. Tidakkalah pula, sensasi yang dirasakan para siswa ketika naik kereta menyusuri jalan di tengah hutan dalam kawasan Night Safari. Mereka melihat beragam perilaku spesies binatang waktu malam hari bahkan hampir tidak ada penghalang. Ada tapir, badak, singa, serigala, hyena, dan beruang serta beragam hewan lain.

Pada hari ketiga, para siswa menikmati keragaman wahana permainan di Universal Studio Singapura danWings of Time. Selain bermain, para siswa juga bisa belajar tentang kreativitas dan nilai artistik yang dikelola dengan teknologi yang canggih sehingga menarik perhatian wisatawan. Hal tersebut seperti wahana permainan di Transformer 6 dimensi, Mumy of Adventure, The Madagaskar, Jurassic Park, World the Water, dan lain-lain. Pertunjukan Wings of Time juga penuh dengan pelajaran. Paduan kreativitas teknologi lighting, musik, cerita, dan air mancur serta cerita begitu memukau penonton.

Harapan setelah para siswa mengikuti kegiatan tersebut adalah siswa bisa menyerap nilai-nilai positif seperti kemajuan, kecanggihan, ketertiban, kebersihan, keindahan, kreativitas, dan kedisiplinan untuk diterapkan dalam pengembangan diri kedepan.

“Harapan melalui kegiatan ini adalahparasiswadapattambahdisiplin, tertib, berjiwainovasi, sertatambahwawasan tentang kemajuan inovasidi Singapura,” tandas Aryanto.

Aryanto, Humas SMP Muhammadiyah Program KhususKottabarat Surakarta

081586061556

 

Edutrip SMP Muhammadiyah Kottabarat Surakarta

 

Edutrip SMP Muhammadiyah Kottabarat Surakarta

 

Edutrip SMP Muhammadiyah Kottabarat Surakarta

ICMI Jabar Sebut Persekusi Cadar Melanggar HAM

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) orwil Jabar Prof. Dr. M Najib menilai persekusi dan larangan terhadap wanita bercadar merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Larangan Ini jelas melanggar HAM, karena menghalangi seseorang untuk memperoleh Hak Pendidikan, dalam hal ini Pendidikan Tinggi,” kata Najib dalam keterangan tertulis kepada Jurnalislam.com, Rabu (7/3/2018).

Menurutnya, masalah dadar itu adalah masalah teknis cara berpakaian. “Sementara Hak memperoleh pelayanan pendidikan merupakan Hak dasar manusia dan warga negara RI,” tambahnya.

Karenanya, menurut Guru Besar UIN Bandung ini, sudah seharusnya pelarangan tersebut tidak dilakukan, apalagi kalau itu terjadi di linkungan Perguruan Tinggi.

“Larangan bercadar merupajan bagian dari prilaku yang bertentangan dengan tugas dan fungsi Pendidikan Tinggi yang memiliki kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik,”pungkasnya.

Hadapi Musim Dingin, KNRP Sumbang Rp 6 Miliar untuk Pengungsi Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tim misi kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menyalurkan bantuan untuk pengungsi Palestina di Turki dalam program Bantuan Musim Dingin 2018. Penyaluran dilakukan di Provinsi Mersin, Antakya, Hatay, dan bagian Turki Selatan (perbatasan Turki-Suriah).

Tim Misi Kemanusiaan yang terdiri dari Ketua Umum KNRP Suripto, Sekretaris Jendral KNRP Suhartono, serta beberapa perwakilan KNRP wilayah dari Yogyakarta, Riau dan Sulawesi Tenggara memberikan bantuan berupa paket sembako, pakaian musim dingin, selimut dan bantal.

“Alhamdulillah, Allah beri kesempatan bagi KNRP untuk menyalurkan bantuan Musim Dingin di tahun ini,” kata Ketum KNRP Supripto melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (7/3/2018).

Supripto menjelaskan pengungsi Palestina di Turki Selatan rata-rata pengungsi dari Palestina sejak tahun 1948, kemudian mengungsi ke Suriah dan mengungsi lagi ke Turki Selatan setelah konflik besar di Suriah.

Selain memberikan bantuan ke pengungsi Palestina di Turki, KNRP juga menyalurkan ke wilayah Tepi Barat, tepatnya di Al Khalil atau Hebron, Palestina, bantuan terdistribusi juga ke Jalur Gaza, Kota Al-Quds, pengungsi Palestina di Lebanon dan Ghouta Timur, Suriah.

KNRP juga bekerjasama sengan sejumlah mitra penyaluran dan mengunjungi resmi ke kantor pusat mitra penyaluran yang berada di Istanbul, Turki.

Total penyaluran pada program musim dingin kali ini, sejumlah tidak kurang dari Rp 6 miliar atau sekitar USD 440ribu. “Itu semua sumbangan dari para donatur KNRP di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Suripto.

Bantuan program Musim Dingin 2018 turut didukung oleh Lembaga Rumah Zakat, LAZ AN NUR-PT Indonesia Power, Grup Astra, Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan Jawa Tengah, YBM PLN, BAIK, SDIT Ibnu Abbas Kebumen, LDK Al-Birru STEI SEBI, FSLDK, Nuansa Islam Mahasiswa (Salam) UI, DKM Al Manaar Asy Syamiil, LAZ An-Nur, Al Haqqul Mubin, Jamaah Masjid Unit Kantor Direktorat Jenderal Pajak se-Indonesia, dan Jamaah Masjid Ardhussalam BMKG.

Siaran Pers

Guru Besar UIN Bandung : Larangan Cadar Bertentangan dengan Fungsi Perguruan Tinggi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Mohammad Najib mengatakan bahwa aturan larangan bercadar bertentangan dengan fungsi Perguruan Tinggi.

“Pemberlakuan aturan larangan bercadar bertentangan dengan fungsi perguruan tinggi sebagai dunia akademik,” kata Najib dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, dalam Undang Undang tentang Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa Perguruan Tinggi dalam menjalankan tugas dan fungsi akademik memiliki otoritas kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik.

“Kebebadan akademik menyangkut kebebasan Perguruan Tinggi mengembangkan keilmuan yang betsifat akademik,” tambahnya.

Maka, Najib mengatakan bahwa apabila seseorang punya pandangan dan pemikiran akademik bahwa bercadar itu bagian dari pemahaman dan interpretasi akademik terhadap teks ajaran agama, kemudian diekspresikan dalam prilakunya sepanjang dia memiliki landasan kerangka pikir dan metodologi akademis maka itu sah sah saja secara akademik.

“Dalam kebebesan mimbar akademik menyangkut kebebasan para civitas akademik dalam mengekspresikan pikiran, pandangan, pendapat, ide, hasil penelitian, mengembangkan ilmu berdasarkan kerangka pikir yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik,”pungkasnya.

 

Lagi, Armada Perang Turki Bebaskan 6 Desa dan 1 Kota di Provinsi Afrin

ANKARA (Jurnalislam.com) – Militer Turki dan Free Syrian Army (FSA) pada hari Selasa (06/03/2018) membersihkan teroris dari pusat kota Sharan di wilayah barat laut Afrin, Suriah, menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan.

Pasukan Turki dan FSA membebaskan tiga desa lagi, termasuk Khirabat Sharanli, Sharanli dan Shirkan yang terletak di barat laut Afrin.

Juga pada hari Selasa, desa Tall Hamu di distrik Jinderes barat daya dan desa Metina di distrik Sharan dibebaskan dari milisi YPG dukungan AS.

Kemudian di hari itu, desa Qatma, juga di distrik Sharan, juga dibebaskan oleh militer Turki dan FSA.

Pada 26 Februari, sebuah koridor berbentuk bulan sabit, membentang di sepanjang provinsi Idlib di barat laut dan distrik Azaz di Aleppo, memotong koneksi milisi YPG ke perbatasan Turki.

924 Target Militer Teror Dukungan AS Dihancurkan Turki

Sejak peluncuran Operation Olive Branch pada 20 Januari, militer Turki dan FSA telah membebaskan 150 lokasi, termasuk 120 desa, 30 wilayah strategis, dan satu basis YPG/PKK.

Menurut Staf Umum Turki, operasi yang diluncurkan untuk membebaskan teroris dukungan AS YPG/PKK dari Afrin, bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta untuk melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah.

Otoritas militer dan Turki telah berulang kali mengatakan bahwa operasi tersebut hanya menargetkan unsur-unsur militer dan “perhatian sepenuhnya” diambil untuk menghindari bahaya terhadap warga sipil manapun.

Korban Tewas di Ghouta Akibat Serangan Brutal Rezim Assad dan Rusia Capai 800 Orang

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Lebih dari dua pekan pemboman brutal rezim Syiah dan Rusia di daerah Ghalda yang dikuasai oposisi Suriah telah menyebabkan 800 warga sipil tewas, sebuah kelompok pemantau mengatakan pada hari Selasa (06/03/2018) dalam sebuah laporan korban baru, lansir kantor berita AFP.

The Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan sedikitnya 177 anak termasuk di antara korban tewas.

Pasukan rezim Syiah Assad yang didukung agresor Rusia melancarkan serangan kejam mereka di Ghouta Timur, benteng oposisi terakhir di dekat Damaskus, pada 18 Februari.

Sedikitnya sembilan warga sipil dilaporkan tewas sebelumnya pada hari Selasa di Ghouta Timur Suriah saat serangan udara rezim dan bentrokan mengguncang daerah kantong oposisi di luar Damaskus, seorang koresponden SOHR dan AFP mengatakan.

WHO: Konvoi Bantuan Obat-obatan dan Peralatan Medis ke Ghouta Disita Rezim Assad

Serangan udara rezim Nushairiyah menewaskan sembilan warga sipil di kota Jisreen pada hari Selasa pagi, kata the Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris.

Dengan laporan kematian terakhir itu, 95 warga sipil terbunuh dalam pemboman rezim Assad di daerah kantong yang sudah babak belur sejak Senin pagi, katanya.

Pasukan rezim yang didukung Rusia terus maju sejak melancarkan serangan ke kubu oposisi utama terakhir di dekat ibu kota tersebut pada 18 Februari.

Pada awal Selasa, mereka menguasai sekitar 40 persen wilayah kantong tersebut setelah merebut daerah lebih jauh dalam semalam, kata Observatorium.

Observatorium ini melaporkan bentrokan hari Selasa di timur laut, tengah dan tenggara daerah kantong.

Sebanyak lebih dari 780 warga sipil – termasuk 170 anak – telah terbunuh di Ghouta Timur sejak 18 Februari, menurut Observatorium.

Pesawat Tempur Rusia jatuh di Suriah, 39 Tentara Tewas Seketika

400.000 penduduk di kantong itu telah dikepung sejak tahun 2013, menghadapi kekurangan makanan dan obat-obatan yang parah bahkan sebelum serangan terakhir. Pengiriman bantuan pada hari Senin harus ditunda akibat pertempuran yang terus berlanjut.

Pesawat tempur rezim menyerang daerah-daerah lain di Ghouta Timur termasuk kota utama Douma dini hari Selasa, serta kota-kota Sabqa dan Hammuriyeh semalam, kata Observatorium.

Serangan terhadap Douma merubah rumah menjadi tumpukan reruntuhan di sisi jalan, kata seorang koresponden AFP di sana.

Seorang reporter AFP di Hammuriyeh mengatakan serangan udara semalam menargetkan kota tersebut. Hanya beberapa penduduk yang muncul dari ruang bawah tanah mereka yang aman.

Senin malam, Observatorium melaporkan 18 orang mengalami kesulitan bernafas menyusul serangan oleh sebuah pesawat militer di Hammuriyeh, tanpa dapat menentukan penyebab penyakit tersebut.

Lebih dari 450.000 orang telah terbunuh di Suriah sejak dimulainya perang global di tahun 2011.

Serangan Koalisi Arab desak Pasukan Besar Houthi ke Pinggir Kota Haradh

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan Koalisi Arab mendorong pasukan besar Syiah Houthi ke perbatasan kota Haradh di provinsi Hajjah, barat laut Yaman, Al Arabiya melaporkan Selasa (6/3/2018).

Menurut sumber militer, unit Saudi telah mendorong sebuah brigade militer ke pinggir kota Haradh sebagai bagian dari operasi militer untuk mengakhiri kontrol milisi Houthi di kota tersebut.

Kedatangan pasukan Saudi bertepatan dengan peluncuran operasi militer melawan milisi Syiah Houthi di kota tersebut dengan partisipasi terbatas pasukan Sudan dan Yaman dari zona militer kelima.

Masjid Bersejarah Abad ke 8 Dibombardir Syiah Houthi Yaman dengan Artileri

Front Saada dan Hajjah menyaksikan bentrokan dan tembakan artileri dari pasukan the National Army, yang didukung oleh the Joint Saudi Forces, yang menargetkan posisi dan pertahanan milisi Houthi.

Pemboman tersebut bertepatan dengan penerbangan pesawat koalisi Arab, yang melakukan sejumlah serangan menargetkan milisi Syiah Houthi di jalan internal di Saada dan Jouf.

Di bagian timur Saada, tim teknik dari the National Army dapat membongkar sekitar 150 ranjau dan alat peledak yang ditanam oleh milisi Houthi, dengan dukungan teknis dari pasukan koalisi.

WHO: Konvoi Bantuan Obat-obatan dan Peralatan Medis ke Ghouta Disita Rezim Assad

JENEWA (Jurnalislam.com) – Pejabat World Health Organization (WHO) dan the UN Children’s Fund (UNICEF) mengumumkan pada hari Selasa (6/3/3018) bahwa peralatan medis penting dan obat-obatan dilarang masuk oleh petugas kesehatan rezim Suriah dan dikeluarkan dari konvoi sebelum mereka memasuki daerah kantong yang terkepung.

Christophe Boulierac, juru bicara UNICEF, mengatakan bahwa pejabat kesehatan rezim Suriah juga memindahkan peralatan medis penting dari persediaan UNICEF, terutama perlengkapan bedah, kebidanan, dan untuk pertama kalinya, barang-barang yang digunakan untuk penyakit diare, lansir Aljazeera.

Pejabat WHO, Tarik Jasarevic, juga mengkonfirmasi penyitaan sekitar 70 persen pasokan dalam pengirimannya, termasuk “antara lain persediaan pengobatan trauma dan bedah, juga insulin.”

Terhenti oleh Serangan Brutal Rezim Assad, Tim Bantuan Kemanusian Lanjutkan Pengiriman Besok

“WHO merasa perlu untuk mengirimkan kembali daftar barang yang ditolak dalam konvoi berikutnya. Namun, jelas bahwa satu konvoi tidak cukup, dan banyak orang perlu dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis yang mendesak.”

Jasarevic mengatakan bahwa tahun lalu, 50 ton dari total 130 bantuan ditolak.

Staf UNICEF di konvoi mengatakan bahwa krisis di daerah kantong sangat banyak.

“Mereka melaporkan bahwa kemarahan dan ketakutan keluarga di sana sangat terasa,” kata Boulierac.

Hingga Kemarin Rezim Syiah Assad Tetap Bantai Warga Sipil Ghouta, 38 Tewas

“Keluarga-keluarga itu telah hidup secara amat sangat prihatin di lapangan hampir selama empat pekan terakhir ini. Tinggal di ruang bawah tanah telah menjadi kebiasaan, beberapa diantaranya berisi hingga 200 orang, karena sejumlah keluarga yang melarikan diri dari wilayah lain tiba di Douma untuk berlindung.”

Warga tidak memiliki akses terhadap air bersih dan mereka mencari pompa yang dioperasikan secara manual untuk menarik air dari sumur dangkal.

Sanitasi adalah tantangan besar, kata Boulierac, dimana para keluarga itu harus menggunakan ember dan toilet darurat di ruang bawah tanah.

Terhenti oleh Serangan Brutal Rezim Assad, Tim Bantuan Kemanusian Lanjutkan Pengiriman Besok

JENEWA (Jurnalislam.com) – PBB akan mencoba untuk melanjutkan pengiriman makanan dan pasokan kesehatan ke kota Douma di Ghouta Timur Suriah pada Kamis tanggal 8 Maret jika memungkinkan, pejabat PBB mengumumkan.

Seorang juru bicara PBB mengatakan pada hari Selasa (6/3/2018) bahwa sebuah konvoi bantuan kemanusiaan yang membawa persediaan makanan dan kesehatan untuk 75.000 orang hanya sebagian yang dapat membongkar isinya pada hari Senin, karena tembakan berat dari dan ke Ghouta Timur masih terus berlanjut, memaksa konvoi untuk mundur, Aljazeera melaporkan.

Ghouta Timur, pinggiran ibukota, Damaskus, dikepung oleh pasukan rezim Syiah Suriah sejak 2013, saat mereka berusaha mengusir oposisi bersenjata yang beroperasi di sana.

Tapi saat perang di Suriah, yang dimulai pada 2011, semakin meningkat, 400.000 penduduk Ghouta Timur, seperti banyak daerah yang terkepung di seluruh negeri oleh Rezim Nushairiyah.

46 Truk Kemanusian Memasuki Ghouta Timur Namun 70% Obat-obatan Disita Rezim Assad

Pada hari Senin, badan-badan bantuan berusaha memfasilitasi masuknya persediaan makanan dan obat-obatan, yang belum diizinkan memasuki daerah kantong selama hampir sebulan, membuat banyak orang menderita kelaparan dan membutuhkan perawatan medis mendesak di tengah penembakan terus-menerus.

Sebanyak 10 truk dari total 46 berhasil menurunkan seluruh muatannya, dan empat truk hanya berhasil menurunkan sebagian muatannya, kata Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Konvoi tersebut mendistribusikan makanan yang cukup bagi 27.500 orang, selain obat-obatan, kata Laerke, ketika dipaksa untuk memotong perjalanan.

“Truk-truk itu masuk jam 2 siang, dan sekitar sembilan jam saat masih menurunkan muatan, penembakan brutal dari Damaskus ke Ghouta dan dari Ghouta ke Damaskus tidak pernah berhenti,” kata Laerke.

“Karena sangat khawatir dengan kondisi di lapangan, mereka memutuskan pergi untuk melindungi tim di lapangan. Kami tetap siap untuk memberikan bagian kedua dari bantuan tersebut pada hari Kamis seperti yang direncanakan.”