SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Luncurkan 25 Program Ekstrakurikuler

SOLO (Jurnalislam.com) – Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta yang beralamat di jalan Kartini no 1 Ketelan menggelar acara launching 25 program ekstrakulikuler pada selasa, (17/7/2018).

Kepala SDM 1 Ketelan Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan pendidikan dan pengasuhan di sekolah. Hal itu, kata dia, di lakukan dalam rangka untuk menjadikan peserta didik yang berkarakter, berkemajuan dan berkepribadian Islam.

Di antaranya, kata dia, dengan membentuk dan mengembangkan program ekstrakurikuler. “Banyak hal yang kami harapkan melalui kegiatan ekstrakurikuler ini. Salah satunya, sebagai wahana pembinaan bakat, memantapkan melalui proses dan lebih mengaitkan antara bidang ketrampilan dengan pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikulum satu atap dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan berbasis keimanan, ketaqwaan, keislaman yang berkemajuan dan berkeadaban,” katanya dalam pesan siar yang diterima jurnalislam.com Selasa, (17/7/2018).

Tahun Ajaran 2018-2019 ini pun, juga telah disusun buku kegiatan Ekstrakurikuler yang berisi tata tertib, jurnal kegiatan, jadwal pengampu, absensi kegiatan, dan raport. Jenis Ekstra antara lain: Olympiade Matematika, Olympiade MAPSI (PAI,cerdas cermat, cerita islami, MTQ, kaligrafi, khitobah, azan, tilawah, macapat, komputer, dll),

Selain itu masih ada Olympiade bahasa Inggris, IPA, Hizbul Wathan, Rebana, Musik dan Vokal, Karawitan dan Pedalangan, Tari, Drum Band, Takraw, Voly Mini, Bulu Tangkis, Futsal, Tenis Lapangan, Panahan, Jurnalistik Cilik, Tapak Suci, Dokcil UKS, Kewirausahaan, membatik, robotik, menggambar dan lukis.

Saat berlangsung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru kelas 1 sebanyak 141 diajak halal bihalal dan touring serta disambut dengan meriah, antusias dan semangat. Guru Kelas 1 Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn mengatakan, MPLS dibuka dengan sesuatu yang baru, berbeda dan inspiratif.

“Di awali halalbihalal, Siapa yang suka muhi tepuk tangan, siapa yang suka muhi hentak bumi, druuukkk.. drukkk,.. drukkk … Kami membuat sesuatu yang baru. Bersenandung bersama balonku ada lima yang dibawakan Wiyatno, S.Pd, Pak Yuli yang selalu mengawal lagu-lagu kehidupan, semangat. Tujuannya agar siswa tidak merasa takut saat hari pertama mereka masuk sekolah dan memberikan semangat baru pada mereka,” katanya.

Humas SDM 1 Ketelan Jatmiko menambahkan, kegiatan dan MPLS serta pembiasaan ibadah yang dimonitoring dalam buku al Islam Kemuhammadiyahan agar siswa baru terbiasa dan betah di sekolah.

“Tugas kita semua untuk menjamin setiap anak zaman now tumbuh dan berkembang secara baik terarah dan terukur. Ciptakan interaksi positif untuk mengarahkan mereka mengenal teman, nama guru, kepala sekolah, di mana ruang kelas, tempat sandal, membedakan toilet putra dan putri, juga mengenal nama, alamat, saudara dan keluarga serta nomor yang bisa dihubungi,”tandasnya.

Begini Kondisi Terakhir Muslim Uighur di China

XINJIANG (Jurnalislam.com) – Cina tidak melakukan usaha apapun untuk menghentikan upaya menghapus bukti keberadaan populasi Muslim Uighur di negara Komunis yang disebut Daerah Otonomi Uighur Xinjiang. Daerah itu, yang dikenal dengan sebutan Turkistan Timur berpenghuni 12 juta warga Uighur, adalah sebuah negara merdeka hingga Cina mulai menduduki dan menjajahnya pada tahun 1949.

Penjajahan China termasuk larangan total terhadap segala bentuk ekspresi Islam di Xinjiang. China tidak hanya menutup masjid tetapi juga telah melarang semua teks-teks (nash) Islam, termasuk Al-Quran, sementara nama-nama yang terdengar Muslim juga dilarang, demikian juga jenggot dan pakaian yang menunjukkan kepatuhan pada ajaran Islam.

Baru-baru ini, Cina telah mewajibkan semua Muslim Uighur untuk melengkapi sepeda motor dan mobil mereka dengan alat pelacak GPS sehingga pihak berwenang dapat menemukan seluruh warga Uighur pada saat tertentu, lansir World Buletin, Selasa (17/7/2018).

Jika Anda berpikir ini terdengar seperti novel futuristik distopia, maka pertimbangkan juga fakta bahwa polisi China di provinsi ini telah dilengkapi dengan “kacamata pintar,” yang menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah untuk mengidentifikasi Muslim Uighur di kereta api, bus dan di tempat umum.

Takut Penduduk Uighur Bergabung pada Kelompok Bersenjata, China Rencanakan Ini

Terkait dengan database pusat, “kacamata pintar” dirancang untuk memberi tahu petugas patroli ketika seorang Muslim Uighur telah berpindah melampaui “area aman” nya, yaitu rumah atau tempat kerja.

Pemberlakuan garis keras ini hanyalah puncak gunung es. Muslim Uighur yang menolak meninggalkan identitas Muslim mereka dipaksa masuk “kamp pendidikan ulang”, yang dirancang untuk mengubah Muslim Uighur menjadi penganut ideologi resmi negara: Ateisme.

“Kami menargetkan orang-orang yang beragama Islam … misalnya, mereka yang tumbuh jenggot meskipun masih muda,” kata seorang pejabat pemerintah China dalam sebuah laporan.

Menurut laporan dari pengamat hak asasi manusia, China telah memerintahkan para pejabatnya di Xinjiang untuk mengirim hampir setengah dari populasinya ke “kamp-kamp pencucian otak”. Bagi mereka yang dengan keras kepala menentang program indoktrinasi Cina, penjara atau penghilangan paksa menunggu.

Mengkhawatirkan, laporan-laporan ini tidak banyak menunjukkan tingkat horor yang terjadi terhadap Muslim Uighur di Turkistan Timur hari ini.

Wawancara yang telah dilakukan dengan beberapa pengungsi Muslim Uighur yang telah lolos dari penganiayaan dan kemungkinan tewas di tangan pemerintah China telah mengkonfirmasi hal tersebut.

China Keberatan Pemimpin Muslim Uighur Terima Penghargaan Hak Asasi

Ketika saya berbicara dengan Sadam Musapir, seorang Muslim Uighur yang berhasil mengajukan permohonan status pencari suaka pada tahun 2017 saat masih memegang visa pelajar di Australia, dia memberi tahu saya bahwa China sekarang sedang memenjarakan Muslim Uighur yang berusaha untuk bepergian ke luar negeri. Istri dan anaknya yang berusia sembilan bulan menderita, karena pihak berwenang khawatir dunia akan mempelajari sepenuhnya seberapa luasnya operasi yang diatur Cina untuk membasmi budaya orang-orang Uighur.

“Dalam 60 hari dari sekarang, ketika putra saya, yang belum pernah saya lihat namun hampir berusia satu tahun, China akan memenjarakan istri saya selama lima tahun, dan kemudian menjual bayi saya ke agen adopsi,” kata Musapir kepada saya.

Ketika saya bertanya mengapa Tiongkok mengambil tindakan ini terhadap istri dan anaknya, dia menjelaskan bahwa mereka menangkap istri dan anaknya karena mencoba meninggalkan negara itu untuk bergabung dengannya di Australia. “China sangat tidak ingin dunia tahu apa yang terjadi di sana [Xinjiang],” kata Musapir.

Kasusnya mirip dengan Seven Zhang, seorang Muslim Hui yang sekarang tinggal di Amerika Serikat. Zhang menjelaskan kepada saya bahwa istrinya ditangkap dan dituduh menyeberang perbatasan secara ilegal pada 18 Januari 2016, dan dibawa ke Departemen Kepolisian Jinwuhzen. Kurang dari empat pekan setelah penangkapannya, istri Zhang yang menderita kanker jatuh koma setelah mengalami penyiksaan dan penganiayaan.

Dalam beberapa pekan dan bulan setelah kematian istrinya, Zhang menuntut keadilan dari pemerintahannya, tetapi bukannya mendapat kompensasi atau bahkan sidang, Zhang menuduh pemerintah China mencoba membunuhnya dalam “manipulasi kecelakaan sepeda motor”.

Terkepung Pasukan Assad, Puluhan Pengungsi di Perbatasan Israel Diusir Serdadu Zionis

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan warga Suriah yang terlantar ditolak oleh unit-unit militer Israel pada hari Selasa (17/7/2018) ketika mereka berusaha mendekati pagar perbatasan di sepanjang Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Insiden pada hari Selasa tersebut terjadi di Quneitra, di mana rezim Syiah Suriah berusaha mendorong sisa-sisa pejuang oposisi.

Para pengungsi Suriah berhenti sekitar 200 meter dari pagar, sebelum seorang tentara Israel mengatakan kepada mereka untuk pergi.

“Anda berada di perbatasan Negara Israel. Kembalilah, kami tidak ingin menyakitimu,” serdadu itu berteriak dalam bahasa Arab melalui pengeras suara di kerumunan, disiarkan langsung tayangan TV Reuters.

Pasukan Assad dan Milisi Syiah Dukungan Iran Menuju Wilayah Israel

Kerumunan, termasuk wanita dan anak-anak, kemudian berjalan kembali dengan perlahan menuju perkemahan IDP. Beberapa berhenti di tengah jalan dan melambai-lambaikan kain putih ke arah perbatasan Israel.

Kelompok ini termasuk di antara puluhan ribu warga Suriah yang telah tiba di dekat perbatasan selama sebulan terakhir setelah pertempuran baru di sepanjang provinsi selatan Deraa dan Quneitra meletus di negara itu.

“Kembalilah sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Jika Anda ingin kami membantu Anda, kembalilah,” kata perwira tentara Israel itu kepada kerumunan, “Segeralah bergerak.”

Reporter Al Jazeera Stefanie Dekker melaporkan dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki, bahwa ratusan atau lebih warga Suriah yang berkumpul di sepanjang perbatasan pada hari Selasa tidak punya tempat lain untuk pergi.

Konvoi 15 Bus Bawa Pejuang Anti Rezim Assad Tinggalkan Daraa

Dan meskipun Israel dan Yordania menyediakan beberapa tenda untuk beberapa pengungsi, ada kekhawatiran tentang situasi kehidupan mereka.

“Apa yang kami pahami adalah mereka telah kembali ke tenda-tenda di kamp sementara di mana mereka berada,” kata Dekker, menambahkan bahwa orang yang dipindahkan harus menghadapi peningkatan suhu serta masalah sanitasi dan air.

“Ada kekhawatiran lain bahwa orang-orang hidup di bawah kendali oposisian bertahun-tahun [yang] merupakan langkah-langkah repercussion oleh rezim Suriah,” kata Dekker.

“Ada aktivis di daerah-daerah ini, wartawan, keluarga yang takut pada apa akan yang terjadi terhadap mereka ketika rezim mengambil alih desa-desa tempat mereka tinggal.”

PBB memperkirakan bahwa 160.000 warga Suriah telah mengungsi karena kerusuhan baru-baru ini, sebagian besar dipicu oleh rezim Suriah dan sekutu-sekutunya dari Rusia untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai oposisi di selatan.

Israel telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi di kamp-kamp dekat dengan garis pemisahan Israel-Suriah 1974 pada Golan tetapi mengatakan mereka tidak akan diizinkan untuk menyeberang ke wilayah yang dikuasai Israel.

Seorang saksi di sisi perbatasan Suriah mengatakan bahwa orang-orang mencari perlindungan dimanapun mereka bisa ketika serangan semakin dekat ke lokasi mereka.

Lama Fakih, wakil direktur divisi Timur Tengah dan Afrika Utara di Human Rights Watch, mengatakan kepada Al Jazeera baik rezim Israel dan Yordania memiliki kewajiban untuk tidak mendorong kembali pengungsi yang melarikan diri dan pencari suaka.

Dalam 6 Bulan Rezim Syiah Assad dan Rusia Bunuh 1.793 Warga Sipil Suriah

“Puluhan ribu orang yang mengungsi melarikan diri dari pemboman yang semakin meluas. Mereka telah meninggalkan banyak beban di pundak mereka,” kata Fakih.

“Mereka tinggal di daerah-daerah dengan cuaca panas yang hebat tanpa tempat perlindungan yang memadai, tanpa bantuan kemanusiaan yang memadai dan terlepas dari kondisi kemanusiaan yang ekstrim dan ketidakamanan di daerah itu, baik rezim Israel dan Yordania telah bersikeras tidak mengizinkan para pencari suaka ini untuk mencoba mencari perlindungan atau melintasi perbatasan,” tambahnya.

4 Penjahat Perang Bangladesh Dihukum Mati

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Pengadilan Bangladesh pada hari Selasa (17/7/2018) menjatuhkan hukuman mati kepada empat orang karena melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang tahun 1971, yang menandai pemisahan negara itu dari Pakistan.

“… Mereka dihukum dan dijatuhi hukuman mati dan mereka akan digantung di leher sampai mereka mati,” kata Hakim Shahinur Islam, ketua dari tiga anggota tribunal, kantor berita yang dikelola negara Bangladesh Sangbad Sangstha (BSS) melaporkan, lansir World Bulletin.

Selama 9 Bulan Hampir 100 Orang Tewas oleh Aparat di Bangladesh

Para narapidana, Akmal Ali Talukder, 79, Abdun Nur Talukder, 66, Anis Miah, 80, dan Abdul Mosabbir Miah, 67 melakukan genosida, pembunuhan, penculikan dan penyiksaan dari 7 Mei -24 November 1971 di desa Panchgaon dan Paschimbhag di distrik Moulvipazar, Pengadilan Kejahatan Internasional (the International Crime Tribunal ICT) mengatakan.

Hanya Talukder yang hadir di persidangan.

Bangladesh Larang Saluran TV Zakir Naik setelah Serangan di Kafe Dhaka

Pengadilan memerintahkan pihak berwenang untuk menangkap narapidana yang melarikan diri.

ICT adalah pengadilan kejahatan perang domestik di Bangladesh yang dibentuk pada tahun 2009 untuk menyelidiki dan mengadili para tersangka atas kejahatan perang pada tahun 1971 yang diduga dilakukan oleh militer Pakistan dan kolaborator lokal mereka di Bangladesh.

Pengungsi Muslim Rohingya Bersedia Kembali ke Myanmar Jika…

ROHINGYA (Jurnalislam.com) – Pengungsi Muslim Rohingya Myanmar mengatakan kepada utusan PBB bahwa mereka bersedia untuk kembali ke Myanmar jika keselamatan dan kewarganegaraan mereka dipastikan, menurut pernyataan PBB Selasa (17/7/2018).

Pernyataan itu muncul menyusul untuk kunjungan resmi pertama utusan PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener ke kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazar, Bangladesh dari 14-16 Juli, tempat lebih dari 750.000 pengungsi tinggal.

“Di Cox’s Bazar, dia mengunjungi kamp-kamp pengungsi yang luas dan mendengar dari orang-orang tentang kekejaman tak terbayangkan yang dilakukan di Negara Bagian Rakhine,” kata pernyataan itu.

Wartawan Reuters yang Ditangkap Saat Selidiki Pembantaian di Rohingya, Diadili Hari ini

“Terlepas dari pelanggaran berat hak asasi manusia ini, mereka menyatakan harapan mereka untuk kembali ke rumah jika keamanan dapat dijamin dan kewarganegaraan dapat disediakan,” tambahnya.

Selama diskusi tentang kunjungan tersebut, Burgener juga menggarisbawahi pentingnya akuntabilitas atas kejahatan yang dilakukan oleh pasukan Myanmar.

Sejak 25 Agustus 2017, sekitar 750.000 Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh setelah pasukan Myanmar memulai tindakan brutal terhadap kaum Muslim minoritas, menurut Amnesty International.

Petinggi PBB: Muslim Rohingya Tidak Mungkin Kembali ke Myanmar, Ini Alasannya

Sedikitnya 9.400 orang Rohingya tewas di Negara Bagian Rakhine Myanmar dari 25 Agustus hingga 24 September 2017, menurut Doctors Without Borders.

Dalam laporan yang diterbitkan Desember lalu, kelompok kemanusiaan global mengatakan tewasnya 71,7 persen, atau 6.700 Rohingya, disebabkan oleh kekerasan. Mereka termasuk 730 anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kaum Muslim yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat terhadap serangan sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Pemerintah Myanmar Hilangkan Bukti Kejahatannya dengan Ratakan 55 Desa Rohingya

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan, mutilasi – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan serta pembakaran yang dilakukan oleh tentara Myanmar. Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut bisa dianggap sebagai kejahatan berat terhadap kemanusiaan.

Tanggapi Serangan Layang-layang Hamas, PM Zionis Siapkan Skenario Militer

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu pada hari Selasa (17/7/2018) mengatakan bahwa Israel siap untuk “skenario apa pun” di Jalur Gaza yang diblokade, dalam pernyataan resmi, lansir Anadolu Agency.

“Kami berada di tengah-tengah pertempuran dan saya dapat memberi tahu Anda bahwa tentara [Israel] siap untuk skenario apa pun,” kata Netanyahu mengatakan selama inspeksi militer dengan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman.

Ditanya apakah ketegangan yang sedang berlangsung di sepanjang pagar perbatasan Gaza-Israel mungkin diselesaikan secara non-militer, ia menambahkan: “Saya percaya kita mengambil langkah yang tepat.”

Sementara itu, harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa pejabat Mesir telah meminta Hamas untuk menghentikan aktivis warga Palestina di Gaza yang menerbangkan layang-layang dan balon pembakar ke wilayah pertanian Israel.

Militer Israel Hadapi Layang-layang Hamas dengan Pesawat Tempur

Menurut surat kabar itu, Hamas menanggapi permintaan Mesir dengan mengatakan bahwa mereka “sudah menyampaikan ketidakmampuannya untuk mengakhiri tindakan tersebut.”

Dalam beberapa pekan terakhir, aktivis di Gaza telah menerbangkan layang-layang dan balon pembakar ke wilayah Israel sebagai bagian dari demonstrasi yang sedang berlangsung di sepanjang pagar keamanan.

Sejak demonstrasi pertama kali dimulai pada 30 Maret, lebih dari 130 demonstran Palestina telah terbunuh – dan ribuan lainnya terluka – oleh tembakan brutal pasukan penjajah Israel.

Baca kuga: Serangan Layang-layang Warga Gaza pada Lahan Pertanian, Rugikan Israel Us$ 2, 5 Juta

Para pengunjuk rasa menuntut “hak untuk kembali” ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah sejak mereka diusir pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 11 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan ekonomi daerah terkepung itu dan mencabut komoditas pokok bagi sekitar dua juta penduduknya.

Tahapan Melahirkan Pemimpin yang Baik Menurut Ustaz Salim A Fillah

SOLO (Jurnalislam.com) – Penulis Buku Islami, Ustaz Salim A Fillah menjelaskan, untuk melahirkan kepemimpinan yang baik di masa depan, ada dua hal yang harus dilakukan oleh umat Islam. Pertama, menjadikan masjid sebagai tempat pengkaderan calon pemimpin.

Kriteria utama pemimpin dalam Islam adalah yang paling bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan masjid adalah tempat terbaik untuk melahirkan pemimpin bertakwa.

“Masjid adalah tempat pengadaan pemimpin yang terbaik, kalau kita punya 1.200.000 Masjid dan mushola atau 800 ribu masjid di Indonesia maka kalau satu masjid menghasilkan satu pemimpin maka kita punya stok 800 ribu pemimpin,” ungkapnya kepada Jurnalislam.com usai memberikan materi di Masjid MUI Surakarta Ahad, (15/7/2018).

“Itu sangat mencukupi untuk presiden, wakil presiden, menteri-menteri, 33 gubenur seluruh Indonesia, 450 bupati walikota, 5400 camat, kita sangat memerlukan itu, insya Allah menyiapkan pemimpin dari masjid,” imbuhnya.

Kedua, untuk melahirkan pemimpin yang baik maka umat Islam harus memperbaiki dirinya. Ia menukil perkataan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin yang mengutip sebuah atsar “kamaa takuunuu, yuwalla ‘alaikum” (sebagaimana kalian, demikian pula pemimpin kalian). Ini adalah atsar Abu Ishaq As Sabi’iy, salah seorang ulama tabi’in asal Kufah yang terkenal sebagai ahli hadits dan ahli ibadah.

“Yang kedua, kita juga harus memperbaiki masyarakat karena kaidahnya salah satunya ‘kamaa takuunuu yuwalla ‘alaikum, seperti apa keadaanmu seperti itulah kamu akan diberi pemimpin oleh Allah,” terang ustaz Salim.

“Kalau tukang tambal ban kita masih sering tebar paku, kalau pedagang kita di pasar suka nempel magnet dan mengurangi takaran dan timbangan, ASN kita masih terima amplop-amplop tidak jelas, masih suka menilap nota dan kwitansi, kita sulit untuk berharap dapat presiden yang tidak korupsi, wong sing milih yo seperti itu,” tandasnya.

Jika kedua hal itu telah dilakukan, sambungnya, maka akan melahirkan sebuah masyarakat yang islami dan kepemimpinan yang sesuai petunjuk Al-Quran dan Sunnah.

“Artinya menyadarkan masyarakat untuk menjadi baik, maka insya Allah akan memperbaiki juga dalam selera mereka untuk memilih pemimpin yang baik sebagaimana keadaan mereka, ini agenda besar umat Islam. Jadi satu melahirkan pemimpin orang orang yang sholeh dari masjid, kedua memperbaiki masyarakat supaya mau memilih pemimpin yang baik,” jelasnya.

Salim A Fillah: Seharusnya Pemerintah Selesaikan Akar Radikalisme Yakni Ketidakadilan

SOLO (Jurnalislam.com) – Penulis buku islami, Ustaz Salim A Fillah juga menanggapi survei Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) tentang masjid radikal. Menurutnya, sumber permasalahan sebenarnya disebabkan oleh adanya ketidakadilan pemerintah terhadap umat Islam.

“Nah pandangan miring tentang masjid, seakan-akan masjid jadi tempat agitasi politik dan lain sebagainya, hanyalah konsekuensi dari yang terjadi di negara ini, dimana ada ketidakadilan, dimana ada ketimpangan, dimana ada kezaliman, sehingga kemudian orang-orang yang punya kepedulian pasti akan bereaksi hal tersebut dengan amar ma’ruf nahi mungkar kemudian kalau tidak bisa dengan tangan kemudian dengan lisan,” ungkapnya kepada Jurnalislam.com, Ahad (15/7/2018).

Ia juga tidak setuju apabila hanya masjid yang dituduh sebagai tempat menebar ujaran kebencian dan radikalisme. Seharusnya, pemerintahlah yang menyelesaikan akar permasalahan bukan menangkapi dan memberikan stigma buruk kepada para dai yang memberikan masukan dan menyuarakan kebenaran di depan penguasa.

“Dan mimbar masjid tentu saja tidak bisa disalahkan sebagai tempat ‘Al Amru bil Ma’ruf Wa Nahi Anil Mungkar’ yang dilakukan para khotib, para ulama dan para ustaz. Dan tidak pada tempatnya kemudian aparat pemerintah hanya satu pandangan untuk menyalahkan penggunaan masjid yang sedemikian, tanpa kemudian membenahi berbagai macam perkara yang disuarakan, dikritik dan diberi masukan oleh para tokoh umat ini,” paparnya penulis buku ‘Jalan Cinta Para Pejuang’ ini.

Selanjutnya, Ustaz Salim mengimbau umat Islam untuk mengembalikan fungsi masjid, yaitu dengan menjadikan masjid sebagai pusat aktifitas seluruh kegiatan umat Islam sebagaimana pada zaman Rasulullah.

“Seluruh umat Islam berkewajiban untuk mengembalikan fungsi masjid kita seperti yang diteladankan oleh Rasulullah dan para sahabat. Bagaimana masjid menjadi pusat dan pemberdayaan masyarakat dari soal ibadah, sosial, ekonomi bahkan kekuatan membawa perubahan pada sesuatu yang lebih besar, dalam konteks bernegara,” terangnya kepada Jurnalislam.com di masjid MUI Surakarta, Ahad, (15/7/2018).

“Maka dengan itu kita wajib kemudian mempelajari bagaimana memenej masjid dengan baik, termenej untuk terdata semua jamaahnya, termenej untuk terlayani untuk semua jamaahnya, termenej untuk terberdayakan semua jamaahnya,” pungkasnya.

Disebut Bakal Cawapres Jokowi, Kiai Ma’ruf: Saya Belum Diberitahu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Akhir-akhir ini nama Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin ramai dibincangkan setelah disebut sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) Jokowi pada Pilpres tahun depan. Sambil tertawa, Kiai Ma’ruf menegaskan dirinya belum diberitahu.

“Katanya saya disebut jadi cawapres, tapi belum tau. Karena sampai saat ini saat ini saya belum diberitahu,” katanya kepada Jurnalislam.com saat ditemui di kantornya, Jalan Proklamasi No. 54, Jakpus, Selasa (17/7/2018).

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merekomendasikan nama Ma’ruf Amin sebagai pendamping Jokowi.

Wakil Ketum PPP, Arwani Thomafi menilai sosok Ma’ruf Amin sebagai sosok yang komplet. Selain berpengalaman di keorganisasian, Ma’aruf juga merupakan seorang ulama yang juga sebagai Ra’is Aam PBNU.

“Dari sisi keilmuan, bidang ekonomi Islam, perbankan syariah, sejarah, jam terbang juga semua orang tahulah Pak Amin. Untuk kepentingan umat juga orang tahulah, untuk komitmen kebangsaan juga bagus,” jelasnya.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei cawapres ideal bagi Jokowi jelang pendaftaran calon presiden (capres) pada 4 Agustus mendatang. Nama Ma’ruf Amin masuk di dalam daftar LSI.

Berdasarkan survei LSI, Ma’ruf Amin masuk ke dalam kelompok cawapres Jokowi dari kalangan tokoh agama. Nama Ketua MUI KH Ma’ruf Amin muncul tertinggi elektabilitasnya di angka 21 persen. Disusul mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin 17,2 persen, Tuan Guru Bajang (TGB) 12,3 persen dan Mahfud MD 9,5 persen.

Reporter: Gio

KH Ma’ruf Amin Minta Pengurus Masjid Awasi Khatib

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta para pengurus masjid mengawasi seorang khatib apabila ketika berceramah mengarah pada ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu. Hal tersebut dilakukan agar masjid tersebut bebas dari ajaran radikalisme.

“Semua yang arahnya ke radikal harus dicegah. Kedamaian dan persaudaraan harus diraih supaya masalah politik tidak mendorong ke arah permusuhan. Menjelang tahun politik, masjid bisa digunakan politisasi, jadi khatib di masjid yang harus dikendalikan,” kata Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin di kantornya, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Kiai Ma’ruf yang juga Rais Aam PBNU mengkhawatirkan, apabila ceramah seorang khatib mengandung ujaran kebencian akan berujung pada tindakan radikalisme. Untuk itu, sebaiknya model ceramah seorang khatib harus diperbaiki bersama, sehingga toleransi antar umat beragama di Indonesia tetap terjaga.

“Mungkin ada yang radikal ucapannya. Khotib yang radikal contohnya yang provokatif, menghujat mempersoalkan masalah lalu, itu radikalisme ucapan dan bisa mengarah ke radikalisme tindakan. Itu yang harus dicegah,”cetusnya.

Seperti diketahui, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) telah melakukan survei terhadap 100 masjid pemerintahan di Jakarta. 100 masjid tersebut terdiri atas 35 masjid di Kementerian, 28 masjid di Lembaga Negara dan 37 masjid di Badan Usaha Milik Negara
(BUMN).

Ketua Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Agus Muhammad mengatakan, survei itu dilakukan setiap shalat Jumat dari 29 September hingga 21 Oktober 2017. Kemudian, tim survei menganalisis materi khutbah Jumat yang disampaikan. Hasilnya, ada 41 masjid di lingkungan pemerintah yang terpapar radikalisme.

Reporter: Gio