Serangan Layang-layang Warga Gaza pada Lahan Pertanian, Rugikan Israel Us$ 2, 5 Juta

10 Juli 2018
Serangan Layang-layang Warga Gaza pada Lahan Pertanian, Rugikan Israel Us$ 2, 5 Juta

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dalam beberapa pekan terakhir, warga Palestina di Gaza telah melakukan protes terhadap blokade laut, udara dan darat yang diberlakukan oleh penjajah Israel dan negara tetangga Mesir sejak 2006.

Sejumlah warga Gaza menggunakan benda-benda menyala yang dilekatkan pada layang-layang untuk membakar lahan pertanian Israel menyeberangi pagar perbatasan sebagai protes.

Sejauh ini, aksi tersebut menyebabkan kerusakan tanah pertanian sebesar Us$ 2,5 juta, menurut pemerintah Israel.

Israel menggunakan pesawat tak berawak untuk mencegat layang-layang, tetapi warga Palestina berhasil menjatuhkan beberapa drone Israel.

Israel menyalahkan Hamas atas peluncuran layang-layang yang dilakukan warga Gaza dan menyerang sasaran milik kelompok itu sebagai pembalasan.

Sejak Protes Akhir Maret, 135 Warga Palestina Tewas, 15.000 Terluka dan 370 Kritis

Pada Senin (09/07/2018), pemerintah zionis Yahudi mengatakan akan menutup perbatasan Karam Abu Salem, dengan mengatakan bahwa langkah mereka itu sebagai pembalasan atas orang Palestina yang membakar lahan pertanian Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan keputusan untuk menutup perbatasan dilakukan dengan berkoordinasi dengan menteri pertahanan negara itu.

Hamas mengutuk keputusan PM zionis untuk menutup penyeberangan perbatasan komersial Karam Abu Salem, jalan utama pengiriman barang-barang kebutuhan bagi penduduk Jalur Gaza yang terkepung.

Hamas, yang mengatur daerah terkepung itu, menggambarkan tindakan zionis tersebut sebagai “kejahatan terhadap rakyat Gaza”, juga menyalahkan keheningan panjang masyarakat internasional yang mendorong blockade penjajah Israel di Gaza.

Dihadang di Perbatasan oleh Militer Israel, Ini Kata Aktivis Swedia untuk Palestina

Langkah, yang akan berlaku pada hari Selasa itu, hanya akan mengizinkan pengiriman kebutuhan kemanusiaan seperti gas untuk memasak serta gandum dan tepung ke Gaza, seorang pejabat yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pergerakan kargo melalui perbatasan mengkonfirmasi ke Al Jazeera dari Gaza.

Raed Futooh mengatakan barang-barang yang akan dilarang memasuki Jalur Gaza, yang merupakan rumah bagi lebih dari dua juta orang, termasuk barang-barang pakaian dan bahan-bahan konstruksi seperti “plastik dan bahan kimia.”

Penutupan perbatasan perbatasan Karam Abu Salem juga akan mempengaruhi ekspor Gaza, yang semakin menekan ekonomi yang sudah lumpuh setelah dihempaskan oleh blokade 12 tahun.

“Kami dulu mengekspor segala macam barang,” kata Futooh, 44 tahun. “Dari ikan dan sayuran hingga pakaian dan kayu,” katanya.

Ekspor Gaza berhasil menjangkau konsumen di Tepi Barat yang dijajah, Yordania dan “bahkan Israel”, menurut Futooh.

Sekitar 40 hingga 50 truk mengangkut barang-barang lokal meninggalkan Jalur Gaza setiap hari, Futooh menambahkan.

Biadab, Pasukan Israel Bunuh 25 Bocah Palestina, 11 Ditembak di Kepala atau Leher

“Perekonomian di Gaza sudah sangat rusak karena pengepungan dan berbagai serangan penjajah Israel, tetapi setiap langkah terbaru Israel akan memperburuk keadaan ke tingkat lebih jauh.”

Netanyahu juga mengancam dalam serangkaian posting di Twitter bahwa “langkah tambahan” akan diambil untuk mengatasi “Hamas … segera.”

Omar Shakir, direktur Israel-Palestina Human Rights Watch, mengatakan sanksi ekonomi oleh Israel adalah tindakan “hukuman kolektif”.

“Apa yang dibutuhkan adalah tekanan pada komunitas internasional … Israel harus mengakhiri penutupan Gaza yang panjang dan kejam,” katanya kepada Al Jazeera.

Sejak 30 Maret, warga Palestina di Gaza memperjuangkan hak warga Palestina untuk kembali ke rumah sejak diusir dari tahun 1948 oleh zionis.

Sedikitnya 135 orang telah tewas oleh tembakan brutal pasukan Israel selama demonstrasi populer – yang dijuluki the Great March of Return – yang telah berlangsung di sepanjang pagar pembatas Gaza – Israel.

3 Warga Palestina Kembali Gugur dalam Aksi Great March of Return