Berita Terkini

Dihadang Kawat Berduri, Massa Aksi 211 Tertahan di Patung Kuda

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan massa Aksi Bela Tauhid 211 telah memenuhi jalan sekitar patung Kuda Monumen Nasional menuju ke arah Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (2/11/2018).

Massa yang rencananya akan berunjuk rasa di depan Istana Merdeka tidak dapat melanjutkan langkahnya karena dihadang kawat berduri yang dipasang di dua ruas jalan depan Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat.

Tidak hanya kawat berduri, tiga lapis pagar betis dari kepolisian juga tampak menghalangi massa agar tidak memasuki kawasan depan Istana.

Aksi Bela Tauhid 211 mulanya direncanaan terpusat di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Massa mulai bergerak maju menuju Jalan Medan Merdeka Barat usai menunaikan shalat Jumat di Masjid Istiqlal.

Jusu Bicara Front Pembela Islam (FPI), Slamet Maarif, mengatakan, ada dua tuntutan yang disuarakan massa, yaitu pemerintah mengakui ada pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid pada Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat.

Kedua, aparat penegak hukum diminta untuk menindak aktor intelektual insiden tersebut.

Kemenag: Penyuluh Agama Jadi Ujung Tombak Tanggulangi Narkoba, Pornografi, Radikalisme

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama akan menjadikan penghulu dan penyuluh agama sebagai ujung tombak dalam penanggulangan narkoba, pornografi, dan radikalisme.

Melansir INA News Agency, Direktur Jenderal Ditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menjelaskan, tiga ancaman tersebut bisa ditanggulangi dengan delapan program yang berisi pembinaan ruhiyah dan sosial-kolektif.

Di antaranya adalah pengentasan buta huruf al-Quran, pendidikan keluarga sakinah, pengelolaan zakat, pemberdayaan wakaf, membangun kerukunan antar umat beragama, menghindari radikalisme dan aliran sempalan, narkoba, dan pemicu HIV/AIDS.

“Karena banyaknya tugas, delapan tugas itu bisa dipahami tapi bisa juga semua itu tidak dipahami,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi, dan Radikalisme, di Jakarta, Rabu (31/10/2018) malam.

Karena itu, dalam upaya merealisasikan program tersebut, Bimas Islam menggandeng sejumlah lembaga dan kementerian terkait. Di antaranya Kementerian Hukum dan HAM, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sekretaris Dirjen Bimas Islam Tarmizi Tohor mengungkapkan, secara keseluruhan saat ini setidaknya ada 50 ribu penyuluh agama Islam di lembaganya. Dari jumlah itu sebanyak 5.000 di antaranya berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan 45 ribu lainnya merupakan tenaga honorer yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita ingin memanfaatkan penyuluh agama untuk menyelesaikan tiga masalah ini,” ujar Tarmizi.

Di forum yang sama, Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris mengatakan pihaknya perlu bekerjasama dengan Bimas Islam dalam membangun pendekatan lunak. “Kita akan menggandeng teman-teman di seluruh pelosok termasuk teman-teman penyuluh kementerian agama,” ujarnya.

Reporter : Imam Suroso | INA 

Sesalkan Kasus Tuti, KAMMI Desak Pemerintah Buat MCN Dengan Saudi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi Tuti Tursilawati asal Majalengka dieksekusi mati di Arab Saudi pada Senin (29/10). Setelah Tuti, TKI lainnya yakni Eti binti Toyib dikabarkan menunggu giliran selanjutnya karena kasusnya sudah inkrah.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) meminta pemerintah segera membuat perjanjian Mandatory Consular Notification (MCN) dengan pemerintah Arab Saudi.

“Perjanjian ini sangat mendesak agar warga negara kita yang mengalami masalah hukum di Saudi, diberitahukan dahulu ke kita sebelum dieksekusi oleh mereka,” ujar Ketua Umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi dalam keterangan tertulis, Jum’at (2/11/2018).

“Kita tidak mau kejadian kepada almarhum Tuti terulang kembali, yang kita terima hanya jenazahnya, sebelumnya kita tidak diberi tahu apa-apa,” tambah Irfan.

Irfan menilai, perjanjian itu akan sangat bermanfaat bagi pemerintah Indonesia yang warganya banyak menjadi TKI di Arab Saudi.

“Jika perjanjian itu tidak ada, Saudi merasa benar walaupun mereka tidak memberi tahu apa-apa ke kita, jadi dengan adanya perjanjian itu kita paksa mereka untuk beri tau sebelum eksekusi, sehingga kita bisa menyiapkan upaya-upaya negosiasi agar eksekusi tidak terjadi,” tegas Irfan.

LGBT Marak, MUI Sumbar Keluhkan Tidak Adanya ‘Payung Hukum’

PADANG (Jurnalislam.com) – Fenomena kaum Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) kian marak di provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), pada 2016 mencatat sebanyak 15.501 LGBT tersebar di provinsi itu.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar menilai, keberadaan LGBT telah mengusik ketentraman hidup umat Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, moral dan susila. Sehingga pemerintah daerah harus segera melahirkan payung hukum anti LGBT.

“LGBT itu melanggar nilai-nilai moral, normal susila dan ajaran agama. Artinya jika dibiarkan, LGBT bisa menjadi ancaman terhadap kebebasan dalam menjalankan agama. Karena perilaku LGBT menyimpang dari ajaran agama. Oleh sebab itu perilaku LGBT tidak bisa dibiarkan di Ranah Minang,” kata Buya Gusrizal, dilansir Posmetro Padang, Kamis (1/11/2018).

Menurut Buya Gusrizal, unutk memerangi LGBT harus melibatkan semua pihak karena perilaku tersebut sangat berbahaya bagi generasi selanjutnya.

“Anak muda harus terlindungi dari para pelaku LGBT karena ini semacam penyakit menular. Mereka jika dibiarkan akan juga menjadi pelaku LGBT setelah dewasa. Makanya harus ditangkal sejak dini. Perlu ada payung hukum yang kuat agar punya dasar yang kuat untuk bisa bertindak tegas melawan LGBT. Ini mengancam masa depan anak bangsa,” ucap Buya Gusrizal.

Agar LGBT tak meluas, sebut Buya Gusrizal, tentu yang utama adalah pembinaan dari keluarga. Karena keluarga adalah benteng utama dalam membentuk akhlak, moral dan perilaku anggota keluarganya. Oleh sebab itu, ia mendorong semua keluarga agar saling menjaga anggota keluarganya agar senantiasa menjaga norma, etika dan susila.

Unjuk rasa menolak LGBT

“Kemudian yang tidak kalah pentingnya lagi adalah pendidikan agama. Karena tidak ada agama manapun yang melegalkan LGBT. Oleh sebab itu, pendidikan keagamaan juga akan menjadi penangkal bagi LGBT, tentu jika pendidikan agama itu benar-benar diterapkan dengan baik,” ujarnya.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Sumbar, Zul Aliman mengakui, saat ini terjadi kekosongan hukum untuk menindak pelaku LGBT. Ia juga mengaku, pernah menangkap basah pasangan LGBT yang dilakukan hanya sebatas membina dan memanggil orang tua, kalau menindak secara hukum tidak bisa.

“Tentu kami berharap dengan adanya regulasi dalam bentuk Perda hingga peraturan nagari bisa menjadi salah satu solusi untuk menimbulkan efek jera selain pembinaan dan sosialisasi,” harap Zul Aliman.

Sementara, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, tidak ada istilah mundur dalam pemberantas LGBT, terus maju dan sosialisasi kepada semua elemen masyarakat dalam pembangunan di Sumbar. Dalam menyikapi berbagai kebutuhan dalam memberantas LGBT ini, pihaknya akan menyiapkan penganggaran dana apakah nanti di Balitbang atau di Kesbangpol.

“Hal ini akan dilaporkan dan dibicarakan kepada gubernur Sumbar beserta OPD terkait anggaran dan perencanaan pembangunan daerah,” kata Nasrul Abit.

Selain itu, juga menyiapkan program pembinaan dan rehabilitasi bagi yang menjadi korban, sementara bagi intelektual ideologi LGBT akan dicap, disebutkan namanya agar masyarakat tahu untuk menjauhinya. Karena pelaku LGBT dalam agama adalah perbuatan yang amat dibenci Allah SWT dan dapat mendatangkan bencana, seperti kisah Nabi Luth.

“Pemberantasan LGBT di Sumbar ini sebagai upaya nyata menyelamatkan generasi muda dari kesesat dan menjauhkan diri dari kesalahan yang lebih besar dan penyakit Aids HIV yang ditimbulkan,” sebutnya.

Sebelumnya, hasil penelitian yang dilakukan Perhimpunan Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia di Sumbar juga menemukan perilaku LGBT khususnya hubungan seksual antara sesama laki-laki menjadi pemicu HIV tertinggi di Sumbar.

“Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan terdapat 10.376 kasus HIV baru pada periode Januari sampai Maret 2018 dengan persentasi lelaki suka lelaki sebesar 28 persen,” kata konselor Perhimpunan Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia, Sumbar Khaterina Welong.

Menurut Khaterina, jika dilihat dari kelompok umur maka penderita AIDS tertinggi ada pada rentang usia 20 sampai 29 tahun sebanyak 29,3 persen. “Artinya yang terinfeksi HIV adalah mereka yang melakukan perbuatan yang berisiko 10 tahun sebelumnya atau pada usia 10 hingga 19 tahun,” ujarnya.

Khaterina memperkirakan saat ini jumlah lelaki penyuka sesama jenis di Sumbar 14.469 orang, jumlah waria 2.501 orang dengan perkiraan pelanggan 2,5 kali lipat. Artinya, tuturnya, kalau pelanggan waria adalah bapak-bapak maka masuk kategori laki-laki suka laki-laki dengan demikian total pria penyuka sesama jenis diperkirakan mencapai 20 ribu orang.

Khaterina menyebutkan, berdasarkan perkiraan pada 2016 jumlah lelaki penyuka sesama jenis di Sumbar paling banyak di Padang sebanyak 5.267 orang, Agam 903, Pesisir Selatan 882, Pasaman Barat 870 orang, Padangpariaman 705 orang, Kabupaten Solok 716 orang.

Kemudian, Sijunjung 459 orang, Tanahdatar 434 orang, Limapuluh Kota 718 orang, Pariaman 536 orang, Solok Selatan 339 orang, Dharmasraya 518 orang, Kota Solok 360 orang, Sawahlunto 153 orang, Padangpanjang 135 orang, Bukittinggi 185 orang, Payakumbuh 333 orang, dan Kota Pariaman 217 orang.

Sumber: Posmetro Padang

Pangeran Arab: Khashoggi Islamis Berbahaya Seperti Anggota Ikhwanul Muslimin

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman menggambarkan kolumnis Jamal Khashoggi yang dibunuh sebagai seorang Islamis berbahaya dalam sebuah pembicaraan telepon dengan pejabat tinggi administrasi Donald Trump, Washington Post melaporkan Kamis.

Komentar itu dibuat selama panggilan telepon dengan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan penasihat senior presiden dan menantu laki-laki Jared Kushner sebelum Riyadh mengakui bahwa mereka membunuh Khashoggi, surat kabar itu melaporkan.

Bin Salman, penguasa de facto Saudi Arabia, berusaha menggambarkan Khashoggi sebagai anggota Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok Islam transnasional yang berasal dari Mesir yang telah menjadi fokus kritik bagi sebagian orang di pemerintahan Trump, termasuk Bolton.

Seorang pejabat Saudi membantah komentar itu.

Tapi, jika benar, komentar yang dilaporkan itu sangat kontras dengan pernyataan publik yang dibuat oleh kerajaan karena menghasilkan narasi bergeser atas hilangnya Khashoggi sebelum akhirnya mengakui dia dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul di tengah kecaman internasional.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kepada Fox News bahwa kematian Khashoggi adalah “kesalahan besar” sekaligus meratapi hal itu sebagai “tragedi yang mengerikan.”

Baca juga:

“Ini adalah operasi di mana seseorang beraksi melebihi otoritas dan tanggung jawab yang mereka miliki. Mereka membuat kesalahan ketika mereka membunuh Jamal Khashoggi di konsulat dan mereka berusaha menutupi itu,” katanya.

Laporan telah mengindikasikan kerajaan itu berencana untuk menyalahkan kematian Khashoggi pada agen jahat sebelum akhirnya mengakui dia tewas di konsulat.

Arab Saudi belum menjelaskan peralihan narasinya tentang penghilangan Khashoggi, dan Riyadh tidak juga mengeluarkan jasadnya setelah beberapa laporan mengatakan ia dipotong-potong dalam fasilitas diplomatik.

Kantor Kejaksaan Istanbul mengatakan Khashoggi dicekik sampai mati “secara terencana” sesaat setelah dia memasuki konsulat guna mendapatkan dokumen untuk pernikahannya yang tertunda, menambahkan bahwa tubuhnya dibuang setelah dipotong-potong.

Para anggota parlemen senior AS, termasuk Senator Lindsey Graham, menolak saran ada tokoh selain bin Salman yang bisa memerintahkan operasi itu.

Islam Telah Mengajarkan Toleransi Sejak 14 Abad Lalu

Oleh : Ustadz Fuad Al-Hazimi, Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah

JURNALISLAM.COM – Mungkin banyak yang bertanya kenapa umat Islam tidak membalas hujatan dan hinaan dari umat agama lain? Padahal kalau mereka mau, sangat banyak doktrin dan keyakinan dalam agama selain Islam yang bisa dijadikan bahan olok-olok atau hujatan.

Jawabannya adalah :

“Karena Islam adalah agama yang sempurna sehingga tidak ada satu pun permasalahan dalam kehidupan manusia kecuali telah diatur dengan lengkap oleh Islam. Termasuk dalam masalah ini”

Soal toleransi telah diajarkan oleh Islam sejak 14 abad yang lalu. Allah Ta’ala Berfirman

يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

Artinya:
1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

Islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk menghormati keyakinan orang lain di saat manusia belum mengenal apa itu toleransi

Bahkan Islam melarang memaksa manusia untuk masuk Islam, sebagaimana firman Allah

إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat” (QS Al Baqarah 256)

Padahal saat itu pemaksaan agama adalah hal yang biasa. Kaum Yahudi terusir dari Palestina karena dipaksa masuk Kristen oleh tentara Romawi. Umat Katholik di Irlandia banyak yang dibakar hidup-hidup karena menolak masuk Kristen. Dan hal ini berujung pada peperangan selama ratusan tahun antara Inggris yang menganut agama Kristen Anglican dengan Irlandia Utara yang mayoritas beragama Katholik

Lalu kenapa kita tidak boleh membalas hinaan dan hujatan padahal bukan kita yang memulai ? Allah Aza Wa Jalla Berfirman :

وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (S Al An’am 108)

Demikianlah Islam mengajarkan kepada kita adab dan akhlak terhadap sesama manusia bahkan kepada mereka yang memusuhi Islam.

Namun ini bukan berarti Islam lemah dan tidak punya sikap tegas. Islam telah mengajarkan kepada kita ketegasan dalam mensikapi mereka dalam 2 bentuk :

Pertama : Tegas dalam menetapkan posisi dan status mereka

Sebagaimana dalam surah At Taubah 64 – 66 Alloh Ta’ala berfirman :

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ (64) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Artinya :

“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Alloh dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Alloh akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa”. (QS At Taubah : 64-66)

Kedua : tegas dalam memberikan sanksi kepada mereka jika Syariah Islam telah ditegakkan sebagai aturan perundang-undangan, sebagaimana sikap Rasulullah ahollalohu alaihi wasallam terhadap Ka’ab bin Asyraf yang menghina beliau dan kaum muslimin.

Ceritanya, setelah berita kekalahan kaum musyrikin Quraisy menghadapi pasukan Islam di dalam perang Badar sampai ke Madinah, maka Ka’ab berkata: ”Jika berita ini benar, maka berada di bawah tanah lebih baik bagi kami daripada di atasnya.”

Artinya, ia merasa dirinya lebih baik mati daripada hidup setelah kekalahan kaum kuffar Quraisy. Lalu Ka’ab bin Al-Asyraf membuat syair-syair berisi ratapan atas kekalahan kaum musyrikin tersebut.

Di dalamnya juga memuat hujatan terhadap Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan kaum muslimin. Lalu pergilah ia ke Mekkah untuk menampilkan puisinya dan turut berduka cita bersama kaum musyrikin Mekkah. Bahkan kaum muslimat juga ia lecehkan di dalam syairnya. Maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kemudian bersabda:

من لبكعب بن الأشرف فإنه قد أذى الله و رسوله

”Siapakah yang mau menangani Ka’ab bin Al-Asyraf karena ia sungguh telah menyakiti Allah dan Rasul Nya?”

Muhammad bin Al-Maslamah radhiyallahu ‘anhu, salah satu dari orang-orang Ansar dari suku Aus berkata: ”Saya akan melakukannya Wahai Rasulullah..! Apakah Anda ingin saya untuk membunuh dia?”.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjawab: ” Ya!”

Islam mengajarkan agar kita menghormati keyakinan orang lain dan melarang kita menghina keyakinan mereka. Namun Islam mengajarkan pula ketegasan dalam menyikapi mereka yang berani menghujat atau mengolok-olok aqidah dan keyakinan kita.

Penghujan di Depan Mata, Alhamdulillah Warga Sulteng dapat Huntara

SIGI (Jurnalislam.com) – Musibah gempa dan tsunami yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) meluluhlantakkan rumah dan bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh. Warga yang memilih bertahan harus menghadapi situasi sulit hidup tanpa hunian layak.

Melihat keadaan sukar itu, lembaga kemanusiaan AQL Peduli berinisiatif membangun hunian sementara (huntara) guna meringankan beban yang dialami warga. Menurut Ketua AQL Peduli Edi Junaidi, huntara adalah salah satu kebutuhan mendesak di sana. Pasalnya, mendekati musim penghujan di bulan November warga setidaknya harus memiliki tempat berlindung yang cukup kokoh. Terlebih, di siang harinya cuaca teramat panas di Sulawesi.

Anak-anak yang tinggal di kampung setempat sedang bermain di area huntara yang tengah dibangun AQL Peduli di kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (1/11). FOTO: Nizar/INA

“Pembangunan sudah kita mulai sejak hari keempat. AQL Peduli turun membantu korban gempa di H+2 kejadian bencana. Huntara akan digunakan oleh para korban yang kehilangan tempat tinggalnya,” ungkap Edi kepada INA News Agency, saat ditemui di komplek Huntara AQL Peduli, Kamis (1/11/2018).

Saat ini, lanjut Edi, huntara tersebut dibangun di Desa Empanau, Kecamatan Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah. Material bangunan menggunakan kayu dan triplek.

Berkah Berjamaah

Menurutnya, rancangan hunian yang dibangun AQL Peduli cukup berbeda dari huntara pada umumnya. Selain bangunan untuk tempat tinggal, dibangun pula pemukiman yang di bagian
tengahnya berdiri sebuah masjid.

Selain itu, di pemukiman huntara yang diberi nama Kompleks Berkah Berjamaah itu dibangun pula madrasah, aula seluas 20×20 meter, klinik, taman bermain, kantor logistik AQL Peduli,
dapur umum, WC umum, dan warung. Semenjak Huntara dibangun, lanjut Edi, ada sekitar 100 kepala keluarga (KK) yang mendaftar tinggal. Karena hal itu, AQL Peduli menargetkan membangun 100 huntara dengan luas masing-masing 6×3 meter yang terdiri dari dua ruangan.

Proses pembangunan huntara dilakukan oleh para relawan yang bergotong-royong dengan warga.

Adapula lahan huntara diperoleh dari H. Ghazali, warga Petobo yang rumahnya terkena dampak gempa. Wakaf tanah diberikan dengan kesepakatan pemakaian satu tahun.

Madrasah di kompleks tersebut akan menghidupkan kegiatan belajar-mengajar, mengaji, dan kajian-kajian Islam. Untuk hiburannya, lanjut Edi, akan dibangun bioskop untuk menyuguhkan
film-film Islami bagi anak-anak dan lapangan olah raga.

Huntara AQL Peduli dijadwalkan akan diresmikan oleh KH. Bachtiar Nasir dan Bupati Sigi pada Jum’at (2/11). Rencananya, akan ada pula santunan sekaligus tabligh akbar yang diperkiarakan bakal dihadiri setidaknya 1.000 warga.

Reporter: Nizar Malisy | INA News Agency

Pers AS, Tubuh Khashogi Dilebur dengan Asam?

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pers AS menyoroti penyelidikan Jaksa Kepala Istanbul Irfan Fidan tentang pembunuhan itu, menyoroti pertanyaan di mana tubuh Khashoggi berada.

The Washington Post, Kamis (1/11/2018) memuat berita utama, “Jaksa mengatakan Khashoggi dicekik dan dipotong-potong, tetapi nasib keberadaan tubuhnya masih menjadi misteri,” di mana dikatakan jaksa menjabarkan deskripsi paling rinci tentang bagaimana Khashoggi terbunuh.

“Tetapi informasi baru itu tidak menjawab pertanyaan yang membingungkan para peneliti dan menjadi bahan bagi spekulasi penuh kemarahan: Apa yang terjadi dengan jasad Khashoggi?” tulisnya.

Laporan itu mengungkapkan bahwa seorang pejabat senior Turki sedang mempelajari teori bahwa tubuh Khashoggi dilebur dengan asam, di suatu tempat di sekitar kediaman konsulat atau duta besar.

The New York Times mengatakan pembunuhan Khashoggi “telah meningkatkan ketegangan antara Arab Saudi dan Turki.”

“Para analis intelijen Barat dan para pejabat Turki telah menyatakan bahwa operasi itu tidak mungkin dilakukan tanpa persetujuan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemimpin de facto Arab Saudi,” tulis surat itu.

Bin Salman telah mengirim al-Mujeb ke Istanbul, tetapi pernyataan Fidan mengatakan pembicaraan itu tidak konkrit.

Baca juga:

The Wall Street Journal memuat berita utama, “Jaksa Turki Mengkritik Kurangnya Kejelasan Saudi tentang Nasib dari Tubuh Jurnalis,” setelah pernyataan itu.

Dikatakan bahwa “pembicaraan di Istanbul gagal untuk memecahkan misteri apa yang terjadi pada jasad Jamal Khashoggi setelah dia dibunuh di konsulat.”

“Jaksa Saudi, yang mengundang jaksa Istanbul ke Riyadh untuk bekerja sama dalam penyelidikan itu, juga tampak menjauhkan diri dari komentar bahwa pembunuhan itu telah direncanakan,” tambah Journal.

Otoritas Saudi awalnya mengatakan mayat itu diberikan kepada “operator lokal,” klaim yang kemudian ditolak oleh al-Mujeb.

CNN mengatakan pernyataan jaksa Turki adalah “pernyataan paling jelas dari pihak berwenang Turki tentang” nasib wartawan yang terbunuh, yang belum ditemukan jenazahnya.

Media lain di AS, ABC News, mengatakan seorang jaksa Turki secara terbuka mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa Khashoggi dicekik dan tubuhnya dipotong-potong.

Dikatakan pihak berwenang Turki telah meminta Saudi menjelaskan di mana mereka membuang tubuh Khashoggi tetapi tidak mendapat tanggapan.

The Associated Press mengatakan Turki menginginkan ekstradisi 18 tersangka dalam pembunuhan wartawan yang saat ini ditahan di Arab Saudi.

“Turki juga menekan Arab Saudi untuk informasi tentang siapa yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan lokasi jenazahnya,” kata laporan itu.

Media AS Kutip Pernyataan Turki atas Dimutilasinya Jurnalis Jamal Khashoggi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Media Amerika menyoroti misteri keberadaan jasad jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang tewas di dalam kedutaan Saudi di Istanbul, menurut kantor kejaksaan, Kamis (1/11/2018), lansir Anadolu Agency.

Jaksa Turki mencatat pihak berwenang dari kedua negara telah mencapai kesepakatan bersama untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, mengungkapkan semua rincian dan membawa pelanggar dan komplotan ke pengadilan.

“Dengan cara direncanakan korban Jamal Khashoggi dicekik sampai mati saat ia memasuki gedung Konsulat Kerajaan Turki-Saudi pada 2 Oktober 2018 guna mengurus prosedur untuk pernikahannya. Ia tewas, setelah dipotong-potong tubuhnya lalu dibuang – sekali lagi ini – sejalan dengan rencana,” kata Kantor Penuntut Istanbul mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Jaksa Agung Saudi Saud al-Mujeb, bersama dengan delegasi, pergi ke Turki pada 28 Oktober dan mengunjungi Kantor Penuntut Umum Kepala Istanbul pada 29 Oktober.

“Jaksa Saudi, yang mengundang jaksa Istanbul ke Riyadh untuk bekerja sama dalam penyelidikan itu, juga tampak menjauhkan diri dari komentar bahwa pembunuhan itu telah direncanakan,” tambah Journal.

Otoritas Saudi awalnya mengatakan mayat itu diberikan kepada “operator lokal,” klaim yang kemudian ditolak oleh al-Mujeb.

Baca juga:

CNN mengatakan pernyataan jaksa Turki adalah “pernyataan paling jelas dari pihak berwenang Turki tentang” nasib wartawan yang terbunuh, yang belum ditemukan jenazahnya.

Media lain di AS, ABC News, mengatakan seorang jaksa Turki secara terbuka mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa Khashoggi dicekik dan tubuhnya dipotong-potong.

Dikatakan pihak berwenang Turki telah meminta Saudi menjelaskan di mana mereka membuang tubuh Khashoggi tetapi tidak mendapat tanggapan.

The Associated Press mengatakan Turki menginginkan ekstradisi 18 tersangka dalam pembunuhan wartawan yang saat ini ditahan di Arab Saudi.

“Turki juga menekan Arab Saudi untuk informasi tentang siapa yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan lokasi jenazahnya,” kata laporan itu.

Pakistan: Penista Nabi Dibebaskan, TLP Serukan Aksi Nasional Hari Jumat

KARACHI (Jurnalislam.com) – Kelompok-kelompok agama menyerukan aksi nasional pada hari Jumat atas dibebaskannya seorang wanita Kristen dari tuduhan penodaan agama ketika pembicaraan antara pemerintah dan para pemrotes terhambat pada Kamis (1/11/2018) hingga larut malam.

Allama Khadim Hussain Rizvi, pemimpin Muslim Sunni Tehreek e Labbaik Pakistan (TLP) yang baru muncul, mengumumkan kegagalan pembicaraan tersebut dalam tweet larut malam yang menyerukan kepada para pengikutnya “bersiap-siap untuk martir.”

“Pembicaraan kami dengan pemerintah telah gagal total. Akan ada aksi protes di negara itu pada hari Jumat,” kata Hussain, yang memimpin aksi di ibukota Islamabad, mengatakan dalam sebuah tweet.

Baca juga: 

Menurut Hussain, pihak pemerintah yang mengadakan pembicaraan dengan para pengunjuk rasa juga termasuk seorang pejabat senior agen mata-mata utama negara itu, Inter Services Intelligence.

Namun, tidak ada kata resmi mengenai kegagalan perundingan karena liputan TV dengan semena-mena tidak menyiarkan aksi protes atas perintah pemerintah dalam upaya untuk mendinginkan ketegangan yang meningkat.

Pada hari Kamis, ribuan orang memblokir jalan di seluruh Pakistan untuk memprotes pembebasan Mahkamah Agung atas Aasia Bibi, yang dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan distrik pada tahun 2010 karena menghujat Nabi Muhammad Saw.

Di Pakistan, menghujat Islam atau Muhammad adalah tindak kriminal yang dapat dijatuhi hukuman mati. Walaupun negara tidak pernah mengeksekusi siapa pun di bawah hukum, adanya tuduhan saja telah memicu protes massa dan kekerasan.