Islam Telah Mengajarkan Toleransi Sejak 14 Abad Lalu

Islam Telah Mengajarkan Toleransi Sejak 14 Abad Lalu

Oleh : Ustadz Fuad Al-Hazimi, Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah

JURNALISLAM.COM – Mungkin banyak yang bertanya kenapa umat Islam tidak membalas hujatan dan hinaan dari umat agama lain? Padahal kalau mereka mau, sangat banyak doktrin dan keyakinan dalam agama selain Islam yang bisa dijadikan bahan olok-olok atau hujatan.

Jawabannya adalah :

“Karena Islam adalah agama yang sempurna sehingga tidak ada satu pun permasalahan dalam kehidupan manusia kecuali telah diatur dengan lengkap oleh Islam. Termasuk dalam masalah ini”

Soal toleransi telah diajarkan oleh Islam sejak 14 abad yang lalu. Allah Ta’ala Berfirman

يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

Artinya:
1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

Islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk menghormati keyakinan orang lain di saat manusia belum mengenal apa itu toleransi

Bahkan Islam melarang memaksa manusia untuk masuk Islam, sebagaimana firman Allah

إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat” (QS Al Baqarah 256)

Padahal saat itu pemaksaan agama adalah hal yang biasa. Kaum Yahudi terusir dari Palestina karena dipaksa masuk Kristen oleh tentara Romawi. Umat Katholik di Irlandia banyak yang dibakar hidup-hidup karena menolak masuk Kristen. Dan hal ini berujung pada peperangan selama ratusan tahun antara Inggris yang menganut agama Kristen Anglican dengan Irlandia Utara yang mayoritas beragama Katholik

Lalu kenapa kita tidak boleh membalas hinaan dan hujatan padahal bukan kita yang memulai ? Allah Aza Wa Jalla Berfirman :

وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (S Al An’am 108)

Demikianlah Islam mengajarkan kepada kita adab dan akhlak terhadap sesama manusia bahkan kepada mereka yang memusuhi Islam.

Namun ini bukan berarti Islam lemah dan tidak punya sikap tegas. Islam telah mengajarkan kepada kita ketegasan dalam mensikapi mereka dalam 2 bentuk :

Pertama : Tegas dalam menetapkan posisi dan status mereka

Sebagaimana dalam surah At Taubah 64 – 66 Alloh Ta’ala berfirman :

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ (64) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Artinya :

“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Alloh dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Alloh akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa”. (QS At Taubah : 64-66)

Kedua : tegas dalam memberikan sanksi kepada mereka jika Syariah Islam telah ditegakkan sebagai aturan perundang-undangan, sebagaimana sikap Rasulullah ahollalohu alaihi wasallam terhadap Ka’ab bin Asyraf yang menghina beliau dan kaum muslimin.

Ceritanya, setelah berita kekalahan kaum musyrikin Quraisy menghadapi pasukan Islam di dalam perang Badar sampai ke Madinah, maka Ka’ab berkata: ”Jika berita ini benar, maka berada di bawah tanah lebih baik bagi kami daripada di atasnya.”

Artinya, ia merasa dirinya lebih baik mati daripada hidup setelah kekalahan kaum kuffar Quraisy. Lalu Ka’ab bin Al-Asyraf membuat syair-syair berisi ratapan atas kekalahan kaum musyrikin tersebut.

Di dalamnya juga memuat hujatan terhadap Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan kaum muslimin. Lalu pergilah ia ke Mekkah untuk menampilkan puisinya dan turut berduka cita bersama kaum musyrikin Mekkah. Bahkan kaum muslimat juga ia lecehkan di dalam syairnya. Maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kemudian bersabda:

من لبكعب بن الأشرف فإنه قد أذى الله و رسوله

”Siapakah yang mau menangani Ka’ab bin Al-Asyraf karena ia sungguh telah menyakiti Allah dan Rasul Nya?”

Muhammad bin Al-Maslamah radhiyallahu ‘anhu, salah satu dari orang-orang Ansar dari suku Aus berkata: ”Saya akan melakukannya Wahai Rasulullah..! Apakah Anda ingin saya untuk membunuh dia?”.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjawab: ” Ya!”

Islam mengajarkan agar kita menghormati keyakinan orang lain dan melarang kita menghina keyakinan mereka. Namun Islam mengajarkan pula ketegasan dalam menyikapi mereka yang berani menghujat atau mengolok-olok aqidah dan keyakinan kita.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X