Berita Terkini

Para Penghina Kalimat Tauhid

Oleh : KH Athian Ali*

Berulangkali   ketika Allah mengharamkan sesuatu kepada hambaNya, di antaranya ketika menetapkan hukum   haramnya   berzina(Q.S. Al Israa:32)  minum khamar dan berjudi(  Q.S. Al Ma idah 90), Allah SWT menetapkan keharamannya  tidak dengan kata “Diharamkan”  tapi dengan mempergunakan kalimat   “jangan dekati” atau dengan kata “jauhilah.”

 

Salah satu hikmahnya adalah dalam rangka  mendidik agar seseorang tidak sampai melakukan   yang diharamkan ,dengan cara tidak mendekati dan atau menjauhinya.  Karena seseorang yang berusaha  mendekati sesuatu yang dilarang, maka yang bersangkutan berpeluang dan berpotensi besar untuk melanggarnya.

 

Di antara hikmah lainnya, adalah untuk memperluas wilayah hukum. Sebab jika  dengan bahasa  “diharamkan minum khamar” misalnya, maka tentu saja yang berdosa hanyalah mereka yang meminumnya saja.

Tapi dengan kata “jauhilah” maka setiap yang terlibat dengan khamar berdosa hukumnya, mulai dari penjual, pembeli dan juga tentunya pabrik yang  memproduksinya.

Bahkan yang terberat dosanya  adalah semua  pihak yang terlibat dalam perizinan, terutama sekali yang menandatangani izin berdirinya  pabrik yang memproduksi barang haram tersebut.

Dimana yang bersangkutan  tentu saja harus ikut  menanggung dosa sekian banyak orang yang  terlibat dengan barang haram tersebut, khususnya para peminum sekian botol minuman khamar yang telah diproduksi selama sekian tahun.

 

Terkait dengan pembakaran kalimat tauhid, maka yang membakar tentu saja sangat besar dosanya dan sudah seharusnya  dihukum dengan hukuman yang seberat- beratnya.

 

Yang tidak kurang besar dosanya, adalah pihak yang membela para pembakar, karena  membela pelaku pembakaran kalimat tauhid  dengan menyatakannya sebagai bukan penistaan, secara substansi juga  merupakan  penghinaan.

 

Berjamaah juga dalam penistaan, semua pihak yang berupaya untuk tidak menghukum para pelaku penghinaan dengan pasal penghinaan dan penodaan, termasuk pengadilan yang  menetapkan “hanya ”  hukuman kurungan sepuluh hari dan denda 2000 rupiah , dengan tidak menerapkan pasal penghinaan dan penodaan, merupakan pihak yang juga telah ikut serta melakukan penghinaan dan penistaan.

 

Last  but not least, rezim yang membiarkan bahkan terkesan melindungi para penista Agama selama ini, termasuk pembakar kalimat tauhid, maka  tentu saja termasuk penghina dan penista sakralnya kalimat tauhid.

Padahal, sebagai pihak yang pada pundaknya terpikul kewajiban melindungi hak rakyatnya, terutama hak perlindungan terhadap kesucian Agama, maka  seharusmya pemerintah melindungi ummat Islam yang  demi makna yang terkandung dalam kalimat itulah hidup dan matinya seorang muslim.

Saya yakin, dengan sikap pembelaan terhadap para penista seperti ini, maka  darah ummat yang mendidih tidak akan pernah menjadi dingin, amarah di dada ummat yang membara tidak akan pernah padam.

Ummat Islam yang masih memiliki ruh keimanan dalam dirinya, masih  tersimpan utuh kalimat tauhid dalam hati sanubarinya,  pasti semakin yakin,  rezim ini memang  mutlak harus diganti di bulan April 2019 mendatang, agar penistaan terhadap Agama Islam selama ini,  tidak akan pernah  terjadi lagi dikemudian hari di negeri yang tentu saja sama sama kita cintai.

*Ketua Umum Forum Ulama dan Umat Indonesia

Rumah Zakat Raih Apresiasi Syariah Republika 2018

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Rumah Zakat menerima penghargaan Apresiasi Syariah Republika 2018 sebagai The Most Innovative Phylantrophy Institution di JW Marriot Hotel, Mega Kuningan, Jakarta pada Kamis malam tadi (8/11)..

Apresiasi Syariah Republika merupakan penghargaan yang diberikan kepada tokoh ekonomi syariah, institusi dan industri syariah di Indonesia.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara ASR 2018 kali ini seperti Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menpan RB, Syafruddin, Mendagri, Tjahjo Kumolo dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

“Terimakasih atas kepercayaan Sahabat kepada Rumah Zakat. Penghargaan ini, kami persembahkan kepada muzzaki, mitra, amil, mustahik, relawan dan semua pihak yang telah bersinergi,” ungkap CEO Rumah Zakat, Nur Efendi dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com.

“Mohon doanya, agar Rumah Zakat dapat terus menciptakan pemerataan, mengurangi kesenjangan, membantu membangun ekonomi bangsa, ekonomi umat, dan memajukan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Rusia akan Gelar Pembicaraan Damai Pertama Pemerintah Afghanistan dengan Taliban

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia akan menjadi tuan rumah putaran kedua konferensi perdamaian Afghanistan di Moskow bulan ini, yang menurut Kementerian Luar Negerinya merupakan pembicaraan tingkat tinggi langsung pertama antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

Rusia menilai tinggi sesi kedua konferensi Moskow tentang Afghanistan pada 9 November, dimana konferensi yang akan diadakan pada tingkat wakil menteri luar negeri, akan dibuka oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, yang tidak hadir di pertemuan serupa di Suriah.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengirim undangan ke perwakilan dari 11 negara – Afghanistan, AS, India, Iran, China, Pakistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Pemerintah Afghanistan telah mengkonfirmasi bahwa delegasi dari Dewan Tinggi (High Peace Council) mereka akan hadir, sementara Taliban juga mengatakan akan mengirim perwakilan ke Moskow.

“Delegasi tingkat tinggi dari Kantor Politik Imarah Islam Afghanistan [Taliban] akan mengambil bagian dalam konferensi … Ini adalah konferensi untuk mengadakan diskusi yang komprehensif guna menemukan solusi damai bagi Afghanistan dan berakhirnya pendudukan Amerika. Imarah Islam juga akan memberikan pidato rinci dan memperjelas pandangan dan kebijakannya tentang semua aspek masalah, termasuk memulihkan perdamaian dan keamanan,” kata Taliban dalam sebuah pernyataan.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai juga mengumumkan niatnya untuk menghadiri konferensi itu karena “kemungkinan pembicaraan damai dengan Taliban tidak boleh diabaikan”.

Atta Muhammad Nur, mantan gubernur provinsi Balkh, juga diharapkan untuk hadir.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, semua negara yang diundang kecuali satu negara, yaitu AS – menegaskan partisipasi mereka. Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menjelaskan penolakannya karena “tidak adanya hasil signifikan dari pertemuan pertama di Moskow mengenai proses perdamaian Afghanistan”.

Namun para diplomat Rusia mengatakan tidak ada catatan bahwa AS secara tidak langsung akan terlibat dan diberi tahu.

“Presiden Republik Islam Afghanistan, Tuan [Ashraf] Ghani, memutuskan untuk mengirim delegasi Dewan Tinggi negara itu ke pertemuan. Untuk pertama kalinya, sebuah delegasi dari Kantor Politik Taliban di Doha akan berpartisipasi dalam pertemuan internasional tingkat ini,” kata pernyataan itu.

Baca juga: 

“Pihak Rusia menegaskan kembali bahwa tidak ada alternatif untuk penyelesaian politik di Afghanistan dan bahwa ada kebutuhan untuk kerja terkoordinasi yang aktif oleh negara-negara tetangga Afghanistan dan mitra regional di daerah ini,” tambahnya.

Meskipun masing-masing negara yang diundang ke konferensi sangat terlibat dalam konflik Afghanistan, peran mereka di konferensi tersebut adalah untuk melegitimasi proses pembicaraan antara Taliban dan pemerintah Afghanistan, Omar Nessar, direktur Pusat Studi Afghanistan Kontemporer, mangatakan kepada Anadolu Agency.

Salah satu masalah utama yang Nessar harap didiskusikan antara Taliban dengan pemerintah Afghanistan pada konferensi tersebut adalah penarikan semua pasukan asing dari negara itu, terutama pasukan Amerika.

“Pada pandangan pertama, tampaknya ini adalah tugas yang tak terpecahkan. Di sisi lain, sikap terhadap kehadiran AS di Afghanistan berubah bahkan bagi mereka yang mendukungnya. Pasukan Amerika berada di Afghanistan di bawah perjanjian keamanan. Namun, setelah selama 17 tahun di negara ini, AS belum memenuhi kewajibannya. Jadi mengapa mereka ada di sana?” kata Nessar.

Dia menepis prediksi bahwa akan ada kudeta segera setelah keberangkatan militer AS.

“Ada stereotip umum bahwa pemerintah Afghanistan tidak akan bertahan sehari tanpa pasukan AS. Tetapi dalam kasus ini jika Taliban mengambil tindakan. Tetapi siapa yang mengatakannya? Kita harus ingat bahwa Taliban tidak akan bertahan lama tanpa dukungan eksternal juga. Dan jika pendukung kedua belah pihak setuju untuk segera menghindari perang, dengan titik awal ini, kita dapat bekerja “pada sebuah solusi,” katanya.

Jika AS menolak penarikan pasukannya, mereka bisa mempertahankan kehadiran militernya di negara tersebut, tetapi dalam kondisi lain. AS bisa menyewa pangkalan militer dari Afghanistan. Pilihan ini akan lebih jujur, kata Nessar.

Penarikan pasukan asing dari negara itu harus disertai dengan dukungan ekonomi, Alexey Muraviev, kepala Sekolah Studi Asia di the National Research University Higher School of Economics, mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Saat ini, produksi obat-obatan (narkoba) adalah dasar ekonomi bayangan negara. Jika berpikir dengan tulus tentang proses perdamaian, perlu diputuskan penggantinya,” katanya.

Kelompok kekuatan ekonomi China dapat menjadi salah satu pendukung utama ekonomi Afghanistan, yang sejalan dengan kebijakan negara terutama mengejar kepentingan komersial, katanya.

“Kesulitan orang China di negara ini terkait dengan kurangnya pemahaman spesifik tentang Afghanistan dan kurangnya perhatian pada komponen budaya,” katanya.

Akhirnya, perlu untuk berhenti memaksakan pemimpin di negara itu. Harus ada pemimpin nasional yang dapat diterima semua segmen, kata ahli politik Denis Korkodinov.

“Afghanistan membutuhkan seorang pemimpin yang tumbuh, belajar dan bekerja di Afghanistan, yang mengenal wilayah itu, dan bukan warga Soviet atau Amerika atau anak didik dari negara lain mana pun. Hanya orang yang berasal dari Afghanistan yang dapat memahami mengapa warga mendukung Taliban, apa yang membuat warga mencari dukungan dari kelompok radikal itu daripada mencoba membangun masyarakat yang akan berjuang untuk persamaan sosial dan keadilan,” katanya.

Korkodinov mengingatkan bahwa sejak abad ke-19 , semua pemimpin Afghanistan adalah anak didik dari kekuatan asing.

Di India, kejadiannya akan sama jika Mahatma Gandhi tidak muncul, yang diterima oleh semua orang, katanya.

“Tetapi orang-orang seperti Mahatma Gandhi cukup langka. India beruntung. Pakistan kurang beruntung. Afghanistan bisa dibilang gagal dalam pengertian ini. Afghanistan adalah wilayah yang sangat multi-etnis dan multikultural di mana selalu sulit untuk menemukan keseimbangan. Jadi sekarang sulit untuk membayangkan bahwa seorang pemimpin nasional yang dapat diterima semua orang akan muncul dan menyatukan negara. Tapi setidaknya kita harus berusaha menemukannya. Namun upaya perlu dikerjakan di arah ini,” katanya.

 

 

Parlemen Turki: Rakyat Suriah akan Putuskan Pengganti Assad

MOSKOW  (Jurnalislam.com) – Jika pemimpin rezim Suriah Bashar al-Assad menjadi pemimpin di negara pasca-perang tersebut, warga Suriah yang menjadi pengungsi di negara lain tidak akan dapat kembali, menurut seorang anggota parlemen Turki terkemuka.

“Tentu saja, rakyat Suriah akan membuat keputusan utama tentang siapa yang akan menggantikan Assad,” kata Volkan Bozkir, kepala komite urusan luar negeri parlemen, saat kunjungannya ke Moskow pada Kamis (8/11/2018), lansir Anadolu Agency.

Bozkir bersama dengan delegasi bertemu dengan Konstantin Kosachev, ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Federasi Rusia.

Dia menekankan bahwa Turki menampung 4 juta pengungsi dari Suriah dari sekitar total 5-6 juta pengungsi Suriah.

Pada proses Astana dan Sochi untuk perdamaian di Suriah, Bozkir mengatakan bahwa Turki, Rusia dan Iran mengambil langkah yang sangat penting dalam masalah Suriah.

“Berkat ketiga negara ini, PBB memiliki peluang untuk berhasil setelah bertahun-tahun,” katanya.

Baca juga: 

Menyebut Rusia sebagai negara “pintar” dengan budaya negara yang dalam, Bozkir mengatakan hubungan Turki-Rusia telah membentang sekitar 300 tahun, menyebut ikatan tersebut sebagai “teladan.”

Dalam pertemuan itu, Bozkir juga mengusulkan pembentukan komisi-komisi trilateral urusan luar negeri Turki-Azerbaijan-Rusia dan Turki-Serbia-Rusia.

Sedangkan Kosachev mengatakan bahwa masalah Suriah adalah salah satu topik paling penting dalam dialog Rusia-Turki.

“Turki dan Rusia mungkin memiliki posisi berbeda dalam menginterpretasi sebuah peristiwa, dan kami tahu masalah yang saling bertentangan. Namun kami memiliki konsensus tentang masa depan Suriah,” katanya.

Veteran Marinir AS Bunuh 12 Orang dalam Bar California

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 orang tewas oleh seorang pria bersenjata di sebuah bar dansa yang menjadi tempat menginap bagi para mahasiswa di California selatan, menggunakan pistol kaliber 45 dengan sebuah tambahan magazine, polisi mengatakan pada hari Kamis (8/11/2018).

Pria bersenjata itu, yang diidentifikasi polisi sebagai Ian David Long, seorang veteran Korps Marinir berusia 28 tahun, meninggal di tempat kejadian setelah polisi tiba di Borderline Bar and Grill di Thousand Oaks.

Polisi menjawab tiga menit setelah menerima laporan tembakan. Seorang sersan Sheriff terkena tembakan “berkali-kali” saat memasuki bar, kata Ventura County Sheriff Geoff Dean mengatakan kepada wartawan.

Sersan Ron Helus, yang pertama kali memasuki bar, ditarik keluar dari serangan tembakan oleh seorang rekan petugas dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Dia meninggal karena luka-lukanya bersama 11 korban yang berada di dalam.

Sebuah prosesi untuk perwira direncanakan untuk 10 pagi waktu setempat (1800GMT).

Polisi menemukan “beberapa” korban luka lain di dalam bar kemudian diangkut ke rumah sakit setempat, menurut Dean.

Baca juga:

 

“Ini adalah insiden yang mengerikan,” katanya. “Ini adalah bagian dari kengerian yang terjadi di negara kita dan di semua tempat, dan saya pikir tidak mungkin untuk menempatkan logika atau perasaan apa pun kepada yang tidak masuk akal.”

Penembakan massal itu, sedikitnya merupakan yang kedua di AS dalam waktu kurang dari dua pekan setelah seorang pria bersenjata menembaki sebuah sinagog Pennsylvania, menewaskan 11 orang.

Ini juga merupakan insiden paling mematikan sejak seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah di Florida, yang menewaskan 17 orang sembilan bulan lalu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan di Twitter bahwa ia telah mendapat informasi penuh tentang penembakan yang mengerikan itu, dan berterima kasih kepada responden pertama atas “keberanian besar” mereka.

“Patroli Jalan Raya California tiba di lokasi kajdian dalam waktu 3 menit, dengan petugas pertama yang masuk berkali-kali ditembak. Sersan Sheriff itu meninggal di rumah sakit. Tuhan memberkati semua korban dan keluarga korban. Terima kasih kepada Penegak Hukum,” katanya.

LSM Turki Kirim Lebih dari 42.000 Truk Bantuan Kemanusian ke Suriah

IZMIR (Jurnalislam.com) – Bulan Sabit Merah Turki telah mengirim 42.000 truk bantuan kemanusiaan ke Suriah sejak dimulainya perang  pada tahun 2011, kata kepala kelompok bantuan itu.

“Bulan Sabit Merah Turki, sendiri atau bekerja sama dengan para mitra, telah mengirim sekitar 42.000 truk bermuatan bantuan kemanusiaan ke Suriah sejak awal konflik,” kata Kerem Kinik kepada Anadolu Agency.

“Pada periode ini, makanan, pakaian, dan tempat perlindungan terutama dikirim ke wilayah tersebut. Kehidupan sehari-hari mulai normal kembali setelah Operasi Euphrates Shield dan Operasi Olive Branch, serta gencatan senjata di Idlib,” kata Kinik.

Bulan Sabit Merah Turki juga mendukung bantuan internasional hingga 6,5 ​​juta pengungsi internal di Suriah, katanya.

Kinik mengatakan bahwa hampir 25 truk membawa bantuan kemanusiaan ke Suriah setiap hari.

Badan bantuan Turki itu juga melakukan operasi di daerah lain, termasuk meningkatkan pertanian, pembangunan tempat tinggal permanen, juga layanan kesehatan dan keamanan, kata kepala badan bantuan itu.

Baca juga:

Operasi itu menciptakan “atmosfer positif” di negara yang dilanda perang, kata Kinik, menambahkan:

“Suasana ini telah menjadi pemicu dan dorongan bagi mereka yang kembali ke Suriah dari Turki.”

Organisasi ini juga meningkatkan kondisi di kamp pengungsi, dan melayani warga sipil dalam perawatan kesehatan.

“Rumah sakit [didirikan di al-Bab dan Cobanbey] siap untuk beroperasi. Kami juga bekerja untuk memasok kebutuhan darah, ”kata Kinik.

Bulan Sabit Merah Turki juga berupaya mencegah warga sipil dari pengaruh operasi yang mungkin timbul di sebelah timur Sungai Eufrat, kata Kinik.

Organisasi bantuan beroperasi di 45 negara termasuk Karibia.

Pada 2017, Bulan Sabit Merah Turki membantu lebih dari 18 juta orang, Kinik mengatakan, menambahkan bahwa bantuan mereka akan mencapai hampir 30 juta orang pada akhir tahun ini.

Fenomena Mabuk Air Rebusan Pembalut, KPAI : Mereka Tahu dari Internet

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitti Hikmawatty, mengaku prihatin dengan semakin banyaknya kasus ditemukan anak-anak yang meminum rebusan pembalut wanita.

Sesuai data yang masuk di KPAI, kasus ini bukanlah kasus baru. KPAI mencatat, pada tahun 2017 kasus penyalahgunaan PCC sudah ditemui, namun jumlahnya relatif kecil.

“Kegiatan remaja mencari alternatif zat yang dapat membuat mereka fly, tenang ataupun gembira, awalnya didapatkan secara coba-coba atau eksperimen. Termasuk meminjam air rebusan pembalut juga didapat dari coba-coba, selain fenomena lain seperti ngelem, dll,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Jurnalislam.com, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, beberapa zat “temuan” para remaja ini termasuk kelompok eksperimen psikotropika. Jumlahnya belum bisa diprediksi karena berkaitan erat dengan jumlah anak serta kreatifitas mereka “meramu” bahan-bahan yang mudah didapat di pasaran.

“Anak-anak ini cerdas, karena dengan berbekal internet mereka bisa membuat beberapa varian baru, dari racikan coba-coba. Dan disinilah tingkat resiko/bahaya menjadi meningkat karena mereka hanya konsen pada satu zat tertentu dalam sebuah bahan, namun zat lainnya cenderung diabaikan sehingga reaksi sampingan yang terjadi bisa berakibat fatal,” paparnya.

Bernilai Triliunan, ‘Emas Hijau’ Indonesia Bisa Jadi Komoditi Bisnis Umat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Berdikari dalam ekonomi, sehingga izzah umat Islam pun terpatri. Setidaknya gagasan tersebut menjadi salah satu poin penting pada acara Dialog Forum Ekonomi Dakwah (D’FED) yang digelar pada Rabu (7/11/2018) malam, di Ar-Rahmah Quran Learning (AQL) Islamic Center, Tebet, Jakata Selatan.

Membangun kemandirian ekonomi, terlebih jika memiliki atribusi ‘Islam’ di dalamnya tentu bukan pekerjaan semalaman. Dibutuhkan orang-orang yang tidak hanya memiliki semangat, namun juga profesional dalam bidangnya.

Pada acara malam itu, D’FED menghadirkan Profesor Wisnu Gardjito, seorang akademisi sekaligus praktisi yang sangat mengetahui selak-beluk bisnis kelapa.

Dia menyebut kelapa sebagai “emas hijau” Indonesia. Jika betul-betul dimaksimalkan, masyarakat Indonesia semestinya tidak lagi perlu bergantung dengan produk-produk yang bertengger di supermarket.

“Kelapa ini banyak orang tahu tapi tidak mau tahu, termasuk Muslim. Dianggapnya paling jadi santen, minyak goreng, kelapa muda. Mereka tidak sadar kelapa itu kalau diproses turunannya bisa (jadi) 1.600 produk. Bisa lebih,” ujar Prof Gardjito, melansir INA News Agency.

Dengan potensi besar yang dimiliki komoditi tersebut, Prof Gardjito mengaku heran. Menurutnya, luas perkebunan kelapa di Indonesia yang mencapai 3,8 juta hektar seharusnya sudah mampu memacu denyut ekonomi masyarakat.

Setidaknya cukup untuk membangun industri kecil rumahan seperti produksi kecap, minyak VCO, sabun, sirup, bumbu rendang dan banyak lagi.

“Di Indonesia kok masih banyak orang miskin. Padahal (lahan) kelapa 3,8 juta hektar. (Jika digarap) jadi 4 ribu triliun,” ucap lulusan IPB tersebut.

Prof Gardjito tak takut berkompetisi secara sehat dengan produk-produk besar yang menjadikan kelapa sebagai bahan bakunya. Hanya saja, dibutuhkan resources lebih memadai dari yang dia miliki saat ini untuk membesarkan bisnis yang menurutnya mesti digarap secara berjamaah.

Dalam forum itu, inisiator D’FED sekaligus pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengajak para peserta untuk saling kolaborasi dalam proyek tersebut. Beruntung, sebagian besar peserta adalah pengusaha Muslim yang sangat mendukung gagasan Prof Gardjito.

“Inilah yang sedang kami gagas. Duduk bersama orang-orang yang concern dengan ekonomi, tetapi pada akhirnya untuk dakwah,” jelas UBN menerangkan visi ekonominya.

Menurut UBN, Prof Gardjito menjalankan dakwah dengan apa yang dia kuasai. Cita-cita profesor lulusan universitas di Jepang dan Amerika Serikat itu salah satunya adalah mengangkat derajat umat Islam melalui ekonomi.

“Karena tujuan (bisnisnya) bukanlanh kekuasaan dan kekayaan, tapi mengajak manusia kepada Allah, maka pada akhirnya juga harus dakwah,” pungkas UBN.

Reporter: Syahrain | INA

Operasi Intelijen Usik HRS, Pengamat : Kalau Bisa ‘Di-Munir-kan’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, menilai, kejadian yang menimpa Habib Rizieq di Arab Saudi baru-baru ini adalah operasi intelijen.

“Dari evident (indikasi-indikasi) yang ada, apa yang menimpa HRS adalah operasi intelijen,” katanya kepada Jurnalislam.com melalui pesan singkat, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, ada upaya menjatuhkan HRS dalam kubangan masalah untuk mematikan langkah HRS selama di saudi. “Bahkan kalau bisa ya ‘di-Munir-kan’,” tambahnya.

Haris menjelaskan, HRS pernah disandungkan kasus imigrasi, namun gagal. Kasus terbaru yang mengaitkan HRS dengan kelompok teror adalah upaya lain untuk terus mengusik HRS di Saudi.

“Cara murahan seperti yang terjadi; ditembok rumah kediaman HRS di pasang bendera Tauhid, didokumentasikan lanjut dilaporkan kemudian diasosiasikan dengan kelompok ISIS, HT dan sebagainya dimana Saudi sangat alergi bahkan keras bersikap terhadap kelompok-kelompok tersebut,” paparnya.

“Dengan begitu HRS mudah dijadikan target oleh aparat keamanan Saudi. Dengan resiko penjara sampai hukuman mati,” sambung Harits.

Baca juga : 

Selain itu, Harist melihat, kasus ini dimanfaatkan oleh rezim untuk membangun imej positif seolah rezim peduli dengan HRS.

“Narasi yang dibangun atas kasus ini adalah rezim ingin meraup citra positif sembari cuci tangan seolah-olah tidak terlibat atau tidak tahu menahu dgn peristiwa yang menimpa HRS,” kata Harist.

Harits menambahkan, jika FPI dapat memulangkan HRS ke Indonesia itu adalah upaya yang positif untuk meredam situasi saat ini. Sebab, kehadiran HRS sangat dinantikan umat Islam.

“Dari sisi kepentingan umat yang lebih luas tentu hadirnya HRS di Indonesia akan jauh lebih besar maslahatnya, jutaan Umat Islam siap disisi HRS.” ucapnya.

Media ramai memberitakan penangkapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab oleh kepolisian Saudi. Penangkapan itu atas dugaan pengibaran bendera ISIS di kediamannya di Saudi.

Menurut Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, berita penangkapan tersebut mulanya diketahui Dubes RI untuk Arab Saudi saat tengah malam pada Senin (5/11/2018). Pemeriksaan pada Rizieq dilakukan kepolisian Arab Saudi selama lebih dari 24 jam.

Atas pemberitaan itu, HRS pun menyampaikan klarifikasi melalui akun twitternya. HRS menduga, kasus itu adalah jebakan dan intimidasi untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang.

MUI Imbau Para Dai Berinovasi dalam Era Dakwah Milenial

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, meminta para ulama dan dai untuk membuat inovasi dakwah guna merangkul generasi milenial. Ia memaparkan data Nielsen Company yang menyebutkan bahwa pengguna smartphone di Indonesia mencapai 78 persen, sedangkan pengguna internet mencapai 47 persen.

“Jadi saat ini para dai harus kreatif dalam menciptakan inovasi dakwah melalui media sosial dengan video ceramah berdurasi pendek. Karena sasaran dakwahnya saat ini generasi milenial yang serba instan,” katanya dalam Halaqah Nasional ‘Tantangan dan Peluang Dakwah Dalam Era Milenial’ di Hotel Acacia, Kramat Raya, Jakpus, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: 

Nafis menambahkan, dalam menghadapi dakwah era medsos para dai nantinya akan kita dibekali pelatihan seperti public speaking, teknik aplikasi video editing dan kemampuan menarasikan gagasan dalam bentuk tulisan.

Menurutnya, saat ini pola mengaji sudah berubah. Dulu seseorang bisa menunggu ustaz untuk menimba ilmu, sekarang generasi milenial merupakan tipe yang tidak mau membuang banyak waktu dan bebas mendapatkan ilmu di mana saja.

“Mereka rata-rata jarang datang ke tempat majelis ilmu, tidak banyak menonton televisi, tapi lebih banyak menghabiskan di medsos,” pungkasnya.