Berita Terkini

Pembakar Bendera Tauhid Dihukum 10 Hari Penjara Denda Rp.2000

GARUT (Jurnalislam.com) – Dua terdakwa pembakaran bendera berlafadz tauhid pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Faisal dan Mahfudin dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana ringan (Tipiring). Keduanya dijatuhi hukuman 10 hari dan denda Rp.2000 karena telah membuat kegaduhan dalam peringatan HSN.

Dalam sidang digelar di PN Garut, Jalan Merdeka, Tarogong Kidul, Senin (5/11/2018) itu, Hakim Pengadilan Negeri Garut, Dr Hasanuddin, SH.MH, menyatakan Faisal dan Mahfudin dinyatakan bersalah telah melakukan gangguan ketertiban umum dalam perayaan HSN di Alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Keduanya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan dijatuhi kurungan 10 hari dan denda Rp 2 ribu,” ujar Hasanudin dalam jalannya sidang sebagaimana dilansir detik.com

Atas putusan itu, keduanya mengaku menerima. Selain itu, penuntut umum pun mengaku menerima atas putusan hakim tersebut.

“Menerima,” ungkap keduanya kepada majelis hakim.

Putusan tersebut tertuang dalam surat keputusan PN Garut nomer 55. Keduanya terbukti melanggar pasal 174 tentang ketertiban umum.

Dalam putusan itu, terdakwa diringankan karena selama ini tak pernah berurusan dengan hukum. Selain itu, terdakwa kooperatif dalam menjawab semua pertanyaan.

Humas PN Garut, Hendratno Rajamai, mengatakan, kedua terdakwa meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengganggu ketertiban umum.

“Putusannya sudah jelas, keduanya terbukti dan meyakinkan telah melanggar pasal 174. Keduanya pun menerima atas putusan hakim,” kata Hendratno di PN Garut, dilansir Garut-ekspress, Senin (5/10/18)

Menurutnya, jalannya persidangan berlangsung tertib berkat pengamanan pihak keamanan. Sekarang keduanya tinggal menjalani hukuman sesuai putusan hakim.

Pengamat : #JanganSuriahkanIndonesia adalah Propaganda Politis

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, menilai, tagar #JanganSuriahkanIndonesia adalah sebuah propada politis untuk menutupi ketidakadilan  yang dialami oleh umat Islam.

“Dan membuat penjara tuduhan kepada kaum islamis di Indonesia sebagai pihak yang salah dan menjadi sumber kegaduhan,” paparnya kepada Jurnalislam.com, Senin (4/11/2018).

Padahal, kata dia, sumber kegaduhan sejatinya adalah negara yang tidak menegakkan keadilan di tengah-tengah masyarakat.Harits juga menduga tagar itu dimanfaatkan untuk kepentingan pilpres 2019.

Tagar itu, sambung Harits, sengaja dibuat untuk menyampaikan kesan bahwa salah satu pasangan capres cawapres didukung oleh kelompok yang dilabeli radikal.

“Dengan begitu mereka bisa mengalienasi (mengucilkan) capres cawapres tertentu dari ceruk suara konstutuen yang mengambang dan abangan,” katanya.

“Ini adalah propaganda jahat untuk menciptakan ketakutan imajinatif yang hanya berdasarkan asumsi-asumsi tidak berdasar,” sambung Harits.

Ia menjelaskan, konflik Suriah itu sangat kompleks, tidak bisa dianalogikan dengan kondisi Indonesia.

“Jadi tagar propaganda itu manipulatif terhadap realitas di Suriah. Dan sarat dengan kepentingan politis,” pungkasnya.

 

Reporter: Ibnu Fariid

Potongan Tubuh Khashoggi Diangkut dalam Koper

TURKI (Jurnalislam.com) – Tubuh Jamal Khashoggi dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam lima koper setelah dia dicekik saat memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul bulan lalu, menurut laporan surat kabar pro-pemerintah Turki.

Mengutip para pejabat yang tidak disebutkan namanya, Sabah melaporkan pada hari Ahad (4/11/2018) bahwa koper-koper itu kemudian dibawa ke kediaman konsul jenderal Saudi dekat konsulat, wartawan yang merupakan seorang pengkritik atas Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, juga dikenal sebagai MBS, dibunuh pada 2 Oktober.

Para pejabat mengatakan bahwa Maher Mutreb, Salah Tubeigy dan Thaar al-Harbi adalah tiga tokoh kunci dari 15 anggota tim pembunuh yang dilaporkan terlibat dalam pemotongan tubuh Khashoggi dan mengeluarkannya dari lokasi.

Mutreb adalah seorang pembantu langsung untuk MBS, sementara Tubeigy adalah kepala Dewan Ilmiah Forensik Saudi dan seorang kolonel di tentara kerajaan.

Al-Harbi dilaporkan dipromosikan menjadi letnan di pengawal kerajaan Saudi tahun lalu untuk keberaniannya dalam membela istana putra mahkota di Jeddah.

Laporan Sabah muncul 48 jam setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia percaya bahwa perintah untuk membunuh wartawan berasal dari “tingkat tertinggi” negara Saudi.

Andrew Simmons dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Istanbul, mengatakan pada hari Ahad, informasi terbaru menambahkan detail pada gambar yang dirumuskan oleh jaksa Turki yang mengatakan Khashoggi dicekik dan dipotong-potong segera saat memasuki gedung.

Simmons mengatakan bahwa Mutreb, seorang pejabat intelijen senior, tampaknya memimpin operasi, sementara Tubeigy memiliki pengalaman dalam bidang patologi forensik.

Baca juga:

Rekaman CCTV menunjukkan tiga orang bepergian dalam sejumlah kendaraan dari konsulat ke kediaman konsul jenderal yang terletak 200 meter setelah pembunuhan Khashoggi sekitar pukul 3 sore.

Kurang dari dua jam kemudian, Mutreb terlihat meninggalkan tempat tinggal, menurut rekaman.

Di tempat tinggal itulah mereka dilaporkan membuang bagian-bagian tubuh Khashoggi, meskipun tidak diketahui bagaimana hal ini dilakukan.

“Ini pertanyaan yang menjulang. Tidak ada yang tahu ke mana mayat itu berada,” kata Simmons. “Seorang pejabat Turki dilaporkan mengatakan bahwa ada cairan asam yang digunakan untuk melarutkan mayat-mayat; ada laporan lain bahwa tentang sumur di taman kediaman konsul jenderal – tidak jelas,” tambahnya.

“Ada kekhawatiran nyata sekarang bahwa Saudi tidak cukup terbuka dengan para penyelidik Turki. Selanjutnya, pada tingkat politik, [ada] kekhawatiran besar bahwa perhatian dunia mulai sedikit berkurang pada seluruh kasus ini dan apakah AS siap untuk mengambil tindakan tegas terhadap Saudi yang ingin dilihat Turki atau tidak.”

Dengan penyelidikan bersama Turki dan Saudi atas nasib Khashoggi membuat sedikit kemajuan sejauh ini, Erdogan pada hari Jumat menyerukan Arab Saudi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan luar biasa mengenai pembunuhan pria berusia 59 tahun itu.

“Kami harus mengungkapkan identitas para dalang di balik pembunuhan Khashoggi,” tulis Erdogan dalam sebuah opini yang diterbitkan oleh surat kabar AS The Washington Post.

Juga pada hari Jumat, Yasin Aktay, seorang penasihat untuk Erdogan dan seorang teman Khashoggi, mengatakan bahwa tim yang membunuh wartawan itu memotong tubuhnya lalu dilarutkan untuk pembuangan yang lebih mudah.

“Menurut informasi terbaru yang kami miliki, alasan mereka memotong-motong tubuhnya adalah untuk lebih mudah melarutkannya,” katanya kepada surat kabar Hurriyet.

“Mereka bertujuan untuk memastikan tidak ada sisa-sisa tubuh yang tertinggal.”

Seorang pejabat senior Turki mengatakan kepada Al Jazeera bahwa badan jurnalis dipotong dan dilarutkan dalam asam, tanpa menawarkan bukti.

Riyadh awalnya membantah Khashoggi terbunuh di dalam konsulatnya tetapi, setelah tekanan internasional yang intens dan setelah mengubah narasinya berkali-kali, jaksa Saudi mengakui bahwa Khashoggi terbunuh dalam aksi yang “terencana”.

Namun, para pejabat Turki menuduh Saudi gagal menjawab pertanyaan mengenai kasus ini.

Dua di antaranya berhubungan dengan identitas seorang “kolaborator lokal” yang diklaim oleh para pejabat Saudi telah menerima jasad Khashoggi, serta identitas orang yang memerintahkan pembunuhan itu.

Pada hari Rabu, seorang pejabat senior Turki mengatakan pihak Saudi tampaknya tidak mau “benar-benar bekerja sama” dengan penyelidikan Turki.

“Para pejabat Saudi tampaknya tertarik terutama untuk mencari tahu bukti apa yang dimiliki pihak berwenang Turki terhadap para pelaku,” kata pejabat itu kepada kantor berita AFP pada kondisi anonimitas.

“Kami tidak mendapat kesan bahwa mereka benar-benar ingin bekerja sama dalam penyelidikan.”

Saudi juga telah meluncurkan penyelidikan mereka sendiri, bersumpah untuk “mengangkat setiap batu” dan “menghukum” mereka yang bertanggung jawab.

Seorang juru bicara untuk Partai Keadilan dan Pembangunan Erdogan mengatakan pada hari Rabu pembunuhan Khashoggi tidak mungkin dilakukan tanpa perintah dari seseorang di posisi senior.

Omar Celik mengatakan kepada wartawan di Ankara bahwa Turki tidak akan membiarkan siapa pun menutupi pembunuhan Khashoggi, menambahkan bahwa tidak mungkin para pejabat Saudi tetap tidak mengetahui keberadaan tubuhnya.

Pasang Baliho Lafadz Tauhid, Almumtaz: Ini Pesan Perdamaian dan Persatuan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sebuah baliho besar ukuran 4 x 6 meter berisi lafadz tauhid muncul di Kota Tasikmalaya, Ahad (3/11/2018). Baliho itu milik Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz), sebuah wadah koordinasi ormas Islam, komunitas, dan Organisasi Kepemudaaan (OKP) di Kota Tasikmalaya.

Sekjen Almumtaz, Abu Hazmi mengatakan, pemasangan baliho tersebut untuk mengedukasi masyarakat tentang bendera tauhid sebagai panji Rasulullah dan kaum muslimin.

“Ini adalah pesan perdamaian dan persatuan,” katanya kepada INA News Agency, Ahad (3/11/2018).

Selain itu, pihaknya berharap baliho tersebut akan memotivasi masyarakat untuk menggali makna kalimat tauhid itu sendiri.

“Semakin seringnya masyarakat melihat dan membaca pesan visual ini, diharapkan memberikan motivasi untuk menggali lebih dalam makna dari kalimat Tauhid, sehingga dengan pemahaman yg mendalam akan lahir upaya mengamalkan konsekwensinya,” paparnya.

Baliho lafadz tauhid Almumtaz Tasikmalaya

Selain lafadz tauhid, ada pesan lain yang tertulis pada baliho berlatar putih itu. “Memperbanyak dzikir denga Kalimat Tauhid, tenteramkan hati, jiwa, dan bangsa. Kalima Tauhid asa persatuan dan perdamaian,” bunyi pesan di bawah lafadz tauhid itu.

Dengan baliho dakwah ini, Abu Hazmi mengajak masyarakat untuk senantiasa memperbanyak dzikir agar terhindar dari malapetaka.

“Dan dzikir yang paling utama yakni kalimat laa ilaaha illaloh,” ujarnya.

Baca juga : Warga Solo Patungan Pasang Baliho Raksasa Berlafaz Tauhid

Terkait perizinan pemasangan baliho, Almumtaz mengatakan baliho itu legal karena pihaknya telah mendapat izin dari perusahaan pemilik papan reklame.

“Itu space kosong yang kami isi dengan pesan dakwah, sudah dapat izin dari pemiliknya,” tandasnya.

Ditanya soal kekhawatiran adanya reaksi dari pihak yang tidak berkenan, Abu Hazmi menegaskan akan menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pihak berwenang.

“Kami akan serahkan penyelesaiannya kepada pihak berwenang, karena ini legal, tidak ada unsur pelanggaran hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya baliho dengan ukuran serupa juga tampak di Solo, Jawa Tengah.

Tanzania Umumkan Penangkapan Besar-besaran Pelaku LGBT

TANZANIA (Jurnalislam.com) – Belum lama ini, seorang pejabat senior Tanzania menyerukan kepada publik untuk melaporakan orang-orang yang dicurigai sebagai bagian dari kelompok Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT). Aparat keamanan setempat akan mulai melakukan penangkapan pada awal pekan depan.

Paul Makonda, komisaris regional (gubernur) Ibu Kota Dar es Salaam, mengumumkan tindakan keras itu pada Senin 29 Oktober 2018.

“Sebuah tim akan dibentuk untuk mengidentifikasi dan menangkap para homoseksual,” demikian seperti dikutip dari media Irlandia RTE.ie, Sabtu (3/11/2018).

Paul Makonda mengatakan pada konferensi pers pada Selasa (30/10/2018) lalu bahwa dia telah menerima lebih dari 5.700 laporan dari publik yang menyebut lebih dari 100 nama yang diduga gay.

Makonda juga membentuk ‘Komite 17’, tim yang akan ditugaskan untuk mengidentifikasi orang gay di situs media sosial –seperti Facebook dan Twitter– untuk kemudian menangkap mereka.

Di Tanzania, homoseksual bisa menghadapi ancaman maksimal 30 tahun penjara.

Pengumuman Makonda telah memicu kepanikan dan ketakutan di antara ribuan orang LGBT di negara Afrika timur itu. Beberapa mengatakan bahwa mereka terlalu takut untuk pergi keluar pada siang hari, sementara yang lain memilih nomaden karena khawatir akan ditangkap.

“Sejak hari Senin, saya telah meninggalkan rumah saya dan berpindah ke sana kemari. Saya selalu melihat ke belakang jika sedang berjalan,” kata Nathan (24) kepada Reuters melalui telepon dari Dar es Salaam.

“Ada begitu banyak ketegangan dalam komunitas gay saat ini. Tidak hanya di Dar, tetapi di seluruh negeri. Kami benar-benar takut. Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi.”

Meskipun tindakan keras itu akan dimulai pada hari Senin 5 November 2018, Nathan mengklaim bahwa rumah-rumah sudah digerebek di kota pelabuhan dan orang-orang gay ditangkap.

Kelompok kampanye Equality Now mengatakan bahwa mereka terkejut dan khawatir dengan tindakan keras itu –yang juga menargetkan pekerja seks. Ia meminta pemerintah federal untuk mengutuk pernyataan Makonda dan memberlakukan hukum dan kebijakan untuk melindungi hak semua orang.

ECR Akan Dirikan Masjid Darurat untuk Muslim Minoritas di Sigi

SIGI (Jurnalislam.com) – Emergency and Crisis Response (ECR) akan mendirikan masjid darurat bagi warga terdampak gempa dan tsunami di minoritas muslim Desa Omu Soluki, Gumbasa, Kabupaten Sigi. Satu-satunya masjid di desa itu rusak diguncang gempa pada 28 September lalu.

“Kita akan membangun masjid darurat berukuran 7×7 meter mengunakan bahan baja ringan, kebutuhan akan dakwah di sini sangat tinggi, Masjid Al-Haq adalah satu-satu masjid yang ada di sini, dan setidaknya ada 4 gereja aktif yang berada di desa Soluki,” kata koordinator ECR untuk Palu, Abu Faris, Ahad (3/11/2018).

Sementara itu, salah satu pengurus masjid Al-Haq, Ustadz Ismail mengungkapkan, pengajian anak-anak terhenti total akibat belum adanya tempat. Ustadz Ismail juga mengeluhkan kurangnya tenaga pengajar atau da’i di daerah tersebut.

“Anak-anak disini masih takut kalau mengaji di masjid karena memang masih rawan roboh, ada 35 kk dari 210 kk yang beragama Islam di sini, namun kita juga masih terkendala akan jumlah da’i,” katanya.

“Kita mewakili warga mengucapkan terima kasih kepada ECR yang akan membangun masjid darurat itu, mudah-mudahan apa yang diberikan donatur kepada kami dibalas oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” imbuhnya.

Desa Soluki merupakan salah satu daerah terdampak gempa yang cukup parah. Hampir 70 persen pemukiman warga Desa Soluki rusak. Mayoritas penduduk setempat masih tinggal di pengungsian, sebagian lainnya mendirikan tenda di depan rumah mereka. Desa Soluki berjarak 50 km dari pusat kota Palu.

Di desa ini ECR juga membuka posko kesehatan. Abu Faris mengatakan, warga rata-rata mengeluhkan pusing kepala akibat tekanan darah tinggi. Selama 24 jam ECR akan melayani warga

“Tim ECR kali ini kembali melakukan aksi kesehatan gratis kepada masyarakat, warga Soluki rata-rata mengeluhkan pusing disebakan tekanan darah yang tinggi akibat masih trauma terhadap gempa,” kata Abu Faris.

Hamas Puji Tunisia Tolak Kunjungan Delegasi Israel ke Negaranya

GAZA (Jurnalislam.com) – kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, menyambut putusan pengadilan Tunisia yang melarang masuknya delegasi Israel ke Tunisia, Anadolu Agency melaporkan Ahad (4/11/2018).

Delegasi itu dijadwalkan untuk ambil bagian dalam konferensi Forum Dunia Dialog Duta Antar-Agama (World Forum Interfaith Dialogue Ambassadors), yang akan diadakan pada 4-8 November.

Pada hari Jumat (2/11/2018), Pengadilan Tingkat Pertama di Tunisia memutuskan untuk mencegah delegasi Israel memasuki negara tersebut dalam rangka menghadiri acara tersebut.

Baca juga: 

“Kami menghargai orang-orang Tunisia yang hebat dan semua organisasi Tunisia yang bekerja keras untuk memungkinkan terbitnya keputusan ini,” kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri di Twitter.

Masalah ini dibawa ke pengadilan oleh Komisi Nasional untuk Pendukung Perlawanan Arab (the National Commission for the Support of Arab Resistance), Partai Republik dan Gerakan Rakyat melawan Pramuka Tunisia di negara itu sebagai penyelenggara forum.

Mereka menuntut agar delegasi Israel atau pemegang kewarganegaraan Israel dilarang hadir atau berpartisipasi dalam forum.

Pemimpin Suku Dibunuh, Warga Raqqa Serukan Boikot Milisi YPG Dukungan AS

IDLIB (Jurnalislam.com) – Pembunuhan seorang pemimpin suku setempat dalam serangan bersenjata yang diduga dilakukan oleh kelompok teror YPG dukungan AS telah meningkatkan ketegangan di kota Raqqa di Suriah yang dilanda perang.

Setelah pembunuhan pemimpinnya Bashir Faisal al-Huwaidi, anggota suku Sabha pada hari Ahad (4/11/2018) menyerukan boikot terhadap YPG, yang bertanggung jawab atas serangan itu, di wilayah tersebut.

Al-Huwaidi – yang dikenal menentang kelompok YPG – tewas hari Sabtu (3/11/2018) di Raqqa, lansir Anadolu Agency.

Banyak suku regional lainnya juga bergabung dengan kecaman Sabha atas serangan itu, mengumumkan dukungan mereka untuk boikot sampai pelakunya terungkap.

Selama setahun terakhir, YPG telah menindas dan meneror penduduk lokal Raqqa – seperti yang terjadi di wilayah lain di bawah kendalinya.

Baca juga:

YPG secara paksa telah merekrut warga sipil ke dalam barisannya dan mencegah banyak penduduk setempat membangun kembali rumah mereka, banyak yang hancur tahun lalu oleh serangan udara koalisi rezim Syiah Assad yang intens.

Namun YPG tidak menyediakan layanan publik, sementara warga yang dituduh memiliki hubungan dengan oposisi sering menghadapi penahanan sewenang-wenang.

Dalam laporan yang diterbitkan Desember lalu, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (the U.K.-based Syrian Network for Human Rights) yang berbasis di Inggris mengatakan, total 2.323 warga sipil telah tewas di Raqqa pada periode dari November 2016 hingga Oktober 2017.

Pasukan Israel Serbu Kantor Gubernur Yerusalem

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel pada hari Ahad (4/11/2018) menyerbu kantor gubernur Yerusalem di Tepi Barat yang diduduki, menurut penduduk setempat.

“Pasukan Israel menyerbu dan menggeledah kantor gubernur di kota al-Ram, timur laut Yerusalem,” seorang penduduk setempat mengatakan kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan tentara Israel menyerang sejumlah karyawan di dalam kantor.

Menurut sumber medis Palestina, tiga orang menderita asfiksia (sesak napas) sementara dari tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel dan dirawat di tempat.

Serangan pasukan zionis tersebut dengan cepat dikutuk oleh pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah.

Baca juga; 

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara pemerintah Yousef al-Mahmoud menggambarkan serangan itu sebagai “eskalasi berbahaya dan pelanggaran mencolok dari semua perjanjian dan hukum internasional”.

Juru bicara itu melanjutkan untuk meminta pemerintah Israel bertanggung jawab atas “dampak dari serangan-serangan ini”.

Tidak ada komentar dari tentara Israel tentang laporan itu.

Bulan lalu, polisi Israel menahan Gubernur Adnan Ghaith dan membebaskannya dua hari kemudian.

Pekan lalu, Ghaith kembali ditahan sebentar oleh pasukan Yahudi Israel

Momen Tepat Satukan Ukhuwah, Konas Gelar Kajian Akbar Reuni 411 di Solo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Komunitas Amar Ma’ruf Nahi Munkar (KONAS) Solo Raya, menggelar kajian akbar Reuni Aksi 411 di Masjid Baitul Makmur Solo Baru, Sukoharjo, Ahad (4/11/2018).

Acara bertajuk “Merajut Ukhuwah tegakkan Aqidah dan Dakwah” ini menghadirkan dua pembicara ustaz Irfan S Awwas, Ketua Lajnah Tahfidziyah Majelis Mujihidin Pusat dan ustaz Umar Sa’id, Dewan Syuro Front Jihad Islam Jogjakarta.

“Kami sengaja mengambil momen 411 pada hari ini dengan tujuan kita kembali mengenang dua tahun yang lalu di Jakarta, yang mana pada saat itu kita umat Islam mendapatkan tindakan yang tidak adil dari rezim yang berkuasa saat itu,” papar Dadyo Hasto Kuncoro, Ketua Panitia acara kepada jurnalislam dilokasi.

Irfan S Awwas, salah satu pemateri mengimbau kepada umat untuk menjadi umat Islam yang kuat.

“Janganlah kalian semua menjadi umat yang seperti daun kering, sudah susah diikat berisik lagi. Jadilah kalian seperti besi sembrani sudah kuat bisa menarik umat yang lain, menarik umat yang lain dengan Akhlak kita,” pesan Irfan.

Sementara itu, Umar Sa’id juga berpesan kepada umat untuk tetap istiqomah dalam menjalankan nilai-nilai Islam. Sebab, saat ini penggerusan nilai-nilai Islam sudah massif.