Berita Terkini

Taliban Serbu Markas Militer, 20 Pasukan Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban menyerbu markas administrasi militer distrik Sayaad di Afghanistan utara pada Malam Tahun Baru, menewaskan sedikitnya 20 pasukan keamanan, kata seorang pejabat pada hari Selasa (1/1/2019).

Noor Mohammad Rehmani, ketua dewan provinsi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 20 orang juga terluka dalam serangan itu.

Markas administrasi distrik biasanya menampung semua kantor publik di dalam satu gedung dengan dinding-dinding pembatas, seperti kantor polisi distrik, direktorat untuk kesehatan, pendidikan, dan layanan publik lainnya.

Rehmani memperingatkan distrik itu mungkin jatuh ke tangan Taliban jika pasukan tambahan tidak segera dikirim untuk menyelamatkan.

Qari Yosuf Ahmadi, juru bicara Taliban, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dengan mengatakan tiga pos pemeriksaan diserang dan sejumlah kendaraan, senjata serta amunisi disita semalam.

Baca juga:

Serangan ini terjadi dengan latar belakang rencana AS baru-baru ini untuk melakukan pembicaraan dengan Taliban guna mengakhiri perang Amerika terpanjang.

Negosiator perdamaian utama AS, Zalmay Khalilzad bertemu dengan perwakilan Taliban di UEA bulan lalu, tetapi para mujahid terus menghindari pertemuan dengan pejabat Afghanistan yang dianggap sebagai boneka AS.

Taliban dalam diplomasi yang mereka tentukan bertemu dengan perwakilan dari sejumlah negara dalam beberapa pekan terakhir di lokasi yang berbeda.

Zabiullah Mujahid, juru bicara Taliban lainnya, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka juga mengirim delegasi ke Teheran untuk mengadakan pembicaraan mengenai situasi Afghanistan.

Bahram Qasemi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, sebelumnya mengatakan pembicaraan itu dilakukan dengan sepengetahuan pemerintah Afghanistan dengan rencana  menetapkan parameter untuk negosiasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

Tak Ada Pesta Kembang Api di Palu

PALU (Jurnalislam com) – Ada yang berbeda pada malam pergantian tahun 2018 – 2019 di Kota Palu. Seluruh lapisan masyarakat menghabiskan malam untuk berzikir dan berdoa bersama di beberapa masjid dan sejumlah tempat.

Sejak adzan Maghrib berkumandang, hampir seluruh masyarakat Kota Palu berbondong-bondong menuju masjid dan musholla di sekitar mereka. Tanpa terkecuali, baik tua, muda dan anak-anak sekalipun.

Usai shalat Magrib, mereka mengikuti zikir bersama hingga shalat Isya dengan wajah penuh kebahagiaan karena dapat berkumpul bersama.

Tanpa terkecuali masyarakat Kelurahan Kabonena yang berjalan kaki menuju pondok pesantren Khabib Rotan tanpa ada rasa lelah .

Suasana semakin khidmat ketika Zikir dimulai. Ribuan masyarakat yang memadati lokasi berdoa sangat khusyuk. Mereka meminta kepada Sang Kuasa agar bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami tidak terjadi lagi.

Beberapa orang terlihat menetaskan air mata saat mendengarkan zikir dari para habaib.

Meski beberapa saat lagi memasuki pukul 24.00 WITA, ribuan masyarakat enggan beranjak dari tempat duduknya. Mereka memilih untuk terus melantunkan doa. Sejumlah masjid hanya mengumandangkan adzan menandai pergantian tahun.

Meskipun beberapa kembang api masih terlihat menghiasi langit kota Palu di sejumlah tempat, tahun baru kali ini benar-benar sangat berbeda dari tahun 2017 – 2018 silam.

Saat itu, masyarakat memadati area pantai untuk menikmati pertunjukan musik dan kembang api yang sangat megah.

Namun, kini semuanya telah berubah. Masyarakat berbondong-bondong melaksanakan dzikir bersama di masjid dan beberapa tempat lainnya.

Humas Hotel Santika Palu Karina Prastiwi mengungkapkan perayaan pergantian tahun di tempatnya hanya dilakukan para karyawan dengan berdoa.

“Kami hanya kumpul bersama, berdoa, saling bersilaturahmi karena masih diberikan kesempatan hidup di tahun 2019,” ucapnya.

Pegelaran acara sengaja tidak dilakukan karena Kota Palu masih sangat berduka atas musibah gempa dan tsunami yang terjadi. Kini, pihak hotel fokus pada perbaikan gedung dan promo.

“Kami fokus ke promo kamar saja, tidak ada event,” ujarnya.

Beberapa masyarakat saat ditanya mengenai harapan pada tahun 2019 rata-rata menginginkan bencana segera berakhir dan kota Palu kembali seperti semula.

“Doanya tidak ada lagi bencana, dan Kota Palu segera pulih,” imbuh Ismawati, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Nusantara, saat ditanya di sela-sela zikir bersama.

Menurut Ismawati, kegiatan zikir selain bertujuan mendekatkan diri kepada Allah juga sebagai sarana saling bersilaturahmi paskabencana.

“Semua orang kumpul dari seluruh kelurahan jadi sekalian silaturahmi,” ungkapnya.

Nathan, Plt Kepala Satpol PP Kota Palu, mengatakan pergantian tahun kali ini sangat berbeda. Dia mengaku tak mendapati kemacetan saat melakukan patroli lalu lintas seperti tahun lalu.

Selain itu, Nathan juga mengaku tak melihat adanya kegiatan hura-hura di sejumlah tempat. Hanya ada keramaian di lokasi zikir dan gereja untuk kegiatan ibadah.

“Sesuai surat edaran gubernur dan walikota, tidak ada hiburan elekton dan pesta kembang api di wilayah kota Palu,” ucapnya.

Hal tersebut, bagi Nathan, memudahkan pengamanan, sehingga satpol PP fokus pada pengamanan gereja dan lokasi zikir.

“Kami juga patroli keliling Kota Palu, tidak ditemukan hiburan dan pesta kembang api,” terangnya.

Kontributor : Umi Ramlah, Peserta Islamic Journalist Class)

Muhasabah dan Mengambil Pelajaran dari Sebuah Musibah

SOLO (Jurnalislam.com) – Tragedi bencana yang berangsur menghantam Indonesia sangat menyayat hati siapapun yang melihat. Banyak pihak menilai,

peristiwa yang menelan ratusan bahkan ribuan disepanjang 2018 itu merupakan tanda merah-putih untuk bermuhasabah atau berintrospeksi diri.

Salah satu pihak yang melontarkan kritik membangun tersebut adalah Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS). Melalui ketuanya, Muinudinillah Basri meminta umat dan pemerintah untuk mengambil pelajaran dari musibah bencana ini.

“Ayat-ayat dan hadist sangat banyak yang mengaitkan bencana dengan dosa, maka tiada lain kecuali bertaubat kepada Allah, dan segera mengambil pelajaran,” katanya usai memberikan materi di Masjid Iska Gatak, Sukoharjo, Senin, (31/12/2018) malam.

Dalam hening malam sebelum pergantian kalendar Masehi, ia bercerita. Didalam Alquran, kitab suci umat Islam, Allah menjelaskan bahwa dalam satu negeri akan diberi ujian bencana sebanyak satu atau dua kali dalam setahun, jika lebih dari itu, pertanda bahwa Allah menegur keras penduduk di suatu negeri.

Bangunan Masjid yang hancur diterpa Gempa dan Tsunami Palu. Foto: Fajar/Jurnis

“Kemudian kita tidak mengambil pelajaran saja, itu terlalu ndablek (bandel-red),” ungkapnya.

“Kalau itu tidak segera diambil pelajaran dan kemudian sadar untuk mengingatkan bisa jadi semua akan dihancurkan oleh Allah subhanahu Wata’ala,” pinta pria berkopiah putih ini.

Oleh sebab itu, penceramah berjanggut ini mengimbau kepada umat Islam agar dapat mengambil pelajaran atas banyaknya musibah bencana yang melanda negara Indonesia.

“Saat ini adalah momen yang tepat untuk muhasabah dan kembali kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” tegasnya menutup sesi bicara.

Sesalkan Persekusi Oknum PGN, DSKS: Pemerintah Harus Tegas!

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Muinudinillah Basri menyesalkan persekusi yang dilakukan oleh oknum organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN), kepada peserta aksi bela muslim Uighur di Wonosobo.

Ia menilai, perlakuan tidak beretika itu disebabkan PGN merasa kebal hukum dan dilindungi oleh pihak aparat.

“Maka saya yakin kalau ada ketegasan itu maka tidak ada muncul organisasi semacam itu, anak-anak atau organisasi nakal kayak itu ada karena merasa dilindungi, coba kalau mereka nggak merasa dilindungi,” katanya kepada jurnis.com di Masjid Iska Gatak, Sukoharjo, Senin (31/12/2018).

Muin juga mengkritisi kebijakan pemerintah membiarkan munculnya organisasi-organisasi yang kerap menganggu ketertiban umum. Seharusanya, kata dia, pemerintah bisa membedakan mana organisasi yang membantu masyarakat dan yang merugikan masyarakat secara umum.

Baca Juga: Oknum PGN Pelaku Penyerangan di Masjid Al-Huda Wonosobo Minta Maaf

“Saya kira kalau pemerintah pusat tegas dengan masalah itu, dan memiliki pemahaman yang jelas mana yang haq dan yang batil, mana yang pengacau dan yang benar,” paparnya.

Lebih dari itu, ia berpesan kepada ormas Islam untuk tetap tegas dan mengikuti prosedur hukum terkait adanya pihak-pihak yang memperkusi umat Islam. Ia juga mengimbau seluruh kaum muslimin untuk menjaga persatuan dan ukhuwah sesama ormas Islam.

“Ormas-ormas Islam ikutilah prosedur dengan baik tapi tegaslah, dan jangan surut karena kelakuan pengacau seperti ini,” pungkasnya.

Korban Tsunami Selat Sunda Gelar Doa Bersama di Malam Tahun Baru

BANTEN (Jurnalislam.com) — Pengungsi bencana tsunami Selat Sunda di Posko Induk Kementerian Sosial, Pandeglang, Banten menggelar acara istighosah dan doa bersama untuk menyambut malam tahun baru 2019 pada Senin (31/12) malam.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, acara baru dimulai pukul 20.45 WIB. Para pengungsi yang terdiri dari para pria, perempuan dan anak-anak turut memenuhi lapangan futsal yang disulap menjadi tempat pengungsian sementara.

Mereka tampak berjejer memenuhi sisi depan yang menghadap para ustaz yang mengisi acara tersebut.

Istighosah tersebut dipimpin oleh seorang ustaz bernama Ali Ridwan. Lantunan Surat Al-Fatihah dan dzikir terus dilantunkan dari pengeras suara yang diikuti oleh para peserta.

Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir,” lantun ustaz Ali yang diikuti oleh para pengungsi.

Acara istighosah itu semakin syahdu karena diselingi suara hujan deras yang turun di sekitar Labuan, Banten sejak sore hari hingga malam ini.

Istighosah dan doa bersama itu dilakukan sebagai terapi psikologis untuk memberikan kekuatan batin kepada para pengungsi.

“Acara ini dilakukan agar cobaan kita diberikan pertolongan, agar jalan kita ke depannya dimudahkan,” kata pembawa acara yang juga inisiator acara tersebut, Twi Adi melalui pengeras suara.

Twi menjelaskan bahwa acara tersebut diinisiasi oleh Posko Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Banten untuk mengisi tahun baru bagi para pengungsi.

“Kita ketahui bersama karena tahun depan adalah pergantian tahun, agar tahun depan kita diberikan iman, islam dan sejahtera,” kata dia.

Salah satu pengungsi yang mengikuti istighosah, Suryana (26), menyatakan dirinya sengaja mengikuti acara tersebut untuk berdoa agar mendapatkan kemudahan dalam menghadapi keberlanjutan kehidupan keluarganya di tahun depan.

“Saya berharap bisa pengen cepet kumpul lagi sama keluarga di rumah yang baru, karena rumahnya hancur, ini sekaligus membuat hati tenang,” kata Suryana.

Pengungsian yang dikelola oleh Kementerian Sosial ini bermukim sekitar 1.432 pengungsi per 30 Desember 2018. Jumlah tersebut diperkirakan sudah berangsur berkurang.

Para pengungsi sengaja meninggalkan rumah sejak tsunami menerjang pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. Sebagian lainnya mengungsi karena khawatir adanya tsunami susulan.

Sumber : cnnindonesia

Buat yang Penasaran, Ini Alasan Roger Danuarta Masuk Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Beberapa waktu yang lalu, masyarakat Indonesia khususnya para pengguna media sosial Instagram dihebohkan dengan keputusan Roger Danuarta untuk meninggalkan keyakinan lamanya, dan memilih untuk menjadi seorang muslim.

Roger tidak pernah memberi penjelasan mengenai alasan dirinya menjadi seorang muslim, sampai-sampai beredar kabar bahwa alasan Roger menjadi muslim adalah karena Cut Meyriska, yang saat ini diisukan tengah dekat dengannya.

Namun baru-baru ini beredar sebuah video yang menperlihatkan klarifiskasi Roger mengenai alasanya memeluk agama Islam. Video itu diunggah oleh akun Instagram @cintaqurantv.

Dalam video itu, aktor kelahiran 36 tahun silam tersebut tampak sedang berada di sebuah ruangan seperti masjid. Ia didampingi oleh dua orang yang ada di samping kiri dan kanannya. Kemudian, ia pun dengan tenang dan lugas membeberkan alasanya mengapa akhirnya memeluk agama Islam.

Baca juga: Ustaz Insan Mokoginta Benarkan Roger Danuarta Masuk Islam

Roger mengatakan bahwa ketika ia melihat cara hidup orang muslim membuatnya merasa tersentuh dan ketika ia melaksanakan solat, aktor kelahiran Jakarta itu merasakan ketenangan.

“Dan kenapa saya ingin menjadi seorang muslim. Mungkin ketika saya melihat dari teman-teman dekat saya teman kerja sehari-hari. Cara hidup seorang muslim membuat hati saya tersentuh sekali, saya ikut merasakan damainya untuk salat,” kata Roger dalam video tersebut.

Dari ketenangan dan kedamaian yang ia rasakan ketika mendalami agama Islam inilah, akhirnya membuat lawan main Agnez Mo dalam sinetron Cewekku Jutek itu memutuskan untuk masuk Islam dan menjadi muslim yang baik.

“Ketenangan yang diberikan kepada diri saya dan itu membuat saya semakin jatuh cinta untuk menjadi seorang muslim yang baik,” kata Roger.

sumber: viva.co.id

 

Longsor Sukabumi, 2 Meninggal Dunia, 41 Hilang

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Tim SAR gabungan masih mencari 41 orang warga Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang diterjang longsor pada Senin sore,  31 Desember 2018.

Kejadian longsor yang mengisi buku bencana 2019 lembar pertama ini terjadi pada pukul 17.30 WIB. Pencarian telah dilakukan tim gabungan hingga pukul 02.30 WIB.

Tercatat ada sebanyak 32 kepala keluarga dari 107 jiwa yang terdampak akibat musibah longsor ini. Data korban yang simpang siur akhirnya diluruskan kembali oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, semula menginformasikan korban meninggal empat orang. Namun, setelah pendataan kembali dilakukan, korban meninggal dunia hingga pagi hari pencarian ditutup mencapai dua orang meninggal dunia.

“Ada tiga orang luka-luka, 61 orang di pengungsian dan 41 orang belum ditemukan,” kata Sutopo dalam keterangan resmi, Selasa, 1 Januari 2019.

Menurut Sutopo, korban meninggal awalnya memang simpang siur karena kondisi yang panik. Informasi yang beredar di lapangan dan media sosial, korban meninggal bahkan mencapai delapan orang. Namun, setelah dilakukan verifikasi di posko sementara, hanya ada dua korban meninggal.

“Kerugian fisik sementara terdapat 30 unit rumah tertimbun (data sementara/masih dalam pendataan),” katanya.

Sementara itu, upaya penanganan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dengan mengirim tim ke lokasi kejadian. Bersama Basarnas dan warga setempat terus melakukan evakuasi dan pendataan.

sumber: viva.co.id

Kongres 2018, Lidmi Sosialisasikan 32 Standar Operasional Manajemen Dakwah Kampus

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Melalui Kongres 2018, Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi) mensosialisasikan 32 Standar Operasional Pengelolaan (SOP) Manajemen Dakwah Kampus di Aula Pesantren Pondok Madinah, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu (30/12/2018).

SOP manajemen ini dipresentasikan oleh PP Lidmi dihadapan puluhan perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Daerah (PD) LIDMI se-Indonesia.

“Semuanya berjumlah 32, yang berasal dari enam Departemen dalam tubuh PP Lidmi, antara lain Departemen Ke-LDK-an, Departemen Humas, Departemen Infokom, Departemen Sosial, Departemen Kajian Strategis dan Departemen Ekonomi,” kata Rustam Hafid, Panitia pengarah Kongres LIDMI 2018.

Diantara SOP yang akan dibahas, lanjut Rustam, adalah Konsep Studi Alquran Intensif (SAINS) Nasional, yang berisi petunjuk umum dan teknis terkait dengan pengadaan bimbingan Alquran kepada seluruh Mahasiswa se Indonesia.

“Terkadang Lembaga Dakwah Kampus (LDK) bingung bagaimana formula yang tepat agar mahasiswa mau belajar Alquran, terutama agar belajarnya intensif. Maka melalui Kongres ini, SOP SAINS ini akan disosialisasikan kepada seluruh PW dan PD,” tutur dia.

“Nantinya, seluruh PW dan PD tersebut akan menurunkan SOP tersebut kepada seluruh LDK binaan di daerah masing-masing,” tambahnya.

SOP Manajemen Dakwah Kampus yang lain diantaranya adalah SOP pembentukan PD Lidmi, yang akan disampaikan kepada PW agar mampu membentuk jaringan daerah di wilayahnya.

“Sesuai dengan harapan Ketua Umum PP LIDMI, ditargetkan seluruh daerah di Indonesia memiliki jaringan LIDMI di dalamnya agar pembinaan Mahasiswa lebih merata di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Hafid.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Lidmi Hamri Muin mengatakan, saat ini baru 37 kampus yang resmi dibina oleh LIDMI, selainnya bersifat eksternal dan masih ada ribuan kampus yang belum terjajaki.

“Namun kami akan terus berusaha agar dari ribuan kampus di Indonesia tersebut, LIDMI bisa melakukan pembinaan kepada mahasiswa-mahasiswa di dalamnya,” kata Hamri.

Cita-cita ini mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, saat membuka Musyawarah Pimpinan Nasional dan Kongres LIDMI 2018 di Gedung Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (29/12/2018) kemarin.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman menyambut positif usaha LIDMI yang telah membuat program pembinaan bagi kerohanian dan kepemimpinan mahasiswa.

“Anak-anak kampus, dapat kesempatan belajar dalam kampus karena salah satu faktor pendukung belajar adalah lingkungan, maka manfaatkan kampus sebagai lingkungan yang sangat mendukung kerja-kerja keilmuwan yang tentu tidak akan berulang,” ujarnya.

Maka pembinaan Mahasiswa yang baik menurut Pria kelahiran Bone 35 tahun yang lalu tersebut, akan menentukan bagaimana arah bangsa ditahun-tahun yang akan datang.

MUSPIMNAS dan KONGRES merupakan agenda tahunan LIDMI yang digelar untuk mengevaluasi kinerja Dakwah Kampus se Indonesia, dengan menghadirkan pimpinan PW dan PD Lidmi se Indonesia. ()

Di CFD, JAS Imbau Umat Islam Tak Ikut Pesta Tahun Baru

SURABAYA (Jurnalislam.com)  – Jama’ah Ansharusy Syari’ah (JAS ) Surabaya mengggelar sosialisasi kepada warga agar tidak mengikuti pesta tahun baru.

Kegiatan ini dilakukan saat Car Free Day di Tugu Pahlawan, CFD  Taman Bungkul dan KBS surabaya, Ahad (30/12/2018).

Divisi hisbah JAS Surabaya, Andi mengatakan bahwa acara tersebut digelar guna mengingatkan umat Islam Surabaya bahwa merayakan tahun baru masehi bukan budaya umat Islam.

Dalam kesempatan tersebut, dibentangkan juga spanduk bertuliskan “Indahnya Pergantian Tahun Tanpa Maksiat (zina, mabuk – mabukan, narkoba) dan hura – hura (pesta petasan, kembang api, meniup terompet, konvoi, knalpot blong dan balap liar).”

Andi menyampaikan bahwa dakwah jalanan itu banyak mendapatkan dukungan dari masyarakat, Satpol PP dan aparat kepolisian yang berada di lokasi kegiatan.

“Kegiatan amar maruf nahi munkar tahun baru ini rutin kami lakukan setiap tahun seperti juga dengan natal, valentine day dan menjelang bulan ramadhan. Kami juga mengingatkan supaya masyarakat yang beragama islam tidak ikut-ikutan larut dalam momen tahun baru,” kata Andik selaku Korlap Aksi.

Pihaknya juga mengimbau momen tahun baru hendaknya diisi dengan cara yang baik yaitu dzikir, tahlil, takhmid, takbir dan kegiatan lain yang lebih positif.

Komunitas Taklim Jurnalistik Gelar Silaturahmi Akhir Tahun

BEKASI (Jurnalislam.com) –Mengurus komunitas literasi berbasis dakwah itu merupakan tugas yang berat, butuh kerja keras dan keyakinan kuat. Sehingga perlu bekal dan persiapan yang memadai.

Nasihat tersebut disampaikan oleh Pendiri Utama, Andre Rahmatullah, dalam kegiatan “Silaturahim Akhir Tahun & Doa Bersama untuk Yaumul Milad Komunitas Taklim Jurnalistik-Taktik Community ke-2, yang digelar di Alun-Alun Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad (30/12/2018).

Setiap penulis yang mengambil peran tanggung jawab ini, mesti butuh bekal dan persiapan yang dipersiapkan untuk memenangkan perjuangan dakwah bil qolam tersebut.

“Di tahun baru nanti, 2019 kita mempunyai harapan besar akan perubahan dalam komunitas yang kita gandrungi ini selepas apa yang kita bahas dalam acara hari ini,” tegas Bang AR, sapaan akrabnya.

Senada dalam hal ini, Koordinator acara, Prasetyo Wibowo, menambahkan bilamana yang namanya komunitas pasti ada pahit senangnya dalam menjalankan, tinggal pengurus dan penggeraknya bagaimana mengemasnya sebaik mungkin.

“Pertemuan santai ini, yang diwakili setiap daerah Jabodetabek kita harus bisa fokus untuk menuntaskan dan menkonsep target berikutnya juga memperbaiki akan kekurangan selama 2 tahun komunitas ini berkiprah, harapannya akan lebih baik lagi,” ungkap Ketua TAKTIK Perwakilan Jabodetabek.

Silaturahmi akhir tahun ini dihadiri perwakilan pengurus pusat,  Jabodetabek dan Jawa barat, hadir juga penulis novelis dan Founder Komunitas Pembatas Buku Jakarta yang didaulat menjadi pembicara dalam acara tersebut dan perwakilan dari wartawan.

 

Saathir Mustaqim