Kamis, 10 Ramadhan 1447 / 26 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Pentagon Anggarkan Dana $ 850 Juta Untuk Milisi PYD Tahun 2019 (info grafik)

13 Feb 2018 07:04:21
Pentagon Anggarkan Dana $ 850 Juta Untuk Milisi PYD Tahun 2019 (info grafik)

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pentagon pada hari Senin (12/2/2018) meminta dana $ 300 juta untuk melatih dan melengkapi kelompok teror PYD/PKK, yang juga menggunakan nama SDF, dan $ 250 untuk membangun “pasukan pertahanan perbatasan” pimpinan kelompok teror tersebut di Suriah, lansir Anadolu Agency.

Menurut proposal anggaran Pentagon, rencana mereka untuk tahun 2019 juga berisi $ 850 juta untuk kegiatan melatih dan memperlengkapi aktivitas di Irak untuk melawan elemen Islamic State (IS).

Moskow: Pentagon Persenjatai Milisi PYD dengan Senjata Canggih

“Dukungan pelatihan, peralatan, dan operasi dalam permintaan ini akan mengkonsolidasikan keuntungan yang dicapai terhadap IS dan mencegah kemunculannya kembali,” katanya dalam proposal tersebut.

Dengan proposal anggaran barunya, Pentagon berencana mengalokasikan total $ 1,4 miliar untuk tahun fiskal 2019, sedikit di bawah anggaran 2018 yang berjumlah $ 1,8 miliar.

AS salama ini mendukung PYD/PKK, yang merupakan cabang Suriah dari organisasi teror PKK yang telah berperang lebih dari 30 tahun melawan negara Turki.

Kiriman Senjata Berat ke PYD Disita Faksi Jihad di Aleppo

Dukungan Amerika untuk kelompok teror tersebut telah lama menjengkelkan Ankara karena Washington memandang SDF PYD / PKK sebagai “mitra terpercaya”, terus menyediakan senjata dan peralatan walaupun Turki sangat keberatan.

PKK telah bertempur dalam perang 33 tahun melawan Turki yang mengakibatkan puluhan ribu korban jiwa.

Kategori : Internasional

Tags : AS pkk PYD turki

Intelijen Jerman Peringatkan Ancaman Teror Bagi Warga Turki di Negerinya

13 Feb 2018 06:12:43
Intelijen Jerman Peringatkan Ancaman Teror Bagi Warga Turki di Negerinya

BERLIN (Jurnalislam.com) – Badan intelijen dalam negeri Jerman telah memperingatkan tentang meningkatnya aktivitas PKK dan kekerasan di negara tersebut, dan menggambarkan PYD – cabang Suriah kelompok teror tersebut – sebagai “sister organization” dari PKK.

“Selama serangan militer terhadap posisi YPG di Suriah terus berlanjut, kemungkinan akan terjadi kenaikan tajam dalam demonstrasi dan tindakan PKK di Jerman,” Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi, atau BfV, mengatakan dalam sebuah analisis baru-baru ini yang diposting di situsnya, lansir Anadolu Agency Senin (12/2/2018).

Para pendukung PKK telah menggunakan kekerasan di seluruh Jerman dalam beberapa pekan terakhir, menyerang asosiasi dan Masjid Turki di tengah operasi militer Turki melawan target teroris PYD/PKK/YPG di Suriah barat laut dan wilayah Afrin.

Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

Analisis intelijen Jerman mengatakan bahwa tujuan kelompok teror PKK adalah untuk menciptakan daerah otonom di utara Suriah, bekerjasama erat dengan PYD dan sayap militernya YPG.

Analisis BfV mengatakan bahwa Afrin adalah satu dari tiga wilayah di Suriah utara, yang didominasi oleh “organisasi saudara PKK PYD dan milisi mereka YPG”.

PKK telah dilarang di Jerman sejak 1993, namun masih aktif di seluruh negeri, dengan hampir 14.000 pengikut, menurut BfV.

Sementara badan intelijen domestik Jerman menggambarkan PYD dan YPG sebagai “sister organization” dari PKK, pemerintah Jerman belum melakukan tindakan hukum untuk melarang kedua kelompok di negara ini.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk mencegah “koridor teror” terbentuk di sepanjang perbatasannya.

Afrin – sebuah wilayah yang berbatasan dengan provinsi selatan Hatay dan Kilis di Turki – telah dikuasai oleh kelompok teroris PYD/PKK sejak tahun 2012, ketika pasukan rezim Syiah Suriah Assad mengundurkan diri dari daerah tersebut.

PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, dan Internasional, melakukan serangan teror melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, menewaskan hampir 40.000 orang.

Kategori : Internasional

Tags : pkk PYD turki YPG

Pemerintah Myanmar Hanya Hukum 10 Aparat atas Pembantaian Muslim Rohingya

12 Feb 2018 09:22:02
Pemerintah Myanmar Hanya Hukum 10 Aparat atas Pembantaian Muslim Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Anggota pasukan pertahanan Myanmar akan menghadapi tindakan hukum atas perampokan, penganiayaan dan penembakan hingga tewasnya puluhan Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine yang bergolak, kata sewarga juru bicara pemerintah.

Pembunuhan terhadap sedikitnya 10 warga Rohingya terjadi di desa Inn Din pada bulan September tahun lalu dan mayat-mayatnya dikuburkan di sebuah kuburan massal setelah mereka disiksa sampai mati atau ditembak dan dibunuh oleh warga Buddha dan tentara Myanmar.

Korban Tewas Muslim Rohingya, Dikuburkan Massal di 5 Tempat oleh Tentara Myanmar

“Tindakan menurut undang-undang” akan diajukan terhadap tujuh tentara, tiga polisi, dan enam penduduk desa sebagai bagian dari penyelidikan tentara, kata juru bicara pemerintah Zaw Htay pada hari Ahad (11/02/2018), lansir Aljazeera.

Militer mengatakan pada bulan Januari bahwa 10 warga Rohingya yang terbunuh termasuk dalam kelompok 200 “pejuang” yang telah menyerang pasukan pertahanan. Warga desa Buddha menyerang beberapa dari mereka dengan pedang dan tentara menembak warga-warga hingga tewas, katanya.

Namun versi militer tersebut bertentangan dengan laporan yang diberikan kepada kantor berita Reuters oleh para saksi Rakhine Buddhist dan Muslim Rohingya.

Bongkar Rahasia Pembantaian Muslim Rohingya, Wartawan Reuters Ini Hadapi Pengadilan Myanmar

Warga desa Buddha melaporkan tidak ada serangan pemberontak terhadap pasukan Myanmar yang terjadi di Inn Din, dan saksi Rohingya mengatakan kepada kantor berita bahwa tentara menangkap 10 warga dari antara ratusan warga yang mencari keselamatan di pantai terdekat.

Hampir 690.000 Rohingya melarikan diri dari Rakhine dan menyeberang ke selatan Bangladesh sejak Agustus, ketika serangan balasan terhadap pos pertahanan oleh pejuang memicu sebuah tindakan brutal militer yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa bisa dikategorikan sebagai genosida.

Pemerintah Myanmar membantah tuduhan tersebut.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson bertemu dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi pada hari Ahad di ibukota, Naypyidaw, untuk membahas bagaimana ratusan ribu Rohingya dapat dipulangkan dengan aman.

Suu Kyi – pemimpin Myanmar- telah menghadapi rentetan kecaman dan kritik internasional karena gagal menghentikan kebiadaban militernya terhadap warga Muslim Rohingya.

Aung San Suu Kyi Dinobatkan sebagai Tokoh Nomor 1 Islamophobia Dunia

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Helikopter Militer Turki Ditembak Jatuh YPG di Suriah, Semua Awak Tewas

12 Feb 2018 08:12:26
Helikopter Militer Turki Ditembak Jatuh YPG di Suriah, Semua Awak Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Dua tentara Turki tewas setelah helikopter tempur mereka ditembak jatuh saat operasi militer Ankara melawan pasukan Kurdi Suriah di Suriah utara.

Binali Yildirim, perdana menteri Turki, mengumumkan kematian tersebut dalam sebuah pidato di televisi pada hari Sabtu, lansir Aljazeera Ahad (11/2/2018)..

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa sebuah helikopter militer telah “ditembak jatuh” di dekat provinsi selatan Hatay.

“Hal-hal ini akan terjadi, kita dalam perang … Kita mungkin kehilangan sebuah helikopter, tapi mereka akan membayar harga untuk ini,” katanya di Istanbul.

Anadolu Agency yang dikelola negara, mengutip tentara Turki, mengatakan bahwa pesawat ATAK jatuh sekitar pukul 13:00 waktu setempat (10:00 GMT).

Mustafa Bali, juru bicara kelompok bersenjata YPG Kurdi, mengatakan kepada kantor berita AP bahwa pasukannya menembak helikopter di Raju, sebelah barat laut kota Suriah, Afrin.

Turki membuka sebuah front baru dalam perang global Suriah, saat serangan udara dan darat menyerang pasukan YPG di perbatasan selatan dengan Suriah bulan lalu.

Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

YPG – yang dilatih, dipersenjatai dan didukung oleh AS mengendalikan sebuah petak tanah di utara Suriah.

Turki menganggap YPG merupakan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah berperang dalam kampanye bersenjata selama beberapa dekade.

Dengan latar belakang ini, HR McMaster, penasihat keamanan nasional AS, mengadakan pembicaraan pada hari Ahad (11/02/2018) dengan rekannya dari Turki, Ibrahim Kalin, di Istanbul.

Menurut sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Gedung Putih dan kepresidenan Turki, mereka “membahas isu-isu yang mempengaruhi hubungan bilateral secara rinci dan mengeksplorasi cara untuk memperluas perjuangan bersama melawan semua bentuk terorisme.”

TV Pemerintah Iran Tayangkan Berita Turki Gunakan Senjata Kimia di Suriah

Rex Tillerson, sekretaris negara AS, juga akan mengunjungi Ankara pekan depan sebagai bagian dari perjalanan ke lima negara di Timur Tengah.

Jamal Elshayyal dari Al Jazeera, melaporkan pada hari Ahad dari Gaziantep di perbatasan Turki-Suriah, mengatakan bahwa konflik tersebut “meningkat dari hari ke hari.”

Lebih dari 20 tentara Turki dan 150 pasukan YPG telah tewas sejak serangan militer dimulai, katanya.

Tujuh warga sipil Turki juga telah kehilangan nyawa mereka.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah PYD turki YPG

Pertempuran Sengit Memasuki Hari Kedua di Kashmir, 5 Tentara India Tewas

12 Feb 2018 08:02:16
Pertempuran Sengit Memasuki Hari Kedua di Kashmir, 5 Tentara India Tewas

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Pertempuran sengit di sebuah pangkalan militer di kota Jammu, Kashmir yang dikuasai India, memasuki hari kedua, yang menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk lima tentara, kata beberapa pejabat.

Laporan resmi yang dikeluarkan pada hari Ahad (11/02/2018) mengatakan bahwa tiga penyerang terbunuh dan 11 orang terluka dalam serangan yang sedang berlangsung di kamp tentara Sunjuwan.

Kepala Angkatan Darat India Bipin Rawat juga telah bergegas ke Jammu untuk memantau situasi.

Pejabat mengatakan bahwa sejumlah penyerang yang tidak diketahui terpojok di dalam kompleks perumahan di kamp tersebut, dan mereka terkunci dalam pertempuran sengit.

Mujahidin Kashmir Serang Kamp Militer India, 4 Tentara Tewas

Ratusan tentara polisi, tentara dan paramiliter dipanggil untuk mengusir pejuang, yang berhasil membarikade diri di dalam bangunan bertingkat tersebut.

Kompleks tentara yang luas di kota Jammu tersebut terletak dekat dengan beberapa pusat perbelanjaan dan sekolah.

Berbicara kepada Al Jazeera, seorang pejabat dari pemerintah sipil mengatakan bahwa sekolah-sekolah di dekatnya telah ditutup saat tindakan pencegahan dan keamanan ditingkatkan di seluruh wilayah tersebut.

“Situasi terus menjadi tegang, serangan telah terjadi di kota utama, tembak menembak masih berlanjut,” kata pejabat tersebut.

Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh mengatakan bahwa dia memantau situasi dengan seksama.

Pakistan Kecam AS atas Tuduhan Teroris Terhadap Pejuang Kashmir

Penyerang diduga berafiliasi dengan Jaish-e-Mohammad, sebuah kelompok berbasis Pakistan yang telah meluncurkan serangan serupa dalam beberapa tahun terakhir terhadap instalasi tentara dan paramiliter di seluruh wilayah tersebut.

Jammu adalah kota utama di bagian selatan negara yang disengketakan, yang diklaim India dan Pakistan secara penuh. Kedua Negara itu menguasai sebagian wilayah Himalaya yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Penembakan lintas batas yang melanggar kesepakatan gencatan senjata tahun 2003 telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan korban jiwa, dengan lebih dari selusin orang terbunuh di pihak India sejak awal tahun ini.

Kedua Negara tetangga bersenjata nuklir tersebut berselisih sejak sebuah serangan di sebuah kamp tentara di Kashmir, Uri, menewaskan 18 tentara India pada 2016.

New Delhi secara teratur menuduh Islamabad membantu pejuang melintasi perbatasan de facto (Line of Control) untuk menyerang sasaran di India.

Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menekankan bahwa mereka hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik kepada orang-orang Muslim Kashmir.

Kategori : Internasional

Tags : india kashmir pakistan

Mesir Gelar Operasi Militer Gabungan Darat, Laut dan Udara di Semanjung Sinai

12 Feb 2018 07:52:06
Mesir Gelar Operasi Militer Gabungan Darat, Laut dan Udara di Semanjung Sinai

MESIR (Jurnalislam.com) – Tentara Mesir mengatakan telah membunuh 16 milisi dan memenjarakan lebih dari 30 lainnya dalam sebuah operasi militer besar yang diluncurkan di Semenanjung Sinai utara.

Puluhan target hancur akibat serangan udara, termasuk kendaraan, depot senjata, dan pusat komunikasi, juru bicara militer Kolonel Tamer Rifai mengatakan pada hari Ahad (11/02/2018), lansir Aljazeera.

“Angkatan udara menargetkan dan menghancurkan 66 sasaran yang digunakan oleh elemen bersenjata untuk bersembunyi dari serangan udara dan artileri,” kata Rifai dalam sebuah pernyataan.

Kelompok IS Klaim Serang Gereja Koptik Mesir, 9 Tewas

Jumlah korban tentara tidak dapat diverifikasi secara independen.

Mesir meluncurkan operasi keamanan “komprehensif” yang melibatkan tentara, angkatan darat, laut dan angkatan udara negara tersebut, yang bertujuan untuk mendorong kelompok bersenjata keluar dari Semenanjung Sinai, sebagian wilayah Delta Sungai Nil dan Delta Barat pada hari Jumat.

Mesir selama bertahun-tahun telah berperang melawan kampanye bersenjata anti-pemerintah di Semenanjung Sinai, yang meningkat sejak militer menggulingkan Presiden terpilih Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin pada pertengahan 2013.

Memperingati 4 Tahun Kudeta Berdarah Militer Mesir pada Presiden Mursi

Pada bulan November 2017, sedikitnya 235 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di sebuah masjid di Bir al-Abed, sebuah kota di provinsi Sinai Utara.

Setelah itu, Presiden Abdel Fattah el-Sisi memberikan tenggat waktu tiga bulan untuk memulihkan ketertiban di wilayah tersebut, dengan menggunakan “semua kekuatan kejam” yang diperlukan.

Mesir akan melaksanakan pemilihan bulan depan, dalam sebuah pemungutan suara dengan sedikit oposisi sehingga Sisi tampaknya siap untuk menang dengan mudah.

Pengadilan Mesir Jatuhi Hukuman Mati pada Dr Yusuf Qaradawi

Kategori : Internasional

Tags : mesir

Pesawat Rusia Jatuh di Moskow, 71 Penumpang Tewas

12 Feb 2018 06:51:33
Pesawat Rusia Jatuh di Moskow, 71 Penumpang Tewas

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat Rusia yang dioperasikan oleh Saratov Airlines jatuh di wilayah Moskow pada hari Ahad (11/02/2018), menewaskan seluruh penumpang 71 orang yang berada di dalamnya, kata kantor berita Rusia, mengutip sumber layanan darurat.

Ada 65 penumpang dan enam awak kapal yang berada di dalam pesawat yang hilang dari radar kurang dari 10 menit setelah lepas landas dari bandara Domodedovo di Moskow, TASS melaporkan, lansir Al Arabiya.

92 Penumpang Pesawat Militer Rusia yang Jatuh Semuanya Tewas

Pesawat tersebut menuju kota Orsk Rusia di wilayah Orenburg yang berbatasan dengan Kazakhstan.

“Puing-puing telah ditemukan, tidak ada korban selamat,” kata TASS mengutip sebuah sumber.

Tidak segera jelas apa yang menyebabkan kecelakaan itu. Kementerian Perhubungan Rusia mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk kondisi cuaca dan kesalahan pilot, kata Interfax.

Pesawat Pembawa Pasukan Rusia Jatuh, 16 Pasukan Kritis?

Kategori : Internasional

Tags : Pesawat Jatuh Rusia

Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

10 Feb 2018 04:49:26
Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sebuah konvoi Angkatan Bersenjata Turki (TSK) telah bergerak untuk mendirikan titik observasi gencatan senjata baru di zona de-eskalasi Idlib di Suriah, pada hari Jumat (9/2/2018), menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan.

Konvoi militer tersebut menuju ke selatan di zona Idlib-Afrin setelah melewati perbatasan Turki-Suriah pada Jumat malam, kata koresponden tersebut.

Pasukan Turki dikerahkan di kota Tall Tukan di provinsi Abu Zuhur, di zona de-eskalasi tenggara Idlib.

Pasukan tentara rezim Syiah Bashar al-Assad dan kelompok-kelompok Syiah internasional yang didukung Iran berjarak sekitar enam kilometer dari titik penyebaran pasukan Turki.

Titik pengamatan baru terletak 50 kilometer (31 mil) dari perbatasan Turki-Syria.

Armada Perang Turki Kini Bergerak ke Idlib

Tujuan pengerahan, yang dilakukan sesuai dengan kesepakatan Astana, adalah untuk menetapkan titik observasi gencatan senjata keenam, menurut sumber militer.

Pasukan Rusia di zona de-eskalasi sekarang diperkirakan memposisikan diri mereka di luar zona de-eskalasi Idlib, di garis depan yang memisahkan rezim dan pasukan oposisi.

Pada 12 Oktober 2017, militer Turki mulai menyeberang ke wilayah tersebut demi menetapkan titik pengamatan untuk memantau gencatan senjata di zona de-eskalasi Idlib.

Berdasarkan kesepakatan Astana, Turki ditetapkan untuk secara bertahap membangun 12 titik pengamatan, dari utara Idlib ke selatan.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

Idlib, yang terletak di Suriah barat laut di perbatasan Turki, telah menghadapi serangan hebat dari rezim Assad setelah sebuah perang global yang pecah pada tahun 2011.

Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Syiah Assad dan telah dikuasai oleh kelompok oposisi militer dan faksi-faksi jihad Suriah.

Kategori : Internasional

Tags : Idlib Konflik Suriah turki

Serangan Bom saat Shalat Jumat Hantam Masjid di Libya

10 Feb 2018 04:42:49
Serangan Bom saat Shalat Jumat Hantam Masjid di Libya

LIBYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam sebuah pemboman di sebuah masjid di kota Benghazi, Libya timur, menurut sumber medis.

Pemboman tersebut dilakukan oleh dua tersangka yang meledakkan alat peledak improvisasi di masjid Saad Ben Obadah saat sholat Jumat (9/2/2018), lansir Aljazeera.

Mutaz al-Mu’tri, juru bicara gubernur keamanan Benghazi, mengatakan dua tas bom digunakan dalam serangan tersebut, menurut saluran berita tv milik Libya.

Petugas medis mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sedikitnya dua orang tewas dan 55 lainnya cedera. Laporan berita media lokal menyebutkan jumlah korban yang terluka berjumlah 129 orang.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung.

Misi Dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya (the United Nations Support Mission in Libya-UNSMIL) dengan cepat mengecam serangan tersebut, dan menyebut bahwa laporan adanya korban sipil “sangat mengganggu.”

Korban Serangan Bom Masjid di Mesir Meningkat, 235 Tewas, Begini Kronologinya

“Serangan langsung atau sembarangan terhadap penduduk sipil sangat dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional dan merupakan kejahatan perang,” kata UNSMIL dalam sebuah posting di Twitter.

“Tidak ada yang memberikan pembenaran untuk serangan balas dendam. Investigasi yang cepat dan tidak memihak harus membawa pelaku ke pengadilan.”

Insiden tersebut muncul beberapa pekan setelah pemboman mobil ganda di Benghazi menewaskan sedikitnya 35 orang.

Serangan yang terjadi di luar masjid Bait Radwan pada 23 Januari, menewaskan lebih dari 50 lainnya, termasuk sejumlah pejabat keamanan senior.

Ahmed al-Fituri, kepala unit investigasi khusus yang terkait dengan komando umum pasukan keamanan Libya timur, termasuk di antara korban.

Pasukan yang setia kepada Khalifa Haftar, seorang jenderal pemberontakan yang berbasis di timur negara tersebut, menguasai Benghazi pada tahun 2017, setelah melakukan serangan tiga tahun melawan kelompok bersenjata saingannya.

Pertempuran meruntuhkan sejumlah besar wilayah kota pelabuhan tersebut.

Beberapa pemboman terakhir menargetkan tokoh-tokoh yang terkait dengan Tentara Nasional Libya (Libyan National Army LNA) milik Haftar.

Pasukan Mesir Bunuh Penyerang Masjid yang Menewaskan 305 Orang di Sinai

LNA mengklaim kemenangan di Benghazi pada bulan Juli tahun lalu, namun bentrokan sporadis berlangsung sampai Desember ketika mereka mengambil alih kendali atas pesaingnya.

Sejak saat itu LNA memberlakukan kontrol militer yang ketat terhadap kota dan bagian lain Libya timur yang berada di bawah kendalinya.

Pertempuran di Benghazi adalah bagian dari konflik lebih luas yang berkembang di Libya setelah mantan penguasa Muammar Gaddafi digulingkan dari kekuasaan dan terbunuh dalam pemberontakan yang didukung oleh NATO pada tahun 2011.

Kategori : Internasional

Tags : bom masjid serangan bom

Serangan Udara AS pada Taliban Meningkat, 4.360 Pemboman, Namun…

09 Feb 2018 09:42:51
Serangan Udara AS pada Taliban Meningkat, 4.360 Pemboman, Namun…

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Strategi AS yang lebih agresif di Afghanistan berharap Taliban dapat dipukul mundur, kata tentara dan polisi, namun mengingat serangan terbaru di Kabul menunjukkan bahwa Imarah Islam tersebut tetap kuat dan menciptakan jalan buntu yang berkepanjangan bagi AS, lansir Aljazeera, Kamis (8/2/2018).

Presiden Donald Trump pada bulan Agustus meluncurkan pendekatan militer yang lebih agresif, termasuk lonjakan serangan udara, yang bertujuan untuk memaksa Taliban ke meja perundingan.

Walaupun pasukan Afghanistan mengatakan bahwa dampaknya signifikan, namun Taliban masih bergerak dalam petak besar negara tersebut dan, dengan pasukan asing sekitar 15.000 orang dibandingkan dengan 140.000 pada tahun 2014, tampaknya hanya ada sedikit harapan untuk meraih kemenangan militer secara langsung.

Belasan Tahun Berperang, AS Makin Bingung dengan Kekuatan Taliban

Taliban membukukan kemenangan setelah NATO menarik sebagian besar pasukan tempurnya pada akhir 2014. Dua tahun kemudian, mereka mencengkram beberapa pusat distrik dan bahkan dua ibu kota provinsi, termasuk Kunduz, di utara, yang sempat dikuasai.

Serangan udara AS di Afghanistan pada 2017 melonjak hingga 4.361, menurut data AS, dibandingkan dengan 1.337 pada tahun sebelumnya.

Misi Resolute Support NATO mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan udara telah diperluas di utara, dengan pembom B-52 menyerang posisi Taliban.

Komandan misi, Jenderal John Nicholson, sesumbar dengan mengatakan bahwa mujahidin Taliban tidak dapat menang di medan perang.

Serangan Bom Mobil Taliban Hantam Konvoi Pasukan NATO di Kabul

Seorang juru bicara Taliban membantah bahwa serangan udara telah memaksa mujahidin untuk mundur, mengatakan bahwa mereka masih beroperasi di pusat-pusat distrik dan di pedesaan.

Bahkan menurut sebuah studi BBC baru-baru ini, Taliban secara terbuka aktif di 70 persen distrik. Seorang juru bicara misi NATO mengatakan bahwa perkiraan BBC melebih-lebihkan dan manyebutkan bahwa hanya sekitar 12 persen populasi yang berada di bawah kendali penuh Taliban.

Thomas Ruttig dari think tank Riset Analis Afghanistan (the Afghanistan Analysts Network) mengatakan kepada Reuters bahwa ada batas kekuatan udara yang bisa dicapai, sambil menunjukkan bahwa jumlah korban sipil meningkat.

“Mendorong mundur Taliban bukanlah kemenangan atas mereka,” katanya. “Taliban telah membuktikan bahwa mereka dapat menyesuaikan diri dan menunggu-nunggu serangan semacam itu sebelumnya.”

Sepekan di Afghanistan: Taliban Bunuh 35 Polisi dan 55 Tentara Boneka, IS Bunuh 70 Warga Sipil Syiah

Trump menolak pembicaraan dengan Taliban setelah bom 27 Januari di Kabul menewaskan 103 orang, sepekan setelah serangan Taliban di sebuah hotel menewaskan empat orang Amerika dan sekitar 26 aparat Afghanistan. Namun tujuan jangka panjang AS tetap memaksa Taliban melakukan penyelesaian, kata seorang pejabat tinggi AS kemudian.

Pemerintah Afghanistan juga telah mengambil keputusan tegas dalam perundingan, sedangkan Taliban mengatakan bahwa perundingan bergantung pada tentara asing yang pergi. Mereka mengatakan serangan Kabul merupakan respons terhadap agresi Trump dan mengancam akan melakukan lebih banyak serangan lagi.

Kelompok pemikir International Crisis Group mengatakan bahwa, walaupun pejabat AS mengatakan usaha diplomatik dan militer mereka ditujukan untuk mencapai penyelesaian terhadap perang terpanjang AS – yang diperkirakan pejabat akan membebani pembayar pajak lebih dari $ 45 miliar tahun ini – diplomasi telah diturunkan dengan jelas.

Moskow: Setiap Usaha yang Dilakukan AS Melawan Taliban akan Sia-sia

“Pemerintah AS dan Afghanistan berharap proses perdamaian akan muncul dari abu serangan militer yang intensif ini, namun proses perdamaian tidak pernah jauh lagi dalam beberapa tahun terakhir,” kata analis senior Afghanistan, Borhan Osman.

“Kedua belah pihak melepaskan lebih banyak kekerasan berdasarkan alasan yang sama sehingga akan memantapkan jalan buntu untuk mendukung kondisi mereka di meja perundingan.”

Pasukan Afghanistan mempersiapkan diri mereka dengan baik untuk bertempur dengan musuh yang bersenjata.

“Harus ada jalan keluar yang lain,” kata Sher Wali, seorang polisi di provinsi Nangarhar. “Karena sepertinya pertempuran ini tidak akan pernah berakhir.

Kategori : Internasional

Tags : AS Imarah Islam Afghanistan serangan udara taliban

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED