Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sebuah konvoi Angkatan Bersenjata Turki (TSK) telah bergerak untuk mendirikan titik observasi gencatan senjata baru di zona de-eskalasi Idlib di Suriah, pada hari Jumat (9/2/2018), menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan.

Konvoi militer tersebut menuju ke selatan di zona Idlib-Afrin setelah melewati perbatasan Turki-Suriah pada Jumat malam, kata koresponden tersebut.

Pasukan Turki dikerahkan di kota Tall Tukan di provinsi Abu Zuhur, di zona de-eskalasi tenggara Idlib.

Pasukan tentara rezim Syiah Bashar al-Assad dan kelompok-kelompok Syiah internasional yang didukung Iran berjarak sekitar enam kilometer dari titik penyebaran pasukan Turki.

Titik pengamatan baru terletak 50 kilometer (31 mil) dari perbatasan Turki-Syria.

Armada Perang Turki Kini Bergerak ke Idlib

Tujuan pengerahan, yang dilakukan sesuai dengan kesepakatan Astana, adalah untuk menetapkan titik observasi gencatan senjata keenam, menurut sumber militer.

Pasukan Rusia di zona de-eskalasi sekarang diperkirakan memposisikan diri mereka di luar zona de-eskalasi Idlib, di garis depan yang memisahkan rezim dan pasukan oposisi.

Pada 12 Oktober 2017, militer Turki mulai menyeberang ke wilayah tersebut demi menetapkan titik pengamatan untuk memantau gencatan senjata di zona de-eskalasi Idlib.

Berdasarkan kesepakatan Astana, Turki ditetapkan untuk secara bertahap membangun 12 titik pengamatan, dari utara Idlib ke selatan.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

Idlib, yang terletak di Suriah barat laut di perbatasan Turki, telah menghadapi serangan hebat dari rezim Assad setelah sebuah perang global yang pecah pada tahun 2011.

Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Syiah Assad dan telah dikuasai oleh kelompok oposisi militer dan faksi-faksi jihad Suriah.