Mesir Gelar Operasi Militer Gabungan Darat, Laut dan Udara di Semanjung Sinai

12 Februari 2018
Mesir Gelar Operasi Militer Gabungan Darat, Laut dan Udara di Semanjung Sinai

MESIR (Jurnalislam.com) – Tentara Mesir mengatakan telah membunuh 16 milisi dan memenjarakan lebih dari 30 lainnya dalam sebuah operasi militer besar yang diluncurkan di Semenanjung Sinai utara.

Puluhan target hancur akibat serangan udara, termasuk kendaraan, depot senjata, dan pusat komunikasi, juru bicara militer Kolonel Tamer Rifai mengatakan pada hari Ahad (11/02/2018), lansir Aljazeera.

“Angkatan udara menargetkan dan menghancurkan 66 sasaran yang digunakan oleh elemen bersenjata untuk bersembunyi dari serangan udara dan artileri,” kata Rifai dalam sebuah pernyataan.

Kelompok IS Klaim Serang Gereja Koptik Mesir, 9 Tewas

Jumlah korban tentara tidak dapat diverifikasi secara independen.

Mesir meluncurkan operasi keamanan “komprehensif” yang melibatkan tentara, angkatan darat, laut dan angkatan udara negara tersebut, yang bertujuan untuk mendorong kelompok bersenjata keluar dari Semenanjung Sinai, sebagian wilayah Delta Sungai Nil dan Delta Barat pada hari Jumat.

Mesir selama bertahun-tahun telah berperang melawan kampanye bersenjata anti-pemerintah di Semenanjung Sinai, yang meningkat sejak militer menggulingkan Presiden terpilih Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin pada pertengahan 2013.

Memperingati 4 Tahun Kudeta Berdarah Militer Mesir pada Presiden Mursi

Pada bulan November 2017, sedikitnya 235 orang tewas dalam serangan bom dan senjata di sebuah masjid di Bir al-Abed, sebuah kota di provinsi Sinai Utara.

Setelah itu, Presiden Abdel Fattah el-Sisi memberikan tenggat waktu tiga bulan untuk memulihkan ketertiban di wilayah tersebut, dengan menggunakan “semua kekuatan kejam” yang diperlukan.

Mesir akan melaksanakan pemilihan bulan depan, dalam sebuah pemungutan suara dengan sedikit oposisi sehingga Sisi tampaknya siap untuk menang dengan mudah.

Pengadilan Mesir Jatuhi Hukuman Mati pada Dr Yusuf Qaradawi