Aung San Suu Kyi Dinobatkan sebagai Tokoh Nomor 1 Islamophobia Internasional

28 November 2017
Aung San Suu Kyi Dinobatkan sebagai Tokoh Nomor 1 Islamophobia Internasional

LONDON (Jurnalislam.com) – Menteri luar negeri Myanmar dan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dinobatkan sebagai Tokoh Islamophobia Internasional Tahun 2017 (the 2017 International Islamophobe of the Year) pada hari Ahad, lansir World Bulletin, Senin (27/11/2017).

Kekejamannya yang membantai minoritas Muslim Rohingya sangat mengerikan sehingga dia berhasil melewati tokoh calon Islamophobia internasional lain, yaitu: Presiden AS Donald Trump, pemimpin partai Front kanan Perancis, Marie Le Pen, pemimpin Partai Kebebasan Belanda dari kelompok kanan, Geert Wildres.

Inggris Cabut Penghargaan ‘The Freedom of Oxford’ pada Aung San Suu Kyi

Antara 2.000 hingga 3.000 Muslim terbunuh di negara bagian Rakhine di Myanmar dalam tiga hari, menurut Dewan Rohingya di Eropa dan lebih dari 617.000 Muslim Muslim Rohingya dipaksa melarikan diri untuk berlindung di negara tetangga Bangladesh.

Penghargaan Islamophobia tahunan oleh Komisi Hak Asasi Manusia Islam yang berbasis di London mengundang perwakilan dari banyak LSM dan Muslim. Program dimulai dengan pembacaan kitab suci Quran.

Tommy Robinson – mantan pemimpin Liga Pertahanan Inggris fasis (EDL) – yang terkenal dengan pandangan anti-Islamnya ditetapkan dalam kategori “Tokoh Islamophobia Britania Raya” tahun ini.

San Suu Kyi Tuduh Pengungsi Rohingya sebagai Imigrasi Legal dan Terorisme

Kandidat lainnya dalam kategori ini adalah presenter TV dan kolumnis Katie Hopkins, mantan pemimpin Partai Kemerdekaan Inggris yang populis (UKIP) Nigel Farage, pendiri partai sayap kanan For Britain Party, Anne Marie Waters, dan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson.

Fox News juga menerima penghargaan ironis dalam kategori “media”.

Komisi Hak Asasi Manusia Islam adalah “organisasi penelitian, advokasi dan advokasi independen, nirlaba, yang didirikan pada tahun 1997.