Serangan Bom saat Shalat Jumat Hantam Masjid di Libya

Serangan Bom saat Shalat Jumat Hantam Masjid di Libya

LIBYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam sebuah pemboman di sebuah masjid di kota Benghazi, Libya timur, menurut sumber medis.

Pemboman tersebut dilakukan oleh dua tersangka yang meledakkan alat peledak improvisasi di masjid Saad Ben Obadah saat sholat Jumat (9/2/2018), lansir Aljazeera.

Mutaz al-Mu’tri, juru bicara gubernur keamanan Benghazi, mengatakan dua tas bom digunakan dalam serangan tersebut, menurut saluran berita tv milik Libya.

Petugas medis mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sedikitnya dua orang tewas dan 55 lainnya cedera. Laporan berita media lokal menyebutkan jumlah korban yang terluka berjumlah 129 orang.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung.

Misi Dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya (the United Nations Support Mission in Libya-UNSMIL) dengan cepat mengecam serangan tersebut, dan menyebut bahwa laporan adanya korban sipil “sangat mengganggu.”

Korban Serangan Bom Masjid di Mesir Meningkat, 235 Tewas, Begini Kronologinya

“Serangan langsung atau sembarangan terhadap penduduk sipil sangat dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional dan merupakan kejahatan perang,” kata UNSMIL dalam sebuah posting di Twitter.

“Tidak ada yang memberikan pembenaran untuk serangan balas dendam. Investigasi yang cepat dan tidak memihak harus membawa pelaku ke pengadilan.”

Insiden tersebut muncul beberapa pekan setelah pemboman mobil ganda di Benghazi menewaskan sedikitnya 35 orang.

Serangan yang terjadi di luar masjid Bait Radwan pada 23 Januari, menewaskan lebih dari 50 lainnya, termasuk sejumlah pejabat keamanan senior.

Ahmed al-Fituri, kepala unit investigasi khusus yang terkait dengan komando umum pasukan keamanan Libya timur, termasuk di antara korban.

Pasukan yang setia kepada Khalifa Haftar, seorang jenderal pemberontakan yang berbasis di timur negara tersebut, menguasai Benghazi pada tahun 2017, setelah melakukan serangan tiga tahun melawan kelompok bersenjata saingannya.

Pertempuran meruntuhkan sejumlah besar wilayah kota pelabuhan tersebut.

Beberapa pemboman terakhir menargetkan tokoh-tokoh yang terkait dengan Tentara Nasional Libya (Libyan National Army LNA) milik Haftar.

Pasukan Mesir Bunuh Penyerang Masjid yang Menewaskan 305 Orang di Sinai

LNA mengklaim kemenangan di Benghazi pada bulan Juli tahun lalu, namun bentrokan sporadis berlangsung sampai Desember ketika mereka mengambil alih kendali atas pesaingnya.

Sejak saat itu LNA memberlakukan kontrol militer yang ketat terhadap kota dan bagian lain Libya timur yang berada di bawah kendalinya.

Pertempuran di Benghazi adalah bagian dari konflik lebih luas yang berkembang di Libya setelah mantan penguasa Muammar Gaddafi digulingkan dari kekuasaan dan terbunuh dalam pemberontakan yang didukung oleh NATO pada tahun 2011.

Bagikan