Rupiah Diprediksi Masih Terus Melemah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (5/7/2018) pagi bergerak melemah 17 poin menjadi Rp 14.380 dibanding posisi sebelumnya Rp 14.363 per dolar AS. Laju rupiah kembali mengalami depresiasi seiring dengan melemahnya euro terhadap dolar AS.

“Pergerakan rupiah yang mampu memanfaatkan penguatan sejumlah mata uang hard currency lainnya selain dolar diharapkan dapat kembali terjadi seiring masih rendahnya nilai tukar rupiah dibandingkan dolar,” kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (5/7/2018) dilansir Republika.co.id.

Laju rupiah sebelumnya mampu bergerak positif dengan memanfaatkan penguatan euro terhadap dolar AS. Pelaku pasar terlihat melepas dolar jelang pengenaan tarif terhadap sejumlah barang-barang impor Cina.

Di sisi lain, penguatan rupiah turut terimbas kenaikan mata uang yuan setelah bank sentral Cina, People’s Bank of China, melakukan upaya untuk menahan pelemahan mata uang tersebut. Gubernur Yi mengatakan bahwa bank sentral mengamati dengan seksama fluktuasi nilai tukar mata uang asing dan akan berusaha mempertahankan Yuan pada tingkat yang stabil dan masuk akal serta arus modal yang masih terkendali.

Dari dalam negeri, adanya komentar dari Menko Perekonomian, Darmin Nasution, yang menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2018 berkisar 5,2 persen hingga 5,3 persen cukup direspon positif. “Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.350-Rp 14.339,” ujar Reza.

Senada dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu dibuka melemah sebesar 5,73 poin atau 0,1 persen ke posisi 5.727,91.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 1,45 poin (0,16 persen) menjadi 906,35.

 

Jokowi Curhat Soal Ketidakpastian Ekonomi Dunia

BOGOR (Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kondisi perekonomian dunia masih diwarnai dengan ketidakpastian. Dengan begitu, menurut Presiden, sulit untuk diprediksi dan dikalkulasi.

“Saya kira bapak-ibu bupati semuanya juga merasakan betapa ketidakpastian ekonomi dunia itu betul-betul sulit dikalkulasi dan sulit dihitung,” kata Presiden Jokowi saat audiensi dengan sejumlah bupati di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/7/2018) dilansir Republika.co.id.

Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, terkait dengan pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus bicara apa adanya. “Berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, kita harus bicara apa adanya bahwa situasi ekonomi dunia sekarang ini masih betul-betul pada posisi yang sangat sulit,” kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Namun, menurut dia, Indonesia harus bersyukur karena pertumbuhan ekonomi masih mencapai lima persen lebih. “Kita patut bersyukur bahwa ekonomi kita masih bisa tumbuh lima persen lebih sedikit, itu saya kira patut kita syukuri,” katanya.

Ia menyebutkan, negara-negara lain bahkan negara besar pertumbuhan ekonominya turun drastis. “Misal Cina, itu turun dari 11 atau 10 persen langsung anjlok posisi 6,5 persen, ” ujarnya.

Menurut Presiden, kondisi itu betul-betul merupakan sebuah pukulan yang sangat berat bagi negara itu. “Tapi, apa pun yang terjadi, kita ingin pertumbuhan ekonomi kita merupakan pertumbuhan yang berkualitas sehingga fundamental ekonomi kita, fondasi ekonomi kita kuat,” kata Presiden Jokowi.

 

Pengamat : TGB Berpeluang Menjadi Cawapres Jokowi Juga Prabowo

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubenur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuang Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi punya peluang menjadi kandidat calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Sebagai satu-satunya nama yang muncul dari kalangan kepala daerah, tidak berarti peluang TBG mendampingi Jokowi lebih berat dibandingkan nama-nama lain dari kalangan politik.

“Peluangnya juga sama saja dengan calon lainnya,” ujar pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio ketika ditanya mengenai apakah peluang TGB akan lebih berat untuk dipilih menjadi cawapres untuk mendampingi Jokowi, Kamis (5/7/2018) dilansir Republika.co.id.

Ia mengatakan sebagai sosok yang disebut layak mendampingi Jokowi, TGB harus bersaing dengan nama-nama yang sudah lebih dulu muncul seperti Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Pengamat politik yang juga merupakan pendiri lembaga survei Kedai Kopi ini menyatakan, bukan tak mungkin pula TGB harus bersaing dengan deretan pengusaha.

Dia menyebut deretan pengusaha yang juga berpeluang untuk mendampingi Jokowi adalah Hary Tanoesoedibjo, Chairul Tanjung, dan Erick Thohir.

“Masih ada sebulan, konstelasinya bisa berubah,” kata Hendri dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika, Kamis (5/7/2018).

Dia juga memprediksi adanya kemungkinan kemunculan kombinasi lain untuk TGB. Dia menyebut TGB pun juga memiliki peluang untuk disandingkan dengan figur-figur kuat lainnya.

“Tunggu saja mungkin saja akan muncul kombinasi lain untuk TGB, seperti JK-TGB, Susi Pudjiastuti-TGB atau bahkan Prabowo-TGB,” kata dia.

Meski menyatakan dukungan untuk Jokowi, dia menambahkan, kemungkinan TGB mendampingi Prabowo akan tetap terbuka. Namun, ia juga harus bersaing dengan sejumlah nama seperti Rizal Ramli, Abraham Samad, Anies Baswedan atau Ahmad Heryawan.

Ia menilai pernyataan dukungan TGB terhadap Joko Widodo bukan keberpihakan TGB secara pribadi, melainkan terkait posisinya sebagai gubernur. Ia menambahkan dianggap sebagai gubernur, wajar bila TGB mendukung presidennya.

“Sebagai gubernur NTB, tidak ada yang salah dengan pernyataan TGB itu. Adalah wajib seorang Gubernur memberikan dukungan kepada presiden-nya,” terangnya.

Gubernur NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi, menyatakan dukungannya kepada Presiden RI Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinan presidennya. Menurutnya, Jokowi pantas untuk diberikan kesempatan untuk menyelesaikan apa yang selama satu periode ini telah dimulai.

 

Kemenkeu Dorong Penguatan Fintech Syariah

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Wakil Menteri Keuangan RI, Mardiasmo, menyatakan dunia telah memasuki era transformasi dari analog ke digital. Teknologi digital sangat mempengaruhi hidup dalam berbagai aspek khususnya ekonomi.

Ekonomi digital memungkinkan penggunaan teknologi digital untuk berbagai kegiatan ekonomi. Indonesia juga mengalami peningkatan dalam penggunaan dan penetrasi digital. Penetrasi internet Indonesia naik dari 34,62 persen pada 2016 menjadi 39,7 persen pada 2017 dan diramalkan 49,89 persen pada 2022.

Sementara itu penetrasi ecommerce di Indonesia naik dari 9,5 persen 2015 menjadi 157 persen pada 2022. “Salah satu kekuatan dalam industri ini adalah fintech,” kata Mardiasmo dalam sambutannya mewakili Menteri Ekonomi Sri Mulyani Indrawati, di pembukaan konferensi the 3rd Annual Islamic Finance Conference (The 3rd AIFC) di Makassar, Rabu (4/7/2018) dilansir Republika.co.id,

Data Asosiasi Fintech menunjukkan jumlah perusahaan fintech berkembang dari 25 perusahaan pada 2011 dan 2012 menjadi 165 perusahaan pada 2015 dan 2016 kemudian menjadi 235 perusahaan pada 2017. Perusahaan-perusahaan fintech tersebut menjalankan model bisnis seperti peer to peer lending, digital market place dan perencanaan keuangan.

Data Bank Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan total transaksi fintech. Nilainya mencapai 18,6 milair dolar AS pada 2017 meningkat 19,23 persen dari 15,6 miliar dolar AS pada 2016.

Selain menawarkan solusi inovatif melalui produk dan jasanya, fintech juga memberikan keuntungan kepada konsumen seperti kenyamanan transaksi dan harga bersaing. Fintech juga membantu membangun bisnis UMKM yang kerap menemui hambatan dalam pembiayaan.

“Pemerintah menyadari pentingnya akses keuangan informal. Ini akan membawa Indonesia pada inklusivitas dan membawa dampak positif kesejahteraan masyarakat, menghapus kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja,” terangnya.

Menurut penelitian McKinsey, Indonesia diperkirakan mencapai 150 miliar dolar AS dalam pertumbuhan, atau 10 persen dari PDB, pada 2025, jika mendigitalkan ekonomi secara efektif dan efisien.

Oleh karena itu, pemerintah mendukung praktik fintech di Indonesia. Pemerintah menggunakan teknologi di berbagai program pembangunan seperti branchless banking, dan penerbitan surat utang negara (SUN).

Meski demikian, ada potensi fraud seperti pencurian data. Karenanya diperlukan inovasi fintech dan perlindungan konsumen secara bersamaan. Jika peraturan terlalu ketat maka inovasi tidak berkembang.

Tetapi jika terlalu longgar maka tidak bisa melindungi konsumen. Pemeritah telah menerbitkan aturan melindungi fintech dan mengkaji inovasi perlindungan konsumen fintech di Indonesia.

Mardiasmo menambahkan, ekonomi syariah telah diuntungkan dengan kemajuan teknologi. Meski demikian pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia masih 5 persen. Kontribusi terbesar dari pasar saham sebesar 52,5 persen, diikuti sukuk 17 persen, kemudian perbankan, takaful, reksa dana, dan pembiayaan, masing-masing sekitar 5 hingga 7,5 persen.

“Instrumen syariah akan menarik investasi luar dan dalam negeri dan bisa mendanai program nasional pembangunan infrastruktur juga bisa meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Meski diakui saat ini pemain fintech khususnya syariah masih terbatas. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per april 2018 ada sekitar 49 perusahan fintech peer to peer lending yang mendaftar, hanya satu yang berbasis syariah. Dia menilai masih banyak yang harus dilakukan untuk memperbaiki keuangan syariah. Antara lain mendorong perusahaan fintech dan konsumen ikut serta dalam kegiatan kuangan syariah.

Kemudian meningkatkan literasi keuangan syariah. Indeks literasi keuangan syariah masih rendah hanya 8,11 persen. Oleh karena itu, diperlukan program-program pendidikan keuangan syariah secara insentif serta memperdalam keuangan syariah terutama pelaku fintech.

 

NKRI Warisan Ulama, Al Khaththath : Pilih Pemimpin yang Takut Kepada Allah

JEMBER (Jurnalislam.com) – Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Muhammad Al Khaththath mengatakan bahwa kepemimpinan adalah amanah dari Allah maka carilah pemimpin yang takut kepada Allah. Hal ini disampaikan pria yang akrab dipanggil Al Khathath ini dalam tabligh Akbar bertema “Memilih Pemimpin yang Akan Datang,” di Masjid Al Furqan Jember, Selasa (03/07/2018).

“Hakikat Kepemimpinan adalah amanah dari Allah, sudah sepantasnya kita mencari pemimpin yang takut kepada yang memberinya Amanah, bukan takut kepada pihak asing dan aseng,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa pemimpin Indonesia yang akan datang harus bisa memanusiakan manusia Indonesia. Tentu syaratnya dia harus beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tuhan Yang Maha Esa yang dimaksud adalah yang tercantum dalam konstitusi yang disusun oleh para pendiri bangsa ini yaitu Allah Yang Maha Kuasa. Itu jelas ada di pembukaan UUD 1945,” tambah pria yang pernah ditahan akibat tudingan Makar karena Aksi Bela Islam 3.

Imbuhnya, calon pemimpin Indonesia yang akan datang harus faham bahwa negeri ini lahir karena warisan ulama dan umat Islam.

“Yang jadi pemimpin di Indonesia harus mau terikat dengan aturan Islam. Kenapa bisa begitu? Karena negeri diwariskan oleh orang-orang yang berkomitmen dengan Islam,” jelasnya yang disambut dengan pekikan takbir.

Ia juga mengutip QS Al Ahzab 36, apakah pantas bagi seorang mukmin untuk mencari opsi selain dari opsi yang sudah ditentukan oleh aturan-Nya.

Remaja Muslimah Belgia Dirobek Bajunya dalam Serangan Islamophobia

BELGIA (Jurnalislam.com) – Jaksa Belgia pada Rabu (4/7/2018) malam akan memutuskan apakah serangan hari Senin terhadap seorang gadis muda Muslim dilakukan karena Islamophobia atau tidak.

Pada Senin malam, dua penyerang menyerang seorang remaja Muslim berusia 19 tahun di kota Anderlues di negara itu, dilaporkan merobek pakaiannya, meninggalkannya dengan bekas luka di dada, kaki, dan perutnya yang ditimbulkan oleh benda tajam.

Juru Bicara Inter-federal Centre for Equal Opportunities (UNIA) Bram Sebrechts mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan itu dimotivasi oleh Islamophobia menurut pendapatnya.

Majelis Tinggi Belanda Sahkan Undang-undang Larangan Cadar

Namun, Kantor Kejaksaan Charleroi akan membuat keputusan tentang motif serangan itu, kata Sebrechts, seraya menambahkan kantor itu nantinya akan menghubungi korban setelah konfirmasi.

Dia mengatakan Muslim semakin menjadi target serangan anti-Muslim, kata juru bicara.

Serangan Islamofobia berangsur-angsur berkembang dan perlu dihindari, tambahnya.

Anggota parlemen Turki yang berasal dari Turki, Mahinur Ozdemir mengatakan, wanita muda itu keluar pada malam hari untuk mencari kucingnya ketika dia diserang.

Dianggap Radikal, Austria Tutup Tujuh Masjid dan Usir 40 Imam

Ozdemir mengatakan korban bisa dibunuh.

“Jika langkah-langkah tidak diambil, sayangnya akan mustahil untuk mencegah serangan seperti itu,” ia memperingatkan.

Uni Eropa akhir-akhir ini menyaksikan meningkatnya Islamophobia dan kebencian terhadap para migran dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh propaganda dari partai-partai sayap kanan dan populis, yang telah mengeksploitasi ketakutan atas krisis pengungsi dan terorisme.

Inggris Kerahkan Pasukannya ke Kuwait, Ada Apa?

KUWAIT (Jurnalislam.com) – Inggris telah setuju untuk mengerahkan pasukan ke Kuwait atas permintaan dari pemerintah Kuwait, sebuah surat kabar Kuwait lokal melaporkan pada hari Rabu (04/07/2018).

Harian An-Nahar, mengutip sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa London telah menyetujui permintaan Kuwait untuk penempatan pasukan di negara Teluk itu.

Sumber itu memperkirakan pasukan akan dikerahkan pada akhir tahun ini, World Bulletin melaporkan.

Langkah itu, menurut sumber yang sama, mengikuti pertemuan Kelompok Pengarah Bersama Inggris-Kuwait (The UK-Kuwait Joint Steering Group) pekan lalu dan kunjungan Menteri Luar Negeri Kuwait, Sabah al-Khalid al-Hamad al-Sabah ke London, yang berakhir pada Senin.

Tidak ada komentar dari Inggris atau Kuwait tentang laporan tersebut.

Setelah Arab dan Bahrain, Giliran Kuwait Desak Warganya Segera Tinggalkan Libanon

Duta Besar Inggris untuk Kuwait Michael Davenport sebelumnya mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Forces Network bahwa London sedang mempertimbangkan kehadiran militer permanen di Kuwait.

“Kami mencari semua kemungkinan. Saya rasa kami tidak berbicara tentang penerapan besar, tetapi kami melihat apa yang mungkin berhasil bagi Inggris dan Kuwait. Seperti yang saya katakan, ini adalah tahap yang sangat awal, ”katanya.

Kelompok Pengarah Bersama Inggris-Kuwait (The UK-Kuwait Joint Steering Group) didirikan pada tahun 2012 dan mengadakan pertemuan rutin di kedua negara.

Artileri Assad Hantam Yordania, Menlu Ayman: Pasukan Kami Siap Bela Negara

YORDANIA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan pada hari Rabu (4/7/2018) bahwa puluhan truk sedang menunggu izin Suriah untuk memasok bantuan kemanusiaan dari Yordania ke Suriah.

Safadi berbicara pada konferensi pers menyusul pembicaraan dengan timpalannya dari Rusia, Sergey Lavrov di Moskow, lansir Aljazeera.

Setelah serangan artileri menghantam wilayah Yordania dari Suriah, ia mengatakan pasukan bersenjata Yordania siap untuk membela kepentingan negara mereka.

Amman telah menutup perbatasannya untuk gelombang pengungsi baru dari Deraa, karena tidak dapat menampung warga Suriah tambahan.

Yordania saat ini menampung lebih dari 650.000 dari 5,2 juta pengungsi Suriah yang tersebar di seluruh wilayah itu, menurut badan pengungsi PBB (UNHCR).

Namun, pemerintah Yordania menyatakan jumlah 1,3 juta, karena UNHCR hanya menghitung pengungsi yang terdaftar, sedangkan Amman menghitung juga warga Suriah yang belum menerima suaka PBB.

Sudah 270.000 Warga Daraa Mengungsi, Puluhan Ribu Terjebak di Perbatasan Jordania

PBB telah mengirimkan bantuan kemanusiaan selama dua bulan terakhir dan telah membantu menyediakan pasokan penting seperti makanan, air, sabun dan peralatan medis dengan persediaan tambahan yang disiapkan jika terjadi eskalasi lebih lanjut dalam konflik.

Anak-anak berisiko terkena dehidrasi dan diare, kata Pederson.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan kembali kesiapannya untuk membantu sebanyak yang diperlukan tetapi, pada saat yang sama, juga mengingatkan semua pihak yang bertanggung jawab bahwa keefektifan kita tergantung pada fasilitasi penyediaan bantuan kemanusiaan dan perlindungan kepada orang-orang yang membutuhkan, sejalan dengan ‘Kewajiban pihak-pihak yang bertikai di bawah hukum humaniter internasional,” tulis Pederson.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingatkan semua negara dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bahwa penundaan dalam menanggapi krisis kemanusiaan yang memburuk hanya akan membawa hasil yang menghancurkan.”

Sejak perang di Suriah dimulai pada tahun 2011, Yordania, Turki dan Libanon telah memikul banyak tanggung jawab dalam menampung pengungsi Suriah.

Rezim Assad Gelar Serangan Besar pada Zona Gencatan Senjata Barat Daya Suriah

Perhatian PBB muncul ketika Safadi dan Lavrov bertemu pada hari Rabu untuk membahas situasi di Deraa, yang terletak di dekat perbatasan Yordania.

Safadi mengatakan kepada Lavrov bahwa dialog politik dan gencatan senjata merupakan prioritas bagi Suriah selatan di mana ia mengatakan bencana kemanusiaan berisiko terungkap.

Deraa terletak di salah satu dari empat “zona de-eskalasi”, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dipimpin Rusia untuk wilayah yang dikuasai oposisi. Rusia, Turki dan Iran menandatangani perjanjian pada 2017 sebagai penjamin.

Laporan reporter Al Jazeera Rory Challands dari Moskow mengatakan bahwa ketika Safadi tiba di Moskow dengan harapan bisa membujuk Lavrov menerapkan semacam gencatan senjata, “dia tampaknya berhasil.”

Lavrov dan Safadi memutuskan dalam pertemuan untuk memenuhi perjanjian zona de-eskalasi, tetapi Lavrov juga menambahkan bahwa perang melawan “oposisi bersenjata” di Suriah selatan tetap menjadi prioritas karena mereka mengendalikan sekitar 40 persen, kata Challands.

“Tidak tampak bagi saya bahwa Rusia bersedia mundur dan ada alasan bagus untuk itu. Ini adalah taktik yang telah berhasil di tempat lain di Suriah,” kata Challands.

“Kami melihatnya di Aleppo timur dan di Douma – dimana mereka sukses di kedua tempat itu dalam memenangkan wilayah kembali untuk pemerintah Suriah. Ada serangan militer besar-besaran di masing-masing tempat, pemboman udara Rusia besar-besaran yang menambah menciptakan krisis kemanusiaan di darat, yang pada gilirannya memberi lebih banyak tekanan pada kelompok oposisi di daerah tersebut.

“Rusia kemudian mengatakan kepada kelompok oposisi bahwa mereka harus meletakkan senjata dan menyerah atau mengosongkan daerah-daerah ini menuju daerah lain di Suriah. Itu adalah sesuatu yang kita lihat dimainkan lagi di Deraa; ini berhasil bagi mereka sebelumnya dan itu bisa berhasil untuk mereka di sini juga.”

Iran: Setelah Aleppo, Kita akan Bantai Bahrain dan Yaman

Sudah 270.000 Warga Daraa Mengungsi, Puluhan Ribu Terjebak di Perbatasan Jordania

SURIAH (Jurnalislam.com) – PBB “sangat khawatir” tentang serangan rezim Assad di Suriah selatan, yang memaksa ribuan keluarga mengungsi dari rumah mereka dan telah menyebabkan kematian sejumlah warga sipil.

Sekitar 270.000 telah melarikan diri, kata PBB, serta puluhan ribu saat ini terjebak di perbatasan dengan Yordania setelah serangan rezim Syiah Assad yang didukung Rusia mulai merebut kembali provinsi Deraa yang dikuasai oposisi.

Menurut PBB, hampir separuh dari yang mengungsi adalah anak-anak.

Gencatan Senjata di Daraa Gagal, Ini Penyebabnya

“Ini adalah pemindahan penduduk terbesar di Suriah selatan sejak awal konflik,” kata Anders Pedersen, koordinator kemanusiaan dan penduduk PBB di Yordania, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (4/7/2018), lansir Aljazeera.

Deraa terletak di salah satu dari empat “zona de-eskalasi”, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dipimpin Rusia untuk wilayah yang dikuasai oposisi. Rusia, Turki dan Iran menandatangani perjanjian pada 2017 sebagai penjamin.

Sejak Akhir Maret, 181 Wartawan Terluka oleh Serangan Pasukan Zionis

GAZA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 181 wartawan Palestina telah terluka sejak 30 Maret, ketika warga Gaza mulai melakukan aksi unjuk rasa hampir setiap hari di sepanjang pagar pemisah Gaza-Israel, Komite Dukungan Jurnalis (the Journalists Support Committee-JSC) mengatakan pada hari Rabu (4/7/2018).

Dalam pernyataan hari Rabu, JSC – sebuah organisasi nirlaba yang terdiri dari para penulis dan wartawan Arab – menggambarkan tingginya jumlah korban cedera sebagai “hal yang mengejutkan siapa saja yang mengadvokasi kebebasan pers”.

Pesawat Drone Israel Targetkan Wartawan yang Liput Aksi Protes di Gaza

JSC telah mendokumentasikan 44 wartawan cedera oleh tembakan tentara Israel sejak 30 Maret, mengatakan tingkat cedera bervariasi dari “sedang” hingga “mematikan”.

Menurut komite, sedikitnya dua wartawan tewas akibat tembakan tentara Israel – sementara sepertiga harus diamputasi – sejak demonstrasi dimulai lebih dari tiga bulan lalu.

Ribuan Wanita Palestina Unjuk Rasa, 134 Terluka Ditembak Pasukan Israel

Selama periode yang sama, JSC mengatakan, 40 wartawan lainnya secara langsung ditargetkan dengan tabung gas air mata, “menyebabkan luka bakar parah dan patah tulang”.

Sementara itu, sedikitnya 110 wartawan terkena dampak negatif gas air mata, termasuk 27 jurnalis perempuan, kata komite itu, yang kemudian mencatat bahwa sedikitnya enam kendaraan pers telah menjadi sasaran bom-bom gas yang ditembakkan oleh pasukan Israel.

“Penargetan jurnalis yang disengaja menimbulkan ancaman nyata bagi kehidupan mereka,” isi pernyataan JSC.

“Pelanggaran-pelanggaran ini mencegah para wartawan melakukan tanggung jawab profesional mereka untuk meliput demonstrasi damai yang sedang berlangsung,” tambahnya.

Sejak demonstrasi di Gaza dimulai pada 30 Maret, lebih dari 135 demonstran Palestina telah tewas – dan ribuan lainnya terluka – oleh tembakan tentara Israel.

Sejak Protes Akhir Maret, 135 Warga Palestina Tewas, 15.000 Terluka dan 370 Kritis

Para pengunjuk rasa menuntut “hak untuk kembali” ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah sejak diusir pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru bagi penjajah Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya 11 tahun blokade Israel/Mesir di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan perekonomian kantong pesisir dan merampas banyak komoditas pokok bagi dua juta penduduknya.