Remaja Muslimah Belgia Dirobek Bajunya dalam Serangan Islamophobia

BELGIA (Jurnalislam.com) – Jaksa Belgia pada Rabu (4/7/2018) malam akan memutuskan apakah serangan hari Senin terhadap seorang gadis muda Muslim dilakukan karena Islamophobia atau tidak.

Pada Senin malam, dua penyerang menyerang seorang remaja Muslim berusia 19 tahun di kota Anderlues di negara itu, dilaporkan merobek pakaiannya, meninggalkannya dengan bekas luka di dada, kaki, dan perutnya yang ditimbulkan oleh benda tajam.

Juru Bicara Inter-federal Centre for Equal Opportunities (UNIA) Bram Sebrechts mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan itu dimotivasi oleh Islamophobia menurut pendapatnya.

Majelis Tinggi Belanda Sahkan Undang-undang Larangan Cadar

Namun, Kantor Kejaksaan Charleroi akan membuat keputusan tentang motif serangan itu, kata Sebrechts, seraya menambahkan kantor itu nantinya akan menghubungi korban setelah konfirmasi.

Dia mengatakan Muslim semakin menjadi target serangan anti-Muslim, kata juru bicara.

Serangan Islamofobia berangsur-angsur berkembang dan perlu dihindari, tambahnya.

Anggota parlemen Turki yang berasal dari Turki, Mahinur Ozdemir mengatakan, wanita muda itu keluar pada malam hari untuk mencari kucingnya ketika dia diserang.

Dianggap Radikal, Austria Tutup Tujuh Masjid dan Usir 40 Imam

Ozdemir mengatakan korban bisa dibunuh.

“Jika langkah-langkah tidak diambil, sayangnya akan mustahil untuk mencegah serangan seperti itu,” ia memperingatkan.

Uni Eropa akhir-akhir ini menyaksikan meningkatnya Islamophobia dan kebencian terhadap para migran dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh propaganda dari partai-partai sayap kanan dan populis, yang telah mengeksploitasi ketakutan atas krisis pengungsi dan terorisme.

Bagikan