Muhammadiyah Kottabarat Gelar Halal Bihalal Bertajuk Pererat Ukhuwah Kembangkan Dakwah Islamiyah

SOLO (Jurnalislam.com)- Takmir Masjid Kottabarat mengadakan mengadakan silaturrahim dan halal bihalal bersama keluarga besar Muhammadiyah Cabang Kottabarat Solo dengan tema “Pererat Ukhuwah, Kembangkan Dakwah Islamiyah” di hall SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Kamis (5/7/2018).

Kegiatan ini dihadiri sekitar seratus peserta yang berasal dari unsur pimpinan ranting Muhammadiyah, Aisyiyah, organisasi otonom, dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah di lingkungan Kottabarat.

Acara inti halal bihalal diisi tausiyah oleh Marpuji Ali, ketua Takmir masjid Kottabarat sekaligus pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada tausiyah tersebut, Marpuji menyampaikan tentang sejarah perkembangan masjid Kottabarat terkait dengan pengembangan dakwah Islam di bidang sosial dan pendidikan.

“Bentuk jihad kontemporer yang diperlukan adalah bukan berani mati, karena tanpa deklarasi berani matipun setiap orang pasti akan mati. Namun, yang dibutuhkan saat ini adalah pemaknaan jihad berani hidup untuk mengisinya dengan amal kebajikan yang bermanfaat bagi kemaslahatan alam semesta,” paparnya.

Marpuji menambahkan, tantangan yang dihadapi saat ini adalah ketertinggalan umat Islam di berbagai bidang kehidupan, sehingga perlu disikapi dengan cerdas. Perlu ada upaya serius meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang bermutu.

Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas.

“Salah satu fokus yang saat ini dilakukan Takmir Masjid Kottabarat adalah meningkatkan kualitas pendidikan, melalui TK Aisyiyah PK, SD-SMP-SMA Muhammadiyah PK Kottabarat,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan, Muhamad Arifin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Ramadan dan Syawal yang bertujuan untuk mempererat silaturrahim antarsetiap unsur di lingkungan Kottabarat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap adanya kesepahaman dalam menggerakkan dakwah Islam di berbagai bidang yang saat ini sudah dilakukan oleh Muhammadiyah Kottabarat,”ungkapnya.

Ini Kata Warga Soal Ledakan di Bangil Jawa Timur

BANGIL (Jurnalislam.com) – Setelah beberapa waktu lalu terjadi ledakan di Jawa Timur, Kamis (5/7/2018), kembali terjadi ledakan di sebuah rumah kontrakan Pogor, Bangil – Pasuruan Jawa Timur.

Ledakan yang terjadi ditengah-tengah pemukiman yang padat membuat warga sekitar kaget. Saat awal terdengar warga mengira suara ledakan yang berasal dari tabung LPG.

Secara spontan warga menghampiri sumber ledakan yang berasal dari salah satu rumah yang dikontrak oleh seorang yang bernama Anwardi. Saat dihampiri warga, penghuni tanpak panik dan emosi langsung membawa tas berisi bom aktif.

“Pelaku langsung meledakan bom yang dibawa serta langsung mengendarai sepeda motor yang ada. Saat itu ada warga yang menembak dengan senapan angin mengenai kearah dada dan tampak berdarah. Selain itu ada warga yang melempari batu dan mengenai kepala dari pelaku serta warga sempat menghalanginya dengan bambu. Namun ditabrak serta dilalui menendarai sepeda motor”, terang warga Didit kepada Jurnalislam.com.

“Anwardi merupakan warga yang tertutup bahkan ia hanya menegur tetangga dan saya saja. Selain itu diam dan kami pun tidak mengetahui aktifitas sehari-hari dari pelaku”, ungkap pak didit.

Saat ini pihak kepolisian mengamankan Dian Rohana istri dari Anwardi untuk dimintai keterangan dan anak dari pelaku saat ini temgah dimenjalani perawatan di RS. Bhayangkara.

Mulai Hari Ini Amerika Lancarkan Perang Dagang terhadap China

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Pemerintahan Presiden Donald Trump diperkirakan mulai menerapkan tarif untuk China pada hari Jumat (6/7/2018) yang secara resmi akan memulai perang dagang, menurut laporan media AS, lansir Anadolu Agency.

Tarif senilai $ 34 miliar untuk barang-barang China akan berlaku pada pukul 12:01 pagi waktu EST (0400GMT), sementara $ 16 miliar dijadwalkan untuk kemudian hari.

Gedung Putih pada awalnya mengumumkan pada bulan April bahwa mereka berencana untuk menampar Cina dengan tarif $ 50 milyar, dan menambahkan pada bulan Juni mereka dapat “mencakup teknologi industri yang signifikan.”

Begini Kata Ahli Ekonomi Dunia Terkait Dampak Perang Dagang China-AS

Tarif baru diberlakukan “mengingat pencurian properti intelektual dan teknologi China dan praktik perdagangan tidak adil lainnya,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan pada 15 Juni.

Sebagai tanggapan, Beijing diperkirakan akan segera memberlakukan tarif pembalasan terhadap AS, yang dapat meningkatkan perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia dan memiliki efek spillover di wilayah lain.

Setelah administrasi Trump mengumumkan memberlakukan tarif 25 persen pada baja dan 10 persen pada impor aluminium pada Maret, China mengatakan akan memberlakukan tarif $ 3 milyar antara 15 hingga 25 persen pada 128 barang Amerika.

Kapal Perang AS Provokasi Teritorial Perairan China

Setelah rencana Washington untuk memberlakukan tarif 25 persen pada 1.300 barang-barang China yang bernilai $ 50 miliar pada bulan April, Beijing segera mengatakan akan menempatkan tarif 25 persen pada 106 barang Amerika senilai $ 50 miliar.

Defisit perdagangan AS dengan China adalah $ 347 miliar pada tahun 2016.

Ketika Ustaz Abdul Somad, Adi Hidayat dan Bachtiar Nasir Sepanggung

JAKARTA (Jurnalslam.com) –-Di malam puncak acara Pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa ke-5, para peserta menanti suatu momen yang ditunggu-tunggu.

Ruangan yang pada sesi-sesi sebelumnya tampak agak lengang, di malam itu, Kamis (5/7/2018), pendingin ruangan mulai tak terasa, kursi-kursi terisi rapat dengan hanya menyisakan kekosongan di sudut-sudut, sementara gawai dan kamera para peserta tak henti merekam momentum langka tersebut.

Para ustadz masyhur yang selama ini memenuhi ruang-ruang di media sosial, pada malam itu duduk di satu meja, bergantian berceramah di hadapan para ulama dan masyekh dari berbagai negara, dan dengan intensif berbahasa Arab.

Dimoderatori Ustdaz Zaitun Rasmin, para ustadz yang ketika itu dipanggil dengan gelar “syekh” itu pun satu per satu menyampaikan risalah Islam dengan kekhasannya masing-masing.

“Syekh Bachtiar Nasir, Syekh Abdul Somad, dan Syekh Adi Hidayat,” Ustadz Zaitun Rasmin memanggil satu per satu ketiganya ke atas panggung.

Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) diberi giliran pertama dan berbicara menyinggung soal persatuan dan lemahnya kondisi umat Islam saat ini dalam politik, ekonomi, dan bidang strategis lainnya.

Dalam menjelaskan hal tersebut, UBN mengutip kisah terkenal ulama dari Mesir Syekh Mutawalli As-Sya’rawi yang menjawab pertanyaan seorang orientalis mengenai kebenaran Al-Quran. Cukup singkat ceramah UBN pada malam itu.

“Saya meyakini persatuan di antara kita, tidak akan pernah terjadi sebelum kita meng-upgrade status dari sekedar Muslimin menjadi Mu’minin,” ujar UBN, melansir Islamic News Agency (INA) kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU).

Selanjutnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengawali ceramahnya dengan memperkenalkan diri kepada para masyekh mengenai latar belakang pendidikan dan asal-usulnya.

Dalam ceramahnya, UAS membawa masalah perbedaan madzhab fikih dengan pembawaan yang ringan. Dia bahkan terkadang menyelipkan humor yang tak jarang membuat para peserta dan para ulama yang lengkap dengan gamis dan kefiyyehnya itu tak mampu menahan tawa.

“PERSIS, NU, Muhammadiyah semuanya adalah saudara kami. Perbedaan-perbedaan yang ada hanyalah bersifat furu’iyah (cabang) bukan ushuliyah (landasan atau dasar-dasar agama),” ucap UAS.

Sementara Ustadz Adi Hidayat (UAH), dengan gaya bahasa yang puitis, yang didukung dengan penyebutan ayat-ayat Al-Quran yang dikontekstualisasikan dengan sejarah Islam di Nusantara berkali-kali membuat para peserta berdecak kagum.

Seakan dia ingin berpesan, bahwa datangnya rahmat Allah ke Indonesia tidak dapat dilepaskan begitu saja dari peran para ulama terdahulu yang telah menyebarkan agama Islam ke berbagai penjuru Tanah Air.

UAH, yang memiliki latar belakang Muhammadiyah, secara fasih dapat menyebutkan silsilah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Selain dihadiri ulama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga tak ingin melewatkan momen tersebut. Tidak seperti biasanya, Anies hadir tanpa berbicara di hadapan umum dan mengaku hanya ingin menikmati ceramah para ustadz.

Acara kemudian diakhiri dengan diskusi antara peserta dari berbagai negara mengenai materi yang disampaikan ketiga ustadz tersebut. Tampak Ustadz Felix Siauw dan artis Arie Untung juga hadir dan tampak menikmati suasana acara yang berjalan dengan khidmat.

 

Gelombang Panas Hantam Kanada, 21 Orang Tewas

KANADA (Jurnalislam.com) – Gelombang panas yang terburuk dalam beberapa dekade telah menewaskan 21 nyawa di Kanada diperkirakan akibat suhu panas dan kabut asap pada hari Kamis (5/7/2018).

Provinsi Quebec dilanda suhu tinggi temperatur 86 F plus (30 C) mulai 29 Juni dengan tingkat humidex yang menyertainya antara 104 F – 113 F (40 C -45 C), lansir World Bulletin.

Daerah yang paling terkena dampak berada di wilayah Montreal dan petugas pemadam kebakaran dan polisi di sana telah mengetuk 15.000 pintu dalam sepekan terakhir untuk memeriksa kesejahteraan warga.

Korban yang menyerah pada panas berusia antara 50 dan 80 tahun dan tidak memiliki AC di tempat tinggal mereka serta tinggal sendirian di apartemen, kata para pejabat.

Korban Tewas Gelombang Panas Pakistan Mencapai 1.400 Orang

Selain itu, sebagian besar masalah kesehatan diperparah oleh kualitas udara yang buruk yang merupakan produk sampingan dari panas dan kelembaban yang sangat tinggi, kata Otoritas Kesehatan Regional Dr. Mylene Drouin.

“Untuk saat ini, (kematian) mereka sesuai dengan karakteristik yang kami jelaskan – orang dengan penyakit kronis, masalah kesehatan mental, orang yang tinggal sendirian, orang yang tinggal di blok apartemen antara empat hingga enam lantai dan tanpa AC.”

Walikota Montreal Valerie Plante mengatakan warga perlu memeriksa tetangga yang rentan bersama dengan polisi dan petugas pemadam kebakaran.

“Jika Anda mengenal orang-orang dengan masalah pernapasan atau orang-orang yang sudah lanjut usia, jangan ragu untuk mengunjungi mereka atau menelepon mereka untuk menanyakan apakah mereka memerlukan sesuatu,” katanya pada pertemuan komite.

Iran Dihantam Gelombang Panas 72 Derajat Celcius

Lingkungan Kanada mengeluarkan peringatan bahwa kabut asap sebagai “konsentrasi polutan yang tinggi diperkirakan akan bertahan sepanjang malam.”

Panas diperkirakan akan menghilang tepat pada hari Jumat dengan suhu 77 F (25 C), normal untuk sepanjang tahun ini.

Turki Kutuk Keras Tindakan Zionis Yahudi Hancurkan Rumah Warga Badui Palestina

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Kamis (5/7/2018) “sangat” mengutuk pembongkaran tentara penjajah Israel terhadap rumah-rumah orang Badui Palestina di Abu Nuwar.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri juga mengutuk “awal persiapan untuk menghancurkan di wilayah Badui Khan Al-Ahmar di wilayah Palestina yang dijajah.”

“Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh otoritas Israel dengan kekebalan hukum mengancam perspektif Negara Palestina yang berdekatan dan independen,” katanya, lansir Anadolu Agency.

Pemukiman Ilegal Yahudi Israel Usir Warga Muslim Yerusalem Secara Sistematis

Kementerian itu mendesak Israel untuk mengakhiri “kegiatan ilegalnya yang memperburuk ketegangan di kawasan itu dan merusak visi solusi dua negara.”

Di bawah perjanjian Oslo 1995 antara Israel dan Palestina, Tepi Barat dibagi menjadi wilayah A, B dan C. Otoritas administratif dan keamanan wilayah A diberikan kepada Palestina sementara administrasi daerah B diberikan kepada Palestina tetapi keamanan di tangan Israel, sementara di daerah C, baik pemerintah maupun otoritas keamanan, berada di Israel.

Komunitas Abu Nuwar Badui yang berjumlah 700 orang, yang berada di daerah C, menolak meninggalkan desa mereka meskipun otoritas Israel terus menerus mengancam dan menekan mereka.

Tujuh Bank Terbesar Danai Pemukiman Ilegal Israel di Palestina

Banyak Ditangkap Tanpa Dakwaan, Saudi Masih Penjarakan Keluarga Kerajaan

RIYADH (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang Saudi masih menahan anggota keluarga kerajaan, menteri, dan pengusaha top di tahanan, dan melakukan lebih banyak penangkapan beberapa bulan setelah dimulainya tindakan keras anti-korupsi, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan.

Pejabat pemerintah dan orang-orang yang dekat dengan tahanan mengatakan banyak dari mereka yang ditahan tanpa dakwaan, dengan sedikit atau tidak ada kontak dengan anggota keluarga dan pengacara, harian yang berbasis di New York itu mengatakan pada hari Rabu (4/7/2018), lansir Aljazeera Kamis (5/7/2018).

Trump pada Pangeran Arab: Hubungan Kami Pada Saat Ini Lebih Baik dari yang Lalu

Banyak juga yang ditahan di penjara dengan keamanan maksimum dan beberapa bahkan mengalami “perlakuan kasar”, kata WSJ.

Di antara mereka yang ditahan adalah seorang anggota keluarga kerajaan senior, Pangeran Turki bin Abdullah, yang menjabat sebagai gubernur Riyadh dan merupakan putra dari raja sebelumnya, Raja Abdullah.

Baru-baru ini, tiga miliarder dari keluarga Mahfouz, sebuah kelompok perbankan Saudi terkemuka, ditahan tanpa disebutkan alasannya, kata para pejabat.

Sementara juru bicara pemerintah Saudi tidak menanggapi permintaan WSJ untuk berkomentar, wakil jaksa agung kerajaan mencatat beberapa tahanan menghadapi tuduhan di luar korupsi – seperti keamanan nasional dan “terorisme.”

PBB Peringatkan Saudi atas Penangkapan Para Aktivis

Puluhan anggota keluarga kerajaan, menteri, dan pengusaha top ditangkap pada awal November selama “pembersihan anti-korupsi” yang diluncurkan oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Tuduhan terhadap mereka yang ditahan termasuk pencucian uang, penyuapan, dan pemerasan.

Tindakan keras, yang dilakukan melalui keputusan kerajaan pada November 2017, adalah tanggapan terhadap “eksploitasi oleh beberapa jiwa lemah yang telah menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan publik, untuk mendapatkan uang secara tidak sah.”

Pangeran Arab Saudi Diserukan Ditangkap dalam Kunjungannya di Inggris

Sebagian besar dibebaskan setelah menyetujui beberapa kesepakatan dengan pemerintah, termasuk pengusaha Saudi dan miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal.

Pada bulan Januari, Jaksa Agung Arab Saudi Sheikh Saud al-Mojeb mengatakan bahwa kerajaan telah menyita lebih dari $ 100 milyar setelah penyelesaian urusan antikorupsi.

Para ahli telah mencatat bahwa penangkapan itu adalah cara bagi Putra Mahkota Muhammad bin Salman untuk mengkonsolidasikan kekuatan ekonomi, serta politik, di Arab Saudi.

Pangeran Arab Katakan Israel Punyak Hak Tanah di Palestina, Begini Bantahan Analis

Beberapa tahanan yang dibebaskan dari Ritz Carlton dikenakan larangan bepergian dan beberapa bahkan harus mengenakan monitor mata kaki, kata orang-orang yang dekat dengan mereka.

Yang lain barbalik menjadi pendukung Mohammed bin Salman, dan sedikitnya satu orang telah terjun dalam bisnis dengan pemerintah, kata surat kabar itu.

Menurut WSJ, di antara mereka yang ditahan adalah Mohammed al-Amoudi, miliarder Saudi-Ethiopia; Bakr bin Laden, ketua raksasa konstruksi Saudi Binladin Group; Amr al-Dabbagh, mantan kepala lembaga investasi Arab Saudi; dan Adel Fakeih, mantan menteri ekonomi yang pernah menjadi asisten Mohammed bin Salman.

PM Zionis Netanyahu Intruksikan Parlemen Israel Masuki Masjid Al Aqsha 3 Bukan Sekali

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu pada hari Kamis (5/7/2018) memberi izin kepada anggota Knesset – parlemen Israel – untuk memasuki Masjid Al-Aqsha setiap tiga bulan sekali, menurut kantor pers Knesset, Anadolu Agency melaporkan.

Dalam pernyataan tertulis, kantor pers mengatakan, Ketua Knesset Yuli-Yoel Edelstein dan Kepala Petugas Keamanan Yosef Griff mendiskusikan perincian izin khusus tersebut.

Dubes AS untuk Israel Perlihatkan Gambar Kuil Yahudi Diatas Masjid Al Aqsha

Edelstein, yang menyatakan bahwa kunjungan harus dilakukan sesegera mungkin, mengatakan setiap anggota parlemen memiliki hak untuk mengunjungi al-Aqsha seperti setiap warga negara Israel.

Pembicara juga meminta setiap anggota parlemen untuk menghindari provokasi apa pun.

Menurut media lokal, langkah Netanyahu muncul setelah rekomendasi menteri keamanan internal Israel dan komandan polisi senior Israel lainnya.

Menteri Zionis Desak Bangun Kuil Yahudi Gantikan Masjid Al Aqsha

Dulu Penentang Islam, Raja Afrika Ini Kini Menjadi Mualaf

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Seorang kepala suku dari Afrika menjadi pusat perhatian para peserta Pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa yang digelar selama empat hari dari Selasa s/d Jum’at (3-6/7/2018), di Hotel Grand Cempaka, Jakarta.

Thoyigbe Zola namanya. Dia merupakan Kepala Suku dari suatu wilayah di Benin, negara di Afrika Barat. Penampilannya boleh jadi yang paling mencolok dan ghorib.

Atribut serta pakaian yang melekat nampaknya belum pernah dikenakan oleh para ulama atau masyarakat dari negeri kaum Muslimin.

Tongkat kebesarannya itulah yang begitu tampak mencolok. Panjangnya hampir setinggi tubuhnya. Ketika berjalan, ujung tongkat itu seakan mencapit sekaligus menggigit bahunya karena terdapat patung macan mengaum tepat di ujung tongkat yang selalu menjadi pembicaraan para ustadz.

Kain sarung yang dia kenakan pun tampak mentereng dengan motif macan-macan. Ketika diwawancarai eksklusif bersama beberapa rekan wartawan, Zola menjelaskan, atribut dan pakaian yang dia kenakan itu merupakan simbol-simbol yang menandakannya seorang pemimpin suatu kaum.

“Tongkat yang menempel di pundak adalah bukti bahwa saya raja. Sedangkan tongkat panjang bercabang digunakan untuk memerintah dan penutup kepala dengan tiga pucuk adalah tanda kebesaran. Tidak ada satupun orang yang boleh memakai pakaian seperti ini kecuali saya,” ungkap Zola dengan bahasa Prancis, ketika diundang wawancara ke sebuah kamar hotel.

Keunikannya itu ternyata mengundang antusias dari para ustadz dan peserta yang hadir untuk sekedar berkenalan atau mengabadikan momen langka bertemu “raja dari Afrika”. Ustadz-ustadz yang telah mengantri mendapat giliran untuk berfoto dengannya. Hanya saja, ketika telah cukup bersabar melayani banyaknya ajakan berfoto dan berbincang-bincang, Zola tak kuasa menahan lelah.

“Maaf, saya betul-betul lelah,” ucap Zola menolak dengan halus ajakan seorang ustadz yang ingin berfoto dengannya.

Atribut, tongkat macan, dan gelar raja, merupakan “pemanis” dari kisah Zola yang kini telah berganti nama menjadi Harun Muhammad. Sebelum memasuki bulan Ramadhan lalu, Harun telah memeluk Islam setelah sebelumnya menjadi seorang penyembah berhala.

Syaikh Khalid al-Hamoudi, da’i sekaligus tokoh dermawan masyhur dari Arab Saudi menyaksikan kesaksian Harun ketika mengucap dua kalimat syahadat.

Dalam satu sesi acara, Syaikh Khalid meminta Harun menceritakan kisah hijrahnya kepada seluruh peserta yang sangat antusias mendengar cerita itu.

Melalui seorang penerjemah yang tak lain merupakan sosok da’i yang telah mendakwahkan Harun selama lebih dari 10 tahun, Syekh Abu Bakr dari Afrika, menyampaikan, Harun merasa sangat bahagia bisa berada di tengah kaum Muslimin dari berbagai dunia.

“Dia senang sekali dan tidak pernah membayangkan hal seperti ini. Dia yakin bahwa kebahagiaan ini hanya datang dari Allah. Dia juga berterima kasih kepada kaum Muslimin Indonesia karena menyambutnya dengan gembira. Juga kepada Syaikh Khalid yang menuntunnya memeluk Islam,” tutur Syekh Abu Bakr menerjemahkan perkataan Harun, melansir Islamic News Agency (INA), kantor berita yang diinisiasi JITU.

Sebelum menjadi mualaf, Harun merupakan tokoh berpengaruh di wilayahnya yang menentang keras ajaran Islam. Pandangannya itu dia dapati dari kabar-kabar serampangan yang mengaitkan ajaran Islam dengan kekerasan. Namun, Syekh Abu Bakr tak patah arang dan menjelaskan bahwa pandangan tersebut merupakan kesesatan yang sengaja ditujukan untuk merusak citra Islam.

Sejak itu, Harun semakin kuat memeluk Islam. Sekarang Harun menyadari, banyak manusia yang memfitnah Islam. Setelah menjadi Muslim, Harun langsung mendapati, fitnah tersebut ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan ketika dia justru mendapat sambutan yang hangat dari para masyekh dan ratusan da’i dari berbagai negara yang menghadiri acara tersebut.

Di akhir ceritanya yang berulang kali memicu hadirin bertakbir, Harun berjanji untuk terus berupaya mendakwahkan Islam kepada kaumnya di Benin. Pengaruhnya sangat diharapkan untuk penyebaran Islam di wilayah-wilayah Afrika yang belum terjangkau kebesaran dan kelembutan hati orang semacam Syekh Khalid dan ketangguhan dakwah dari Syekh Abu Bakr.

Reporter: Syahrain | Islamic News Agency (INA)

LUIS Desak Aparat Tangkap Pembuat Berita Fitnah Aktivis Islam Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono mendatangi Polresta Surakarta, Kamis (5/72018) pagi, guna memberikan klarifikasi terkait kasus informasi palsu yang memfitnah dirinya dan sejumlah aktivis Islam di Surakarta beberapa waktu yang lalu.

Kepada penyidik Penyidik Pengamanan Internal (Paminal ) Aiptu Andi Tamtomo di ruang Paminal Sie Propam, Mapolresta Surakarta Endro Sudarsono meminta aparat segera menangkap pembuat informasi palsu tersebut.

“Saya minta provost Polresta Surakarta mengusut informasi palsu, karena broadcast tersebut tidak dilengkapi bukti foto, audio maupun videonya. Takmir Masjid MUI Semanggi Joko Samiyono menyampaikan bahwa Senin, 28 Mei 2018 tidak ada rapat di masjid MUI,” ungkapnya kepada Jurnalislam.com

Ia juga menerangkan bahwa pelaku penyebar informasi palsu yakni Babinkamtibnas Sangkrah Hendriawan juga akan dimintai keterangan oleh pihak aparat. Meski Hendriawan sudah meminta maaf, menurutnya ia masih melakukan 2 pelanggaran hingga kasus ini harus tetap diproses secara hukum.

“Babinkamtibnasnya rencana besok mau dipanggil, jadi ada 2 yakni pelanggaran kode etik dan tindak pidana umum,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pembuat informasi palsu yang isinya mengadu domba umat Islam Soloraya dan pihak aparat TNI tersebut.

“Kita berharap dari Polresta Surakarta bisa menindaklanjuti merespon apa yang menjadi keberatan kami yaitu siapa yang menulis karena yang mengupload sudah mengaku dan minta maaf, namun tidak menjelaskan siapa yang nenulis dengan asumsi dapat dari masyarakat,” tandasnya.