Responsive image

Ribuan Wanita Palestina Unjuk Rasa, 134 Terluka Ditembak Pasukan Israel

Ribuan Wanita Palestina Unjuk Rasa, 134 Terluka Ditembak Pasukan Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 134 orang Palestina telah terluka oleh tembakan pasukan penjajah Israel ketika ribuan wanita Palestina berdemonstrasi di sepanjang pagar yang dijaga ketat Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian kesehatan Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (3/7/2018) bahwa perwakilan media yang meliput peristiwa itu termasuk yang terluka di tempat kejadian, di sebelah timur daerah kantong, lansir Aljazeera.

Aksi protes itu adalah demonstrasi wanita massa pertama yang berlangsung di Jalur Gaza sejak aksi protes populer menyerukan agar hak kembali warga Palestina dimulai pada 30 Maret di Gaza.

Sejak Protes Akhir Maret, 135 Warga Palestina Tewas, 15.000 Terluka dan 370 Kritis

Warga Palestina di Jalur Gaza ikut serta dalam protes, yang dinamakan the Great March of Return, menyerukan hak untuk kembali setelah diusir dari rumah-rumah mereka pada tahun 1948 selama kampanye pembersihan etnis yang secara paksa mengusir lebih dari 750.000 warga Palestina dari kota dan desa mereka.

Mereka juga telah berdemonstrasi menentang blokade darat, laut, dan dermaga Israel-Mesir yang telah diberlakukan sejak 2006, ketika Hamas – partai yang mengatur jalur Gaza – berkuasa.

Banyak warga perempuan pada hari Selasa tiba dengan beberapa bus dari seberang kota pelabuhan, yang merupakan rumah bagi lebih dari dua juta orang, kebanyakan ditemani oleh anak-anak mereka.

Mereka bergerak dalam kelompok hingga jarak 50 meter dari pagar, AFP melaporkan.

Biadab, Pasukan Israel Bunuh 25 Bocah Palestina, 11 Ditembak di Kepala atau Leher

“Saya datang untuk meneruskan pawai yang dimulai putri saya,” kata Rim Abu Irmana, melambaikan foto putrinya yang berusia 15 tahun, Wasal, yang tewas oleh amunisi Israel secara kejam pada 14 Mei. Di hari itu lebih dari 60 warga Palestina lainnya juga terbunuh.

Aksi 14 Mei kemarin, 70 tahun sejak Nakba, bertepatan dengan langkah kontroversial memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Demonstrasi ini damai. Kami hanya membela tanah kami dan hak kami,” kata Irmana, memegang tangan putranya yang masih kecil.

Sejak protes dimulai pada 30 Maret, pasukan Israel menewaskan sedikitnya 138 warga Palestina.

Bagikan
Close X