Senin, | 23 Oktober 2017 Jurnal Islam Menyongsong Fajar Kejayaan Islam

37 Orang Tewas Termasuk Bayi 6 Bulan Setelah Pengumuman Pemilu di Kenya

10 Oktober 2017
37 Orang Tewas Termasuk Bayi 6 Bulan Setelah Pengumuman Pemilu di Kenya

KENYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 37 orang, termasuk tiga anak, tewas dalam demonstrasi yang terjadi setelah pengumuman hasil pemilihan di Kenya, kata sebuah kelompok hak asasi manusia setempat.

Beberapa korban tewas akibat “polisi menggunakan peluru tajam” sementara yang lainnya dibunuh oleh polisi “yang memukuli menggunakan tongkat”, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Senin (9/10/2017), lansir Aljazeera.

Di antara korban tewas adalah bayi perempuan berusia enam bulan bersama ibunya yang “dipukuli berkali-kali oleh agen polisi bersenjata di Kabupaten Kisumu”, kata laporan tersebut.

Hampir semua korban kekerasan terbunuh di kubu oposisi di daerah kumuh ibukota, Nairobi, atau bagian barat negara tersebut.

Pada bulan Agustus, Fred Matiangi, yang bertindak sebagai menteri dalam negeri, melarang petugas keamanan menggunakan peluru tajam atau kekuatan yang berlebihan dalam berurusan dengan pemrotes dan menyalahkan bahwa kekerasan dilakukan oleh “elemen kriminal”.

“Saya tidak mengetahui siapa saja yang telah dibunuh oleh peluru tajam yang dilontarkan oleh petugas polisi di manapun di negara ini,” kata Matiangi.

Protes dimulai setelah badan pemilihan mengumumkan presiden yang sedang menjabat, Uhuru Kenyatta, sebagai pemenang pemilihan 8 Agustus.

Pemimpin oposisi Raila Odinga mengatakan bahwa pemilihan tersebut dicurangi dan mengklaim bahwa dia memenangkan pemilihan.

Bulan lalu, Mahkamah Agung menyatakan hasil pemilihan “tidak sah, batal demi hukum”.

Pengadilan di Nairobi mengatakan dewan pemilihan melakukan “penyimpangan dan ilegalitas” selama pemungutan suara, yang merugikan integritas pemilihan.

Sementara itu, pada hari Senin, ratusan pendukung oposisi turun ke jalan di Nairobi meminta petugas pemilihan dipecat.

Tiga Aparat Tewas saat Al Shabaab Culik Pejabat Pemerintah Kenya

Para demonstran dipimpin oleh politisi oposisi, James Orengo, yang mengatakan bahwa mereka tidak akan mundur dalam tuntutan mereka untuk reformasi badan pemilihan.

“Kami hanya akan berpartisipasi dalam pemilihan di mana kita tahu hasilnya akan bebas dan adil,” Orengo mengatakan kepada pendukung oposisi.

Pekan lalu, pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pemrotes.

Demonstrasi juga dilaporkan terjadi di beberapa kota lain.

Odinga telah bersumpah untuk tidak berpartisipasi dalam pemilihan presiden 26 Oktober lalu jika tuntutan oposisi untuk sebuah perombakan komisi pemilihan tidak dipenuhi.

top

DeVio Jurnal-Islam 2017
Theme developed with DeVioPlaygroundPro

Copyright 2017 jurnalislam.com. All right reserved.