Berita Terkini

Apakah Arab Saudi akan Gelar Persidangan yang Adil dalam Kasus Khashoggi?

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Ketika jaksa agung Arab Saudi bertemu dengan jaksa penuntut umum Istanbul pada hari Senin (29/10/2018), itu adalah kerja sama langka dalam penyelidikan atas pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.

Hampir tiga pekan sejak kedua pihak sepakat untuk melakukan penyelidikan bersama dan hampir sebulan sejak Khashoggi terbunuh di konsulat Saudi di Istanbul, Ankara dan Riyadh tampaknya mengejar strategi terpisah dengan tujuan yang tampaknya berbeda.

Saudi juga telah meluncurkan penyelidikan internal mereka sendiri, menangkap 18 orang, tetapi menolak permintaan Turki untuk mengekstradisi mereka.

Sedangkan Turki telah meneteskan bukti dari penyelidikannya ke media lokal dan internasional, menimbun tekanan pada Saudi untuk memberikan jawaban. Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu meminta kerajaan untuk mengungkapkan “seluruh kebenaran” tentang pembunuhan itu.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa Riyadh “bertekad untuk mengungkap setiap pertanyaan” dalam penyelidikannya.

“Kami ingin memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab dihukum,” katanya kepada Fox News pada 21 Oktober.

“Kami bertekad untuk mengetahui semua fakta dan kami bertekad untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini.”

Para pemimpin politik di Amerika Serikat dan Eropa, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional, telah mendesak Saudi untuk melakukan penyelidikan yang menyeluruh, transparan, tepat waktu dan memberikan pertanggungjawaban atas pembunuhan tersebut.

Tetapi ahli hukum dan hak asasi manusia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jika Riyadh ingin menyelidiki dan akhirnya mengadili para tersangka di Arab Saudi, hanya akan ada sedikit kesempatan untuk proses yang adil dan transparan.

Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman
Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman

“Pada dasarnya tidak ada pemisahan kekuasaan di Arab Saudi,” kata Noha Aboueldahab, dosen tamu di Brookings Institution di Doha. “Sistem peradilan tidak independen dan sebagai akibatnya, Anda memiliki persidangan yang tidak adil dan tidak transparan.”

“Arab Saudi mungkin akan menggunakan keamanan nasional sebagai alasan untuk mencegah pencatatan persidangan ini,” Aboueldahab, seorang ahli penuntutan para pemimpin politik di dunia Arab, menambahkan.

Praktik-praktik ini umum di Arab Saudi, kata Aboueldahab, mengutip laporan PBB baru-baru ini.

Laporan Juni menyatakan bahwa Arab Saudi menggunakan undang-undang anti-teror untuk menyiksa tersangka dan bahwa mereka yang berada di penjara dilarang berbicara dengan pengacara.

Antoine Madelin, direktur advokasi internasional di Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (the International Federation for Human Rights-FIDH), setuju dengan pandangan Aboueldahab bahwa kemungkinan pengadilan yang adil di kerajaan itu kecil.

Baca juga:

“Arab Saudi telah membuktikan dirinya sebagai sebuah negara di mana tidak ada independensi peradilan dan [memiliki] rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia, terutama ketika pengadilan ini menyangkut otoritas Arab Saudi,” Madelin mengatakan kepada Al Jazeera.

“Apa pun yang terkait dengan kejahatan ini tidak akan independen atau demokratis,” ia berpendapat.

Tersangka yang dihukum karena pembunuhan, pemerkosaan, terorisme, dan perdagangan obat terlarang menghadapi hukuman mati di bawah hukum pidana Arab Saudi.

Tahun lalu, sedikitnya 146 eksekusi terjadi di kerajaan itu, Amnesty International mengatakan dalam sebuah laporan.

Menurut Sultan Barakat, direktur pusat untuk studi konflik dan kemanusiaan di Institut Doha di Qatar, jika para tersangka dieksekusi, kebenaran pembunuhan Khashoggi dan yang memerintahkan pembunuhan mungkin akan menjadi lebih sulit untuk diungkap.

“Saya pikir jika mereka diadili, kita bisa melihat semuanya, [termasuk] eksekusi para pelaku, jadi kita tidak akan pernah tahu persis apa yang terjadi,” kata Barakat. “Itu tidak baik untuk siapa pun, itu akan menutupi ceritanya.”

Tapi Aboueldahab mengatakan kemungkinan 18 tersangka yang diadili dan dieksekusi sangat tipis karena kasus itu sedang diikuti di seluruh dunia.

“Arab Saudi telah dikritik karena menggunakan hukuman mati, seperti halnya negara-negara lain di kawasan itu, jadi mungkin tidak akan membantu Arab Saudi jika memberi mereka hukuman mati,” katanya.

Para pejabat Turki menuduh 15 anggota “regu pembunuh” Saudi terbang ke Istanbul untuk membunuh Khashoggi, seorang kritikus dari Pangeran Mahkota Saudi yang kuat, Mohammad bin Salman.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan tim itu melakukan pengintaian di utara Istanbul dan mematikan kamera keamanan konsulat.

Walaupun tidak lagi menuduh bangsawan Saudi melakukan pembunuhan “kejam”, Erdogan mengatakan pemerintah Turki telah mengumpulkan lebih banyak bukti, yang akan dipublikasikan “ketika saatnya tiba”.

Sementara itu, al-Jubeir, menteri luar negeri Saudi, pekan lalu mengkritik kecaman global yang mengelilingi pembunuhan Khashoggi sebagai “histeris” dan mengatakan penyelidikan akan “mengambil waktu” dan fakta harus ditentukan saat pertanyaan terus bermunculan.

Aboueldahab mengatakan Saudi bisa memperpanjang penyelidikan mereka, menyeret prosesnya sambil berharap perhatian dunia akan bergeser jauh dari pembunuhan.

“Ya, penyelidikan membutuhkan waktu. Tetapi tekanan dari masyarakat internasional sangat penting dan tekanan itu perlu dipertahankan,” dia mengatakan.

Madelin mengatakan bahwa tekanan internasional teebukti sangat efektif, mendorong Riyadh mengubah narasinya seputar keadaan pembunuhan Khashoggi.

“Apa yang telah terjadi selama berpekan-pekan telah menjadi rantai peristiwa mengejutkan yang benar-benar di luar kendali pemerintah Arab Saudi.

“Secara bertahap mendorong pemerintah Saudi ke posisi untuk mengakui sebagian dari tanggung jawabnya, jadi dalam konteks ini, saya percaya satu-satunya cara untuk mengetahui lebih banyak tentang siapa yang bertanggung jawab adalah dengan menekan mereka.”

Madelin juga menyatakan keprihatinan bahwa Saudi dapat memutuskan untuk mengadakan persidangan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka telah menegakkan keadilan, tanpa benar-benar menahan orang-orang yang bertanggung jawab di belakang pembunuhan.

“Saya tidak berpikir Arab Saudi akan mengadakan persidangan ini secara independen, jika ada yang ingin untuk mengungkap fakta bahwa pihak berwenang sebenarnya bertanggung jawab,” katanya.

“Saya khawatir kita akan menemukan persidangan tiruan, sesuatu untuk menyenangkan komunitas internasional.” Aboueldahab sependapat, menambahkan bahwa “ada ribuan Jamal Khashoggis, tidak hanya di Arab Saudi, tetapi di negara-negara lain di kawasan ini juga.”

Masalahnya adalah, jika ada perhatian yang tulus [di kalangan penguasa Arab Saudi] tentang nasib Jamal Khashoggi, saya pikir Anda akan melihat pengadilan tambahan digelar untuk semua warga Saudi lainnya yang telah ditahan dan disiksa dan akhirnya dibunuh. “

Dugaan Suap Meikarta, KPK Panggil James Riady Hari Ini

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Lippo Grup James Riady sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, hari ini, Selasa (30/10).

James bakal diminta keterangannya untuk sembilan tersangka suap izin megaproyek milik Lippo Group itu.

“Dijadwalkan pemanggilan terhadap James Riady sebagai salah satu saksi dalam kasus dugaan suap terkait dengan proyek Meikarta ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (29/10) malam.

Febri belum mau mengungkap apa yang bakal dikorek dari James dalam pemeriksaan perdananya ini. Dia menyebut pihaknya akan memeriksa putra taipan Mochtar Riady itu terlebih dahulu, sebelum menyampaikan materi pemeriksaan.

Menurut Febri, dalam penyidikan awal kasus ini, KPK tengah mengusut pemberian izin pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi, rekomendasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta asal usul uang suap.

“Asal-usul uang yang diduga sebagai suap dalam kasus ini tentu itu juga menjadi perhatian KPK untuk melihat apakah sumber uang itu uang pribadi atau uang korporasi,” ujarnya.

Belum diketahui pasti apakah James akan memenuhi panggilan perdana sebagai saksi ini. Direktur Komunikasi Publik Lippo Group Danang Kemayan Jati, tak merespons konfirmasi CNNIndonesia.com.

Kuasa hukum PT Mahkota Sentosa Utama, Denny Indrayana juga tak membalas pesan singkat CNNIndonesia.com saat ditanya apakah James bakal memenuhi panggilan penyidik KPK.

Di sisi lain, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyatakan pihaknya mendalami keterlibatan Lippo Group sebagai korporasi dalam kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta.

“Terutama dilihat dari korporasinya. Kami ingin melihat sejauh mana korporasi berperan, apa itu kebijakan manajemen,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Kamis (25/10).

Kecurigaan KPK terhadap Lippo berangkat dari keterlibatan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Alex, kasus ini memperlihatkan perusahaan seolah tidak melakukan pengawasan terhadap arus pengeluaran mereka.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

sumber: cnnindonesia

Berutang 7.2 Triliun, BPJS Kesehatan Cuma Punya Uang Rp 154 Miliar

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, dalam lima hari ke depan pihaknya memiliki utang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 7,2 triliun.

Ia merinci, utang per hari ini, Senin (29/10) sebesar Rp 5,9 triliun. Sementara, utang yang telah jatuh tempo di lima hari ke depan mencapai Rp 1,3 triliun.

“Jadi, dalam lima hari ke depan kami membutuhkan cash (dana tunai) mencapai Rp 7,2 triliun,” katanya dalam rapat bersama Komisi IX di Gedung DPR MPR.

Jumlah tersebut, masih sangat jauh dari dana cash yang dimiliki BPJS Kesehatan saat ini yang hanya sebesar Rp 154 miliar. Sehingga, per lima hari ke depan BPJS Kesehatan memerlukan dana cash Rp 7,04 triliun.

sumber: kontan.co.id

Wisata Halal Indonesia Bertumbuh Pesat

SINGAPURA (Jurnalislam.com)--Wisata halal Indonesia menancapkan pengaruhnya di ajang Internationale Torismus-Borse Asia 2018, di Marina Bay, Singapura.

Dalam ajang pameran agen perjalanan terbesar di Asia itu, sejumlah paket wisata halal unggulan dari Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Lombok, diburu pembeli.

Halal Travel Alliance (HTA) menjadi salah satu peserta pameran itu. Direktur HTA, Harish Adrian Riyanto, mengatakan, dalam tiga hari pelaksanaan, destinasi halal Indonesia mendapat potensi sebesar US$25 ribu, setara Rp379 juta.

“ Baru tahun ini HTA mengikuti ajang ITB Asia dan Alhamdulillah kami berhasil melakukan deal dengan tiga institusi dari luar negeri,” kata Harish, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu, 24 Oktober 2018.

Harish mengatakan, dari data yang dia dapat, Jawa Barat masih menjadi tujuan wisata yang ditanyakan pelancong. “ Jawa Barat, khususnya Bandung menjadi destinasi paling banyak ditanyakan oleh pembeli,” ujar dia.

HTA merupakan konsorsium yang beranggotakan agen travel bidang pariwisata halal di Indonesia. Aliansi ini telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Tim Percepatan Wisata Halal Indonesia.

“ Melalui HTA, pebisnis travel dapat melakukan pertukaran penjualan antar sesama, kerjasama ini akan mempermudah para pebisnis untuk menawarkan produk,” kata dia.

Sumber : dream.co.id

Indeks Dolar AS Terus Menguat 10 Pekan Terakhir

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak lebih kuat pada perdagangan Senin (29/10/2018) pagi, menyusul rilis data pertumbuhan ekonomi AS dan saat sentimen risiko global tetap terlihat rentan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenbackterhadap sejumlah mata uang utama di dunia menanjak 0,09% atau 0,088 poin ke level 96,447 pada pukul 10.35 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,082 poin atau 0,09% di level 96,441, setelah pada perdagangan Jumat (26/10) berakhir melemah 0,33% atau 0,320 poin di posisi 96,359.

Dilansir Reuters, indeks dolar naik hingga mencapai level 96,860, level terbaiknya sejak 15 Agustus pada Jumat (26/10), setelah data menunjukkan ekonomi AS melambat lebih kecil dari yang diperkirakan pada kuartal III/2018 sebelum kemudian berbalik turun 0,3% lebih rendah pada hari itu.

Greenback menemukan dukungannya baru-baru ini dari aksi beli terhadap aset safe haven saat permintaan investor untuk aset berisiko menyusut akibat penurunan tajam di pasar ekuitas dunia seiring dengan kekhawatiran seputar kinerja keuangan korporasi, ketidakpastian geopolitik, dan pertumbuhan global.

“Perkembangan di pasar ekuitas AS adalah fokus utama di pasar valuta asing,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities.

Ketegangan perdagangan antara AS dan China serta laju kenaikan suku bunga yang stabil oleh Federal Reserve telah mendorong dolar AS yang berfungsi sebagai safe haven di tengah gejolak dan tekanan ekonomi.

Perekonomian AS yang relatif kuat juga telah menopang dolar AS, meskipun lesunya sejumlah laporan kinerja keuangan perusahaan telah mulai menimbulkan keraguan tentang prospek pertumbuhan terutama di dalam lingkungan meningkatnya biaya pinjaman.

Turut mengangkat kenaikan dolar AS, nilai tukar euro terpantau tergelincir turun 0,06% ke US$1,1396 setelah berakhir menguat 0,25% di US$1,1403 pada perdagangan Jumat (26/10).

Mata uang euro telah turun sekitar 1,8% bulan ini karena adanya kekhawatiran mengenai anggaran Italia yang akan melanggar peraturan fiskal Uni Eropa (UE). Imbal hasil obligasi Italia telah melonjak sejak September 2018 karena UE tidak menyetujui rencana anggaran Pemerintah Italia.

sumber : bisnis.com

BMKG: Gempa Magnitudo 5.2 Berpusat di Selat Sunda

BANDAR LAMPUNG (Jurnalislam.com) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi gempa bumi tektonik dengan kekuatan 5,2 Skala Richter (SR), Selasa (30/10). Gempa terjadi pukul 04.11 WIB di Selat Sunda.

Menurut BMKG, dalam situs resminya merilis gempa bumi 5,2 SR itu berada pada koordinat 6,92 derajat Lintang Selatan (LS) dan 105,00 derajat Bujur Timur (BT). Adapun kedalamanannya adalah 10 km.

BMKG menyatakan, gempa itu berada pada 140 kilometer Barat Daya Pandeglang, 144 kilometer sebelah Barat Daya Lebak, 150 kilometer sebelah Barat Daya Cilegon.

Juga ada di 157 kilometer sebelah Barat Daya Serang, Provinsi Banten, dan 219 kilometer sebelah Barat Daya Jakarta. BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Sumber : republika.co.id

HAM Burma: Genosida pada Muslim Rohingya Masih Berlanjut di Myanmar

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Beberapa negara menghalangi pekerjaan kami dalam meningkatkan kesadaran tentang genosida Rohingya di Myanmar, kepala kelompok hak asasi mengatakan pada hari Ahad (28/10/2018).

Dalam wawancara khusus kepada Anadolu Agency, Kyaw Win, direktur Jaringan Hak Asasi Manusia Burma (Burma Human Rights Network-BHRN), mengatakan: “Beberapa negara di Dewan Keamanan PBB tampaknya lebih memilih kepentingan mereka daripada kemanusiaan. Beberapa negara adidaya menempatkan hambatan di depan kami dalam masalah Myanmar.”

Berbicara di sela-sela sesi tentang Myanmar di Dewan Keamanan PBB, dia berkata: “Ini sangat penting: genosida terhadap Muslim Rohingya berlanjut di Myanmar, itu belum berakhir. Saya terkejut bahwa beberapa negara masih mengecilkan masalah ini. Muslim yang tinggal di Myanmar menghadapi banyak penganiayaan. Ada 26 wilayah di mana umat Islam dilarang masuk. Muslim tidak diberi pekerjaan di banyak tempat.

“Sejak awal 2018, 20 masjid telah ditutup di seluruh negeri dan beberapa gereja telah dikunci. Kebebasan beragama berada di bawah ancaman di Myanmar.”

Memuji upaya oleh Turki tentang masalah ini, dia berkata: “Saya ingin berterima kasih kepada para pemimpin dan warga Turki. Anda adalah contoh yang bagus di dunia Muslim dan Anda adalah yang pertama yang menanggapi krisis ini. Kami mengagumi upaya Anda. Saya juga ingin memanggil Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) untuk memberi tekanan lebih pada pemerintah Myanmar untuk memecahkan masalah ini sesegera mungkin. Tolong bantu kami dalam masalah ini.”

Baca juga: 

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan Myanmar, menurut laporan oleh Badan Pembangunan Internasional Ontario (the Ontario International Development Agency-OIDA).

Lebih dari 34.000 warga Rohingya juga terkena tembakan senjata api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, berjudul “Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terungkap (Forced Migration of Rohingya: The Untold Experience)”.

Sekitar 18.000 wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak, dan perempuan, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas tersebut pada bulan Agustus 2017.

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan, mutilasi – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, pembakaran dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan Myanmar.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut dianggap sebagai kejahatan berat terhadap kemanusiaan.

Turki Rayakan Hari Republik ke-95

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pembukaan bandara baru Istanbul yang bersejarah adalah tanda kekuatan, tekad, dan keberhasilan Turki selama 95 tahun, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin (29/10/2018), saat negara itu merayakan Hari Republik ke-95.

Erdogan, bersama dengan pejabat pemerintah dan militer senior serta pemimpin oposisi, meletakkan karangan bunga di Anitkabir, di ibukota Ankara.

“Hari ini, kami merayakan ulang tahun ke-95 republik kami dengan membuka bandara baru di Istanbul, salah satu proyek paling bergengsi di dunia,” tulis Erdogan dalam buku tamu memorial Anitkabir.

Juga menandai kesempatan yang baik, Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan bandara baru akan berfungsi sebagai hadiah ulang tahun.

Di Twitter, Oktay berkata, “Kami sedang mempresentasikan sebuah bandara baru di Istanbul ke republik kami pada ulang tahun ke-95. Kami bekerja keras untuk membawa karya-karya baru ke negara kami di bawah kepemimpinan presiden kami.”

Baca juga:

Upacara pembukaan fase satu dari salah satu bandara terbesar di dunia dimulai pada jam 4.30 sore waktu setempat (1330GMT) dengan kehadiran Erdogan dan para pemimpin dari seluruh dunia.

Proklamasi resmi Republik Turki oleh Ataturk terjadi pada 29 Oktober 1923, ketika menyatakan nama bangsa dan statusnya sebagai sebuah republik.

Sejak itu, Turki merayakan Hari Republik setiap tahun pada tanggal 29 Oktober.

Pasukan Penjajah Israel Kembali Bunuh Warga Palestina di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel membunuh seorang pria Palestina pada hari Ahad (28/10/2018) di wilayah pesisir utara Jalur Gaza di tengah demonstrasi yang sedang berlangsung menentang blokade udara, darat, dan laut oleh Israel.

Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa Mohammad abu-Ibadah, 27 tahun, ditembak mati oleh tentara Israel selama demonstrasi hari ini.

Komite Nasional Gaza untuk Memecahkan Pengepungan meluncurkan acara itu dari pantai utara Jalur Gaza, tidak jauh dari zona penyangga Gaza-Israel yang dijaga ketat.

Baca juga: 

Ini adalah ke-13 kalinya di tahun ini aktivis Gaza mengadakan acara, di mana kapal perlahan mendekati perbatasan maritim sebelum buru-buru mundur menghadapi tembakan senapan mesin yang intens.

Israel pertama kali memberlakukan blokade Gaza pada 2006 setelah gerakan perlawanan Islam  Palestina Hamas, yang mendukung perjuangan bersenjata terhadap penjajahan Israel selama puluhan tahun, memenangkan jajak pendapat legislatif Palestina.

Tahun berikutnya, Israel meningkatkan blokade setelah Hamas merebut seluruh Jalur Gaza – yang masih dipertahankan hingga hari ini.

Blokade yang masih berlaku tersebut telah melumpuhkan perekonomian Gaza, merampas banyak komoditas dasar bagi lebih dari 2 juta penduduknya.

ACT Terjunkan Tim Evakuasi Korban Kecelakaan Lion Air JT 610

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar duka kembali datang dari dunia penerbangan Indonesia. Senin (29/10), pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang hilang kontak pada pukul 06.33 WIB. Dikabarkan setelah tak adanya komunikasi dengan awak pesawat, sinyal terakhir mencatat pesawat dengan nomor penerbangan JT 610 berada di atas perairan laut jawa sebelah utara.

Dari laporan situasi per 29 Oktober pukul 12.00 WIB yang dirilis Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) – Aksi Cepat Tanggap (DMII-ACT) menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 189 orang. Ratusan penumpang tersebut terdiri dari 178 dewasa, 1 anak-anak, 2 bayi, dan 8 orang awak pesawat. Sampai saat ini, pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Tiga kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk memaksimalkan pencarian. Di beberapa titik yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnya pesawat, ditemukan beberapa barang yang diduga milik penumpang pesawat. Puing pesawat, pelampung, barang pribadi dan enam jenazah ditemukan di perairan utara Karawang. Nantinya barang-barang ini akan diserahkan ke posko yang terdapat di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Puing-puing pesawat Lion Air JT610

Sejak Senin (29/10/2018) siang, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menerjunkan tim penyelamatan yang terdiri dari 12 orang untuk membantu proses evakuasi pesawat tujuan bandar udara Depati Amir, Pangkalpinang ini.

“Tim dibagi menjadi dua regu yang ada di Pantai Pakis, Karawang sebagai tempat yang diduga jatuhnya pesawat, satu regu lagi akan di posko utama di Tanjung Priok untuk evakuasi korban yang ditemukan,” ungkap Koordinator Evakuasi ACT, Kusmayadi kepada Jurnalislam.

Ia menambahkan, petang ini Tim Emergency Response ACT turut mengevakuasi korban menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) nomor lambung 356. Indentifikasi serpihan pesawat yang ditemukan juga akan dibantu tim yang saat ini sudah berada di Karawang, Jawa Barat.

“Rencananya, besok pagi (30/10/2018) sebagian personel akan ikut pencarian bersama KRI dengan nomor lambung 356 ini,” kata Kusmayadi.