Berita Terkini

OKI Kecam Keputusan Brazil Pindahkan Kedutaannya ke Al Quds

KAIRO (Jurnalislam.com) – Organisasi Kerjasama Islam-OKI (The Organization of Islamic Cooperation-OIC) mengecam keputusan Presiden Brasil terpilih Jair Bolsonaro untuk merelokasi kedutaan negaranya untuk Israel dari Tel Aviv ke kota Yerusalem (Al Quds) yang diduduki dan menyebutnya sebagai “tindakan ilegal”.

“Deklarasi itu adalah pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan semua resolusi PBB yang relevan,” kata OKI dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (3/11/2018), lansir Anadolu Agency.

Lembaga Muslim itu meminta Brasil menerima posisi yang mendukung peluang untuk berdamai di bawah solusi dua negara.

Pada hari Jumat, Liga Arab meminta Bolsonaro mencabut keputusannya untuk merelokasi kedutaan Brasil di Israel ke Yerusalem.

Baca juga: 

Bolsonaro pada hari Kamis mengumumkan niatnya untuk merelokasi kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem setelah dia secara resmi menduduki posisi kepresidenan.

Presiden AS Donald Trump memicu kecaman dunia Desember lalu setelah mengumumkan rencana untuk memindahkan kedutaan Israel ke Yerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

Sejak itu, kepemimpinan Palestina di Ramallah telah menolak peran mediasi apa pun oleh AS dalam proses perdamaian Timur Tengah yang hampir mati.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dimana Palestina berjuang untuk Yerusalem Timur – yang diduduki oleh Israel sejak 1967 – pada akhirnya berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.

Pemerintah Pakistan Sepakati Tuntutan TLP atas Kasus Penistaan Nabi Saw

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Lembaga pendidikan, jalan dan pasar dibuka kembali pada hari Sabtu (3/11/2018) di seluruh negeri setelah pemerintah mencapai kesepakatan dengan kelompok agama tadi malam, kata seorang pejabat.

“Protes telah dibatalkan setelah pemerintah menerima tuntutan kami dan menandatangani perjanjian dengan kami” Peer Muhammad Afzal Qadri, Patron Kepala Tehreek-e-Labbaik Pakistan mengatakan kepada wartawan, lansir Anadolu Agency.

Kelompok-kelompok agama sepakat untuk membatalkan protes menyusul jaminan pemerintah untuk menempatkan larangan perjalanan pada Aasia Bibi dan tidak keberatan untuk meninjau petisi terhadap putusan di pengadilan atas.

Pada hari Rabu, Mahkamah Agung membebaskan Aasia Bibi, seorang wanita Kristen, yang telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan distrik pada November 2010 karena penodaan terhadap Nabi Muhammad Saw.

Para pemrotes yang marah, terutama kelompok Sunni, Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), memblokir jalan-jalan di ibukota Islamabad, dan kota-kota lain, termasuk Lahore, Karachi, Faisalabad, Multan, Peshawar, Quetta, Gujranwala, Gujrat, dan Sialkot, menangguhkan kegiatan komersial dan bisnis serta melumpuhkan lalu lintas.

Pemerintah juga menutup semua lembaga pendidikan di seluruh negeri karena pemblokiran jalan dan protes keras.

Baca juga: 

Media sosial melaporkan insiden kekerasan intermiten, termasuk pembakaran kendaraan dan pelemparan pasukan keamanan dengan batu di beberapa kota, namun, tidak ada konfirmasi atas kekerasan tersebut. Saluran berita tidak meliput aksi protes sesuai perintah pemerintah dalam upaya untuk mendinginkan ketegangan yang memuncak.

Namun, perjanjian yang ditandatangani oleh menteri pemerintah dan pemimpin TLP menekankan bahwa pemerintah telah meyakinkan kelompok agama akan membebaskan semua orang yang ditangkap oleh lembaga penegak hukum selama aksi protes di berbagai bagian negara.

Bibi menetap di lokasi yang dirahasiakan untuk keselamatannya.

Saudara laki-lakinya, James Masih, mengatakan kepada harian lokal Inggris, Dawn, bahwa adiknya tidak punya pilihan lain selain meninggalkan negara itu segera. Prancis dan Spanyol telah menawarkan suaka kepada Bibi dan keluarganya.

Mencapai 3 persen dari total 210 juta penduduk, orang Kristen adalah salah satu dari dua minoritas terbesar di Pakistan Muslim.

Di Pakistan, penghujatan terhadap Islam atau Nabi Muhammad Saw adalah tindak kriminal yang dapat dijatuhi hukuman mati. Walaupun negara tidak pernah mengeksekusi siapa pun di bawah hukum, pihak tertuduh telah memicu protes massa dan kekerasan.

Din Syamsuddin : Menuding UAS Anti-Pancasila adalah Kekeliruan Nalar

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menjamu Ustadz Abdul Somad (UAS) di kediamannya Jalan Margasatwa Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (3/11/2018).

Din mengaku prihatin atas beberapa kejadian yang dialami dai kondang itu. Ia memaparkan, UAS kerap difitnah dengan sebutan anti-Pancasila hanya karena para pengawalnya menggunakan atribut lafadz tauhid yang diidentikkan dengan kelompok Hizbut Tahrir yang mendukung khilafah. Atas tuduhan itu, UAS juga kerap menjadi korban persekusi, agenda ceramahnya di beberapa kota pun terpaksa dibatalkan.

“Terkait dengan apa yang dialami Ustadz Abdul Somad yang mengalami penghadangan, persekusi, atau penghalangan dakwah, saya selaku pemangku amanat di Ormas Islam, khususnya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI, sangat prihatin sekali. Secara khusus kami meminta hal semacam itu tidak terjadi lagi. Ada satu fitnah yang sangat mudah sekali terjadi kepada seseorang,” papar Din saat menjamu UAS, Sabtu (3/11/2018).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengungkapkan, pada masa order baru, tudingan anti-Pancasila kepada umat Islam juga pernah terjadi dan saat ini tudingan tersebut terulang namun dalam bentuk lain.

“Dituduh anti-Pancasila karena mengembangkan khilafah dan lain sebagainya. Sementara, khilafah itu kan ajaran Islam. Tidak bisa kita menafikkannya. Itu ada pemahaman sendiri,” katanya.

Din memastikan, penjelasan khilafah yang disampaikan oleh UAS itu sudah benar, karena dilandaskan pada Al-Qur’an dan Hadits. Oleh sebab itu, sambung Din, menuduh UAS anti-Pancasila hanya karena ia berbicara soal khilafah adalah sebuah nalar yang keliru.

“Ini kekeliruan nalar. Dan saya sudah mengikuti apa yang disampaikan Ustadz Abdul Somad, beliau menjelaskan khilafah dari Al-Qur’an, beliau ahli hadits, beliau menjelaskan dari pandangan Islam,” tandasnya.

Din memandang, umat Islam seharusnya bersyukur atas kehadiran da’i berkualitas seperti UAS yang mencerdaskan masyarakat dengan pemahaman Islam yang lurus dan tulus.

“Maka, tolong jangan selalu dilihat secara politis,” tuturnya.

11 Anggota Keluarga Hilang Akibat Likuifaksi, Mulyono Ikhlas

SIGI (Jurnalislam.com) – Gempa yang menimpa Sigi sebulan lalu masih menyisakan luka bagi keluarga Mulyono (55). Warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Biromaru ini merupakan salah satu korban yang berhasil menyelamatkan diri dari gulungan lumpur akibat likuifaksi.

Ditemui di pengungsian, Mulyono menceritakan kisah pilu mengenai anggota keluarganya yang hilang tertimbun lumpur.

“Kita semua ada lima belas orang, tapi yang selamat hanya empat. Sebelas lagi tertimbun dan sudah sulit untuk dievakuasi,” jelas Mulyono kepada INA News Agency, Sabtu (3/11/2018) di kelurahan Petobo, Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah.

Mulyono bersama keluarganya yang selamat. FOTO: Hilman/INA

Sulit untuk membayangkan apa yang dialami Mulyono. Namun, takdir memaksanya tegar menghadapi kenyataan bahwa saudara ipar, menantu, dan cucunya yang masih berusia tiga tahun menjadi korban dari peristiwa alam yang begitu mencengangkan itu. Meski demikian, ia mengaku telah ikhlas.

Selain luka hati akibat kehilangan orang-orang yang dikasihi, efek gempa yang dahsyat membuat membuat Mulyono kehilangan mata pencahariannya sementara waktu karena patah kaki.

Begitu juga dengan anaknya, Estin (28). Dia harus terbaring lemas karena mengalami patah di bagian tubuh yang sama. Bukan hanya itu, Estin mesti mengukuhkan kesabarannya karena kehilangan suami dan anak bungsunya, Zahira Az-Zahra (3).

Saat ini Mulyono dan keluarga hanya berharap kepada pemerintah agar memberi perhatian lebih kepada korban. Terlebih, dalam beberapa hari terakhir bantuan mulai berkurang.

“Bantuan mulai berkurang. Sehingga kami kadang harus menunggu datangnya air dalam tiga atau empat hari,” ungkapnya.

Reporter : Hilman | INA News Agency

Di Hari Berkah, Dua Remaja Nias Mantap Ikrarkan Syahadat

NAGAN RAYA (Jurnalislam.com) – Di hari yang berkah, Jumat (2/11/2018) dua remaja asal Nias, Sumatera Utara (Sumut) mantap mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Nangroe Aceh Darussalam. Dua warga tersebut masing-masing bernama Marcel (18), yang saat ini berubah namanya menjadi Muhammad Usman, dan John (16), yang kini bernama Muhammad Ali.

Proses pensyahadatan dua remaja itu dibimbing langsung Pimpinan Dayah Istiqamatul Khairat, Tgk M Alwi Alwaliya, dan ikut disaksikan Danpos Kuala Pesisir, Amrizal serta anggota MPU Nagan Raya, plus tokoh masyarakat setempat.

Dilansir dari Serambinews, Ketua Pemuda Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Bahagia, mengatakan, kedua remaja tersebut selama ini berprofesi sebagai pemburu babi. Mereka merupakan kakak beradik yang sudah 5 bulan berdomisili di desa tersebut, sehingga dalam pergaulan dengan para pemuda di daerah itu, akhirnya keduanya memutuskan untuk memeluk Agama Islam.

“Saya siap menjadi orang tua Muhammad Usman dan Muhammad Ali untuk membimbingnya dalam mempelajari ilmu agama dan tata cara beribadah sesuai dengan ajaran Islam,” kata Tgk M Alwi Alwaliya, Pimpinan Dayah Istiqamatul Khairat.

Sementara Muhammad Usman mengatakan, sebelumnya mereka memeluk Agama Kristen bersama adiknya Muhammad Ali, termasuk keluarga mereka di Nias. Sebelum masuk Islam ia dan adiknya mengaku telah meminta izin kepada ayah mereka di Nias dan keinginannya untuk masuk Islam diizinkan oleh ayahnya.

Sumber: Serambinews

Industri Halal Kuatkan Ekonomi Nasional

JAKARTA -– Indonesia Halal Watch (IHW) menilai isu produk halal dan industri halal harus menjadi kebijakan negara. Tujuannya, agar produk-produk dan industri halal menjadi tiang penyangga ekonomi nasional.

Pemerintah, menurut IHW, harus menjadi pemimpin di sektor ini, yang selama ini sektor swasta justru lebih dominan dan agresif. “Untuk menggerakkan potensi ekonomi berbasis produk dan industri halal, harus ada kebijakan yang mengintegrasikan industri keuangan syariah dengan industri halal,” ujar Direktur Eksekutif IHW, Ikhsan Abdullah, Selasa (30/10).

Langkah kedua, jelas Ikhsan, sektor ini harus menjadi relasi yang sinergis dan menguntungkan. Setidaknya, relasi yang harus dibangun menjadi model peran bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis produk dan industri halal.

Ia menjelaskan Indonesia telah memiliki pengalaman membangun relasi ini, ketika MUI bersama akademisi bersinergi membangun LPPOM MUI. Hasilnya pun, kata Ikhsan, dapat dinikmati oleh semua masyarakat.

Kemudian, perbankan syariah nasional harus dapat berfungsi dan mendedikasikan pembiayaan bagi sektor industri UMKM dan pelaku usaha serta industri halal. Ikhsan mengatakan entitas ini dapat tumbuh dan berkembang mengisi pasar domestik yang dapat didorong menjadi produk potensial ekspor.

“Instrumen pembiayaan perbankan syariah juga harus diperbaiki agar tidak hanya ada tapi harus berkontribusi bagi mendorong dan menggerakkan ekonomi umat,” jelas Ikhsan.

Secara ekonomi, ekspor produk halal bisa menambah 5,1 miliar-11 miliar dolar AS per tahun secara global. Ini belum termasuk tambahan lapangan pekerjaan dari 170 ribu hingga 333 ribu pekerjaan dan substitusi impor hingga 500 juta dolar AS.

Fokus yang dijalankan pada industri ini yaitu dengan memaksimalkan sektor makanan dan pariwisata. Selain itu, industri halal pun bisa merambah makanan, farmasi, kosmetik, pariwisata, media, fashion, dan keuangan syariah.

Indonesia masih menjadi pasar dan konsumen terbesar. Dalam pangsa pasar ekonomi halal global 2017 yang jumlahnya 2,1 triliun dolar AS, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara konsumen ekonomi halal, yakni sekitar 10 persen.

Indonesia menjadi incaran industri halal baik dari makanan, kosmetik, maupun pasar turis. Jepang, Australia, Thailand, Selandia Baru, Cina, Korea, Singapura, hingga banyak negara Eropa, ingin merebut pangsa pasar wisata Muslim yang diperkirakan mencapai 320 miliar dolar AS pada 2024 mendatang.

Sumber : republika.co.id

Pelayat di Amerika Lakukan Shalat Ghoib, Begini Perkembangan Terakhir Khashoggi

TURKI (Jurnalislam.com) – Khashoggi – seorang penulis Saudi, warga AS, dan kolumnis Washington Post – memasuki gedung Konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen yang menyatakan bahwa dia telah menceraikan mantan istrinya sehingga dia dapat menikah lagi.

Setelah beberapa pekan dan berulang kali menyangkal bahwa mereka ada hubungannya dengan kepergiannya, kerajaan Saudi akhirnya mengakui bahwa pembunuhan itu direncanakan. Namun hingga kini keberadaan tubuhnya masih belum diketahui.

Berikut ini perkembangan terbaru:

Jumat, 2 November

Erdogan: Perintah untuk pembunuhan Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pemerintahan Saudi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perintah untuk pembunuhan Khashoggi berasal dari pemerintah kerajaan Saudi “tingkat tertinggi” tetapi mengatakan dia tidak percaya Raja Salman memerintahkan serangan itu.

Dalam sebuah opini di Washington Post, Erdogan mengatakan “kita harus mengungkapkan identitas para dalang di balik pembunuhan Khashoggi, menambahkan bahwa Turki telah “mengguncang langit dan bumi” karena mengangkat kebenaran.

“Kami terkejut dan sedih oleh upaya pejabat Saudi tertentu untuk menutupi pembunuhan terencana Khashoggi, dan bukannya menjunjung keadilan, yang dibutuhkan bagi persahabatan kami,” katanya.

Siapa yang memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi?

Setelah mengkritik konsul jenderal Arab Saudi dan jaksa penuntut umum kerajaan yang baru-baru ini bertemu dengan pejabat Turki, Erdogan berkomentar dengan nada yang lebih damai, menekankan bahwa Turki dan Arab Saudi terus menikmati hubungan persahabatan dan bahwa dia “tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa pembunuhan ini mencerminkan “Kebijakan resmi Arab Saudi”.

Presiden Turki itu kembali menyatakan kekecewaan bahwa Arab Saudi masih belum mengungkapkan siapa yang memerintahkan pembunuhan itu, bersama dengan lokasi jasad Khashoggi atau identitas penyerang/kolaborator lokal.

“Beberapa pihak tampaknya berharap “masalah” ini akan hilang pada waktunya. Tetapi kami akan terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu, yang sangat penting untuk penyelidikan kriminal di Turki, juga untuk keluarga dan orang-orang yang dicintai Khashoggi,” kata Erdogan.

Para pelayat mengadakan ‘Shalat Ghaib’ untuk Khashoggi di AS

Teman dan pelayat berkumpul di Washington, DC pada hari Jumat guna menghadiri acara peringatan untuk Khashoggi.

Layanan ini termasuk doa pemakaman yang dikenal sebagai “shalat al-ghaib” yang dilakukan umat Islam untuk almarhum ketika tubuh mereka belum ditemukan.

Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz menyampaikan pesan yang direkam pada peringatan itu, menyerukan kepada orang-orang Saudi untuk melepaskan informasi tentang keberadaan tubuh Khashoggi, sehingga dia bisa dimakamkan sesuai dengan tata cara Muslim.

Baca juga:

Orang lain yang hadir di peringatan itu termasuk rekan-rekan Khashoggi, politisi AS, aktivis hak asasi, dan para oposan Saudi, termasuk Abdullah al-Awdah, yang ayahnya, sarjana Islam reformis Salman al-Awdah, saat ini ditahan oleh Arab Saudi.

Tubuh Khashoggi ‘dipotong-potong dan dilarutkan dengan cairan asam’

Seorang penasihat untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan tim yang menewaskan Khashoggi memotong tubuhnya untuk dilarutkan agar lebih mudah dibuang.

Yasin Aktay, yang merupakan teman Khashoggi, mengatakan kepada surat kabar Hurriyet bahwa mayat itu dibuang dengan dipotong-potong dan melarutkannya.

Akankah mayat wartawan Saudi itu ditemukan?

“Kami sekarang melihat bahwa jasad itu tidak hanya dipotong, mereka juga menyingkirkan tubuh dengan melarutkannya,” katanya.

“Menurut informasi terbaru yang kami miliki, alasan mereka memotong-motong tubuhnya adalah untuk lebih mudah saat melarutkannya,” tambah Aktay.

“Mereka bertujuan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda tubuh yang tersisa.”

Sementara itu, seorang pejabat senior Turki juga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa badan jurnalis itu dipotong dan dilarutkan dalam asam.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa pasukan Saudi yang melakukan pembunuhan telah melakukan operasi serupa sebelumnya.

Sebelumnya, seorang pejabat Turki juga mengatakan kepada Washington Post bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki sebuah teori bahwa tubuh telah dihancurkan dengan asam.

Norwegia memanggil duta besar Saudi atas pembunuhan Khashoggi

Menteri Luar Negeri Norwegia Ine Eriksen Soereide mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negaranya memanggil duta besar Saudi untuk Oslo pada hari Kamis atas pembunuhan Khashoggi.

“Kami telah mengangkat pembunuhan Jamal Khashoggi dan menyampaikan pandangan kami kepada duta besar Saudi beberapa kali setelah diketahui,” kata Soereide.

“Kami menggarisbawahi betapa seriusnya kami menilai masalah ini kemarin, ketika dia berada di Kementerian Luar Negeri untuk berdiskusi.”

Tunangan Khashoggi menyerukan masyarakat internasional untuk bertindak dan mengadili orang-orang di belakang pembunuhan

Hatice Cengiz, tunangan wartawan yang dibunuh, mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan dan meminta mereka bertanggung jawab atas kejahatannya.

“Hari ini, saya mengundang komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah yang serius dan praktis untuk mengungkap kebenaran dan untuk mengadili mereka yang terlibat di pengadilan,” tulis Cengiz dalam sebuah opini yang disisipkan oleh surat kabar Guardian.

“Saya tidak naif. Saya tahu bahwa pemerintah beroperasi bukan pada perasaan tetapi pada kepentingan bersama. Namun, mereka semua harus bertanya tentang pertanyaan mendasar pada diri mereka sendiri.”

“Jika demokrasi di dunia tidak mengambil langkah-langkah asli untuk mengadili para pelaku tindakan kurang ajar dan tak berperasaan ini – tindakan yang telah menyebabkan kemarahan universal di antara warga negara mereka – otoritas moral apa yang mereka tinggalkan? Kebebasan dan hak asasi manusia apa yang dapat mereka pertahankan secara kredibel?”

MBS menggambarkan Khashoggi sebagai ‘Islamis berbahaya’ dalam panggilan telepon dengan Kushner dan Bolton

Putra Mahkota Saudi Arabia, Mohammed bin Salman (biasa disebut sebagai MBS) menggambarkan Khashoggi sebagai seorang Islamis yang berbahaya dalam panggilan telepon dengan menantu laki-laki Trump Jared Kushner dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Washington Post melaporkan pada hari Kamis.

Selama panggilan telepon, yang terjadi sebelum Arab Saudi mengakui pembunuhan Khashoggi, bin Salman mengatakan jurnalis itu milik Ikhwanul Muslimin, yang dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh Arab Saudi dan sekutunya sejak aksi protes Arab Spring.

Dia juga mendesak Kushner dan Bolton untuk mempertahankan aliansi AS-Saudi.

“Upaya mengkritik Khashoggi secara pribadi,” Post mencatat, “sangat kontras dengan pernyataan publik pemerintah Saudi yang mencela kematiannya sebagai ‘kesalahan besar’ dan ‘tragedi yang mengerikan'”.

Keluarga wartawan yang terbunuh itu mengeluarkan pernyataan kepada koran menyangkal karakterisasi Khashoggi oleh putra mahkota itu tidak akurat.

“Jamal Khashoggi bukan anggota Ikhwanul Muslimin. Dia membantah klaim seperti itu berulang kali selama beberapa tahun terakhir,” kata keluarga itu, “Jamal Khashoggi bukanlah orang yang berbahaya dengan cara apa pun.”

“Mengklaim hal yang sebaliknya akan menjadi konyol.” Gates Foundation menunda bekerja dengan badan amal putra mahkota Saudi.

The Bill and Melinda Gates Foundation menangguhkan proyek-proyek masa depan dengan Misk Foundation, organisasi nirlaba yang dipimpin oleh putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

“Penculikan dan pembunuhan Jamal Khashoggi sangat mengganggu,” kata juru bicara yayasan itu kepada Wall Street Journal.

“Situasi saat ini adalah faktor dalam keputusan kami untuk menunda putaran kerja sama masa depan.”

The Gates Foundation setuju untuk mendanai setengah dari $ 10 juta proyek dengan mitra Saudi-nya, yang dijuluki “Misk Grand Challenges“. Proyek ini bertujuan memberikan hibah kepada kaum muda di seluruh dunia untuk inisiatif kesehatan dan pembangunan.

The Gates Foundation, yang telah menyelesaikan putaran pertama senilai $ 1,5 juta dalam pendanaan, mengatakan akan menghormati kewajibannya untuk proyek-proyek yang sudah berlangsung.

Erdogan: Para Pejabat Tinggi Kerajaan yang Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (2/11/2018) mengatakan perintah untuk pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi berasal dari pejabat kerajaan Saudi tingkat atas.

Dalam sebuah opini yang dipublikasikan di The Washington Post, Erdogan mengatakan Turki tahu bahwa para pelaku termasuk di antara 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi.

“Kami juga tahu bahwa orang-orang itu datang untuk melaksanakan perintah: Bunuh Khashoggi dan pergi. Akhirnya, kami tahu bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi,” kata Erdogan.

Baca juga:

Khashoggi, seorang nasionalis dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, menghilang pada tanggal 2 Oktober setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul guna menerima dokumen yang dia butuhkan untuk menikah.

Begitu berada di dalam, dia segera dicekik dan kemudian tubuhnya dipotong-potong, menurut kantor Kejaksaan Istanbul.

Inggris: Amnesti Internasional Dirikan Rambu Jalan Khashoggi di Luar Kedutaan Saudi

LONDON (Jurnalislam.com) – Amnesty International pada hari Jumat (2/11/2018) menempatkan rambu bertuliskan “Khashoggi Street” di luar Kedutaan Saudi di London dalam upaya menarik perhatian atas pembunuhan brutal wartawan tersebut.

Jamal Khashoggi, kolumnis untuk Washington Post, hilang pada 2 Oktober setelah ia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul. Setelah menyangkal mengetahui keberadaannya selama beberapa pekan, pemerintah Saudi akhirnya mengakui bahwa wartawan tersebut tewas di dalam konsulat dalam “rencana jahat”. Hingga kini mereka belum mengeluarkan jenazahnya.

Dalam sebuah pernyataan, pengawas hak asasi manusia yang berpusat di London mengatakan: “Sebuah rambu ‘Khashoggi Street’ tiruan didirikan di dekat gerbang kedutaan Saudi, tepat satu bulan setelah kamera CCTV terakhir merekam jurnalis itu memasuki gedung konsulat di Istanbul.”

Amnesty juga mendesak agar PBB melakukan penyelidikan atas pembunuhan itu.

“Seluruh dunia terkejut dengan pembunuhan yang mengerikan ini, dan kita semestinya tidak membiarkan kemarahan memudar tanpa keadilan ditegakkan,” kata Kate Allen, direktur Amnesty International.

“Kita perlu melihat pembunuh Jamal Khashoggi dibawa ke pengadilan – bukan hanya mereka yang benar-benar melakukan pembunuhan, tetapi mereka yang memerintahkannya dan mengetahui bahwa itu akan terjadi.

Baca juga:

“Bertolak belakang dengan klaim yang dibuat oleh Pangeran Mahkota Saudi dan pihak lainnya, Arab Saudi belum ‘melakukan reformasi’, mereka memperlakukan para kritikus dan aktivis dalam penindasan hak asasi manusia yang brutal.

“Satu hal yang sangat perlu dilakukan Inggris adalah menghentikan semua penjualan senjata lebih lanjut ke Arab Saudi dan anggota lain dari koalisi militer di Yaman,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Mengomentari perang yang dipimpin Saudi di Yaman, Amnesty mengatakan dalam tiga setengah tahun terakhir “sejumlah bom koalisi dan rudal telah menyerang rumah sakit Yaman, depot makanan, pasar, bus sipil, pabrik dan ruang pemakaman.”

“PBB menilai bahwa ‘mayoritas’ dari ribuan kematian warga sipil Yaman adalah akibat langsung dari serangan udara ini, sementara ribuan lainnya juga telah terluka.

“Sementara itu, pemberontak Houthi bersenjata juga menembaki daerah pemukiman dan kota-kota secara sembarangan,” katanya.

Abbas dan Sisi akan Bahas Perkembangan Terakhir Palestina Hari Ini

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi dan mitra Palestina Mahmoud Abbas akan bertemu di kota Mesir Sharm El Sheikh akhir pekan ini untuk membahas perkembangan terakhir yang berkaitan dengan Palestina.

Menurut sebuah sumber yang dekat dengan Abbas, yang berbicara secara anonim karena sensitivitas masalah, kedua pemimpin akan bertemu di sela-sela Forum Pemuda Dunia pada hari Sabtu (3/11/2018) yang akan datang di Sharm El Sheikh, lansir Anadolu Agency.

Pada hari Kamis, Duta Besar Palestina untuk Mesir Diab al-Louh mengatakan Abbas akan tiba di Kairo pada Jumat sore – di kepala delegasi tingkat tinggi – sebelum bertemu al-Sisi pada hari berikutnya di Sharm El Sheikh.

Kunjungan Abbas ke Kairo akan terjadi hanya beberapa hari setelah presiden Palestina itu berkunjung ke Muscat, di mana dia mengadakan pembicaraan dengan Omani Sultan Qaboos bin Said.

Pada pertemuan mereka di Muscat, kedua pemimpin membahas proses perdamaian Palestina-Israel dan keputusan AS baru-baru ini untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca juga:

Pembicaraan Palestina-Israel macet tahun 2014, sebagian besar karena penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan unit pemukiman Yahudi di tanah Palestina yang diambil.

Pada bulan September, Abbas telah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Israel, baik secara tertutup atau di depan umum.

Namun pada hari Selasa, Sekretaris Jenderal PLO Saeb Erekat mengatakan Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah berencana untuk memutuskan hubungan dengan Israel sejalan dengan keputusan Dewan Pusat Palestina sebelumnya.