Laporkan Sukmawati, GUIB Banyuwangi : Penista Agama Tetap Harus Dihukum!

Banyuwangi (Jurnalislam.com) – Gabungan Umat Islam Bersatu Banyuwangi (GUIBB) mendatangi Polres Banyuwangi guna melaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas puisinya yang berjudul ” Ibu Indonesia” yang dinilai telah menistakan agama Islam. Jum’at (13/4/2018) .

“Alhamdulillah laporan kami sudah diterima Wakapolres dengan bukti lapor nomor 01/GUIBB/IV/2018 atas nama pelapor Gabungan Umat Islam Bersatu Banyuwangi (GUIBB),” kata Ketua GUIBB H. Agus Iskandar kepada Jurnalislam.com.

Ia menegaskan bahwa setiap penista agama harus diproses hukum walaupun sudah meminta maaf tapi proses hukum harus tetap berjalan.

Lanjutnya, seandainya setiap penista itu tidak dihukum akan merusak generasi bangsa Indonesia ini yang mayoritas umat Islam.

“Sekelas Tokoh seperti Sukmawati Soekarnoputri menista agama lalu tidak ada proses hukum, nanti generasi muda bangsa ini pasti akan mencontohnya jika tak ada ketegasan hukum di Indonesia ini” pungkasnya.

Turut hadir dalam pelaporan ke Mapolres Banyuwangi sejumlah ormas Islam diantaranya Jamaah Ansharusy Syariah, FPI, Ikatan Keluarga Madura National.

Kontributor: Jacki

Analis Senior: Aneh, KTT Liga Arab Kemarin Tidak Bahas Serangan Koalisi AS di Suriah

DOHA (Jurnalislam.com) – Para pemimpin di KTT Liga Arab tidak membahas serangan yang dipimpin AS yang terjadi sebagai akibat dari penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad di Suriah.

KTT berlangsung di Arab Saudi pada hari Ahad (15/4/2018), sehari setelah serangan terkoordinasi oleh AS, Inggris dan Prancis pada tiga lokasi yang diduga terkait dengan produksi senjata kimia di Suriah.

Analis politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara mengatakan “aneh” jika serangan baru-baru ini di Suriah oleh Koalisi AS tidak ada dalam agenda KTT Liga Arab.

“Itu sangat aneh,” katanya. “Itu yang kita sebut sebagai pertemuan tanpa tujuan.”

Amerika, Inggris dan Perancis Lancarkan Serangan Udara ke Suriah Hari Ini

Menurut seorang juru bicara KTT, para pemimpin itu akan membahas konflik Suriah tetapi tidak membahas serangan yang menargetkan situs-situs dekat Damaskus serta di provinsi Homs.

Para pemimpin menyerukan penyelidikan internasional dan mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kepada wartawan setelah KTT.

Inilah 3 Tujuan Pokok Pasukan Amerika di Suriah Sebelum Pulang ke AS

Arab Saudi, Bahrain dan Qatar sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan mendukung tindakan tersebut, sementara Mesir, Irak dan Libanon menyatakan keprihatinan mereka.

Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang membantah menggunakan atau memiliki senjata kimia, tidak hadir pada pertemuan itu setelah Suriah dikeluarkan dari keangotaan Liga Arab pada tahun 2011.

Inilah 3 Tujuan Pokok Pasukan Amerika di Suriah Sebelum Pulang ke AS

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS tidak akan menarik pasukannya keluar dari Suriah sampai tujuan Washington tercapai, kata Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB.

Menurut Haley, tiga tujuan besar bagi AS adalah memastikan senjata kimia tidak digunakan dengan cara apa pun yang menimbulkan risiko bagi kepentingan AS; kelompok Islamic State (IS) dibersihkan; dan memastikan Iran tidak melanjutkan gerakan militer di Suriah.

“[Tujuan kami adalah] untuk melihat pasukan Amerika pulang, tetapi kami tidak akan pergi sampai kami tahu kami telah mencapai tiga hal itu,” kata Haley di Fox News, Ahad (15/4/2018), Aljazeera melaporkan.

Nikki Haley

Dalam sebuah wawancara terpisah, Haley mengatakan bahwa AS sedang menyiapkan sanksi baru terhadap Rusia atas dukungannya yang berkelanjutan kepada Presiden Suriah Bashar-al Assad.

Amerika, Inggris dan Perancis Lancarkan Serangan Udara ke Suriah Hari Ini

Sanksi akan diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada hari Senin, kata Haley di CBS.

“Mereka akan pergi langsung ke seluruh lokasi yang berurusan dengan peralatan yang berkaitan dengan Assad dan penggunaan senjata kimia,” katanya.

Haley juga mengesampingkan perundingan satu-satu antara Presiden Assad dan AS mengenai krisis Suriah.

Dia mengatakan Suriah sejauh ini menolak untuk mengambil bagian dalam negosiasi multilateral sebagai bagian dari proses politik yang difasilitasi oleh PBB, menambahkan bahwa Suriah tidak “layak” untuk pembicaraan langsung dengan Washington.

Juga pada hari Ahad, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia telah meyakinkan Trump untuk mempertahankan pasukan di Suriah.

“Kami meyakinkannya bahwa perlu untuk tetap di sana. Kami memiliki legitimasi internasional untuk bertindak dalam kerangka ini,” kata Macron dalam wawancara yang disiarkan oleh BFM TV, radio RMC dan berita online Mediapart.

“Kami memiliki tiga anggota Dewan Keamanan [PBB] yang telah melakukan intervensi.”

Info Grafik Serangan Senjata Kimia Rezim Assad dan Bantahan Sitematis Rusia

Hubungan antara Moskow dan Washington tegang setelah AS, Inggris dan Prancis melakukan gelombang serangan terhadap bangunan yang diduga merupakan fasilitas kimia rezim Assad pada Sabtu pagi.

Rusia telah menjadi pendukung utama rezim Syiah Assad sejak perang Suriah dimulai lebih dari tujuh tahun lalu.

Serangan itu terjadi sepekan setelah dugaan serangan kimia mematikan di daerah pinggiran Damaskus yang dikuasai oposisi di Douma.

The White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil lokal, melaporkan rezim Syiah Assad melakukan serangan gas beracun, dan telah membunuh 85 warga sipil, termasuk anak-anak, dan melukai ratusan lainnya.

AS dan sekutunya mengatakan mereka memiliki bukti bahwa serangan itu dilakukan oleh pasukan rezim Assad.

Sebagai tanggapan, Rusia berjanji untuk membalas apa yang ia gambarkan sebagai serangan gas kimia “palsu.”

Konvoi Ke-22 dari Ghouta Timur Tiba di Al-Bab

SURIAH (Jurnalislam.com) – Konvoi ke 22 yang membawa penduduk dan pejuang oposisi dari Douma di Ghouta Timur telah tiba di Distrik Al Bab, Alepo pada Ahad (15/4/2018). Demikian dilaporkan koresponden World Bulletin di area tersebut.

Konvoi sebanyak delapan bus itu mengangkut 145 orang termasuk 55 anak-anak dan 42 wanita yang akan dibawa dari Al-Bab ke kamp pengungsian sementara di distrik Azaz.

Dengan konvoi tersebut, jumlah orang yang meninggalkan Ghouta Timur sejak awal evakuasi pada 22 Maret lalu menjadi 60 ribu jiwa.

“Evakuasi dari Douma akan terus berlanjut,” kata laporan tersebut.

Operasi Euprat yang dilancarkan militer Turki pada 2016 lalu telah membebaskan Al-Bab dari penguasaan ISIS.

Operasi yang berakhir pada Maret tahun lalu ini telah sukses membersihkan sebagian besar perbatasan Turki-Suriah dari ISIS.

Evakuasi ini dilakukan sebagai bagian dari perjanjian yang diperantarai Rusia antara rezim Assad Suriah dan kelompok oposisi bersenjata.

Pada 24 Februari lalu, Dewan Kemananan PBB dengan bulat mengadopsi Resolusi 2401 yang menyerukan gencatan senjata di Suriah untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Terlepas dari resolusi, bagaimanapun, rezim dan sekutunya di awal Maret meluncurkan serangan darat utama yang bertujuan merebut kembali bagian yang dipegang oposisi distrik tersebut.

Sejak 19 Februari lalu, lebih dari 1.400 jiwa terbunuh oleh serangan rezim Syiah Bashar Assad dan sekutunya di Ghouta Timur.

Selama lima tahun 400 ribu penduduk di Ghouta Timur berada dibawah kepungan rezim yang menyulitkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Israel Klaim Hancurkan Lagi Terowongan HAMAS di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Tentara penjajah Israel mengklaim telah menghancurkan terowongan HAMAS yang digali dari Gaza hingga ke daerah Israel.

Juru bicara militer Israel Jonathan Conricus mengatakan, terowongan tersebut melintasi teritorial Israel tapi tidak mempunyai jalan keluar. Terowongan tersebut diduga digunakan untuk menyerang Israel.

Israel menghancurkan terowongan tersebut dengan memasukkan bahan-bahan yang akan membuat terowongan tidak berfungsi.

Baca juga: Sudah 28 Warga Palestina Gugur Diterjang Peluru Israel dalam Aksi Protes 2 Pekan

“Kita mengisi terowongan tersebut dengan material yang membuatnya tidak akan berfungsi untuk waktu yang sangat lama,” kata Conricus kepada wartawan, Ahad (15/4/2018).

“Menurut pantauan kami, terowongan ini mencapai kilometer dimana beberapa kilometer ke Jalur Gaza,” lanjutnya.

Conricus menyebut, terowongan tersebut bermula dari Jabaliya di Utara Gaza menuju Nazal Oz Israel.

Dia juga mengklaim, Terowongan Jabaliya adalah terowongan kelima yang dihancurkan Israel dalam beberapa bulan terakhir. Terowongan Jabaliya diklaim telah dihancurkan pada akhir pekan lalu.

Operasi ini dilakukan selama aksi protes di perbatasan Gaza pada 30 Maret yang telah menewaskan 34 warga Palestina dan melukai ratusan lainnya.

Israel menuduh Hamas sedang berusaha menggunakan protes sebagai penutup untuk menggali terowongan. Sebab, terowongan itu dekat dari tempat para demonstran berkumpul.

Ini 7 Poin Hasil Konferensi Internasional Al Quds di Istanbul

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh dan Aktivis Muda Pembela Al-Quds dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menghadiri acara Konferensi Internasional Al-Quds Amanati ke-2 (Multaqa Al-Quds)di Istanbul, Turki. Acara dengan tema “Al-Quds adalah Garis Merah” itu digelar selama 2 hari, yaitu 13-14 April 2018.

Beberapa tokoh dari Indonesia yang hadir dalam acara tersebut antara lain, Ustadz Bachtiar Nasir (MIUMI-AQL), Ustadz Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah), Ustadz Nonop Hanapi (Komandan Santri Ciamis), KH. Ahmad Shobri Lubis (FPI), Ustaz Usamah Hisyam, Ustaz Jeje (Persis), Ustaz Ahmad Musyafa.

Multaqa ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara dunia Islam dengan beragam profesi yang aktif melakukan pembelaan terhadap Al-Aqsha dan Baitul Maqdis, diantaranya; organisasi keulamaan, kemasyarakatan, lembaga kemanusiaan, kepemudaan, riset dan kajian, serta media dan seni.

Multaqa yang ditutup pada Sabtu (14/4/2018) menghasilkan wasiat kepada umat Islam dunia yang disampaikan oleh Ahmad Musyafa’, Lc, Direktur International Aqsa Institute (IAI), Anggota Komite Pembentukan Ikatan Ulama Pembela Al-Quds (IUIPA).

7 Wasiat tersebut antara lain:

1. Menolak dengan tegas rencana deklarasi Deal of the Century yang menjadikan Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibukota Israel.

2. Deal of the Century tidak hanya berdampak pada bangsa Palestina, tetapi akan mengancam ledakan disintegrasi global, menciderai perdamaian dunia.

3. Menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia untuk mengecam rencana Israel dan AS yang memaksakan untuk merealisasikan Deal of the Century ini.

4. Mengajak seluruh masyarakat dunia untuk menyuarakan penolakannya dengan berbagai media yang dimiliki.

5. Menyerukan kepada para khatib dan dai untuk menyampaikan kepada umat akan bahaya Deal of the Century ini.

6. Mengajak seluruh masyarakat dunia untuk serentak melakukan akai damai mengecam rencana AS merealisasikan rencananya tanggal 14 Mei 2018 nanti.

7. Aksi damai penolakan serentak dimulai sejak hari ini dan puncaknya pada tanggal 11 Mei 2018.

Tabligh Akbar ACT, dari Ibu-ibu Hingga Pengayuh Becak di Aceh Antusias Bantu Rakyat Suriah

ACEH (Jurnalislam.com) – Ribuan masyarakat Aceh berbondong-bondong menghadiri acara tabligh akbar di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Ahad, (15/4/2018).

Mereka tidak hanya datang untuk mendengar untaian nasihat dari para ulama, tetapi juga akan melepas keberangkatan 1000 ton beras dari tanah Aceh menuju Suriah.

Bantuan dari masyarakat Indonesia itu akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail menjelaskan, tim pengiriman bantuan akan menempuh jalur darat menuju kota Medan sebelum diberangkatkan ke tujuan, yakni transit di Turki lalu menuju Suriah.

“1000 ton yang terdiri dari 40 kontainer itu akan dibawa konvoi ke Medan. Setelah kita lepas di Masjid Raya Baiturrahman, (tim) akan menempuh jalan darat ke pelabuhan Belawan, kemudian menuju Turki,” jelasnya.

Husaini menyaksikan, meskipun terbentang jarak ribuan kilometer antara Aceh dengan Suriah, namun, masyarakat di kota yang dijuluki Serambi Mekkah itu seperti memiliki keterikatan dengan penduduk Syam (nama lain Suriah).

Ikatan emosional itu yang menurutnya membuat masyarakat hingga pengayuh becak antusias membantu penduduk Suriah dengan apa yang mereka miliki.

“Tadi pagi ada ibu-ibu bawa enam karung (beras). Lalu ada tukang becak datang, ‘boleh ga saya menyumbang ala kadarnya?’, saya katakan boleh berapa saja kita terima,” tutur Husaini.

Cerita kemanusiaan itu juga dituturkan oleh Senior Staff Marketing ACT cabang Aceh Lisdayanti.

Selama beberapa hari, Lisda berupaya menggalang bantuan dari para orang tua murid ke sekolah-sekolah.

Dari penggalangan itu Lisda berhasil memperoleh bantuan berupa uang sebesar 17 juta rupiah yang dia sebutkan akan digunakan untuk operasional dapur rakyat di Suriah.

Namun, pagi ini, dia kembali menyaksikan bagaimana rasa kepedulian begitu mudah ditemui pada rakyat Aceh.

“Alhamdulillah, direncanakan hari ini menyerahkan 27 juta. Tapi setelah saya sosialisasikan lagi, jadi bertambah 19 juta. Penggalangan tadi jadi total 46 juta,” tutur Lisda.

“Mereka itu teringat terhadap anak-anak mereka sendiri (ketika melihat anak-anak Suriah). Jadi mereka bersedekah sebagai tanda syukur bisa menikmati berbagai macam nikmat pada hari ini,” tutup Lisda.

Tabligh akbar ini akan dihadiri oleh Syaikh Ali Jaber dan Ustadz Herwibowo. Hadir pula para tokoh agama dari Aceh dan Papua, di antaranya Ustadz Fadlan Garamatan, Tengku H.M. Yusuf AW, Tengku H. Zamhuri Ramli, dan Tengku H. Nuruzzahri.

Laporan: Syahrain/JITU | Islamic News Agency (INA)

Hadiri Halaqah Kebangsaan, Para Tokoh Parpol Apresiasi Muhammadiyah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Para tokoh Partai Politik menghadiri Halaqah Kebangsaan yang digelar Pusat (PP) Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya 62, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Halaqah kebangsaan ini bertajuk memperkuat demokrasi dan memajukan bangsa.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengapresiasi Muhammadiyah telah menginisiasi kegiatan Halaqah Kebangsaan kembali kepada arah cita-cita Indonesia merdeka di tahun politik ini.

“Kebersamaan, persaudaraan, saling menghormati, saling menghargai dalam kontestasi politik lima tahunan itu soal biasa, namun tetap harus saling menjaga diri, jangan saling mengadu domba, menjaga perasaan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan bahwa Muhammadiyah sudah mengundang untuk acara ini jauh-jauh hari, sehingga tidak ada hubungannya kejadian politik satu dua hari kemarin. “Kami sangat senang dengan diskusi ini, karena ini halaqah kebangsaan, buat kami ini kesempatan baik menjadi tempat sharing gagasan antar parpol dan ormas. Semua parpol diberi kesempatan untuk berbicara bagaimana demokrasi ini bisa menjadi lebih kuat dan secara nasional bangsa ini menjadi maju.”

Petinggi parpol yang hadir adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang diwakili oleh Ketua DPP Yahya Zaini, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua umum PPP Romahurmuziy dan Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Ada pula Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Demokrat Muhammad Jaffar Hafsah, Ketua DPP Nasdem Hasan Aminuddin dan Zulnahar Usman dari Hanura.

Hadir pula Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Ketua umum PSI Grace Natalie, Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso, Ketua umum Garuda Ahmad Ridha Sabana serta Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noer.

Reporter: Gio

Amerika, Inggris dan Perancis Lancarkan Serangan Udara ke Suriah Hari Ini

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS, Inggris dan Perancis telah meluncurkan serangan udara “pada target yang terkait dengan kekuatan senjata kimia” di Suriah, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari ini, Sabtu (14/4/2018) pagi, Aljazeera melaporkan.

Serangan itu terjadi setelah laporan serangan senjata kimia di bekas markas oposisi Douma akhir pekan lalu.

SOHR: Jumlah Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara AS adalah 1.953 Orang

Berikut adalah semua komentar terkini tentang serangan:

Pemimpin NATO: Saya mendukung tindakan AS dan sekutu

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan dia mendukung tindakan yang diambil oleh AS, Inggris dan Perancis terhadap Suriah. “Saya mendukung tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis terhadap fasilitas dan kemampuan senjata kimia rezim Suriah. Ini akan mengurangi kemampuan rezim untuk menyerang lagi rakyat Suriah dengan senjata kimia,” kata Stoltenberg dalam sebuah pernyataan di Sabtu.

Pemimpin oposisi Suriah: Semua serangan terhadap warga sipil harus dihentikan

Pemimpin oposisi Suriah Nasra al-Hariri menyerukan untuk mengakhiri semua serangan terhadap warga sipil di Suriah. “Mungkin rezim tidak akan menggunakan senjata kimia lagi, tetapi mereka tidak akan ragu untuk menggunakan senjata yang diizinkan oleh masyarakat internasional, seperti bom barel dan bom curah,” kata Hariri dalam tweet pada Sabtu pagi.

Rusia: Suriah diserang saat memiliki ‘kesempatan untuk masa depan yang damai’

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan Suriah diserang pada saat negara itu memiliki “kesempatan untuk masa depan yang damai,” kantor berita Rusia RIA melaporkan. Maria Zakharova, juru bicara kementerian, menulis di Facebook: “Mereka yang berada di balik semua ini mengklaim kepemimpinan moral di dunia dan menyatakan mereka luar biasa. Anda harus benar-benar luar biasa untuk merampas ibukota Suriah pada saat ia mendapat kesempatan untuk menetapkan masa depan yang damai.” Kementerian luar negeri juga mengatakan bahwa media Barat memiliki beberapa tanggung jawab atas serangan terhadap Suriah, berdasarkan laporannya, menurut RIA.

‘Tiga target dihantam’

Joseph Dunford, jenderal tertinggi Washington, mengatakan serangan yang tepat berhasil mencapai tiga sasaran – pusat penelitian ilmiah dekat Damaskus, fasilitas penyimpanan dan pos komando yang juga terletak dekat ibukota dan fasilitas penyimpanan senjata kimia di dekat Homs.

Jenderal Tertinggi AS: AS tidak memberi tahu target serangan kepada Rusia

Jenderal senior Washington, Joesph Dunford, mengatakan pasukan Rusia di Suriah telah diperingatkan melalui saluran “dekonflik” yang sudah ada bahwa pesawat-pesawat barat akan berada di wilayah udara Suriah, tetapi Washington tidak mengungkapkan lokasi target atau waktu serangan.

Ketua staf gabungan AS: gelombang pertama serangan berakhir

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Joseph Dunford mengumumkan gelombang serangan pertama telah berakhir.

Media pemerintah Suriah mengatakan serangan yang dipimpin AS menghantam depot-depot tentara

Media pemerintah Suriah menyebut serangan oleh AS, Prancis dan Inggris melakukan “pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional”, menambahkan bahwa serangan itu menargetkan depot-depot tentara di daerah Homs.

Rusia memperingatkan ‘tindakan seperti itu tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi’

Duta besar Rusia untuk AS mengatakan dalam sebuah pernyataan tentang serangan bahwa Rusia memperingatkan “tindakan seperti itu tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi”.

Mattis: ‘Sekarang, ini adalah tembakan satu kali (one-time shot)

“Saat ini, ini adalah tembakan satu kali (one-time shot), dan saya percaya serangan itu telah mengirim pesan yang sangat kuat,” kata Menteri Pertahanan AS James Mattis.

TV negara Suriah: pertahanan udara Suriah merespons serangan

Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa pertahanan udara Suriah menanggapi serangan oleh AS, Inggris dan Perancis

Ledakan terdengar di Damaskus

Ketika Trump mengumumkan serangan, ledakan terdengar dari Damaskus, kantor berita Reuters melaporkan.

Emmanuel Macron menegaskan keterlibatan Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengkonfirmasi keterlibatan Prancis dalam serangan itu.

Theresa May: Serangan dimaksudkan untuk ‘menghalangi penggunaan senjata kimia’

Perdana Menteri Inggris Theresa May membenarkan keterlibatan Inggris dalam serangan, dengan mengatakan: “Kami lebih suka jalur alternatif. Tetapi pada kesempatan ini tidak ada.” Dia mengatakan serangan itu bukan tentang “perubahan rezim” atau “campur tangan dalam perang saudara,” tetapi “menghalangi penggunaan senjata kimia” oleh pemerintah Suriah.

Trump: ‘Saya memerintahkan serangan presisi’

“Saya memerintahkan angkatan bersenjata Amerika Serikat untuk meluncurkan serangan presisi pada target yang terkait dengan kemampuan senjata kimia milik diktator Suriah Bashar al-Assad,” kata Trump dari Gedung Putih pada Jumat malam. Tujuan dari serangan ini adalah untuk “menetapkan penghindaran yang kuat terhadap produksi, penyebaran dan penggunaan senjata kimia,” kata Presiden AS itu.

128.000 Warga Douma Terperangkap Pasukan Rezim Syiah Assad

Gedung Putih: Amerika Semakin Yakin Rezim Suriah Gunakan Senjata Kimia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS ” semakin yakin” rezim Suriah melakukan serangan kimia di pinggiran Damaskus akhir pekan lalu, Gedung Putih mengatakan Jumat (13/4/2018).

“Kami yakin Suriah harus bertanggung jawab dalam serangan senjata kimia ini, tetapi kami juga meminta pertanggungjawaban Rusia atas kegagalan mereka menghentikan serangan senjata kimia,” kata wanita juru bicara Sarah Huckabee Sanders kepada wartawan, Anadolu Agency melaporkan.

Ketegangan diplomatik meningkat menyusul serangan terhadap kota Suriah, Douma, di Ghouta Timur Sabtu malam lalu.

128.000 Warga Douma Terperangkap Pasukan Rezim Syiah Assad

The White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil, menyalahkan rezim Bashar al-Assad atas dugaan serangan kimia, yang dikatakan menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.

Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (the Organization for the Prohibition of Chemical Weapons-OPCW) telah mengirim tim pencari fakta ke Suriah yang diharapkan mulai bekerja Sabtu. Misi OPCW akan difokuskan untuk menentukan apakah serangan kimia memang benar terjadi, tetapi tidak akan menentukan pihak mana yang bersalah.

AS Peroleh Sampel Darah Serangan Senjata Kimia di Douma, Ini Hasilnya

Sanders bersikeras bahwa AS memiliki “keyakinan yang sangat tinggi bahwa Suriah bertanggung jawab.”

“Sekali lagi Rusia gagal untuk menghentikan mereka dan tetap tidak melakukan apapun menjadikan Rusia bagian dari masalah,” katanya.

Sanders menepis tuduhan Rusia bahwa Inggris melancarkan serangan Douma, dengan mengatakan: “Intelijen kami mengatakan sebaliknya.”