AS Peroleh Sampel Darah Serangan Senjata Kimia di Douma, Ini Hasilnya

13 April 2018
AS Peroleh Sampel Darah Serangan Senjata Kimia di Douma, Ini Hasilnya

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS telah memperoleh sampel darah dan urin dari dugaan serangan kimia di Suriah yang telah dites positif mengandung agen syaraf tak dikenal dan paparan gas klorin, menurut laporan yang diterbitkan Kamis (12/4/2018).

Dua pejabat anonim tersebut “percaya diri”, tetapi tidak seratus persen yakin mengenai laporan intelijen tersebut, NBC News melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Para pejabat AS mengatakan kepada media berita Amerika bahwa rezim Assad diketahui telah menggunakan campuran klorin dan agen syaraf sarin dalam serangan sebelumnya. Mereka juga mengatakan AS bersama dengan negara-negara lain telah mengumpulkan data intelijen, termasuk gambar, yang mengindikasikan rezim Assad melakukan serangan mematikan akhir pekan lalu.

Pengawas Senjata Kimia Dunia Terjunkan Tim Pencari Fakta ke Douma

Gedung Putih dan Dewan Keamanan Nasional tidak segera menanggapi permintaan Anadolu Agency untuk mengomentari laporan tersebut.

The White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil Suriah, menyalahkan rezim Assad atas serangan kimia Sabtu malam di kota Douma di Ghouta Timur, yang dikatakan menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.

AS saat ini mempertimbangkan delapan target potensial sebagai sasaran respon militer mereka, kata saluran berita CNBC yang melaporkan secara terpisah. Situs dilaporkan termasuk “dua lapangan udara Suriah, pusat penelitian dan fasilitas senjata kimia.”

Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan bahwa pada hari Kamis Presiden Donald Trump belum memutuskan apakah ia akan melanjutkan aksi militer di Suriah.

“Kami belum membuat keputusan untuk melancarkan serangan militer ke Suriah,” kata Mattis kepada anggota parlemen di komisi House Armed Services. “Presiden belum membuat keputusan mengenai hal itu.”

Begini Kata Menteri Pertahanan AS Terkait Aksi Militer di Suriah

Ketika ditanya apa yang paling mengkhawatirkan dia tentang kemungkinan aksi militer yang mungkin akan dilakukan AS, Mattis mengatakan: “Pada tingkat strategis, bagaimana kita menjaga aksi ini meningkat di luar kendali.”

Sebelumnya pada hari Kamis, Trump muncul untuk menegaskan kembali komentar sebelumnya di mana ia memperingatkan Rusia untuk bersiap-siap menghadapi rudal yang katanya “akan datang.”

“Jangan pernah bertanya kapan serangan ke Suriah akan terjadi. Bisa jadi segera atau bisa juga tidak secepat itu!” Trump mengatakan pada hari Kamis di Twitter.

Kemudian, dia mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan akan “segera dibuat.”