DSN MUI Godok Fatwa Industri Keuangan Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Dewan Syariah Nasinal Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tengah membahas empat fatwa di industri keuangan syariah. Fatwa-fatwa tersebut rencananya bakal dikeluarkan tahun ini.

Wakil Ketua Badan Pelaksana Harian DSN MUI, Jaih Mubarok, menyebutkan, empat pembahasan yang akan dijadikan fatwa tersebut antara lain mengenai pasar modal yakni Efek Beragunan Aset Syariah (EBAS) Kontrak Investasi Kolektif (KIK), serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dua lainnya masing-masing mengenai biaya administrasi dan biaya riil, serta tentang Margin During Construction (MDC).

“Agenda kami ke depan empat sampai lima fatwa lagi tahun ini akan kami keluarkan untuk mendukung industri,” kata Jaih kepada wartawan di Jakarta, pekan lalu lansir Republika.co.id.

Sebelumnya, DSN MUI telah mengeluarkan fatwa mengenai Efek Beragunan Aset Syariah (EBAS) dan fatwa EBAS Surat Partisipas (SP). Kemudian saat ini yang dibahas mengenai EBAS KIK. Ketiganya berkait dengan sekuritisasi pembiayaan perumahan.

Pembahasan mengenai EBAS KIK belum memperoleh titik temu karena pada saat pembahasan terakhir, regulator dan industri masih belum berhasil menjelaskan kepada DSN MUI mengenai underlying asset. “Karena yang disampaikan kepada kami kan future income itu kan masih menggantung masih ghoror (belum ada kejelasan),” ucap Jaih.

Dia mencontohkan, jalan tol boleh digunakan sebagai underlying. Namun kalau pendapatan jalan tol yang akan disewakan kepada pengguna di masa yang akan datang itu tidak boleh, tetapi untuk membayar kupon itu dibolehkan. Hal tersebut dinilai agak rumit dijelaskan dari sisi syariah.

Kemudian fatwa tentang KSEI dinilai sudah dalam tahap naskah kesiapan. Fatwa mengenai KSEI akan menjadi pelengkap fatwa DSN MUI No 80 tentang Bursa Efek Indonesia (BEI). “Karena KSEI memang memerlukan kegiatan yang secara syariah, hari ini sudah berjalan tetapi belum ditegaskan dalam fatwa,” imbuh Jaih.

Terkait fatwa tentang biaya administrasi dan biaya riil, DSN MUI belum mendapatkan rumus yang disepakati. Sementara, fatwa tentang MDC (margin during construction) dengan tujuan bagaimana lembaga keuangan syariah (LKS) bisa memperoleh pendapatan padahal barangnya belum jadi.

Hal itu diibaratkan membangun perkebunan, kebunnya belum menghasilkan. DSN MUI tengah mencari rumus untuk diterapkan di lembaga keuangan syariah.

“Kebetulan kita punya fatwa ijarah maushufah biz zimmah, kemudian dalam jual beli kami punya fatwa jual beli salam dan istishna mungkin itu bisa jadi kerangka,” ucapnya.

 

Ini Target Pendidikan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

SOLO (Jurnalislam.com) – Kebutuhan pendidikan agama merupakan elemen dasar kepribadian yang kuat terhadap anak didik sejak dini menjadi tantangan yang sangat nyata di tengah-tengah tantangan dan harapan Modernisasi ilmu Pengetahuan Teknologi Informasi dan Komputerisasi.

Pentingnya pendidikan agama tersebut yang menjadi tolak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah yang telah berusia 83 tahun menjadikan berilmu, beramal saleh dan berkemajuan sebagai pilar utama sekolah ini. Sekolah sangat berorientasi pada pencapaian keseimbangan dan pencerminan antara IMTAQ dan IPTEK secara integral diberikan kepada peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko menjelaskan, pendidikan agama sedari awal menjadi program unggulan dari sekolah ini. Siswa akan mendapat pelajaran menghafal al Qur’an, bahasa Arab, dan program-program lain sebagainya seperti Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat, Kantin Sehat, UKS Modern, Perpustakaan Modern, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan portal Rumah Belajar Pustekkom Kemendikbud. Kendati demikian, program di luar pendidikan agama tidak abai.

“Kalau pagi itu mereka Setiap hari kepala sekolah, guru, karyawan pukul 07.00 WIB Kultum, Senin Nasionalisme, Selasa Integritas, Rabu Gotong Royong, Kamis Mandiri, Jum’at Religius, untuk anak kelas 6 Shalat Dhuha, pukul 07.30-08.05 tahfiz al Qur’an dipandu buku monitoring, The Future Generation Of Islamic School, ujar Jatmiko menggambarkan aktivitas sekolah, Jumat (27/7/2018).

Dalam penerapannya, seorang pengajar menganalisis kebiasaan dan kegemaran, kesamaan minat, rasa merasa sehingga terbangun rasa aman, nyaman dan percaya diri bagi siswa yaitu mendahului dengan murajaah (mengulang) membaca al Qur’an bersama, tebak surat, sambung ayat, Talaqqi (pembelajaran secara tatap muka antara guru dan siswa), dan demontrasi serta tes yang terarah, terukur secara kondisional.

Sedangkan target hafalan kelas 1 semester satu 9 surat, semester dua 6 surat, kelas 2 semester satu 4 surat, semester dua 4 surat, kelas 3 semester satu 4 surat, semester dua 4 surat, kelas 4 semester satu 3 surat, semester dua 2 surat, kelas 5 semester satu 1 Surat, semester dua 1 Surat dan kelas 6 Muraja’ah juz 30. Daftar isi bukunya ada monitoring salat, hafalan, Iqra’ monitoring membaca Qur’an, dan Juz Amma.

Menurut Jatmiko, aktivitas sekolah berlangsung hingga pukul 14.00 WIB bagi kelas 1 dan 2. Sementara kelas III hingga VI pulang sehabis salat Ashar pukul 15.45. Kecuali Guru yang piket 16.15 WIB. Ia menambahkan sekolah mempunyai tujuh target pendidikan al Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab (ISMUBA).

Ketujuh target tersebut antara lain, Siswa memiliki kemampuan membaca, memahami, dan menghafal al Qur’an dengan baik, siswa punya keteguhan aqidah Islamiyah, Kemampuan memahami dan melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah, penguatan pembentukan akhlak mulia, pengembangan rasa cinta kepada nabi, sebagai teladan, pengembangan rasa cinta dan ghirah bermuhammadiyah, serta kemampuan berbahasa Arab.

“diharapkan peserta didik mampu menjadi manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlakul karimah, menjadi insan berpengetahuan, rajin ibadah, cerdas, prodktif, kreatif, inovatif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi menjaga keharmonisan secara pribadi maupun sosial dan mengembangkan budaya Islami dalam komunitas sekolah sesuai Qur’an dan Sunnah,”katanya.

Namun, dalam proses pengasuhan dan mendidik, ada beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya mereka (orang tua) sibuk, sehingga fokus dan perhatian terhadap anak masih kurang. Zaman ini disebut era digital, komunikasi bisa melalui twitter, facebook, instagram, whatsApp, handphone, televisi digital, radio digital dan lain sebagainya.

Padahal, sinergi dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua sangat urgent untuk mempraktikkan petik praktik baik ajaran sekolah. Solusinya pihak sekolah, wali kelas selalu proaktif mengirim pesan melalui group whatsApp, buku penghubung, buku monitoring, buku Ekstrakurikuler dan ada agenda pertemuan dengan para wali murid diawal tahun.

“Sepanjang yang saya tahu, sekolah selalu berusaha yang terbaik dengan memperhatikan peningkatan kualitas guru dengan pelatihan-pelatihan, seperti kurikulum 2013, guru Pai belajar Tahsin setiap hari Sabtu di Perguruan Muhammadiyah, guru sangat vital dan sentral peranannya,” ujarnya.

Komunitas Tionghoa dan Mualaf Center Semarang Gelar Baksos dan Tabligh Akbar

SEMARANG – (jurnalislam.com) – Sejumlah elemen umat Islam Semarang adakan kegiatan Bakti sosial dan Tabligh akbar di Musholla Nikmatu Taibin bantaran Sungai Sleko, Semarang, Jawatengah bekerja sama dengan MCI, Forum Me-Dan Semarang, YANMAS, Salimah, dan Amil Zakat Nurul Hayat.

Bakti Sosial diawali dengan Tabligh Akbar oleh Ko Rico dari (Komunitas Tionghoa Muslim), dan Agus Triyanto (Ketua Muallaf Center Semarang) bertema “Nikmat Islam dan kewaspadaan pemurtadan”.

Kegiatan Bakti Sosial dilaksanakan untuk menjalin persaudaraan umat dan mengenalkan lebih dalam tentang agama Islam demi membentengi aqidah dari beberapa misionaris Kristen yang pernah datang ke kampung sleko.

“Agama Islam itu agama yang sangat teratur, semua yang kita lakukan sudah ditetapkan tata caranya, dari cara berpakaian, cara kita berbicara, sampai meludah pun ada caranya.” Ungkap Koh Rico saat mengisi Materi Kajian

Kemudian dilanjut pembagian paket sembako oleh YANMAS dan Me-Dan Kabuaten Semarang dan Baitul Mal Salimah.

“Kami warga sleko mengucapkan banyak terimakasih kepada lembaga-lembaga yang telah ikut serta acara Tabligh akbar dan juga bakti sosial, terutama materi-materi yang di berikan oleh pak ustadz, semoga Allah membalas kebaikan bapak bapak semua, Amin”. ucap Ismi Tartopan ketua RT 3 Sleko

Reporter : Hasan shoghir

Angkatan Laut Israel Bajak Kapal Kemanusian untuk Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Angkatan laut Israel pada hari Ahad (29/7/2018) mencegat sebuah kapal kemanusian yang sedang bergerak menuju Jalur Gaza yang diblokade, menurut penyelenggara.

“#FreedomFlotilla yang membawa perlengkapan medis untuk #Gaza dibajak oleh pasukan Israel,” kata Koalisi Kebebasan Flotilla (the Freedom Flotilla Coalition) di Twitter.

Kapal ini melakukan “perjalanan yang aman untuk semua orang di dalamnya #AlAwda (The Return) dan pengiriman cepat bingkisan solidaritas kami untuk Gaza Palestina.”

Juru bicara militer zionis Avichay Adraee mengkonfirmasi penyitaan kapal oleh pasukan Israel.

“Beberapa waktu yang lalu, sebuah operasi angkatan laut menangkap sebuah kapal yang berlayar dari Eropa dengan tujuan melanggar blokade laut yang diberlakukan di Gaza,” katanya di Twitter.

Angkatan Laut Zionis Tembaki Kapal Nelayan Palestina

“Kapal itu telah dilacak dan ditangkap sesuai dengan hukum internasional,” tambahnya.

Sebelumnya pada hari Ahad, Adham Abu Silmiyya, juru bicara Otoritas Nasional untuk Memecahkan Pengepungan di Jalur Gaza, mengatakan kontak dengan kapal dua kapal yang menuju Gaza telah hilang.

“Angkatan laut Israel kemungkinan merebut kapal-kapal itu,” katanya kepada Anadolu Agency.

Sebuah pernyataan oleh Koalisi Kebebasan Flotilla, yang mengatur perjalanan itu, juga mengatakan pasukan Israel telah menghubungi kapal ketika berlayar sejauh 49 mil di dekat pantai Gaza.

Menurut pernyataan itu, tentara penjajah Israel memperingatkan para aktivis di kapal untuk tidak mendekati pantai Gaza, mengancam untuk menggunakan kekuatan tempur, jika diperlukan, guna menghentikan kapal.

Erdogan: 10.000 Ton Lebih Pasokan dari Turki akan Tiba di Gaza Sebelum Idul Fitri

Armada Gaza telah berlayar dari Norwegia pada 15 Mei di bawah slogan “Hak untuk Masa Depan yang Adil bagi Palestina (Right to a Just Future for Palestine)” sebagai bagian dari kampanye untuk mematahkan pengepungan Israel 11 tahun di Jalur Gaza.

Sekitar 36 aktivis dari 15 negara berada di dua kapal, yang direncanakan akan mencapai pantai Gaza hari Ahad nanti.

Pada akhir 2016, hampir dua juta warga Gaza bergantung pada bantuan internasional untuk dapat bertahan hidup sementara hampir separuh dari keluarga di Gaza tidak memiliki akses untuk mengamankan pasokan makanan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Setiap tahun selama delapan tahun hingga sekarang, Koalisi Kebebasan Flotilla telah meluncurkan kampanye baru untuk menantang pengepungan Israel di kantong pantai Palestina.

Pada tanggal 31 Mei 2010, pasukan komando Israel membunuh sembilan aktivis Turki di konvoi kapal Mavi Marmara di perairan internasional. Konvoi, yang merupakan bagian dari Koalisi Kebebasan Flotilla, menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan. Seorang aktivis lain juga kemudian menyerah pada luka-lukanya.

Militer Zionis: Pasukan Katak Hamas Hanya Butuh 1 Menit untuk Tembus Jantung Israel

Setelah Dibebaskan, Erdogan Langsung Telepon Ahed Tamimi, Begini Percakapannya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan berbicara melalui telepon dengan ikon perlawanan remaja Palestina Ahed al-Tamimi pada hari Ahad (29/7/2018) dan mengucapkan selamat atas pembebasannya dari penjara penjajah Israel, menurut sumber kepresidenan.

Sebelumnya, al-Tamimi dan ibunya dibebaskan oleh otoritas Israel setelah ditahan selama delapan bulan.

Erdogan memuji keberanian dan tekadnya untuk bertarung, sumber itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara kepada media, mengatakan.

Ibu gadis pemberani itu, Nariman al-Tamimi juga bersamanya di telepon ketika presiden berbicara, kata sumber itu menambahkan.

Erdogan meyakinkan keluarga mereka bahwa dukungan Turki bagi perjuangan Palestina akan terus berlanjut.

Ahed Tamimi, Ikon Perlawanan Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel

Berbicara kepada Anadolu Agency, al-Tamimi mengatakan dia berterima kasih kepada Presiden Erdogan. “Telepon dari Presiden merupakan dukungan besar bagi kami. Saya berterima kasih kepada Presiden Erdogan dan bangsa Turki, yang selalu berdiri bersama rakyat Palestina.

“Saya berterima kasih kepada semua orang yang mendukung tujuan kami untuk mengalahkan pendudukan.”

Dia juga mengatakan bahwa ada kemungkinan dia ditangkap kembali oleh pasukan Israel.

“Semua orang, yang memilih jalan perlawanan, akan ditangkap. Saya tahu itu,” katanya.

Al-Tamimi menjadi ikon internasional untuk perlawanan Palestina setelah dia terekam menampar seorang tentara Israel saat penggerebekan di rumahnya untuk menangkap saudaranya.

Pasukan zionis Yahudi tersebut menangkap gadis Palestina itu pada Desember 2017 setelah sebuah video viral menunjukkan dia menampar seorang tentara Israel; kemudian pada bulan Maret pengadilan Israel menjatuhkan hukuman sepanjang delapan bulan atas “serangan” nya pada seorang tentara Israel.

Inilah Mussab Tamimi Saudara dari Ahed Tamimi, Remaja Palestina yang Pertama Gugur di 2018

Setelah pembebasannya, al-Tamimi berterima kasih kepada semua pendukungnya yang berdiri di sampingnya dan keluarganya selama penahanannya.

“Para tahanan Palestina sangat bersemangat dan saya membawa pesan dari mereka yang akan saya ungkapkan malam ini,” kata al-Tamimi.

Pada tahun 2012, Kotamadya Basaksehir di Istanbul telah memberikan al-Tamimi Penghargaan Keberanian Hanzala yang prestisius karena menentang tentara penjajah Israel setelah dia difoto menunjukkan kepalan tangannya yang kecil kepada pasukan pendudukan.

Dunia Ucapkan Selamat Kepada Pakistan atas Terpilihnya Imran Khan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Sejumlah negara telah mengucapkan selamat kepada Pakistan setelah selesai menyelenggarakan pemilihan umum, mengatakan mereka berharap dapat bekerja dengan pemerintah baru, lansir World Bulletin, Ahad (29/7/2018)

Partai politik mantan bintang kriket Imran Khan – Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) – telah memenangkan lebih dari 110 kursi dalam pemilihan umum hari Rabu; dia diharapkan untuk membentuk pemerintahan dan menjadi perdana menteri negara berikutnya untuk masa lima tahun.

Pada hari Sabtu, duta besar Afghanistan untuk Pakistan Dr. Omar Zakhilwal memberi selamat kepada Khan karena mengamankan sebagian besar kursi di parlemen Pakistan. Dalam sebuah pernyataan, Zahilwal menyerukan peran konstruktif Khan dalam membangun perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, dan mendesaknya untuk mendukung ratusan ribu pengungsi Afghanistan di Pakistan.

Imran Khan Mantan Atlit Kriket, Calon PM ke-19 Pakistan

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengucapkan selamat kepada rakyat Pakistan atas pemilihan umum hari Rabu. “Dengan menjalankan hak konstitusional untuk memilih, rakyat Pakistan telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk Pakistan yang demokratis,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

Guterres juga memuji Komisi Pemilihan Pakistan, dan mengatakan PBB mengharapkan keberhasilan pemerintah baru dalam “menyediakan masa depan yang stabil, demokratis, dan sejahtera bagi rakyat Pakistan.”

Juru bicara untuk Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, “Amerika Serikat memuji keberanian rakyat Pakistan, termasuk banyak wanita, yang ternyata memilih dan menunjukkan tekad untuk menentukan masa depan negara mereka.”

Dia juga menyebutkan AS akan mencari peluang untuk bekerja dengan Pakistan guna memajukan “keamanan, stabilitas, dan kemakmuran” di wilayah tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt mengatakan: “Ini adalah momen penting untuk demokrasi di Pakistan, menandai transfer kekuasaan kedua yang belum pernah terjadi sebelumnya dari satu pemerintahan sipil jangka penuh ke pemerintahan yang lain.”

Korban Tewas Serangan Bom Kampanye di Pakistan Meningkat Hingga 149 Orang

Hunt memuji Komisi Pemilihan Pakistan atas karyanya untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan inklusivitas dalam pemilihan serta menambahkan: “Seperti misi pemantauan pemilu, kami juga prihatin tentang laporan adanya tekanan pada media dan sejumlah pihak yang memiliki tautan kepada kelompok-kelompok terlarang yang memberitakan kekerasan dan intoleransi. Visi Jinnah tentang Pakistan yang toleran dan pluralis tetap penting bagi masyarakat yang stabil dan kohesif.”

Jerman mengatakan pihaknya tetap siap untuk hubungan dekat dan berbasis kepercayaan dengan pemerintah baru Pakistan.

Dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan: “Pakistan dan pemerintah barunya menghadapi tantangan besar.

“Jerman siap untuk hubungan dekat dan berbasis kepercayaan dengan pemerintah baru Pakistan dan mendukungnya dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.”

Bahas Undang-undang Baru, Puluhan Ribu Pejuang Muslim Filipina Berkumpul

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Puluhan ribu pendukung kelompok pejuang Muslim terbesar Filipina, Front Pembebasan Islam Moro (Moro Islamic Liberation Front-MILF) berkumpul pada hari Ahad (29/7/2018) untuk membahas sebuah hukum bersejarah yang memberikan mereka otonomi, dengan satu harapan bahwa hukum itu akan membuat “impian perdamaian” mereka menjadi kenyataan.

Presiden Rodrigo Duterte pekan lalu menandatangani undang-undang yang menandakan langkah penting untuk mengakhiri pejuangan Muslim di bagian selatan Filipina yang sebagian besar beragama Katolik yang telah menewaskan sekitar 150.000 jiwa sejak tahun 1970-an.

Ketua Pembebasan Islam Moro Sambut Baik Ratifikasi Undang-undang Bangsamoro

Anggota Front Pembebasan Islam Moro, pendukung serta penduduk lokal dari berbagai wilayah pulau Mindanao di selatan, termasuk wanita berjilbab dan pejuang membawa senjata, beramai-ramai ke kamp pejuang utama di sana untuk konsultasi.

Para pemimpin mereka mencari dukungan untuk undang-undang sebelum referendum, yang menciptakan wilayah otonom yang diperluas dan bertujuan untuk mengakhiri salah satu konflik terpanjang dan paling mematikan di Asia.

“Ini adalah impian kami. Jika kami mengakhiri ini [pertempuran], semoga kami bisa hidup damai,” kata Nasser Samama, seorang pejuang pejuang veteran berusia 61 tahun, kepada kantor berita AFP di Camp Darapanan, lansir Aljazeera.

“Kebanyakan orang menginginkan perdamaian dan kami juga berada di pasukan [Front]. Apa yang [Front] capai bukan hanya untuk kelompok kami, tetapi untuk seluruh Mindanao.”

Pejuang Muslim telah lama berjuang untuk kemerdekaan atau otonomi di Mindanao, yang mereka anggap sebagai tanah leluhur mereka.

Filipina akan Segera Bentuk Pemerintahan Islam di Mindanao

Undang-undang ini bertujuan untuk menegakkan perjanjian damai 2014 yang rapuh dan rentan di mana Front berjanji untuk menghentikan upayanya memperjuangkan kemerdekaan dan meletakkan senjata dari 30.000 pasukannya sebagai imbalan untuk pemerintahan sendiri (otonom).

Berdasarkan undang-undang, sebuah entitas politik baru yang dikenal sebagai Daerah Otonomi Bangsamoro akan menggantikan daerah otonom saat ini yang dibuat setelah kesepakatan tahun 1996 dengan kelompok pejuang lain, Front Pembebasan Nasional Moro.

Daerah Otonomi Bangsamoro direncanakan akan memiliki kekuatan lebih dan mencakup area yang lebih besar.

Para pemimpin pejuang menyetujui tindakan itu tetapi mengatakan bahwa masyarakatnya perlu mendukung undang-undang itu agar bisa lolos dari plebisit.

Pada hari Ahad, banyak anggota kelompok, yang telah mengalami konflik selama puluhan tahun, mengatakan mereka mendukung hukum baru itu.

“Ini adalah awal dari perdamaian di Mindanao. Ini adalah awal dari perjanjian damai antara Muslim dan Kristen,” kata ibu rumah tangga Babaidi Budain.

Beberapa orang menyatakan kekhawatiran mereka bahwa undang-undang baru tersebut tidak akan membawa pembangunan ke daerah yang kaya sumber daya, tetapi dilanda kemiskinan itu.

“Semua orang di Mindanao harus memanfaatkan peluang yang ditawarkan daerah itu. Jika tidak, akan sama saja, Bangsamoro tidak akan berhasil,” kata pekerja masyarakat Nasser Sulaiman.

Ahed Tamimi, Ikon Perlawanan Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Aktivis remaja Palestina Ahed Tamimi telah dibebaskan dari penjara Israel setelah menyelesaikan hukuman delapan bulan dalam kasus yang memicu kecaman internasional.

Tamimi menangis ketika orang-orang dengan emosional menyambutnya di desa Nabi Saleh pada hari Ahad (29/7/2018).

Dia dibebaskan bersama ibunya, Nariman, yang juga menjalani hukuman delapan bulan.

Di depan kerumunan, Tamimi berterima kasih kepada para aktivis dan media atas dukungan mereka selama masa tahanannya.

“Ini adalah saat yang sangat membahagiakan bagi saya,” ayah Tamimi, Bassem, mengatakan kepada Al Jazeera sebelum putrinya dibebaskan. “Kami sangat merindukan mereka. Tapi saya juga khawatir karena pendudukan [Israel] terus berlanjut dan masih ada dalam hidup kami.”

Namun kebahagiaan Bassem dibayangi oleh hati yang berat, karena putranya yang berusia 21 tahun, Waed, masih tetap berada dalam tahanan Israel sejak ditangkap dalam penggerebekan malam di rumahnya pada bulan Mei.

Konferensi pers dijadwalkan di desa pada jam 4 sore (13: 00GMT) hari Ahad.

Dua Seniman Itali Lukis Ahed Tamimi sebagai Ikon Perlawanan Palestina

Tamimi dan ibunya ditangkap oleh pasukan penjajah Israel pada bulan Desember 2017 setelah viralnya sebuah video yang menunjukkan wanita muda, yang saat itu berusia 16 tahun, memukul dan menampar dua tentara bersenjata Israel di luar rumahnya di Nabi Saleh.

Pada saat itu, gadis remaja tersebut bereaksi terhadap berita bahwa sepupunya yang berusia 15 tahun, Mohammed, ditembak di muka oleh pasukan Israel dengan peluru baja berlapis karet sebelumnya pada hari itu, menyebabkannya berada dalam kondisi kritis.

Penangkapan Ahed Tamimi membangkitkan kecaman internasional dan sekali lagi menyorot perlakuan Israel terhadap warga Palestina, terutama pada pemudanya.

Tamimi didakwa atas 12 dakwaan di pengadilan militer Israel Ofer di Ramallah dua pekan setelah penangkapannya. Pada bulan Maret, Tamimi dan ibunya menerima perjanjian pembelaan yang akan mengharuskan mereka menjalani hukuman delapan bulan di penjara, sebagai imbalan untuk mengaku bersalah atas beberapa tuduhan.

Pasukan penjajah zionis memulai serangan terhadap Nabi Saleh setelah video itu menjadi viral, menangkapi warga dan menembaki saudara Ahed yang berumur 21 tahun, Izz al-Din Tamimi dalam serangan di desa itu bulan lalu.

Diadili dalam Pengadilan Militer Zionis, Pejabat PBB Desak Israel Bebaskan Ahed Tamimi

Sepupu Tamimi, Mohammed, yang belum sembuh dari luka-lukanya, juga telah ditahan oleh pasukan Israel dua kali sejak pasukan Israel menembak remaja itu di wajahnya.

Menurut bibi Tamimi, Manal, yang juga seorang aktivis terkemuka di desa itu, 15 warga Nabi Saleh masih berada dalam tahanan Israel, empat di antaranya adalah anak di bawah umur.

Sementara itu, Bassem mengatakan dia khawatir tentang keselamatan putrinya setelah pembebasannya, mengatakan bahwa dia telah diancam oleh politisi sayap kanan Israel dan para pemukim illegal Yahudi.

Awal tahun ini, penduduk Nabi Saleh terkejut dengan grafiti Ibrani yang tersebar di sekitar desa, beberapa di antaranya bertuliskan “Kematian bagi Ahed Tamimi” dan “Tidak ada tempat di dunia ini bagi Ahed Tamimi.” Penduduk percaya itu adalah tindakan pemukim illegal Israel dari pemukiman Halamish, yang dibangun di atas tanah Palestina, Nabi Saleh.

Dalam insiden lain, para pemukim dari Halamish berdemonstrasi di jalan yang membelah desa dengan pemukiman, membawa peti mati sambil meneriakkan “Kematian bagi Ahed Tamimi.”

Manal, yang dua putranya Mohammad, 19, dan Osama, 23, masih ditahan di tahanan Israel sejak penangkapan mereka Januari lalu, mengatakan dia juga khawatir tentang bagaimana Tamimi akan mengatasi pengalamannya di penjara Israel.

“Kami khawatir tentang pengalaman yang dia alami,” kata Manal. “Pada akhirnya, Ahed adalah seorang anak dan apa yang dia lalui sangat sulit. Saya pikir dia akan membutuhkan waktu untuk menjadi anak kecil lagi.”

Manal mengatakan, pemenjaraan Ahed telah “membuat nama Nabi Saleh dan nama Tamimi menjadi viral.”

Namun, ia berharap dengan pembebasan Tamimi dunia internasional beralih dari membicarakan Nabi Saleh menjadi membahas pengalaman orang Palestina di penjara Israel.

“Sekarang seluruh dunia tahu tentang apa yang terjadi di sini [di Nabi Saleh],” katanya kepada Al Jazeera. “Tapi yang penting sekarang adalah Ahed memberi tahu seluruh dunia tentang pengalaman dan perlakuan para wanita dan anak-anak [Palestina] di penjara Israel.”

Menurut Dawoud Yusef, koordinator advokasi untuk kelompok hak asasi tahanan Palestina, Addameer, wanita Palestina mengalami penganiayaan berat di penjara Israel, mencatat bahwa penjaga Israel “umumnya melakukan pelecehan seksual terhadap tahanan wanita, baik secara verbal maupun fisik.”

Heboh, Ahed Tamimi Dilecehkan Secara Seksual saat Diinterogasi

Wanita Palestina juga menghadapi bentuk-bentuk pengabaian ekstrim di penjara, contohnya, otoritas penjara Israel menolak untuk memberikan “produk sanitasi yang diperlukan” tahanan wanita Palestina, kata Yusef.

Dalam kasus anak-anak perempuan yang ditahan di penjara Israel, “hal-hal yang menonjol adalah efek mental dari pelanggaran seperti itu, dikombinasikan dengan rasa malu atas seluruh cobaan,” tambah Yusef.

Menurut Addameer, dari 5.900 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel pada 1 Juni, 60 adalah perempuan dan 291 anak di bawah umur – 49 di antaranya berusia di bawah 16 tahun.

Tak Mau Jadi Cawapres, Ustadz Abdul Somad Dukung Habib Salim Dampingi Prabowo

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ustadz Abdul Somad menyambut positif hasil ijtima ulama yang merekomendasikan ia dan Habib Salim Segaf Al-Jufri menjadi cawapres Prabowo. Namun, dengan alasan ingin fokus berdakwah, dirinya menolak untuk menjadi cawapres.

“Selamat! Ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan. Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim,” kata Ustadz Abdul Somad dalam akun facebook miliknya, Ahad (29/7/2018).

“Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo,” sambungnya.

Ustadz Somad lantas menceritakan bahwa setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian sahabat ingin membaiat Abdullah, anak Sayyidina Umar sebagai pengganti. Di akhir, ia menekankan ingin lebih fokus pada dakwah dan pendidikan.

“Beliau (Abdullah-red) menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu. Fokus di pendidikan dan dakwah,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional sepakat untuk merekomendasikan: Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto – Al Habib Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri dan Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto – Ust. Abdul Somad Batubara, Lc., MA sebagai calon presiden dan calon wakil presiden untuk didaftarkan ke KPU oleh Partai Koalisi Keumatan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Berdayakan Penduduk Suriah, Syam Organizer Luncurkan Program Sham Productive Assistance

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Lembaga kemanusiaan Syam Organizer (SO) merancang suatu program pemberdayaan penduduk Suriah bernama Sham Productive Assistance. Ditemui dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SO di Yogyakarta, Sabtu (28/7) malam, Ketua SO Firmansyah mengatakan, program baru bernama Sham Productive Assistance itu diluncurkan dengan berbagai tujuan.

“Ini merupakan program berkesinambungan yang dapat mendukung seluruh biaya operasional program SO dan dapat menyedot tenaga kerja bagi rakyat di Suriah,” kata Firmansyah kepada Islamic News Agency (INA), kantor berita yang diiniasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU).

Sham Productive Assistance

Firman menjelaskan, keuntungan yang didapat dari program tersebut akan menunjang biaya operasional program kemanusiaan lainnya yang telah berjalan di Suriah. Sehingga, bantuan dari rakyat Indonesia tidak terbagi untuk biaya operasional.

“Kami ingin tujuh program yang sudah berjalan saat ini berkembang ke seluruh daerah di Bumi Syam. Makanya kami memunculkan Sham Productive Assistance,” jelasnya.

Baca juga: Gandeng Syam Organizer, Komunitas Muslimah Bima Peduli Hadirkan Peggy Galang Dana untuk Palestina

Dari program itu, SO dapat memberdayakan penduduk Suriah untuk membangun pabrik batako, mengolah pertanian, peternakan dan konveksi. Produksi dan keuntungannya pun menurut Firman cukup tinggi.

“Keempat proyek itu juga dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyat Suriah. Sehingga Izzah (kehormatan) rakyat Syam tetap terjaga,” ujarnya.

Reporter: Tommy | INA