Selasa, 20 Syawal 1447 / 07 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Israel Caplok 2.500 Hektar Tanah Palestina pada 2017

01 Jan 2018 08:59:14
Israel Caplok 2.500 Hektar Tanah Palestina pada 2017

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Penjajah Israel telah mencaplok sekitar 2.500 hektar tanah Palestina, menghancurkan 500 bangunan dan membangun delapan unit pemukiman Yahudi baru pada tahun 2017, menurut Pusat Penelitian Tanah Palestina (Land Research Center-LRC), lansir Anadolu Agency, Ahad (31/12/2017).

Menurut laporan pusat tersebut, Israel mengambil tanah Palestina dengan “tujuan militer” dan “tujuan untuk membangun unit pemukiman Yahudi” di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Laporan tersebut juga mencatat 900 insiden kekerasan dan serangan pasukan penjajah Israel di Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur.

Menurut lembaga hukum Israel dan Palestina, kegiatan pemukiman illegal Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur meningkat tiga kali lipat pada tahun 2017 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Gerakan Peace Now juga mengumumkan bahwa pemerintah Israel menyetujui pembangunan 1.982 rumah pada tahun 2015, 2.629 rumah pada tahun 2016 dan angka ini meningkat menjadi 6.500 pada tahun 2017.

Pemukiman Ilegal Yahudi Israel Usir Warga Muslim Yerusalem Secara Sistematis

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan zionis, Yoav Galant, pada tanggal 24 Desember mengumumkan rencana untuk membangun 300.000 rumah baru di Yerusalem Timur atas nama “perumahan di tanah Yerusalem bersatu, ibukota Israel.”

Kegiatan pembangunan permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dianggap sebagai salah satu hambatan paling penting bagi perundingan damai Israel-Palestina yang dihentikan pada bulan April 2014.

Pemerintah Israel di bawah pimpinan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu baru-baru ini mempercepat pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Israel telah mendirikan 131 permukiman illegal di Tepi Barat, 10 di Yerusalem Timur dan 116 di wilayah Bukit Tepi Barat sejak tahun 1967.

Israel ingin membawa jumlah pemukim di Tepi Barat menjadi satu juta dalam waktu singkat, sementara setengah juta penduduk saat ini tinggal di permukiman Yahudi bercampur warga Palestina dan 220.000 menetap di pemukiman illegal lainnya di Yerusalem Timur.

Kategori : Internasional

Tags : palestina tepi barat yerusalem

Tolak Tawaran Perdamaian dari Trump, Palestina Tarik Utusannya di AS

01 Jan 2018 08:42:36
Tolak Tawaran Perdamaian dari Trump, Palestina Tarik Utusannya di AS

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pemimpin Palestina telah mengatakan bahwa mereka memanggil pulang utusan mereka untuk Amerika Serikat menyusul pengakuan Washington yang kontroversial mengenai Yerusalem sebagai ibukota Israel beberapa hari lalu.

Pejabat Palestina sebelumnya mengatakan bahwa mereka “tidak akan lagi menerima” rencana perdamaian yang diajukan oleh AS setelah pernyataan sepihak Donald Trump pada 6 Desember.

Langkah nyeleneh Trump memicu demonstrasi kemarahan di wilayah Palestina yang diduduki dan demonstrasi besar mendukung warga Palestina di seluruh dunia Muslim.

Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali

Mayoritas negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menentang ancaman AS yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menyatakan pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel “batal di mata hukum.”

Pada hari Ahad (1/12/2017), kantor berita resmi Palestina WAFA mengatakan bahwa Husam Zomlot, utusan Organisasi Pembebasan Palestina untuk Washington, DC, akan kembali ke Palestina untuk “konsultasi”, lansir Aljazeera.

Riyad al-Malki, menteri luar negeri Palestina, mengatakan bahwa diskusi akan berlangsung “untuk menetapkan keputusan yang dibutuhkan oleh pimpinan Palestina dalam periode yang akan datang mengenai hubungan kita dengan AS.”

Dia menambahkan bahwa utusan tersebut diharapkan bisa kembali ke “pekerjaan normalnya” setelah berdiskusi.

Yerusalem, tempat ibadah suci, memiliki arti penting bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi.

Yerusalem Barat dicaplok oleh penjajah Israel selama perang Arab-Israel 1948, ketika lebih dari 750.000 warga Palestina diusir dari kota bersejarah Palestina. Peristiwa ketika Israel didirikan secara resmi disebut warga Palestina sebagai Nakba (malapetaka).

Israel kemudian menduduki dan mencaplok bagian timur kota setelah kemenangan militernya dalam perang 1967, namun penguasaannya atas Yerusalem Timur tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Setelah 128 Negara Tolak Veto AS, Erdogan, Jerman, Palestina Bahas Yerusalem Lebih Lanjut

Para pemimpin Palestina ingin mendudukkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan, sementara penjajah Israel mengatakan bahwa kota tersebut tidak dapat dibagi.

Juga pada hari Ahad, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut Yerusalem sebagai “ibukota abadi rakyat Palestina,” dalam sebuah acara peringatan ulang tahun ke-53 gerakan Fatah.

“Kami tidak akan menerima status quo. Kami tidak akan menerima sistem apartheid. Kami tidak akan menerima penjajahan, dan Anda [Israel] harus memikirkan kembali kebijakan dan tindakan agresif Anda terhadap rakyat kami, tanah kami dan tempat-tempat suci kami sebelum terlambat,” kata Abbas.

Kategori : Internasional

Tags : Gaza palestina tepi barat yerusalem

Mujahidin Kashmir Serang Kamp Militer India, 4 Tentara Tewas

01 Jan 2018 08:28:00
Mujahidin Kashmir Serang Kamp Militer India, 4 Tentara Tewas

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Empat tentara India dan tiga pejuang tewas dalam bentrokan saat sekelompok pejuang Kashmir menyerang sebuah kamp paramiliter di wilayah selatan Kashmir yang dikendalikan India, kata beberapa pejabat.

Satu personel paramiliter lainnya meninggal setelah menderita serangan jantung saat pertempuran tersebut pada hari Ahad (31/12/2017), jadi jumlah total sementara pasukan India yang tewas 5 orang.

Rajesh Yadav, jurubicara Polisi Cadangan Pusat (Central Reserve Police Force-CRPF), mengatakan kepada Al Jazeera bahwa para pejuang menembaki sekelompok tentara India di desa Lethpora pada hari Ahad pagi sekitar pukul 02:00 sebelum memasuki gedung tersebut.

Mujahidin Kashmir Serbu Basis Militer India, Sedikitnya 8 Pasukan Tewas

“Ini adalah serangan [pemberontak]. Milisinya berjumlah empat orang, dua terbunuh di sepanjang pagar dan dua berhasil masuk kampus,” katanya. “Pencarian oarng keempat sedang berlangsung.”

Kamp seluas 160 hektar di distrik Pulwama yang bergejolak berfungsi sebagai pusat pelatihan dan basis CRPF, kata Yadav.

Shabaz Ahmad, seorang warga Lethpora berusia 28 tahun, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia terbangun oleh deru tembakan.

“Kami tidak mengerti apa yang terjadi hingga pagi, ketika kami mendengar bahwa tembak-tembakan sedang berlangsung di kamp yang berjarak agak jauh dari daerah kami,” katanya. “Ledakan dan letusan yang mengguncang bumi bergema sampai sore hari. Suara penembakan masih berlanjut, kamp berjarak sekitar dua kilometer dari kawasan pemukiman.”

Shesh Paul Vaid, direktur jenderal polisi Kashmir, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemberontak bersenjata menyerbu kompleks tersebut dengan memanjat dinding yang sedang dibangun.

“Senjata telah direbut kembali dari para pejuang. Info awal menunjukkan bahwa mereka semua bukan orang sini,” katanya, menambahkan mereka kemungkinana anggota Jaish-e-Mohammad yang berbasis di Pakistan.

Ratusan polisi, tentara dan tentara paramiliter bergegas ke kamp pelatihan yang luas tersebut.

Setahun Gugurnya Burhan Wani, India Kirimkan Ribuan Pasukan Tambahan ke Kashmir

Layanan internet juga ditangguhkan di distrik Pulwama, yang telah mengalami beberapa serangan berat sejak pembunuhan Burhan Wani, seorang komandan pejuang muda Khasmir, pada Juli tahun lalu.

Kematian Wani memicu kerusuhan sipil di Kashmir yang menyebabkan lebih dari 100 warga sipil terbunuh di wilayah tersebut oleh militer India.

Kategori : Internasional

Tags : india Mujahidin Kashmir Muslim Kashmir pakistan

Sampaikan Aspirasi, Warga Jabar Gelar Aksi Longmarch Tolak LGBT

31 Des 2017 10:31:05
Sampaikan Aspirasi, Warga Jabar Gelar Aksi Longmarch Tolak LGBT

BANDUNG (Jurnalislam.com)—Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak permohonan uji materi pasal kumpul kebo dan tindakan asusila sejenis. Keputusan MK disinyalir membuat angin segar bagi kaum LGBT.

Melihat hal tersebut, Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar bersama elemen masyarakat Jabar menggelar aksi jalan kaki (longmarch) tolak LGBT dari Masjid Pusdai Jabar ke Gedung Sate hingga penyampaian aspirasi di Gedung DPRD Jabar, Jumat (29/12/2017).

Dalam aksinya, massa meminta kepada segenap elemen masyarakat dan komponen bangsa untuk terus mensosialisasikan paham dan perilaku LGBT sangat berbahaya.

“Dan mendesak Presiden dan DPR RI membuat peraturan atau undang-undang pelarangan LGBT serta mendesak Pemerintah bertindak tegas terhadap perilaku LGBT dan gerakannya,” kata Koordinator API Jabar, Asep Syaripudin.

Negara dan semua elemen masyrarakat, kata Asep, harus mewaspadai dan menolak paham dan perilaku LGBT di Negara kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, diduga kuat adalah salah satu perang asimetris yang ampuh dan sengaja dimasukan untuk merusak ketahanan dan akhlak suatu bangsa.

“Beberapa dampak negatif dan penyimpangan dari LGBT itu sendiri adalah memberi ruang terhadap LGBT sama halnya merusak generasi, tidak mencerminkan Hak Asasi Manusia (HAM) dan cenderung sebagai nafsu menyimpang,” katanya.

Turut hadir pula beberpa perwakilan ormas seperti : Keluarga Besar XTC hijrah, Gerakan Referensi Islam (GARIS). Dalam orasinya Ustadz Asep menyatakan menolak dengan tegas diskotik-diskotik LGBT dan menyerukan siap datang ke bar untuk membubarkan perzinaan.

Kontributor : Kiki Firmansyah

 

Kategori : Nasional

Tags : HAM lgbt mk tolak lgbt

Korban Tewas Akibat Serangan Bom di Pusat Budaya Syiah Kini Mencapai 50 Orang

31 Des 2017 09:26:24
Korban Tewas Akibat Serangan Bom di Pusat Budaya Syiah Kini Mencapai 50 Orang

KABUL (Jurnalislam.com) – Korban tewas akibat serangan bom martir pada hari Kamis (28/12/2017) di ibukota Afghanistan, Kabul, kini telah mencapai 50 orang, kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri pada hari Sabtu (30/12/2017), lansir Andolu Agency.

Serangan yang diklaim oleh kelompok Islamic State (IS) Daesh di sebuah pusat kebudayaan juga telah menyebabkan lebih dari 80 orang terluka.

Sebagian besar korban adalah warga sipil, anak laki-laki dan perempuan muda yang berkumpul untuk sebuah pertemuan sosial di Pusat Kebudayaan Tebyan.

Serangan Martir Taliban di Kabul Bunuh 6 Pasukan AS

Dua hari setelah serangan tersebut, Rumah Sakit Umum Isteqlal – di mana sebagian besar korban sedang di bawah perawatan tetap menjadi tempat yang paling tragis dengan begitu banyaknya korban, pria, wanita dan anak-anak yang cemas mencari keluarga dan orang yang mereka cintai.

Mohibullah Zeer, pejabat Kementerian Kesehatan Masyarakat (Kemenhub), mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa banyak orang yang mencari anggota keluarga.

Sementara itu, anggota parlemen di majelis parlemen pada hari Sabtu mengecam pemerintah karena gagal untuk mengatasi ancaman serangan tersebut.

IS Serang Stasiun TV di Kabul

Sidiqa Mubarez, seorang anggota parlemen, mengatakan pada kesempatan tersebut bahwa pemerintah tidak memiliki alasan untuk menghindar. “Semua menteri (Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan) telah diberi kepercayaan, dan sekarang alasan apapun dari mereka sudah tidak lagi dipercaya”.

Ghulam Hussain Nasiri, anggota parlemen lainnya, memperingatkan konsekuensi berat jika serangan semacam itu terus berlanjut. “Jika orang terpaksa mengambil tindakan untuk keamanan mereka sendiri, itu karena tidak ada perlindungan dari pemerintah”

Menurut penyiar Tolo News, pusat kebudayaan – Tebyan – memiliki hubungan dengan Iran.

Badan Suara Afghanistan yang didirikan di Masyhad, Iran, dua dekade yang lalu, telah mengoperasikan kantornya di Kabul sejak jatuhnya Taliban oleh serangan militer Multinasional pimpinan AS pada akhir 2001.

Kategori : Internasional

Tags : afghanistan kabul serangan bom

Demonstrasi di Iran Semakin Meningkat 3 Orang Tewas Ditembak Garda Revolusi

31 Des 2017 09:05:01
Demonstrasi di Iran Semakin Meningkat 3 Orang Tewas Ditembak Garda Revolusi

IRAN (Jurnalislam.com) – Polisi anti huru hara Iran membubarkan pemrotes yang meneriakkan slogan anti-pemerintah di kota barat Kermanshah sejak 2 hari lalu, saat demonstrasi menentang korupsi dan kenaikan harga menyebar ke ibukota Teheran, Aljazeera melaporkan Sabtu (30/12/2017).

Sedangkan di provinsi Loerstan pasukan Garda Revolusi Iran menembak mati 3 orang demonstrasn pada Sabtu malam di Doroud, Iran tengah, lansir Al arabiya.

Pecahnya kerusuhan regional mencerminkan ketidakpuasan yang meningkat terhadap pemerintah, serta kekhawatiran akan keterlibatan Iran dalam konflik regional seperti Suriah dan Irak yang menelan biaya tinggi.

Sekitar ribuan demonstran berkumpul setelah protes yang disebut Fars sebagai “seruan anti-revolusi” dan meneriakkan “tahanan politik harus dibebaskan” dan “kebebasan atau kematian,” sambil menghancurkan beberapa properti publik. Fars tidak menyebut nama kelompok pemrotes.

Seorang pejabat mengatakan beberapa pemrotes ditangkap di Teheran, dan video yang disebar di media sosial menunjukkan demonstrasi di sejumlah kota terdepan di negara tersebut, yang jika diverifikasi akan menjadi gelombang protes terbesar di Iran sejak 2009.

Mohsen Nasj Hamadani, wakil kepala keamanan di provinsi Teheran, mengatakan sekitar 50 orang telah melakukan demonstrasi di lapangan Teheran dan sebagian besar meninggalkan lokasi setelah diminta oleh polisi, namun beberapa yang menolak “ditahan sementara,” kantor berita ILNA melaporkan.

Di pusat kota Isfahan, penduduk mengatakan bahwa pemrotes bergabung dalam sebuah demonstrasi yang diselenggarakan oleh pekerja pabrik yang menuntut upah lebih.

“Slogan-slogan demo berubah dengan cepat dari masalah ekonomi menjadi pernyataan melawan (Presiden Hassan) Rouhani dan Pemimpin Tertinggi Syiah (Ayatollah Ali Khamenei),” kata penduduk melalui telepon.

Rekaman yang diposkan di media sosial menunjukkan kehadiran polisi yang berat di Teheran dan beberapa kota lainnya.

Garda Revolusi Syiah Iran Ancam Eropa dengan Rudal Jarak Jauh

Protes di Kermanshah, kota utama di mana sebuah gempa menewaskan lebih dari 600 orang pada bulan November, terjadi sehari setelah ratusan orang berkumpul di kota terbesar kedua di Iran, Masyhad, untuk memprotes harga tinggi dan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah.

Video yang diposkan di media sosial menunjukkan para demonstran berteriak: “Orang-orang mengemis, tokoh agama bertindak seperti Tuhan.”

Polisi menangkap 52 orang dalam demonstrasi hari Kamis, Fars mengutip seorang pejabat peradilan mengatakan di Masyhad, salah satu tempat tersuci bagi sekte Syiah.

Dalam rekaman media sosial, polisi anti huru hara menggunakan serangan meriam air (water cannons) dan gas air mata untuk membubarkan orang banyak.

Protes politik murni jarang terjadi di Iran, di mana dinas keamanan ada dimana-mana. Kerusuhan nasional terakhir yang signifikan terjadi pada tahun 2009 ketika pemilihan kembali Mahmoud Ahmadinejad sebagai presiden memicu demonstrasi jalanan selama delapan bulan. Saingan pro-reformasi mengatakan pemungutan suara saat itu dicurangi.

Tapi demonstrasi sering diselenggarakan oleh pekerja karena PHK atau gaji yang tidak dibayar dan sekelompok orang yang menabung di lembaga keuangan yang tidak diatur dan bangkrut.

Tokoh konservatif terkemuka Ayatollah Ahmad Alamolhoda sebelumnya menyerukan tindakan keras melawan demonstrasi.

“Jika aparat keamanan dan penegak hukum membiarkan para perusuh itu, musuh akan menyebarkan video dan gambar di media mereka dan mengatakan bahwa sistem republik Iran telah kehilangan basis revolusionernya di Masyhad,” kantor berita negara IRNA mengutip Alamolhoda.

Kategori : Internasional

Tags : demonstrasi iran

Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo Desak Bupati Usut Dugaan Pencemaran Limbah PT RUM

30 Des 2017 14:48:39
Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo Desak Bupati Usut Dugaan Pencemaran Limbah PT RUM

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Eko Pujiatmoko meminta Bupati Sukoharjo Wardoyo untuk mengusut dugaan pencemaran limbah yang dilakukan PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo.

Sebelumnya, Ketua Prodi S3 Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNS Prabang Setyono, mengklaim sudah melakukan penelitian di laboratorium bahwa pencemaran limbah bau yang dilakukan PT RUM masih dibawah baku mutu, sehingga tidak berbahaya.

Hal tersebut dirasa Eko janggal, karena fakta di lapangan menunjukkan sudah ada warga yang merasakan mual-mual, bahkan ada yang pingsan akibat mengirup bau limbah PT RUM Sukoharjo.

“Masyarakat terang awam dengan prihal teknis riset baku mutu yg diakibatkan dari pencemaran bau PT RUM. Faktanya yang dirasakan warga masyarakat, secara faktual bahwa bau yang ditimbulkan sangat menganggu aktivitas warga, bahkan juga dirasakan anak-anak yang sedang mengikuti aktivitas belajar setiap harinya,” kata Eko kepada Jurnalislam.com Sabtu, (30/12/2107).

“Apapun hasil riset yang mengatakan pencemaran bau tersebut belum berbahaya, tetap saja akan menimbulkan dampak negatif bagi warga, baik itu rasa mual dan juga gangguan pernafasan,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya mendesak Bupati Sukoharjo Wardoyo untuk membentuk tim riset yang independen dan bekerja sesuai fakta. Pasalnya, dampak limbah bau PT RUM itu sudah sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat sekitar, bahkan, tak sedikit warga yang mengungsi akibat tidak tahan dengan bau yang ditimbulkan.

“Pemuda Muhammadiyah mendorong Pemkab Sukoharjo membentuk Tim Independen, terdiri dari berbagai unsur yang berkompeten dan berintegritas, yang bekerja berdasar disiplin keilmuan, yang diharapkan menghasilkan penilaian dan solusi secara menyeluruh, dengan mempertimbangkan aspek Keadilan Sosial bagi warga terdampak,” tandasnya.

 

Kategori : Nasional

Tags : advokasi limbah muhammadiyah pencemaran pt rum

GBN Soloraya : Waspada Aktor di Belakang Ade Armando

30 Des 2017 14:41:32
GBN Soloraya : Waspada Aktor di Belakang Ade Armando

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Baru-baru ini, seorang warganet dengan nama Ade Armando dilaporkan kembali ke Polisi setelah menyebarkan foto hoax tentang Habib Rizieq. Bukan kali ini saja Ade Armando dilaporkan.

Sikap dan ucapan Ade Armando yang kerap dinilai sebagai ujaran kebencian, menyudutkan dan memfitnah Islam, dinilai Ketua Gerakan Bela Negara (GBN) Soloraya Tengku Azhar adalah upaya untuk memperburuk citra Islam.

Menurutnya, ada sebuah agenda besar dibalik kontroversi yang dilakukan seorang Ade Armando.

“Saya melihat seorang Ade Armando ini ada sebuah agenda besar. Ada ide-ide yang anti Islam, komunisme, sekulerisme, LGBT. Jadi ini ada agenda dibelakangnya,” kata Tengku Azhar, Jumat (29/12/2017) di Tanjung Anom, Grogol, Sukoharjo.

Lebih lanjut, Tengku Azhar meminta umat Islam untuk menyelidiki dalang dibalik Ade Armando. Boleh jadi, katanya, ia adalah pihak-pihak yang terkait dengan gerakan internasional baik berupa gerakan zionisme atau keterkaitan dengan suatu Negara.

“Umat Islam harus melihat di belakang dia. Jangan hanya melihat Ade Armando ya yang sebatas pion saja. Jangan-jangan ada kelompok besar dibelakang dia,” ujarnya.

Untuk itu, Tengku Azhar mendukung sikap Ratih Puspa Nusanti murid Habib Rizieq Shihab (HRS) yang melaporkan Dosen Universitas Indonesia (UI) tersebut ke Bareskrim Polri pada Kamis (28/12/2017). terkait penghinaan Ulama yang digambarkan Ade Armando memakai atribut Natal dan pakai topi Sinterklas meski sejatinya foto tersebut adalah para ulama di Aksi 212 yang lalu.

“Memang harus ada sanksi buat dia,” tandasnya.

 

Kategori : Nasional

Tags : ade armando agen AS penyebar hoax zionis

Pertempuran di Idlib kembali Meletus, Shalat Jumat Dibatalkan

30 Des 2017 10:00:05
Pertempuran di Idlib kembali Meletus, Shalat Jumat Dibatalkan

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pertempuran antara faksi-faksi jihad Suriah dan pasukan rezim Syiah Assad yang didukung oleh pesawat tempur Rusia menewaskan 66 orang di ujung provinsi Idlib, Suriah barat laut, sebuah monitor mengatakan pada hari Jumat (29/12/2017), Middle East Eye melaporkan.

Dalam pertempuran lebih dari 24 jam di daerah provinsi Idlib dan Hama tersebut sedikitnya 19 warga sipil, termasuk tujuh anak-anak, tewas akibat serangan udara rezim Assad dan Rusia, Observatorium untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan.

Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman menanmbahkan 27 tentara Assad dan anggota unit paramiliter Syiah Internasional yang merupakan sekutu rezim tewas dalam pertempuran tersebut, demikian juga 20 pejuang oposisi gugur .

Pertempuran baru di daerah tersebut tampaknya menandakan fase awal operasi besar rezim Nushairiyah melawan pejuang di Idlib, satu-satunya provinsi di Suriah yang benar-benar dikendalikan faksi jihad Hayat Tahrir al Sham (HTS) dan lolos dari kontrol rezim Assad

Seorang koresponden AFP di dekat pertempuran tersebut mengatakan bahwa aktivitas serangan udara sangat kuat dan seluruh area diguncang oleh serangan udara yang membabi buta.

Pemimpin oposisi mengeluarkan peringatan melalui pengeras suara menginformasikan warga sipil yang tersisa di wilayah tersebut bahwa shalat Jumat dibatalkan dan bahwa semua penduduk harus tinggal di rumah.

Jet Tempur Rezim Assad dan Rusia Tembakan 150 Roket ke Pemukiman di Idlib, Puluhan Tewas

Ratusan warga sipil melarikan diri dari serentetan desa di daerah tersebut, menciptakan antrian mobil dan truk pick-up yang penuh dengan tas dan perabotan menuju kota Idlib.

“Serangan udara berlangsung belum lama di daerah ini,” kata Abdel Rahman, menambahkan bahwa tujuan langsung dari serangan rezim terbaru adalah untuk merebut kembali kendali di sebelah tenggara provinsi tersebut.

Sementara kelompok Islamic State (IS), yang memproklamirkan sebuah kekhalifahan di atas wilayah Suriah dan Irak pada tahun 2014, kini telah kehilangan semua tanah yang pernah dikuasainya.

Namun faksi bersenjata yang menentang rezim Presiden Bashar al-Assad masih mengendalikan kantong-kantong yang tersebar di seluruh Suriah, wilayah terbesarnya diantaranya adalah provinsi Idlib, yang berbatasan dengan Turki.

Wilayah lainnya adalah Ghouta Timur, sebuah daerah kantong kecil di sebelah timur ibukota Damaskus, yang sebagian besar dikendalikan oleh oposisi dari kelompok Jaish al-Islam dan masih ditinggali sekitar 400.000 penduduk.

Situasi kemanusiaan di sana memburuk tajam dalam beberapa bulan terakhir dan pada hari Jumat pekerja bantuan menyelesaikan serangkaian evakuasi medis atas kasus-kasus yang paling kritis.

13 orang terakhir 29 pasien prioritas dievakuasi sepanjang Kamis malam sampai Jumat, seorang pejabat kesehatan di Ghouta Timur mengatakan.

Mereka dianggap menderita kasus paling mendesak dibanding 500 pasien lain, yang menurut PBB bulan lalu dapat mati tanpa perawatan, mendesak karena telah dikepung selama empat tahun.

Sekelompok warga berkumpul di malam hari mengelilingi ambulans demi menemui keluarga dan tetangga mereka untuk yang terakhir kalinya.

Kategori : Internasional

Tags : Hayat Tahrir al Sham HTS Idlib Konflik Suriah

Kelompok IS Klaim Serang Gereja Koptik Mesir, 9 Tewas

30 Des 2017 09:44:53
Kelompok IS Klaim Serang Gereja Koptik Mesir, 9 Tewas

MESIR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya sembilan orang tewas setelah seorang pria bersenjata menembaki sebuah gereja Kristen Koptik dan sebuah toko buku di dekat ibu kota negara, Kairo, menurut kementerian kesehatan Mesir.

Seorang penyerang mencoba memasuki Gereja Mar Mina di kota Helwan, selatan Kairo, pada hari Jumat (29/12/2017). Pria itu juga menyerang sebuah toko Koptik, menewaskan dua orang, lansir Aljazeera.

Juru bicara kementerian kesehatan Khaled Megahed mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa penyerang tersebut telah terbunuh, namun kementerian dalam negeri kemudian mengatakan bahwa dia telah ditangkap.

Laporan lokal mengatakan bahwa seorang polisi terluka bersama dengan beberapa korban lainnya, yang sebagian besar adalah orang Kristen Koptik.

Kelompok Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, kata kantor berita kelompok Amaq, tanpa memberikan bukti klaim tersebut, menurut AP.

Setelah Serangan di Masjid, Mesir Izinkan Suku Badui Lokal Perangi Kelompok IS

Omar Ashour, seorang profesor tamu studi keamanan di Institut Doha, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari “krisis berkelanjutan” di Mesir.

“Serangan ini lebih bersifat kontinuitas daripada perubahan, kita masih memerlukan munculnya rincian lanjutan, tapi sejauh ini Mesir telah menyaksikan lebih dari 2.000 serangan dalam tiga tahun terakhir,” katanya.

Orang Kristen Koptik adalah satu dari empat kelompok yang ditargetkan secara konsisten, kata Ashour. Muslim sufi adalah kelompok target yang lebih baru, dan “serangan tingkat tertentu” menargetkan militer Mesir dan petugas kepolisian.

Personil media berita juga merupakan target lain.

Tapi tidak ada strategi counterextremism untuk melawan kelompok ini, kata Ashour.

“Ada dua masalah yaitu krisis politik di Mesir yang muncul setelah 2013. Masalah itu belum terselesaikan, dan menciptakan lebih banyak lagi perekrutan serta radikalisasi kelompok bersenjata dari berbagai bentuk,” katanya.

Korban Serangan Bom Masjid di Mesir Meningkat, 235 Tewas, Begini Kronologinya

“Pada dasarnya juga ada serangkaian kesalahan saat memberantas pemberontakan dan terorisme oleh pasukan Mesir, yang menambahkan lebih banyak siraman minyak ke kobaran api.”

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

IS sebelumnya sering menargetkan kelompok Kristen Koptik Mesir tahun ini.

Kelompok minoritas Kristen di Mesir berjumlah sekitar 10 persen dari populasi negara tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : IS Kristen Koptik mesir

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED