Langsung ke konten

Jurnal Islam

Senin, 23 Rabi'ul Akhir 1448 / 05 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali

Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali
Arie Ristyan
14 Desember 2017, 09:59

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaan AS di Israel ke Yerusalem adalah sebuah kesalahan besar yang didorong oleh kepentingan politik domestik AS, diplomat AS yang juga analis Timur Tengah mengatakan keputusan diambil dengan alasan konsekuensi strategis internasional, lansir Aljazeera, Rabu (13/12/2017)

Analisis Timur Tengah menyimpulkan, “Presiden AS, tak lama setelah menjabat hampir setahun yang lalu, terlihat telah membangkitkan harapan akan proses baru perdamaian Timur Tengah versinya dengan mengadakan serangkaian pertemuan dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas di Washington, Bethlehem dan New York.”

Namun setelah Trump mengumumkan bahwa AS secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memulai proses pengalihan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv, keputusan nyeleneh ini menimbulkan keraguan bagi rakyat Palestina, serta para analis Timur Tengah mengenai peran AS sebagai perantara kesepakatan damai potensial.

Abaikan Kecaman Dunia, Trump Resmikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel

“Pernyataan Trump ini membangkitkan kecemasan, tekanan, kemarahan, kebencian secara menyeluruh karena ini tidak hanya masalah hukum atau politik, ini adalah politik identitas,” Husam S Zomlot, kepala Delegasi Umum PLO untuk AS, mengatakan dalam sebuah panggilan telepon dengan wartawan di Washington pada hari Senin.

“Pernyataan ini menyentuh dasar masalah,” Zomlot menambahkan.

Kemampuan Trump untuk mengenalkan rencana perdamaian versinya, jika tidak diambil alih, kemungkinan akan bergeser di masa mendatang ke pemilikan total kota tersebut, para ahli dan diplomat mengatakan.

Pertanyaan kuncinya, menurut para analis, adalah bagaimana pemimpin Palestina akan bereaksi dalam masalah ini.

Indikasi awalnya adalah bahwa mereka akan menekan isu mereka di hadapan masyarakat internasional.

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, yang berbicara pada pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada hari Rabu, mengatakan bahwa AS telah “mendiskualifikasi” diri mereka sendiri dari perundingan damai di masa depan.

“Kami tidak akan menerima peran apapun untuk Amerika Serikat dalam proses perdamaian, mereka telah membuktikan bias penuh mereka untuk Israel,” kata Abbas.

Yousef al-Othaimeen, sekretaris jenderal OIC, mengatakan bahwa “OIC (the Organisation of Islamic Cooperation) menolak dan mengutuk keputusan Amerika.”

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Kata Erdogan

Aaron David Miller, seorang mantan negosiator AS dan sekarang seorang pakar Timur Tengah di Wilson Center di Washington, DC, mengatakan bahwa “ini adalah situasi suram dari perspektif Palestina seperti yang telah saya lihat dalam waktu lama.”

Reaksi diplomatik di seluruh dunia sebagian besar, meski tidak secara universal, negatif. Pertemuan Liga Arab di Kairo mengecam langkah Trump.

Menteri luar negeri Uni Eropa bertemu dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu di Brussels menegaskan kembali dukungan Eropa untuk solusi dua negara dengan Yerusalem dilihat sebagai ibukota Israel dan Palestina.

“Jika Anda melihat para ahli, mereka semua memperdebatkan dampaknya, apakah ini akan menjadi bencana, atau apakah ini bisa ditolerir,” Shibley Telhami, seorang pollster (pengumpul suara) dan profesor di University of Maryland, mengatakan kepada Al Jazeera. “Tidak ada yang mengatakan ini benar-benar akan memajukan perdamaian.”

Penasihat Trump di Timur Tengah “tidak berpengalaman,” “hidup dalam gelembung” dan “tidak memiliki cara independen untuk membuat penilaian tentang konsekuensi,” kata Telhami.

Arab Saudi Ajak Masyarakat Internasional Untuk Tidak Tanggapi Keputusan AS

Tapi Administrasi Trump tampaknya percaya dengan argumen PM zionis, Netanyahu, bahwa Arab tidak lagi peduli dengan Yerusalem dan hanya akan memberikan lip service untuk masalah ini, kemarahan akan mereda, dan pemerintah Arab akan terus maju sambil melupakan karena mereka ingin berbisnis dengan Trump, Telhami menambahkan.

“Jika ternyata Intifadah dikobarkan, maka semua taruhan dibatalkan karena Anda memiliki kendala perlawanan lagi yang mengganggu prioritas dan memaksa penguasa Arab untuk mengambil posisi dan mungkin menjauhkan diri dari Trump. Jika intifada tidak terjadi, atau itu terjadi pada skala yang lebih kecil, hal yang harus diperhatikan adalah apakah Abbas akan menemukan cara lain untuk menghentikan Trump sehingga bisa kembali ke meja perundingan.”

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Hady Amr, mantan utusan khusus Barack Obama untuk perundingan Israel-Palestina, mengatakan bahwa keputusan Trump adalah “sebuah gempa besar bagi masyarakat Palestina.”

“Orang-orang pasti sangat marah, sangat terhina,” kata Amr, yang sekarang adalah seorang rekan senior untuk kebijakan Timur Tengah di Brookings, kepada Al Jazeera.

Langkah Trump telah memicu aksi perlawanan yang meluas di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Sedikitnya dua warga Palestina telah terbunuh dan ratusan lainnya terluka oleh pasukan penjajah Israel selama demonstrasi tersebut.

Demonstrasi juga terjadi di kota-kota besar di Asia, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke arah para pemrotes di luar kedutaan AS di Beirut, dan ratusan orang Yordania berdemonstrasi di depan kedutaan AS di Amman.

Bentrokan Keras Meletus di Kedutaan AS di Beirut

Trump telah memberikan “alasan yang mudah” bagi PLO untuk menyatakan bahwa AS bukanlah perantara perdamaian yang jujur kepada PBB, AS selalu mengingkari komitmennya dan PLO akan berjuang melawannya melalui PBB dan Pengadilan Pidana Internasional, kata Amr.

Ketika ditanya oleh Al Jazeera, apa yang mungkin dilakukan pimpinan PLO, Zomlot mengatakan bahwa warga Palestina akan mengevaluasi kembali peran AS sebagai mediator dan mencari forum di PBB dan tempat lain.

“Ini momen yang strategis atas blunder AS melalui mulut Trump,” katanya.

Abbas akan bertemu dengan menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels pada bulan Januari.

Perwakilan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan dalam sebuah pernyataan pers setelah bertemu dengan PM zionis Netanyahu bahwa Uni Eropa akan berusaha untuk memulai kembali perundingan perdamaian Timur Tengah melalui sebuah pertemuan “kuartet” termasuk PBB, Rusia dan AS, yang mungkin diperluas dengan mengajak Mesir dan Jordan.

Uni Eropa Tolak Ajakan PM Israel untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukotanya

Tags al quds AS palestina tepi barat yerusalem

Berita Terkait

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?
Artikel

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Februari 2026
Hamas Kian Populer, 75% Warga Palestina Setuju Serangan 7 Oktober
Berita

Hamas Kian Populer, 75% Warga Palestina Setuju Serangan 7 Oktober

24 November 2023
Gelar Media Gathering, Yayasan Ibnu Abbas Klaten Sampaikan Capaian Prestasi di Bidang Pendidikan, Sosial dan Kesehatan
Berita

Gelar Media Gathering, Yayasan Ibnu Abbas Klaten Sampaikan Capaian Prestasi di Bidang Pendidikan, Sosial dan Kesehatan

14 Juni 2024
Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu
Artikel

Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

29 September 2026
Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai
Artikel

Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

28 September 2026
Indonesia Walk Out saat Netanyahu Berpidato, Palestina Menunggu Langkah Berikutnya
Berita

Indonesia Walk Out saat Netanyahu Berpidato, Palestina Menunggu Langkah Berikutnya

25 September 2026

Terpopuler

Berita

  1. Serangan Israel Hantam Apartemen di Gaza, Lima Warga Palestina Gugur
  2. Kisah Maysa dan Mary, Ibu-Anak Kristen yang Gugur dalam Serangan Gaza
  3. Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump
  4. Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di Riyadh, Saudi Sebut Pernyataan Menyesatkan

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  2. Sidang Korupsi Haji, Ke Mana US$1 Juta Uang Lobi Pansus Haji? Gus Alex Yakin Sampai ke Nusron Wahid
  3. Keluarga Minta Densus 88 Jelaskan Perkara YD yang Ditangkap di Mojosongo Solo
  4. AS-China Bentuk Dialog Super Intelligence Usai Pertemuan Trump-Xi

Artikel

  1. Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja
  2. Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

Berita

  1. Menembus Jarak, MeDAN dan Aliansi Muslim Bali Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
  2. FORSITAMA Cemani Gelar Pelatihan Digital Marketing, Bekali 138 Remaja Masjid Hadapi Era Digital
  3. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  4. Perkuat Sinergi Pendidikan dan Dakwah, Al Mukmin Ngruki Silaturahmi ke PP Muhammadiyah

Artikel

  1. Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri
  2. Ketika Anak Bertemu Dunia yang Tidak Selalu Aman
  3. Ditjen Pesantren Sudah Berdiri, Kini Ummat Menunggu Buktinya

Opini

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

29 Sep 2026 18:18:15
Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

29 Sep 2026 05:00:51
Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

28 Sep 2026 18:37:20
Jaminan Kesehatan Tanpa Pungutan Biaya, Potret Negara Sebagai Pelayan Rakyat

Jaminan Kesehatan Tanpa Pungutan Biaya, Potret Negara Sebagai Pelayan Rakyat

28 Sep 2026 13:23:19

Internasional

Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di Riyadh, Saudi Sebut Pernyataan Menyesatkan

Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di Riyadh, Saudi Sebut Pernyataan Menyesatkan

4 Okt 2026 19:23:46
Israel Bombardir Apartemen di Gaza, Ibu dan Anak Perempuan Kristen Tewas

Israel Bombardir Apartemen di Gaza, Ibu dan Anak Perempuan Kristen Tewas

4 Okt 2026 16:48:23
Komisi HAM AS Patahkan Dalih Trump: Anti-Zionisme Bukan Otomatis Antisemitisme

Komisi HAM AS Patahkan Dalih Trump: Anti-Zionisme Bukan Otomatis Antisemitisme

4 Okt 2026 16:47:08
Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump

Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump

4 Okt 2026 16:45:35

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP
[INFOGRAFIS] CIRI-CIRI WANITA SHALIHAH
[INFOGRAFIS] Satu Tahun Terakhir, Teroris OPM Semakin Sadis

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED