Berita Terkini

Forum Me-DAN Ajak Masyarakat Terlibat Bantu Muslim Uighur

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Solidaritas dan kepedulian atas dugaan diskriminasi terhadap Muslim Uighur di Xinjiang Cina, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Forum Me-DAN) Indonesia serukan dukungan moril dan dana untuk

Sekjen Forum Me-DAN  Sunaryo, SE, SKep, MPd menegaskan bahwa tindakan diskriminatif pemerintah RRC dengan menyiksa dan memenjarakan Muslim Uighur ke camp konsentrasi adalah bentuk perampasan kemerdekaan dan penjajahan yang harus dihapuskan.

“Sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia, kita harus peduli dan Negara harus punya peran aktif dalam mewujudkan perdamaian dan penegakan HAM kepada Muslim Uighur” paparnya.

Bahkan, lanjut Sunaryo, Seluruh umat Islam dan ormas-ormas Islam  harus memberikan dukungan moril dan penggalangan dana untuk membantu Muslim Uighur.

“Forum MeDan menentang kezaliman dan tindakan yang bertentangan dengan kemanusiaan dalam bentuk apapun,” tegas Sunaryo.

“Kami mendesak agar pemerintah RRC segera menghentikan kejahatan kemanusiaan ini. Dan, pemerintah RI dan negara-negara Muslim mengambil kebijakan diplomatik guna mewujudkan perdamaian bagi saudara kita etnis Muslim Uighur” pungkasnya.

Contributor : Jaki

BPJH Jamin Sertifikasi Halal Tak Beratkan UMKM

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) masih dalam proses penyelesaian Peraturan Pemerintah (PP) Tentang Undang-undang Jaminan Produk Halal.

Kepala BPJPH Sukoso mengatakan dalam PP tersebut nantinya dipastikan biaya sertifikasi halal tidak akan memberatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meski belum bisa menyebutkan berapa tarif sertifikasi halal untuk perusahaan besar atau UMKM, Sukoso menegaskan usulan yang sudah dimasukkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak besar. “Usulan kita ke Kemenkeu jauh lebih murah dibandingkan Malaysia,” kata Sukoso di Plaza Timor, Jakarta, Jumat (21/12).

Dia menjelaskan, untuk UMKM nantinya harga sertifikasi halal menjadi 10 persen dari biaya normal perusahaan besar. Dengan begitu, biaya sertifikasi halal untuk UMKM tidak terlalu besar.

Kepala Pusat registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Siti Aminah menambahkan persentase tersebut juga akan berbeda untuk masing-masing golongan barang. “Ada produk yang berisiko tinggi dan yang rendah, tentu kita terapkan berbeda,” ujar Aminah.

Hanya saja, subsidi untuk biaya sertifikasi halal tidak mungkin dilakukan dengan subsidi pemerintah. Namun, kata Aminah, subsidi silang masih bisa dilakukan dari biaya sertifkasi perusahaan besar.

Sumber : republika.co.id

 

Kadin Dorong Ekspor Produk Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Komite Tetap Timur Tengah (KT3) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendorong untuk terjadinya kepemilikan ekspor halal.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kepahaman antara Kadin KT3 dan OKI dengan Badan penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) hari ini (21/12).

“Kita ini memang sudah harus meningkatkan kepemilikan ekspor halal, terutama ke timur tengah,” kata Ketua Kadin KT3-OKI Fachry Thaib di Plaza Timor, Jakarta, Jumat (21/12).

Dia menjelaskan keharusan Indonesia harus memiliki sertifikat halal tidak bisa dianggap remeh, terutama produk ekspor ke negara timur tengah dan OKI. Fachry menegaskan negara OKI akan menetapkan barang impor yang memiliki sertifikasi halal.

Fachry menganggap hal tersebut saat ini belum diperhatikan oleh pemerintah sehingga sertifikasi halal perlu dilakukan. “Tapi apakah pemerintah peduli atau nggak, itu belum tentu,” ujar Fachry.

Untuk itu, dia memastikan Kadin KT3-OKI mendukung BPJPH dalam merngimplementasikan Undang-undang Jaminan Produk Halal Nomor 33 Tahun 2014. Dukungan tersebut, kata Fachry, baik secara domestik ataupun kepentingan ekspor produk halal

Dia menilai paling tidak jika saat ini Indonesia sudah memperhatikan sertifikasi halal, paling tidak bisa untuk menghadapi jika nantinya seluruh negara timur tengah sudah menerapkan aturan tersebut. “Sertifikat halal itu juga di industrinya. bukan hanya produknya. Misalnya, saya punya produk permen, masa harus pergi minta sertifikasi halal ke Malaysia biar bisa ekspor,” jelas Fachry.

Sumber: republika.co.id

 

Setelah Keluar dari Suriah, AS juga akan Tarik 7.000 Pasukannya dari Afghanistan

 

KABUL (Jurnalislam.com) – Para pejabat Afghanistan pada hari Jumat (21/12/2018) mengecilkan konsekuensi  buruk melalui pendapatnya atas penarikan sekitar 7.000 tentara Amerika dari negara itu.

Pendapat ini muncul setelah Wall Street Journal mengatakan dalam sebuah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana menarik pasukan Amerika dari Afghanistan.

Jurnal melaporkan bahwa lebih dari 7.000 pasukan Amerika akan ditarik dari Afghanistan, yaitu sekitar setengah jumlah pasukan AS yang hadir di negara itu.

Chakhansuri mengatakan sebagian besar pasukan AS – yang kemungkinan akan ditarik dari Afghanistan – terlibat dalam misi pelatihan dan memberi saran/masukan bagi pasukan Afghanistan.

Baca juga: 

Selain itu, Fazel Fazly, penasihat utama untuk presiden Afghanistan, mengatakan pertempuran di garis depan dan keamanan seluruh bangsa telah dilakukan oleh pasukan Afghanistan selama empat tahun terakhir.

Dia mengatakan bahwa meskipun perang yang hebat berkobar di negara itu, angkatan bersenjata dan udara Afghanistan semakin menguat dari hari ke hari, meski kenyatannya banyak wilayah yang dikuasai oleh pihak Taliban.

Meski Tidak Setujui Semua, Begini Kompromi Rusia dan Turki Mengenai Konflik Suriah

MOSKOW  (Jurnalislam.com) – Moskow dan Ankara telah mampu mencapai kompromi untuk menyelesaikan krisis Suriah meskipun ada beberapa masalah, kata presiden Rusia pada hari Kamis (20/12/2018).

Berbicara selama konferensi pers akhir tahun rutin, yang mengumpulkan lebih dari 2.000 wartawan di aula kongres Pusat Perdagangan Internasional Moskow, Vladimir Putin mengatakan: “Meskipun kami tidak menyetujui semua hal, kami dapat berkompromi [mengenai krisis Suriah].

“Kami melihat bahwa mitra Turki kami mencapai kompromi dengan kami untuk kebaikan situasi di Suriah, untuk kebaikan melawan terorisme dan untuk kepentingan memperkuat hubungan kami.”

Iran, Rusia, dan Turki pada hari Selasa menyerahkan daftar calon anggota komite untuk merevisi konstitusi Suriah kepada PBB.

Baca juga: 

Komite tersebut akan dibentuk pada akhir 2018 atau awal 2019 dan akan memberikan dorongan baru bagi proses perdamaian, katanya.

Namun, Putin mengecam Utusan PBB Staffan de Mistura yang bersikap “tunggu-dan-lihat” dalam membentuk komite konstitusi, dan mengatakannya, “sulit dimengerti.”

Suriah telah dikunci dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menindak aksi unjuk rasa  dengan keganasan militer yang tak terduga.

Para pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang tewas dalam konflik itu, namun para pejabat rezim Suriah mengatakan jumlah korban jiwa mendekati 10.000.

Turki Tunda Operasi Militer Anti Teror Dukungan AS di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Ankara akan menunda operasi anti-terorisme di timur Sungai Efrat, Suriah, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (21/12/2018).

“Percakapan telepon yang kami lakukan dengan [Presiden AS Donald] Trump, serta kontak unit diplomatik dan keamanan kami, dan pernyataan yang dibuat oleh pihak Amerika membuat kami menunda sebentar [untuk operasi di sebelah timur Sungai Efrat ]

“Tentu saja ini bukan proses menunggu yang tanpa akhir,” kata Erdogan pada upacara penghargaan di Istanbul.

Pernyataan Erdogan muncul setelah Trump pada hari Rabu memerintahkan pasukan AS untuk menarik diri dari Suriah, mengatakan IS telah dikalahkan.

Presiden menegaskan bahwa Turki “tidak memiliki mata” pada wilayah Suriah, menambahkan: “Tapi, posisi kita melawan serangan teroris (YPG) yang menargetkan kita dari Suriah sudah jelas.”

Baca juga:

Sebuah misi di timur Sungai Eufrat, yang telah direncanakan oleh kepemimpinan Turki selama berbulan-bulan, akan mengikuti dua operasi Turki lintas batas yang berhasil ke Suriah sejak 2016, yaitu Operasi Euphrates Shield dan Olive Branch. Kedua operasi itu dimaksudkan untuk membasmi kehadiran YPG / PKK dan Teroris IS  di dekat perbatasan Turki.

“Keamanan regional sangat penting bagi kami. Langkah-langkah yang kami ambil di kawasan itu bersama dengan Rusia dan Iran bertujuan untuk memastikan keamanan regional,” kata Erdogan.

Presiden mengatakan bahwa Turki berkewajiban untuk mengambil alih peran penjaga perdamaian di Suriah.

Erdogan juga menegaskan bahwa Turki akan melanjutkan tindakannya dalam beberapa bulan mendatang untuk menghapus elemen PKK / PYD dan IS dari Suriah.

Dalam lebih dari 30 tahun operasi terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki – telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak. YPG adalah PKK cabang Suriah.

Terhadap keberatan Turki, AS telah bekerja  sama dengan PKK / YPG, dan menyebut mereka “sekutu” dalam pertempuran di Suriah, tetapi mengabaikan status teroris mereka.

3 Warga Palestina Gugur dalam Aksi Jumat di Perbatasan dan 40 Lainnya Terluka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tiga warga Palestina terbunuh pada hari Jumat (21/12/2018) – dan hampir 40 orang terluka – saat ikut serta dalam aksi protes yang sedang berlangsung di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Mohamed Mouin al-Jahjouh, seorang demonstran berusia 16 tahun, terbunuh setelah dipukul lehernya oleh tembakan tentara penjajah Israel, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

40 pengunjuk rasa Palestina lainnya – termasuk empat petugas medis dan dua wartawan – mengalami luka-luka, kata kementerian itu.

Kemudian di hari itu juga, dua orang yang terluka, Abdulaziz Abu Sharia, 28, dan seorang warga yang cacat Maher Yasin, 40, meninggal akibat terluka parah, kata kementerian itu.

Selama 39 pekan berturut-turut, warga Palestina berkumpul di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel setiap hari Jumat untuk ikut serta dalam demonstrasi yang sedang berlangsung melawan penjajahan Israel yang telah berjalan selama beberapa dekade.

Aksi Gaza hari Jumat ini diadakan dengan slogan, “Menghormati para pejuang perlawanan (Honoring heroes of the resistance)”.

Baca juga: 

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Nasional Gaza untuk Membongkar Pengepungan (National Authority for Breaking the Siege) mendesak anggota masyarakat untuk ambil bagian dalam demonstrasi hari Jumat.

“Demonstrasi ini mendapat kekuatan dari para pahlawan perlawanan dan dari pengorbanan mereka,” bunyi pernyataan itu.

Pernyataan tersebut juga mendesak rakyat Palestina untuk “meningkatkan segala bentuk perlawanan terhadap penjajahan Israel”.

Para pengunjuk rasa menuntut hak untuk kembali ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah, sejak mereka diusir pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade Israel selama 12-tahun atas Jalur Gaza, yang memusnahkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas banyak komoditas pokok bagi sekitar dua juta penduduknya.

Sejak aksi unjuk rasa pertama kali dimulai pada 30 Maret, lebih dari 240 warga Palestina telah gugur – dan ribuan lainnya terluka – oleh pasukan zionis Yahudi yang dikerahkan di dekat zona penyangga, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sepenggal Cerita Emak-emak dalam Aksi Bela Uighur Banten

SERANG (Jurnalislam.com) – Aksi bela muslim Uighur, Xinjiang, Cina telah dilakukan di sejumlah titik di Indonesia, mulai dari Jakarta, tepatnya di Kedubes Cina, Kuningan, Jakarta Selatan hingga belahan bumi timur, Nusa Tenggara Barat.

Kendati demikian, ada sepenggal cerita menarik dari salah satu peserta aksi. Ya, kumpulan ibu atau yang kini biasa disebut emak-emak.

Di Serang, Banten tepatnya sekitar lima puluh emak-emak yang tergabung dalam Persatuan Islam Istri atau disngkat Persistri daerah Padarincang, Banten turut meramaikan aksi bela Uighur Banten yang baru saja kemarin, Jumat (21/12/2018) digelar.

Emak-emak ‘militan’ terhadap sesama gender yang menderita di Uighur dalam berbagai bentuk penderitaan dan penyiksaan ini, turun ke jalan untuk menyuarakan pembelaan dan kepedulian.

“Ibu kasian lihat saudara muslim disana, salat gak boleh, perempuannya diperkosa, kejam itu, gimana kalau itu terjadi sama anak ibu,” papar emak Njum Jumaenah, disela-sela aksi.

Emak-emak rela dan mantap mengikuti rangkaian aksi. Melakukan jalan kaki atau longmarch sekitar lima kilometer dari Masjid Agung At-Tsauroh Serang menuju Alun-alun Barat kota Serang bukanlah sesuatu yang mudah.

Namun begitu, ia bersama ratusan anggota Persis Padarincang tetap mantap menyuarakan kebenaran dan keadilan yang sebenarnya telah diatur dan diamanatkan dalam dasar negara.

Aksi Bela Uighur Dompu, NTB: Kemerdekaan adalah Hak Segala Bangsa!

DOMPU (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Dompu, NTB menggelar aksi bela muslim Uighur di DPRD Dompu, Jumat (21/12/2018).

“Kemerdekaan adalah Hak segala bangsa, sebagaimana di amanatkan oleh konstitusi kita. Kami menolak dengan tegas segala bentuk kezaliman yang tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan,” kata juru bicara FUI Dompu, Muhammad Taqiyuddin disela-sela aksi.

Selain itu, ia juga membacakan sejumlah pernyataan sikap FUI.

1. Menolak dengan tegas pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam bentuk apapun.

2. Kami mendesak pemerintahan Cina untuk menghentikan kejahatan kemanusian terhadap muslim Uighur.

3. Kami mendesak pemerintah Republik Indonesia dan negara-negara muslim lainnya untuk melakukan langkah diplomatik dalam rangka perdamaian dan penegakan Hak Asasi Manusia terhadap nasib muslim Uighur.

4 . Mengimbau kepada umat Islam untuk memberikan dukungan moral dan dana untuk membantu saudara muslim Uighur.

Diketahui, aksi massa solidaritas tersebut dimulai seusai salat Jumat dari masjid Baiturrahman Dompu menuju kantor DPRD Dompu. Setelah membacakan pernyataan sikap, massa langsung membubarkan diri dengan tertib.

Reporter: Agus Ringgo

Pernyataan dan Harapan Lima Ribu Warga di Aksi Bela Uighur Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Lebih dari lima ribu warga Soloraya hadir dalam aksi bela Uighur yang digelar pada Bundaran Gladak Solo, Jumat (21/12/2018).

Sebelum kelokasi, ribuan massa melakukan longmarch dengan bendera tauhid dari Kottabarat menuju bundaran Gladak Solo.

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustaz Muinidillah Basri dalam orasinya membacakan sikap umat Islam Soloraya.

1. Memberikan fakta bahwa pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur telah dikecam dunia internasional.

2. Menggalang solidaritas dunia internasional, baik negara maupun lembaga HAM, LSM kemanusiaan untuk membantu Muslim Uighur,

Selain membacakan dua sikap, Muin juga berharap pemerintah bersikap tegas atas pembantaian muslim Uighur.

1. Segera bersikap tegas atas kezaliman terhadap Muslim Uighur oleh pemerintah Cina, melalui jalur diplomatik dan hubungan bilateral selama ini, agar pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur segera diakhiri.

2. Sangat diperlukan, Indonesia sebagai negara yang berdaulat, bisa melakukan pemutusan hubungan diplomatik dengan pemerintah Cina.

3. Ikut proaktif menyuarakan kebebasan beragama Muslim Uighur dan mengecam tindakan pelanggaran HAM Pemerintah Cina di forum PBB.

“Demikian Aspirasi warga Soloraya untuk bisa dijadikan pertimbangan dan tindak lanjut,” tutup ustaz Muin.