Berita Terkini

Rahasia Besar di Balik Zikir

JURNALISLAM.COM —Setelah kita bahwa hati membutuhkan nutrisi, dan nutrisi itu adalah zikir, maka zikir memiliki manfaat yang begitu besar bagi hati.

Alkisah, seseorang menemui Hasan Al-Bashri Rahimahullah, dan berkata, “Aku mengadukan kerasnya hati ini, kepadamu.”, Hasan Al-Bashri Rahimahullah menjawab, “Lunakkan ia (hati yang keras) dengan zikir!”

Makhul bertutur, “Mengingat Allah itu obat, sedangkan mengingat manusia itu penyakit.”

Seseorang bertanya kepada Salman, “Amal apakah yang utama?” Ia menjawab, ‘Tidakkah engkau baca ayat Al Qur‘an ,

Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dengan yang tidak berzikir itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.

Abdullah bin Busr meriwayatkan, Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak. Sedangkan aku tidak mampu untuk memasuki semuanya. Maka, tunjukkanlah kepadaku-terserah kepadamu-mana-mana yang aku mampu memasukinya dan jangan banyak-banyak, sebab aku bisa lupa!” Rasulullah menjawab,  “Pastikan lisanmu selalu basah dengan zikrullah!”

Berzikir secara konsisten berarti memperbanyak usaha untuk selalu menyaksikan Hari Akhir.

Juga akan membuat seorang hamba sibuk, sehingga tidak sempat mengucapkan kata-kata yang batil seperti; ghibah, namimah (mengadu domba) dan lain sebagainya.

Sesungguhnya lisan itu ada dua saja; pezikir dan pembicaraan yang tidak ada faidahnya. Barangsiapa dibukakan baginya pintu zikir, maka telah dibukakan baginya pintu menuju Allah.

Maka hendaknya segera bersuci dan segera menuju kepada Allah subhaanahu wata’ala, untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya di sisiNya.

Sesungguhnya jika seseorang telah “mendapatkan” Rabbnya, berarti ia telah mendapatkan segala sesuatu. Sebaliknya, jika ia “kehilangan” Rabbnya, berarti ia kehilangan segala-galanya.

Dan untuk mendapatkannya adalah dengan berzikir…

 

(ditulis oleh Riyanto, disarikan dari buku Tazkiyyatun nufus, watarbiyatuha, kama yuqarriruhu ‘ulamaa’ussalaaf’)

 

Ini Sosok Ustaz Arifin Ilham di Mata Putra Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

SOLO (Jurnalislam.com) —Doa untuk kesembuhan ustaz Arifin Ilham terus mengalir dari berbagai kalangan. Putra Ustaz Abu Bakar Ba’asyir turut mendoakan ustaz Arifin Ilham.

“Mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memberikan kesembuhan untuk ustaz Arifin Ilham,  yang saat ini sedang di uji oleh Allah,” doa ustaz yang karib disapa Iim ini.

Kepada Jurnalislam.com, juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) ini mengatakan bahwa ustaz Arifin merupakan sosok yang istimewa dan luar biasa.

“Sejak tahun-tahun awal ketika usatdz Abu Bakar ba’asyir ayah kami sendiri pun ketika waktu di uji oleh Allah dengan ujian penjara dan fitnah yang begitu dahsyat saat itu juga menimpa beliau pun, sosok ustaz Arifin Ilham berani mendekat dan kemudian berani untuk menjadikan Ustaz ABB menjadi teman dekatnya dan membela beliau dalam kondisi apapun dan dimanapun,” kenang Iim Ba’asyir.

Menurut Iim, saat itu Ustaz Arifin tidak menjadikan populartias beliau itu sebagai halangan untuk kemudian membangun ukhuwah persatuan bersama ulama-ulama yang lain.

Saat itu, kenang Iim,  Ustaz Abu  kondisinya sedang dijauhi oleh banyak kalangan, karena takut oleh issue yang menimpa beliau oleh isu yang tak main-main yaitu isu terorisme.

“Tapi ustaz Arifin Ilham  tidak peduli dengan semua itu, karena beliau sadar bahwa ustaz adalah  salah satu ulama kaum muslimin di Indonesia, bagian dari umat islam Indonesia, bagian dari saudara beliau,” kata Iim.

Sebagai putra Ustaz Abu, Iim melihat sendiri bagaimana ketulusan seorang ustaz Arifin Ilham saat itu membela saudara-saudara sesama kaum mslimin mendo’akan siang dan malam dan seterusnya.

“Maka kali ini kita mendo’akan juga buat beliau semoga Allah subhahu wa ta’ala memberikan kesembuhan dan saya mengajak seluruh umat islam kaum muslimin semuanya supaya mendoakan ustaz Arifin  agar segera disembuhkan oleh Allah dan dikembalikan juga kepada kita supaya bisa bersama lagi bersama kita dan umat islam,” pungkasnya.

 

API Minta Publik Soroti Kredibilitas Lembaga Survey

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Koordinator Presidium Aliansi Pencerah Indonesia (API) M. Izzul Muslimin mengatakan bahwa seharusnya lembaga-lembaga survey menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kualitas demokrasi.

Kehadiran lembaga ini, kata Izzul memberikan warna tersendiri dalam setiap kontestasi pemilu legislative, pilkada, maupun pilpres.

Namun belakangan, tambahnya publik sering dibuat jengah dengan suguhan-suguhan data dan informasi dari lembaga survey.

“Aroma penggiringan opini dan pembohongan publik begitu terasa. Bahkan kadang disertai provokasi berlagak ilmiah,” kata M. Izzul Muslimin dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Dengan fakta itu, API  memandang penting kiranya publik menyorot kredibilitas lembaga-lembaga survey yang kerap menghiasi dunia pemilu kita.

“Publik harus selektif terhadap data dan informasi yang disajikan. Dan bahkan penting untuk menyeleksi lembaga yang menyajikan, apa lembaganya masih layak dipercaya atau tidak,” kata Izzul.

Bahkan, Lembaga survei harus mempertanggungjawabkan kredibilitasnya terhadap publik.

“Mereka harus menjelaskan betul soal independensi mereka. Apakah lembaganya konsultan politik atau murni sebagai lembaga survey,” katanya.

“Jika mereka menerima dana dari kontestan politik baik capres atau partai politik maka seharusnya disampaikan ke publik secara terbuka,” pungkasnya.

Perang di Yaman Masih Berkobar, Begini Peringatan Utusan PBB

YAMAN (Jurnalislam.com) – Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths memperingatkan pada hari Rabu (9/1/2019) bahwa “kemajuan yang nyata” diperlukan untuk memajukan upaya perdamaian di Yaman sebelum pembicaraan baru dapat diadakan untuk mengakhiri perang kejam selama empat tahun.

Berbicara di Dewan Keamanan PBB, Griffiths mengatakan dia masih “berharap” bahwa perundingan yang mengikuti kesepakatan gencatan senjata yang dicapai bulan lalu di Swedia akan diadakan “dalam waktu dekat”.

Pemerintah yang didukung Saudi dan pemberontak Syiah Houthi sepakat selama pembicaraan di Rimbo, Swedia, untuk gencatan senjata di Hodeidah, kota pelabuhan yang dikuasai pemberontak yang merupakan titik masuk utama untuk bantuan kemanusiaan ke negara itu.

Yaman telah berada dalam keadaan perang sejak 2014, ketika milisi Syiah Houthi dukungan Iran menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibukota Sanaa, di mana mereka menggulingkan pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang didukung Barat.

Terobosan gencatan senjata mendukung harapan diakhirinya konflik, tetapi pernyataan utusan itu menegaskan bahwa keuntungan diplomatik yang menuju perdamaian masih rapuh.

Baca juga:

“Kedua belah pihak sebagian besar telah mematuhi gencatan senjata dan telah terjadi penurunan pertempuran yang signifikan,” kata Griffiths kepada dewan. Dia melanjutkan dengan mencatat beberapa contoh kekerasan yang tidak menguntungkan, termasuk di kota Hodeidah ​​meskipun tidak banyak.

Pembicaraan sedang berlangsung mengenai penempatan kembali pasukan dari Hodeidah, memberikan keamanan di kota dan membuka rute akses untuk memungkinkan konvoi kemanusiaan mencapai jutaan warga yang sangat membutuhkan bantuan makanan, tambahnya.

“Ini adalah pandangan saya, dan merupakan keinginan para pemimpin kedua belah pihak, dan juga yang lain, bahwa kemajuan yang substansial, khususnya pada Hodeidah tentu saja, adalah sesuatu yang ingin kita lihat sebelum kita mengadakan konsultasi berikutnya,” kata Griffiths.

Kemajuan di Yaman yang dilanda perang “membawa beberapa harapan tetapi belum benar-benar mengubah banyak hal di lapangan,” James Bays dari Al Jazeera, melaporkan dari gedung PBB di New York.

Bays mengatakan pembicaraan di PBB mengakui bahwa kedua belah pihak “perlu melampaui kesepakatan awal yang telah dicapai … untuk perjanjian abadi”.

“Itu akan, secara politis, sangat sulit ditelan bagi pihak yang terlibat,” kata Bays.

PBB sedang bekerja untuk menjadwalkan putaran pembicaraan baru, kemungkinan di Kuwait, untuk membangun berdasarkan kesepakatan Rimbo dan maju menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri konflik.

Perang antara pemberontak Houthi dan pasukan yang setia kepada pemerintah meningkat pada Maret 2015, ketika Presiden Hadi melarikan diri ke Arab Saudi setelah pemberontak mengambilalih Sanaa.

Segera, aksi militer yang menghancurkan diluncurkan oleh koalisi pimpinan Saudi untuk mendukung pemerintah Hadi yang diasingkan.

Konflik telah melepaskan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, menurut PBB, yang mengatakan 80 persen dari populasi – 24 juta orang – membutuhkan bantuan.

Hampir 10 juta orang hanya selangkah lagi menuju bencana kelaparan, kata kepala bantuan PBB Mark Lowcock kepada dewan.

Dewan Keamanan sedang mempertimbangkan pembentukan misi pengamat baru ke Yaman untuk memantau gencatan senjata di Hodeidah, mengawasi penarikan mundur pasukan dan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengusulkan penyebaran hingga 75 pengamat ke Yaman untuk periode awal enam bulan guna menopang gencatan senjata sementara pembicaraan mengenai kesepakatan damai yang lebih luas diadakan.

Kelompok Hak Muslim AS Gugat Negara Bagian Mayland

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Kelompok hak-hak Muslim mengajukan gugatan terhadap negara bagian Maryland pada hari Rabu (9/1/2019) untuk memblokir upaya Maryland yang berusaha menghentikan agen-agen negara melakukan bisnis dengan perusahaan, entitas, atau individu yang memboikot Israel.

Insinyur perangkat lunak Saqib Ali berusaha mendapatkan kontrak dengan Maryland untuk mengembangkan alat guna membandingkan kebijakan asuransi jiwa.

Untuk mendapatkan kontrak, dia harus menandatangani sebuah perjanjian yang mengatakan dia tidak akan memboikot Israel atau wilayah yang diduduki Israel, yang secara efektif menolak keputusannya untuk berpartisipasi dalam gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

“Saya menolak menandatangani perjanjian seperti itu,” kata Ali pada konferensi pers. “Palestina tidak bebas, mereka hidup di bawah penjajahan militer yang brutal, dan sebelum penjajahan itu berakhir, saya memutuskan bahwa saya akan memboikot Israel. Ini adalah hak Amandemen Pertama saya. Ini dijamin oleh Konstitusi AS.”

Ali, mantan legislator negara bagian Maryland, bekerja dengan Dewan Hubungan Amerika (the Council of American Relations-CAIR) untuk mengajukan gugatan.

Gerakan BDS dibentuk pada tahun 2005 oleh 170 masyarakat sipil Palestina dan kelompok hak asasi manusia untuk menekan Israel agar mengakhiri penjajahan wilayah Palestina.

BDS menuntut boikot terhadap perusahaan-perusahaan Israel yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia Palestina, dan mengupayakan lembaga-lembaga lain untuk melepaskan kepentingan mereka pada perusahaan-perusahaan itu.

Baca juga:

BDS baru-baru ini mendapat banyak perlawanan di AS dengan banyak negara mengeluarkan undang-undang anti-BDS untuk mengkriminalkan sentimen anti-Israel.

Undang-undang anti-BDS pertama kali diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump melalui perintah eksekutif pada Oktober 2017. Sekarang 26 negara telah menetapkan langkah serupa.

Menurut CAIR, ini adalah gugatan keenam yang menargetkan tindakan tersebut.

“Gugatan itu tidak konstitusional dan berbahaya terutama karena itu memprioritaskan kepentingan pemerintah asing, yang melanggar hukum internasional, di atas hak amandemen pertama Maryland,” kata Zainab Chaudry, direktur penjangkauan CAIR di Maryland, pada konferensi pers.

Rumah Sakit Islami Ini Raih Akreditasi Paripurna

BOGOR (Jurnalislam.com) – Rumah Sakit (RS) Ummi Bogor memperoleh akreditasi paripurna. Akreditasi tersebut diberikan secara resmi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melalui laman kars.co.id.

Dalam laman resmi KARS mengumumkan bahwa RS yang kerap melantunkan ayat suci Alquran di ruangan pasien ini telah memenuhi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) versi 1 tahun 2018, dan dinyatakan lulus tingkat paripurna.

Dirut RS Ummi, dr. Rifki Yusup, MARS, mengatakan bahwa pencapaian tersebut akan dimanfaatkan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien.

“Semoga proses akreditasi yang sudah dilalui dapat kita jadikan sebagai pintu masuk untuk perbaikan mutu, dan peningkatan pelayanan,” kata dr. Rifki sesaat ditemui Jurnis di Kantornya, Bogor, Rabu (09/01/2018).

Sementara itu, Ketua Tim Akreditasi RS Ummi, dr. Fitriandina mengatakan bahwa raihan ini juga sebagai tahapan agar terus melakukan perbaikan.

“Tahapan demi tahapan perbaikan masih harus kita hadapi, evaluasi demi evaluasi peningkatan mutu dan keselamatan pasien akan terus kita lakukan, tidak lain untuk RS Ummi yang lebih baik,” ujarnya.

Rumah sakit yang berada di Jalan Empang II ini memiliki motto memberikan pelayanan tanpa memandang status seseorang. Maka rumah sakit lebih konsen memberikan pelayanan kepada pasien BPJS. Selain itu suara tilawah selalu terdengar di setiap ruangan rumah sakit.

Menlu AS: Kurdi Suriah akan Kami Lindungi dari Ancaman Militer Turki

IRAK (Jurnalislam.com) – Kurdi Suriah akan dilindungi dari ancaman militer Turki, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kepada para pemimpin Kurdi di wilayah semi-otonomi Kurdistan pada hari Rabu (9/1/2019), selama kunjungan mendadak ke Erbil, lansir Aljazeera.

Diplomat tinggi AS itu sebelumnya bertemu dengan para pemimpin Irak di Baghdad sebagai bagian dari perjalanan Timur Tengahnya untuk meyakinkan sekutu tentang rencana kejutan Presiden Donald Trump untuk menarik pasukan dari Suriah.

Di Irak, Pompeo juga berusaha untuk memperlancar hubungan setelah para pemimpin politik marah ketika Presiden Trump mengunjungi pasukan AS setelah hari Natal di pangkalan udara gurun terpencil tanpa singgah di Baghdad atau bertemu dengan pejabat Irak.

Banyak politisi dari koalisi yang berkuasa terutama partai Syiah menyebut kunjungan Trump sebagai pelanggaran atas kedaulatan Irak dan menuntut AS menarik pasukan.

Pompeo bertemu dengan Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi, Presiden Barham Salih, Menteri Luar Negeri Mohamed Alhakim dan Ketua Parlemen Mohamed al-Halbousi, The Associated Press melaporkan pada hari Rabu.

Departemen Luar Negeri AS tidak segera mengomentari laporan kunjungan Pompeo ke Irak.

“Ini adalah kesempatan untuk menyatakan terima kasih kami atas dukungan yang kami terima dari Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Tentu saja dalam perang melawan IS juga yang paling penting,” kata Salih kepada wartawan di hari Selasa.

Dia menambahkan bahwa meskipun kelompok Islamic State (IS) telah dikalahkan secara militer, “masih banyak yang harus dilakukan, misinya belum tercapai”.

Baca juga:

Pada hari Selasa, Mahdi, perdana menteri, menolak untuk mengkonfirmasi rumor tentang kemungkinan kunjungan oleh Pompeo, tetapi mengatakan setiap pertemuan dengan menteri luar negeri AS akan melibatkan diskusi tentang bagaimana memperdalam hubungan Irak dengan koalisi pimpinan AS yang memerangi IS.

Sementara itu, Pompeo mengatakan pada konferensi pers di ibukota Yordania, Amman, pada hari Selasa bahwa pertempuran untuk mengalahkan sisa IS dan Iran tetap menjadi masalah yang paling mendesak di wilayah tersebut.

Pasukan AS telah bekerja bersama milisi Kurdi, yang mengendalikan petak-petak wilayah timur laut Suriah, pijakan Washington dalam konflik yang terjadi di Suriah, dimana Rusia, Iran, Turki, dan kekuatan regional lainnya.

Washington telah berulang kali mengatakan sekutu Kurdi akan tetap aman meskipun pasukannya ditarik mundur. Tetapi Turki, yang menganggap milisi YPG Suriah yang didukung AS sebagai organisasi “teroris”, telah berulangkali bersumpah untuk menghancurkan kelompok itu.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengecam kunjungan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton pada hari Selasa karena menyarankan bahwa melindungi Kurdi akan menjadi prasyarat penarikan AS, sebuah saran yang disebut Erdogan “kesalahan serius”.

Ketika ditanya di Erbil apakah penolakan Erdogan untuk melindungi Kurdi membuat penarikan itu beresiko, Pompeo mengatakan kepada wartawan: “Tidak. Kami sedang berbicara dengan mereka bahkan ketika kami berbicara tentang bagaimana kami akan menjalankan ini dengan cara yang dapat melindungi pasukan kami.

“Sangat penting bahwa kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan bahwa orang-orang yang bertempur dengan kami dilindungi dan Erdogan telah membuat komitmen, ia memahami itu,” tambah Pompeo.

Sudah 100 Hari Khashoggi Terbunuh Keadilan Masih Bisu

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Seratus hari setelah pembunuhan brutal wartawan Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, para pakar politik berpendapat bahwa kasus itu harus dibawa ke tingkat internasional untuk mendapatkan kejelasan atas pembunuhan itu, dan para pelaku serta tokoh yang memerintahkan pembunuhan itu harus dibawa ke pengadilan.

Khashoggi, yang dianggap sebagai salah satu jurnalis paling berpengaruh di Timur Tengah, pergi ke gedung diplomatik Saudi pada 2 Oktober untuk urusan pernikahannya. Namun, dia terbunuh di sana, meninggalkan banyak pertanyaan yang masih belum dijawab.

Riyadh secara resmi mengakui pembunuhan itu setelah 18 hari terjadi tetapi Kerajaan belum membuat pernyataan tentang keberadaan jasad Khashoggi.

Turki telah menggunakan segala cara yang tersedia untuk membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan, menjaga tekanan internasional. Arab Saudi, di sisi lain, membuat pernyataan yang bertentangan tentang pembunuhan tersebut. Kemudian diumumkan bahwa Khashoggi terbunuh “dalam perkelahian” yang terjadi di Konsulat Jenderal.

Arab Saudi mengumumkan perintah pembunuhan berasal dari kepala tim negosiasi, tanpa menyebutkan nama. Selain itu, pejabat Saudi menyatakan bahwa 11 dari 21 tersangka, yang ditangkap karena afiliasi mereka dengan pembunuhan, telah didakwa.

Terlepas dari 100 hari sejak pembunuhan itu terjadi, Riyadh mempertahankan sikap khawatir untuk mengungkapkan informasi berita tentang pembunuhan itu.

Analis dan pakar politik mengatakan kepada Anadolu Agency Rabu (9/1/2019) bahwa Turki harus terus menekan di arena internasional untuk memastikan pembunuhan itu diklarifikasi dan membawa kasus ini ke Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court-ICC).

Analis politik dan jurnalis Palestina Maher Hijazi mengatakan Turki harus terus menekan secara internasional untuk mengungkap pelaku dan pembuat keputusan yang memerintahkan pembunuhan.

“Itu [pembunuhan] telah menjadi ujian nyata bagi Turki; Turki harus turun ke bawah untuk memastikan keadilan,” katanya, mencatat bahwa mereka yang bertanggung jawab harus dihukum jika tidak akan menyebabkan agresi yang lebih besar pada wartawan.

Bekir Atacan, seorang analis Turkmenistan Suriah, mengatakan ada beberapa aktor internasional yang berusaha menutupi pembunuhan itu.

“Ada laporan yang menunjukkan bahwa beberapa pelaku yang berafiliasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ternyata bersembunyi. Semua [indikator] ini menunjukkan perlunya Turki menemui ICC sesegera mungkin.

“Beberapa negara berusaha menutupi bukti. Karena mengajukan kasus itu ke ICC tidak menguntungkan mereka,” katanya, menyerukan Ankara untuk membangun koordinasi dengan berbagai negara.

Baca juga:

Nazir el-Kenduri, seorang peneliti dan penulis Irak, mengatakan sikap Presiden AS Donald Trump dalam membela bin Salman kehilangan momentum dan sekarang adalah waktu terbaik untuk membawa kasus itu ke ICC.

Kenduri meminta Turki untuk membawa kasus ini ke tingkat internasional. Dia menambahkan bahwa adalah suatu keharusan untuk mendapatkan persetujuan dari Dewan Keamanan PBB sehingga dapat dibawa ke tingkat internasional.

“Sangat penting untuk membawa kasus ini ke tingkat internasional sehingga kejahatan seperti itu tidak akan terulang lagi. [Pembunuhan] tidak boleh dianggap sebagai kejahatan yang hanya menyangkut Istanbul,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia memberi hormat pada sikap Turki sejak awal kejadian.

Jurnalis Suriah Ahmad Qamil, anggota Asosiasi Teman Jamal Khashoggi (Jamal Khashoggi Friends Association), mengatakan preferensi Turki telah sejalan dengan metode hukum, dan akan butuh waktu untuk menyimpulkan penyelidikan.

Memperhatikan bahwa Turki harus terus mengikuti jalur yang sama dan memberi tahu komunitas global tentang temuan baru, “Ini akan memaksa Arab Saudi untuk mengakui semua detail. Investigasi Turki memaksa Arab Saudi untuk mengakui bahwa Khashoggi dibunuh di konsulat. Dunia tahu siapa pembunuh sebenarnya,” tegasnya.

Qamil meminta Turki untuk “membawa kasus ini ke tingkat internasional dengan bekerja sama dengan Amerika untuk mencari kebenaran, terutama di bawah bayang-bayang DPR AS.”

Mengacu pada kemungkinan hambatan yang dihadapi Ankara, dia mengatakan, “Ada upaya internasional yang didukung oleh AS dan Israel untuk menyembunyikan kebenaran”.

Qamil menggarisbawahi bahwa Turki memiliki opsi seperti menginternasionalkan masalah tersebut, membawanya ke PBB dan organisasi hak asasi manusia internasional.

“Dewan Keamanan PBB mungkin tidak berguna. Meskipun Majelis Umum PBB adalah cara yang lebih menguntungkan, namun prosesnya lebih panjang. Saya percaya DPR AS adalah pilihan terbaik dalam hal ini,” katanya.

Menteri Pertahanan Turki Bahas Keamanan Idlib dengan Rusia

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar membahas masalah keamanan regional dengan mitranya dari Rusia, Sergey Shoygu, melalui telepon pada hari Rabu (9/1/2019).

Perkembangan terbaru di provinsi Idlib di timur laut Suriah dibahas dalam konteks perjanjian Sochi, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Turki.

Setelah pertemuan pada 17 September 2018 di kota Sochi Rusia antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi – di mana tindakan agresi secara tegas dilarang – di provinsi Idlib Suriah.

Menurut ketentuan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah tersebut untuk mencegah dimulainya kembali pertempuran.

Baca juga:

Pada 10 Oktober, Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan bahwa oposisi Suriah dan kelompok-kelompok anti-rezim lainnya telah menyelesaikan penarikan senjata berat dari zona demiliterisasi.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik menghancurkan yang dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menindak demonstran dengan keganasan militer yang tak terhingga.

Fintek Syariah Harus Bisa Sentuh Sektor Riil

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Finansial teknologi (fintek) skema syariah diproyeksikan terus berkaitan langsung dengan sektor riil.

Pengamat ekonomi syariah, Yusuf Wibisono, mengatakan fintek syariah ini pada dasarnya memang untuk memajukan sektor riil.

“Fintek syariah itu berkahnya karena menyentuh sektor riil, tidak hanya berorientasi pada profit,” kata Yusuf, Ahad (6/1).

Skema syariah mengharuskan model bisnis fintek menjadi jembatan antara yang kelebihan dengan yang kekurangan.

Yusuf memprediksi sebagian besar tren masih akan menyasar pembiayaan atau peer to peer lendingdengan beragam sektor usaha.

Fintek syariah harus benar-benar berbeda dengan konvensional yang mementingkan keuntungan.

Yusuf mencontohkan tipe peer to peer lendingkonvensional dengan bunga memberatkan. Ini jangan sampai terjadi pada fintek syariah.

“Regulasi terkait pricing ini seharusnya jadi perhatian, minimal ada acuan harga yang ditetapkan regulator, jangan sampai terlalu tinggi atau terlalu rendah,” kata Yusuf.

Hingga saat ini, dua fintek syariah telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan lini bisnis peer to peer lending.

Ke depannya, Yusuf berharap fintek syariah menjadi wadah yang sempurna untuk akad mudharabah. Teknologi, kata dia, mempertemukan antara pemilik modal dan penerima modal.

Peer to peer lending, tambahnya, ideal menggunakan akad mudharabah.

Fintek syariah memiliki kesempatan untuk mewujudkan mudharabah tersebut karena banyak pengusaha potensial yang sulit terjamah oleh perbankan.

Meski memang tidak mudah namun Yusuf menilai tahun ini adalah waktunya membesarkan fintek syariah.

Jika fintek syariah bisa menjaring sebanyak-sebanyaknya pembiayaan pada sektor riil, maka efek domino akan terasa, mulai dari pengentasan kemiskinan, inklusi syariah, hingga kemajuan ekonomi.

 

Sumber : republika.co.id