Berita Terkini

Bertemu Tokoh Muslim Solo, Ini Permintaan Ulama Uighur

SOLO (Jurnalislam.com) –Ketua Presiden Persatuan Ulama Turkistan timur Dr. Ataullah Shahyar mengunjungi sejumlah tokoh di Indonesia termasuk tokoh muslim Solo.

Dalam pertemuan dengan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Dr. Ataullah menjelaskan sejarah bangsa Uighur yang tinggal di negeri Turkistan Timur yang kini dikuasai Cina.

“Turkistan adalah negeri Islam yang sudah ada ribuan tahun lalu yang luasnya hampir seperti Indonesia dan selama 70 tahun dijajah dan dipaksa mengikuti cara hidup Cina komunis, bangsa Turkistan adalah bangsa nenek moyangnya negara Turki,” kata Dr. Ataullah.

Presiden Ulama Turkistan Timur juga membenarkan berita yang beredar di media tentang penyiksaan, pelarangan ibadah serta mengenakan atribut Islam.

Bahkan menurutnya, di camp konsentrasi, penghuni camp hanya di izinkan tidur maksimal 2 jam saja.

“Hal itu agar lama-lama tidak bisa berfikir logis, kemudian di masukkan doktrin komunis” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa sekitar 4 tahun ini telah dibangun camp-camp konsentrasi berguna untuk doktrinisasi paham komunis.

Camp juga diperuntukkan tempat penyiksaan dan hukuman bagi yang ketahuan melaksankan ibadah.

“Baik itu para pengusaha, pemikir dan ulama ditangkapi dan dimasukkan di camp, banyak diantaranya meninggal di sana karena siksaan”,ujarnya.

Terakhir ulama Uighur berpesan untuk jamaah yang hadir bahwa info dan berita sebenarnya yang di alami muslim Uighur harus terus kabarkan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh dunia.

“Saya berharap info ini tidak hanya berhenti di sini. Harus disebarkan ke yang lain. Dan kami mengucapkan terima kasih atas sikap ummat islam Indonesia, semoga ukhuwah ini abadi dunia dan akhirat,”tutupnya.

Pada kesempatan itu, ulama Uighur memberikan kenange-kenangan kepada Ketua DSKS, Dr. Muinidillah Basri MA.

Kenang – kenangan berupa baju imam shalat dan peci bangsa Uighur.

Unjuk Rasa Yellow Vest Menyebar ke Negara-negara Eropa Kini Giliran Belgia

BRUSSEL (Jurnalislam.com) – Para pemrotes Yellow Vest, Senin (14/1/2019), mengatur barikade untuk menghalangi para pekerja memasuki gedung umum di Namur.

Pemrotes Marc-Henri Jamain mengatakan kepada media lokal bahwa hampir 10 pekerja diizinkan memasuki gedung sebagai hasil negosiasi dengan administrasi publik.

Dia melanjutkan dengan mengatakan pencegahan orang lain akan berlanjut sepanjang minggu.

Protes Yellow Vest, yang dimulai sebagai reaksi untuk memicu kenaikan pajak dan berkembang menjadi protes terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron, terus berlanjut meskipun pemerintah menyerukan agar mereka berhenti.

Baca juga: 

Sejak 17 November, ribuan pemrotes yang mengenakan rompi kuning cerah – dijuluki Rompi Kuning – telah berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk Paris, untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar Macron yang kontroversial dan memburuknya situasi ekonomi.

Demonstran menggelar protes memblokir jalan dan memblokir pintu masuk dan keluar ke pompa bensin dan pabrik di seluruh negeri.

Protes dimulai di Perancis tetapi menyebar ke negara-negara Eropa lainnya, termasuk Belgia dan Belanda.

Arab Saudi Diisukan Buka Kedutaan di Negara Bashar Assad

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi pada hari Senin (14/1/2019) membantah laporan bahwa mereka berencana untuk membuka kembali kedutaan besarnya di ibukota Suriah, Damaskus.

Beberapa situs berita mengutip Menteri Luar Negeri Saudi Ibrahim al-Assaf mengatakan bahwa Riyadh bermaksud untuk membuka kembali kedutaan Damaskus pada hari Kamis.

“Pernyataan-pernyataan ini benar-benar salah,” Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan dalam pernyataan Senin.

Baca juga: 

Bulan lalu, Uni Emirat Arab dan Bahrain – keduanya mendukung oposisi bersenjata Suriah – mengumumkan rencana untuk membuka kembali kedutaan masing-masing di Damaskus setelah tujuh tahun absen.

Suriah baru saja mulai muncul dari konflik yang menghancurkan yang dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad membantai demonstran dengan keganasan militer yang tak terduga.

Pasukan Penjajah Israel Kepung Masjid dan Tahan Tiga Penjaga Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dome of the Rock di kawasan Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki Israel telah dibuka kembali untuk umat Muslim setelah dikepung selama berjam-jam oleh pasukan zionis, menurut salah satu penjaga kompleks suci asal Palestina.

Tidak lama setelah masjid dibuka kembali, lima warga Palestina – termasuk tiga penjaga masjid – ditahan oleh polisi Israel ketika mereka meninggalkan area itu, menurut koresponden Anadolu Agency yang berbasis di daerah tersebut.

Sebelumnya pada hari Senin (14/1/2019), polisi Israel melakukan pengepungan di Dome of the Rock, yang terletak di Kota Lama di kompleks Masjid Al Aqsha, memicu ketegangan antara polisi dan jamaah Palestina.

Menurut Firas al-Dibs, juru bicara Religious Endowments Authority Yerusalem, insiden itu dimulai sebelumnya pada hari Senin ketika penjaga asal Palestina menutup masjid setelah seorang polisi Israel mencoba memasuki situs tersebut tanpa izin.

“Para penjaga meminta polisi untuk melepas topi [Yahudi Kippah] sebelum memasuki masjid, tetapi dia menolak dan berusaha untuk memaksa masuk ke tempat itu, mendorong para penjaga untuk menutupnya,” kata Dibs.

Dibs mengatakan polisi Israel melakukan pemeriksaan keamanan rutin setiap pagi. Namun, karena petugas itu menolak melepas kippahnya, para penjaga curiga bahwa ia akan melakukan ibadah Yahudi di dalam masjid.

Baca juga: 

Non-Muslim diizinkan untuk mengunjungi situs tersebut selama jam-jam tertentu, tetapi tidak diperbolehkan untuk beribadah di situs tersebut.

Para jamaah kemudian bentrok dengan polisi ketika polisi Israel tiba dan menunggu di luar masjid untuk menangkap para penjaga Palestina.

Ratusan warga Palestina berkumpul di Dome of the Rock untuk sholat zuhur, lapor kantor berita Wafa.

Selama bentrokan, polisi Israel secara fisik menyerang Sheikh Omar al-Kiswani, direktur Masjid Al Aqsha, kata Dibs. Dia telah dipindahkan ke rumah sakit untuk dirawat.

Polisi Israel tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Kompleks Masjid Al-Aqsha adalah situs tersuci ketiga bagi umat Islam setelah Mekah dan Madinah, sementara orang Yahudi mengklaim sebagai Temple Mount.

Palestina telah lama khawatir bahwa penjajah Israel berencana untuk mengambil alih situs itu sehingga dapat membangun Kuil Ketiga.

Para aktivis Kuil mengakui bahwa berdoa di kompleks itu adalah langkah pertama dalam mencapai tujuan mereka membangun Kuil Ketiga di the Noble Sanctuary, warga Palestina tetap khawatir tentang pengunjung Yahudi ke kompleks itu, banyak di antara mereka yang berusaha berdoa.

Pesawat Boing 707 Jatuh Ketika Mendarat Darurat di Iran, Belasan Tewas

IRAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 16 orang tewas ketika sebuah pesawat kargo Boeing 707 yang dioperasikan oleh Kyrgyzstan Airlines jatuh ketika mendarat di Iran pada hari Senin (14/1/2019), menurut televisi pemerintah.

Pesawat itu jatuh ketika melakukan pendaratan darurat di Bandara Fath, yang terletak di Karaj di provinsi Alborz, 40 kilometer (sekitar 25 mil) di barat ibukota Teheran, Mehr News Agency melaporkan.

16 orang kehilangan nyawa, dan satu orang berhasil diselamatkan, kata Mehr.

Pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kecelakaan itu.

Baca juga: 

Dua Cara Ini Bisa Kita Lakukan untuk Bantu Muslim Uighur

SOLO (Jurnalislam.com) –Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, Ketua Presiden Persatuan Ulama Turkistan timur Dr. Ataullah Shahyar mengatakan ada dua cara warga Indonesia membantu muslim Uighur.

Pertama, umat Islam besama-sama meminta pemerintahnya untuk menekan pemerintah Cina agar menghentikan penindasan muslim Uighur.

Hal itu, menurut Dr. Ataullah karena pemerintah Cina takut ketika negara – negara muslim bersatu untuk menekannya.

“Kemudian yang kedua lanjutnya, adalah do’a karena doa adalah senjatanya kaum muslimin,” tambahnya kepada Jurniscom saat menjadi pembicara di tabligh akbar yang diadakan DSKS, di Masjid Baitul Makmur Solo Ahad malam(13/1/2019).

Dua hal itu, katanya, minimal bisa meringankan penderitaan bangsa Uighur.

Dr. Ataullah Shahyar datang ke Indonesia bersama para ulama Uighiur untuk menyampaikan rasa terimakasih atas sikap warga Indonesia menolak penindasan di Turkistan timur oleh Cina.

“Kami sampaikan apa yang kami lihat di media, ribuan muslim Indonesia turun ke jalan menyuarakan pembelaan atas apa yang menimpa saudaranya Uighur di Cina,” ungkapnya.

Ia mengaku terharu melihat bagaimana warga Indonesia mendatangi kedutaan China untuk menyuarakan hati pembelaan kepada Uighur.

Perkara Hati dan Jenis Perusaknya

JURNALISLAM.COM – Melihat fenomena perpecahan, propaganda, bahkan agitasi yang dipertontonkan di jagat media, tidak sedikit yang merasa risih, kesal, bahkan lebih memilih untuk tidak peduli terhadap itu semua.

Kendati demikian, mungkin dari teman-teman ada yang bertanya, apakah itu bentuk kerusakan nalar sehat, atau permasalahan hati?

Menarik jika membahas masalah hati atau qalbu ini. Menjaga hati agar tetap sehat dan tidak rusak merupakan suatu hal yang penting, apalagi di zaman adu domba dan baper pada tahun politik tidak bisa terelakkan.

Tidak kurang, banyak cendekiawan menulis tentang perkara ini, Farid Ahmad Okbah salah satunya. Di dalam buku Hidup Hanya Sekali, Jangan Salah Jalan ia menjelaskan perkara ‘segumpal daging’ ini.

Kebahagiaan seseorang akan mendalam ketika dia sudah dapat memuaskan jasad dan pikirannya, kemudian dilanjutkan dengan memuaskan qalbunya.

Qalbu akan merasakan sakit sebagaimana badan juga merasakan sakit, maka obatnya adalah istighfar, taubat, dan kembali kepada Allah.

Qalbu akan menjadi kusam sebagaimana kaca, sedangkan membersihkannya dengan berdzikir.

Qalbu akan telanjang seperti badan, sedangkan pakaiannya adalah taqwa. Qalbu juga dapat merasa lapar dan haus, sedangkan makanan dan minumannya adalah mengenal Allah, mencintai-Nya, tawakkal, serta kembali dan mengabdi kepada-Nya.

Penyebab Hati Menjadi Rusak

Setidaknya ada beberapa sebab hati dapat menjadi rusak:

1. Sebab kemusyrikan, yaitu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.

Allah SWT berfirman:

سَنُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَاۤ اَشْرَكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا ۚ وَمَأْوٰٮهُمُ النَّارُ ؕ وَ بِئْسَ مَثْوَى الظّٰلِمِيْنَ
“Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim.”
(QS. Ali ‘Imran: Ayat 151)

2. Berpaling dari kebenaran dan mengikuti hawa nafsu.

Allah SWT berfirman:

ؕ فَلَمَّا زَاغُوْۤا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ ؕ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
“… Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”
(QS. As-Saff: Ayat 5)

Allah SWT berfirman:

ٍ ثُمَّ انْصَرَفُوْا ؕ صَرَفَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
“… Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.”
(QS. At-Taubah: Ayat 127)

Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ ۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَ لَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا
“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.”
(QS. Al-Kahf: Ayat 28)

3. Kedengkian terhadap orang-orang mukmin.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَآءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَـنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.””
(QS. Al-Hasyr: Ayat 10)

4. Perbuatan dosa-dosa.

Allah SWT berfirman:

كَلَّا بَلْ ۜ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.”
(QS. Al-Muthaffifiin: Ayat 14)

Jadi, tidak menutup kemungkinan apa yang dilakukan para ‘aktor’ saat ini disebabkan ada yang salah dalam hatinya.

Memang, sebaiknya hati harus dirawat dan dijaga dari apapun yang dapat merusaknya. Sebab jika rusak, rusaklah seluruh jiwa raga. Namun sebaliknya, jika baik, baiklah seluruh badan ini.

Aksi Pengadangan Picu Masyarakat Tak Lagi Respek terhadap Aparat

SOLO (Jurnalislam.com)- Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor Dr. Muhammad Taufik angkat suara soal pengadangan peserta tabligh akbar.

Aksi aparat yang kedapatan mengadang peserta Tabligh Akbar PA 212 di Gladak Solo dinilai justru memperburuk citra polisi.

“Artinya begini, apa yang dilakukan pemerintah lewat kepolisian pada hari ini sangat tidak strategis, ini akan memberikan respon kepada masyarakat itu akan makin berani dan-mohon maaf- tidak respek kepada aparat kepolisian,” katanya kepada Jurniscom ahad, (13/1/2019).

Dr. Taufik yang juga ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) ini meminta kepada pemerintah agar tidak paranoid terhadap aksi-aksi yang dilakukan umat Islam khususnya di Solo.

“Sebenarnya acara ini sebenarnya sama dengan acara di hari Jum’at dan yang lain lain. Artinya kegiatan ini adalah bagian penyampaian pendapat di muka umum, kalau penyampaian pendapat di muka umum itu mayornya tidak perlu berizin cukup pemberitahuan,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, aktivitas aksi ini nyaris tidak ada rumput pun yang rusak.

Bahkan yang terjadi semua pulang dengan tertib. Sampah-sampah pun kira kira satu jam  sudah bersih.

Kalau anarkisme, kata Dr Taufik, bisa dilihat dalam sejarah saat 20 november tahun 2000.

Saat ituitu Megawati tidak terpilih sebagai presiden meski PDIP menang.

“Yang terjadi adalah pembakaran, gedung pembantu Gubenur ini dibakar, kemudian LP blok D dan F itu juga di jebol. Bahkan mohon maaf, Balai Kota pun juga dibakar,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada pemerintah dan aparat kepolisian untuk bersikap persuasif kepada umat Islam.

“Sepanjang panitia ada yang bertanggung jawab, maka kalau terjadi efek negatif tinggal dipanggil yang bertanggung jawab dan yang menyerahkan pemberitahuan tersebut, itu perintah UUD pasal 13 ayat 1, 2,3 dan 4 UU 1998,” tandasnya.

Fahri Hamzah Minta Pemerintah Cina Terbuka Soal Uighur

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Pemerintah Cina untuk lebih terbuka terkait pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur.

“Kalau memang tidak ada pelanggaran HAM yang dilakukan, maka pemerintah Cina wajib terbuka menjelaskan apa yang sebenarnya,” katanya kepada Jurnalislam.com di Senayan, Jaksel, Senin (14/01/2019).

Menurut Fahri, seharusnya pemerintah Cina mengikuti langkah yang dilakukan Indonesia saat dituduh melakukan pelanggaran HAM di Papua.

“Ini abad 21. Jadi ya buka aja kalau memang tidak terjadi apa-apa. Sama seperti Indonesia saat kepemimpinan Gusdur. Dia membuka Papua saat ada tuduhan HAM di Papua. Wartawan bebas masuk. Setelah dibuka masalah selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Fahri menerima Dubes Cina pada pagi hari di DPR.

Dalam pertemuan itu Fahri meminta penjelasan soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi.

Fahri pun meminta jika itu diklasifikasikan sebagai pelanggaran HAM, maka akuilah itu sebagai pelanggaran HAM.

Meski Dihalangi Aparat, Ribuan Warga Solo Hadiri Tabligh Akbar Reuni 212

SOLO ( Jurnalislam.com)-Diperkirakan lebih dari 7000 massa alumni 212 Soloraya hadiri Tabligh akbar dan reuni 212 yang di gelar di barat Bunderan Gladak Solo,Ahad,(13/01/2019).

Pantauan Jurniscom di lokasi, meski massa sempat diadang aparat, peserta reuni rupanya tak diam begitu saja. Massa mencari jalan alternatif supaya dapat sampai ke lokasi.

Salah satu orator aksi, KH. Ali Naharursurur mengatakan bahwa dirinya diadang sana sini , padahal rumahnya ke lokasi biasa di tempuh 5 menit.

“Saya sebenarnya datang ke sini biasanya hanya kurang dari 5 menit. Akan tetapi di cegat sana di cegat sini, dibelokkan sana di belokkan sinie sehigga memperpanjang waktu perjalanan”,jelasnya.

Ia berkata bahwa pengadangan oleh aparat adalah bentuk cobaan yang menguatkan tekad.

“Allah berikan cobaan semacam ini supaya hati kita tidak mendua,supaya hati kita tetap hanya, kepada dan untuk Allah saja”,paparnya.

Abah Ali biasa dia disapa juga mengingatkan aparat bahwa kelompok apapun dan seragam apapun yang dipakai akan juga lepas jika sudah masuk pensiun.

“Saya ingatkan buat semua dari kopral sampai Jendral bahwa sragam yangn kalian pakai akan kalian lepas jika sdh usia pensiun”.terangnya.

Sementara itu panitia aksi, ustaz Norhadi Wasoso mengatakan, ada peserta reuni yang tertahan oleh polisi tidak di perkenankan masuk.

“Ada 15 bus dari Sragen yang masih tertahan. Ada juga dari Yogyakarta, Boyolali dan ada juga yang di lokasi hanya ber jarak 100 m sebelah timur dari panggung aja juga tidak di perkenankan masuk,”tutupnya.

Ridho asfari