Komika Jadikan Agama Bahan Candaan, Ahli Hukum : Yang Dilakukan Sama dengan Ahok

SOLO (Jurnalislam.com)-Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Muhammad Taufiq mengatakan, bahwa apa yang dilakukan komika yang juga mantan penyanyi cilik Joshua, sudah memenuhi unsur pidana pelecehan terhadap agama, menurutnya, tanpa ada yang melaporkan, negara harus segera mengangani terhadap kasus tersebut.

“Kalau kalau ini kan terang-terangan, kalau namanya Anisa, karena namanya Islam pasti menang, ini kan sudah jelas sasarannya kepada siapa,” katanya kepada jurnalislam.com di kantornya Laweyan, Surakarta, Kamis, (11/1/2018).

“Jadi untuk kasus Joshua ini bukan masuk delik pidana aduan tapi masuk delik pidana biasa dan negara harus mengambil peran,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan, bahwa negara harus mengambil sikap tegas terhadap kasus dugaan penistaan agama tersebut, dulu, kata dia, ada pelawak yang menjadikan agama sebagai candaan, namun negara langsung bersikap tegas dengan memberi hukuman penjara.

“Bukan hanya Joshua, dulu itu ada pelawak dari IAIN Salatiga melawak di Universitas Satya Wacana, itu terjadi di masa orde baru, itu saja di pidana lho, karena dia ngomong ayo kita ngaji ayat kursi sak mejane, itu aja dipidana,” katanya.

“Karena dia membuat mainan tentang Anisa, An-Nisa itu ada di Quran, jadi nggak beda dengan Ahok apa yang dilakukan joshua itu,” tandasnya.

Pizaro Terpilih Menjadi Ketua JITU, Ini Program Unggulan untuk Jurnalis Muslim

BOGOR (Jurnalislam.com)—Wartawan Kantor Berita Turki Anadolu Agency resmi terpilih sebagai Ketua organisasi kewartawanan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) periode 2018 -2021.

Kepada Jurnalislam.com, ia mengatakan dalam kepemimpinannya, program unggulan yang digalakkan berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM jurnalis muslim.

Menurutnya, salah satu hal yang harus terus ditingkatkan oleh jurnalis muslim adalah kemampuan menyampaikan gagasannya dalam bentuk berita dan opini.

“Salah satu program kerja kepengurusan baru ini berusaha agar jurnalis muslim khususnya anggota JITU lebih berkualitas dari sisi skill kerjunalisan seperti skill penulisan berita. Itu adalah fokus utama,” kata Pizaro kepada Jurnalislam.com di sela-sela Kongres IV JITU di Bogor, Jumat (13/1/2018).

Untuk itu, ia mengajak para jurnalis muslim bersama-sama terus meningkatkan kemampuan dalam hal jurnalistik.

“Insya Allah ini akan menjadi fokus kami ke depan,” pungkasnya. Seperti diketahui, Kongres JITU Keempat menetapkan M Pizaro sebagai ketua. JITU merupakan organisasi profesi jurnalis muslim yang terdiri dari pelbagai jurnalis baik media cetak, daring dan elektronik.

Warga Bima Antusias Hadiri Tabligh Akbar Solidaritas Palestina

BIMA (Jurnalislam.com)–Memupuk solidaritas dan kepedulian kepada saudara muslim yang ada di Suriah dan Palestina, Muslimah Bima Peduli (MBP) menggelar tabligh akbar dan penggalangan dana.

Acara yang berlangsung pada selasa (9/1/2018) dilaksanakan di Convention Hall Paruga Na’e, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bima ini menghadirkan inspirator hijrah Peggy Melati Sukma.

Ketua Muslimah Bima Peduli (MBP) Parmila Zulfadiyanti mengatakan tujuan tabligh akbar ini untuk menggalang dana sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap saudara muslim Palestina.

“Selain itu, kami juga mengabarkan serta menyampaikan informasi kepada seluruh umat islam Bima tentang keadaan mereka disana yang sekarang sudah mulai mengalami kesulitan,” katanya.

MBP, menggandeng Syam Organizer untuk menyalurkan donasi untuk warga Palestina. Pantauan Jurnalislam.com, acara tabligh yang dihadiri oleh ratusan umat islam Bima itu diawali dengan penyampaian informasi tentang keadaan umat islam di Palestina yang sampai hari ini mereka masih mengalami pengusiran dan penindasan.

“Kami berharap ke depan umat islam bima terus termotivasi umtuk membantu saudara di Palestina, dan juga selalu mengetahui perkembangan informasi tentang umat islam di sana,” pungkasnya.

 

Peggy Melati Sukma : Jangan Lupa Doakan Muslim Suriah dan Palestina

BIMA (Jurnalislam.com)—Syam Organizer dan Muslimah Bima Peduli menggelar tabligh akbar menghadirkan inspirator hijrah Peggy Melati Sukma. Dalam materinya, Peggy mengingatkan agar umat Islam mendoakan saudaranya di negeri Syam, khususnya Suriah dan Palestina.

Apalagi, kata Peggy, saat ini Syam tengah memasuki musim dingin. “Membantu bumi syam adalah merupakan kewajiban bagi kita umat islam, karena itu merupakan bagian dari kontribusi kita untuk saudara-saudara yang berada di sana,” kata Peggy di Convention Hall Paruga Na’e, Kota Bima.

Sebagai aktivis kemanusiaan, Peggy berkomitmen untuk terus melakukan aktivitas membantu warga Pelstina. “Tetapi umtuk kali ini, bantuan lebih di fokuskan kepada bumi syam yang memang akan menghadapi musim dingin, apalagi di Suriah yang sebentar lagi akan turun salju,” tambahnya.

Menurut Peggy yang pernah ke Gaza ini, saat warga Palestina dan Suriah mebutuhkan bantuan dengan jumlah yang banyak karena penderitaannya yang sudah terjadi bertahun-tahun.

“Maka dengan adnya event ini kami mengundang seluruh warga untuk menunjukan sikapnya dalam melawan segala bentuk penjajahan, kesewenangan,serta penindasan yang melanda umat islam di Bumi Syam,” ungkapnya.

Tak lupa, ia meminta umat Islam agar tak henti-hentinya mendoakan mereka. “Kami berharap umat islam di Bima selalu termotivasi untuk membantu mereka, dengan harta dan senimalnya mari kita membantu mereka dengan doa- doa yang kita panjatkan,” pungkasnya.

Gandeng Syam Organizer, Komunitas Muslimah Bima Peduli Hadirkan Peggy Galang Dana untuk Palestina

BIMA (Jurnalislam.com) gandeng Syam Organizer, Komunitas Muslimah Peduli gelar tabligh akbar menghadirkan inspirator hijrah Peggy Melati Sukma galang dana untuk membantu Palestina, Selasa (9/1/2017).

Ketua Pantia, Zulfa Rahmiati mengarakan bahwa antusias masyarakat sangatlah tinggi. Hal tersebut tampak dari donasi yang terhimpun hingga 70 juta rupiah.

Penghimpunan donasi, kata Zulfa, berasal dari hasil penjualan merchandise, buku Peggy Melati Sukma, hingga lelang dan donasi langsung saat Gala Dinner.

Zulfa menambahkan bahwa donasi untuk Palestina akan langsung diserahkan kepada warga Palestina melalui Syam Organizer.

 

Hujatan Komedian Terhadap Agama Munculkan Permusuhan Sesama Anak Bangsa

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Juru Bicara Jamaah Ansyarushy Syariah (JAS) Abdul Rohim Ba’asyir menilai apa yang dilakukan para komika stand up comedy seperti Ge Pamungkas, Joshua, dll yang membawa-bawa agama dalam materinya dan diduga menghina agama bisa memunculkan permusuhan sesama anak bangsa.

“Yang non islam mengolok- olok Islam. (Dibalas) yang Islam mengolok-olok non Islam. Ini akan menjadi muncul permusuhan di antara sesama bangsa. Kemudian menimbulkan peperangan yang menjadi pemisah sehingga jurangnya semakin lebar membuat sulit bersatu kembali,” kata pria yang karib disapa Iim ini kepada Jurnalislam.com, Selasa (9/12/2017) di Solo.

Agama Kerap Dijadikan Lelucon Komika, JAS Minta Negara Bertidak Tegas

Karenanya, menurut Iim, Negara dalam hal ini aparat harus bertindak tegas agar dapat menjaga keutuhan bangsa.

“Saya kira kalau aparat negara tegas kepada para pelaku ini, kemudian memembrikan sanksi yang sesuai maka saya yakin hal-hal tadi akan berkurang,” katanya.

Reporter: Ridho

Agama Kerap Dijadikan Lelucon Komika, JAS Minta Negara Bertidak Tegas

SOLO (Jurnalislam.com) -Menanggapi maraknya aksi komika yang kerap membawa-bawa agama dan memperoloknya, Juru bicarara Jamaah Ansharushy Syariah Abdul Rohim Ba’asyir mengatakan bahwa para pelaku harus ditindak tegas, karena mereka mengungkit SARA.

“Negara harus hadir dalam menindak tegas orang-orang ini karena ini masalah yang akan memicu permasalahan yang serius karna ini menyangkut SARA,” katanya kepada Jurnalislam.com di Solo (09/01/2018).

Menurutnya masalah pelecehan agama tidak akan marak jika aparat negara tegas memberikan sanksi yang sesuai kepada pelaku. “Saya kira kalau aparat negara tegas kepada pelaku ini kemudia memberikan sanksi,saya yakin hal seperti ini akan berkurang”tuturnya.

Hujatan Komedian Terhadap Agama Munculkan Permusuhan Sesama Anak Bangsa

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Iim ini mengingatkan agar agama tidak lagi di jadikan lelucon oleh siapapun, karena jika dibiarkan akansangat berbahaya dalam menjaga kesatuan dan kebersamaan.

“Agama dijadikan lelucon kemudian diketawai dan dia merasa bangga dengan itu ini bahaya sekali dari sisi moral dan sisi kesatuan bangsa”,jelasnya.

Terakahir Iim berharap toleransi bergama berwujud dengan wujud yang sebenarnya. Katanya, jangan sampai toleransi hanya sebatas kulit hanya sebatas pengakuan tapi realitanya terjadi serangam atau olok-olokan terhadap agama tertentu,dalam kasus ini menyerang Islam,

Reporter: Ridho

Jelang Pilkada Serentak, JAS : Waspada Politisi yang Mendadak Dekati Umat

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Banyaknya elit politik yang belakangan ini banyak mendekat ke umat Islam dinilai Amir Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Jawa Tengah Ustaz Surawijaya sebagai bentuk tipu daya belaka.

Menurutnya, umat Islam harus waspada dengan cara-cara licik yang dilakukan musuh Islam, yang saat ini marak menjelang tahun-tahun politik kedepan.

“Kita sebagai anak bangsa tentu amat sangat tau karena visi dan keinginan mereka sebatas untuk menipu rakyat supaya dipilih,” katanya kepada Jurnalislam.com usai memberi materi di Wisma Salimah, Waru, Baki, Sukoharjo, Ahad, (7/1/2018).

Orang seperti itu, kata pria yang karib disapa Cak Rowi tidak perlu dipilih. “Harapan kita kedepan orang orang seperti ini dibuang ditempat sampah, tidak perlu dipakai, karena kalau menjadi pemimpin akan jadi pemimpin-pemimpin buruk,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ustaz Rowi sapaannya mengatakan, bahwa kedepan akan muncul tokoh-tokoh politik yang terlihat Islami dan menebar banyak janji kepada rakyat, namun, katanya, sejatinya mereka akan lupa ketika sudah menjadi pejabat karena memang sejak awal mereka hanya menjadikan Islam sebagai pencitraan saja.

“Mementingkan perutnya sendiri maupun organisasi partai, dan justru menjadi orang-orang yang pongah ketika berkuasa, baik itu menghinakan Islam atau menghinakan pribadi dengan perbuatan perbuatan buruk sebagaimana yang dilakukan salah satu bakal calon di Jatim,” ujarnya.

Untuk itu, Ia berpesan kepada umat Islam agar teliti dalam menilih calon pemimpin kedepan, sebab, kata ustaz Rowi, jika pemimpin daerah seorang yang amanah dan beriman, maka Allah akan memberikan berkah dan menjadikan daerah tersebut semakin maju dan baik.

“JAS Jateng menghimbau kepada kaum muslimin supaya bisa selektif dan bisa mengetahui jatidiri dari calon pemimpin yang mencalonkan, baik itu Bupati atau Gubenur,” papar pria 4 anak tersebut.

“Pilihlah yang paling baik kualitasnya karena pemimpin itu akan menjadi corak dan kunci keberhasilan di suatu daerah,” tandasnya.

Ustaz Rowi juga mengajak umat Islam untuk banyak berdoa kepada Allah agar diberi pemimpin-pemimpin yang lurus, yang memperjuangkan rakyat dan Islam.

Jalani Sidang Perdana, Kuasa Hukum Jonru : Dakwaan Jaksa Batal Demi Hukum

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Pegiat media social Jonriah Ukur alias Jonru menjalani siding dakwaan perdana hari ini, Senin (8/1/2018) di PN Jakarta Timur. Dalam dakwaannya, ia dijerat pasal 28 (2) UU ITE.

Ketua Tim Advokasi Jonru, Djudju Purwantoro mengatakan bahwa dakwaan JPU kepada Jonru banyak kejanggalan. “Menurut kami penerapan pasalnya sangat tidak tepat, karena itu dapat dinyatakan batal demi hukum, kami akan mengajukan keberatan hukum (eksepsi) pada persidangan kedua selanjutnya,” katanya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Djuju menilai, Jonru merupakan tokoh pegiat media sosial yang disegani dan dikagumi anak muda dan masyarakat umum, karena itu, banyak orang yang mendukung perjuangan Jonru untuk tetap produktif menulis.

“Penjara tidak akan pernah membungkam idealisme perjuangan masyarakat guna memperbaiki penyimpangan-penyimpangan politik di negeri tercinta ini. Mari dukung Jonru dan banjiri persidangannya,” pungkasnya.

Gunakan Sistem Mulazamah, Salman Al Farisi Jadi Ponpes Favorit di Karanganyar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Pondok Pesantren Islam Salman Al Farisi (PPISF) Karangpandan, Karanganyar melaksanakan Ujian Seleksi Penerimaan Santri Baru pada Ahad, (7 /1/ 2017).

Pimpinan PPISF Ustaz Sanif Ali Syahbana menjelaskan, bahwa dalam tes hari pertama tersebut, diikuti 50 santri dari gelombang 1, pihaknya masih belum bisa menerima semua calon santri yang mendaftar, menurutnya, sarana dan prasana PPSIF saat ini masih terbatas.

“Kami sebenarnya akan menerima semua Santri yang mendaftar disini, akan tetapi karena keterbatasan Sarana dan Prasana yang kami miliki maka kami baru belum bisa menerima semua Santri yang Daftar disini,” terangnya kepada jurnalislam.com.

Lebih lanjut, Ustaz Sanif mengatakan, bahwa Materi Ujian Test seleksi masuk meliputi Kemampuan Baca dan Hafalan Al Qur’an dan Hadist, Kemampuan IQ, Psycho Test serta Tes Wawancara baik dari Calon Santri maupun Calon Wali Santri.

“Kami baru bisa menerima Sesuai Rangking dari hasil Ujian Seleksi masuk,” imbuh Alumni Mahasiswa Universitas Al Iman Yaman tersebut.

Sementara itu, Abdul Malik salah satu Calon Wali Santri yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku tertarik dengan salah satu metode belajar dari PPISF yakni Mulazamah, hal itu, katanya, sangat efektif bagi para santri yang ingin belajar langsung kepada para ulama.

“Mulazamah merupakan sistem paling efektif untuk belajar karena Santri langsung menyerap ilmu dari Ustadz,” tandasnya.