Din Syamsuddin Minta ANTV Stop Tayangan Karma Roy Kiyoshi, Ini Alasannya

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Din Syamsuddin meminta ANTV menghentikan penayangan acara Karma yang diasuh oleh Roy Kiyoshi, karena dianggap bertentangan dengan akidah Islam.

“ Setelah menonton acara Karma Roy Kiyoshi di ANTV, saya menyimpulkan di acara tersebut banyak hal yang bertentangan dengan akidah Islamiyah, dan oleh karena itu dapat menyesatkan akidah umat Islam,” kata Din dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (24/6/2018).

Ia juga meminta Komisi Pengkajian MUI untuk segera mengkaji lebih lanjut.

“Sementara itu, saya menyarankan ANTV sebaiknya menghentikan penayangan acara tersebut, sebelum menimbulkan keresahan di kalangan umat Isla,” tambahnya.

Ia pun berharap KPI segera melakukan langkah-langkah sesuai kewenangannya dan ketentuan hukum yang berlaku.

Tak Dijagokan Lembaga Survey di Pilgub Jabar dan Jateng , Ini Kata PKS

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Lembaga Survey Roda Tiga Konsultan (RTK) merilis survei Pilkada Jabar dan Jateng.

Hasil survei tersebut mencatat, dalam Pilkada Jabar, pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sudrajat – Syaikhu memperoleh 4,8 persen. kalah dari pasangan Demiz-Demul dan RK-UU.

Sedangkan dalam Pilkada Jateng hasil survei mencatat, pasangan Sudirman Said – Ida Fauziah hanya memperoleh 8,6 persen. Kalah jauh dari pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. Selain RTK, beberpa lembaga survey seperti LSI, Indikator, Instrat juga tidak menjagokan pasangan yang diusung PKS di Pilgub Jabar ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyatakan survei hanya obat pemacu relawan untuk berkampanye lebih keras lagi.

“Aher dulu underdog, hasil survei kecil. Tapi akhirnya berhasil membalikkan hasil survey,” katanya dalam diskusi Survei Pilkada di Resto Mandailing, Lebak Bulus, Jaksel, Jumat (22/6/2018).

Menurutnya, apa yang terjadi saat ini terhadap pasangan Sudrajat-Syaikhu dan Sudirman Said-Ida Fauziah mengingatkan dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Saat itu pasangan Anies-Sandi selalu kalah dalam survei.

“Saat DKI, kami selalu ada di urutan ketiga dalam hasil survei tapi relawan kami bekerja keras dan berhasil memenangkannya,” pungkasnya.

Mardani mengaku mempunyai strategi jitu untuk mendongkrak popularitas pasangan yang diusungnya di Jabar dan Jateng. Yaitu melalui media sosial.

“Justru saat hari tenang, tim kami bekerja di medsos. Karena medsos lahan yang baik untuk berkampanye,” tuturnya.

Reporter: Gio

Pakar Hukum : Masyarakat Dapat Gugat Pelantikan Iriawan ke Pengadilan

SOLO (Jurnalislam.com) – Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor Muhammad Taufiq SH mengatakan dilantiknya Komjen (pol) Iriawan sebagai PJ Gubenur Jabar telah melanggar Pasal 28 UU NO 2 tahun 2002 tentang kepolisian. Sebab, kata Taufik, PJ Gubernur dari polisi aktif itu menabrak hukum.

“Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Senin, (18/6/2018).

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan, bahwa berdasarkan ketentuan hukum tersebut, seorang anggota kepolisian hanya dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah dirinya mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.

“Atau jika ditafsirkan secara a contrario ketentuan tersebut berarti, seorang anggota kepolisian yang masih aktif dilarang untuk menduduki jabatan di luar kepolisian,” paparnya.

Taufik juga mengatakan bahwa dengan dilantiknya M Irawan tersebut akan semakin membuat masyarakat curiga akan adanya kecurangan dalam pilkada Jabar kedepan.

“Ini punya dua skenario. Pertama, TB Hasanudin – Anton Charly harus menang. Kedua, kalau kalah akan chaos, itu sebabnya Pj Gubernur dari polisi,” ujarnya.

“Penunjukan Pejabat dari polisi jelas sebuah kesengajaan untuk memenangkan calon mereka. Polisi jadi Plt bisa tapi sudah di PNS kan misal jadi dirjen imigrasi atau dirjen bea cukai,”sambungnya.

Untuk itu, kata Taufik, masyarakat masih bisa memprotes kebijakan Mendagri tersebut melalui PTTUN “Digugat via PTUN, Mendagri dan Jokowi jelas tahu skenario ini,” tandasnya.

FUIS : Jika Umat Islam Golput, Orang Anti Islam Akan Menangkan Calon Mereka

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Menjelang pemilihan gubernur (pilgub Jateng) yang jatuh pada tanggal 27 Juni 2018, Forum Ummat Islam Semarang (FUIS) menyerukan agar umat Islam melek politik terhadap situasi perkembangan politik yang ada, agar aspirasi umat Islam bisa disalurkan ke partai yang berpihak kepada Islam.

“Diharapkan dalam pilgub besok khususnya umat Islam harus paham dan melek politik agar berpartisiasi dalam pemilihan,” ucap ketua FUIS Wahyu Kurniawan kepada Jurnalislam.com, Ahad (24/6/2015)

Ia juga memberi arahan agar nantinya masyarakat Jawa Tengah jangan memilih calon yang diusung oleh partai yang mendukung penista Al-Qur’an maupun partai yang mendistorsi ajaran-ajaran Islam.

“Disini kami menyarankan kepada masyarakat untuk tidak memilih paslon yang diusung oleh partai-partai yang selalu mendistorsi ajaran-ajaran Islam maupun yang selalu mengkriminalisasi para ulama,” tambahnya

Ia kembali menegaskan, bahwa umat Islam harus melek politik Islam. Politik Islam disini adalah setiap urusan politik yang sesuai dan tidak melanggar aturan Islam, bukan mempolitisasi Islam, membawa-bawa Islam tapi untuk kepentingan pribadi, karena hal itu yang dilarang

Terakhir ia berpesan agar masyarakat Jawa Tengah khususnya umat Islam untuk tidak golput, karena tambahnya, jika kekuasaan ini direbut oleh partai-partai yang anti Islam maka diastikan semua kebijakan-kebijakannyapasti akan mendistorsi ajaran-ajaran Islam.

“Yang mau golput silahkan, itu pilihan anda, namun ketahuilah, ketika kaum muslimin golput dan orang-orang yang anti Islam maupun pelaku kemaksiatan memilih calon mereka, maka ketika mereka mendapat suara terbanyak, dipastikan mereka akan membuat kebijakan-kebijakan yang menyulitkan Islam dan umat Islam,” pungkasnya.

Gelar Halalbihalal, Prof Suteki : Kita Butuh Diskusi, Bukan Persekusi!

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Prof. Suteki, SH., M.Hum yang dinonaktifkan awal bulan Juni lalu menggelar halal bihalal bersama kawan-kawannya di facebook bertempat di kediamannya, Banyumanik Semarang, Sabtu (23/6/2018).

Hadir dalam acara tersebut warga dari berbagai kota seperti Kudus, Blora, Pati, Purwodadi, dan berbagai wilayah lainnya di Jateng, terkhusus untuk memberikan simpati dan dukungan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Suteki menyampaikan agar segala perubahan yang terjadi negeri ini mulai dari perpolitikan, hukum dan agama agar mengedepankan diskusi bukan persekusi.

“Kita butuh literasi yang cukup agar perubahan mendasar atau disrupsi dapat dilakukan melalui diskusi bukan persekusi sehingga diperoleh solusi yang komprehensif,” katanya saat menyampaikan tausyiah politiknya didepan para hadirin.

Dalam acara silaturahim tersebut, hadirin memberikan dukungan agar beliau tidak patah semangat dalam membela kebenaran walaupun kezaliman menimpanya.

Bahkan Prof Suteki yang dinonaktifkan karena dituding sebagai anggota ormas Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI) terenyuh dan hampir menitikkan air mata setelah perwakilan dari Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menyampaikan dukungan dan perhatiannya.

“Semoga dukungan moril saya cukup menjadi hujjah dihadapan Allah ketika ditanya, apa yang telah kamu lakukan ketika melihat saudaramu dizalimi?,”ucap Humas FUIS Danang Setyadi.

Abdul Kharis Nilai Pidato Cornelis Bisa Memecah Belah Bangsa

SOLO (Jurnalislam.com) – Pidato politisi PDIP yang juga mantan Gubenur Kalbar Cornelis terus mendapat kecaman oleh sejumlah tokoh dan masyarakat, ucapan yang menyebut Melayu dan Islam bersama Belanda menjajah Dayak itu dinilai ketua Komisi I DPR RI Dr Abdul Kharis Almasyhari bisa memecah belah bangsa dan tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik.

“Itu yang harus dia sampaikan dan saya tidak sepakat kalau ada publik figur yang kemudian melakukan seperti itu, tidak pantas,” terangnya kepada jurnalislam.com saat ditemui dirumahnya Solo, Selasa, (12/6/2018).

“Ketika seseorang sudah menjadi publik figur, harus bisa menawarkan satu kedamaian kebersamaan dan persatuan,” imbuh politisi dari PKS ini.

Seharusnya, kata Dr Abdul Kharis, seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh yang baik untuk masyarakatnya. Sebab, katanya, ucapan dari Cornelis tersebut berpotensi menimbulkan konflik sesama anak bangsa.

“Ajak bersatu bukan malah membuat perpecahan di tengah masyarakat, karena ini masyarakat beliau sendiri,” tandasnya.

Jadi Anggota DK PBB, Indonesia Diharap Dorong Kemerdekaan Palestina

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi I DPR RI Dr Abdul Kharis Almasyhari ikut mengapresiasi atas terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. Menurut Dr Abdul Kharis, terpilihnya Indonesia untuk keempat kalinya ini, pemerintah harus dapat ikut berperan aktif dalam membantu kemerdekaan bangsa Palestina.

“Yang pertama saya apresiasi kemenlu dalam diplomasi di MU PBB yang menghasilkan Indonesia jadi anggota tidak tetap DK PBB, saya kira ini prestasi yang harus diapresiasi,” katanya kepada jurnalislam.com saat ditemui di rumahnya Solo, Selasa, (12/6/2018).

“Saya berharap dengan indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB, maka Indonesia bisa membantu upaya kemerdekaan Palestina dan menekan tindakan yang bertentangan dengan prikemanusiaan yang ada di seluruh dunia,” sambung politisi partai PKS tersebut.

Lebih lanjut, menurut Dr Abdul Kharis sebagai negara yang pernah diakui kemerdekaannya oleh bangsa Palestina, sudah seharusnya Indonesia menjadi pelopor dalam membantu kemerdekaan bangsa Palestina.

“Terutama untuk Palestina yang sampai saat ini belum merdeka, kita berharap dengan Indonesia masuk anggota tidak tetap DK PBB itu indonesia bisa berperan lebih aktif lagi dalam upaya membantu kemerdekaan palestina sebagaimana semangat pembukaan UUD 1945 kita,” papar Dr Abdul Kharis.

Selain Palestina, ia juga mendorong pemerintah Indonesia untuk membantu menyelesaikan konflik kemanusian yang ada di seluruh Dunia seperti di Rohingnya, Uighur dan Kashmir.

“Semua, dimana terjadi pelanggaran kemanusiaan, disitulah Dewan Keamanan PBB harus memberikan perhatian,” tandasnya.

LKG TPQ Soloraya Berikan Kado Lebaran Kepada Para Guru TPQ Teladan

SOLO (Jurnalislam.com) – dipenghujung bulan Ramadhan 1439 H sebanyak 45 Guru TPQ di Solo Raya mendapatkan Kado Lebaran dalam program ‘Kado Lebaran Guru TPQ Teladan’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Kordinasi Gerakan (LKG) TPQ Solo Raya pada Selasa,(12/6/2018).

Guru TPQ Teladan yang mendapatkan Kado Lebaran tersebut harus sesuai kriteria yakni, Guru TPQ tersebut sudah berumur diatas 45 tahun, yang sudah hafal 30 juz, lulusan pondok pesantren dan yang sudah mengajar lebih dari 5 tahun.

Acara ini rutin dilaksanakan setiap tahun ketika bulan puasa. Acara diawali dengan sambutan oleh Abdul Wahab selaku ketua LKG TPQ Solo Raya.

“Program Kado Lebaran Guru TPQ Teladan merupakan bentuk apresiasi untuk Guru TPQ yang selama ini sudah berkontribusi baik tenaga, waktu, hingga harta dalam mendidik dan mengajarkan Al-Quran kepada Santri TPQ dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan materi dari manusia.” kata Abdul Wahab.

Sebelum pemberian Kado Lebaran, ada motivasi dari Ustaz Muhammad Ridlo. Beliau mengingatkan kembali dan mengajak Guru TPQ untuk bersyukur kepada Allah.

“Kita yang bisa membaca Al-Qur’an, bersyukur kepada Allah karena ditunjukkan sebuah jalan kebaikan, yaitu dengan diamanahi sebagai pengajar Al-Qur’an di taman-taman masjid. Tidak semua orang yang bisa membaca Al-Quran mau menyempatkan diri untuk mengajar TPQ”. Paparnya kepada para hadirin

“Perlu kita ingat dan kita tanamkan, niatkan apa yg kita lakukan hanya karena mengharap keridhoan dari Allah Ta’ala, bukan karena yang lain. karena hanya dengan berniaga kepada Allah, maka kita tidak akan mendapatkan kerugian, bahkan akan mendapatkan keuntungan yg sebesar-besarnya,” Imbuhnya.

Aksi kali ini, diakhiri dengan buka puasa bersama dan pembagian kado lebaran kepada Guru TPQ Teladan. Tak lupa, Abdul Wahab menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang telah ikut membantu dalam program program dari LKG TPQ Soloraya

Perjuangan Komunitas Pendaki Muslim Salurkan Zakat Fitrah di Gunung Merapi

KLATEN (Jurnalislam.com) – Komunitas Pendaki Muslim (KPM) Soloraya, Jamaah Masjid Al-Muhtadin Ngruki, Suami Merdeka (SM), dan Rumah Kemanusiaan (RK) menggelar aksi bakti sosial dengan menyalurkan zakat fitrah dan menyerahkan bantuan dana untuk pembangunan masjid di kampung Gir Pasang, Tegal Mulyo, Kemalang, Klaten, Rabu, (13/6/2018).

“Dalam kegiatan ini diserahkan 2,5 kuintal beras zakat fitrah yang terbagi menjadi 100 paket, uang santunan untuk warga sebesar 2,5 juta rupiah dan bantuan dana pembangunan masjid sebesar 3 juta rupiah,” kata korlap aksi ustaz El-sayyaf Moeqiemi kepada jurnalislam.com.

Gir Pasang sendiri adalah sebuah perkampungan dengan penghuni yang berjumlah sekitar 30 kepala keluarga dan yang terletak 4 km dari puncak Gunung Merapi. Untuk menuju kampung yang berada di wilayah Desa Tegal Mulyo ini dibutuhkan perjuangan keras karena harus melewati sekitar 1.200 tangga naik dan turun melintasi bukit.

Dalam aksi kali ini, warga menyambut dengan sangat antusias, pasalnya kegiatan yang di inisiasi oleh elemen muslim Soloraya ini, sangat jarang mereka dapatkan karena sulitnya medan menuju desa tersebut.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Tegal Mulyo kemudian dilanjutkan sambutan oleh David Prayoga selaku perwakilan dari Masjid Al-Muhtadin dan Habib Adnan selaku perwakilan dari Komunitas yang hadir kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa menikmati hidangan yang telah disediakan.

Di penghujung acara salah satu sesepuh kampung mewakili warga mengucapkan banyak terima kasih kepada Komunitas Elemen Muslim di Soloraya yang telah hadir dan mengadakan bakti sosial kampung Gir Pasang. Warga berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan ada kegiatan lain semacam ini kedepannya

Muncul Film Pendek Kisah Perjuangan Amil di Hari Zakat Nasional

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Bertepatan dengan Hari Zakat Nasional yang diperingati setiap 27 Ramadhan, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sinergi Foundation meluncurkan video kisah perjuangan amil zakat berjudul ‘Balada Amil Zakat.’

CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia mengatakan bahwa video singkat berdurasi 6 menit ini merupakan sedikit dari berjuta kisah yang dirasakan oleh para amil (pengelola) zakat.

“Di pengujung Ramadhan ini, di saat orang-orang sudah mudik, para amil zakat ini justru harus berjibaku dengan pekerjaannya 24 jam, bahkan hingga pagi hari di Hari Raya membagikan zakat fitrah,” kata Ima Rachmalia dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com , Selasa (12/6/2018).

Video singkat ini, kata Ima mengisahkan tentang amil zakat yang ditelepon sang Bunda di kampung halaman, namun di hari terakhir Ramadhan, dirinya masih harus menjemput zakat, infak, dan donasi dari para donatur.

Malamnya, ia masih harus mendistribusikan zakat fitrah, sehingga ia mengabari kepada sang ibu di kampung bahwa pada ramadhan tahun itu, ia tak bisa pulang.

“Kisah ini benar-benar dialami para amil untuk membantu para muzaki menunaikan kewajiban rukun Islam yaitu zakat. Sehingga bagi mereka, kebahagiaan Idul Fitri juga ketika melihat senyum para mustahik yang terbantu,” tambah Ima.

Khusus zakat fitrah, Sinergi Foundation sendiri menyiapkan beras dengan memberdayakan petani lokal dari Lumbung Desa Sinergi Foundation di Desa Kiarasari Compreng Subang. Hingga pagi menjelang shalat Id, para amil masih mendistribusikan zakat.

“Video ini semoga menginspirasi dan menyemangati para amil zakat, dan berharap agar kami menjadi lembaga yang amanah, professional dan terus berkhidmat untuk umat,” pungkas Ima.

Video singkat amil ini bisa dilihat di Youtube pada tautan: https://www.youtube.com/watch?v=3VknkU4Of64