Sinergi Foundation Salurkan Ribuan Paket Ramadhan ke Pelosok Indonesia

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Hingga hari ke 23 Ramadhan 1439 H, lembaga filantropi Sinergi Foundation telah menyalurkan ribuan paket ramadhan ke 20 Desa Ramadhan di pelosok Indonesia.

CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia mengatakan sebanyak 2660 paket berbagi buka shaum, 200 paket sedekah makan sahur, 74 THR petani dhuafa, 496 sembako lebaran, 163 bingkisan bergizi, 156 paket berbagi perlengkapan sekolah yatim, telah purna tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya penyaluran paket ramadhan, ada juga pelatihan pemusalaraan jenazah, pemeriksaan kesehatan gratis dan juga pesantren inspirasi yang telah di helat mulai dari Aceh, Lampung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Klaten, Lombok Barat NTB, NTT, hingga Papua.

“Alhamdulillah, kami haturkan terima kasih banyak kepada para donatur, mitra hingga segenap pihak sehingga amanah paket ramadhan yang kami terima dapat disalurkan dengan baik,”kata Ima Rachmalia dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Selasa (12/6/2018).

Penerima manfaat paket ramadhan Sinergi Foundation turut merasakan kegembiraan melalui program #DesaRamadhan.

Wawan Kurniawan (52), misalnya. Kepala Desa Sukamulya Kutawaringin Kabupaten Bandung yang sudah sebelas tahun mendedikasikan diri sebagai pemimpin di wilayah tersebut, senang luar biasa saat Sinergi Foundation menggelar berbagai kegiatan penuh manfaat untuk warganya.

Ia menjelaskan, dari lokasi tempat dihelat kegiatan #DesaRamadhan , warga harus melalui 2 KM perjalanan yang penuh liku dan tanjakan untuk dapat sampai ke Pustu (Puskesmas Terpadu). Tak pelak, hal itu menyulitkan bagi ibu hamil yang hendak memeriksakan kesehatan.

Hal tersebut dibenarkan oleh bu Neneng (35) yang tengah hamil 8 bulan, ia tak henti mengucap terima kasih karena telah memberikan pelayanan pengecekan kehamilan gratis yang dekat dengan tempat tinggalnya.

Kebahagiaan lain terpancar dari para lansia juga anak-anak yang masing-masing memperoleh paket sembako lebaran dan paket perlengkapan sekolah, dan juga ribuan warga lainnya di 20 titik #DesaRamadhan.

Ima Rachmalia menambahkan bahwa masih ada kesempatan bagi masyarakat untuk turut berbagi, khususnya zakat fitrah.

“Masyarakat dapat ikut berbagi dengan mudah, hanya dengan mengklik web kami di alamat http://www.sinergifoundation.org/ramadhan-1439h/ ,” pungkasnya.

.

Forum Me-DAN Mojokerto Salurkan Bantuan Penderita Kanker Mata Ananda Brian

MOKOKERTO (Jurnalislam.com) Agenda Forum Medis dan Kemanusiaan (Me-DAN) cabang Mojokerto selama di Bulan Ramadhan ini memiliki 4 agenda yang digulirkan dalam rangka Merajut Ukhuwah Peduli Sesama. Selepas agenda sebar takjil mereka pun mengadakan agenda kajian dan buka bersama.

Belum kering keringat yang menetes di tubuh para relawan Forum MEDAN Mojokerto. Mereka sudah kembali harus beraktifitas dalam lain yaitu menyarutkan bantuan untuk Ananda Brian yang berusia 3,5tahun.

Saat ini ananda Brian tengah Allah uji dengan sakit yang luar biasa harus ia derita selama 2tahun terkhir ini. Sebuah penyakit Kanker Mata Stadium 4. Saat ini ananda Brian hanya tinggal bersama kedua orangtuanya disebuh rumah kontrakan tepat di Jl. Empunala no. 440.

“Keseharian dari anak kami seperti biasa dan termasuk aktif. Tidak sedikit pun merasakan sakit ataupun mengeluh atas sakit yang tengah ia derita. Kami saat ini hanya mampu mengobatinya dengan cara terapi tradisional saja. Terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Forum MEDAN kepada anak kami”, penjelasan dari ibunda Brian ketika ditemui dirumahnya, ahad (10/6/2018)

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama membantu penderitaan yang dirasakan oleh ananda Brian. Jujur yang saya rasakan saat melihatnya langsung lemas seluruh tubuh ini. Tampak tidak ada kata-kata mengeluh yang dilontarkan oleh ananda Brian ketika kami sambangi.” Terang Aditya selaku ketua Forum MEDAN cabang Mojokerto.

Bantuan ini berharap bukan merupakan bantuan terakhir dari Forum MEDAN untuk ananda Brian. Melihat kondisinya sangat membutuhkan bantuan sehingga Forum MEDAN cabang Mojokerto akan terus membuka donasi bantuan untuk Brian.

 

100 Santri Yatim Soloraya Berbelanja Gratis Bersama LKG TPQ

SOLO (Jurnalislam.com) – Lembaga Kordinasi Gerakan (LKG) TPQ Soloraya kembali menyelenggarakan santunan untuk Santri TPQ yatim bertajuk ‘Belanja Ceria Santri TPQ Yatim’ pada Jum’at (8/6/2018). Dalam kegiatan yang menjadi salah satu program LKG TPQ Soloraya ini,

Santri TPQ yatim Belanja secara gratis di Assalam Hypermart Kartasura sesuai kebutuhan mereka untuk menyambut lebaran.

Dalam aksi yang diikuti 100 santri TPQ Yatim Se-Soloraya ini, Panitia juga menghasung kepada santri TPQ yatim untuk membelikan kebutuhan orang tua dirumah dalam menyambut lebaran tahun ini.

Selain berbelanja gratis, santri TPQ juga diberi paket alat tulis, bingkisan lebaran, Al-Quran dan uang saku. Setelah belanja, santri TPQ dihibur dengan dongeng oleh Kak Dony. Acara ditutup dengan doa 100 santri TPQ Yatim untuk para donator dan kedua orang tua mereka dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

“Saya Mustofa dari TPQ Al-Iklhas, Sawahan, Boyolali, Alhamdulillah sangat senang sekali dan ini baru pertama merasakan belanja yang sangat menyenangkan. Terus saya bisa membeli barang-barang yang dibutuhkan ibu dirumah. Terima kasih Bp/Ibu Donatur yang dermawan yang telah membuat saya dan ibu senang, ” Ungkap dik Mustofa dari TPQ Al-Ikhlas.

Sementara itu, ketua LKG TPQ Soloraya Abdul Wahab mengucapkan terima-kasih kepada para donatur yang ikut menyumbangkan hartanya untuk kegiatan kali ini.

“Semoga rangkaian acaranya memberikan keceriaan kebahagiaan kepada santri TPQ Yatim dalam menyambut lebaran tahun ini, karena mereka adalah anak yang luar biasa, disaat mereka ditinggal oleh bapaknya, mereka belajar Al-Quran untuk menjadi anak soleh solehah dan bisa mendoakan bapaknya untuk diberi ketenangan di alam kubur dan masuk surga.” ungkapnya.

“Kami juga mengucapkan jazakumullahu khoiron kastiron kepada para donator semua yang telah ikut mendukung program Belanja Ceria Santri TPQ Yatim, semoga menjadi amal soleh dan wasilah masuk surgaNya,” tandas Abdul Wahab.

LAZ Khoiru Ummah Mojolaban Salurkan Ziswaf Kepada Warga

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Yayasan Khoiru Ummah Sukoharjo dengan KBIT Khoiru Ummah Mojolaban menyalurkan zakat infak sedekah wakaf (Ziswaf) berupa paket sembako untuk yatim dan dhuafa di desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu, (9/6/2018).

Ketua panitia kegiatan ustadzah Indah Suryani menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut sebagai awal dari salah satu program cinta anak yatim dari KBIT Khoiru Ummah Mojolaban.

“Sebagai awalan untuk program cinta anak yatim, santunan bulanan untuk anak yatim berprestasi. Kegiatan dilakukan di KBIT Khoiru Ummah Mojolaban, target untuk warga sekitar Mojolaban,” katanya kepada Jurnalislam.com sabtu, (9/6/2018).

“Dalam kegiatan kali ini, kita menyalurkan ziswaf untuk yatim dan dhuafa. Paket santunan yatim untuk 10 anak. 50 paket sembako murah untuk dhuafa,” sambungnya.

Lebih lanjut, ustadzah Indah mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana Laziz Khoiru Ummah untuk dapat menyalurkan Ziswaf kepada yang berhak menerimanya dan juga mengajarkan anak didiknya tentang kesalehan sosial.

“Tujuan acara sebagai salah satu sarana penyaluran ziswaf Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Laziz Khoiru Ummah, selain itu juga mengajarkan anak didik KBIT Khoiru Ummah tentang kesalehan sosial, berbagi dan menebar manfaat untuk sesama,” tandasnya.

Dalam kegiatan kali ini juga dihadiri lurah desa Wirun dan sejumlah tokoh masyarakat setempat

Tabligh Akbar Indonesia Berzikir di Karanganyar Bahas Isu Kepemimpinan Nasional

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) Yayasan Ustman Bin Affan, FOSREMKA Karanganyar dan Laskar Bela Islam Karanganyar (LABAIK) menghelat Tabligh Akbar ‘Indonesia Berdzikir’, Sabtu malam(9/6/2018).

Diperkirakan lebih dari seribu orang menghadiri tabligh akbar yang bertema “Merajut Ukhuwah Dalam Kebhinekaan” yang digelar di Alun-alun Kota Karanganyar.

Ketua Panitia Capt. Deni Abdillah mengatakan bahwa tabligh akbar digelar atas keprihatinan bersama akan krisis kepemimpinan di negeri ini serta banyaknya isu yang berkembang yang selalu memojokan Islam.

Tabligh akbar ini menghadirkan beberapa pembicara dan tokoh dikota Solo dan Sekitar. Selain Ustadz Dr. Muinidillah Basri, MA dari DSKS kota Surakarta juga hadir Ustadz Ja’far Assafar, S. Ag dari HASMI Jawa Tengah serta KH. Syamsudin Asrori dari AUI Karanganyar.

“Kami merasa prihatin akan isu yang diangkat bahwa umat Islam itu Anti Pancasila dan Kebinekaan dan berbagai Isu yang selalu memojokan umat Islam dengan Isu terorisme,” kata Capt. Deni Abdillah.

Lebih lanjut, Ndan Deni,panggilan akrab Deni Abdillah menjelaskan bahwa umat Islam adalah umat yang cinta damai menjunjung kebinekaan.

Sementara itu dalam tausiyahnya, Dr. Muinidillah Basri menekankan akan pentingnya negara ini dipimpin oleh orang yang beriman dan shalih karena hanya orang yang shalih sajalah yang berhak mewarisi bumi ini.

 

Pakar : Munculnya Ujaran Kebencian Terhadap Islam Karena Ada Tebang Pilih Hukum

SOLO (Jurnalislam.com)– Munculnya dugaan kasus ujaran kebencian terhadap Ras, Golongan dan Agama ketika Islam disebut menjajah Dayak yang dilakukan oleh politisi PDIP Cornelis dinilai Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor Muhammad Toufiq SH disebabkan adanya tebang pilih hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Indonesia.

“Nasehat saya kalau tidak ada tindakan hukum dari kepolisian dalam bentuk melakukan tindakan terhadap Cornelis maupun Viktor Laiskodat akhirnya muncul dimana mana,” terangnya kepada jurnalislam.com di Hotel Aziza, Solo, Kamis, (7/6/2018).

Sebelumnya Toufiq juga mempertanyakan statemen Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono yang menyatakan kasus S remaja keturunan yang menghina presiden Jokowi hanya bercanda dan lucu-lucuan. Namun disisi lain, katanya, ketika umat Islam yang menjadi pelaku maka aparat kepolisian bertindak cepat dan segera menangkap pelaku.

“Mohon maaf saya pribadi pun juga tersinggung dengan bukan hanya kepada Viktor Laiskodat dan Cornelis, sebelumnya kepada S yang anak 18 tahun bilang bahwa fotonya pak Jokowi kacung gue, saya yakin itu pengalaman empiris berani ngomong begitu, pasti dia denger dari orang tuanya ngomong kacung,” paparnya.

“Bayangkan seorang pemimpin negara disebut kacung, nah dibiarkan sementara orang yang ngomong di istana ada PKI dan PKI-nya ngaku dan bikin buku malah dipenjara walaupun majelis hakim kemudian melepaskan ustaz Alfian Tanjung,” imbuh Toufiq.

Untuk itu, ia berharapan jangan sampai gara gara kepentingan politik sesaat dari penguasa, menimbulkan pemahaman hukum yang sesat. Sebab, katanya, sangat bahaya, dan kepentingan sesaat itu menenggelamkan hukum sehingga menjadi penegakan hukum yang sesat.

“Sehingga penegakan hukum diukur you partainya apa, bajunya apa, oh kotak-kotak berarti you pendukung penguasa tidak melanggar hukum, kamu bukan kotak kotak bajumu selain kotak-kotak berarti kamu melanggar hukum, itu ndak boleh,” pungkasnya.

Politisi PDIP Tuding Melayu dan Islam Jajah Dayak, Pakar Hukum : Aparat Harus Bertindak

SOLO (Jurnalislam.com) – Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor Muhammad Tufiq SH menilai, pernyataan politisi PDIP Cornelis yang menyebut Melayu dan Islam bersama Belanda pernah menjajah suku Dayak berabad-abad hingga menyebabkan bermental hamba bukan kuli melanggar tindak pidana dan sejumlah pasal KUHP.

“Satu UU KUHP Pasal 110 tentang penghasutan, ancamannya 6 tahun, kemudian juga melakukan pengancaman pelanggaran terhadap pasal 369 KUHP ancamannya 9 tahun, kemudian melanggar pasal 28 UU 11 tahun 2008, tentang ITE ancamannya 6 tahun dendannya 1 Milyar rupiah, UU no 40 anti diskriminasi juga dilanggar,” katanya kepada Jurnalislam.com di Hotel Aziza, Surakarta, Kamis, (7/6/2018).

“Jadi semua yang dilakukan oleh Cornelis, unsur-unsur tersebut memenuhi,” sambungnya.

Selain itu, menurut Toufiq pernyataan mantan Gubenur Kalbar itu juga bisa menimbulkan konflik antar Suku dan Ras di Indonesia, sebab, selama ini suku Dayak dan Melayu sudah saling hidup berdampingan secara rukun dan damai dalam kurun waktu yang lama.

“Menurut saya hal yang berbahaya yang dilakukan oleh Cornelis itu. Karena disana ada dayak dan melayu dan selama ini dayak dan melayu tidak pernah bermusuhan,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta pihak aparat kepolisian untuk segera menangkap Cornelis agar dampak dari pernyataan provokatif tersebut tidak meluas di masyarakat. Taufiq juga menyebut bahwa, Cornelis tidak bisa memberikan contoh dan teladan yang baik ketika menjadi seorang pemimpin.

“Secara tidak sadar dia kan melakukan penghasutan, kalau saya jadi Kapolri manusia ini ditangkap dulu, karena kalupun dia jadi pemimpin dia tidak akan jadi pemimpin yang baik. Dia berani menjual dan mengadu masyarakatnya demi kepentingan pribadi untuk mencari dukungan,” tandasnya.

Sejumlah Tokoh Deklarasikan Anies Baswedan Sebagai Calon Presiden

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Untuk Indonesia mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres 2019 – 2024. Tokoh yang mendukung Anies antara lain Haikal Hasan, Fahmi Salim, Buni Yani, dan komunitas-komunitas lainnya.

“Setelah melalui kajian serius, sungguh-sungguh dan mendalam terhadap pribadi, track record baik integritas, kinerja dan elektabilitas Anies Baswedan..kami mendaulat dan mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan maju sebagai Calon Presiden RI 2109-2024,” kata kata Haikal Hasan, perwakilan tokoh dalam keterangan yang diterima Jurnalislam, Jumat (8/6/2018).

Deklarasi ini, tambahnya, didasarkan pada syarat komitmen, integritas, kapasitas dan elektabilitas yang terpenuhi di dalam diri Anies Baswedan.

“Komitmen kebangsaan dan kerakyatan ditunjukkan Anies dengan menginisiasi Indonesia mengajar, menghentikan proyek reklamasi untuk menjaga serta menyelamatkan kedaulatan negara dari kepentingan Asing dan Aseng,” tambahnya.

Kebijakan Anies selama ini dinilai berpihak kepada rakyat kecil seperti nelayan, komunitas tukang becak, pedagang kaki lima dan pengendara motor di jalan Tamrin. Anies adalah tokoh Indonesia untuk Indonesia.

“Integritas Anies dibuktikan dengan mendapatkan opini WTP dari BPK hanya beberapa bulan setelah memimpin DKI,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa Anies adalah seorang tokoh yang diterima dunia karena wawasan dan jaringan internasionalnya, selain kemampuan komunikasi globalnya. Ini penting untuk membawa Indonesia mampu berperan aktif dan bermartabat di mata dunia.

“Sejumlah syarat tersebut tidak kita temukan secara lengkap dan sempurna pada tokoh dan bakal calon yang lain. Karena itu, kami punya tekat yang bulat, kuat dan sungguh-sungguh untuk mengikhtiarkan Anies menjadi Presiden Indonesia 2019-2024,” pungkasnya.

Pakar Hukum Nilai Persekusi Radar Bogor Tindakan Premanisme dan Tindak Pidana

SOLO (Jurnalislam.com)- Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor Muhammad Toufiq SH mengatakan, bahwa persekusi yang dilakukan kader partai PDIP terhadap kantor Radar Bogor melanggar tindak pidana dan merupakan sebuah tindakan premanisme.

“Maka jelas para pelaku persekusi tersebut telah melanggar tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam KUHP pasal 368 (Pengancaman), Pasal 351 (Penganiayaan) & Pasal 170 (pemgeroyokan) Sedangkan pengrusakan alat-alat kantor merupakan bentuk dari Tindak Pidana Pengrusakan sebagaimana diatur dalam Pasal 406 ayat 1 KUHP,” katanya kepada Jurnalislam.com Kamis, (8/6/2018).

“Jadi Polisi bisa bertindak tanpa harus ada laporan/pengaduan dari korban. sebagai upaya penerapan Due Process Of Law yang juga merupakan salah satu ciri dalam Negara hukum di Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut Toufiq aksi persekusi yang dilakukan oleh sejumlah anggota yang diduga massa simpatisan tersebut juga sudah melanggar hukum dan mengancam kebebasan Pers.

Seharusnya, katanya, di dalam negara hukum, apabila ada hal-hal atau perbuatan yang bertentangan dengan hukum dilakukan dengan cara-cara penyelesaian masalah melalui mekanisme hukum. Dalam istilah yang disebutkan dalam tata paham Negara hukum adalah Due Process Of Law yang diartikan penegakan hukum dengan cara tidak bertentangan dengan hukum.

“Jika memang massa simpatisan merasa dirugikan atas Pemberitaan Radar Bogor seharusnya bisa melakukan dengan upaya Somasi atau membuat pengaduan ke Dewan Pers yang merupakan lembaga yang berwenang memberikan sanksi kode etik jurnalis,” ujarnya.

Untuk itu, Taufiq yang juga Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) ini memdesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku tindakan persekusi tersebut.

“Lembaga pemberitaan pers sangatlah dilindungi di Indonesia dalam menjalankan tugasnya untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, menyebarluaskan gagasan dan informasi diatur didalam pasal 4 UU 40 tahun 1999 tentang pers,” tamdasnya.

Silaturahim Ormas Islam Aceh Sepakat Kawal Penerapan Syariat islam

ACEH (Jurnalislam.com)–Sebanyak 40 aktivis dari berbagai organisasi massa (ormas) Islam di Aceh menyelenggarakan silaturahim dan dialog dalam rangka memperkuat soliditas dalam membangun Aceh berlandaskan syariat Islam. Kegiatan yang berlangsung Kamis (07/06/2018) sore di Aceh ini juga dirancang dengan buka puasa bersama.

Hal tersebut dijelaskan Teuku Zulkhairi, Sekjend PW Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia Prov Aceh (Bakomubin) Aceh yang juga inisiator acara silaturahim.

Hadir dalam acara silaturahim ini Ketua KAMMI Aceh, Ketua HMI Aceh, Sekum BKPRMI Aceh, Ketua Pemuda Dewan Dakwah Aceh, serta Ketua Rabithah Thaliban (RTA) Banda Aceh.

Selain itu juga dihadiri Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT), Ketua Ikatan Siswa Kader Dakwah (ISKADA), Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Ar-Raniry, serta Presiden Mahasiswa Unsyiah.

Selain itu juga dihadiri perwakilan ormas Islam lain seperti FPI Aceh, Wahdah Islamiyah, Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), dan sejumlah ormas Islam lainnya. Juga ikut dihadiri ketua LSM Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh.

“Para aktivis Ormas Islam selama ini meski beda organisasi namun semuanya bergerak ke arah yang sama, yaitu mewujudkan Aceh yang bersyariat. Maka di antara kita mesti terus bersilaturahim dan berdiskusi tentang capaian-capaian yang sudah diraih Aceh dan yang belum, dan mari kita terus evaluasi dan kawal agar Aceh terus bergerak menjadi prototype Syariat Islam bagi dunia,” ujar Zulkhairi dalam sambutannya dilansir Hidayatullah.com, Jumat (08/06/2018).

Presiden Mahasiswa Unsyiah, Muhammad Yasir, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya dari aktivis kampus juga senantiasa siap turun ke lapangan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh dan mengawal syariat Islam.

Sementara sejumlah perwakilan ormas Islam mengatakan, perlunya Aceh terlibat di depan dalam merespons isu-isu kebangsaan. Aktivis Islam di Aceh diharapkan semakin intensif menjadikan Aceh sebagai kiblat bagi agenda mewujudkan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dalam pertemuan ini, juga mengemuka ide penyelenggaraan kongres umat Islam Aceh yang direncanakan dibuat setelah hari raya Idul Fitri. Kongres ini direncanakan akan menghadirkan tokoh-tokoh Islam nasional dan Aceh untuk berbicara masa depan Islam di Indonesia.*