Ini Sebabnya, Dokter Pakistan yang Bantu Bunuh Syeikh Usamah di Pindahkan dari Penjara

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Seorang dokter Pakistan yang membantu intelijen Amerika melacak dan membunuh Syeikh Usamah bin Laden telah dipindahkan ke lokasi yang tidak diketahui karena ada ancaman pembunuhan terhadap dirinya, seorang pejabat Pakistan dan seorang anggota keluarga mengatakan.

Shakil Afridi, yang membantu CIA dalam menemukan Syeikh Bin Laden, ditahan di sebuah penjara di kota barat laut Peshawar di mana dia telah mendekam selama delapan tahun terakhir karena diduga memiliki koneksi dengan organisasi terlarang.

Pengacara Afridi, Qamar Nadi, mengatakan kliennya ditahan di sel isolasi di penjara pusat Peshawar.

CIA Rilis Dokumen dan Video Milik Syeikh Usamah yang Dicuri saat Serangan 2011

Seorang pejabat senior penjara mengatakan kepada kantor berita AFP pada hari Jumat (27/4/2018) bahwa Afridi dipindahkan ke tempat yang lebih aman oleh badan intelijen Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan pada Kamis malam.

Saudara dokter, Jamil Afridi, menegaskan bahwa pejabat pemerintah memberitahu dia bahwa Afridi “telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman”.

Menurut laporan media lokal, pemerintah provinsi meminta Afridi dipindahkan dari penjara Peshawar disebabkan kehadiran para mujahidin Taliban di antara para tahanan, yang menurut mereka menjadi ancaman besar bagi hidupnya.

Afridi ikut serta dalam program vaksinasi palsu di Abbottabad – sebuah kota yang terletak 150 km di utara ibukota Islamabad – sebagai bagian dari skema kontroversial oleh CIA untuk mengidentifikasi keberadaan mantan pemimpin al-Qaida itu.

Pasukan khusus AS memasuki Pakistan dengan helikopter dan membunuh Bin Laden dalam serangan di Abbottabad pada Mei 2011.

Putra Syeikh Usamah: Al Qaeda telah Berkembang Pesat Meskipun Hadapi Perang 15 Tahun

Afridi kemudian ditangkap oleh agen ISI dan dijatuhi hukuman 33 tahun penjara karena diduga terkait dengan kelompok terlarang.

Beberapa anggota parlemen AS percaya ahli bedah itu dihukum karena berkolaborasi dengan CIA.

Presiden AS Donald Trump mengatakan selama kampanye pemilihannya dia akan menekan Pakistan untuk membebaskan Afridi.

“Saya yakin mereka akan melepaskannya. Karena kami memberikan banyak bantuan kepada Pakistan,” kata Trump pada saat itu, menambahkan Pakistan “mengambil keuntungan seperti orang lain”.

Pada 2016, setelah Washington mengancam akan memotong bantuan ke Islamabad, hukuman Afridi dikurangi hingga 10 tahun.

Korut dan Korsel Sepakat Penghapusan Senjata Nuklir, Begini Komentar Trump

SEOUL (Jurnalislam.com) – Para pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan pada hari Jumat (27/4/2018) sepakat untuk mengupayakan “denuklirisasi lengkap” dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea, menurut laporan media setempat.

Kesepakatan itu menyusul pertemuan bilateral bersejarah antara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Area Keamanan Bersama Panmunjom di Selatan.

“Kedua pemimpin dengan sungguh-sungguh menyatakan […] bahwa tidak akan ada lagi perang di Semenanjung Korea dan era baru perdamaian telah tiba,” kata mereka dalam deklarasi bersama setelah KTT itu, kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Mereka juga menegaskan kembali perjanjian awal kedua negara untuk “Semenanjung Korea yang bebas nuklir melalui denuklirisasi lengkap.”

Begini Kata Korea Utara Setelah Putin Terpilih Kembali Jadi Presiden

Yonhap mengatakan kedua Korea sepakat untuk mendorong pembicaraan tiga atau empat arah yang melibatkan AS dan China untuk menggantikan perjanjian gencatan senjata yang membawa penutupan sementara Perang Korea pada tahun 1953.

Selatan dan Utara “tidak akan menggunakan bentuk kekuatan apa pun terhadap satu sama lain,” Yonhap mengutip pernyataan bersama tersebut.

Moon dan Kim juga ” secara bertahap setuju untuk mengurangi senjata dan menghapus ketegangan militer mereka dan menegakkan kepercayaan.”

AS Sesumbar akan Hancurkan Korea Utara

Di tengah berita terobosan bersejarah, Presiden AS Donald Trump mengatakan “banyak hal hebat telah terjadi selama 24 jam terakhir.”

Trump mengatakan dia tidak berpikir Kim memanipulasi pembicaraan, tetapi memperingatkan Washington tidak akan lagi “dimainkan seperti biola” seperti yang terjadi di masa lalu.

“Kami tidak akan dimainkan,” katanya. “Saya pikir kami akan datang dengan solusi, dan jika tidak, kami akan meninggalkan ruangan. Dengan penuh hormat kami akan meninggalkan ruangan dan kami akan terus membiarkannya.”

Menteri Pertahanan AS Tegang Lihat Kekuatan Nuklir Korea Utara

Kedua pihak akan menindaklanjuti dengan pembicaraan militer pada akhir bulan depan, bersama dengan dialog Palang Merah untuk menangani masalah kemanusiaan seperti reuni untuk kerabat yang dipisahkan oleh perbatasan mereka yang dijaga ketat.

Sementara itu, Moon dan Kim bergabung dengan istri Kim, Ri Sol-ju, yang menyeberang ke Selatan pada siang hari untuk menghadiri jamuan makan malam yang menampilkan hidangan terkenal dari kedua negara.

Turki akan Terapkan Strategi Seperti di Manbij untuk Wilayah Lain di Suriah

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Turki akan menerapkan model seperti di Manbij untuk bagian lain Suriah, terutama di timur Sungai Eufrat, kata menteri luar negeri Turki, Jumat (27/4/2018).

Dalam sebuah konferensi pers menyusul pertemuan para menteri luar negeri NATO di Brussels, Mevlut Cavusoglu mengatakan ia membahas roadmap yang telah disetujui sebelumnya di Suriah dengan Menteri Luar Negeri AS yang baru diangkat, Mike Pompeo.

“Kami akan menerapkan model seperti di Manbij untuk bagian lain Suriah, terutama di sebelah timur Euphrates [Sungai] setelah persetujuan peta jalan ini. Dengan demikian, kami akan mengambil langkah bersama pada masalah yang menyebabkan ketegangan dalam hubungan bilateral.”

Turki Segera Lancarkan Operasi Militer ke Manbij Jika

Cavusoglu mengatakan bahwa menteri luar negeri memiliki percakapan tentang menyetujui peta jalan yang akan mengarah pada penerapan model Manbij.

Diplomat tinggi Turki tersebut mengacu pada model Manbij sebagai inisiatif Turki untuk menghapus kelompok teroris YPG dari wilayah tersebut dengan kerjasama dari AS.

Dalam sebuah wawancara bulan Maret dengan Anadolu Agency, Cavusoglu mengatakan bahwa jika rencana itu gagal, Ankara secara sepihak akan mengambil langkah-langkah untuk “melenyapkan” milisi YPG yang terkait PKK dari perbatasan Suriah.

Mendekati Manbij, Operasi Militer Turki Kini Berlanjut ke Tal Rifaat

Pada hari Jumat, Cavusoglu mengingatkan bahwa AS telah berjanji untuk tidak memberikan senjata kepada kelompok teror YPG dan mendesak menarik pasukan AS dari Manbij.

“Jika kami melihat bahwa janji-janji ini tidak ditepati. Kami menciptakan kelompok kerja untuk mengawasi apakah janji-janji tersebut ditepati atau tidak,” katanya.

Cavusoglu mengatakan Turki akan bertindak terhadap AS di Manbij.

3 Warga Palestina Kembali Gugur dalam Aksi Great March of Return

GAZA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tiga warga Palestina menjadi martir pada hari Jumat (27/4/2018) oleh tentara penjajah Israel – dan 350 orang lainnya terluka – di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lansir Anadolu Agency.

Kementerian mengidentifikasi salah satu martir sebagai Abdul Salam Bakr, 29, yang ditembak mati di dekat kota Khuzaa di Jalur Gaza selatan.

Dua orang lainnya, yang belum diidentifikasi, meninggal Jumat pagi di dekat perbatasan timur Kota Gaza.

Sedikitnya 75 demonstran terluka oleh peluru tajam, 96 akibat gas air mata dan 15 akibat peluru karet, menurut Kementerian Kesehatan.

Sudah 2 Wartawan Palestina Gugur saat Meliput “Great March of Return”

Ratusan warga Palestina pada hari Jumat berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza dengan Israel di tengah berlangsungnya demonstrasi “Great March of Return” massa menentang penjajahan Israel selama puluhan tahun.

Sebelumnya di hari Jumat, komisioner tinggi PBB untuk hak asasi manusia mendesak agar Israel menahan diri untuk tidak menggunakan “kekuatan militer” terhadap para demonstran.

Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, sedikitnya 44 demonstran Palestina – termasuk lima anak – telah tewas oleh tembakan lintas-Israel, menurut angka kementerian.

Ribuan orang lainnya dilaporkan terluka – lebih dari 140 serius – selama periode yang sama.

HAMAS: Jenazah Fadi al Batsh Telah Dikembalikan ke Rumahnya

Selama empat pekan terakhir, warga Gaza telah menggelar unjuk rasa di sepanjang perbatasan menuntut “hak untuk kembali” ke rumah mereka di Palestina dimana mereka diusir pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Unjuk rasa itu adalah bagian dari protes enam pekan yang akan mencapai puncaknya pada 15 Mei. Hari itu akan menandai ulang tahun ke-70 pendirian Israel – sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai “Nakba” atau “The Catastrophe“.

Hadapi Agenda Tahunan Taliban, NATO akan Kawal Pemilu di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pasukan NATO dapat membantu memastikan berlangsungnya pemilihan umum yang akan datang, kata kepala aliansi Jens Stoltenberg, Kamis (26/04/2018), tiga tahun setelah NATO mengakhiri operasi tempur mereka di negara itu.

Aliansi pimpinan AS tersebut menyerahkan tanggung jawab untuk keamanan di Afghanistan kepada pasukan lokal pada akhir 2014 tetapi masih memiliki kekuatan 13.000 personel misi pelatihan dan dukungan di negara itu.

“Kontribusi utama kami untuk memastikan bahwa pemilu dapat diselenggarakan dengan cara yang aman dan terjamin adalah terus memberikan dukungan kepada pasukan keamanan Afghanistan dengan pelatihan, saran dan juga pendanaan,” kata Stoltenberg kepada wartawan pada malam pertemuan menteri luar negeri NATO, World Bulletin melaporkan.

“Setelah mengatakannya, saya juga membayangkan peran terbatas pasukan NATO untuk membantu memastikan bahwa pemilihan dapat diselenggarakan dengan cara yang aman.”

Taliban dan kelompok pejuang bersenjata lainnya telah bangkit kembali sejak NATO mengakhiri peran tempurnya dan pada hari Rabu kelompok jihadis tersebut mengumumkan serangan musim semi tahunan mereka, yaitu awal “musim pertempuran” Afghanistan.

Target Utama AS dan NATO, Taliban Umumkan Operasi Musim Semi Baru

Taliban mengatakan serangan itu merupakan lanjutan serangan tahun-tahun sebelumnya dan sebagian merupakan tanggapan terhadap strategi baru Presiden AS Donald Trump untuk Afghanistan yang diumumkan Agustus lalu oleh Trump, yang memberi pasukan AS lebih banyak peluang untuk menyerang mujahidin.

NATO juga dalam proses memperluas misi Resolute Support dengan 3.000 tentara dan Stoltenberg mengatakan komitmen aliansi untuk Afghanistan tidak akan goyah.

“Taliban harus memahami bahwa mereka tidak akan pernah menang di medan perang,” kata Stoltenberg.

“Kami akan terus melatih, memberi saran dan mendukung pasukan Afghanistan dan akan menyediakan kerangka kerja, sampai pada kondisi bagi Taliban pada tahap tertentu untuk duduk dan bernegosiasi untuk solusi damai.”

Taliban Bunuh Lebih dari 10 Pasukan Elit Afghanistan Bentukan AS

Namun deklarasi serangan musim semi Taliban 2018 tampaknya merupakan penolakan terhadap penawaran pembicaraan perdamaian Presiden Ashraf Ghani pada Februari, meskipun pengumuman kelompok militan itu tidak merujuk secara langsung.

Pemerintah Ghani berada di bawah tekanan di beberapa front tahun ini karena bersiap untuk mengadakan pemilu yang tertunda lama sejak bulan Oktober sementara pasukannya berusaha untuk memenangkan medan perang dan mencegah korban sipil.

Seorang pejabat NATO mengatakan aliansi itu akan perencanaan keamanan dan koordinasi demi membantu keamanan pemilu “sesuai mandat yang ada.”

HAMAS: Jenazah Fadi al Batsh Telah Dikembalikan ke Rumahnya

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Jenazah seorang ilmuwan Palestina yang dibunuh di Malaysia dikembalikan ke tempat asalnya di Jalur Gaza pada hari Kamis (26/4/2018), kata Hamas, setelah keluarganya menuduh agen Israel membunuhnya, AFP melaporkan.

Fadi al-Batsh adalah anggota kelompok pejuang Islam Hamas, yang memerintah Gaza, dan dikatakan sebagai ahli pembuatan roket.

Dia ditembak mati setelah diberondong peluru oleh penyerang dari atas sepeda motor saat dia berjalan ke Masjid Kuala Lumpur untuk sholat subuh pada hari Sabtu.

Keluarga dan teman-teman ilmuwan berusia 35 tahun tersebut mengatakan agen mata-mata Israel Mossad yang melakukan pembunuhan tetapi Yahudi membantah klaim tersebut.

Jenazahnya dibawa melintasi perbatasan antara Gaza dan Mesir pada hari Kamis menjelang pemakamannya.

Konferensi Brusel, Menlu Qatar: Suriah Bencana Kemanusian Terburuk di Dunia

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Qatar pada hari Rabu (25/4/2018) menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menemukan solusi politik atas krisis di Suriah.

“Suriah adalah bencana kemanusiaan terburuk di dunia,” kata Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Twitter, lansir Anadolu Agency Kamis (26/42018).

“Ini tanggung jawab kolektif kami sebagai komunitas internasional untuk segera bertindak demi meningkatkan akses kemanusiaan dan menemukan solusi politik,” katanya.

85 Negara Hadiri Konferensi Masa Depan Suriah di Brussels

Konferensi internasional dua hari mengenai Suriah yang diselenggarakan oleh PBB dan Uni Eropa berakhir hari Rabu di ibukota Belgia, Brussels.

Konferensi tersebut menjanjikan $ 4,4 miliar untuk pengungsi Suriah, kata Christos Stylianides, komisaris Eropa untuk bantuan kemanusiaan dan manajemen krisis.

Stylianides mengatakan prioritas nomor satu pertemuan adalah solusi politik untuk mendukung pembicaraan yang dipimpin PBB di Jenewa dan transisi bagi Suriah yang damai, demokratis dan stabil.

Menhan AS: Kami akan Lanjutkan Pertempuran di Suriah Meski Tanpa Donald Trump

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Jim Mattis pada hari Kamis (26/4/2018) mengatakan AS akan memperluas operasinya di Suriah meskipun Presiden Donald Trump menyatakan kesediaan untuk mundur dari negara yang dilanda perang itu.

“Kami akan melanjutkan pertempuran di Suriah,” kata Mattis dalam sidang Komite Senat Bersenjata (Senate Armed Services Committee) tentang anggaran Departemen Pertahanan, lansir Anadolu Agency.

“Kami akan memperluas dan membawa lebih banyak dukungan regional; yang kemungkinan adalah pergeseran terbesar yang kami buat sekarang.”

Menhan AS: Amerika akan Lanjutkan Operasi Militer Jika Assad

Menekankan pada kehadiran anggota koalisi anti-IS di wilayah itu, dia mengatakan pertarungan akan berlanjut sampai Suriah sepenuhnya dibersihkan dari IS.

Mattis juga mengatakan operasi melawan sisa-sisa IS akan meningkat di perbatasan sisi Irak sementara Perancis telah memperkuat AS di Suriah dengan pasukan khusus dalam dua pekan terakhir.

Pada awal bulan, Trump mengatakan negaranya akan “segera” meninggalkan Suriah karena IS telah dikalahkan, dengan alasan pembelanjaan AS di Timur Tengah adalah sia-sia dan mengurangi pengeluaran domestik.

Inilah 3 Tujuan Pokok Pasukan Amerika di Suriah Sebelum Pulang ke AS

Namun, Pentagon menggambarkan laporan tentang rencana AS untuk menarik pasukan dari Suriah sebagai “rumor”, menambahkan bahwa AS akan terus bertempur melawan sisa-sisa IS di Suriah. Kemudian, Trump setuju untuk menjaga mereka di negara yang dilanda perang tersebut untuk jangka pendek.

Baru-baru ini, Trump, pada konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emanuel Macron di Gedung Putih, mencatat bahwa ia ingin pasukan Amerika kembali dari Suriah tetapi juga tidak ingin Iran memperkuat pengaruhnya di kawasan itu, terutama setelah kekalahan IS.

Lancarkan Propaganda, Rusia Buat Sandiwara di Gedung Pelarangan Senjata Kimia

LONDON (Jurnalislam.com) – Duta Besar Inggris untuk Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (the Organization for the Prohibition of Chemical Weapons-OPCW) menggambarkan sebuah upaya pengarahan (briefing) oleh Rusia dan Suriah sebagai “akting pengganti” untuk membantah hasil penyelidikan, mengatakan bahwa Inggris tidak akan hadir dengan sekutu-sekutunya dalam acara itu.

“OPCW bukan teater,” kata Duta Besar Peter Wilson dalam sebuah pernyataan Kamis (26/4/2018), lansir Anadolu Agency.

“Keputusan Rusia untuk menyalahgunakannya adalah upaya lain Rusia untuk merongrong pekerjaan OPCW, dan khususnya hasil kerja Fact Finding Mission yang menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah; direktur jenderal OPCW telah meminta Rusia dan Suriah untuk bekerja dengan Misi Pencarian Fakta, dan menunggu laporannya. Namun Rusia dan Suriah mengabaikan kekhawatiran OPCW,” kata Wilson.

Tim Penyelidik Serangan Senjata Kimia Tiba di Lokasi Kedua

Rusia dan Suriah menggelar briefing untuk menunjukkan dugaan serangan kimia di pinggiran Damaskus pada 7 April adalah “insiden buatan … dengan partisipasi komedian yang tidak menyadari tindakannya dan juga saksi-saksi lain dari ‘White Helmets’ yang terkenal.”

Pasukan rezim Syiah Bashar al-Assad menyerang sasaran di distrik Douma di pinggiran kota Damaskus pada 7 April menggunakan gas beracun, yang menyebabkan sedikitnya 78 warga sipil tewas, menurut White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil lokal.

Menyusul insiden tersebut, AS, Inggris dan Prancis bersama-sama meluncurkan serangan udara, menargetkan kekuatan senjata kimia rezim Assad sebagai pembalasan atas dugaan serangan kimia.

Serangan itu menargetkan pusat penelitian senjata kimia rezim Assad di dekat Damaskus, serta gudang senjata kimia dan pusat komando yang terkait dengan senjata kimia yang terletak di barat Homs.

Setelah Serangan Koalisi Amerika di Douma, Rusia akan Kirim Pertahanan Udara Canggih

Briefing oleh Rusia dan Suriah di gedung OPCW saat ini adalah akting. Direktur Jenderal menentang keputusan Rusia untuk memimpin briefing tersebut hari ini. Inggris tidak akan hadir, begitu juga sekutu kami,” kata Wilson.

Wilson mengatakan bahwa “menggambarkan korban senjata kimia sebagai ‘komedian’ itu adalah tindakan tercela.”

“Ini menunjukkan bahwa Rusia dan Suriah mengabaikan penderitaan rakyat Suriah, dan norma global yang menentang penggunaan senjata kimia,” tambahnya.

Mengenai “laporan luas tentang intimidasi saksi terhadap serangan Douma”, Wilson mengatakan bahwa mereka sebenarnya adalah penyebab keprihatinan nyata.

“Direktur Jenderal [OPCW] telah meminta negara-negara untuk memberikan informasi tentang serangan Douma ke Misi Pencarian Fakta OPCW. Rusia dan Suriah seharusnya melakukannya, daripada malah melancarkan kampanye propaganda yang menyesatkan informasi,” kata Wilson.

“Kami tidak akan berkompromi dengan negara-negara yang berusaha menurunkan struktur dan perjanjian yang membuat kami aman,” tambahnya.

Hamas Janji Terus Perjuangkan Palestina Baik di Dalam Maupun Luar Negeri

GAZA (Jurnalislam.com) – Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh telah berjanji untuk melancarkan protes terhadap penjajahan Israel selama puluhan tahun di Tepi Barat dan di luar negeri.

Sejak 30 Maret, warga Palestina telah melakukan aksi protes di sepanjang perbatasan Jalur Gaza menuntut kembalinya para pengungsi ke kota-kota dan desa-desa mereka di Palestina (The Great March of Return) yang bersejarah dimana mereka diusir oleh pasukan Yahudi pada tahun 1948 untuk membuat jalan bagi negara baru Israel.

Unjuk rasa itu merupakan bagian dari protes enam pekan yang akan mencapai puncaknya pada 15 Mei. Hari itu akan menandai ulang tahun ke-70 pendirian Israel – sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai “Nakba” atau “Malapetaka.”

“Aksi demo akan pindah ke Tepi Barat dan akan bergabung dengan warga kami di luar negeri,” kata Haniyeh pada pertemuan yang diselenggarakan oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Agama di Jalur Gaza pada hari Rabu (25/4/2018), lansir Anadolu Agency.

Otoritas Tolak Rencana Pembentukan Negara Palestina Tanpa Yerusalem

Ismail Haniyeh
Ismail Haniyeh

Dia mengatakan warga Palestina “akan bangkit melawan penjajahan Israel dalam perlawanan rakyat yang dimulai dari Gaza”.

The Great March of Return akan menjadi gerakan rakyat Palestina terhadap penjajahan,” katanya, mengacu pada demonstrasi anti-pendudukan zionis Yahudi.

Haniyeh mengatakan protes anti-penjajahan, yang sekarang memasuki pekan kelima, telah mencapai tujuan, terutama dengan kembalinya lagi para pejuangan Palestina ke garis depan.

Sedikitnya 41 penduduk Palestina telah tewas dan ratusan lainnya terluka oleh tembakan Israel sejak protes dimulai bulan lalu.

Sudah 2 Wartawan Palestina Gugur saat Meliput “Great March of Return”

Para pengamat yakin bahwa unjuk rasa bertujuan untuk mematahkan pengepungan Israel selama satu dekade di Jalur Gaza, serta untuk menggagalkan “Kesepakatan Abad Ini” yang diusulkan AS – yang seolah-olah ditujukan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Rencana perdamaian dilaporkan menyerukan pengakuan Arab di seluruh dunia atas Yerusalem sebagai ibukota Israel dan mengakui aneksasi Israel atas blok permukiman yahudi illegal terbesar di Tepi Barat. Sebagai imbalannya, Israel diharapkan akan mundur bertahap dari sebagian besar wilayah Palestina yang kini berada di bawah kekuatan penjajah.

Sejauh ini, kepemimpinan Palestina telah menyuarakan penolakannya terhadap ketentuan inisiatif dari AS.

Desember lalu, Presiden AS Donald Trump Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memicu kecaman dunia dan protes di seluruh wilayah Palestina.