Taliban Bunuh Lebih dari 10 Pasukan Elit Afghanistan Bentukan AS

11 Maret 2018
Taliban Bunuh Lebih dari 10 Pasukan Elit Afghanistan Bentukan AS

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) membunuh sedikitnya 10 pasukan komando Afghanistan bentukan AS dan beberapa petugas lainnya saat sebuah penyergapan di provinsi Farah Jumat malam (9/3/2018). Pertahanan di Farah menurun dalam dua tahun terakhir karena Taliban memfokuskan upaya di provinsi barat.

Pejuang Taliban menyergap unit pasukan khusus yang bermitra dengan pasukan setempat yang bersiap untuk melancarkan serangan di distrik Bala Buluk, Farah, kata pejabat provinsi kepada TOLONews. Jumlah korban yang diderita oleh pasukan gabungan Afghanistan bervariasi dalam laporan pers Afghanistan. Namun, pejabat dari Unit Pasukan Khusus Afghanistan mengkonfirmasi bahwa sepuluh tentaranya tewas. Delapan polisi juga tewas dan sedikitnya tiga lainnya ditangkap oleh Taliban dalam pertempuran tersebut, lansir The Long War Journal, Sabtu (10/3/2019).

Pejabat Unit Pasukan Khusus Afghanistan menyalahkan kurangnya dukungan udara dan kegagalan militer Afghanistan dan polisi dalam memberikan bantuan saat Taliban melancarkan serangan mereka menjadi penyebab tingginya jumlah korban di pihak mereka, lapor ATN News.

Gunakan Night Vision, Taliban Tewaskan 18 Tentara Bentukan AS dalam Semalam

Pasukan khusus Afghanistan berada di ujung tombak dalam perang melawan Taliban. Hilangnya komandan, yang dianggap paling efektif dan paling termotivasi dari semua pasukan Afghanistan, adalah pukulan yang menyakitkan. Empat komandan lainnya tewas dalam serangan Taliban di Farah awal pekan ini.

Juru bicara Taliban Zabihulah Mujahidin mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut di akun Twitter resminya.

“Pasukan musuh yang tiba di daerah Tapa Sadat di Farah Rod #Farah diserang, 53 komandan bayaran tewas atau terluka serta cukup banyak senjata yang disita. Yang lainnya mencoba melarikan diri dalam pengejaran Mujahidin,” tulisnya. Mujahidin juga mengirim tiga foto senjata yang diduga disita dari pasukan komando Afghanistan selama penyergapan tersebut.

Mengingat keefektifan operasi melawan pasukan elit Afghanistan, ada kemungkinan pejuang Taliban menyusup ke pasukan elit dalam membantu serangan tersebut. Taliban sangat mahir menginfiltrasi pasukan Afghanistan.

Serangan Penyusup Seorang Taliban Bunuh 16 Milisi Bentukan AS

Pertahanan di provinsi Farah semakin memburuk selama dua tahun terakhir. Kota Farah adalah satu dari lima provinsi yang berada di bawah ancaman langsung Taliban pada akhir 2016. Taliban tetap berada di pinggiran kota tersebut pada tahun 2017 dan terus-menerus mengalahkan pasukan pertahanan di seluruh provinsi tersebut.

Pada pertengahan Januari 2018, pejabat Afghanistan telah memperingatkan bahwa Taliban tidak lagi berada di pinggiran kota dan telah memasuki kota. Deputi gubernur provinsi tersebut, Mohammad Younus Rasuli, mengkritik pasukan pertahanan, yang menurutnya menderita korban berat.

Taliban: Helikopter Tempur Chinook Amerika Ditembak Jatuh di Begama, Puluhan Tewas

“Saat ini pasukan pertahanan belum melakukan langkah apapun untuk menargetkan jihadis dan strategi bertahan kami juga salah. Pada pekan lalu saja, lebih dari 50 anggota pasukan pertahanan terbunuh,” kata Rasuli, menurut TOLONews.

Pada akhir Januari, Mohammad Aref Shah Jahan, gubernur Farah, berhenti, “karena situasi pertahanan yang memburuk di Farah.” Dia menyalahkan memburuknya pertahanan ini sebagian karena “campur tangan berbagai individu terhadap saya,” Reuters melaporkan.

Akhir bulan lalu, Taliban menguasai sebuah pangkalan militer Afghanistan di Bala Buluk dan membunuh 25 tentara dan menangkap tiga lainnya. Sebelum serangan itu, Taliban membunuh 20 polisi dalam tiga serangan terpisah di provinsi tersebut.

Taliban Tunjukan Kekuatan Militernya di Farah

Taliban telah menunjukkan kekuatan militernya di Farah. Pada bulan Oktober 2017, Taliban merilis sebuah video tentang para pejuangnya yang berkumpul untuk sebuah parade dan pidato oleh pejabat senior di provinsi tersebut, tanpa takut menjadi sasaran serangan udara pasukan Afghanistan atau AS (NATO).