Mendekati Manbij, Operasi Militer Turki Kini Berlanjut ke Tal Rifaat

Mendekati Manbij, Operasi Militer Turki Kini Berlanjut ke Tal Rifaat

AZAZ (Jurnalislam.com) – Sejak milisi YPG di Suriah melarikan diri dari Afrin ke kota Tal Rifaat saat pasukan Turki dan Free Syrian Army membebaskan pusat kota Afrin pada 18 Maret, sebagai bagian dari Operation Olive Branch, Tal Rifaat menjadi perpanjangan alami dari operasi tersebut, Anadolu Agency melaporkan Senin (26/3/2018).

Setelah tanah mereka dibebaskan dari teroris, ratusan ribu warga Tal Rifaat akan memiliki kesempatan untuk kembali ke rumah mereka.

Turki meluncurkan Operation Olive Branch pada 20 Januari untuk membersihkan kelompok-kelompok teroris dari Afrin, Suriah barat laut, di saat ancaman dari kawasan itu meningkat.

Pada awal 2016, pasukan YPG bertujuan untuk menguasai daerah antara tepi timur Sungai Eufrat dan Afrin barat, untuk menghubungkan tanah yang sudah diambilnya.

YPG bergerak dari Afrin ke tenggara dan dari Manbij ke barat, mencoba menguasai Tal Rifaat dan Al-Bab dan menghubungkan wilayah-wilayah itu. Dengan demikian, YPG berusaha untuk mendapatkan dominasi di sepanjang perbatasan Suriah-Turki.

Milisi Dukungan AS akan Keluar dari Manbij, Menlu Turki: Tidak Cukup Hanya Itu

Menggunakan dukungan serangan udara intens Rusia pada saat hubungannya dengan Turki menegang, para milisi memiliki kesempatan untuk menyebar ke tenggara dari Afrin.

Kelompok teroris YPG meninggalkan Afrin dan dengan cepat menyerang Tal Rifaat dan desa-desa terdekat yang berada di bawah kendali oposisi.

Tal Rifaat memainkan peran sebagai jembatan untuk garis invasi yang dibentuk para teroris di utara.

Struktur administrasi teroris YPG di Suriah terdiri dari tiga “wilayah” dan enam “suku (canton).”

Kelompok teror menggambarkan struktur wilayah tersebut sebagai “Jazira (Hasakah dan Qamisli), Eufrat (Kobane dan Tal Abyad), dan Afrin (Afrin dan Shahba)”.

Mereka juga memberikan status khusus bagi Raqqah, yang masih terus mereka kendalikan.

Mereka menyebut garis yang membentang dari Tal Rifaat ke Manbij “Shahba Canton.”

Tetapi distrik Al-Bab antara Tal Rifaat dan Manbij terletak di dalam area yang dibebaskan oleh Operation Euphrates Shield Turki, sehingga mustahil bagi para teroris untuk menghubungkan Tal Rifaat dengan Manbij.

Operation Euphrates Shield dimulai pada Agustus 2016 dan berakhir pada akhir Maret 2017 untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi, dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.

Merasa Kena Tipu di Suriah, Erdogan Kecam Amerika

Selama invasi Tal Rifaat, YPG memaksa sekitar 250.000 penduduk Arab keluar.

Penduduk lalu mencari perlindungan di Azaz, yang bersebelahan dengan daerah Euphrates Shield dan berada di bawah kendali oposisi.

Para teroris mulai mengakomodasi keluarga Kurdi di Tal Rifaat yang mereka bawa dari Afrin.

Saat ini, sekitar 15.000-20.000 suku Kurdi dan Arab tinggal di distrik tersebut, hanya 700-800 di antaranya adalah penduduk Arab Tal Rifaat.

Berbicara di Kongres Provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) pada hari Ahad, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan: “Insya Allah, kami akan mencapai tujuan operasi ini dengan mengambil alih Tal Rifaat dalam waktu singkat.”

Pada Sabtu, warga Suriah Tal Rifaat menggelar unjuk rasa untuk menuntut operasi militer Turki terhadap kelompok teroris YPG di kota itu.

Info grafik
Bagikan
Close X