Senin, 7 Ramadhan 1447 / 23 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Seorang Muslimah Turki, Akhirnya Dibebaskan Pengadilan Militer Israel

13 Jul 2018 08:24:36
Seorang Muslimah Turki, Akhirnya Dibebaskan Pengadilan Militer Israel

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Ebru Ozkan, warga Turki, akhirnya dibebaskan pada hari Rabu (11/7/2018), sambil menunggu persidangan setelah pengadilan militer Israel memutuskan untuk memberikan pembebasan bersyaratnya.

Pengacara Ozkan, Omar Khamaysa, mengatakan dia telah meninggalkan penjara HaSharon di dekat kota Natanya didampingi oleh pejabat kedutaan Turki di Tel Aviv.

Ozkan, 27 tahun, muncul pada sidang sebelumnya di pengadilan militer Ofer di Tepi Barat yang dijajah Israel.

Takut Jadi Ancaman Bagi Israel, Seorang Muslimah Turki Ini Ditangkap Pasukan Khusus

Pada hari Selasa, pengadilan memutuskan untuk membebaskan Ozkan dengan jaminan 15.000 syikal Israel (sekitar $ 4,110). Jaksa mengajukan keberatan, tetapi ditolak oleh pengadilan.

Ozkan dilarang meninggalkan negara itu dan paspornya disita oleh polisi zionis.

Sementara itu, Turki telah menyatakan keberatannya atas penangkapan Ozkan, dan bersumpah untuk mengambil langkah yang tepat sebagai tanggapan.

Ozkan ditangkap pada 11 Juni di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv karena diduga terkait dengan “kelompok Hamas”.

Dia bukan warga negara Turki pertama yang baru-baru ini ditahan oleh otoritas Israel.

Pada bulan Januari, Osman Hazir, seorang warga Turki berusia 46 tahun, ditangkap karena mengambil foto selfie di Masjid Al-Aqsha Yerusalem Timur sambil memegang bendera Turki.

Desember lalu, Israel menangkap Abdullah Kizilirmak dan Mehmet Gargili setelah mereka bertengkar dengan polisi Israel, yang mencoba menghalangi mereka memasuki tempat suci umat Islam.

Pada bulan yang sama, Adem Koc ditangkap di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha karena diduga “mengganggu perdamaian dan ikut serta dalam demonstrasi ilegal bersama warga Palestina”.

Kategori : Internasional

Tags : turki

Erdogan Gelar Pertemuan Tertutup di Sela-sela KTT NATO

13 Jul 2018 08:22:00
Erdogan Gelar Pertemuan Tertutup di Sela-sela KTT NATO

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Kamis (12/7/2018) terus mengadakan pembicaraan dengan para kepala negara dan pemerintah pada hari kedua dan terakhir dari KTT NATO di Brussels, Anadolu Agency melaporkan.

Erdogan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Bulgaria Rumen Radev di sela-sela pertemuan NATO dalam pertemuan tertutup.

Dia juga berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron selama pertemuan 75 menit. Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dan juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin juga menghadiri pertemuan itu.

Erdogan Kembali Menangkan Pemilihan Presiden, Ini Kata Sekjen NATO

Pemimpin Turki itu juga mengadakan pembicaraan trilateral dengan rekan Azerbaijannya, Ilham Aliyev dan anggota Bosniak dari Presidensi Tripartit Bosnia dan Herzegovina Bakir Izetbegovic.

Sebelumnya, sebagai bagian dari KTT NATO, Erdogan menghadiri pertemuan kepala negara dan pemerintah NATO sesi ketiga serta satu lagi di Afghanistan.

Pertemuan dua hari NATO dimulai dengan kehadiran 29 kepala negara dan pemerintahan NATO untuk membuat keputusan penting tentang masa depan aliansi itu.

Kategori : Internasional

Tags : nato turki

Viral, Tentara Kamerun Eksekusi Dua Wanita Bersama Anaknya yang Diggendong

13 Jul 2018 08:11:32
Viral, Tentara Kamerun Eksekusi Dua Wanita Bersama Anaknya yang Diggendong

KAMERUN (Jurnalislam.com) – Otoritas Kamerun sedang menyelidiki keaslian sebuah video yang konon menunjukkan tentara negara itu mengeksekusi dua wanita dan anak-anak mereka, lapor media setempat, lansir World Bulletin, Kamis (12/7/2018).

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (11/7/2018) malam, Issa Tchiroma Bakary, juru bicara pemerintah, mengatakan: “Kepala Negara telah memerintahkan pembukaan penyelidikan.”

Membahas lebih lanjut video kontroversial tersebut, Kolonel Didier Badjeck, jurubicara Kementerian Pertahanan, mengklaim bahwa orang-orang dalam video itu bukan anggota tentara Kamerun dan gambar di video itu tidak mencerminkan kebenaran.

Video yang diposting pada hari Selasa menunjukkan pria dalam seragam militer menembak dua wanita yang ditutup matanya dan juga menembak sedikitnya dua orang anak. Seorang wanita menggendong bayi di punggungnya.

Video itu beredar di media sosial dan telah menyebabkan kemarahan di seluruh negeri dan mancanegara.

Negara Afrika tengah telah memerangi kelompok pemberontak Boko Haram di utara sejak 2014.

Boko Haram Serbu Pangkalan Militer Kamerun

Kelompok-kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, menuduh Kamerun menggunakan tindakan yang tidak proporsional terhadap para tersangka Boko Haram.

”Pasukan keamanan masih terus menahan individu yang dituduh mendukung Boko Haram, seringkali dengan sedikit atau tanpa bukti dan kadang-kadang menggunakan kekuatan yang tidak perlu atau berlebihan. Mereka yang ditangkap sering ditahan dalam kondisi yang tidak manusiawi dan mengancam jiwa,” kata Amnesti dalam sebuah laporan pada bulan Januari tahun ini.

Pertempuran dengan Boko Haram telah menewaskan lebih dari 2.500 warga Kamerun sejak 2014 terutama di wilayah Far North, menurut Kementerian Pertahanan.

Sebagai akibat dari konflik, dari tahun 2014 hingga 2017 sekitar 240.000 orang di wilayah Far North meninggalkan rumah mereka.

Badan Pengungsi UNHCR memperkirakan sekitar 26 juta orang di wilayah Danau Chad telah menderita oleh kekerasan Boko Haram, dan lebih dari 2,6 juta orang mengungsi.

Kategori : Internasional

Tags : Kamerun

Selama 6 Bulan, Israel Larang Adzan di Masjid Ibrahim 298 Kali

11 Jul 2018 10:26:11
Selama 6 Bulan, Israel Larang Adzan di Masjid Ibrahim 298 Kali

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Penjajah Israel telah melarang adzan sebanyak 298 kali pada paruh pertama tahun ini di sebuah Masjid bersejarah di kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki.

“Pasukan penjajah Israel melarang Adzan, termasuk adzan shalat Jumat, di Masjid Ibrahim 298 kali dalam enam bulan pertama di tahun 2018,” Menteri Wakaf Keagamaan Palestina Yousef Adais mengatakanpada hari Selasa (10/7/2018) dalam sebuah pernyataan tertulis.

Dia mengatakan Israel memperkuat kehadiran mereka di masjid dan menutupnya selama dua hari berturut-turut menggunakan festival Yahudi sebagai alasan.

Hamas Ancam Larangan Adzan Israel dengan Perlawanan Keras

Dia juga menyinggung pelanggaran yang dilakukan oleh para pemukim illegal Yahudi.

“Amoralitas dan pelanggaran pemukim Yahudi juga telah melewati batas – begitu banyak bahkan mereka mengorganisir pesta dengan musik sampai tengah malam di dalam Masjid Ibrahimi. Mereka juga mendirikan kamp besar di halaman selatan masjid,” kata Adais.

Pada bulan Juni, puluhan pemukim illegal Yahudi yang dilindungi oleh polisi Israel memaksa masuk ke masjid, di mana mereka melakukan ritual Talmud dan mengadakan konser musik yang dihadiri oleh rabi Yahudi senior dan Menteri Keamanan Internal Israel Gilad Arad.

Adais menambahkan bahwa Israel juga mengganggu pekerjaan restorasi di masjid dan halamannya.

“Semua upaya harus dilakukan demi memperkuat perlawanan orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut untuk melindungi Masjid Ibrahimi dan Kota Tua dan untuk melawan rezim pendudukan dan tindakan rasis,” tegasnya.

Adzan di Palestina Didenda $ 2.600, Gaza: Adzan Kami Lebih Keras dari Tirani Anda!

Masjid Ibrahimi terletak di distrik Kota Tua Hebron, yang merupakan rumah bagi sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim illegal Yahudi. Para pemukim illegal tersebut tinggal di sejumlah daerah pemukiman Yahudi yang dijaga ketat oleh pasukan Israel.

Pada tahun 1994, Baruch Goldstein, seorang pemukim Yahudi Israel-Amerika, menembak mati 29 orang Muslim Palestina ketika mereka sedang sholat di masjid lalu bunuh diri.

Sejak itu, masjid – diyakini dibangun di atas makam Nabi Ibrahim – telah dibagi menjadi 2 bagian, untuk Muslim (45 persen) dan bagian Yahudi (55 persen).

Kategori : Internasional

Tags : Masjid Ibrahim palestina ramallah

Terkepung, Pejuang Suriah di Daraa Kembali Negosiasi dengan Rusia

11 Jul 2018 07:54:25
Terkepung, Pejuang Suriah di Daraa Kembali Negosiasi dengan Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pejuang Suriah di kota Deraa yang terkepung mengadakan pembicaraan dengan para perwira Rusia hari Selasa (10/7/2018) untuk mengevakuasi para pejuangnya ke daerah-daerah yang dikuasai oposisi di Suriah barat laut.

“Hari ini ada satu sesi dengan Rusia mengenai pemindahan paksa,” kata Abu Shaimaa, juru bicara para pejuang, kepada kantor berita Reuters.

Zeina Khodr dari Al Jazeera, melaporkan dari Beirut di negara tetangga Libanon, mengatakan bagian yang dikuasai oposisi di kota Deraa yang terbagi-bagi dikelilingi oleh pasukan rezim Assad dengan beberapa ribu orang terperangkap di dalamnya, termasuk pejuang dan keluarga mereka.

Para komandan oposisi menuduh militer Rusia melanggar syarat-syarat perjanjian gencatan senjata yang diperantarai atas nama pemerintah Suriah pekan lalu, setelah Rusia gagal menyediakan jalur aman bagi mereka yang tidak ingin hidup di bawah pemerintahan rezim.

Assad Langgar Gencatan Senjata di Daraa, 11 Faksi Oposisi Bentuk Koalisi Tentara Selatan

Sementara itu surat kabar al-Watan yang berafiliasi dengan pemerintah mengatakan “jam-jam mendatang akan menentukan diakhirinya bab terorisme di kota Deraa”.

Pada 19 Juni, pasukan rezim Syiah Suriah yang didukung oleh kekuatan udara Rusia melancarkan serangan sengit di provinsi barat daya Deraa dengan tujuan mengambil kembali wilayah yang dikuasai oposisi selama beberapa tahun.

Setelah lebih dari dua pekan diserang, para pejuang oposisi akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan rezim Assad pada hari Jumat.

Berdasarkan kesepakatan itu, pihak oposisi setuju untuk menyerahkan persimpangan Nassib yang strategis dengan negara tetangga Yordania dan menyerahkan senjata berat mereka, sehingga polisi militer Rusia dapat menyebar di sepanjang perbatasan Yordania.

Pasukan yang setia kepada pasukan rezim Syiah Bashar al-Assad telah menguasai wilayah-wilayah besar di bagian selatan Suriah.

Kategori : Internasional

Tags : daraa Konflik Suriah

Presiden Perancis: Beberapa Bulan Lagi Islam akan Dipraktekan di Setiap Tempat di Negara Ini

11 Jul 2018 07:41:40
Presiden Perancis: Beberapa Bulan Lagi Islam akan Dipraktekan di Setiap Tempat di Negara Ini

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Ahad malam bahwa penyusunan “kerangka dan aturan” akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang untuk memastikan bahwa Islam “akan dipraktekkan di setiap tempat sesuai dengan hukum republik.”

Dia menambahkan: “Kami akan melakukan ini dengan Muslim Perancis dan perwakilan mereka.”

“Mayoritas besar” Muslim Perancis mendukung prinsip-prinsip negara akan kebebasan individu dan sekularisme berdasarkan rasa saling menghormati, katanya, lansir Al Arabiya, Selasa (10/7/2018).

Pensiunan Polisi Perancis Pimpin 10 Ekstremis Sayap Kanan Serang Warga Muslim

Macron mengakui bahwa “terorisme, kekacauan dunia, migrasi dan kegagalan kami dalam integrasi” memainkan peran dalam ketakutan publik.

“Inilah sebabnya mengapa kita harus memulihkan tatanan dan penghormatan republik,” kata Macron, mengacu pada perang melawan terorisme dan rencana kebijakan untuk daerah pinggiran yang bermasalah yang diumumkan awal tahun ini.

“Aturan umum, rasa kesantunan dan kemandirian pikiran dan individu mengenai agama bukanlah kata-kata kosong di Perancis, dan ini membutuhkan kerangka kerja dan harmoni baru,” katanya.

Presiden Perancis Kutuk Tindakan Biadab Israel atas Pembantaian Warga Gaza

“Tidak ada alasan sama sekali bahwa hubungan antara Republik dan Islam menjadi sulit,” kata Macron, mencatat bahwa ada “interpretasi ekstrem dan bermusuhan terhadap Islam yang bertujuan untuk meragukan undang-undang kita sebagai negara bebas dan masyarakat bebas yang prinsipnya tidak tunduk pada perintah agama.”

Kategori : Internasional

Tags : muslim eropa muslim perancis perancis

Taliban Tegaskan sebagai Wakil Rakyat Afghanistan yang Sah pada Forum Internasional

11 Jul 2018 07:33:56
Taliban Tegaskan sebagai Wakil Rakyat Afghanistan yang Sah pada Forum Internasional

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban kemarin, Senin (9/7/2018) menegaskan bahwa mereka memandang dirinya sebagai satu-satunya wakil rakyat Afghanistan yang sah, sementara mereka yang berjuang untuk pemerintah Afghanistan adalah “boneka” Amerika Serikat.

Taliban menegaskan poin-poin ini dan poin lainnya dalam sebuah pernyataan yang ditujukan untuk Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim tentang Perdamaian dan Stabilitas di Republik Afghanistan, yang diadakan di Arab Saudi hari Selasa (10/7/2018) dan besok. Pernyataan itu dirilis pada tanggal 9 Juli dalam bahasa Inggris di Voice of Jihad, situs web resmi Taliban.

“Imarah Islam Afghanistan bukanlah kelompok pemberontak atau teroris. Tetapi Imarah Islam adalah nama dari perjuangan bangsa Afghanistan yang berjumlah tiga puluh juta untuk tuntutan Islam dan kemerdekaan. Imarah Islam memiliki akar yang dalam di negaranya. Saat ini ada kontrol penuh atas 70% wilayah Afghanistan,” kata Taliban.

Pertama Sejak 2001, Taliban Terima Gencatan Senjata Pemerintah Demi Idul Fitri

Intinya adalah: Taliban telah berulang kali mengatakan bahwa pihaknya tidak akan bernegosiasi dengan atau berbagi kekuasaan dengan pemerintah boneka AS yang dianggapnya tidak sah. Sebaliknya, Taliban memandang dirinya sebagai wakil sah rakyat Afghanistan, dan hanya akan terpenuhi dengan pemulihan Imarah Islam Afghanistan.

Pemerintah AS, NATO, dan pemerintah Afghanistan, bersama dengan mereka yang bernegosiasi dengan Taliban, terus bersikeras bahwa penyelesaian yang dirundingkan dengan Taliban adalah satu-satunya solusi. Ketika mereka gagal memahami sifat dan motivasi Taliban maka strategi seperti itu pasti gagal.

Kategori : Internasional

Tags : afghanistan AS nato taliban

Korban Bencana Banjir di Jepang Meningkat, 156 Tewas

11 Jul 2018 07:21:20
Korban Bencana Banjir di Jepang Meningkat, 156 Tewas

JEPANG (Jurnalislam.com) – Korban tewas akibat hujan lebat dan banjir di Jepang barat telah meningkat menjadi 156, Kantor Berita Kyodo melaporkan pada hari Selasa (10/7/2018), lansir Anadolu Agency.

Menurut badan itu, total 156 orang tewas di 12 prefektur dan sekitar 60 lainnya masih hilang di tujuh prefektur.

Operasi pencarian dan penyelamatan meningkat di prefektur Okayama dan Hiroshima, dimana lebih dari 100 orang tewas.

126 Orang Tewas dalam Bencana Banjir di Jepang

Korban lainnya dilaporkan di Prefektur Ehime, Okayama, Yamaguchi, Kyoto, Gifu, Shiga, Hyogo, Kochi dan Fukuoka.

Pihak berwenang yakin jumlah korban tewas akan meningkat karena banyak orang yang diyakini terdampar di rumah mereka karena kurangnya akses ke jalan.

Sementara itu, sekitar 255.000 rumah masih tanpa air di 12 prefektur pada Selasa (10/7/2018) siang, kata badan itu, mengutip Kementerian Kesehatan.

Kategori : Internasional

Tags : Banjir Jepang

Pengadilan Militer Israel Perintahkan Pembebasan Seorang Muslimah Turki

11 Jul 2018 07:17:18
Pengadilan Militer Israel Perintahkan Pembebasan Seorang Muslimah Turki

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Jaksa militer Israel pada hari Selasa (10/7/2018) menolak permintaan seorang warga Turki yang ditangkap karena diduga terkait dengan kelompok teroris untuk dibebaskan dengan jaminan, kata pengacaranya.

Omar Khamaysa, pengacara untuk Ebru Ozkan, 27 tahun, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pengadilan militer mungkin menolak keberatan jaksa terhadap keputusan pembebasan selama sidang hari Rabu (11/7/2018) di pengadilan militer Ofer, di Tepi Barat yang dijajah, dimana Ozkan direncanakan akan dihadirkan.

Pengadilan pada hari Senin memerintahkan pembebasan Ozkan dengan jaminan 15.000 syikal Israel ($ 4.125), dan disita paspornya, serta sejumlah persyaratan dengan polisi.

Menurut Khamaysa, Ozkan ditangkap dengan tuduhan “mengancam keamanan Israel dan memiliki hubungan dengan kelompok Hamas” – tuduhan yang dia bantah keras.

Turki keberatan dengan penangkapan Ozkan oleh Israel dan bersumpah bahwa mereka akan merespon.

Takut Jadi Ancaman Bagi Israel, Seorang Muslimah Turki Ini Ditangkap Pasukan Khusus

Dia bukan warga Turki pertama yang baru-baru ini ditahan oleh pemerintah zionis.

Pada bulan Januari, Osman Hazir, seorang warga Turki berusia 46 tahun, ditangkap karena mengambil foto selfie di Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur sambil memegang bendera Turki.

Dan Desember lalu, Israel menangkap Abdullah Kizilirmak dan Mehmet Gargili setelah mereka bertengkar dengan polisi Israel yang mencoba menghalangi mereka memasuki flashpoint situs suci.

Pada bulan yang sama, Adem Koc ditangkap di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha karena diduga “mengganggu perdamaian dan mengambil bagian dalam demonstrasi ilegal”.

Kizilirmak, Gargili, dan Koc semuanya dibebaskan dengan jaminan.

Kategori : Internasional

Tags : palestina turki yerusalem

Dengan Susunan Kabinet Baru Turki Resmi Jalankan Sistem Pemerintahan Presidensial

10 Jul 2018 09:59:21
Dengan Susunan Kabinet Baru Turki Resmi Jalankan Sistem Pemerintahan Presidensial

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki membuat awal baru setelah negara itu secara resmi beralih ke sistem pemerintahan presidensial yang baru, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pidato pengukuhannya pada hari Senin (9/7/2018).

Berbicara kepada sejumlah pejabat Turki dan pejabat asing di kompleks kepresidenan di ibukota Ankara, Erdogan mengatakan: “Dengan sistem pemerintahan presidensial, kami bergerak ke sistem pemerintahan baru yang jauh melampaui hampir 150 tahun pencarian kami untuk demokrasi dan apa yang kami alami melalui sejarah republik kami yang berusia 95 tahun.”

Dia menambahkan bahwa Turki meninggalkan sistem yang merugikan negara secara politik, sosial, dan ekonomi.

“Kami akan mencoba untuk menjadi layak bagi bangsa kita dengan kesadaran bahwa kita adalah presiden tidak hanya bagi mereka yang memilih kami, tetapi bagi seluruh 81 juta warga Turki,” kata Erdogan.

Presiden mengatakan sistem baru membuat marjinalisasi, penganiayaan, dan pengucilan orang-orang menjadi sesuatu yang berasal dari masa lalu.

Dia menambahkan bahwa di era baru Turki akan melangkah lebih jauh di setiap bidang, termasuk demokrasi, hak-hak fundamental, kebebasan, ekonomi, dan investasi besar.

Erdogan bersumpah mereka akan bekerja untuk tumbuh dan memperkuat Turki sejalan dengan janji-janji yang diberikan kepada publik.

Pemimpin-pemimpin Agama Non Muslim Turki Dukung Kemenangan Erdogan

“Kami akan memperkuat Turki di semua bidang, termasuk industri pertahanan dan keamanan perbatasan,” katanya.

Presiden juga mengatakan Kabinet pertama di bawah sistem baru akan bersidang pada hari Jumat.

Dia juga mengumumkan bahwa semua perayaan selama upacara pelantikan akan dibatalkan karena kecelakaan kereta hari Ahad di provinsi Tekirdag di barat laut Turki yang menyebabkan sedikitnya 24 orang tewas.

Selanjutnya di hari Senin jam 9.30 malam (GMT1830), Erdogan juga akan mengumumkan menteri Kabinet baru di bawah sistem kepresidenan Turki.

Erdogan pada Senin sore mengambil sumpah jabatan presiden untuk menjadi presiden pertama Republik Turki di bawah sistem pemerintahan barunya.

Petinggi LSM Muslim AS: Erdogan Bukan Pejabat Partai tapi Pemimpin Negeri

Bersama dengan tamu dan undangan, sekitar 10.000 orang berpartisipasi dalam upacara pelantikan. Warga Turki dari semua lapisan masyarakat – termasuk guru, petugas pemadam kebakaran, pemimpin desa, pedagang, penambang, dan dokter gigi – termasuk di antara yang diundang.

Para pemimpin komunitas agama juga hadir.

Tentara menembakkan 101 salam senjata selama Erdogan memasuki pintu kompleks kepresidenan.

Para tamu diberi hadiah 1 koin lira Turki yang diproduksi khusus untuk acara ini. Beberapa koin ini juga akan diturunkan di pasar. Juga, stempel khusus dicetak untuk menandai hari itu.

Dua puluh satu presiden hadir dalam upacara – dari Bulgaria, Georgia, Makedonia, Moldova, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Kosovo, Pakistan, Kyrgyzstan, Sudan, Guinea, Zambia, Guinea Bissau, Guinea Khatulistiwa, Somalia, Mauritania, Gabon, Chad, Djibouti, Venezuela, dan Republik Turki Siprus Utara – serta emir Qatar.

Rakyat Gaza Sambut Gembira Kemenangan Erdogan

Pada upacara pelantikan Uni Eropa Jerman diwakili oleh mantan Kanselir Gerhard Schroder.

“Schroder mengambil bagian dalam upacara atas nama pemerintah federal Jerman,” Rainer Breul, wakil jurubicara Departemen Luar Negeri Jerman, mengatakan kepada para wartawan di Berlin.

Sumber-sumber diplomatik mengatakan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tidak dapat hadir karena pertemuan yang telah dijadwalkan di Berlin dengan Perdana Menteri Cina Li Keqiang.

Pemilihan ulang Erdogan dalam jajak pendapat 24 Juni menandai transisi Turki ke sistem pemerintahan presidensial, dengan meninggalkan pos perdana menteri, di antara perubahan lainnya.

Erdogan memenangkan mayoritas mutlak dalam pemilihan presiden dengan 52,5 persen suara, menurut Dewan Pemilihan Tertinggi Turki (YSK).

Kategori : Internasional

Tags : Recep Tayyip Erdogan turki

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED