Pengadilan Militer Israel Perintahkan Pembebasan Seorang Muslimah Turki

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Jaksa militer Israel pada hari Selasa (10/7/2018) menolak permintaan seorang warga Turki yang ditangkap karena diduga terkait dengan kelompok teroris untuk dibebaskan dengan jaminan, kata pengacaranya.

Omar Khamaysa, pengacara untuk Ebru Ozkan, 27 tahun, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pengadilan militer mungkin menolak keberatan jaksa terhadap keputusan pembebasan selama sidang hari Rabu (11/7/2018) di pengadilan militer Ofer, di Tepi Barat yang dijajah, dimana Ozkan direncanakan akan dihadirkan.

Pengadilan pada hari Senin memerintahkan pembebasan Ozkan dengan jaminan 15.000 syikal Israel ($ 4.125), dan disita paspornya, serta sejumlah persyaratan dengan polisi.

Menurut Khamaysa, Ozkan ditangkap dengan tuduhan “mengancam keamanan Israel dan memiliki hubungan dengan kelompok Hamas” – tuduhan yang dia bantah keras.

Turki keberatan dengan penangkapan Ozkan oleh Israel dan bersumpah bahwa mereka akan merespon.

Takut Jadi Ancaman Bagi Israel, Seorang Muslimah Turki Ini Ditangkap Pasukan Khusus

Dia bukan warga Turki pertama yang baru-baru ini ditahan oleh pemerintah zionis.

Pada bulan Januari, Osman Hazir, seorang warga Turki berusia 46 tahun, ditangkap karena mengambil foto selfie di Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur sambil memegang bendera Turki.

Dan Desember lalu, Israel menangkap Abdullah Kizilirmak dan Mehmet Gargili setelah mereka bertengkar dengan polisi Israel yang mencoba menghalangi mereka memasuki flashpoint situs suci.

Pada bulan yang sama, Adem Koc ditangkap di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha karena diduga “mengganggu perdamaian dan mengambil bagian dalam demonstrasi ilegal”.

Kizilirmak, Gargili, dan Koc semuanya dibebaskan dengan jaminan.

Bagikan