Panitia Tabligh Akbar Masjid Sunan Ampel: Masyarakat Surabaya Mendukung Kehadiran HRS

JEMBER (Jurnalislam.com) – Panitia Tabligh Akbar di Masjid Ampel Surabaya, Muhammad Ilyasa, mengaku heran atas aksi sekelompok orang mengatasnamakan masyarakat Surabaya yang menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, masyarakat Surabaya sangat mendukung Tabligh Akbar ‘Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI’ itu.

“Realita di lapangan, masyarakat mendukung terhadap kehadiran Habib Rizieq. Juga yang mengatasnamakan Ansor dan Banser, padahal pengurus wilayah NU jadi satu sama FPI seperti Kyai Achyar, Kyai Ma’sum, mereka sering bersama kita. Ini kan aneh dan sulit dipercaya,” terangnya kepada Jurniscom, Senin (10/4/2017).

Bahkan, lanjut dia, dalam rapat pengurus masjid, kyai-kyai NU menyatakan kesiapannya untuk menghadiri.

“Ya buktikan saja pada hari H-nya besok,” tandasnya.

Sementara itu, Laskar Islam Jember (LIJ) menyayangkan adanya aksi penolakan tersebut. Menurut Ketua LIJ, Nanang Santoso, aksi penolakan yang disertai kata-kata kurang santun itu hanya akan memecah belah persatuan. LIJ juga menyatakan siap mengawal berjalannya acara.

Reporter: Yan Adytia

Wasekjen MUI: Iklan Kampanye Ahok Sesat dan Berbahaya!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Tengku Zulkarnain menilai video kampanye pasangan cagub Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyesatkan dan menyudutkan umat Islam.

“Iklan kampanye tersebut menyesatkan dan berbahaya,” kata Ustaz Tengku, Ahad (9/4/2017) dikutip Republika online.

Ustadz Tengku mengatakan, iklan tersebut justru jauh dari nilai kebinekaan yang digaungkan oleh pasangan Ahok-Djarot. Perlu digarisbawahi, kata dia, dalam UUD 45 Pasal 28 E, setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.

Ia melanjutkan, berdasarkan undang-undang tersebut, maka setiap WNI berhak menjalankan hidup sesuai agamanya. Termasuk dalam memilih pemimpinnya.

“Dalam Islam di Alquran dan hadis disebutkan umat Islam harus memilih pemimpin sesuai dengan agamanya. Makanya bahaya sekali kalau menafsirkan bineka itu berarti membuang agamanya,” paparnya.

Lebih dari itu, ia meminta KPU dan Bawaslu menarik video kampanye tersebut. “Apa maksud video tersebut. Apakah orang Islam digambarkan sebagai orang jahat?,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam video tersebut terlihat dua orang wanita, satunya masih remaja dan satunya seorang ibu. Keduanya terlihat panik karena mobil mereka dirusak massa. Kemudian sekumpulan pria dengan baju putih dan peci digambarkan berteriak-teriak melakukan aksi demo yang menimbulkan kerusuhan.

Hal ini sontak membuat respon massif dari berbagai pihak. Tagar #IklanAhokJahat pun menjadi trending topik dalam Twitter.

Sumber: Republika

Ustadz Salam Rosyad: Penolakan Habib Rizieq di Surabaya Bersifat Politis

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Anggota Dewan Hisbah PP Persatuan Islam (Persis), Ustadz Salam Rosyad menilai penolakan kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab (HRS) di Surabaya bersifat politis.

“Penolakan kedatangan HRS di Jawa Timur itu sudah bersifat politis, jadi itu sudah menjadi sebuah gerakan masif yang sengaja dikoordinir oleh kelompok islamopobhia untuk menahan laju semangat 212 menuju kepada penegakan syari’at di Indonesia,” katanya kepada Jurniscom, Senin (10/4/2017).

Gerakan itu, kata dia, didukung oleh penguasa sekuler yang anti Syari’at Islam. “Gerakan tersebut didukung oleh penguasa sekuler yang tidak suka terhadap syari’at Islam sebagai panduan hidup masyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Habib Rizieq dijadwalkan mengisi Tabligh Akbar ‘Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI’ di Masjid Ampel Surabaya pada 11 April. Namun sekelompok orang mengatasnamakan diri Forum Aktivis Surabaya dan Aliansi Kebangsaan Arek Surabaya (AKAS) menolak kedatangan Pembina GNPF itu menggangu kondusifitas Kota Surabaya.

Reporter: Budi Eko

Sekjen LUIS: Rekaman CCTV Menunjukkan Pihaknya Tak Melakukan Penganiayaan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang menjadi pesakitan dalam kasus nahi munkar terhadap Kafe Social Kitchen Solo, menghormati putusan Majelis Hakim yang menolak nota keberatan (eksepsi) yang diajukkan.

“Eksepsi yang ditolak oleh hakim ini kita hormati terlebih dahulu,” kata Sekjen LUIS, Yusuf Suparno kepada Jurniscom di PN Semarang, Senin (10/4/2017).

Yusuf menegaskan, pihaknya sangat meyakini Jaksa Penuntut Umum JPU) tidak akan mampu membuktikan dakwaan. Sebab, dalam rekaman kamera CCTV ia bersama pengurus inti LUIS lainnya tidak terlibat dalam penganiayaan dan perusakan kafe Social Kitchen.

“Seandainya nanti terbukti kita melakukan sesuatu kami tidak terima, karena di cctv itu sama sekali dari kami tidak melakukan apa-apa, bahkan kita menolong dari pada korban-korban yang telah dianiaya,” terangnya.

Senada dengan itu, terdakwa lainnya, Joko Sutarto yang merupakan advokat LUIS, mengatakan, dakwaan JPU tidak menjelaskan pelanggaran pasal 55 dan 56 yang dilakukan para terdakwa khususnya tokoh-tokoh LUIS.

“Dalam uraian tersebut tidak dijelaskan caranya bagaimana dan kepada siapa kami melakukan (penganiayaan),” jelas Joko.

Reporter: Agus Riyanto

Eksepsi Ditolak, LUIS Tetap Yakin Dakwaan JPU Takkan Terbukti

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sidang lanjutan kasus nahi munkar terhadap Kafe Social Kichen Solo kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (10/4/2017). Agenda sidang dengan terdakwa para pengurus inti Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan seorang wartawan media Islam, Ranu Muda adalah pembacaan putusan sela oleh Majelis Hakim.

Majelis hakim membacakan langsung poin-poin dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan eksepsi (nota keberatan) terdakwa. Selanjutnya majelis hakim merangkum dan menyimpulkan bahwa eksepsi terdakwa dan penasehat hukum ditolak.

“Eksepsi pada intinya ditolak dan proses sidang dilanjut dengan menghadirkan saksi-saksi,” kata ketua Majelis Hakim, Puji Widodo,SH.MH disesi terakhir putusan.

Beberapa alasan disampaikan bahwa kejadian yang terjadi di kafe Social Kitchen diakui oleh hakim dan hal tersebut termasuk pokok perkara yang harus dibuktikan di pengadilan.

“Perbuatannya diakui dan itu termasuk pokok perkara yang harus dibuktikan,” ujarnya.

Menanggapi putusan tersebut, Humas LUIS yang merupakan salah satu terdakwa, Endro Sudarsono mengatakan, LUIS menghormati putusan tersebut. Kendati demikian, Endro yakin JPU tidak akan mampu membuktikan dakwaan atas pasal yang dituduhkan.

“Kita tidak melakukan hal itu, maka kewajiban jaksa adalah berat karena harus membuktikan dari hal-hal yang tidak kami lakukan,” tutur Endro kepada Jurniscom usai sidang.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (13/4/2017) mendatang dengan agenda pemeriksan saksi-saksi.

Reporter: Agus Riyanto

 

Unik, Al Iman Center Solo Gelar Stand Belajar Mengaji di CFD

SOLO (Jurnalislam.com) – Lembaga dakwah Al-Iman Center Solo, mengelar kegiatan belajar mengaji di hari bebas berkendara alias car free day (CFD), Jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (9/4/2017). Dakwah ‘Education On The Street’ ini bertujuan meminimalisir angka buta huruf kitab suci umat Islam.

“Angka buta (huruf Al Qur’an -red) di Indonesia sangat tinggi sekali. Saya termotivasi untuk menyuarakan Al-Quran dan Islam di tengah hiruk pikuknya CFD,” kata ketua Al Iman Center, Ustaz Faiz Baraja kepada jurniscom di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, kegiatan ini sudah berjalan rutin hampir setahun. Dalam metode, kata dia, Al Iman Center menggunakan metode Tsaqifa.

Sementara itu, Totok Riyadi, salah seorang yang mengikuti kegiatan belajar mengaji ini merasa senang dan terbantu untuk membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Ia bersama keluarga telah mengikuti 3 kali pertemuan, dan hasilnya memuaskan.

“Saya merasa terbantu sekali, kami belajar dari nol dan kita cuma ikut 3 kali sudah bisa dan anak–anak saya sudah lancar dan istri lebih pintar dari saya karena lebih rajin dari saya,” ungkapnya senang.

Selain kegiatan belajar baca Al Qur’an, stand Al Iman Center ini juga menyediakan jasa kesehatan gratis. Stand ini banyak diminati oleh masyarakat yang lalu lalang di CFD Solo tersebut.

Sebagaimana diketahui, tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, 54% umat Islam di Indonesia masih buta membaca Al-Qur,an.

Reporter: Arie Ristyan

Bentrokan di Kamp Pengungsi Palestina di Lebanon, 5 Tewas dan 30 Terluka

LEBANON (Jurnalislam.com) – Jumlah korban dalam dua hari bentrokan di kamp pengungsi Palestina Ain al-Hilweh di Lebanon meningkat menjadi lima orang pada hari Ahad (9/4/2017), petugas medis mengatakan, saat faksi lokal berusaha melaksanakan rencana keamanan, Middle East Eye melaporkan.

Bentrokan meletus di kamp sejak hari Jumat saat faksi Palestina yang berpartisipasi dalam pasukan keamanan gabungan mulai dikerahkan ke seluruh daerah di kota selatan Sidon.

Mereka ditembaki oleh kelompok ekstremis lokal di dalam kamp, ​​memicu bentrokan yang kini telah menewaskan lima orang dan melukai sedikitnya 30 pada hari Ahad menurut petugas medis Lebanon dan Palestina. Sebagian besar korban adalah warga sipil.

Korban tewas adalah dua warga sipil, dua anggota pasukan keamanan Palestina gabungan dan salah satu anggota kelompok penyerang, kata sumber-sumber medis.

Pertempuran itu mendorong diberlakukannya langkah-langkah keamanan di luar kamp, ​​dimana pasukan keamanan Lebanon tidak masuk dalam kamp menurut perjanjian yang telah berlaku lama.

Jalan raya yang berdekatan telah ditutup dan pasien dipindahkan dari rumah sakit Sidon milik pemerintah di samping kamp.

Para pejabat Palestina di kamp pada hari Ahad memanggil sisa anggota kelompok yang dipimpin oleh seorang ekstremis lokal tersebut untuk menyerahkan senjata mereka.

Sekitar tengah hari, intensitas bentrokan menurun.

Ain al-Hilweh merupakan rumah bagi beberapa faksi bersenjata dan telah diganggu oleh bentrokan intermiten antara mereka serta terhadap kelompok-kelompok yang lebih kecil.

Tentara Lebanon tidak masuk ke dalam kamp-kamp pengungsi Palestina, di mana keamanan dikelola oleh komite gabungan dari faksi Palestina.

Ain al-Hilweh merupakan rumah bagi sekitar 61.000 warga Palestina, termasuk 6.000 yang mengungsi dari perang di Suriah.

8 Pemuda Muslim Kashmir Dibunuh Pasukan India Setelah Protes Pemilu

KARACHI (Jurnalislam.com) – Pakistan pada hari Ahad (9/4/2017) mengutuk pembunuhan delapan pemuda Muslim yang memprotes pemilihan umum tambahan di Jammu dan Kashmir, mendesak masyarakat internasional untuk bertindak menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh pasukan India di lembah yang disengketakan.

“Kami menyerukan kepada masyarakat internasional agar mendesak India untuk segera mengakhiri pembantaian terus menerus kepada rakyat Muslim Kashmir yang tidak bersalah dan berperilaku sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab dengan menghormati komitmennya untuk mengadakan pemilhan umum yang transparan, bebas dan adil di bawah naungan PBB sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk memastikan keinginan rakyat Kashmir,” penasihat Luar Negeri Pakistan, Sartaj Aziz, yang secara efektif berfungsi sebagai menteri luar negeri, mengatakan dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency, Ahad (9/4/2017).

Jumlah pemilih yang teramat sangat rendah yaitu di bawah 6%, terendah dalam 30 tahun, merupakan indikasi nyata bahwa rakyat Jammu dan Kashmir secara kategoris sangat menolak “pemilu palsu”, yang tidak dapat menjadi alternatif untuk hak menentukan nasib sendiri yang dijanjikan kepada mereka di bawah berbagai resolusi DK PBB, Aziz menyatakan.

“India terus menyangkal adanya hak asasi manusia kepada orang-orang Muslim Kashmir yang dikuasai India (IoK/Indian– occupied Kashmir), dengan penghargaan yang sangat sedikit bagi hidup atau orang. Berlanjutnya kebrutalan dan kekerasan India yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh pasukan penjajah India di IoK sejak Juli 2016 adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Kebiadaban India adalah penyebab penderitaan dan rasa sakit yang mendalam bagi Muslim Kashmir dan penghinaan terhadap penghormatan hak asasi manusia secara global,” tegasnya.

Kecaman tersebut muncul setelah kematian delapan pemuda Kashmir, termasuk seorang siswa kelas 12, dan melukai lebih dari selusin orang lain hari Ahad setelah polisi menembaki demonstran anti-pemilu selama pemilu tambahan di Srinagar, ibukota wilayah sengketa lembah Himalaya yang dikuasai India.

Konferensi Seluruh Partai Hurriyat (the All Parties Hurriyat Conference-APHC), sebuah konglomerat kelompok-kelompok politik pro-kemerdekaan, telah mengumumkan pemboikotan suara.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan di beberapa bagian namun diklaim oleh kedua negara secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – sejak mereka dipisahkan pada tahun 1947, dua diantaranya memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Muslim Kashmir di Kashmir yang dikuasai India telah berjuang melawan penjajahan India untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 warga Kashmir telah tewas sejauh ini dalam kekerasan, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan India. India mempertahankan lebih dari setengah juta tentaranya di wilayah tersebut.

Ahli Senjata: Rusia Matikan Sistem Pertahanan Udara di Suriah saat AS Lancarkan Serangan Rudal

TURKI (Jurnalislam.com) – Seorang eksekutif industri senjata Turki mengklaim pada hari Sabtu (8/4/2017) bahwa Rusia telah mematikan sistem pertahanan udara mereka di Suriah menjelang serangan AS pada pangkalan udara rezim Assad Jumat pagi (7/4/2017).

“Tidak ada sistem pertahanan udara Rusia yang tidak bisa mencegat rudal Amerika,” Abdullah Hayri Torun, wakil CEO Roketsan, pembuat senjata utama Turki, menyatakan pada pertemuan di provinsi Antalya, di Mediterania, lansir World Bulletin Ahad (9/4/2017).

Torun mengatakan sistem pertahanan udara S-300 Rusia dapat mendeteksi serangan rudal dari jarak 400 kilometer dan kemudian menghancurkan rudal ketika mereka masuk ke dalam jangkauan.

Assad Klaim Targetkan Gudang Senjata Oposisi, Infografis: Bom Kimia Rezim Hantam Lumbung Gandum

Pada hari Jumat, AS menembakkan 59 rudal Tomahawk di Pangkalan Udara Shayrat dari kapal perusak di Laut Mediterania menewaskan 5 pasukan Assad, dengan alasan menanggapi serangan kimia rezim Assad pada hari Selasa (4/4/2017)di kota Khan Shaykhun provinsi Idlib yang menewaskan sekitar 100 pria, wanita, dan anak-anak dan melukai lebih dari 500 lainnya.

Dua Gereja di Mesir Dibom IS, 43 Tewas dan 119 Terluka

KAIRO (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 43 orang tewas dan 119 luka-luka dalam dua pemboman gereja pada hari Ahad (9/4/2017) yang diklaim dilakukan oleh kelompok Islamic State (IS) di Mesir saat jamaat merayakan Palm Sunday (hari Minggu sebelum Paskah).

Sebuah pernyataan Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa ledakan terjadi di dalam gereja St George di kota Delta Nil Tanta, menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai 78, lansir Anadolu Agency.

Beberapa jam kemudian, 16 orang tewas dan 41 luka-luka ketika seorang pembom martir meledakkan dirinya di sebuah pos pemeriksaan keamanan di luar St. Mark Cathedral di kota pesisir Alexandria.

Presiden Mesir telah mengumumkan tiga hari berkabung.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri mengatakan pembom meledakkan dirinya setelah dicegah ketika berusaha menerobos penjagaan keamanan di sekitar katedral. Pernyataan ini juga menegaskan bahwa empat polisi termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu.

Sebuah sumber dari Katedral menegaskan bahwa Paus Koptik Tawadros II berada di dalam gereja ketika pemboman itu terjadi tapi dia tidak terluka.

Kelompok IS telah mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut melalui agen berita Amaq.

Pemboman terjadi saat Palm Sunday, pesta Kristen memperingati masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem (menurut kepercayaan Kristen).

Pada bulan Desember, ledakan bom menghantam sebuah gereja di pusat kota Kairo, menewaskan lebih dari 25 orang dan melukai lainnya.

Kristen Koptik diperkirakan berjumlah antara 8 hingga 10 persen dari penduduk Mesir yang berjumlah sekitar 90 juta.