Ansharusyariah: Seruan Jihad Lahir Karena Dunia Abai Atas Penderitaan Rakyat Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah mengutuk kebiadaban rezim Syiah Bashar Asaad terhadap rakyat sipil dari kalangan ahlu sunnah di Suriah. Tindakan rezim Bashar Assad itu dinilai sebagai upaya genosida terhadap ahlu sunnah di Negara tersebut.

“Mengutuk keras terus pembiaran dan berulangnya genosida masyarakat sipil ahlus sunnah oleh rezim Syiáh Bassar,” tegas juru bicara, Abdul Rochim Ba’asyir dalam keterangan tertulis yang diterima Jurniscom, Ahad (9/4/2017).

Ansharusyariah memandang, pembiaran yang dilakukan Negara-negara Barat merupakan bentuk diskriminasi politik terhadap umat Islam. Hal itu, kata dia, mendorong umat Islam di luar Suriah untuk mengambil jalan jihad fie sabilillah melawan rezim Syiah Bashar Assad.

“Pembiaran terhadap genosida ini merupakan diskriminasi politik negara-negara Barat terhadap Islam dan kaum Muslimin dan berkonsekwensi terhadap kewajiban menyeru kaum Muslimin dan para mujahid supaya melaksanakan misi Jihad fi Sabilillah guna menghentikan kemunkaran yang menimpa masyarakat Muslim Syuriah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Ansharusyariah mendesak pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan diplomatik dan mengusir Duta Besar Suriah dan negara-negara yang membantu rezim Bashar Assad.

Ansharusyariah juga meminta pemerintah Indonesia untuk aktif mendorong Negara-negara OKI untuk menjatuhkan sanksi berat terhadap Bashar Assad atas kejahatan perang yang dilakukan terhadap rakyat Suriah.

Lebih lanjut, Ansharusyariah mengajak umat Islam untuk menggelorakan semangat persatuan dalam membantu rakyat Sunni Suriah serta memanjatkan doa untuk mereka.

Reporter: Ibnu Fariid

LDK Se-Soloraya Galang Dana Untuk Korban Longsor Ponorogo dan Bencana Kelaparan Somalia

SOLO (Jurnalislam.com) – Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan IAIN bersama Institut Islam Mamba’ul Ulum (IIM) Surakarta menggelar penggalangan dana bagi korban musibah tanah longsor Ponorogo dan bencana kelaparan di Somalia, pada gelaran Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (09/4/2017).

Selain menyediakan kotak sumbangan, penggalangan dana juga dilakukan dengan memberikan pemeriksan kesehatan bagi pengunjung CFD yang dipungut bayaran seikhlasnya. Dana yang terkumpulnya selanjutnya akan disalurkan melalui Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU).

“Alhamdulillah kemarin dari PKPU sudah menggirim tim untuk menyalurkan bantuan ke Somalia, di sana banyak gubuk- gubuk yang atapnya hanya dari kain sarung untuk melindungi diri dari dingin,” kata koordinator aksi, Dhian Chandra kepada Jurniscom di sela-sela kegiatan.

Menurut Dhian, mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan. Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh mahasiswa Islam lainnya untuk melakukan hal serupa.

“Kita harus menjadi pelopor kebaikan, pelopor perubahan untuk saudara kita yang jauh di sana,” katanya seraya mengimbau umat Islam yang belum mampu berdonasi untuk mendoakan mereka yang tengah dilanda musibah pada waktu- waktu mustajab.

Reporter: Ridho Asfari

 

 

Posticom Stikes Husada Surakarta Buka Pos Trauma Healing di Daerah Longsor Ponorogo

PONOROGO (Jurnalislam.com) – Posticom (Post Trauma In Complementary ) Stikes Kusuma Husada Surakarta mendata pos trauma di daerah korban longsor Ponorogo, Dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung, pada Ahad (9/4/2018).

Pendataan yang dilakukan oleh 8 orang mahasiswa dan 1 dosen pembimbing tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan tindakan trauma healing pasca bencana tanah longsor yang melanda desa tersebut.

“Kedatangan kami kesini untuk mendata seberapa kebutuhan para pengungsi terutama rehabilitasi mental para korban yang masih hidup,” ujar dr. Galih Setia Adi.

“Karena kami, Posticom Stikes Kusuma Husada adalah organisasi kampus yang khusus menangani korban pasca bencana,” tambahnya.

Menurut Galih, trauma healing memang masih jarang dilakukan oleh para relawan di daerah bencana alam.

“Kami fokus di bidang ini karena belum banyak lembaga yang mengambil bagian ini dan biasanya teman-teman relawan menyudahi aksinya begitu evakuasi dinyatakan selesai,” paparnya.

“Padahal korban masih sangat membutuhkan pendampingan sampai jiwanya mereka kembali normal,” pungkasnya.

Hingga saat ini jumlah korban yang ditemukan baru 4 dari 28 korban hilang.

Reporter: Riyanto

Lagi, Jet Tempur Rusia Targetkan Warga Idlib dengan Bom Kluster

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 18 warga sipil tewas pada hari Sabtu (8/4/2017) dalam serangan udara yang menargetkan kota Urum al-Jawz di provinsi Idlib, kata seorang pejabat pertahanan sipil.

“Pesawat perang Rusia menargetkan Urum al-Jawz dengan bom cluster,” kata Mustafa Rasheed kepada Anadolu Agency.

Pemboman di Suriah utara juga menyebabkan 25 warga sipil terluka.

Idlib telah menjadi target pasukan rezim Syiah Suriah yang menyerang wilayah sipil.

Jurnalis Aljazeera: Serangan Trump di Suriah adalah Taktik Pencitraan

Sekitar 100 warga sipil dilaporkan tewas dan 500 orang lain – kebanyakan anak-anak – terluka dalam serangan senjata kimia pada hari Selasa lalu di Khan Shaykhun.

Rezim Presiden Bashar al-Assad tidak merasa bersalah atas serangan itu.

Ulama Saudi Kutuk Diamnya Arab atas Pembantaian di Idlib

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Seorang Ulama terkemuka Saudi mengecam tidak bereaksinya Arab atas serangan kimia pekan ini di provinsi Idlib utara Suriah.

Puluhan warga sipil tewas dan ratusan lainnya terluka dalam serangan kimia yang diduga dilakukan oleh pasukan rezim Syiah Assad di kota utara Khan Shaykhun pada hari Selasa lalu.

“Masyarakat PBB dan Arab hanya diam. Mereka tidak melakukan apa-apa selain mengutuk pembantaian,” kata Salman Al-Awdah kepada Anadolu Agency, Sabtu (8/4/2017).

“Saat rakyat Arab mengecam pembantaian di media sosial, politisi dan tokoh-tokoh Saudi hanya tetap diam,” katanya.

Ulama Saudi melanjutkan dengan menyerukan untuk mengambil “respon pencegah” terhadap mereka yang bertanggung jawab atas serangan kimia terhadap warga sipil di Khan Shaykhun.

“Dia yang tetap diam dalam menghadapi ketidakadilan adalah setan bisu,” katanya, melanjutkan dengan memanggil politisi, penulis dan pemikir Arab untuk “membuat semua orang menyadari pembantaian ini, yang didukung oleh Iran dan Rusia”.

“Bersikap bisu terhadap pembantaian di Idlib sama dengan menjadi bagian dari serangan itu,” katanya.

Anggota Parlemen Lebanon Imad al-Hut mengatakan rakyat Arab marah terhadap pembantaian di Idlib baru-baru ini.

“Keheningan Arab tampaknya mendorong Assad dan sekutu-sekutunya untuk melakukan kejahatan mengerikan terhadap warga sipil,” katanya kepada Anadolu Agency.

“Pembantaian Khan Shaykhun hanya bagian dari pembunuhan massal yang akan terus dilakukan rezim Assad,” katanya.

Al-Emin mengatakan bahwa kecaman tidak cukup untuk menghentikan pembantaian di Suriah yang dilanda perang.

“Dunia Arab membutuhkan kekuatan nyata yang dapat menghentikan serangan tersebut di Suriah dan kawasan Arab,” katanya. “Tanpa kekuatan dan persatuan, pembantaian ini akan terus terjadi.”

Evakuasi Kloter Keempat Warga Al Waer Capai 2.500 Orang

HOMS (Jurnalislam.com) – Perpindahan kelompok oposisi Suriah dan keluarga mereka tahap keempat, diperkirakan sekitar 2.500 orang, ditetapkan berlangsung pada hari Sabtu (8/4/2017) di Al Waer, kabupaten terakhir di Homs yang dikuasai pejuang oposisi.

Evakuasi daerah kantong pejuang oposisi adalah bagian dari kesepakatan pejuang Suriah dengan rezim Assad yang ditengahi oleh Rusia – tapi pejuang oposisi menyebutnya pemindahan secara paksa.

Para pengungsi sedang dipindahkan ke Jarablus di provinsi Aleppo, tetapi banyak yang telah meninggalkan Al Waer dan pergi ke banteng mujahisin di provinsi Idlib, dimana serangan kimia yang menewaskan puluhan orang berlangsung awal pekan ini disana.

Reporter Al Jazeera Mohammed Jamjoom, melaporkan dari Reyhanli di perbatasan Turki dengan Suriah, mengatakan bahwa 55 bus yang membawa sekitar 2.500 pengungsi diharapkan untuk meninggalkan daerah kantong di putaran terakhir ini – tapi banyak yang tidak senang dengan keputusan evakuasi.

“Mereka adalah kelompok yang tidak menerima gerakan rekonsiliasi nasional,” kata Jamjoom.

“Mereka mengatakan bahwa evakuasi ini dipaksakan pada mereka oleh rezim Suriah, oleh Rusia, dan sekutu Iran mereka juga.”

Jamjoom melaporkan bahwa banyak pengungsi mengatakan mereka tidak punya pilihan lain selain pergi.

“Mereka cukup prihatin tentang apa yang akan terjadi kepada mereka nanti.”

Evakuasi, yang diawasi oleh pasukan Rusia dan rezim Suriah, adalah kesepakatan fase keempat yang dicapai tahun lalu dimana ratusan pejuang dan keluarga mereka meninggalkan daerah itu.

Assad Klaim Targetkan Gudang Senjata Oposisi, Infografis: Bom Kimia Rezim Hantam Lumbung Gandum

KHAN Shaykhun (Jurnalislam.com) – Gambar udara kota Khan Shaykhun yang ditargetkan oleh serangan mematikan gas klorin pada hari Selasa (4/4/2017) menunjukkan bahwa serangan kimia rezim Syiah Assad menargetkan lumbung gandum warga, bertentangan dengan klaim rezim bahwa mereka menghantam gudang senjata oposisi.

Selasa lalu, rezim Nushairiyah Assad meluncurkan serangan senjata kimia di Khan Shaykhun, Idlib, menewaskan sekitar 100 pria, wanita, dan anak-anak dan melukai lebih dari 500 lainnya, memicu kemarahan internasional.

Menurut pengamatan udara eksklusif oleh Anadolu Agency, Sabtu (8/4/2017) lumbung gandum, yang sebagian hancur, terletak hanya 50 meter (164 kaki) dari daerah perumahan padat.

Tak lama setelah serangan itu, Rusia dan rezim Assad mengklaim bahwa mereka tidak meluncurkan serangan senjata kimia tapi menargetkan gudang amunisi oposisi yang berisi senjata kimia.

Menurut gambar Anadolu Agency, lumbung penyimpanan gandum tersebut tidak dikelilingi tembok tinggi namun berada di tempat terbuka dan tampaknya telah rusak beberapa kali.

Tapi ada kendaraan militer, pos-pos pemeriksaan atau segala hal yang berhubungan dengan faksi-faksi perjuangan dapat dilihat di tempat kejadian, menurut badan tersebut.

Satu hari setelah serangan, warga Khan Shaykhun, yang sekarang terlihat seperti kota hantu, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa wilayah yang ditargetkan digunakan untuk menyimpan biji-bijian. Mereka juga mengatakan bahwa mereka tidak pernah melihat satupun anggota oposisi di lokasi tersebut.

Beberapa mantan warga lain kota yang mengungsi ke kamp-kamp pengungsi di sepanjang perbatasan Turki mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa lumbung penyimpanan tersebut juga pernah diserang di masa lalu. Mereka mengatakan bahwa dahulu bahkan ada toko roti yang letaknya berdekatan.

Ternyata Sebelum Serangan Rudal ke Pangkalan Udara Assad Militer AS Beritahu Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur rezim Assad dilaporkan telah lepas landas dari pangkalan udara yang telah ditargetkan oleh serangan udara AS, kurang dari 24 jam setelah pangkalan udara itu diserang oleh puluhan rudal Tomahawk, Al Arabiya News Channel melaporkan, Sabtu (8/4/2017).

Para pejabat AS memberitahu pasukan Rusia menjelang serangan rudal Tomahawk untuk menjauhi lokasi serangan dan militer AS menghindar menargetkan personel Rusia.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), jet tentara Suriah kembali lepas landas dari pangkalan untuk meluncurkan serangan terhadap wilayah yang dikuasai faksi-faksi jihad dan oposisi bersenjata di dekat Homs setelah serangan rudal.

Citra satelit menunjukkan pangkalan udara Assad yang menjadi basis bagi pasukan khusus, jet tempur, helikopter Suriah dan Rusia, dalam melawan faksi-faksi jihad dan oposisi yang terlihat masih utuh, tidak menerima kerusakan yang berarti, padahal 59 rudal Tomahawk telah ditembakan.

Parlemen Uni Eropa Larang Pejabat Tinggi Suriah Hadir pada Konferensi

JENEWA (Jurnalislam.com) – Parlemen Uni Eropa pada hari Jumat (7/4/2017) melarang seorang pejabat tinggi Suriah menghadiri sebuah acara yang dijadwalkan untuk hari Senin besok (10/4/2017).

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Ayman Soussan dilarang sebagai reaksi terhadap serangan kimia pada hari Selasa di Idlib, yang dilakukan oleh rezim Bashar al-Assad.

Juru bicara Parlemen Eropa Jaume Duch mengatakan Presiden Antonio Tajani mengambil keputusan mengikuti “serangan senjata kimia terakhir dan perkembangan setelahnya,” lansir World Bulltin.

Soussan sedianya akan menghadiri konferensi 10 April sebagai pembicara.

Pada hari Selasa, lebih dari 100 warga sipil dilaporkan tewas dan 500 lainnya – kebanyakan anak-anak – terluka di kota Khan Shaykhun, menurut menteri kesehatan pemerintah oposisi Suriah, Firas Jundi.

Pada hari Jumat, AS menembakkan 59 rudal Tomahawk di sebuah pangkalan udara militer Suriah, menewaskan 5 pasukan Assad, sebuah pangkalan yang dipercaya sebagai tempat yang digunakan untuk meluncurkan serangan kimia mematikan tersebut, Pentagon menegaskan.

Rezim Syiah Assad membantah tuduhan bahwa mereka telah menggunakan senjata kimia pada serangan di Idlib.

Ribuan Umat Islam Kenya Protes atas Pembongkaran Masjid di Nairobi

KENYA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Muslim di Kenya pada hari Jumat (7/4/2017) memprotes rencana menghancurkan Masjid mereka di ibukota Nairobi untuk membuka jalan bagi pembangunan jalan.

Masjid ini mampu menampung lebih dari 2.500 Muslim, dan setelah sholat Jumat jamaah berbaris ke lokasi tempat pejabat Otoritas Jalan Perkotaan Kenya (the Kenya Urban Roads Authority-KURA) memarkir steamrollers, excavator, serta peralatan lainnya.

“Kami sangat mengutuk langkah penghancuran Masjid ini,” kata Syeikh Hamid Chandhry kepada wartawan.

“Komite Masjid Jamia, yang merupakan penjaga Masjid, memperoleh akta secara legal pada tahun 2005, menjadikannya pemilik tunggal dan sah bagi tanah di mana Masjid ini dibangun.”

Chandhry mengatakan bahwa meskipun kasus pengadilan sedang berlangsung, KURA ingin lebih dahulu menghancurkan Masjid, mengklaim bahwa rumah ibadah tersebut terletak di sepanjang jalan milik negara, berarti negara dapat menghancurkan masjid dan tidak menawarkan kompensasi.

“Kami terganggu, karena Masjid merupakan pusat keagamaan penting bagi masyarakat yang tinggal di Parklands dan pembongkaran merupakan penghinaan terhadap kebebasan beribadah sebagaimana tercantum dalam konstitusi,” tambahnya.

Para pejabat Masjid mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa KURA menolak memberikan kompensasi jika mereka setuju direlokasi.

“Mereka harus memberi kompensasi atau memberi tanah alternatif bagi kita. Masjid secara hukum memiliki tanah dan itu harus dikompensasi,” kata Sheikh Salim Mohammed.

Masjid ini melayani lebih dari 2.500 jamaah dan juga memiliki madrasah yang mengajarkan nilai-nilai moral (aqhlak) kepada anak-anak.