Sidang Pembacaan Tuntutan Ahok Ditunda Hingga 20 April

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis hakim memutuskan sidang tuntutan terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok digelar pada Kamis (20/4/2017). Sidang tuntutan yang sedianya digelar hari ini tersebut ditunda karena jaksa penuntut umum (JPU) mengaku belum selesai menyusun surat tuntutan.

Koordinator persidangan GNPF MUI, Nasrulloh Nasution yang mengikuti sidang mengatakan, persidangan kedelapan belas ini JPU menyampaikan berbagai alasan kenapa surat tuntutan tidak dapat dibacakan kali ini.

“Pada awalnya, Majelis Hakim menanyakan kepada JPU apakah sudah siap dengan surat tuntutannya. JPU kemudian menyampaikan ketidaksiapan membacakan surat tuntutan dan berdalih tidak mempunyai cukup waktu mengetik surat tuntutan,” katanya di Gedung Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (11/4/2017).

Nasrulloh melanjutkan, majelis hakim sebenarnya telah memberikan kesempatan kepada JPU untuk menyelesaikan pengetikan surat tuntutan sampai pukul 12.00. “Tapi JPU tetap berkelit. Kali ini alasannya materinya belum siap,” sambung Nasrulloh.

Ia menjelaskan, majelis hakim sudah memberikan kesempatan kepada JPU hingga tanggal 17 April 2017. Namun lagi-lagi JPU berdalih bahwa situasi tidak aman menjelang pilkada DKI Jakarta Putaran II dengan merujuk surat permintaan penundaan sidang dari Kapolda Metro Jaya.

Reporter: HA/HK

Bonyan al Marsous: 103 Prajurit dan 45 Perwira Rezim Syiah Suriah Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – al-Bonyan al-Marsous pada hari Ahad (9/4/2017) menerbitkan statistik yang menunjukkan kekalahan rezim Suriah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon dan kemenangan faksi revolusioner sejak awal pertempuran “Mati daripada Terhina (Death rather than Humiliation)” dua bulan lalu di provinsi Daraa, lansir ElDorar AlShamia, Senin (10/4/2017).

Statistik mengungkapkan terbunuhnya 103 prajurit dan 45 perwira rezim Suriah, termasuk 9 militan Syiah Hizbullah Lebanon dan seorang perwira Iran, selain penghancuran 30 terowongan, 12 kendaraan lapis baja dan dua pesawat pengintai.

Statistik menunjukkan kemenangan faksi revolusioner dengan merebut 500 blok perumahan, 11 titik militer strategis di distrik Manshiya di kota Daraa, serta peralatan dan amunisi militer.

Menurut koresponden ElDorar di Gubernuran Daraa, kurang dari 28% dari wilayah Manshiya tetap berada di bawah kendali pasukan Assad, setelah al-Bonyan al-Marsous merebut kendali atas mayoritas kabupaten.

Pertempuran “Mati daripada Terhina” dimulai pada 12 Februari 2017, dengan partisipasi dari beberapa faksi militer, terutama Jaysh al-Islam, Ahrar al-Sham dan faksi-faksi dari Front Selatan Tentara Pembebasan Suriah untuk mengakhiri harapan rezim Syiah Nushairiyah Assad untuk kembali menuju perbatasan dengan Jordan.

 

Militer Pakistan Vonis Mati Perwira Angkatan Laut India

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Militer Pakistan menjatuhkan hukuman mati kepada seorang perwira angkatan laut India atas tuduhan spionase dan sabotase.

Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan Kulbhushan Jadhav, yang ditangkap pada Maret 2016, adalah seorang pejabat intelijen India yang membantu dan membiayai kegiatan sabotase di provinsi barat daya Balochistan dan kota pelabuhan selatan Karachi, lansir Aljazeera, Senin (10/4/2017).

Dia dihukum oleh pengadilan militer.

“Hari ini, [kepala militer] Gen Qamer Javed Bajwa telah mengkonfirmasi hukuman mati,” kata pernyataan militer pada hari Senin, tanpa menyatakan kapan eksekusi akan berlangsung.

Tentara Pakistan merilis video tak lama setelah penangkapan Jadhav dimana ia mengaku telah bertahun-tahun menabur kerusuhan di Pakistan dan oleh dinas intelijen India sedang ditugaskan melakukan perencanaan, koordinasi dan menyelenggarakan kegiatan spionase dan sabotase di Balochistan “bertujuan untuk mengacaukan dan mengobarkan perang melawan Pakistan.”

Tidak jelas apakah ia berbicara di bawah paksaan.

India membantah bahwa Jadhav adalah mata-mata, menyebut tuduhan tersebut “tak berdasar” dan mengatakan Pakistan mengeksekusi dia dalam sebuah “pembunuhan berencana”.

Pakistan menuduh India membantu gerakan separatis di Balochistan, sebuah tuduhan yang dibantah India.

Sedangkan pemerintah di Delhi mengatakan Pakistan membantu pejuang Muslim di Kashmir.

Kashmir telah dibagi antara India dan Pakistan sejak berakhirnya kekuasaan Inggris pada 1947.

Kedua negara mengklaim wilayah Himalaya secara penuh dan terlibat tiga kali perang memperebutkan Kashmir.

September lalu, ketegangan antara kedua Negara tetangga itu meningkat setelah pejuang Kashmir menewaskan 19 tentara India di sebuah kamp militer di Kashmir. India menyalahkan pejuang berbasis di Pakistan yang maluncurkan serangan tersebut.

Pakistan membantah mendukung para pejuang, mengatakan bahwa mereka hanya menawarkan dukungan politik kepada rakyat Muslim Kashmir yang dijajah India.

Pada 2013, seorang warganegara India dijatuhi hukuman mati karena mata-mata di Pakistan tewas di penjara setelah diserang oleh sesama narapidana. Sarabjit Singh dijatuhi hukuman mati selama 16 tahun.

Pada tahun 1999 seorang pria India yang lain, Shamim, digantung di penjara Pakistan hampir 10 tahun setelah ia tertangkap “basah” di dekat perbatasan dan ditangkap atas tuduhan mata-mata.

Menlu Inggris Peringatkan Putin karena Bantu Assad Racuni Rakyat Suriah

ITALIA (Jurnalislam.com) – Rusia harus mengakhiri dukungannya untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad yang“beracun”, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan pada hari Senin (10/4/2017) menjelang pertemuan menteri luar negeri G7 di Italia.

“Sudah waktunya bagi (Presiden Rusia) Vladimir Putin menghadapi kebenaran tentang tiran yang dia topang,” kata Johnson, menurut juru bicara kementerian luar negeri.

“Kita perlu memperjelas kepada Putin bahwa waktu untuk mendukung Assad sudah habis,” katanya, memperingatkan bahwa Putin “merusak Rusia” dengan mendukung Assad.

“Dia harus mengerti bahwa Assad kini beracun dalam setiap arti. Dia meracuni rakyat Suriah yang tidak bersalah dengan senjata yang dilarang 100 tahun yang lalu – dan ia meracuni reputasi Rusia,”katanya.

Johnson pada hari Sabtu membatalkan jadwal kunjungan ke Moskow karena dukungannya bagi rezim Suriah.

Langkah itu dilakukan setelah dugaan serangan senjata kimia di kota Khan Sheikhun yang dikuasai pejuang-pejuang Suriah pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 87 orang.

Menteri luar negeri Kelompok Tujuh (the Group of Seven-G7) negara industri utama bertemu di kota Lucca, Italia hari Senin sebelum Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson terbang ke Moskow pada hari Selasa.

Kementerian luar negeri Rusia sebelumnya mengutuk keputusan Johnson yang tidak datang ke Moskow, mengatakan hal itu menunjukkan bahwa Inggris “tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap jalannya urusan internasional.”

Moskow berusaha membelokkan tuduhan terhadap Assad, sekutu lamanya, atas serangan senjata kimia dan mengatakan jet Suriah menghantam sebuah gudang senjata oposisi di mana “zat beracun” dimasukkan ke dalam bom.

Assad Klaim Targetkan Gudang Senjata Oposisi, Infografis: Bom Kimia Rezim Hantam Lumbung Gandum

Lebih dari 470.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik meletus pada Maret 2011 diawali pembantaian oleh pasukan rezim Syiah Suriah pada aksi unjuk rasa anti-pemerintah.

Gas beracun secara luas digunakan di Front Barat sejak tahun 1915 saat Perang Dunia I 1914-1918.

Gas saraf dilarang secara internasional oleh Protokol Jenewa 1925, yang mulai berlaku pada tahun 1928.

Novel Baswedan Disiram Air Keras Usai Shalat Subuh, Pemuda Muhammadiyah: Biadab!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar mengutuk dengan keras tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap dan mengungkap, pelaku penyiraman air keras ke wajah penyidik yang sedang menyidik perkara megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP.

“Saya mendesak pihak kepolisian menindak dan menangkap segera prilaku penyiraman air keras ke wajah novel baswedan segera,” kata Dahnil dalam pernyataannya yang diterima jurniscom, Selasa (11/4/2017).

Ia mengatakan, akibat dari serangan tidak berperikemanusiaan ini, Novel harus dilarikan ke rumah sakit Mitra Keluarga di kawasan Jakarta. “Saat ini, Novel Baswedan sedang dirawat disalah satu Rumah Sakit di Jakarta, karena tindakan kekerasan tersebut,” ungkap Dahnil.

Oleh sebab itu, Dahnil mengajak kepada rakyat Indonesia untuk mendoakan Novel Baswedan, dan menemani dia melawan teror biadab yang dilakukan para bandit-bandit yang tidak senang dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Saya dan seluruh kader Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akan berdiri menjadi benteng kekuatan melindungi dan menemani Novel Baswedan dalam upaya melawan bandit Koruptor yang mengancam negeri Ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, subuh tadi, dalam perjalanan pulang dari Masjid, Novel Baswedan dihampiri oleh 2 orang tidak dikenal yang mengendarai motor, yang kemudian menyiramkan cairan air keras ke wajah Novel Baswedan, Penyidik Senior KPK yang banyak menangani Kasus besar korupsi di negeri ini.

Serangan Al Shabaab Targetkan Komandan Perang Baru Somalia, 15 Tewas

MOGADISHU (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 15 tentara Somalia tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan bom di sebuah pangkalan pelatihan militer di ibukota Mogadishu.

Insiden itu terjadi ketika seorang pembom, yang menyamar sebagai seorang prajurit, melakukan serangan istisyhad di pintu masuk pangkalan pelatihan militer, kata seorang pejabat keamanan.

“Seorang pembom yang menyamar sebagai seorang prajurit meledakkan dirinya di pintu masuk pangkalan pelatihan militer di distrik Wadger, barat ibukota,” kata pejabat keamanan.

Al-Shabaab, cabang Al Qaeda di Afrika Timur, melalui radio Andalus telah mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil yang menargetkan komandan angkatan bersenjata baru Somalia di dekat markas Kementerian Pertahanan Somalia di Mogadishu tersebut, lansir The Long War Journal, Senin (10/4/2017).

Jenderal Mohamed Ahmed Jimale, target pemboman ini, diklaim selamat dari ledakan, tapi sedikitnya 15 orang tewas dan lebih dari lima lainnya terluka setelah ledakan bom mobil hari Ahad itu.

Menurut al Jazeera, Jimale bepergian dengan pejabat Somalia lainnya di dekat markas kementerian pertahanan ketika pembom Shabaab meledakkan kendaraannya. Jimale selamat, namun beberapa tentara yang bepergian dengannya tewas. Selain itu, sebuah bus penumpang di dekatnya juga terkena ledakan tersebut. Pernyataan Shabaab mengakui bahwa Jimale lolos dari upaya pembunuhan.

Abdul Aziz Abu Musab, juru bicara Al-Shabaab, mengatakan bahwa Jimale “hampir tidak selamat dari [serangan] mujahidin.” Serangan itu terjadi beberapa hari setelah presiden baru Somalia menyatakan perang baru terhadap faksi jihad.

Shabaab telah meningkatkan frekuensi serangan di Mogadishu sejak pemilu negara itu awal tahun ini. Setelah presiden baru Somalia, boneka barat, Mohamed Abdullahi Mohamed, disumpah, Shabaab memperingatkan akan meningkatkan serangan mereka di ibukota. Pemerintah Somalia bentukan barat telah memerangi Shabaab sejak tahun 2004.

Setelah Gas Sarin, Bom Fosfor dan Kluster Kembali Hantam Warga Suriah

IDLIB (Jurnalislam.com) – Aktivis Suriah Idlib telah berbagi video di media sosial yang menunjukkan pesawat tempur menjatuhkan sesuatu yang tampak seperti bom fosfor di kota Saraqeb, lansir Al Arabiya News Channel, Senin (10/4/2017).

Pesawat pasukan rezim Bashar al-Assad lainnya dan juga pesawat-pesawat tempur Rusia telah meluncurkan serangan udara di kota-kota Sarmin, Maarrat al-Nu’man, Hbit dan al-Shaghr di Idlib yang telah menyebabkan banyak korban tewas dan terluka.

Inilah Infografik 162 Serangan Senjata Kimia Rezim Assad di Suriah

Sebelumnya, 18 warga sipil tewas pada hari Sabtu (8/4/2017) dalam serangan bom kluster yang menargetkan kota Urum al-Jawz di provinsi Idlib, kata seorang pejabat pertahanan sipil.

“Pesawat perang Rusia menargetkan Urum al-Jawz dengan bom cluster,” kata Mustafa Rasheed kepada Anadolu Agency.

Serangan terhadap Saraqeb terjadi kurang dari sepekan setelah serangan gas saraf sarin pada tanggal 4 April yang menewaskan sedikitnya 87 warga sipil di selatan kota Khan Sheikhoun di Idlib.

Ustadz Iim Ba’asyir: Video Kampanye Ahok Menunjukkan Siapa Dia Sebenarnya

Sebar Video Kampanye Kontroversial, Ahok Dinilai Blunder

SOLO (Jurnalislam.com) – Terkait tersebarnya video kampanye Ahok, Juru bicara Jama’ah Ansharusy Syari’ah, Abdul Rochim Ba’asyir menilai itu adalah tindakan blunder. Pria yang karib disapa Ustadz Iim ini mengatakan, video tersebut telah membuka kedok Ahok yang sebenarnya.

“Video itu membuka kedok Ahok dan barisannya, yang sebenarnya adalah kaum rasis yang sangat suka perpecahan dan dan suka memprovokasi kepada bangsa ini,” katanya kepada Jurniscom, Senin (10/4/2017).

Ustadz Iim menjelaskan, video itu bertujuan untuk membeda-bedakan etnis mengunggulkan satu etnis tertentu.

“Islam mengecam tindakan seperti ini di dalam Al Qur’an dan kemanusiaan manapun tidak akan bisa menerima perlakuan perlakuan seperti ini, maka apa yang dilakukan ahok dan timnya dalam rangka mencari simpati malah ini menjadikan sebuah blunder dan menunjukan jati diri yang sebenarnya,” terangnya.

Selain itu, video kampanye itu juga menjadi bukti bahwa Ahok mengunakan segala cara untuk memenangkan pilkada DKI. Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat Jakarta harus mewaspadai calon pemimpin seperti Ahok yang selalui menuai kontroversi dan memecah persatuan bangsa.

“Saya yakin 1000% Ahok akan melakukan kecurangan pada upaya dia untuk memenangkan dirinya dalam pilkada kali ini, karena dia sudah menyatakan diri dan sudah terlihat saat ini dengan kampanye dengan cara-cara jahat,” paparnya.

Seperti biasanya, putra bungsu Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini mengingatkan umat Islam Indonesia untuk kembali kepada Al Qur’an dan selalu dekat dengan Allah dan para ulama.

“Yang jelas umat Islam harus kembali pada AL-Qur’an, kembalilah pada para ulama-ulama yang ikhlas, agar anda semua selamat dan bahkan bangsa dan negeri ini selamat,” pungkasnya.

Reporter: Arie Rystian

ACTA Laporkan Video Kampanye Ahok ke Bareskrim

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur DKI nomor 2, Ahok-Djarot ke Bawaslu dan Bareskrim Polri, Senin (10/4/2017). Ahok dilaporkan terkait video iklan kampanye yang dinilai memprovokasi dan mengandung SARA.

“Benar, tadi kami (ACTA) telah melaporkan Paslon DKI nomer 2, Ahok-Djarot terkait iklan video kampanye yang diduga memprovokasi dan mengandung SARA,” kata wakil ketua ACTA, Irfan Pulungan kepada jurniscom, Senin (10/4/2017).

Ia menjelaskan, ACTA melaporkan hal itu ke Bawaslu untuk perihal peraturan Pilkada, dan Bareskrim terkait dugaan pelanggaran UU ITE yang dilakukan terdakwa kasus penistaan agama ini.

“Kami melaporkan ke Bawaslu siang tadi untuk mendesak Bawaslu memberikan sanksi atau teguran kepada Ahok, dan Bareskrim karena diduga melanggar UU ITE, tentang ujaran kebencian,” tambahnya.

Lebih dari itu, ia mempertanyakan niat Ahok membuat video kampanye tersebut. Video berdurasi 2 menit itu dinilai dapat memprovokasi umat Islam.

“Apalagi ia menyebar pada kemarin. Waktunya dekat dengan sidang lanjutan tuntutan Ahok besok,” ungkapnya.

ACTA melaporkan Ahok-Djarot disertai bukti berupa kepingan CD berisi video iklan yang saat ini menjadi trending topic di media sosial. ACTA juga melampirkan print-out foto-foto dan tulisan-tulisan terkait video yang menjadi trending topik dengan tagar #IklanJahatAhok tersebut.

Reporter: Muhammad Fajar

Tuai Polemik dan SARA, Iklan Kampanye Ahok Dinilai Ujar Kebencian

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Video iklan kampanye Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus menuai kecaman. GNPF MUI menilai, video paslon DKI nomer dua ini terlihat menyudutkan umat Islam.

“Ujaran kebencian sangat terlihat dan terpampang jelas bahkan sangat menyudutkan umat Islam dilihat sari simbol-simbol yang ditampilkan,” kata tim advokasi GNPF MUI, Nasrulloh Nasution kepada jurniscom, Senin (10/4/2017).

Ia mengatakan, Ahok yang kerap memegang teguh nilai anti SARA ternyata tidak konsisten bahkan terkesan memprovokasi umat Islam yang sedang tenang.

“Nuduh orang SARA padahal dia dan pendukungnya yang SARA bisa terlihat dari iklan tersebut,” ujarnya.

Oleh sebab itu, praktisi hukum ini mendesak aparat kepolisian dan Bawaslu dapat bertindak objektif menghukum dan menegur video iklan kampanye yang mendapat kecaman dari berbagai pihak ini.

Sebagaimana diketahui, dalam video tersebut terlihat dua orang wanita, satunya masih remaja dan satunya seorang ibu. Keduanya terlihat panik karena mobil mereka dirusak massa. Kemudian sekumpulan pria dengan baju putih dan peci digambarkan berteriak-teriak melakukan aksi demo yang menimbulkan kerusuhan.