Jum'at, 8 Dhul Qa'ada 1447 / 24 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Milisi Syiah Hizbullah dan Jet Tempur Rezim Assad Serang HTS dan FSA di Perbatasan

22 Jul 2017 10:57:24
Milisi Syiah Hizbullah dan Jet Tempur Rezim Assad Serang HTS dan FSA di Perbatasan

ARSAL (Jurnalislam.com) – Pasukan Syiah Hizbullah dan jet Angkatan Udara rezim Nushairiyah Suriah (SAF) melancarkan serangan terhadap faksi jihad dan oposisi di wilayah perbatasan Lebanon, Jumat (21/7/2017), kata media setempat, Al Arabiya melaporkan.

Saluran TV pro- Syiah Hizbullah Al-Mayadeen melaporkan bahwa operasi di Arsal, yang terletak di perbatasan timur Lebanon dengan Suriah, terutama menargetkan faksi Hayat Tahrir al-Sham yang dipimpin Jabhat Fath al Sham, yang sebelumnya dikenal dengan nama Jabhah Nusrah, selain itu jet teresbut juga menyerang kelompok-kelompok yang terkait dengan Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA).

Tidak ada pengumuman resmi mengenai korban jiwa namun pemerintah mengatakan militer Lebanon memantau situasi tersebut.

FSA Bantah Berita Al Arabiya Terkait Operasi Militer Bersama Turki Perangi HTS

Kelompok hak asasi manusia mengungkapkan keprihatinannya terhadap 100.000 pengungsi Suriah yang tinggal di wilayah tersebut.

SAF menyerang sasaran di pegunungan di sepanjang perbatasan, menurut Al-Mayadeen.

Distrik Arsal, yang terletak sekitar 125 kilometer timur laut Beirut, telah menjadi lokasi pertempuran antara kelompok oposisi anti-Assad, milisi Syiah Hizbullah dan tentara konvensional Lebanon.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah

Amir Qatar: Negara Kami Sudah Menjadi Target Plot Arab cs

22 Jul 2017 10:14:04
Amir Qatar: Negara Kami Sudah Menjadi Target Plot Arab cs

DOHA (Jurnalislam.com) – Amir Qatar mengatakan pada hari Jumat (21/7/2017) bahwa negaranya telah menjadi target plot yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dan berterima kasih kepada Turki karena telah mendukung negaranya selama krisis yang sedang berlangsung.

“Jelas bahwa operasi melawan kita sudah direncanakan sebelumnya. Kami menghadapi ujian dan lulus,” kata Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dalam pidato televisinya yang pertama sejak krisis dimulai bulan lalu, lansir Anadolu Agency.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar bulan lalu, dan memberlakukan blokade laut dan darat saat menuduh Doha mendukung terorisme.

Al Thani mengucapkan terima kasih kepada Turki karena “memberlakukan kesepakatan kerja sama yang cepat ditandatangani dan memenuhi kebutuhan dasar kita.”

Dia berkata: “Rakyat seharusnya tidak lagi membayar harga untuk perselisihan politik di antara pemerintah.”

Ucapannya disampaikan menjelang kunjungan dua hari Presiden Recep Tayyip Erdogan yang dimulai pada hari Ahad sebagai bagian dari upayanya untuk menyelesaikan krisis di wilayah tersebut.

Perhentian pertamanya adalah di kota pelabuhan Saudi, Jeddah, di mana dia akan bertemu dengan Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud dan putranya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman al-Saud.

Erdogan kemudian akan berangkat ke Kuwait dan kemudian Qatar, dan akan bertemu dengan Al Thani dan Amir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah.

Hubungan antara negara-negara Teluk akan menjadi fokus, dan para pemimpin diharapkan untuk bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan internasional, dan mempresentasikan solusi untuk mengakhiri ketegangan regional, kata kantor kepresidenan.

Doha membantah tudingan terorisme dan menentang bahwa blokade tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.

Kategori : Internasional

Tags : Isu Qatar Qatar

Ulama Afrika Wasiatkan Umat Islam untuk Berjuang Menegakkan Islam dan Bersatu Diatasnya

22 Jul 2017 10:02:03
Ulama Afrika Wasiatkan Umat Islam untuk Berjuang Menegakkan Islam dan Bersatu Diatasnya

PADANG (Jurnalislam.com) – Ulama asal Mauritania, H Abdullah Al Mishri mewasiatkan kepada umat Islam untuk bersatu dan berjuang menegakkan Islam (iqomatuddien). Pernyataan itu disampaikan kepada Islamic News Agency (INA) di Grand Inna Hotel, Padang, Rabu (19/7/2017).

“Hari ini kami berharap kepada seluruh muslimin agar mau bersatu dan kembali mengingat wasiat Allah kepada seluruh nabi dan rasul serta umatnya agar iqamatud din lalu bersatu diatasnya,” tuturnya seraya mengutip ayat Al Qur’an Surat Asy Syuura ayat 13.

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama! Dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). QS Asy Syuuro: 13

Haji Abdullah juga mengatakan, salah penyebab perpecahan umat Islam yang paling utama adalah karena urusan siasat (politik).

“Kebanyakan sebab perpecahan sebenarnya bukan karena perkara ilmiyah akan tetapi justru karena sebab-sebab manusiawi, seperti alasan siasat dll,” katanya.
Selain itu, ia mengungkapkan kondisi umat Islam di negaranya. Saat ini di Mauritania, kata dia, telah banyak berdiri pusat-pusat kajian yang berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah.

“Alhamdulillah diantara nikmat Allah kepada kami bahwa seluruh penduduk Mauritania adalah muslim. Pada awalnya kebanyakan mereka menganut paham asyariyah sufiyah. Namun karena semua ulama disini telah sepakat menyandarkan ilmu pada Al Qur’an dan Sunnah sehingga mereka sangat mudah dalam saling memahami dan berlapang dada,” ungkapnya.

Multaqo Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa dan Afrika yang digelar di Padang beberap waktu lalu diikuti oleh ratusan ulama dan berbagai Negara. Pertemuan yang mengusung tema persatuan umat Islam itu melahirkan enam poin kesepakatan yang diberi nama ‘Deklarasi Padang”.

Reporter: Lutfi Habibulhaq/INA

Kategori : Nasional

Tags : mauritania Multaqo Da’i dan Ulama Internasional pertemuan ulama internasional ulama afrika

3 Warga Palestina Terbunuh dan 140 Terluka Ditembaki Pasukan Zionis di Al Aqsha

22 Jul 2017 05:51:23
3 Warga Palestina Terbunuh dan 140 Terluka Ditembaki Pasukan Zionis di Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tiga warga Palestina telah terbunuh, menurut media setempat, dan ratusan lainnya terluka di tengah protes massa atas tindakan otoriter zionis yang baru di kompleks Masjid Al-Aqsha, lansir Aljazeera, Jumat (21/7/2017).

Dalam insiden pertama, seorang pemukim zionis Yahudi membunuh seorang pria Palestina berusia 18 tahun di lingkungan Ras al-Amud di Yerusalem Timur yang dijajah, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Kematian Muhamd Mahmoud Sahraf dikonfirmasi oleh militer Israel dan Bulan Sabit Merah.

Seorang warga Palestina lain juga dipastikan terbunuh oleh tembakan langsung saat protes yang dilanjutkan setelah sholat Jumat, kata pejabat di sebuah rumah sakit di Yerusalem kepada kantor berita AP.

Otoritas Palestina juga melaporkan bahwa orang ketiga tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Tepi Barat.

Dua korban tewas lainnya diidentifikasi sebagai Muhamad Mahmoud Khalaf dan Muhamad Hasan Abu Ghanam.

Pasukan penjajah Israel juga menembakkan amunisi, gas air mata dan peluru karet yang dilapisi karet ke arah warga Palestina yang memprotes tindakan baru Israel, termasuk pembatasan pria Muslim di bawah usia 50 tahun dari tempat suci dan pemasangan detektor logam.

Dalam satu kejadian, seorang tentara zionis, yang membawa senjata api, menendangi seorang warga Palestina saat dia sedang sholat.

Protes terjadi sepekan setelah tembakan mematikan di kompleks Yerusalem Timur yang diduduki, yang memicu ketegangan.

Aksi unjuk rasa dimulai setelah sholat Jum’at, yang berlangsung sekitar tengah hari waktu setempat.

Sedikitnya 140 warga Palestina telah terluka di Yerusalem Timur yang diduduki dan Tepi Barat, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.

Sebelumnya pada hari itu, polisi mengerumuni lingkungan Arab Yerusalem, terutama di dan sekitar Kota Tua yang berdinding di mana tempat suci tersebut berada.

Sedikitnya 3.000 unit polisi Israel dan polisi perbatasan telah dikirim ke daerah tersebut, menurut juru bicara zionis.

Kabinet keamanan zionis mengatakan bahwa polisi Israel akan memutuskan kapan harus mencabut detektor logam dan pintu putar yang dipasang di kompleks tersebut pekan lalu – sebuah pernyataan yang mengecewakan bagi warga Palestina yang melihat tindakan tersebut sebagai hukuman kolektif dan pelanggaran terhadap status quo. Status quo memberi umat Islam batasan atas bangunan Masjid dan memberi Yahudi hak penuh untuk berkunjung.

Ketegangan Masjid Al Aqsha Masih Berlangsung, Ini Kata Erdogan

Israel memperketat cengkeramannya di kompleks tersebut setelah dua aparat mereka tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh tiga orang Palestina, yang dibunuh oleh pasukan Israel setelah terjadi kekerasan.

Pada hari Kamis, Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu menerima rekomendasi dari berbagai sektor layanan keamanan Israel mengenai detektor logam.

Layanan polisi internal Israel, Shin Bet, mengatakan bahwa penghalang harus dilepaskan, sementara polisi Israel di Yerusalem bersikeras agar tetap tinggal.

Anggota Palestina Knesset Mohammad Barakeh mengatakan pada sebuah pertemuan dengan para pemimpin Palestina di Yerusalem pada hari Jumat pagi bahwa keputusan kabinet keamanan tersebut adalah sebuah “permainan politik”.

“Keputusan Israel untuk merujuk masalah ini ke polisi adalah permainan politik untuk membebaskan Netanyahu dari tanggung jawab apapun dengan menyiratkan bahwa ini bukan sebuah isu politik, melainkan masalah keamanan, namun kenyataannya adalah sebuah keputusan politik untuk menguasai al Aqsha.”

Para pemimpin Palestina menolak langkah-langkah Israel dan berjanji untuk terus melakukan sholat di luar kompleks sampai penghalang dihapus.

Kategori : Internasional

Tags : Al Asha al quds Masjid Al-Aqsha palestina yerusalem

FUIS: Perppu 2/2017 Bukti Pemerintah Tak Mampu Mengelola Kebhinekaan

21 Jul 2017 22:38:26
FUIS: Perppu 2/2017 Bukti Pemerintah Tak Mampu Mengelola Kebhinekaan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Penerbitan Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas terus mendapat penolakan dari umat Islam. Forum Umat Islam Semarang (FUIS) meminta kepada pemerintah agar lebih mampu mengelola kehidupan bernegara dengan cara-cara persuasif demi terjaganya semboyan Bhineka Tunggal Ika.

“FUIS memandang bahwa PERPPU No 2 Tahun 2017 tidak sesuai dengan nilai-nilai Hak Asasi Manusia yang mengakomodasi kebhinekaan dalam kehidupan sosial, karena PERPPU tersebut cenderung akan memberi ruang kesewenang-wenangan dalam memberangus organisasi-organisasi yang berseberangan dengan pemerintah,” kata Ketua FUIS Danang Setyadi kepada wartawan usai mendatangi Kantor DPRD Jawa Tengah, Jumat (21/7/2017).

Danang menjelaskan, Perppu tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang menjaga keseimbangan Trias politica, karena PERPPU tersebut mengabaikan pemisahan kewenangan yang akan melahirkan kediktatoran kuasa di suatu pihak.

“Perppu No 2 Tahun 2017 juga tidak sesuai dengan nilai-nilai sebuah negara hukum yang semua keputusan harus melalui proses pertanggungjawaban di mata hukum, karena PERPPU tersebut akan mengabaikan proses hukum dan keputusan akan diambil oleh semata-mata kekuatan politik,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Danang, penerbitan tersebut dinilai telah mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi No 38/PUU-VII/2009 perihal 3 (tiga) syarat dalam penerbitan PERPPU , yakni (1) adanya kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan UU, (2) adanya kekosongan Hukum karena UU yang dibutuhkan belum ada atau tidak memadai, (3) Kekosongan Hukum tidak dapat diatasi dengan prosedur normal pembuatan UU.

“Dalam hal ini, jelas tidak ada kekosongan hukum saat ini terkait dengan kebutuhan pemerintah mengawasi Ormas, mekanisme demokrasi membahas UU bersama DPR pun sangat terbuka,” tegasnya.

Sebelumnya, FUIS mendatangi kantor DPRD Jawa Tengah namun semua anggota DPRD sedang melakukan kunjungan ke luar kota.

Kategori : Nasional

Tags : fuis kebhinekaan perppu no 2 tahun 2017 perppu ormas

Tolak Perppu Ormas, ALMUMTAZ Sambangi DPRD

21 Jul 2017 22:09:26
Tolak Perppu Ormas, ALMUMTAZ Sambangi DPRD

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) pada Jumat (21/7/2017) mendatangi kantor DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyampaikan penolakan terkait diterbitkannya Perppu No 2 Tahun 2017 tentang ormas oleh pemerintah.

ALMUMTAZ mengawali aksinya dengan longmarch yang diikuti oleh ribuan massa lintas ormas dari Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya menuju kantor DPRD.

“Ini adalah upaya perlawanan terhadap tindakan dzalim yang dilakukan pemerintah dengan menerbitkan Perppu nomor 2 tahun 2017,” kata Ketua ALMUMTAZ, Ustadz Hilmi Afwan dalam orasinya.

Massa ALMUMTAZ longmarch menuju kantor DPRD

Sejumlah perwakilan ALMUMTAZ diterima Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Muslim di Ruang Badan Musyawarah.

Dalam audiensi tersebut, Ustadz Hilmy menyampaikan pernyataan sikap yang intinya menolak keras penerbitan Perppu tersebut.

“Sebaiknya pemberlakuan Perppu ini ditunda dulu atau hindarkan adanya korban pembubaran ormas yang kritis atau mengecewakan terhadap pemerintah. Kecuali memberlakukan terhadap ormas atau kelompok yang telah nyata nyata bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 seperti gerakan separatis, ormas yang berpahan atheis, komunis sebagaimana pasal 59 ayat 4 b dan c,” terangnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD mengatakan akan menampung dan mempelajari aspirasi ALMUMTAZ tersebut untuk direkomendasikan ke tingkat provinsi maupun pusat.

“Nanti surat dari ALMUMTAZ saya akan terima dan nanti dipelajari. Saya akan terima dan dipelajari dan nanti Rapinmas,” kata politis PDIP itu.

“Secepatnya, karena pimpinan lagi di Jakarta, nanti setelah dari ketua dibuatkan resume hasil musyawarah antara ALMUMTAZ dan DPRD,” sambungnya.

Setelah beraudiensi, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Kategori : Nasional

Tags : almumtaz perppu no 2 tahun 2017 perppu ormas tasikmalaya tolak perppu ormas

Masjid Al-Aqsha Diblokade Paksa Zionis Israel, Ini Seruan DSKS

21 Jul 2017 21:37:17
Masjid Al-Aqsha Diblokade Paksa Zionis Israel, Ini Seruan DSKS

SOLO (Jurnalislam.com) – Pemerintah Zionis Israel kembali menutup gerbang Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, Jumat, (14/7/2017). Polisi di negara Yahudi itu melarang umat Islam di Palestina untuk shalat Jumat di Kiblat pertama umat Islam.

Menyikapi hal tersebut, ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), ustaz Muin Muinidillah menyeru umat Islam di Indonesia untuk memberikan dukungan terhadap umat Islam di Palestina yang sedang mempertahankan dan memperjuangkan Masjid Al-Aqsha yang sedang diblokade.

“Menyerukan seluruh elemen umat Islam Indonesia baik individu maupun lembaga untuk melakukan aksi nyata mendukung perjuangan umat Islam Palestina yang sedang berjuang di garda terdepan mempertahankan Masjid Al-Aqsha, Masjid suci dan kiblat pertama umat Islam,” katanya dalam pesan siar yang diterima jurniscom, Jumat (21/7/2017).

Ia mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk aksi dan dukungan untuk mendukung perjuangan umat Islam di Palestina. Tema khutbah shalat Jumat, Qunut Nazilah serta aksi turun kejalan dinilainya penting dan efektif dilakukan.

“Kepada segenap asatidz dan para duat untuk mengangkat tema pentingnya Masjid Al-Aqsha bagi umat Islam dan kondisinya saat ini pada khutbah Jumat maupun pengajian dan ceramah-ceramah lainnya. Kepada segenap taakmir masjid untuk melaksanakan Qunut Nazilah pada sholat-solat rowatib dan melakukan Penggalangan dana,” seru Muin.

“Serta berbagai kegiatan maupun acara lainnya yang bertujuan menyadarkan masyarakat akan kondisi memprihatinkan yang menimpa Masjid Al-Aqsha dan kota Al-Quds,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : dsks Masjid Al-Aqsha zionis israel

Ustadz Fadlan: Pertemuan Ulama Dunia Momen Saling Mengenal dan Silaturahim

21 Jul 2017 19:59:01
Ustadz Fadlan: Pertemuan Ulama Dunia Momen Saling Mengenal dan Silaturahim

PADANG (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pondok Pesantren Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN), Ustadz Fadlan Garamatan mengapresiasi acara Multaqo Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa dan Afrika yang digelar di Padang belum lama ini.

Ustadz Fadlan mengatakan, multaqo ulama itu adalah gerakan untuk menyadarkan seluruh ulama tentang pentingnya persatuan umat Islam. Karena perpecahan, kata dia, hanya menguntungkan musuh-musuh Islam.

“Umat yang satu ini harus dijaga dengan dakwah, dijaga dengan ilmu agama, dijaga dengan Quran, dijaga dengan ukhuwah Islamiyah,” katanya kepada Islamic News Agency (INA) di Grand Inna Hotel, Kota Padang, Rabu (19/7/2017).

Pertemuan ulama itu, lanjutnya, juga menjadi ajang silaturahim antar ulama di seluruh dunia yang sebelumnya tidak saling mengenal.

“Tapi dengan multaqo ini kita mampu bicara dari hati ke hati,” ujar ulama asal Papua itu.

“Mudah-mudahan dengan adanya Multaqo ini menjadi jembatan pembuka gerakan dakwah,” tutupnya.

Ia berharap, multaqo ulama selanjutnya diikuti oleh lebih banyak ulama dari berbagai negara.

Multaqo Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa dan Afrika digelar di Kota Padang selama beberapa hari. Ratusan ulama dari berberbagai negara hadir dalam acara yang digagas oleh Yayasan al-Manarah al-Islamiyah dan Ikatan Ulama dan Da’i se-ASEAN itu.

Reporter: Luthfi Habibulhaq/INA

Kategori : Nasional

Tags : Multaqo Da’i dan Ulama Internasional pertemuan ulama dunia ustadz fadlan garamatan

Ditengah Riuhnya Hujan, Aliansi Mahasiswa Solo Gelar Aksi Peduli Masjid Al-Aqsha

21 Jul 2017 19:40:35
Ditengah Riuhnya Hujan, Aliansi Mahasiswa Solo Gelar Aksi Peduli Masjid Al-Aqsha

SOLO (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam dan Mahasiswa Soloraya yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Palestina, menggelar aksi Solidaritas untuk Masjid Al-Aqsha, Palestina di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jumat (21/7/2107). Aksi ini dilakukan menyusul sikap Zionis Israel untuk menutup dan melarang umat Islam di Palestina beribadah di tempat suci itu.

“Kita turun kejalan sebagai bentuk pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsha dan sebagai bentuk solidaritas terhadap umat Islam di Palestina, kata koordinator aksi, Ridwan sesaat memberikan orasi.

Ia menegaskan, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, bangsa yang dahulu mendapat dukungan penuh oleh Palestina dalam pengakuan kemerdekaan, sudah sepatutnya masyarakat peduli terhadap Palestina yang sedang tertindas.

Orator lainnya, Faid Silmi menyeru umat Islam untuk ikut berjuang dalam membebaskan Kiblat pertama umat Islam tersebut.

“Dulu ketika kaum kafir Quraisy dan musrik Mekkah berkuasa Allah kirimkan Rasulullah, dan Allah tidak akan mengirimkan nabi setelah itu. Jadi, yang ada adalah kita, seluruh umat Islam diseluruh dunia, mari kita berjanji untuk menjadi Shalahudin Al-Ayubi berikutnya, untuk menjadi pembebas-pembebas Al Quds,” ujarnya penuh semangat.

Dalam aksi yang diwarnai turunnya hujan tersebut, para peserta aksi juga melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu umat Islam di Palestina.

Kategori : Nasional

Tags : Masjid Al-Aqsha palestina zionis israel

Datang ke Padang, Ini Cerita Imam Lee tentang Islam di Korea Selatan

21 Jul 2017 17:21:03
Datang ke Padang, Ini Cerita Imam Lee tentang Islam di Korea Selatan

PADANG (Jurnalislam.com) – Pertemuan Ulama dan Dai Dunia di Padang di hadiri para ulama, imam dan aktivis Islam dari pelbagai daerah di Nusantara hingga Mancanegara. Tak ketinggalan, Imam Abdurrahman Lee, seorang Imam di Seoul yang datang jauh-jauh.

Kepada Jurnalislam.com, Abdurrahman Lee menceritakan kondisi Islam dan kaum muslimin di Negeri Ginseng tersebut. Kata Imam Lee, geliat keislaman di Korsel mulai tumbuh dalam kurun 60 tahun terakhir.

“Sekarang kami memiliki sekitar 35 ribu Muslim korea dan mungkin sekitar 100 ribu Muslim warga asing saat ini tinggal di Korea. Jadi, mungkin Anda bisa mengatakan 135 ribu Muslim yang tinggal di Korsel saat ini,” kata Imam Abdurrrahman Lee di sela-sela acara Pertemuan Ulama Dunia di Padang, Kamis (20/7/2017).

135 ribu muslim di antara 50 juta penduduk Korsel ini, kata Imam Lee, mereka shalat di 18 Masjid Jami dan 100 mushola yang tersebar di seluruh penjuru Korea. Muslim Korea, kata Imam Lee kebanyakan mualaf.

Walau menjadi minoritas di sana, namun semangat keislaman di Korsel tak pernah surut. “Memang pemerintah Korea membuat beberapa kesulitan dengan kaum muslimin di sana, tapi insya Allah tidak masalah,”tambahnya.

Ia mengaku sampai saat ini karena banyak orang Korea masuk Islam, maka dirinya dan Imam-imam Korea lainnya terus berjuang agar para mualaf mendapatkan asupan Ilmu agama yang cukup.

“Saat ini, kami berjuang sangat keras, dan Insya Allah masa depan muslim Korea akan menjadi satu kesatuan,” pungkasnya.

Penerjemah: Deddy

Kategori : Jejak Islam Khazanah

Tags : imam korse imam korsel islam di korea korsel multaqo pertemuan ulama dunia

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Demiliterisasi Gaza Atas Nama Investasi

Demiliterisasi Gaza Atas Nama Investasi

19 Apr 2026 22:06:24
FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

18 Apr 2026 06:08:07
Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

18 Apr 2026 06:06:05
Pelajar Kok Jadi Pengedar?

Pelajar Kok Jadi Pengedar?

18 Apr 2026 06:01:56

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED