Datang ke Padang, Ini Cerita Imam Lee tentang Islam di Korea Selatan

21 Juli 2017
Datang ke Padang, Ini Cerita Imam Lee tentang Islam di Korea Selatan
Ulama Korea, Abdurrahman Lee. Foto: Luthfi/Jurnis

PADANG (Jurnalislam.com) – Pertemuan Ulama dan Dai Dunia di Padang di hadiri para ulama, imam dan aktivis Islam dari pelbagai daerah di Nusantara hingga Mancanegara. Tak ketinggalan, Imam Abdurrahman Lee, seorang Imam di Seoul yang datang jauh-jauh.

Kepada Jurnalislam.com, Abdurrahman Lee menceritakan kondisi Islam dan kaum muslimin di Negeri Ginseng tersebut. Kata Imam Lee, geliat keislaman di Korsel mulai tumbuh dalam kurun 60 tahun terakhir.

“Sekarang kami memiliki sekitar 35 ribu Muslim korea dan mungkin sekitar 100 ribu Muslim warga asing saat ini tinggal di Korea. Jadi, mungkin Anda bisa mengatakan 135 ribu Muslim yang tinggal di Korsel saat ini,” kata Imam Abdurrrahman Lee di sela-sela acara Pertemuan Ulama Dunia di Padang, Kamis (20/7/2017).

135 ribu muslim di antara 50 juta penduduk Korsel ini, kata Imam Lee, mereka shalat di 18 Masjid Jami dan 100 mushola yang tersebar di seluruh penjuru Korea. Muslim Korea, kata Imam Lee kebanyakan mualaf.

Walau menjadi minoritas di sana, namun semangat keislaman di Korsel tak pernah surut.  “Memang pemerintah Korea membuat beberapa kesulitan dengan kaum muslimin di sana, tapi insya Allah tidak masalah,”tambahnya.

Ia mengaku sampai saat ini karena banyak orang Korea masuk Islam, maka dirinya dan Imam-imam Korea lainnya terus berjuang agar para mualaf mendapatkan asupan Ilmu agama yang cukup.

“Saat ini, kami berjuang sangat keras, dan Insya Allah masa depan muslim Korea akan menjadi satu kesatuan,” pungkasnya.

Penerjemah: Deddy